<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sosial Media Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/sosial-media/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Sep 2024 12:59:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Sosial Media Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sosial Media Miliki Dampak Besar Angkat Perguruan Tinggi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/01/sosial-media-miliki-dampak-besar-angkat-perguruan-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 12:59:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Campus]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Supari ST MT]]></category>
		<category><![CDATA[Office]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Dr Suharnomo SE MSi]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Undip]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor USM]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Media]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang (USM)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=434181</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sosial media memiliki dampak yang sangat besar, baik dalam mengangkat maupun menjatuhkan. Apabila perguruan tinggi tidak siap di dunia digital, dan tidak aware tentang digital campus, office, serta hal-hal yang relate dengan online, maka kemungkinan akan tertinggal dan berat untuk bertahan. Hal itu sepeti yang diungkapkan Rektor Undip, Prof Dr Suharnomo SE MSi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/01/sosial-media-miliki-dampak-besar-angkat-perguruan-tinggi">Sosial Media Miliki Dampak Besar Angkat Perguruan Tinggi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sosial media memiliki dampak yang sangat besar, baik dalam mengangkat maupun menjatuhkan. Apabila perguruan tinggi tidak siap di dunia digital, dan tidak <em>aware</em> tentang <em>digital campus, office</em>, serta hal-hal yang <em>relate</em> dengan online, maka kemungkinan akan tertinggal dan berat untuk bertahan.</p>
<p>Hal itu sepeti yang diungkapkan Rektor Undip, Prof Dr Suharnomo SE MSi, dalam Diskusi Civitas Akademika yang mengusung tema &#8216;Mewujudkan Tata Kelola yang Baik di Universitas Semarang&#8217;, yang digelar di Auditorium Ir Widjatmoko USM, pada Jumat (30/8/2024).</p>
<p>Kegiatan yang dimoderatori Rektor USM Dr Supari ST MT itu, dihadiri Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof. Sudharto P Hadi MES PhD, Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip Ir Soeharsojo IPU, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, Ketua Senat USM Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/01/polisi-jami-kemananan-malam-mingguan-di-blora">Polisi Jami Kemananan Malam Mingguan di Blora</a></strong></p>
<p>Lalu ada juga Prof Dr Ir V Priyo Bintoro MAg, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) Undip Dr Ir Agus Indarjo MPhil, segenap jajaran Yayasan Alumni Undip, jajaran Senat USM, para Wakil Rektor USM, Dekan, Direktur, hingga Kaprodi di USM.</p>
<p>Menurut Suharnomo, ada 6-11 persen atau lebih dari 900 ribu lulusan sarjana, saat ini menganggur. Jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, orang Indonesia kurang produktif.</p>
<p>&#8221;Jadi lowongan kerja itu banyak banget yang <em>high end dan low end,</em> yang di tengah itu kurang. Makanya tadi <em>demand and supply</em> tenaga kerja tidak berimbang. Sebanyak 900 ribu nganggur, harus ada <em>skill up</em> untuk naik, karena lulusan kita tidak mau untuk bekerja di dunia buruh. Kalau mau, luar biasa. Banyak pabrik yang tidak bisa mendapatkan tenaga kerja sekarang, karena tidak ada yang mau kerja, terutama sarjana,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/01/ikwi-surakarta-mafindo-ajak-lansia-ikuti-kelas-akademi-digital">IKWI Surakarta-Mafindo Ajak Lansia Ikuti Kelas Akademi Digital</a></strong></p>
