<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>syawalan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/syawalan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Apr 2024 05:53:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>syawalan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Pekalongan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/16/begini-sejarah-tradisi-syawalan-di-pekalongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2024 05:53:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>
		<category><![CDATA[lopis raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[syawalan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409433</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kamu tentu sudah mengetahui tradisi Syawalan, yang dilakukan setiap hari ketujuh di bulan Syawal. Tradisi unik tersebut masih dilakukan hingga sekarang oleh warga Pekalongan. Salah satunya adalah tradisi merayakan Syawalan dengan lopis raksasa yang dilakukan di daerah Krapyak, Pekalongan. Sebenarnya, dari manakah tradisi ini berasal? Dikutip dari akun Twitter @kotabatik, dalam sejarahnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/16/begini-sejarah-tradisi-syawalan-di-pekalongan">Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kamu tentu sudah mengetahui tradisi Syawalan, yang dilakukan setiap hari ketujuh di bulan Syawal. Tradisi unik tersebut masih dilakukan hingga sekarang oleh warga Pekalongan.</p>
<p>Salah satunya adalah tradisi merayakan Syawalan dengan lopis raksasa yang dilakukan di daerah Krapyak, Pekalongan. Sebenarnya, dari manakah tradisi ini berasal?</p>
<p>Dikutip dari akun Twitter @kotabatik, dalam sejarahnya, orang yang pertama kali mempelopori Syawalan adalah KH Abdullah Sirodj, ulama Krapyak yang masih keturunan Tumenggung Bahurekso (Senopati Mataram).</p>
<p>Awalnya KH Abdullah Sirodj rutin melaksanakan puasa Syawal, yang kemudian diikuti masyarakat sekitar Krapyak dan Pekalongan. Sehingga meski hari raya, mereka tidak bersilaturahmi demi menghormati yang masih melanjutkan ibadah puasa Syawal.</p>
<p>Dalam ceritanya, usai shalat Ied, suasananya masih seperti Ramadan. Baru pada hari ke-8 Syawal, suasana lebaran benar-benar terasa. Yang menjadi khas dalam tradisi syawalan di Krapyak Pekalongan adalah disajikannya makanan berupa lopis. KH Abdullah Sirodj memilih lopis sebagai simbol Syawalan di Pekalongan karena terbuat dari beras ketan yang memiliki daya rekat yang kuat, yang menyimbolkan persatuan.</p>
<p>Alkisah, Presiden Soekarno datang dalam rapat akbar di lapangan Kebon Rodjo Pekalongan (sekarang Monumen) tahun 1950, beliau berpesan agar rakyat Pekalongan bersatu seperti lopis, sehingga warga Krapyak setiap Syawalan selalu memotong lopis.</p>
<p>Meski konon tradisi Syawalan sudah ada sejak tahun 1885, tradisi ini mulai dilakukan secara besar-besaran pada tahun 1950. Dengan memotong lopis berukuran besar oleh kepala daerah setempat.</p>
<p>Adapun proses memasak lopis raksasa butuh waktu 4 &#8211; 5 hari, dengan menggunakan dandang berukuran besar. Untuk memindahkannya, harus memakai katrol. Kemudian lopis raksasa tersebut dibagi-bagikan kepada siapa saja yang hadir.</p>
<p>Selain lopis raksasa, hal unik lain yang dilakukan warga Krapyak hingga kawasan Slamaran Pekalongan, mereka memberikan makanan ataupun minuman secara gratis bagi siapa saja yang bertamu ke rumah pada hari ketujuh Syawal.</p>
<p>Warga Pekalongan di beberapa kawasan lain juga merayakan Syawalan dengan menerbangkan balon udara. Tradisi balon udara ini konon merupakan tradisi keturunan orang Indo Eropa zaman dahulu yang bermukim di Pekalongan.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/16/begini-sejarah-tradisi-syawalan-di-pekalongan">Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WBTB, Tradisi Syawalan Lopis Krapyak Dibukukan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/07/wbtb-tradisi-syawalan-lopis-krapyak-dibukukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 01:59:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[lopis]]></category>
