Peta terbaru pesebaran virus corona hasil monitoring tim GTPP Covid-19 Kabupaten Blora, Kamis (19/11/2020). Peta itu belum termasuk dua pasien meninggal dunia di Kecamatan Ngawen. Foto: SB/Wahono

BLORA (SUARABARU.ID)– Pesebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Blora, kembali meningkat. Bahkan tiga hari terakhir, ruang isolasi Rumah Sakit Umum (RSU) kabupaten penghasil kayu jati itu, dalam kondisi penuh.

Tren meningkatnya pesebaran virus corona di Blora ini, terdeksi di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 setempat, Kamis (19/11/2020), yang meningkat 12 kasus menjadi 943 kasus.

Demikian juga dengan pasien meninggal dunia, bertambah lagi dua menjadi 49 orang, pada Rabu (18/11/2020). Keduanya dari klaster keluarga, yang muncul di Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Blora, dalam sepekan ini.

BACA JUGA : 270 Petugas Ad Hoc KPU Blora Reaktif, 20 Terpapar Covid-19

”Kemarin dua orang meninggal di Ngawen, dan tiga orang dirawat. Namun swab test belum keluar, jadi positif dan tidaknya belum terdeteksi,” kata Pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan setempat, Henny Indriyanti.

Dibenarkan Henny, ruang-ruang isolasi di RSU saat ini dalam kondisi penuh pasien. Termasuk di Klinik Bakti Padma, klinik khusus perawatan pasien virus corona yang ada di Jalan Raya Blora-Randublatung 6,8 kilometer selatan Kota Blora.

”Kami dorong setiap rumah sakit menyiapkan dan menambah ruang isolasi yang sesuai standar. Tetapi ini memang perlu waktu,” imbuh Henny.

Data sementara saat ini, tiga dari 16 kecamatan di Blora dalam status zona merah (zona risiko tinggi) pesebaran covid-19, yakni di Kecamatan Kunduran, Kecamatan Kota Blora dan Kecamatan Ngawen.

Isolasi Mandiri
Sedangkan 11 kecamatan lagi, lanjut Plt Dinkes Blora itu, pada level zona orange (zona risiko sedang), masing-masing di Kecamatan Todanan, Japah, Bogorejo, Cepu, Jiken, Jepon, Tunjungan, Banjarejo, Jati, Randublatung dan Kedungtuban.

Dua kecamatan lagi, Kecamatan Kradenan masuk zona kuning (zona risiko rendah), dan Kecamatan Sambong zona hijau atau kecamatan yang warganya saat ini nihil terpapar.

Diakui Henny, pesebaran covid-19 di Kabupaten Blora, dalam tiga hari ini mengalami peningkatan. Dengan perincian, kondisi 19 pasien dirawat di rumah sakit, dan 128 pasien lagi menjalani isolasi mandiri.

Menurut Henny yang juga menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekda Blora itu, sejauh ini tenaga kesehatan Dinkes terus bekerja keras dengan melakukan swab test sebanyak 8.030 sasaran (dua hari ini saja 224 orang).

Sementara itu, pasien covid-19 yang sembuh berdasar hasil Swab-Lab polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak 749 orang, atau bertambah 19 orang sembuh dalam dua hari terakhir ini.

Pemerintah Kabupaten Blora, lanjut Henny, me-wanti-wanti warga untuk tetap memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir di berbagai kesempatan, agar terhindar dari penularan virus corona.

Wahono-Riyan