<p>Dia menambahkan, meskipun banyak pekerjaan yang tergantikan dan hilang seperti pekerjaan repetitif hingga <em>administrative matters</em>, berdasarkan World Economic Forum, terdapat beberapa pekerjaan yang tidak akan digantikan oleh mesin, yaitu hal-hal yang <em>relate</em> dengan konsultasi.</p>
<p>&#8221;World Economic Forum bilang, ada empat penguasa yang menguasai selamanya, berarti harus kita dorong kesan, yaitu IT, energi terbarukan, <em>food and science technology</em>, serta bisnis. Mahasiswa harus dibekali satu kompetensi, apa pun yang dipilih ya <em>follow their passion</em>. Yang lainnya adalah sesuatu yang <em>relate</em> dengan <em>soft skill</em>,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Prof Suharnomo membeberkan rencana strategis bidang akademik dan kemahasiswaan Undip itu, melalui peningkatan kompetensi lulusan, penguatan penjaminan mutu, peningkatan kualitas PMB, serta kajian prodi eksisting.</p>
<p>Ada pula standarisasi ruang, agar tidak ada kecemburuan hingga timbul pelabelan fakultas kaya dan fakultas miskin.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/01/politik-ala-machiavelli-dan-arah-dukungan-santri-di-pilkada-jepara">Politik ala Machiavelli dan Arah Dukungan Santri di Pilkada Jepara</a></strong></p>
<p>&#8221;Kita meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris. Anak 2024 di Undip mulai semester 1 sampai 4 ada tesnya. Yang harapannya, akhir semester 4, Toefl ITP-nya sudah di atas 500. Di Undip sedang berjuang di <em>single data</em>, mudah-mudahan USM juga sama. <em>Single data</em> untuk semua kegiatan mulai dari akreditasi, mutasi mahasiswa, data keuangan, dan lain-lain,&#8221; bebernya.</p>
<p>Dia kemudian menyarankan, salah satu kiat yang dilakukan untuk SDM dan jenjang pengelolaan, setidaknya 2-4 kali dalam sebulan mendatangi fakultas-fakultas di Undip, untuk melakukan evaluasi bersama-sama. Menurutnya, jika hal itu dilakukan rutin untuk critical point, kemungkinan hasilnya akan bagus.</p>
<p>&#8221;Kecepatan masuk ke dunia kerja, Undip masih paling bagus. Artinya, desain orang Semarang dan Jawa Tengah itu pekerja keras, setia, tidak <em>neka-neka</em>, ini yang disukai perusahaan. Kalau saya tambahkan pintar Bahasa Inggris, <em>soft skill</em>-nya bagus, akan sempurna. Kalau lulusan dari Ibu Kota, pintar, cepat pindah. Mudah-mudahan ini menjadi gambaran untuk menyiapkan anak-anak kita masuk ke dunia kerja,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/01/ratusan-eks-anggota-jamaan-islamiyah-se-karesidenan-pati-deklarasikan-pembubaran-diri">Ratusan Eks Anggota Jamaan Islamiyah se Karesidenan Pati Deklarasikan Pembubaran Diri</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Sudharto P Hadi MES PhD menyatakan, pihaknya sebagai badan penyelenggara USM, lahir dari para alumni, dan alumni lahir dari almamater tercinta Undip. USM sebagai karya dari para alumni, tentu juga harus dijaga untuk menjaga nama baik Undip.</p>
<p>&#8221;Terima kasih atas apresiasinya, sudah menyatakan kesekian kalinya untuk menjadi Dewan Penasihat USM. Kami selalu ingat janji almamater adalah, menjaga nama baik dan membantu mengembangkan Undip. USM sebagai karya dari para alumni, tentu juga harus dijaga untuk menjaga nama baik Undip. Karena itu, kesediaan untuk senantiasa mendampingi kami dan membina kami,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sedangkan Rektor USM, Dr Supari ST MT mengungkapkan, kegiatan ini untuk berdiskusi dan sharing, guna mewujudkan good university governance di USM, dalam rangka menuju akreditasi Unggul.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/01/kemenkumham-jateng-bersama-ukh-gelar-rapat-pembahasan-perjanjian-kerja-sama">Kemenkumham Jateng Bersama UKH Gelar Rapat Pembahasan Perjanjian Kerja Sama</a></strong></p>