		<category><![CDATA[syawalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=350374</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Masyarakat Kota Pekalongan, khususnya di daerah Krapyak memiliki tradisi Syawalan yang unik, yaitu tradisi Lopisan atau Lopis Raksasa. Tradisi ini dihelat pada tanggal 8 Syawal, atau seminggu setelah jatuhnya Hari Raya Idul Fitri. Melihat potensi lokal tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) setempat menginisiasi tradisi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/07/wbtb-tradisi-syawalan-lopis-krapyak-dibukukan">WBTB, Tradisi Syawalan Lopis Krapyak Dibukukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Masyarakat Kota Pekalongan, khususnya di daerah Krapyak memiliki tradisi Syawalan yang unik, yaitu tradisi Lopisan atau Lopis Raksasa. Tradisi ini dihelat pada tanggal 8 Syawal, atau seminggu setelah jatuhnya Hari Raya Idul Fitri. Melihat potensi lokal tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) setempat menginisiasi tradisi Lopisan ini dikaji untuk Penyusunan Naskah Akademik (buku) Kajian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Adapun penulis buku tersebut yakni Achmad Ilyas, tokoh masyarakat asli Krapyak dan masyarakat lokal Krapyak sebagai informan tambahan, berlangsung di Aula Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Kamis (6/7/2023). Dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, M. Sahlan, Lurah Krapyak, Banar Budi Raharjo, sejarawan Kota Pekalongan, M Dirhamsyah, penulis buku, Achmad Ilyas, perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Pendidikan dan masyarakat Krapyak.</p>
<p>Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, M Sahlan yang hadir membuka kegiatan tersebut, menyampaikan maksud kegiatan ini adalah untuk melakukan klarifikasi data dan penjaringan informasi baru yang berasal masyarakat lokal, pelaku sejarah/ budaya mengenai asal muasal tradisi lopis Syawalan ini yang telah berlangsung sejak dulu. Adapun yang menjadi tujuan adalah sebagai bahan primer penulisan buku “ Lopis Besar dan Perayaan Syawalan&#8221;, dimana keberadaan buku tersebut sebagai syarat utama pengajuan pendaftaran Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) khas Kota Pekalongan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).</p>
<p>&#8220;FGD Penyusunan naskah akademik atau buku terkait Lopisan Krapyak sebagai Tradisi Syawalan yang saat ini tengah diajukan untuk Warisan Budaya Tak Benda sangat penting sekali dilakukan. Sebab, suatu tradisi atau budaya daerah tanpa ditulis ini membuat generasi muda yang akan datang tidak akan bisa mengetahui asal muasal tradisi atau budaya tersebut, termasuk tradisi Lopisan yang sudah dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat asli Krapyak,&#8221; terang Sahlan.</p>
<p>Menurutnya, Warisan Budaya Tak Benda secara garis besar adalah hasil dari cipta, rasa, karsa manusia utamanya dalam bentuk intangible( tak berwujud) yang mendukung perilaku budaya pada komunitas, kelompok, dan dalam beberapa hal tertentu, perseorangan yang diakui sebagai bagian warisan budaya mereka. Sebagai contoh budaya tradisi lopis syawalan milik masyarakat Krapyak ini. Pihaknya berharap, dengan penyusunan buku Lopisan ini bisa memberikan informasi atau catatan sejarah tentang tradisi khas Krapyak ini kepada masyarakat secara meluas terutama bisa dibaca oleh generasi muda mendatang dari daerah-daerah lain.</p>
<p>&#8221; Jika tradisi Lopisan Krapyak ini dipertahankan, kami yakin dampak positifnya bisa menyejahterakan masyarakat setempat seperti kedatangan ribuan masyarakat dari berbagai daerah pada saat momentum Syawalan di tradisi Lopisan Krapyak. Dimana, mereka bisa menikmati lopis raksasa secara gratis, membeli lopis yang dijual oleh masyarakat setempat sebagai buah tangan atau oleh-oleh, pengunjung dari luar daerah ini juga bisa menikmati obyek wisata dan kuliner yang ada di Kota Pekalongan,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara itu, penulis buku Tradisi Syawal Lopisan Krapyak, Achmad Ilyas menerangkan, selaku penulis, pihaknya telah mengumpulkan beberapa data, namun adanya FGD dengan melibatkan masyarakat lokal Krapyak dan dinas terkait dilakukan untuk memperkaya dan melengkapi data-data baru yang nantinya bisa ditambahkan ke karya buku Lopisan tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya, pada draft buku Lopisan ini, kami sudah menuliskan terkait sejarah Krapyak, munculnya tradisi Syawalan dan pembuatan Lopis, dan kami akan tambahkan beberapa informasi dan masukan dari warga lokal dan dinas terkait seperti tentang proses pembuatan lopis raksasa pada sejarah awalnya, dan latarbelakang kondisi kemunculan tradisi Lopis Krapyak itu sendiri,&#8221; papar Ilyas.</p>
<p>Ilyas mengakui, untuk judul bukunya sendiri masih tentatif dan dalam proses pencarian penamaan judul yang tepat serta merepresentasikan dengan isi buku didalamnya.</p>
