<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Solusi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/solusi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 06:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Solusi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yayasan Alqodar Segera Gelar Musyawarah Besar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/27/yayasan-alqodar-segera-gelar-musyawarah-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 06:41:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Kendala]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Alqodar]]></category>
		<category><![CDATA[Musyawarah Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanggungjawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Alqodar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=556411</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Yayasan Alqodar Semarang, akan segera menggelar Musyawarah Besar (Mubes), di Ruang Utama Masjid Alqodar Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, pada 5 Juli 2026 mendatang. Ketua Yayasan Alqodar, H Isdiyanto Isman SIP mengatakan, agenda Mubes di antaranya laporan pertanggungjawaban program kerja, dan laporan keuangan Ketua Yayasan Alqodar Periode 2021-2026. Selain itu juga, pembahasan program kerja masing-masing [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/27/yayasan-alqodar-segera-gelar-musyawarah-besar">Yayasan Alqodar Segera Gelar Musyawarah Besar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Yayasan Alqodar Semarang, akan segera menggelar Musyawarah Besar (Mubes), di Ruang Utama Masjid Alqodar Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, pada 5 Juli 2026 mendatang.</p>
<p>Ketua Yayasan Alqodar, H Isdiyanto Isman SIP mengatakan, agenda Mubes di antaranya laporan pertanggungjawaban program kerja, dan laporan keuangan Ketua Yayasan Alqodar Periode 2021-2026.</p>
<p>Selain itu juga, pembahasan program kerja masing-masing bidang, yang meliputi kegiatan yang telah terlaksana, dan kendala yang dihadapi serta solusi yang ditawarkan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/27/pendidikan-kita-berlari-di-tempat-atau-melompat-jauh">Pendidikan Kita: Berlari di Tempat atau Melompat Jauh?</a></strong></p>
<p>&#8221;Pada saat yang sama, ketua dan anggota pembina Alqodar akan memilih ketua yayasan yang baru, untuk periode 2026-2031,&#8221; katanya.</p>
<p>Guna suksesnya pelaksanaan Mubes, pihaknya telah membentuk panitia penyelenggara Mubes. Panitia Mubes terdiri atas Ketua M Tafrikan Marzuki SIP, Wakil Ketua Choirul Ulil Albab MIKom, Sekretaris Andi Setiawan, Bendahara Ponijo SE.</p>
<p>Kepanitiaan dilengkapi seksi acara, usaha dan dana, konsumsi, perlengkapan, materi persidangan, pembantu umum, keamanan, dan publikasi dan dokumentasi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/27/akhir-prahara-di-desa-bringin-redam-gejolak-sosial-perangkat-s-mengundurkan-diri">Akhir Prahara di Desa Bringin, Redam Gejolak Sosial Perangkat S  Mengundurkan Diri</a></strong></p>
<p>Dalam kepenitiaan juga dilengkapi dengan steering committee (SC) terdiri dari Ketua Dr KH Taufiqurrahman SAg MSi, Sekretaris H Slamet Waluyo Jati, KH Sugiyono Ahmad SPd, KH Muhammad Abdillah Arwani, H Harry Purnomo SH MM, K Kiemas Yustiar dan H Juliar SH.</p>
<p>&#8221;Kami berharap, Mubes nanti bisa berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Sekretaris Yayasan Alqodar, yang juga sebagai Ketua Panitia Mubes, M Tafrikan Marzuki SIP. Menurutnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan panitia, untuk merumuskan tugas sesuai bidangnya masing-masing.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/27/bupati-setyo-hadi-dorong-sinkronisasi-pusat-daerah-wujudkan-asta-cita">Bupati Setyo Hadi Dorong Sinkronisasi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita</a></strong></p>
<p>Dia berharap, seluruh panitia melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, sesusai amanah yang diberikan yayasan.</p>
<p>&#8221;Dalam rapat koordinasi panitia, kami sudah memberi tugas kepada masing-masing bidang. Kami sudah sepakat dan bertekad, untuk menyukseskan jalannya Mubes pada 5 Juli nanti,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/27/yayasan-alqodar-segera-gelar-musyawarah-besar">Yayasan Alqodar Segera Gelar Musyawarah Besar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Dosen FE Universitas Semarang Gelar Edukasi Pengelolaan Keuangan Usaha Multi Bidang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/21/tim-dosen-fe-universitas-semarang-gelar-edukasi-pengelolaan-keuangan-usaha-multi-bidang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 00:20:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Multi Bidang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Mikro Kecil dan Menengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540440</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tantangan mengelola lebih dari satu jenis usaha, saat ini masih menjadi persoalan utama bagi banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dan terkait atas hal itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM), hadir memberikan solusi melalui kegiatan edukasi pengelolaan keuangan usaha multi bidang. Kegiatan PKM itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/tim-dosen-fe-universitas-semarang-gelar-edukasi-pengelolaan-keuangan-usaha-multi-bidang">Tim Dosen FE Universitas Semarang Gelar Edukasi Pengelolaan Keuangan Usaha Multi Bidang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tantangan mengelola lebih dari satu jenis usaha, saat ini masih menjadi persoalan utama bagi banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).</p>
<p>Dan terkait atas hal itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM), hadir memberikan solusi melalui kegiatan edukasi pengelolaan keuangan usaha multi bidang. Kegiatan PKM itu dilakukan di RT 02 RW 08 Kelurahan Mangunharjo, Semarang, Minggu (18/1/2026).</p>
<p>Program ini diketuai Febrina Nafasati Prihantini SE MSi Akt, dengan anggota tim Dr Dian Indu Dewi SE MSi Akt, Alfa Vivianita SE MSi, dan Anantya Roestanto SE MM.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/20/dekan-baru-ftik-usm-siap-penuhi-target-prodi-terakreditasi-unggul">Dekan Baru FTIK USM Siap Penuhi Target Prodi Terakreditasi Unggul</a></strong></p>