<p>Supari menilai wajar, jika USM sangat dekat dan erat dengan Undip. Sebab, USM di bawah naungan Yayasan Alumni Undip, dimana Yayasan Alumni Undip didirikan oleh para Alumni Undip yang tergabung dalam IKA Undip.</p>
<p>&#8221;Kesimpulannya, tata kelola tidak lepas dari isi substansi, dan kita mau dibawa ke mana. USM perlu update info terus ke Undip, untuk mendapatkan nasihat lanjutan dari Pak Rektor secara lebih detail. Hal ini dalam rangka untuk mengakselerasi USM Unggul, sehingga kita bisa ketularan sebagai anaknya Undip, menjadi USM yang di bawahnya Undip yang punya tagline bermartabat dan bermanfaat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kegiatan itu diakhiri dengan penyerahan SK dan cinderamata kepada Dewan Penasihat USM Prof Dr Suharnomo SE MSi, serta Anggota Dewan Penasihat USM Dr Ir Agus Indarjo MPhil, dan Prof Dr Ir V Priyo Bintoro MAg.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/01/sosial-media-miliki-dampak-besar-angkat-perguruan-tinggi">Sosial Media Miliki Dampak Besar Angkat Perguruan Tinggi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Ilkom USM Adakan Pelatihan Manajemen Konten Sosial Media</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-adakan-pelatihan-manajemen-konten-sosial-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 01:48:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Ilkom]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Konten]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Media]]></category>
		<category><![CDATA[USM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=345236</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian kepada Masyarakat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang mengadakan Pelatihan dengan tema &#8221;Strategi Kreatif Manajemen Konten Sosial Media&#8221; di SMA Institut Indonesia di jalan Maluku, Semarang, baru-baru ini. Kegiatan menghadirkan narasumber dosen Ilkom USM, Citra Safira, S.I.Kom, M.I.Kom dan Dzaqy Aqmal Mahardhika. Tim PkM terdiri atas Ricky Yakub, Pramesinta Maha [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-adakan-pelatihan-manajemen-konten-sosial-media">Mahasiswa Ilkom USM Adakan Pelatihan Manajemen Konten Sosial Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; Tim Pengabdian kepada Masyarakat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang mengadakan Pelatihan dengan tema &#8221;Strategi Kreatif Manajemen Konten Sosial Media&#8221; di SMA Institut Indonesia di jalan Maluku, Semarang, baru-baru ini.</p>
<p>Kegiatan menghadirkan narasumber dosen Ilkom USM, Citra Safira, S.I.Kom, M.I.Kom dan Dzaqy Aqmal Mahardhika.</p>
<p>Tim PkM terdiri atas Ricky Yakub, Pramesinta Maha Restuningsih, Vira Setyarini, Alfi Aini Sahadati, Nia Febriantini, Anjeli Pangestika Syahrani, Nadia Kusumadewi, Siti Fatimah, Dzaqy Aqmal Mahardhika, Wahyu Firmansyah, dan Fiska Alfia Rochman.</p>
<p>Menurut Ketua Tim PkM Ricky, tujuan kegiatan untuk meningkatkan kualitas konten sosial media dan kesadaran akan bijak dalam sosial media sedini mungkin, agar terhindar dari banyaknya kemunculan konten yang tidak diinginkan dan budaya &#8221;julid&#8221; maupun hate speech di kalangan anak muda.</p>
<p>&#8221;Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan pembuatan konten yang tidak hanya mengikuti yang sedang trending saja, namun juga memahami aspek yang dibutuhkan untuk membuat konten dari awal hingga akhir serta etika yang wajib dilakukan saat bersosial media,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Etika dalam bersosial media itu diperlukan, katanya, untuk menghindari berbagai dampak buruk yang terjadi.</p>
<p>&#8221;Meskipun hanya dilaksanakan hanya beberapa jam, kegiatan ini berjalan dengan menyenangkan dan interaksi antara narasumber dengan peserta bisa terjalin dengan baik tanpa ada batasan yang berarti,&#8221; katanya.</p>
