blank
Selain BBM kendaraan maupun pesawat, elpiji pun meningkat pemakaiannya dalam "long weekend" lalu. Foto: Dok. Foto: Dok

SURAKARTA  (SUARABARU.ID) – Permintaan masyarakat terhadap  BBM produk gasolin (Pertamax Series, Pertalite, dan Premium) dan Avtur atau bahan bakar pesawat udara komersil maupun elpiji di Jawa Tengah meningkat cukup berarti selama long weekend, bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H.

Peningkatan konsumsi selain disebabkan selain kegiatan perekonomian masyarakat,  juga dikarenakan banyaknya kendaraan konsumen yang mengisi BBM terutama di rest area tol trans Jateng. Hal itu diungkapkan Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti dalam keterangan pers yang diterima di Solo, Selasa (25/8).

Konsumsi produk gasolin seperti pertamax series, pertalite, dan premium di wilayah Jawa Bagian Tengah tercatat mengalami kenaikan enam persen dari rata-rata harian di bulan Juli sebesar 11.436 kiloliter menjadi 12.158 kl.

Angka  terakhir sama dengan rata-rata penyaluran harian normal sebelum pandemi Covid-19 yaitu di rentang 12.100-12.500 kl per hari. Berangsur normalnya konsumsi BBM selain meningkatnya kegiatan perekonomian masyarakat juga disebabkan banyaknya kendaraan konsumen mengisi BBM terutama di rest area tol trans Jawa.

Konsumsi elpiji , juga mengalami kenaikan satu persen saat berlangsungnya long weekend, yaitu naik 45 metrikton (mt) dari rata-rata bulan Juli sebesar 4.137 mt menjadi 4.182 mt.

“Jumlah kenaikan dapat dikatakan stabil mengingat masih dalam prognosa yang dihitung dari penyaluran rata-rata harian selama long weekend. Tentunya dari data-data tersebut Pertamina memastikan ketersediaan stok baik untuk BBM, elpiji maupun avtur masih aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir”, kata Anna Yudhiastuti.

Pada bagian lain Anna Yudhiastuti menambahkan, long weekend yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, juga menjadikan konsumsi bahan bakar pesawat udara komersial di Jawa Tengah tepatnya di Bandara Ahmad Yani Semarang serta Adi Soemarmo, Boyolali naik 13 persen serta 31 persen.

Kenaikan yang berlangsung merupakan  perbandingan konsumsi selama 3 hari long weekend dengan konsumsi rata-rata di bulan Juli 2020. “Untuk Bandara Ahmad Yani, konsumsi rata-rata bulan Juli 2020 sebanyak 33 kl per hari dan saat long weekend kemarin menjadi 36 kl per hari. Sedangkan di Bandara Adi Soemarmo naik dari rata-rata di bulan Juli sebesar 16 kl menjadi 26 kl,” tambahnya.

Meskipun terjadi kenaikan, kata Anna, namun konsumsi tersebut masih jauh di bawah rata-rata normal sebelum Pandemi Covid-19.  Untuk Bandara Ahmad Yani yaitu sebesar 106 KL per hari dan Adi Soemarmo sebesar 45 KL per hari.

Bagus Adji-trs