<p>Dalam keterangannya Febrina menjelaskan, diversifikasi usaha memang memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM, untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan. Namun tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, khususnya pemisahan arus kas antarusaha, potensi itu justru dapat menjadi bumerang.</p>
<p>&#8221;Masih banyak pelaku UMKM yang mencampur pencatatan keuangan dari beberapa usahanya. Akibatnya, mereka kesulitan mengetahui usaha mana yang berkembang, dan mana yang perlu dievaluasi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Tim PKM FE USM memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis, tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang terstruktur.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/19/tim-relawan-usm-terus-distribusikan-logistik-dan-evakuasi-warga-terdampak-banjir">Tim Relawan USM Terus Distribusikan Logistik dan Evakuasi Warga Terdampak Banjir</a></strong></p>
<figure id="attachment_540446" aria-describedby="caption-attachment-540446" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-540446 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-20-at-13.48.37-1.jpg" alt="" width="681" height="438" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-20-at-13.48.37-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-20-at-13.48.37-1-400x257.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-20-at-13.48.37-1-150x96.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-20-at-13.48.37-1-300x194.jpg 300w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-540446" class="wp-caption-text">Usai melakukan pendampingan, Tim PKM Dosen FE USM melakukan foto bersama dengan perwakilan pelaku UMKM. Foto: dok/usm</figcaption></figure>
<p>Materi yang disampaikan mencakup pengenalan diversifikasi usaha, tantangan keuangan dalam mengelola lebih dari satu bidang usaha, serta strategi pemisahan pencatatan penerimaan dan pengeluaran secara efektif.</p>
<p>Para peserta juga diajak memahami manfaat pemisahan keuangan, mulai dari kemudahan memantau pendapatan dan pengeluaran, hingga kemampuan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan berbasis data.</p>
<p>Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong pelaku UMKM untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan usahanya, sehingga setiap unit usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga siap naik kelas, dan bersaing di tengah dinamika dunia usaha.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/21/tim-dosen-fe-universitas-semarang-gelar-edukasi-pengelolaan-keuangan-usaha-multi-bidang">Tim Dosen FE Universitas Semarang Gelar Edukasi Pengelolaan Keuangan Usaha Multi Bidang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti Universitas Semarang Kembangkan Beton Akustik Cerdas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/14/peneliti-universitas-semarang-kembangkan-beton-akustik-cerdas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 05:16:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Beton Akustik Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[Efisien]]></category>
		<category><![CDATA[Icon-AI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Presisi]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim peneliti]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Universiti Teknologi Malaysia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=507218</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUALA LUMPUR (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Peneliti dari Universitas Semarang (USM), melakukan terobosan dengan menawarkan solusi beton akustik cerdas, yang tak hanya kokoh menopang bangunan, tapi juga mampu meredam suara secara efisien. Dan yang lebih menarik, komposisinya bisa dirancang lebih presisi, berkat bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Tim Peneliti USM sendiri terdiri dari Ngudi Hari Crista, Sudharto [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/14/peneliti-universitas-semarang-kembangkan-beton-akustik-cerdas">Peneliti Universitas Semarang Kembangkan Beton Akustik Cerdas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUALA LUMPUR (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Peneliti dari Universitas Semarang (USM), melakukan terobosan dengan menawarkan solusi beton akustik cerdas, yang tak hanya kokoh menopang bangunan, tapi juga mampu meredam suara secara efisien.</p>
<p>Dan yang lebih menarik, komposisinya bisa dirancang lebih presisi, berkat bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Tim Peneliti USM sendiri terdiri dari Ngudi Hari Crista, Sudharto P Hadi, Erni Setyowati, dan Aimmatul Husna.</p>
<p>Penelitian mereka yang berjudul &#8216;Machine Learning Modelling of Acoustic Concrete Using Orange Data Mining&#8217;, dipaparkan dalam The International Conference on Artificial Intelligence and Its Applications (Icon-AI 2025), di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur, Rabu-Kamis (12-13/11/2025).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/14/dosen-teknik-elektro-usm-perkenalkan-teknologi-ai-dalam-mendeteksi-stroke">Dosen Teknik Elektro USM Perkenalkan Teknologi AI dalam Mendeteksi Stroke</a></strong></p>
<p>Dalam paparannya, Ngudi membuktikan, komposisi beton akustik, seperti persentase agregat ringan, rasio pori, jenis serat, atau ukuran rongga, bisa diprediksi dampak akustiknya sebelum dicetak.</p>
<p>Dalam penelitiannya bersama kolega lain, mereka menggunakan platform open-source Orange Data Mining, untuk melatih algoritma machine learning. Antara lain, Random Forest, k-Nearest Neighbors, dan Support Vector Machine, dengan memasukkan data hasil uji laboratorium sebelumnya.</p>
<p>Hasilnya menunjukkan, model AI mampu memprediksi Noise Reduction Coefficient (NRC), yaitu ukuran seberapa besar suara diserap oleh material, dengan koefisien determinasi (R²) mencapai 0,987, artinya akurasi prediksi nyaris sempurna, sebesar 98,7 persen.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/13/tim-pkm-usm-beri-pelatihan-kabel-jaringan-fo-di-smk-pembangunan-mranggen">Tim PKM USM Beri Pelatihan Kabel Jaringan FO di SMK Pembangunan Mranggen</a></strong></p>
