Euforia Boyong Grobog tahun 2020 lalu, tidak bisa dilaksanakan meriah di tahun 2021 karena PPKM skala mikro diperpanjang sampai 8 Maret 2021. Foto : hana eswe/dok

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melewati tanggal hari jadi Kabupaten Grobogan ke 295 yang jatuh pada 4 Maret 2021. Adanya PPKM tersebut, kegiatan rangkaian hari jadi Grobogan diperingati secara sederhana.

Sekretaris Daerah Grobogan, Moh Soemarsono menerangkan, tahun ini rangkaian hari jadi Grobogan ke-295 tetap dijalankan. Namun, pelaksanaan ritual yang tetap diutamakan.

“Ritual kita laksanakan, hanya event-nya dilaksanakan secara sangat sederhana. Harapannya, semangatnya tidak berkurang karena masa pandemi, harus kita sesuaikan dengan PPKM,” jelas Soemarsono, saat dikonfirmasi.

Ritual yang akan dilakukan yakni Boyong Grobog dan ziarah leluhur Kabupaten Grobogan seperti Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Getas Pendowo dan Bupati pertama, Adipati Pangeran Puger.

Kegiatan ini nantinya dilakukan dengan pembatasan. Dengan harapan tidak ada kerumunan dan tetap menggunakan protokol kesehatan.

Pada even Boyong Grobog, iring-iringan perpindahan pusaka dari Kelurahan Grobogan ke Pendapa Kabupaten Grobogan diganti dengan menggunakan mobil tertutup. Setelah itu, pusaka disambut dengan upacara selamatan.

Kami harap dengan menyederhanakan even ini bisa meminimalisir kerumunan. Selain itu, upacara hari jadi juga dilakukan secara virtual,” tambahnya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Grobogan sedang menyiapkan surat edaran terkait PPKM Skala Mikro untuk ditujukan pada pihak terkait.

”Saat ini kami sedang siapkan SE untuk memperpanjang PPKM skala mikro. Isinya nanti sama dengan sebelumnya. Perbedaannya hanya pada waktu memperpanjang masa pelaksanaannya hingga 8 Maret 2021,” tutupnya.

Hana Eswe/wied-mul