<p>&#8220;Targetnya penyusunan buku tentang Tradisi Lopis Krapyak ini bisa selesai. Sembari kami mencari dokumentasi-dokumentasi dan arsip terkait proses tradisi Lopisan Krapyak terdahulu yang ditaksir sudah ada pada akhir abad 19,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/07/wbtb-tradisi-syawalan-lopis-krapyak-dibukukan">WBTB, Tradisi Syawalan Lopis Krapyak Dibukukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syawalan, Taman Ria Demak Penuh Wisatawan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/05/09/syawalan-taman-ria-demak-penuh-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2022 14:21:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[syawalan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Ria Demak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=250688</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID)&#8211; Kunjungan wisatawan pada perayaan Syawalan di D&#8217;taman atau Taman Ria Demak, meningkat bila dibanding pada hari biasa. Saat libur Lebaran kali ini, kunjungan wisatawan tidak lebih dari 500 pengunjung per harinya. Namun saat Lebaran Kupat atau tujuh hari setelah Idul Fitri, kunjungan meningkat secara signifikan. &#8221;Pada Senin ini bertepatan dengan tradisi Syawalan, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/09/syawalan-taman-ria-demak-penuh-wisatawan">Syawalan, Taman Ria Demak Penuh Wisatawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kunjungan wisatawan pada perayaan Syawalan di D&#8217;taman atau Taman Ria Demak, meningkat bila dibanding pada hari biasa. Saat libur Lebaran kali ini, kunjungan wisatawan tidak lebih dari 500 pengunjung per harinya.</p>
<p>Namun saat Lebaran Kupat atau tujuh hari setelah Idul Fitri, kunjungan meningkat secara signifikan.</p>
<p>&#8221;Pada Senin ini bertepatan dengan tradisi Syawalan, dan sudah dipastikan banyak yang berwisata di tempat ini. Hingga siang ini sudah mencapai 750 orang. Untuk hari ini kita targetkan 1.500 kunjungan,&#8221; kata Sumirah, Direktur Anwusa Demak, dalam keterangannya, Senin (9/5/2022).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/05/09/jandia-eka-putra-mengaku-tak-terlibat-dalam-insiden-pengeroyokan/">Jandia Eka Putra Mengaku Tak Terlibat dalam Insiden Penganiayaan</a></strong></p>
<p>Menurut dia, di Taman Ria ini yang menjadi favorit adalah kolam renang anak, bom bom car dan komedi putar. Untuk kereta karena kondisinya masih rusak, belum bisa dioperasikan.</p>
<p>&#8221;Harga tiket masuk masih terjangkau sebesar Rp 15 ribu, gratis renang dan air mineral dalam botol,&#8221; imbuh Sumirah.</p>
<p>Tidak adanya panggung hiburan musik atau dangdutan, banyak ditanyakan pegunjung tempat wisata ini, Oleh pengelola, panggung hiburan musik atau dangdutan memang ditiadakan.</p>
<p>&#8221;Memang betul, hiburan musik panggung akan menambah semarak kunjungan wisatawan. Namun hal ini akan memicu akumulasi massa, sehingga kami khawatir terjadi penyebaran covid-19,&#8221; pungkas Sumirah.</p>
<p><em><strong>Rudy</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/09/syawalan-taman-ria-demak-penuh-wisatawan">Syawalan, Taman Ria Demak Penuh Wisatawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Syawalan di Bulusan Kembali Digelar Secara Terbuka</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/05/05/tradisi-syawalan-di-bulusan-kembali-digelar-secara-terbuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 May 2022 11:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bulusan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[syawalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=249906</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Tradisi Syawalan di Bulusan yang ada di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, setiap tahun setelah Lebaran, pada tahun ini kembali digelar terbuka untuk masyarakat umum, setelah sebelumnya digelar secara terbatas karena masih masa pandemi Covid-19. Tradisi Bulusan merupakan salah satu tradisi Syawalan yang ada di wilayah Kabupaten Kudus. Tradisi ini sempat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/05/tradisi-syawalan-di-bulusan-kembali-digelar-secara-terbuka">Tradisi Syawalan di Bulusan Kembali Digelar Secara Terbuka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Tradisi Syawalan di Bulusan yang ada di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, setiap tahun setelah Lebaran, pada tahun ini kembali digelar terbuka untuk masyarakat umum, setelah sebelumnya digelar secara terbatas karena masih masa pandemi Covid-19.</p>