<p>&#8221;Artinya, insinyur tak perlu lagi membuat puluhan contoh beton, lalu mengujinya satu per satu di ruang akustik yang mahal. Cukup masukkan komposisi rencana ke dalam sistim, dan dalam hitungan detik, AI memberi tahu, &#8216;Campuran ini akan menyerap suara hingga 65 persen di frekuensi 1.000 Hz&#8217;, atau berapa pun target reduksi kebisingan yang dibutuhkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, inovasi itu sangat relevan untuk kota-kota padat seperti Semarang, Jakarta, atau Surabaya. Di mana kebisingan lalu lintas, pabrik, atau aktivitas komersial melebihi ambang batas aman WHO (55 dB siang hari).</p>
<p>Beton akustik bisa dipasang sebagai fasad gedung sekolah dekat rel kereta, dinding pembatas jalan tol, atau partisi ruang kelas, tanpa mengorbankan kekuatan struktural.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/13/mahasiswa-asing-usm-juara-1-lomba-menyanyi-indo-pop-voice">Mahasiswa Asing USM Juara 1 Lomba Menyanyi Indo-Pop Voice</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami tidak membuat material baru dari nol. Kami memanfaatkan bahan lokal, semen, pasir, agregat ringan, lalu mengoptimalkannya secara cerdas. Ini lebih murah, lebih cepat, dan ramah lingkungan,&#8221; ungkap Ngudi.</p>
<p>Ke depan, imbuhnya, model itu bisa diintegrasikan dalam perangkat lunak desain arsitektur atau sistem rekomendasi untuk kontraktor. Bahkan, kombinasi dengan sensor IoT memungkinkan beton &#8220;belajar&#8221; dari kondisi nyata, jika kebisingan ternyata lebih tinggi dari perkiraan. Sistim ini juga bisa menyarankan modifikasi untuk lapisan berikutnya.</p>
<p>&#8221;Di tengah upaya Indonesia membangun Smart City yang berkelanjutan, inovasi ini membuktikan, transformasi digital tak hanya terjadi di layar ponsel, tapi juga dalam material paling dasar pembangunan. Kini, beton bukan lagi benda mati. Ia bisa mendengar, belajar, dan merespons untuk kota yang lebih tenang, sehat, dan manusiawi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/14/peneliti-universitas-semarang-kembangkan-beton-akustik-cerdas">Peneliti Universitas Semarang Kembangkan Beton Akustik Cerdas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Etika, Iktikad, dan “Anarki Jurnalistik”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/05/etika-iktikad-dan-anarki-jurnalistik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 07:31:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Komunikasi dan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Otoritas Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informatika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=505662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SOLIDITAS pelaksanaan etika, sudah konsistenkah dalam praktik berjurnalistik dan bermedia kita, saat ini? Media berjalan seperti biasa, dengan segala riuh rendah dinamika dan sorotannya. Etika juga bergerak dengan persepsi dan segala kelenturan penghayatan, lalu berefek pada pelaksanaannya. Dalam praktik, pengunggahan informasi berbentuk berita, feature, atau yang diberi label apa pun di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/05/etika-iktikad-dan-anarki-jurnalistik">Etika, Iktikad, dan “Anarki Jurnalistik”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-505670 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SOLIDITAS</strong> pelaksanaan etika, sudah konsistenkah dalam praktik berjurnalistik dan bermedia kita, saat ini?</p>
<p>Media berjalan seperti biasa, dengan segala riuh rendah dinamika dan sorotannya. Etika juga bergerak dengan persepsi dan segala kelenturan penghayatan, lalu berefek pada pelaksanaannya.</p>
<p>Dalam praktik, pengunggahan informasi berbentuk berita, <em>feature</em>, atau yang diberi label apa pun di sebuah media, bergerak dengan dinamika-dinamika yang acapkali berkesan “tayang dulu urusan belakang”. Tayangan Expose Uncensored di televisi <em>Trans7</em> tentang kehidupan santri dan pengasuh pondok pesantren Lirboyo, Kediri beberapa waktu lalu, menjadi contoh kontroversi yang akhirnya berujung unjuk rasa dan banyak reaksi, lalu permintaan maaf dari pengasuh stasiun televisi tersebut.</p>
<p>Pada sisi kedalaman praktik bermedia, persoalan tersebut memantik berbagai diskusi, evaluasi, dan refleksi tentang pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.</p>
<p><strong>Iktikad</strong><br />
Bagaimanapun, realitasnya, payung utama produk jurnalistik adalah etika. Yang sering kurang terhayati oleh para praktisi jurnalistik, etika selalu bergandeng dengan masalah “iktikad”. Iktikad punya dua sisi, yakni iktikad baik dan iktikad buruk.</p>
<p>Etika merupakan cabang filsafat yang membahas tentang nilai-nilai moral, prinsip, dan standar yang membimbing perilaku manusia. Dia adalah ilmu yang mempelajari dikotomi tentang apa yang baik dan buruk, benar dan salah, bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab, empati dan tidak simpati, serta hak dan kewajiban moral.</p>
<p>Dalam praktik jurnalistik, etika adalah keputusan hati nurani sebagai pilihan sikap untuk memberitakan atau tidak memberitakan sebuah informasi. Atau jika dikaitkan dengan iktikad, bisa berupa pilihan “seperti apa sebuah informasi diolah, dikemas, dan ditayangkan”.</p>
<p>Apabila pertimbangan tentang efek apa yang bakal muncul apabila media memberitakan tentang sesuatu, maka artinya pada saat itu, pengelola media berpikir mengenai kemungkinan akibat yang bakal muncul dari sebuah pemberitaan. Keputusan untuk menyajikan berita tersebut sudah dikalkulasi secara matang. Apakah dengan kalkulasi itu berita akhirnya diunggah atau tidak diunggah, nuranilah yang memandu untuk memutuskan.</p>
<p>Nilai iktikad akan terasa dari “kepedulian” terhadap efek yang berkemungkinan muncul. Apabila wartawan, redaktur, atau pengelola media tidak memedulikan apa pun yang akan terjadi, dan tetap mengunggah berita tertentu, artinya pertimbangan etis tidak dieksplorasi secara cermat untuk menghasilkan keputusan yang bermasalahat.</p>