<p>Ricky berharap, generasi penerus menjadi perubahan yang lebih baik agar bangsa ini tetap dianggap sebagai negara yang sopan dan memiliki kualitas sosial media yang baik.</p>
<p>Guru Bimbingan Konseling SMA Institut Indonesia, Bayu mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Universitas Semarang karena melalui kegiatan ini para siswanya mendapatkan banyak ilmu tentang Manajemen Konten Sosial Media.</p>
<p>Dia berharap, kegiatan serupa diadakan lagi di SMA Institut Indonesia untuk menambah pemahaman para siswa dalam bersosial media.</p>
<p>&#8221;Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Kami berharap, para mahasiswa USM mengadakan kegiatan untuk menambah pemahaman para siswa dalam bersosial media,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Muhaimin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-adakan-pelatihan-manajemen-konten-sosial-media">Mahasiswa Ilkom USM Adakan Pelatihan Manajemen Konten Sosial Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Narasi-Narasi Media yang Menggelisahkan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/06/narasi-narasi-media-yang-menggelisahkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2022 04:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Media]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Ujaran Kebencian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=223245</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS RASANYA ini adalah paradoks, dalam posisi keseharian saya sebagai orang media, pada titik tertentu justru &#8220;gelisah&#8221; ketika menyimak media. Pada satu sisi, terdapat ruang akses yang seluas itu dibuka, dan pada sisi lain menciptakan ketakutan yang juga besar. Lewat media, saya mendapat banyak informasi, edukasi, hiburan; lalu merasa terwakili oleh kekuatan-kekuatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/06/narasi-narasi-media-yang-menggelisahkan">Narasi-Narasi Media yang Menggelisahkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-223249 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/opi.jpg" alt="" width="150" height="146" />RASANYA</strong> ini adalah paradoks, dalam posisi keseharian saya sebagai orang media, pada titik tertentu justru &#8220;gelisah&#8221; ketika menyimak media.</p>
<p>Pada satu sisi, terdapat ruang akses yang seluas itu dibuka, dan pada sisi lain menciptakan ketakutan yang juga besar.</p>
<p>Lewat media, saya mendapat banyak informasi, edukasi, hiburan; lalu merasa terwakili oleh kekuatan-kekuatan yang menyampaikan kontrol publik terhadap penyelenggaraan negara dan pemerintahan di semua level.</p>
<p>Akan tetapi, lewat media pula saya menjadi takut oleh letikan api kebencian, tudingan, penistaan, dan sikap ofensif kepada orang atau kelompok yang tak sepikiran, seideologi, sealiran, atau sekeyakinan.</p>
<p>Apakah media secara alamiah memang terposisikan sebagai &#8220;pedang bermata dua&#8221;?</p>
<p><strong>Dimainkan dan Memainkan</strong><br />
Saya merasakan, terdapat realitas kecenderungan pemberitaan yang menciptakan cekaman ketakutan. Dan, ketika &#8220;api&#8221; itu masuk dalam intensi penyelenggaraan media, apakah memang media telah &#8220;dimainkan&#8221; atau &#8220;memainkan&#8221;?</p>
<p>Dalam pemahaman praktik duopoly &#8212; mainstream dan media sosial &#8211;, media menjadi ajang untuk &#8220;memperjuangkan&#8221; sikap ofensif berupa perundungan, penistaan, ujaran kebencian, kampanye hitam, pencemaran, dan kebohongan.</p>
<p>Rasa-rasanya, hakikat keberagaman dan kebhinekaan, agenda-agenda kemaslahatan sosial dan kebangsaan, kini dengan mudah terlukai oleh ujaran-ujaran yang menyerang. Media seolah-olah tidak lagi berbagi peran antara ranah mainstream dan media sosial.</p>