<p>Tradisi Bulusan merupakan salah satu tradisi Syawalan yang ada di wilayah Kabupaten Kudus. Tradisi ini sempat vakum dua tahun karena pandemi.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya, selama dua tahun Tradisi Bulusan hanya digelar secara terbatas dan tidak ada acara apa-apa, sedangkan tahun ini kembali diadakan dan terbuka untuk umum,&#8221; kata Fatoni, Kepala Dukuh Sumber Desa Hadipolo, Kamis (5/5).</p>
<p>Meskipun terbuka untuk umum, kata dia, dalam pelaksanaannya akan diterapkan sejumlah batasan bagi pengunjung. Batasan ini untuk memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan selama tradisi berlangsung.</p>
<p>Puncak acara tradisi Bulusan pada Lebaran ketujuh, nantinya ditandai dengan kirab menuju makam Mbah Dudo. Tahun ini iring-iringan kirab dibatasi satu gunungan saja.</p>
<p>Perayaan bulusan, bagi warga sekitar dianggap sebagai kegiatan peringatan hari lahirnya (khaul) bulus, yang menurut cerita bulus tersebut merupakan jelmaan dua orang manusia yang bernama Kumoro dan Komari, murid Kiai Dudo.</p>
<p>Perayaan tradisi Bulusan berlangsung sejak lama, yakni ketika Sunan Muria masih melakukan syiar agama Islam.</p>
<p>Kembali digelarnya tradisi Bulusan diyakini akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar dengan berjualan aneka makanan dan minuman serta berbagai keperluan masyarakat.</p>
<p>Saat puncak acara Bulusan, warga sekitar akan memberi makan bulus (sejenis kura-kura) yang sebelumnya berada di sungai setempat, kini ditempatkan di kolam.</p>
<p>Selain itu, masyarakat jika hendak mengadakan hajat juga datang untuk memberi makan di kompleks Makam Mbah Dudo, terutama saat tradisi Bulusan digelar.</p>
<p>Kemeriahan tradisi Bulusan juga sudah mulai terasa beberapa hari setelah lebaran. Di sekitar lokasi, mulai banyak dipenuhi pedagang musiman hingga arena permainan anak yang merupakan tampilan khas dalam setiap tradisi Bulusan.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/05/tradisi-syawalan-di-bulusan-kembali-digelar-secara-terbuka">Tradisi Syawalan di Bulusan Kembali Digelar Secara Terbuka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Syawalan Demak untuk Kedua Kalinya Ditiadakan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/18/tradisi-syawalan-demak-untuk-kedua-kalinya-ditiadakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2021 13:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah-laut]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[syawalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=171681</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID)– Tradisi Syawalan yang biasa digelar tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri oleh warga Kecamatan Bonang dan Kecamatan Wedung, pada tahun ini untuk yang kedua kalinya kembali ditiadakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya klaster covid-19 pada pesta sedekah laut, mengingat Syawalan selalu dihadiri ribuan orang, sekaligus untuk melakukan wisata di pantai. Larangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/18/tradisi-syawalan-demak-untuk-kedua-kalinya-ditiadakan">Tradisi Syawalan Demak untuk Kedua Kalinya Ditiadakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>– Tradisi Syawalan yang biasa digelar tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri oleh warga Kecamatan Bonang dan Kecamatan Wedung, pada tahun ini untuk yang kedua kalinya kembali ditiadakan.</p>
<p>Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya klaster covid-19 pada pesta sedekah laut, mengingat Syawalan selalu dihadiri ribuan orang, sekaligus untuk melakukan wisata di pantai.</p>
<p>Larangan pesta sedekah laut itu sebelumnya telah disosialisasikan Dinas Pariwisata Demak melalui media sosial, spanduk dan banner website, agar dapat diketahui semua masyarakat Kabupaten Demak.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/05/18/wakil-ketua-mpr-ri-berharap-presiden-jokowi-undang-presiden-palestina-dan-pm-israel-guna-selesaikan-konflik/">Wakil Ketua MPR RI Berharap Presiden Jokowi Undang Presiden Palestina dan PM Israel Guna Selesaikan Konflik</a></strong></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Agus Kriyanto menyampaikan, penutupan lokasi sedekah laut itu sudah diputuskan Gugus Tugas Covid-19, dalam hal ini Forkopimda.</p>
<p>&#8221;Hingga sekarang belum ada perintah dari Forkopimda untuk membuka destinasi wisata atau lokasi Syawalan. Kami akan lakukan evaluasi, dan seandainya dimungkinkan bisa sewaktu-waktu dibuka kembali,&#8221; kata Agus, saat ditemui di kantornya, Selasa (18/5/2021).</p>