<p>Bisa jadi unggahan berita tersebut menimbulkan kerusuhan, pencemaran nama baik orang atau institusi, destruksi terhadap keluarga, terhadap pekerjaan, trauma bagi seseorang, kemuraman masa depan seorang anak, luka bagi disabilitas, dan sebagainya. Dengan tujuan, kepentingan, dan <em>framing</em> tertentu, sangat mungkin efek-efek demikian ini disadari dan diabaikan, sehingga “konsiderans efek” diabaikan atau tidak digunakan.</p>
<p>Sebaliknya, jika iktikad dieksplorasi dengan mempertimbangan tujuan kemaslahatan, bakal memunculkan “konsiderans efek” yang kemudian diwujudkan dalam cara mengemas produk jurnalistik tersebut. Misalnya, bagaimana wartawan dan media sejauh mungkin melengkapi berita dengan standar verifikasi yang berdisiplin, untuk mencapai akuntabilitas dan membangun kepercayaan publik atau audiens.</p>
<p>Maka seperti apa ungkapan iktikad baik dan iktikad buruk itu, sebenarnya bisa dilihat dari sejauh mana wartawan atau media mengemas produk jurnalistiknya. Dalam praktik jurnalistik, solid atau tidak solid, konsisten atau tidak konsisten, penghayatan iktikad baik dan iktikad buruk itu bisa dinilai dari bentuk atau kemasannya.</p>
<p><strong>Anarki Jurnalistik</strong><br />
Dalam dunia komunikasi sekarang, makin sulit membedakan mana produk jurnalistik dan mana produk media sosial. Apalagi ketika media-media <em>mainstream</em> cenderung makin terbiasa mengambil sumber dari unggahan-unggahan para tokoh publik di media sosial, yang kemudian diolah sebagai berita yang dianggap sebagai karya jurnalistik.</p>
<p>Banyak wartawan yang menyiasati praktik itu dengan mengonfirmasi terlebih dahulu unggahan-unggahan tersebut kepada pemilik akun media sosial. Lalu tanpa disadari, dengan menjadi “follower” seperti itu, wartawan tidak merasa perlu lagi melakukan pendalaman tentang apa yang dikemukakan.</p>
<p>Belum lagi berbagai potongan statemen atau komentar yang biasa kita serap dari akun TikTok, wawancara dalam podcast-podcast, atau YouTube &#8212; yang terkadang satu arah &#8211;; ini merupakan model-model komunikasi yang menjadi “menu harian” kita saat ini. Kadang-kadang sepihak, dangkal, dan hanya menampilkan permukaan.</p>
<p>Kalaupun ini dipandang sebagai warna lain dunia jurnalisme kita, saya lebih mengkhawatirkannya sebagai semacam “anarki jurnalistik”, praktik berjurnalistik yang lebih berkecenderungan “memaksakan opini” sebagai sebuah iktikad yang dirancang dengan intensi untuk menyerang, men-<em>down grade</em> seseorang atau kelompok.</p>
<p>Katakanlah “anarki jurnalistik” adalah praktik berjurnalistik yang diliputi oleh semangat iktikad buruk, yakni tendensi untuk merugikan orang atau pihak lain. Kerusakan yang ditimbulkan oleh “anarkisme” itu bisa berupa kehancuran nama baik, reputasi orang atau lembaga, keluarga, pekerjaan, dsb. Hal ini bisa timbul apabila wartawan tidak menggunakan standar berjurnalistik sesuai dengan Undang-Undang Pers dan etika jurnalistik.</p>
<p><strong>Respons Sikap</strong><br />
Perkembangan penghayatan dan pelaksanaan etika jurnalistik ini membentuk lingkaran ekosistem yang saling bertaut dengan kebutuhan informasi masyarakat. Kultur masyarakat dalam mengakses informasi, yang cenderung lebih menyukai postingan berita yang instan, direspons oleh para pengelola media dengan memberi sebanyak mungkin sajian dengan kualifikasi seperti itu.</p>
<p>Pada satu sisi, dengan kepentingan “ideologi viral”, media boleh dibilang merespons kultur akses informasi publik, sementara pada sisi lain “pelayanan oleh media” berpotensi menyuburkan dan menguatkan budaya masyarakat tersebut.</p>
<p>Ringkas, instan, permukaan, dan viral. Seperti itulah kira-kira kultur akses informasi yang sekarang ini menjadi semacam kultur yang melingkar dalam ekosistem komunikasi massa.</p>
<p>Kondisi seperti ini tentulah tidak mudah digerakkan menuju muara yang berbeda, apalagi dipulihkan. Dibutuhkan konsep dan pemikiran yang sistemik, simultan, dan konsisten. Ikhtiar-ikhtiar literasi digital harus menyentuh semua lapis masyarakat. Tidak hanya masyarakat pengakses informasi, tetapi juga wartawan dan pengelola media.</p>
<p>Perkembangan pesat teknologi informatika saat ini, termasuk ke wilayah kecerdasan buatan (<em>Artificial Intelligence</em>) merangsek seluruh lapis usia, sehingga otoritas negara seperti Kementerian Komunikasi dan Digital, harus makin kuat memetakan berbagai persoalan yang muncul akibat kemajuan teknologi informatika ini, dan bagaimana menemukan solusinya.</p>
<p>Kesadaran tentang budaya akses informasi, ketersediaan akses informasi, serta beragam akibat dari viralitas sebuah informasi, merupakan elemen-elemen yang membutuhkan pendekatan tentang arah, tujuan, dan hasil.</p>
<p>Dan, tidak bisa diabaikan, bagaimana persoalan etika, iktikad, dan anarki jurnalistik masuk dalam wilayah yang bisa memberikan landasan sikap bagi semua pelaku komunikasi. Tentu saja, pelaku komunikasi itu tidak hanya wartawan dan media, tetapi juga kita semua.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan dosen jurnalistik Fiskom UKSW</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/05/etika-iktikad-dan-anarki-jurnalistik">Etika, Iktikad, dan “Anarki Jurnalistik”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Universitas Semarang Pamerkan 10 Inovasi Antihoaks</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/05/mahasiswa-universitas-semarang-pamerkan-10-inovasi-antihoaks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 05:19:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[disinformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fokus Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Garda Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Kuliah Wajib Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Showcase]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=505631</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Inovasi berbasis solusi menjadi fokus utama dalam Showcase Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Berbasis Proyek, Universitas Semarang (USM), diselenggarakan di Ruang Seminar Modern Lantai 9 Menara USM, baru-baru ini. Kegiatan ini merupakan pameran karya nyata dari mahasiswa USM, yang mengaplikasikan ilmu dalam MKWK, melalui sebuah proyek. Mengusung tema &#8216;Garda Digital: Melawan Disinformasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/05/mahasiswa-universitas-semarang-pamerkan-10-inovasi-antihoaks">Mahasiswa Universitas Semarang Pamerkan 10 Inovasi Antihoaks</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Inovasi berbasis solusi menjadi fokus utama dalam Showcase Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Berbasis Proyek, Universitas Semarang (USM), diselenggarakan di Ruang Seminar Modern Lantai 9 Menara USM, baru-baru ini.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan pameran karya nyata dari mahasiswa USM, yang mengaplikasikan ilmu dalam MKWK, melalui sebuah proyek. Mengusung tema &#8216;Garda Digital: Melawan Disinformasi dan Hoaks&#8217;, showcase ini memamerkan 10 judul proyek inovatif yang dihasilkan mahasiswa.</p>
