<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/sejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2026 06:17:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Sejarah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 10:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Final Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Si Kuping Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Sindrom]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?// (Sajak “Filosofi Arteta”, 2026) SETELAH begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak? Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-558453 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Filosofi Arteta”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SETELAH</strong> begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak?</p>
<p>Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam 2006, ketika kalah dari Barcelona dalam partai puncak yang digadang-gadang menjadi final ideal di Stade de France, Paris?</p>
<p>Ketika itu, di bawah Arsene Wenger, Arsenal membawakan orkestrasi sepak bola indah, mengalunkan irama rancak nan memesona. Sedangkan Barcelona dalam racikan taktik Frank Rijkaard menjelma sebagai tim dengan impresivitas sepak bola menyerang yang memukau.</p>
<p>Intentitas permainan elok kedua klub membuat final Liga Champions ketika itu betul-betul ditunggu sebagai “final ideal”.</p>
<p>Filosofi permainan Mikel Artela telah mengalahkam racikan strategi Diego Simeone di semifinal dengan agregat 2-1. Kini ditunggu, apakah “Arteta-ball” bisa menuntaskan final Liga Champions melawan Paris St Germain, yang di semifinal lainnya menundukkan Bayern lewat gol rata-rata Muenchen 6-5.</p>
<p><strong>Filosofi Arteta</strong><br />
Apa yang sebenarnya menarik dari permainan Arsenal, sehingga musim ini terjanjikan final yang diperkirakan indah melawan juara bertahan PSG?</p>
<p>Di bawah arahan Luis Enrique, Les Parisiens tampil stabil dan memiliki pilar-pilar hebat di setiap posisi. PSG juga mengetengahkan sepak bola menyerang dan permainan rancak. Duo penyerangnya, Khvicha Kvaratskhelia dan Ousman Dembele menjadi jaminan ketajaman sebagai ancaman bagi pertahanan lawan.</p>
<p>Kvaratskhelia adalah pemain asal Georgia yang menjadi andalan dalam menyusur dan mengacak-acak sayap, sedangkan Dembele peraih Ballon d’Or 2025 merupakan kekuatan lain PSG di sektor sayap dengan dua kaki sama-sama mematikan. Enrique juga masih punya amunisi lain, Desire Doue dan Achraf Hakimi dengan uman-umpan silang efektif.</p>
<p>Lalu di mana sebenarnya kekuatan Arsenal?</p>
<p>Permainan Arsenal terorganisasi dalam dominasi penguasaan bola, yang memberi struktur pertahanan solid dan intensitas. Ketika kehilangan bola, para pemain segera menekan balik lawan dan menghentikan transisi mereka.</p>
<p>Pelatih Liverpool Arne Slot pernah memberi apresiasi kepada Mikel Arteta. Dia memuji kemampuan pria Spanyol ini dalam meracik strategi dan taktik yang sangat fleksibel. Dia melihat bagaimana Arsenal mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan, baik menyerang maupun bertahan. Hal ini menunjukkan kedalaman taktik dan kemampuan adaptasi yang bagus.</p>
<p>Filosofi sepak bola Mikel Arteta berakar pada dominasi kontrol permainan, keunggulan posisi, dan intensitas tinggi, yang sering dijabarkan melalui taktik berbasis penguasaan bola (<em>possession-based</em>), serangan terstruktur dari lini belakang, <em>pressing</em> ketat, serta perhatian detail pada situasi bola mati &#8212; terutama dari momen tendangan sudut &#8212; untuk mencetak gol. Ketajaman Arsenal antara lain ditopang oleh pendekatan pragmatis, memadukan fleksibilitas taktis dengan disiplin pertahanan.</p>
<p>Dengan melaju ke final Liga Champions, Mikel Arteta meraih capaian baru dalam karier kepelatihannya. Dia bangga menjadi bagian dari Arsenal bersama dengan para pemain dan suporter menciptakan sejarah bagi klub.</p>
<p>“Kami tahu betapa (pencapaian) ini begitu berarti buat semua orang, kami memberikan segalanya, para pemain melakukan pekerjaaan yang luar biasa dan setelah 20 tahun dan untuk kedua kali dalam sejarah, kami kembali lagi ke final Liga Champions,” ucapnya.</p>