<p>Idealnya, dalam gambaran saya, apabila media sosial menyebarkan penyimpangan etika percakapan (ujaran-ujaran), atau kebohongan, maka media arus utamalah yang menetralisasi, mereduksi, dan berperan untuk menenangkan kegelisahan publik dengan mengusung narasi penjernihan.</p>
<p>Tetapi ketika dari klik ke klik berbagai portal berita, dan yang muncul adalah &#8220;wajah kebencian&#8221;, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana pula kita harus bersikap?</p>
<p><strong>Topik Penistaan</strong><br />
Beberapa bulan ini saya mencoba menyimak dan mempelajari kanal komentar di sejumlah media. Dari sejumlah berita yang terkait dengan topik ujaran penistaan terhadap agama, pindah agama, dan frasa-frasa yang terkait ras, komplikasi-komplikasi pun rasanya tak terbendung.</p>
<p>Di media sosial, kita paham orang memang bisa mengujar apa pun lewat aneka platform. Urusan para pengujar dalam status, gambar, atau pernyataan detail melalui video atau youtube, adalah dengan barrier sosial dan hukum.</p>
<p>Terdapat risiko sosial dan hukum yang saya yakin sudah dipertimbangkan oleh para pengujar. Termasuk komentar-komentar ofensif dalam kanal-kanal yang mengomentari sebuah berita di media arus utama.</p>
<p>Risiko sosial merupakan reaksi atau respons, bisa muncul dari mereka yang merasa terlukai oleh unggahan-unggahan tertentu. Sedangkan risiko hukum adalah jaminan aturan perundang-undangan yang terkait dengan jerat terhadap orang yang melanggar. Dan, hukum memberi payung kepada warga negara agar hak asasi, keyakinan, dan kepentingannya tidak terusik oleh ofensi pihak lain secara melawan hukum.</p>
<p><strong>Risiko Medsos</strong><br />
Media sosial jelas membuka ruang konsekuensi apabila kita tidak mampu mengendalikan hati untuk menyerang orang lain atau suatu kelompok.</p>
<p>Sementara itu, dalam praktik jurnalistik dan bermedia, penata laksana sajian media itu diberi rambu preventif berupa Kode Etik Jurnalistik.</p>
<p>Sejauh ini saya belum menemukan jawaban, bagaimana mungkin komentar-komentar netizen yang jelas-jelas menyerang sensitivitas Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) diberi ruang seleluasa itu di sejumlah media? Apakah karena ini adalah narasi sikap pribadi, maka redaksi tidak menerapkan penyuntingan apa pun? Padahal bukankah Kode Etik Jurnalistik memosisikan singgungan teradap SARA sebagai pelanggaran?</p>
<p>Provokasi SARA juga kerap kita temukan sebagai kecenderungan dalam banyak pemberitaan media digital yang seolah-olah memperkuat fenomena di media sosial.</p>
<p>Pentingkah, misalnya, kita mengulik sikap privat seseorang yang pindah keyakinan agama? Apalagi dengan narasi-narasi tentang &#8220;menemukan petunjuk&#8221;, &#8220;mendapatkan kenyamanan&#8221;, dan sebagainya?</p>
<p>Patutkah kita memasalahkan sesembahan agama: mana yang lebih kuat dan mana yang lemah?</p>
<p>Pantaskah kita menuding orang yang tidak sekeyakinan dengan predikat-predikat kadal gurun (kadrun), Taliban, atau sebaliknya menyerang orang lain sebagai &#8220;kafir&#8221;?</p>
<p>Jangan-jangan media lebih larut dalam merefleksi sengkarut relasi kebangsaan kita, namun tidak dengan memberi arah edukasi sensitivitas yang mencerahkan.</p>
<p>Keberagaman dan kebhinekaan yang asasi justru banyak dilukai oleh para buzzer yang seolah-olah memosisikan diri toleran, tetapi nyatanya dengan enteng bersikap ofensif terhadap keyakinan orang lain. Dan, yang kemudian berlangsung adalah pemosisian &#8220;kami&#8221; dan &#8220;kalian&#8221;, &#8220;kita&#8221; dan &#8220;liyan&#8221;.</p>
<p><strong>Renungan Awal Tahun</strong><br />
Pada pekan-pekan pertama 2022 ini, beredar ujaran yang diduga menyerang pemeluk agama lain, lalu menimbulkan aneka reaksi.</p>
<p>Belum dapat digambarkan bagaimana nanti tangan hukum menjangkau untuk menjamin perlindungan kepada pihak-pihak yang merasa terlukai oleh ujaran sinik di media sosial itu.</p>