<p>Karya-karya itu untuk membuktikan, pembelajaran berbasis proyek mampu mendorong kreativitas dan relevansi. Kegiatan ini dibuka Wakil Dekan I FTIK USM, Fajriannoor Fanani SSos MIKom. Dalam kesempatan itu, Fajri mengapresiasi tingginya kualitas dan diversitas luaran proyek.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/05/usm-tambah-satu-lagi-doktor-sistem-informasi">USM Tambah Satu Lagi Doktor Sistem Informasi</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami melihat, mahasiswa tidak hanya memahami isu hoaks secara teoretis, tetapi juga mampu menciptakan solusi aplikatif. Beberapa proyek memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti yang terlihat pada judul &#8216;Teknologi untuk Kebaikan: Pemanfaatan AI dan Aplikasi Anti-Hoaks dan Kecerdasan Buatan dan Big Data dalam Melawan Hoaks&#8217;,&#8221; kata Fajriannoor.</p>
<p>Kegiatan yang dihadiri seluruh Ketua Program Studi dan Tim Pelaksana Hibah MKWK, yang memberikan ruang bagi mahasiswa, untuk mempresentasikan poster dan video hasil proyeknya.</p>
<p>Tim Pelaksana Hibah MKWK terdiri dari, Ketua Dr Drs Daryono MSI, anggota Dr Endah Pujiastuti SH MH, Khoirudin SKom MEng, Amerti Irvin Widowati SE MSi, Dra Rati Riana MPd, dan Dr Wafda Vivid Izziana SH MH.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/05/prodi-s1-psikologi-usm-raih-akreditasi-unggul-dari-ban-pt">Prodi S1 Psikologi USM Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT</a></strong></p>
<p>Menurut Khoirudin, ruang presentasi itu krusial untuk mendapatkan masukan dari akademisi dan stakeholder, guna memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki potensi implementasi yang luas.</p>
<p>Menurutnya, showcase itu menjadi bukti nyata kesuksesan USM, dalam mengimplementasikan Hibah MKWK 2025. Selain itu juga, menghasilkan mahasiswa yang siap menjadi inovator dan garda terdepan, dalam menjaga integritas informasi di ruang publik.</p>
<p><strong><em>Riyan</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/05/mahasiswa-universitas-semarang-pamerkan-10-inovasi-antihoaks">Mahasiswa Universitas Semarang Pamerkan 10 Inovasi Antihoaks</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shofyan Dulu Tak Punya Apa-apa, Kini Omzet Usaha Puluhan Juta</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/25/shofyan-dulu-tak-punya-apa-apa-kini-omzet-usaha-puluhan-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 09:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi publik]]></category>
		<category><![CDATA[Insipirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Local Hero]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=503480</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Momen unik terekam saat Diskusi Publik bertema &#8216;Mendulang Insipirasi Sukses dari Local Hero Semarang&#8217;, yang digelar Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang dan Solusi Indonesia, di The Wujil Resort &#38; Conventions, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (24/10/2025). Saat itu suasana mendadak hening, saat saat salah satu narasumber Local Hero Kabupaten Semarang, Shofyan Adi Cahyono, melontarkan pertanyaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/shofyan-dulu-tak-punya-apa-apa-kini-omzet-usaha-puluhan-juta">Shofyan Dulu Tak Punya Apa-apa, Kini Omzet Usaha Puluhan Juta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Momen unik terekam saat Diskusi Publik bertema &#8216;Mendulang Insipirasi Sukses dari Local Hero Semarang&#8217;, yang digelar Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang dan Solusi Indonesia, di The Wujil Resort &amp; Conventions, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (24/10/2025).</p>
<p>Saat itu suasana mendadak hening, saat saat salah satu narasumber Local Hero Kabupaten Semarang, Shofyan Adi Cahyono, melontarkan pertanyaan &#8216;siapa yang cita-citanya mau jadi petani?&#8217;.</p>
<p>Sebagian dari 100 Gen Z yang terdiri dari mahasiswa dan siswa SMK itu, mengungkapkan sejumlah alasannya, kenapa tidak mengambil cita-cita menjadi petani, seperti salah satu narasumber Shofyan Adi Cahyono, pendiri Owner Sayur Organik Merbabu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/25/izi-berangkatkan-delegasi-bantuan-kemanusiaan-peluk-palestina-tanpa-batas-ke-gaza">IZI Berangkatkan Delegasi Bantuan Kemanusiaan “Peluk Palestina Tanpa Batas” ke Gaza</a></strong></p>
<p>&#8221;Ada hambatan, misal teknologi pertanian. Kemudian mau balik modal dengan modal kecil susah,&#8221; ungkap salah satu peserta, Muhammad Nur Khalid, mahasiswa Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris) Ungaran.</p>
<p>Begitu juga Sulistyani, mahasiswa dari Kecamatan Bandungan itu belum tertarik, karena melihat di daerahnya kebanyakan yang menjadi petani, mereka yang sudah berumur tua. &#8221;Di daerah saya, petani sudah sepuh-sepuh, mau nyangkul kayaK gak kuat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Shofyan yang juga Duta Petani Millenial itu mengungkapkan, jika realitas anak muda enggan jadi petani itu fakta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), jumlah petani semakin menurun. Hal itu dikarenkan, ada beberapa masalah di lapangan, seperti dianggap tidak prospek.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/25/pegadaian-kanwil-xi-semarang-gelar-festival-tring">Pegadaian Kanwil XI Semarang Gelar Festival Tring!</a></strong></p>
<p>Padahal, lanjut dia, melalui jerih payaH dan tekad yang kuat, usaha ini justru menjanjikan. Saat ini penghasilan per bulannya mencapai Rp 60 juta, hanya dengan menjual berbagai sayur organik di Jawa, luar Jawa hingga Singapura. Belum lagi dia berhasil membuka lapangan kerja untuk 15 orang.</p>