<p>Yang juga membuat Arteta gembira adalah kualitas anak asuhnya saat menghadapi Atletico Madrid dengan level permainan yang tinggi. “Kita tahu betapa sulit dan menantang level lawan di semifinal. Atletico, mereka adalah tim yang luar biasa, cara mereka bersaing, solusi yang mereka punya, jawaban atas segala yang Anda coba lakukan, benar-benar luar biasa. Alasan mereka ada di sana, mereka telah melakukan tugas yang besar, dan perbedaannya tipis,” ungkapnya.</p>
<p>Arteta yang sudah menangani Arsenal sejak 2019 pun menanggapi pertanyaan soal kemampuan anak asuhnya bersaing di level Eropa secara bertahap, dari tidak masuk Liga Champions, kemudian memijak Europa League, dan kemudian kembali ke turnamen nomor satu antarklub Eropa, hingga meraih final.</p>
<p>“Itu sangat berat dan sulit, tetapi sekali lagi, kami punya keinginan dan ambisi yang sama untuk klub ini, dan kemudian memang ada sedikit keberuntungan, segala sesuatu harus berjalan sesuai keinginan Anda.”</p>
<p>“Kami telah mencurahkan begitu banyak kerja keras, semangat, dan keyakinan ke dalam hal yang kami lakukan hari ini dan kami mendapat kesempatan untuk menjalani hari yang luar biasa di Budapest dalam beberapa pekan ke depan,” ucap mantan pemain Arsenal itu (<em>cnnidonesia.com</em>, 6 Mei 2026).</p>
<p>Pada sisi lain, Luis Enrique meyakini, PSG sudah lebih kuat, dan hal itu terlihat dari kondisi stabil performa klub asuhannya itu di sepanjang perjalanan menuju final Liga Champions.</p>
<p>Dua pria Spanyol di final Eropa: siapa yang bakal berjaya? Enrique yang mampu mempertahankan gelar, atau Arteta yang mencetak sejarah bagi Arsenal?</p>
<p>Apa pun, ini adalah representasi dari dua wajah filosofi sepak bola yang sama-sama berkarakter impresif. PSG dengan kemenyatuan yang terbentuk cukup panjang, dan Arsenal dengan kolektivitas yang menjadi kekuatan Arteta.</p>
<p><strong>Menatah Sejarah</strong><br />
Arsenal, bagaimanapun telah menjejak satu tahap: ada harapan bakal mengukir sejarah. Selain untuk kali pertama mengangkat trofi Si Kuping Besar, juga memenuhi hasrat menjuarai Liga Primer yang sejak 2004 tak pernah diraih.</p>
<p>Kini, Meriam London juga memupuk mimpi, menjauhi “kutukan”: meredup dan diliputi “sindrom nyaris” di saat-saat menentukan. Termasuk ketika lolos ke final 2006, dan tiga musim mendekat ke juara Liga Primer tetapi akhirnya merasakan pahitnya kegagalan.</p>
<p>Dan, melawan PSG dalam final Eropa di Budapest nanti ini adalah kesempatan untuk membuat sejarah&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/12/kirab-budaya-hut-ke-60-batang-perkuat-akar-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 14:22:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[hut]]></category>
		<category><![CDATA[kirab-budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=553574</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (12/4/2026). Kegiatan yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, pelajar, hingga masyarakat umum ini menampilkan beragam kostum adat yang terinspirasi dari budaya Keraton Yogyakarta, dipadukan dengan kreativitas masing-masing [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/12/kirab-budaya-hut-ke-60-batang-perkuat-akar-sejarah">Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (12/4/2026).</div>
<div></div>
<div>Kegiatan yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, pelajar, hingga masyarakat umum ini menampilkan beragam kostum adat yang terinspirasi dari budaya Keraton Yogyakarta, dipadukan dengan kreativitas masing-masing peserta.</div>
<div></div>
<div>Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki keterkaitan sejarah yang cukup kuat dengan Kesultanan Yogyakarta.</div>
<div></div>
<div>“Batang memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan Kasultanan Yogyakarta, di mana dulu Ratu Batang pernah menjadi bagian dari keluarga Sultan Agung,” jelasnya.</div>
<div></div>
