blank
Foto kenangan Arifin Ilyas,penumpang Sriwijaya Airwarga Desa Ampih, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen,dan istrinya.(Foto;SB/Ist)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Arifin Ilyas (27), warga Desa Ampih, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, ikut menjadi salah satu korban penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 Jakarta-Pontianak. Lelaki tersebut merupakan pekerja alat berat yang sedang ditugaskan perusahaan di Pontianak.

Kepastian adanya satu warga Kebumen menjadi korban Sriwijaya Air yang hilang dan diduga terjatuh di kawasan perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, itu disampaikan langsung oleh Camat Buluspesantren Drs Budhi Suwanto MSi saat dihubungi Suarabaru.id, Minggu 10/1.

Baca juga  Jatuhnya Sriwijaya Air, Tim Pencari Temukan Moncong Pesawat dan Serpihan Daging

Menurut keterangan Budhi Suwanto, yang bersangkutan atas nama Arifin Ilyas memang baru pulang cuti tahun baru, dan ditugaskan oleh perusahaan alat berat ke Pontianak. Bapak satu anak itu bekerja di perusahaan alat berat PT Prima Sarana Mustika.

Korban memiliki istri warga Desa Pekuwon, Kecamatan Adimulyo, dan pasangan ini  belum meiliki anak. Mengutip keterangan dari keluarga Arifin Ilyas, pihak keluarga telah dijemput oleh perusahaan dan dibawa ke Krisis Center Jakarta.

“Keluarga korban baru berangkat ke Jakarta menggunakan travel. Yang berangkat orang tua koban, istri dan paman korban. Mohon doanya Pak,”ujar Camat Buluspesantren yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kebumen itu.

Budhi Suwanto mengakui, pihak keluarga di Kebumen pun sampai saat ini masih kebingungan dan panik menerima berita kecelakaan pesawat terbang tersebut. Namun diipastikan untuk transportasi keluarga korban Kebumen-Jakarta hingga akomodasi selama menunggu evakuasi korban, ditanggung pihak perusahaan dan Sriwijaya Air.

Komper Wardopo