<p>&#8221;Wajah hitam kena matahari tidak apa-apa, yang penting isi dompetnya merah semua. Tinggal pilih,&#8221; terang dia.</p>
<p>Menurut Shofyan, harus ada paradigma yang diubah. Jika anak-anak muda mau menjadi petani, maka bukan hanya petani biasa, tapi pengusaha pertanian. Terlebih, masalah menurunnya jumlah petani, justru berdampak bagi ketahanan pangan dan persaingan di dunia pertanian semakin sedikit.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/25/dua-smk-jepara-raih-penghargaan-bersaing-dengan-174-smkn-di-jawa-tengah">Dua SMK Jepara Raih Penghargaan, Bersaing dengan 174 SMKN di Jawa Tengah</a></strong></p>
<p>&#8221;Kalau melihat sebuah bisnis, saingan semakin sedikit kan. Bisnis yang saingannya sedikit, peluangnya semakin besar. Semetara pertanian itu potensinya sangatlah besar. Mana ada yang gak makan sayur,&#8221; kata dia.</p>
<p>Pria kelahiran 20 Juli 1995 itu menceritakan, sebenarnya jalan hidupnya sebelum sukses di pertanian, sama dengan anak-anak muda zaman sekarang. Saat lulus SMA kemudian hendak kuliah di IT maupun kesehatan, orangtuanya tidak merestui. Pasalnya, jika tetap ngotot di bidang itu, ladang milik orangtuanya akan dijual untuk membiayai kuliahnya.</p>
<p>&#8221;Saya SMA cita-citanya sederhana. Kuliah di IT, kemudian setelah lulus buka warnet. Kan enak tinggal duduk dapat uang. Saya diminta kuliah pertanian. Saya gak mau. Menurut saya jadi petani jan rekoso tenan (capek beneran-red),&#8221; aku dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/25/satgas-pangan-tegur-toko-yang-menjual-beras-di-atas-het">Satgas Pangan Tegur Toko yang Menjual Beras di Atas HET</a></strong></p>
<p>Kemudian orang tua menyarankan, karena kita turun temurun petani, kalau maksa tidak ambil kuliah pertanian, lahan yang bapak punya akan dijual untuk biaya kuliah.</p>
<p>Tapi ternyata takdir berkata lain. Di titik itulah, dia tidak rela tanah sepetak seukuran 1.000 meter dijual. Itu akan membuat keluarganya tanpa pemasukan. &#8221;Akhirnya saya masuk ke pertanian. Kuliah di Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sembari kuliah, dia kemudian memetakan potensi dengan modal mepet, dan lahan hanya seluas 1.000 meter milik keluarganya. Kemudian mendirikan bendera Sayur Organik Merbabu (SMO). Tujuannya, imbuh dia, tidak hanya untuk bertani saja, tetapi ingin membantu petani di daerahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/25/satgas-pangan-tegur-toko-yang-menjual-beras-di-atas-het">Satgas Pangan Tegur Toko yang Menjual Beras di Atas HET</a></strong></p>
<p>SMO hadir untuk memutus mata rantai dari petani, langsung ke konsumen. Jadi petani dapat harga yang lebih tinggi, sedangkan konsumen dapat harga yang terjangkau. Selain itu, demi terciptanya swasembada pangan, seperti semangat Asta Cita pemerintah pusat dan daerah.</p>
<p>&#8221;Banyak petani kita tidak memiliki nilai tawar. Jadi dia kalau beli pupuk gak bisa nawar, tapi giliran jualan produknya ditawar-tawar. Kadang Konsumen dapat harga tinggi, tapi di petani rendah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli Gayo menerangkan, lebih memberikan trik dan tips, agar Gen Z aktif dalam ruang-ruang diskusi dan organisasi. Seperti halnya diskusi publik seperti ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/25/ahmad-luthfi-penanganan-banjir-intensif-dilakukan-tim-gabungan">Ahmad Luthfi: Penanganan Banjir Intensif Dilakukan Tim Gabungan</a></strong></p>
<p>&#8221;Aktivitas diskusi dan organisasi sangat bermanfaat. Tokoh-tokoh besar lahir karena aktivitas diskusi,&#8221; harap dia.</p>
<p>Mantan aktivis kampus itu juga menjelaskan soal program-program Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, bagi pengembangan kapasitas Gen Z. Yakni dengan mulai pendidikan, vokasi, ekonomi, kewirausahaan muda, digital dan kreativitas, kepemudaan, partisipasi sosial serta akses global jaringan.</p>
<p>&#8221;Ada 45 jenis pelatihan yang disiapkan khusus untuk Gen Z, untuk mengembangkan minat dan bakat. Link pendaftaran ada di https://zilenialjateng.id/. Kawan-kawan bisa berpartisipasi di banyak program itu,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Acara itu merupakan sub tema dari Diskusi Publik bertema &#8216;Korupsi Lagi..Korupsi Lagi Bagaimana Megatasinya?&#8217; bersama Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang, Ismail Fahmi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/shofyan-dulu-tak-punya-apa-apa-kini-omzet-usaha-puluhan-juta">Shofyan Dulu Tak Punya Apa-apa, Kini Omzet Usaha Puluhan Juta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edukasi Digital Pemanfaatan QRIS pada Pelaku UMKM</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/27/edukasi-digital-pemanfaatan-qris-pada-pelaku-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 02:48:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar Kampus Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Narasumber]]></category>
		<category><![CDATA[non tunai]]></category>
		<category><![CDATA[Populer]]></category>
		<category><![CDATA[qris]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=481362</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Universitas Semarang (USM) yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), belum lama ini memberikan edukasi digital mengenai pemanfaatan QRIS, kepada pelaku UMKM, di Balai Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah. Kegiatan yang mengambil tema &#8216;Sukses Jualan Online di Shopee dan Pakai QRIS, Bisa Kok!&#8217; itu, diikuti 24 pelaku UMKM lokal, dari sekitar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/27/edukasi-digital-pemanfaatan-qris-pada-pelaku-umkm">Edukasi Digital Pemanfaatan QRIS pada Pelaku UMKM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Universitas Semarang (USM) yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), belum lama ini memberikan edukasi digital mengenai pemanfaatan QRIS, kepada pelaku UMKM, di Balai Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah.</p>