<div>Melihat Kabupaten Batang sudah lahir dari 300 tahun yang lalu menurut cerita sejarah yang ada. Untuk usia Ke-60 tahun ini bagian dari kembalinya Kabupaten Batang kembali secara administrasi.</div>
<div></div>
<div>“Kirab budaya ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus upaya memperkuat identitas budaya daerah. Ke depan, Pemkab Batang juga berencana menghadirkan Sultan Hamengkubuwono dalam rangkaian kegiatan kebudayaan di Kabupaten Batang,” harapnya.</div>
<div></div>
<div>Selain itu, akan digelar seminar kebudayaan untuk memperdalam pemahaman sejarah dan nilai-nilai budaya yang ada.</div>
<div></div>
<div>“Ini bagian dari upaya kita menyambung kembali akar sejarah, sekaligus memperkuat nilai budaya di tengah masyarakat,” ujar dia.</div>
<div></div>
<div>Faiz menambahkan, konsep kirab yang menggabungkan unsur tradisional dan inovasi diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya daerah.</div>
<div></div>
<div>“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap semangat pelestarian budaya dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat daya tarik daerah sebagai destinasi budaya di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.</div>
<div><strong>Nur Muktiadi</strong></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/12/kirab-budaya-hut-ke-60-batang-perkuat-akar-sejarah">Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Eksepsional]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk Nominasi]]></category>
		<category><![CDATA[persija jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Puskas Award]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=508609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // naluri dan seni/ inikah hakikat yang melekat/ pada genius sepak bola?/ dan kita menoreh sejarah itu/ dari pemain bernama Rizky Ridho// (Sajak &#8220;Puskas Award&#8221;, 2025) ASIA Tenggara luar biasa! Dan, pesepak bola kita pun tak kalah luar biasa. Rizky Ridho, bek tengah Persija Jakarta dan andalan tim nasional, mencatat sejarah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa">Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-508638 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// naluri dan seni/ inikah hakikat yang melekat/ pada genius sepak bola?/ dan kita menoreh sejarah itu/ dari pemain bernama Rizky Ridho//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Puskas Award&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>ASIA</strong> Tenggara luar biasa!</p>
<p>Dan, pesepak bola kita pun tak kalah luar biasa.</p>
<p>Rizky Ridho, bek tengah Persija Jakarta dan andalan tim nasional, mencatat sejarah masuk <em>nominee</em> sebagai pencetak gol eksepsional untuk Puskas Award 2025.</p>
<p>Golnya ke gawang Arema FC dalam pertandingan Liga 1 pada 10 Maret 2025 menarik perhatian FIFA, sebagai salah satu calon penerima penghargaan sebagai gol terbaik dunia tahun ini. Nominee lain di antaranya adalah Declan Rice (Arsenal), Lamine Yamal (Barcelona), dan sejumlah gol eksotik yang mewarnai kontestasi sepak bola 2025.</p>
<p>Ini adalah momen kedua untuk pemain Asia Tenggara. Sebelumnya, Mohd Faiz Subri dari Malaysia bahkan tak hanya menjadi<em> nominee</em>. Pemain Penang FC itu meraih Puskas Award 2023 untuk golnya ke gawang Sri Pahang FC yang dicetak melalui tendangan bebas berputar.</p>
<p><strong>Ferenc Puskas</strong><br />
Penghargaan gol terbaik itu digagas oleh mantan Presiden FIFA Sepp Blatter pada 20 Oktober 2009, untuk menghormati Ferenc Puskás, striker legendaris Real Madrid era 1950-1960-an. Bintang asal Hongaria itu dianggap sebagai pemain Eropa paling tajam dan produktif.</p>
<p>Oleh Federasi Internasional Sejarah Sepak Bola &amp; Statistik (IFFHS) pada 1997 Puskas dinilai sebagai pencetak gol terbaik sepanjang abad ke-20. Dia membukukan 806 gol dari 793 laga dan 86 gol untuk tim nasional.</p>
<p>Lionel Messi, pemain terbaik dunia pada masanya, yang membendaharakan delapan trofi Ballon d&#8217;Or, belum pernah meraih Puskas Award, meskipun telah tujuh kali dinominasikan, terbanyak yang pernah diterima oleh seorang pemain.</p>
