Ketua KONI Kudus Antoni Alfin. foto:Dok/Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Kisruh terkait proses pencairan anggaran Persiku Kudus antara pihak manajemen tim dan Askab PSSI Kudus nampaknya masih belum menemui titik temu. Namun, di tengah kisruh ini, KONI justru memilih untuk berpihak pada sikap Askab PSSI.

Keberpihakan tersebut sebagaimana disampaikan Ketua KONI Kudus Antoni Alfin. Antoni berpendapat agar manajemen menuruti permintaan dari Askab yang mengharuskan ada laporan penggunaan dana awal dan RAB pengajuan dari manajemen Persiku, sebelum mengajukan dana termin kedua.

Menurutnya, di tengah pandemi seperti ini, sebaiknya laporan penggunaan anggaran dibuat per semester. “Tak hanya Askab saja, semua cabor juga saya minta untuk membuat per semester,” kata Antoni.

Hal tersebut, dilakukan agar penggunaan anggaran daerah jelas peruntukannya. Terlebih di era pandemi seperti ini.

“Sehingga tidak ada kesalah pahaman, laporan pertanggung jawaban juga terstruktur, memudahkan untuk pelaporan,” tandasnya.

Minta Transparansi

Sebagaimana diberitakan, pengajuan pencairan dana Persiku tahap kedua ditolak Askab PSSI Kudus. Askab beralasan manajemen Persiku sudah mengantongi Rp 400 juta dari pencairan tahap pertama. Untuk itu, pada pengajuan dana berikutnya, Askab meminta manajemen membuat laporan penggunaan dana sebelumnya serta RAB untuk pengajuan dana berikutnya.

Baca Juga: Manajemen Persiku dan Askab PSSI Kudus Geger Soal Anggaran

Hanya saja, Manajer Persiku Sunarto hingga kini masih bersikeras agar Askab segera mencairkan tambahan anggaran untuk Persiku termin kedua yang diajukan sebesar Rp 600 juta.

Pasalnya, kata Sunarto, manajemen membutuhkan kucuran dana segar untuk operasional tim, mengingat dana Rp 400 juta yang dikucurkan sebelumnya sudah hampir habis.

“Saat ini tersisa Rp 50 juta. Jadi, manajemen sangat membutuhkan tambahan anggaran lagi, apalagi tim sudah mulai terbentuk ,”ujarnya.

Sedangkan terkait syarat yang diminta Askab berupa laporan penggunaan dana dan RAB untuk pengajuan dana berikutnya, Sunarto menyanggupinya asalkan Askab juga transparan dalam persoalan anggaran.

“Kami juga meminta jaminan dari Askab soal alokasi dana untuk Persiku. Askab harus transparan soal ketersediaan dana,” ucap Sunarto.

Sebab, kata Sunarto, sesuai perencanaan anggaran, Askab PSSI Kudus mendapatkan jatah anggaran dari KONI sebesar Rp 2,5 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 2 miliar diantaranya akan dikucurkan untuk Persiku dengan perincian Rp 1,7 miliar untuk tim senior dan Rp 300 juta untuk junior.

“Saya tahu KONI sudah dua kali mengucurkan anggaran untuk Askab PSSI sebanyak Rp 1,5 miliar dan Rp 500 juta. Jadi totalnya Rp 2 miliar. Tapi yang dicairkan untuk Persiku baru Rp 400 juta,”tandasnya.

Tm-Ab

-->