<p>Kegiatan yang mengambil tema &#8216;Sukses Jualan Online di Shopee dan Pakai QRIS, Bisa Kok!&#8217; itu, diikuti 24 pelaku UMKM lokal, dari sekitar wilayah Kauman, dengan narasumber Putri Aisyah. Kegiatan ini juga dihadiri Lurah Bangunharjo, Mochamad Ibnu Masjkur SIP.</p>
<p>Menurut Ketua MBKM USM, Ribka A Siringo Ringo, transformasi digital makin mendorong pelaku UMKM untuk melek teknologi, khususnya dalam metode pembayaran. Salah satu solusi praktis yang kini populer yakni, penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran non-tunai.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/26/mahasiswa-mbkm-usm-beri-pelatihan-emak-emak-bikin-konten">Mahasiswa MBKM USM Beri Pelatihan Emak-emak Bikin Konten</a></strong></p>
<p>&#8221;Sayangnya, masih banyak UMKM sekitar Kauman yang belum memahami pengoperasiannya,&#8221; kata Ribka.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Putri berbagi pengalaman langsung dalam menjalankan bisnis custom fashion, dan manfaat QRIS serta platform e-commerce seperti Shopee, yang membantu menaikkan omzet dan mempermudah transaksi pelanggan.</p>
<p>&#8221;Kami memberikan materi tentang pengetahuan praktis mengenai cara membuat QRIS, keuntungannya untuk pelaku usaha mikro, serta tips pemasaran online yang mudah diterapkan,&#8221; ujar Putri.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/26/atlet-usm-bawa-pulang-medali-perak-dan-perunggu-dari-cabor-atletik-pomprov-2025">Atlet USM Bawa Pulang Medali Perak dan Perunggu dari Cabor Atletik Pomprov 2025</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Mochamad Ibnu Masjkur menyatakan, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM lokal. Terutama dalam memahami pentingnya digitalisasi untuk keberlangsungan usaha.</p>
<p>&#8221;Kegiatan ini akan memajukan UMKM kami, yang belum terlalu mengenal teknologi, sebagai sarana penjualan yang bermutu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, sosialisasi itu merupakan langkah konkret mahasiswa USM, dalam mendorong digitalisasi UMKM, sejalan dengan program pengabdian masyarakat kampus. &#8221;Kami berharap, kegiatan ini menjadi pemicu semangat bagi UMKM lokal, untuk terus berkembang dengan dukungan teknologi digital yang tepat guna,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/27/edukasi-digital-pemanfaatan-qris-pada-pelaku-umkm">Edukasi Digital Pemanfaatan QRIS pada Pelaku UMKM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Strategi Marketing untuk Pelaku UMKM</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/18/pelatihan-strategi-marketing-untuk-pelaku-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 01:21:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Tanjungmas]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=479780</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), baru-baru ini memberikan pelatihan strategi marketing, bagi pelaku UMKM yang ada di RW 15 Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara. Dalam kegiatan ini, tim PKM USM terdiri dari Ketua Vensy Vydia MKom, anggota Dr Aria Hendrawan MKom, Lenny MH SKom MKom, dan Saifur Rohman Cholil SKom MKom. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/18/pelatihan-strategi-marketing-untuk-pelaku-umkm">Pelatihan Strategi Marketing untuk Pelaku UMKM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), baru-baru ini memberikan pelatihan strategi marketing, bagi pelaku UMKM yang ada di RW 15 Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, tim PKM USM terdiri dari Ketua Vensy Vydia MKom, anggota Dr Aria Hendrawan MKom, Lenny MH SKom MKom, dan Saifur Rohman Cholil SKom MKom. Disebutkan Vensy, digital marketing merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan platform digital, untuk membangun branding dan meningkatkan jangkauan pasar.</p>
<p>Bagi pelaku UMKM, pemasaran digital menjadi solusi efektif dalam meningkatkan daya saing, terutama melalui media sosial dan iklan digital.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/18/pwi-ls-desak-makam-habib-jafar-dibongkar">PWI-LS Kudus Desak Bangunan Makam Habib Ja’far Dibongkar, Sebut Langgar Aturan Desa</a></strong></p>
<p>Namun pelaku UMKM di RW 15 Tanjungmas, Semarang, masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan strategi ini, akibat kurangnya pemahaman serta keterbatasan dalam pembuatan konten yang menarik.</p>
<p>&#8221;Untuk mengatasi permasalahan itu, kami mengadakan sosialisasi mengenai strategi digital marketing, guna membantu UMKM memahami pentingnya<em> branding online</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Vensy menyebutkan, sosialisasi ini mencakup pemanfaatan media sosial, dasar-dasar iklan digital, serta cara membuat konten yang menarik dan konsisten. Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini, pelaku UMKM dapat mulai menerapkan strategi pemasaran yang lebih efektif, untuk meningkatkan visibilitas produk mereka.</p>
<p>&#8221;Kami berharap, melalui program ini pelaku UMKM di RW 15 Tanjungmas, dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pemasaran digital, sebagai langkah awal dalam membangun <em>branding</em> produk secara online,&#8221; ujarnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/18/pelatihan-strategi-marketing-untuk-pelaku-umkm">Pelatihan Strategi Marketing untuk Pelaku UMKM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim PKM USM Adakan Pendampingan Pemasangan Lubang Biopori</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/12/tim-pkm-usm-adakan-pendampingan-pemasangan-lubang-biopori</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 11:52:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Artetis]]></category>
		<category><![CDATA[Biopori]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Rejosari]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478872</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), mengadakan pendampingan pemasangan lubang biopori, di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kamis (12/6/2025). Kegiatan ini dihadiri Lurah Rejosari, Ema Nurhayati SE MM dan sejumlah ketua RW. Sedangkan tim PKM USM terdiri dari Ketua Ir Istianah MT, anggota Prof Mudjiastuti Handajani, Ir Diah SB MT, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/tim-pkm-usm-adakan-pendampingan-pemasangan-lubang-biopori">Tim PKM USM Adakan Pendampingan Pemasangan Lubang Biopori</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), mengadakan pendampingan pemasangan lubang biopori, di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kamis (12/6/2025).</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri Lurah Rejosari, Ema Nurhayati SE MM dan sejumlah ketua RW. Sedangkan tim PKM USM terdiri dari Ketua Ir Istianah MT, anggota Prof Mudjiastuti Handajani, Ir Diah SB MT, dan Agus M MT.</p>