<p>Tiga kali Messi menjadi <em>runner-up</em>, kalah dari Neymar pada 2011 dan Wendell Lira pada 2015, lalu kalah dari Daniel Zsori pada 2019. Justru Cristiano Ronaldo-lah yang mendapatkannya ketika anugerah itu pertama kali digelar.</p>
<p><strong>Determinatif</strong><br />
Rizky Ridho mencetak gol dari tengah lapangan saat Persija Jakarta menghadapi Arema FC pada 10 Maret 2025. Proses gol tersebut dimulai dari permainan reguler, lalu serangan balik. Episode selanjutnya Rizky Ridho melihat posisi kiper Arema, Lucas Frigeri meninggalkan gawang terlalu jauh.</p>
<p>Prosesnya dimulai dari upaya Persija menahan serangan Arema. Sebagai bek tengah, Rizky Ridho harus menghalau serangan lawan. Dia berdiri di kotak penalti mengantisipasi pergerakan pemain-pemain lawan. Melihat umpan terobosan Arema ke kotak penalti, dia bereaksi cepat memotong bola, menguasainya di garis akhir lapangan.</p>
<p>Tak berlama-lama menahan bola, Ridho langsung mengoper pada Ryo Matsumura. Pada titik ini, kejelian Rizky Ridho membaca situasi terlihat jelas. Dia melihat posisi kiper lawan terlalu maju, dan langsung melob bola ke gawang.</p>
<p>Gol Ridho menggabungkan elemen-elemen determinasi, dengan kemenonjolan visi, <em>skill</em>, dan kalkulasi <em>timing</em>. Saya membandingkannya dengan gol spektakuler David Beckham ke gawang Wimbledon yang dijaga Neil Sullivan di laga perdana Liga Primer, 17 Agustus 1996.</p>
<p>Kiper Arema Lucas Frigeri dan Neil Sullivan sama-sama terlalu maju dari muka gawang, sehingga luncuran bola Ridho dan Beckham mulus menukik ke gawang melewati kepala mereka.</p>
<p>Masuknya gol Ridho sebagai <em>nominee</em> Puskas Award menimbulkan euforia tersendiri. Netizens Indonesia yang dikenal sangat aktif, bergelombang memberikan dukungan.</p>
<p>Voting pada hari penentuan nanti akan memilih tiga gol terbaik dari <em>nominee</em>, dan akan dipanel oleh tim teknis FIFA yang terdiri dari para legenda. Pemilihan ditentukan oleh dua faktor, yakni dukungan netizens yang menghasilkan tiga calon pemenang, yang kemudian akan diolah oleh tim panel FIFA.</p>
<p><strong>Tingkat Kesulitan</strong><br />
Gol-gol kelas Puskas Award punya kualitas seni dan tingkat kesulitan tinggi. Kalau kita simak bagaimana Cristiano Ronaldo membobol gawang FC Porto sebagai pesepak bola pertama yang mendapat anugerah itu, kita bisa menyimpulkan betapa dahsyat tendangan jarak jauh CR7.</p>
<p>Lalu apabila kita menyimak gol-gol pemenang, seperti gol Zlatan Ibrahimovic ke gawang Inggris, Son Heung-min ke gawang Burnley pada 2020, hingga tahun 2024 ketika Alejandro Garnacho membuat gol dengan tendangan saltonya, semua berkategori luar biasa, dan hanya para seniman bola yang bisa melakukannya.</p>
<p>Hampir semua gol dari 2009, 2010, hingga 2024 adalah gol eksepsional dengan seni dan proses sulit yang berkelas.</p>
<p>Apakah gol Rizky Ridho bisa menembus &#8220;syarat&#8221; itu?</p>
<p>Ya, bahkan andai akhirnya sekadar menjadi <em>nominee</em> pun, rasanya sudah luar biasa&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa">Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendikdasmen Gunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/05/mendikdasmen-gunakan-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-kerja-di-sidang-umum-unesco</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 06:18:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Pernyataan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Perserikatan Bangsa-Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Umum]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<category><![CDATA[Uzbekistan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=505644</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebuah momen bersejarah muncul dalam Sidang Umum UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) ke-43, di Kota Samarkand, Uzbekistan. Aksi bersejarah terjadi, saat bahasa Indonesia secara resmi pertama kali digunakan sebagai bahasa kerja dalam Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Hal itu seperti yang disampaikan Menteri [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/05/mendikdasmen-gunakan-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-kerja-di-sidang-umum-unesco">Mendikdasmen Gunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebuah momen bersejarah muncul dalam Sidang Umum UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) ke-43, di Kota Samarkand, Uzbekistan.</p>