<p>Di tengah situasi seperti ini, media arus utama harus berpikir tentang peran penjernihan. Apalagi ketika tahun politik bergerak makin mengeskalasi. Kepentingan-kepentingan bakal bertarung dan makin memperkeruh ruang digital kita.</p>
<p>Kita ketengahkan kearifan, tentu dengan terus mengajak agar mereka yang merasa berposisi toleran sebagai &#8220;bangsa&#8221; &#8212; siapa pun kita &#8212; merawat keberagaman dan kebhinekaan itu sebagai &#8220;aura&#8221; dan &#8220;postur&#8221; paling asasi manusia Indonesia.</p>
<p>Tentu tidak sehat apabila kita &#8212; apalagi orang media seperti saya &#8212; , justru merasa ketakutan ketika berniat mengakses media-media. Ya, karena ada &#8220;taring kengerian&#8221; yang muncul: horor ofensif soal agama&#8230;</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/06/narasi-narasi-media-yang-menggelisahkan">Narasi-Narasi Media yang Menggelisahkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan Berpuasa di Era Media Sosial</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/06/tantangan-berpuasa-di-era-media-sosial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 May 2021 02:48:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Media]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Unissula]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=169061</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Mubarok MSi BULAN Ramadan 1442 H sudah memasuki sepertiga akhirnya. Bulan yang penuh keberkahan ini segera berganti dengan riuh perayaan Idul Fitri, pada tanggal 1 Syawal. Bulan Ramadan sejatinya adalah bulan belajar bagi segenap umat Islam, menuju pribadi yang taqwa. Buah dari proses belajar tersebut akan nampak pada sebelas bulan berikutnya, setelah Ramadan. Sifat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/06/tantangan-berpuasa-di-era-media-sosial">Tantangan Berpuasa di Era Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Mubarok MSi</strong></span></p>
<p><strong>BULAN</strong> Ramadan 1442 H sudah memasuki sepertiga akhirnya. Bulan yang penuh keberkahan ini segera berganti dengan riuh perayaan Idul Fitri, pada tanggal 1 Syawal. Bulan Ramadan sejatinya adalah bulan belajar bagi segenap umat Islam, menuju pribadi yang taqwa.</p>
<p>Buah dari proses belajar tersebut akan nampak pada sebelas bulan berikutnya, setelah Ramadan. Sifat taqwa dalam wujud menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah <em>Azza Wa Jalla</em> adalah buah yang harus nampak dalam sebelas bulan setelah Ramadan.</p>
<p>Dalam sebuah Hadits Sahih Rasulullah bersabda: <em>Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga</em> (HR Thobroni).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/biaya-pendidikan-menjadi-masalah-klasik-di-indonesia/">Biaya Pendidikan Menjadi Masalah Klasik di Indonesia</a></strong></p>
<p>Orang-orang yang tidak mendapatkan pahala puasa di antaranya adalah; yang tetap berkata dusta, berkata sia-sia, memfitnah, adu domba, menyia-nyiakan waktu untuk hal tidak bermanfaat, dan tetap bermaksiat selama Ramadan.</p>
<p>Pesan ini selalu diulang-ulang oleh Rasulullah SAW kepada umatnya, agar puasa mereka tidak sia-sia. Setelah beliau meninggal, maka pesan ini selalu disampaikan oleh generasi sahabat, sampai dengan para ulama kita sekarang.</p>
<p>Pada era digital sekarang ini, tantangan umat Islam dalam menjaga kualitas puasanya semakin kompleks. Kehadiran media sosial ibarat dua keping mata uang. Satu sisi punya potensi untuk banyak kebaikan, di sisi lain berpotensi untuk menimbulkan keburukan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/menjadi-kartini-tangguh-pada-masa-pandemi/">Menjadi Kartini Tangguh pada Masa Pandemi</a></strong></p>
<p>Hasil survey dari Global Web Index 2020 menunjukkan, bahwa motivasi utama manusia Indonesia menggunakan media sosial adalah untuk mengisi waktu luang, berjejaring dengan orang lain, mencari konten hiburan, berbagi foto dan video.</p>