<p>Menurut Istianah, tujuan kegiatan ini antara lain, memberikan solusi pada masyarakat di Kelurahan Rejosari. Meski banyak warga yang rumahnya dekat sungai, namun sukses mengelola risiko banjir, berkat fasilitas pompa air yang prima. Selain itu, ada pula air bersih dari sumur artetis milik bagi warga.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/12/usm-jalin-mou-dengan-sma-smk-se-kota-semarang">USM Jalin MoU dengan SMA/SMK Se-Kota Semarang</a></strong></p>
<p>&#8221;Tantangan utama saat ini yakni, keterbatasan lahan hijau akibat kepadatan penduduk. Untuk keberlanjutan lingkungan, penerapan lubang resapan biopori diusulkan sebagai solusi alami yang efektif, untuk mengurangi genangan dan meningkatkan kualitas air tanah,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, implementasinya memerlukan ketersediaan lahan yang strategis, edukasi, dan dukungan pemerintah. Biopori pun mampu meningkatkan daya serap tanah pada air, sehingga resiko terjadinya penggenangan air atau banjir dalam skala besar, tidak terjadi.</p>
<p>Selain itu, air yang tersimpan dalam lubang biopori ini, bisa menjaga kelembapan tanah bahkan ketika masa musim kemarau.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/12/tim-pkm-dosen-fe-usm-beri-pelatihan-ke-pelaku-umkm">Tim PKM Dosen FE USM Beri Pelatihan ke Pelaku UMKM</a></strong></p>
<p>&#8221;Manfaat selanjutnya dari lubang biopori, sebagai salah satu bentuk penanganan dari limbah organik atau limbah alam, yang bisa didaur ulang dan baik untuk kesehatan tanah. Biopori yang diciptakan ini, mampu mengubah sampah organik menjadi kompos, dan mampu mengurangi aktivitas membakar sampah, karena bisa mengotori udara,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain dua fungsi itu, biopori juga mampu membuat tanah lebih sehat. Dapat pula meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah. Organisme dan mikroorganisme tanah sendiri, memiliki fungsi penting sebagai pengikat nitrogen dari atmosfer dan detritivora.</p>
<p>&#8221;Pengikatan nitrogen yang dilakukan mikroorganisme dan organisme itu, meningkatkan kadar nitrogen dan mengakibatkan penggunakan pupuk anorganik berkurang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/tim-pkm-usm-adakan-pendampingan-pemasangan-lubang-biopori">Tim PKM USM Adakan Pendampingan Pemasangan Lubang Biopori</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>USM Gelar Icosend 2024, 95 Makalah Dinyatakan Lolos</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/06/usm-gelar-icosend-2024-95-makalah-dinyatakan-lolos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 05:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Icosend]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Teleconference]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[USM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=445103</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan The 1st International Conference on Social Environment Diversity (Icosend) 2024, dengan tema &#8216;New Paradigm of Diversity and Sustainability in Social and Community&#8217;. Kegiatan itu digelar di Ruang Teleconference, Lantai 8 Gedung Menara USM, Selasa (5/11/2024). Ketua Panitia, Dr Amri Panahatan Sihotang SS SH MHum mengatakan, kegiatan itu merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/06/usm-gelar-icosend-2024-95-makalah-dinyatakan-lolos">USM Gelar Icosend 2024, 95 Makalah Dinyatakan Lolos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG <a href="http://(SUARABARU.ID)">(SUARABARU.ID)</a></strong>&#8211; Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan The 1st International Conference on Social Environment Diversity (Icosend) 2024, dengan tema &#8216;New Paradigm of Diversity and Sustainability in Social and Community&#8217;. Kegiatan itu digelar di Ruang Teleconference, Lantai 8 Gedung Menara USM, Selasa (5/11/2024).</p>
<p>Ketua Panitia, Dr Amri Panahatan Sihotang SS SH MHum mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk komitmennya, untuk mendorong dialog yang berdampak pada isu-isu mendesak. Seperti keragaman sosial dan lingkungan, sebagaimana tema yang diambil.</p>
<p>&#8221;Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami, untuk mendorong dialog yang berdampak pada isu-isu mendesak, tentang keragaman sosial dan lingkungan. Kami juga menerima 100 kiriman makalah dari empat negara,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/05/ftik-usm-gelar-lkmm-td-dan-makrab-mahasiswa-baru">FTIK USM Gelar LKMM-TD dan Makrab Mahasiswa Baru</a></strong></p>
<p>Dari 100 makalah yang diterimanya itu, terdapat 95 makalah yang dinyatakan lolos dan diterima. Pihaknya juga memastikan, setiap presentasi sudah memenuhi standar kualitas, relevansi, dan inovasi yang tinggi.</p>
<p>Makalah itu mencakup berbagai topik, di antaranya keadilan sosial dan ketahanan lingkungan, hingga pendekatan inovatif dalam memromosikan keragaman dan keberlanjutan.</p>
<p>&#8221;Icosend ini juga ada diskusi interaktif, yang dirancang untuk mendorong pertukaran lintas disiplin dan aplikasi gratis. Kami sangat senang menyediakan platform ini, dimana para peneliti, praktisi, dan pemimpin pemikiran dapat berkumpul untuk berbagi pengetahuan dan mengembangkan solusi,&#8221; kata dekan Fakultas Hukum USM itu.</p>
<p>Adapun dalam kegiatan itu menghadirkan beberapa narasumber, yang hadir secara offline maupun online zoom meeting. Di antaranya, International Biocentric Research Academy Leipzig Germany, Prof Dr rer nat habil Marcus Stueck, Jawaharlal Nehru University India Prof Guatam Kumar Jha PhD.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/06/usm-gelar-icosend-2024-95-makalah-dinyatakan-lolos">USM Gelar Icosend 2024, 95 Makalah Dinyatakan Lolos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>