<p>Aksi bersejarah terjadi, saat bahasa Indonesia secara resmi pertama kali digunakan sebagai bahasa kerja dalam Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).</p>
<p>Hal itu seperti yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu&#8217;ti, saat memberikan Pernyataan Nasional, pada Sidang Umum UNESCO ke-43, di Kota Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11/2025).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/05/mahasiswa-universitas-semarang-pamerkan-10-inovasi-antihoaks">Mahasiswa Universitas Semarang Pamerkan 10 Inovasi Antihoaks</a></strong></p>
<p>Mengawali pernyataannya, Menteri Mu&#8217;ti memulai dengan sebuah pantun yang merupakan sebuah budaya Takbenda, yang telah diakui pada Sidang Umum UNESCO pada 17 Desember 2020 silam.</p>
<p>&#8221;Bunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan. Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,&#8221; ucap Mendikdasmen.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Abdul Mu&#8217;ti turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNESCO dan semua negara anggota, yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10, pada Sidang Umum UNESCO, 20 November 2023 lalu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/05/lptq-kota-semarang-laksanakan-pelatihan-dewan-hakim">LPTQ Kota Semarang Laksanakan Pelatihan Dewan Hakim</a></strong></p>
<p>Disampaikan juga, bahasa Indonesia telah lama berfungsi sebagai jembatan kesatuan di seluruh archipelago Indonesia, yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik.</p>
<p>&#8221;Pada hari ini, bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional, sebagai jembatan pengetahuan antarnegara,&#8221; imbuh Mu&#8217;ti.</p>
<p>Di akhir pidatonya, Mendikdasmen menutupnya dengan sebuah pantun. &#8221;Dari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/05/mendikdasmen-gunakan-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-kerja-di-sidang-umum-unesco">Mendikdasmen Gunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kerja di Sidang Umum UNESCO</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Sejarah Jawa Kalungan Wesi, Daerah Didorong Punya Event Tourism</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/25/wisata-sejarah-jawa-kalungan-wesi-daerah-didorong-punya-event-tourism</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2025/07/25/wisata-sejarah-jawa-kalungan-wesi-daerah-didorong-punya-event-tourism#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 11:30:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Kalungan Wesi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=178348</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pengembangan pariwisata di Jawa Tengah sangat bergantung pada promosi, informasi, dan konektivitas. Potensi wisata Jawa Tengah yang sangat indah, masih harus menjawab tantangan dalam pemaketan menyangkut tiga hal tersebut. Selain itu, tiap daerah harus punya even sport tourism yang digandrungi masyarakat untuk menarik wisata. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/25/wisata-sejarah-jawa-kalungan-wesi-daerah-didorong-punya-event-tourism">Wisata Sejarah Jawa Kalungan Wesi, Daerah Didorong Punya Event Tourism</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Pengembangan pariwisata di Jawa Tengah sangat bergantung pada promosi, informasi, dan konektivitas. Potensi wisata Jawa Tengah yang sangat indah, masih harus menjawab tantangan dalam pemaketan menyangkut tiga hal tersebut. Selain itu, tiap daerah harus punya even sport tourism yang digandrungi masyarakat untuk menarik wisata.</p>