<p>Aktivitas yang banyak dilakukan ketika mengisi waktu luang di media sosial adalah, mengecek status teman, memosting aktivitas, berbagi informasi, berkomentar di akun orang lain, mencari informasi tentang sesuatu atau seseorang sedetail mungkin dan berniaga.</p>
<p>Beragam aktivitas tersebut tentunya tidak salah. Hanya saja seringkali kita tergoda untuk membuat sesuatu yang sensasional di media sosial. Menjadi viral, menjadi terkenal merupakan dorongan seseorang melakukan beragam aktivitas yang sensasional.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/dua-layanan-penunjang-manajamen-sarana-prasarana-dalam-digitalisasi-sekolah/">Dua Layanan Penunjang Manajamen Sarana Prasarana dalam Digitalisasi Sekolah</a></strong></p>
<p>Seringkali manifestasi tindakan yang muncul adalah dengan menyebar berita bohong (hoaks), mengarang cerita bohong agar terkenal, menyebar ujaran kebencian dan adu domba. Sebagai contoh, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat selama tahun 2020, tidak kurang dari 1.401 konten hoaks dan disinformasi tentang covid-19 beredar di masyarakat. Di Bekasi baru-baru ini ada rekayasa babi ngepet yang dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat setempat, supaya menjadi terkenal.</p>
<p>Berbagai tindakan tersebut jelas sebuah keburukan. Apalagi ketika dilakukan di Bulan Ramadan yang penuh berkah. Maka bisa menjadikan pelakunya termasuk golongan yang tidak mendapatkan keutamaan puasa.</p>
<p><strong>Literasi digital</strong><br />
Dalam menggunakan media sosial, tidak hanya dituntut kemampuan teknis tetapi juga kedewasaan dan tanggung jawab. Literasi digital menjadi penting, agar kita lebih bertanggungjawab dan sehat dalam menggunakan media sosial.</p>
<p>Beberapa istilah yang sederhana bisa menjadi pegangan kita ketika bermedsos. Pertama, adalah saring sebelum sharing. Sebelum sharing (berbagi) informasi, foto, status, komentar, meneruskan informasi dan aktivitas lainnya, maka kita harus menyaringnya terlebih dahulu. Pastikan kebenaran informasi, telaah apakah layak dibagikan, pertimbangkan apa dampaknya.</p>
<p>Kedua, peduli sebelum berbagi. Apa pun yang akan kita bagikan di sosial media harus diiringi kesadaran dan kepedulian akan dampaknya bagi penerima. Pertimbangkan dengan bijak, pedulilah dengan akibat yang akan menimpa orang lain. Jika sebuah konten berdampak buruk, menimbulkan konflik, maka tidak perlu kita sebarkan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/tantangan-program-digitalisasi-sekolah-kemendikbud/">Tantangan Program Digitalisasi Sekolah Kemendikbud</a></strong></p>
<p>Ketiga, tahan jari sebelum merugi. Biasakan tidak langsung membagikan apa pun yang kita terima di sosial media. Tahan jari kita agar tidak meneruskan informasi tersebut. Jangan sampai kita merugi atau merugikan orang lain.</p>
<p>Hal-hal sederhana tersebut bisa kita lakukan. Dampaknya akan membawa banyak kebaikan. Apalagi di Bulan Ramadan yang mulia ini. Jangan sampai puasa kita rusak karena tidak mampu mengendalikan diri. Media sosial memberikan banyak manfaat sekaligus menggoda manusia untuk berbuat buruk.</p>
<p>Berbagi informasi yang benar dan manfaat, menyebarkan konten yang baik dan mendidik bisa menjadi amalan kebaikan. Membagikan informasi yang salah, melakukan ujaran kebencian dan fitnah bisa menimbulkan rentetan keburukan. Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Pastikan manfaat kebaikan yang kita berikan, bukan keburukan yang kita bagikan</p>
<p><em>-Mubarok MSi, Dosen Program Studi ilmu Komunikasi Unissula Semarang-</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/06/tantangan-berpuasa-di-era-media-sosial">Tantangan Berpuasa di Era Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>