<p>Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bersabar, karena destinasi wisata ini akan dikondisikan dalam keadaan bersih terlebih dahulu, serta dilakukannya penerapan protokol kesehatan yang lebih baik.</p>
<p>Agus menambahkan, hasil dari evaluasi selama penutupan objek wisata ini, beberapa pengujung telah diberi pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan.</p>
<p>&#8221;Meskipun terdapat beberapa wisatawan yang telanjur ke lokasi, namun kita sudah siapkan petugas, dalam rangka pengawasan dan menyosialisasikan terkait penutupan objek wisata ini, karena pandemi covid-19,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Rudy-Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/18/tradisi-syawalan-demak-untuk-kedua-kalinya-ditiadakan">Tradisi Syawalan Demak untuk Kedua Kalinya Ditiadakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petugas Gabungan Bubarkan PKL Tradisi Bulusan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/17/petugas-gabungan-bubarkan-pkl-bulusan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 May 2021 09:49:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bulusan]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[syawalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=171378</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Petugas gabungan dari Pemerintah Kecamatan Jekulo, Pemdes serta Satpol PP dan Polsek membubarkan PKL yang memenuhi area perayaan tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Senin (17/5). Upaya tersebut untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 dalam tradisi yang digelar dalam menyambut Syawalan tersebut. Dalam operasi yang digelar, petugas meminta agar para pedagang mengemasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/17/petugas-gabungan-bubarkan-pkl-bulusan">Petugas Gabungan Bubarkan PKL Tradisi Bulusan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Petugas gabungan dari Pemerintah Kecamatan Jekulo, Pemdes serta Satpol PP dan Polsek membubarkan PKL yang memenuhi area perayaan tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Senin (17/5).</p>
<p>Upaya tersebut untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 dalam tradisi yang digelar dalam menyambut Syawalan tersebut.</p>
<p>Dalam operasi yang digelar, petugas meminta agar para pedagang mengemasi lapak jualan yang telah digelar selama dua hari terakhir.</p>
<p>Bahkan petugas memberi tenggat waktu agar semua lapak yang terlanjur berdiri segera dibongkar sebelum petang ini.</p>
<p>&#8220;Kami sudah memantau selama dua hari ini dan ternyata ada pedagang yang menggelar lapak. Akhirnya kami putuskan untuk menggelar operasi agar pedagang menutup lapaknya,&#8221;ujar Camat Jekulo, Wisnubroto Purnawarman.</p>
<p>Menurut Wisnu, tradisi Bulusan sebagai rangkaian perayaan Syawalan tahun ini hanya digelar secara sederhana akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi.</p>
<p>Sejumlah acara seperti arak-arakan dan pawai ditiadakan termasuk keberadaan PKL tiban yang biasa memenuhi lokasi.</p>
<p>Untuk itu, kata Wisnu, pihaknya berharap masyarakat bisa memahami kebijakan tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini demi kebaikan bersama agar tradisi ini tidak menjadi klaster baru,&#8221;ungkapnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Kepala Desa Hadipolo, Sulaiman Slamet. Menurut dia penertiban lapak PKL bertujuan mengantisipasi penyebaran Covid-19.</p>
<p>“Jangan sampai jadi klaster. Hari ini kami rencana pasang baner larangan jualan. Karena saat ini kan masih pandemi. Dandangan saja dilarang oleh Pemkab. Jadi kami ya ikut arahan bupati,” imbuhnya.</p>
<p>Tradisi Bulusan adalah perayaan Syawalan yang cukup dikenal masyarakat Kudus. Tradisi ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Dudo atau leluhur desa Hadipolo.</p>
<p>Mbah Dudo sendiri merupakan ulama penyebar agama Islam di desa setempat. Tradisi ini disebut Bulusan guna mengingat murid-murid Mbah Dudo yang disabda Sunan Muria menjadi bulus alias kura-kura.</p>
<p>Sebelum pandemi, tradisi ini selalu ramai didatangi wisatawan. Tradisi ini selalu dimeriahkan pawai hingga pagelaran wayang kulit.</p>
<p>Dan di sekitar lokasi perayaan, muncul banyak pedagang dadakan yang menjual aneka barang khas tradisi Syawalan.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/17/petugas-gabungan-bubarkan-pkl-bulusan">Petugas Gabungan Bubarkan PKL Tradisi Bulusan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>