<p>Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, saat menjadi pembicara dalam Talkshow &#8220;Meniti Wisata Sejarah : Jawa Kalungan Wesi &#8211; Menguatkan Ekonomi di Wilayah Joglosemar Melalui Integrasi Wisata Sejarah dan Konektivitas Kereta Api&#8221;, di Lawang Sewu, Jumat pagi 25 Juli 2025.</p>
<p>Dia mengatakan, keindahan pantai selatan tidak kalah dengan Bali. Destinasi alam juga banyak yang menarik. Tinggal bagaimana mendatangkan orang supaya terjadi kegiatan ekonomi.</p>
<p>&#8220;Penguatan sektor ekonomi adalah dengan mendatangkan orang masuk ke Jawa Tengah. Pintunya melalui wisata. Destinasinya bagus-bagus. Hanya masalahnya ada di pemaketan, yaitu promosi, informasi dan konektivitas,&#8221; urai Sekda.</p>
<p>Sekda mengatakan, dalam hal konektivitas, pemerintah provinsi sudah mengelola banyak jalan raya. Oleh karenanya, perlu adanya kolaborasi dengan kabupaten/kota agar rutin mengadakan even untuk mendatangkan wisatawan ke Jawa Tengah.</p>
<p>Menurutnya kebanyakan wisatawan datang ke suatu wilayah karen tertarik dengan even yang diadakan. Termasuk even olahraga lari, yang saat ini menjadi tren di semua kalangan.</p>
<p>Sekda mencontohkan, lari adalah sport tourism yang paling mudah mendatangkan orang untuk datang. Pemerintah daerah di Jawa Tengah juga dapat memanfaatkan even sport tourism itu sebagai upaya untuk mengajak orang datang ke daerahnya.</p>
<p>&#8220;Ke depan kami akan mendorong supaya kabupaten/kota memiliki minimal satu even olahraga,&#8221; tegas Sekda.</p>
<p>Sedangkan dalam hal wisata sejarah, Sekda menekankan pentingnya mengutamakan untuk selalu menjaga pelestarian lokasi yang dituju. Sebagai contoh, Borobudur. Meskipun menjadi destinasi internasional yang menjanjikan, namun pengelola tetap mengedepankan pelestariannya tetap terjaga dengan baik.</p>
<p>Selain Sekda, hadir sebagai pembicara adalah Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jateng Rahmat Dwisaputra, Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI), K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X (Gusti Bhre), Asisi Suhariyanto, konten kreator yang fokus pada edukasi sejarah, dengan moderator Timothy Marbun (News Anchor).</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Gusti Bhre mengatakan, Jawa Tengah adalah wilayah yang sangat luas dengan potensi wisata yang luar biasa. Adapun konekivitas sudah terbentuk melalui Joglosemar (Jogja, Solo dan Semarang), yang merupakan pintu masuk ke Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Hal yang penting dari pariwisata adalah perputaran ekonomi ke titik yang paling dalam. Apabila pintunya Solo, wisata harus bisa ditarik ke wilayah-wilayah yang lebih dalam, misalnya Karanganyar, Sragen, Wonogiri, atau Boyolali. Inilah pentinya konektivitas sehingga wisatawan memiliki alasan untuk datang kembali,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jateng, Rahmat Dwisaputra, mengemukakan, aplikasi Jasirah terbukti meningkatkan peminatan orang ke Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Jasirah merupakan platform digital Jejak Wisata Sejarah yang menyuguhkan informasi destinasi wisata sejarah, produk UMKM unggulan, hingga kuliner khas dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY,&#8221; katanya.</p>
<p>Hingga Juli 2025, platform Jasirah telah mencatat 5.684 unduhan dan 89.922 kunjungan website. Itu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap transformasi digital di sektor pariwisata berbasis sejarah.</p>
<p><a href="http://HeryPriyono.com"><strong>Hery Priyono</strong></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/25/wisata-sejarah-jawa-kalungan-wesi-daerah-didorong-punya-event-tourism">Wisata Sejarah Jawa Kalungan Wesi, Daerah Didorong Punya Event Tourism</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2025/07/25/wisata-sejarah-jawa-kalungan-wesi-daerah-didorong-punya-event-tourism/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>15</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 09:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anomaly]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Periode]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[WMO]]></category>
		<category><![CDATA[World Meteorological Organization]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=457676</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan laporan World Meteorological Organization (WMO), tahun 2024 jadi tahun terpanas sepanjang sejarah, melewati periode panas di tahun 2023 lalu. Disampaikan dia, pada periode Januari-Desember 2024, seperti dikutip dari laman resmi BMKG, rata-rata kenaikan suhu mengalami anomaly 1,54, atau kurang lebih 0,13 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah">2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan laporan World Meteorological Organization (WMO), tahun 2024 jadi tahun terpanas sepanjang sejarah, melewati periode panas di tahun 2023 lalu.</p>
<p>Disampaikan dia, pada periode Januari-Desember 2024, seperti dikutip dari laman resmi BMKG, rata-rata kenaikan suhu mengalami anomaly 1,54, atau kurang lebih 0,13 derajat celcius, di atas rata-rata pra-industri era 1850-1900.</p>
<p>&#8221;Sehingga kenaikan suhu inilah, yang berdampak pada berbagai bencana hidrometeorologi. Dan tentunya, mengancam ketahanan pangan kita,&#8221; kata Dwikorita, di acara Rapat Evaluasi Nasional (Ravalnas) Tahun 2024, bertempat di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (22/1/2025).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/polda-jateng-terjunkan-anjing-pintar-temukan-21-jenazah-korban-longsor">Polda Jateng Terjunkan Anjing Pintar, Temukan 21 Jenazah Korban Longsor</a></strong></p>
<p>Disampaikan juga, ancaman ketahanan pangan akibat perubahan iklim itu, seyogianya telah diingatkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), di mana pada pertengahan abad 21 atau tahun 2050, lebih dari 500 juta petani skala kecil yang menghasilkan 80 persen sumber pangan dunia, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.</p>
<p>Fakta itu memperlihatkan, telah terjadi kerentanan pada kawasan sumber pangan (food basket). Perubahan iklim yang kian tak terkendali saat ini, juga memberikan tekanan serius pada sumber daya air, sehingga menimbulkan hal yang dikenal sebagai water hotspot.</p>
<p>&#8221;Oleh karenanya, dalam mendukung program prioritas Asta Cita dari Presiden RI, BMKG berkomitmen untuk berperan dalam swasembada pangan, energi, dan air. Di mana melalui kemandirian pangan, Indonesia bisa bertahan dengan fenomena perubahan iklim ekstrem,&#8221; jelas dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/oca-akan-perjuangkan-pencak-silat-tampil-di-asian-games">OCA Akan Perjuangkan Pencak Silat Tampil di Asian Games</a></strong></p>
<p>Menurut Dwikorita, untuk mewujudkan ketahanan energi, BMKG memiliki layanan peta potensi energi angin, peta kecepatan angin, dan peta potensi energi surya. Seluruh layanan informasi itu merupakan bentuk nyata dukungan BMKG, dalam mendukung program prioritas Nasional.</p>
<p>Melalui Ravalnas kali ini, Dwikorita menekankan pada seluruh insan BMKG, harus mewujudkan organisasi yang lincah, efektif, dan efisien. Transformasi itu dengan menekankan mindset, spirit, value, peningkatan SDM, teknologi, dan penataan organisasi yang telah berjalan sejak 2020, dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini menjelaskan, BMKG mendapatkan tugas penting untuk mendukung pembangunan perkelanjutan, penanganan perubahan iklim, dan pengelolaan risiko bencana.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/banjir-grobogan-rel-masih-dalam-perbaikan-ka-belum-bisa-lewat">Banjir Grobogan, Rel Masih dalam Perbaikan KA Belum Bisa Lewat</a></strong></p>
<p>&#8221;BMKG memainkan peran kunci dalam manajemen bencana, melalui pengembangan sistem deteksi, koordinasi antarlembaga dan sinergi dengan swasta dan masyarakat, guna mendukung penanggulangan bencana yang lebih efektif,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait penyelenggaraan Ravalnas ini, Rini menyatakan, harus dijadikan momentum BMKG untuk meningkatkan kinerjanya, dalam rangka mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8221;Layanan prediksi iklim, cuaca, early warning system bencana, tentunya sangat berguna bagi masyarakat. Dan ini dapat membantu adaptasi sektor strategis, seperti pertanian, energi, dan pariwisata,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah">2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepemimpinan Militer Resimen Mahasiswa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/29/kepemimpinan-militer-resimen-mahasiswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 05:17:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Menwa]]></category>
		<category><![CDATA[Militer]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=454144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Achmad Sulchan RESIMEN Mahasiswa (Menwa) ada dan berdiri karena sejarah dan tuntutan keadaan sebagaimana terjadi pada perang kemerdekaan. Peranan pemuda dan mahasiswa hingga saat ini melahirkan suatu perubahan yang sangat besar bagi Indonesia dalam segala bidang. Sebelum kemerdekaan peran organisasi tersebut bertujuan merebut kemerdekaan dari tangan penjajahan, pemuda dan mahasiswa didasari oleh adanya jiwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/29/kepemimpinan-militer-resimen-mahasiswa">Kepemimpinan Militer Resimen Mahasiswa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Achmad Sulchan</strong></p>
<p><strong>RESIMEN</strong> Mahasiswa (Menwa) ada dan berdiri karena sejarah dan tuntutan keadaan sebagaimana terjadi pada perang kemerdekaan.</p>
<p>Peranan pemuda dan mahasiswa hingga saat ini melahirkan suatu perubahan yang sangat besar bagi Indonesia dalam segala bidang. Sebelum kemerdekaan peran organisasi tersebut bertujuan merebut kemerdekaan dari tangan penjajahan, pemuda dan mahasiswa didasari oleh adanya jiwa dan semangat cinta tanah air.</p>
<p>Menwa adalah sebagai wadah yang merupakan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam upaya bela negara yang disusun, diorganisasikan dan dibentuk secara kewilayahan pada setiap propinsi sebagai Menwa di Perguruan Tinggi.</p>
<p>Anggotanya terdiri atas mahasiswa yang telah mengikuti Latsar (Latihan Dasar) atau Diksar (Pendidikan Dasar) militer ke-Menwaan. Jumlah satuan Menwa Mahadipa yang ada saat ini diperkirakan 58 satuan. Pemberian nama pada setiap perguruan tinggi, melihat dari wilayah dan urutan berdirinya perguruan tinggi tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh perguruan tinggi wilayah Jawa Tengah sebagai kode angka 9, yaitu Undip &#8211; 901, Unnes &#8211; 902,<br />
Unsoed &#8211; 904, UNS &#8211; 905, UIN &#8211; 906, Untag &#8211; 907, Unissula &#8211; 908 dan Akpelni &#8211; 909.</p>
<p>Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan Pelatihan Dasar atau Pendidikan Dasar militer, seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, beladiri militer, penyamaran, navigasi, memanah dan lain sebagainya. Menwa merupakan salah satu kekuatan sipil yang dilatih/dididik dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai perwujudan Sishamkamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta).</p>
<p>Menwa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), baru-baru ini telah menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Militer yang diikuti sebanyak 30 peserta, terdiri dari Calon Menwa (Camen), Menwa aktif Unissula maupun dari perguruan tinggi lain yang berada di Semarang dan alumni.</p>
<p>Dengan suatu harapan untuk dapat melakukan Widya Castrena Dharma Sidda yaitu penyempurnaan, pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan. Tujuannya untuk mempersiapkan para peserta pelatihan agar tahu dan paham akan kepemimpinan militer yang mengedepankan disiplin dan tanggungjawab terhadap yang dipimpinnya, sehingga harus bisa menjadi contoh tauladan yang baik sebagai generasi Khairu Ummah yang Birrul Walidain.</p>
<p>Kepemimpinan merupakan seni kecakapan untuk mempengaruhi bawahan sehingga secara ikhlas dan sadar memiliki kemauan, rasa hormat dan patuh melaksanakan perintah yang diberikan padanya dalam rangka pencapaian tujuan pokok.</p>
<p>Adapun Kepemimpinan militer adalah proyeksi kepribadian dan karakter seorang pemimpin untuk membuat bawahan melakukan apa yang dituntut dari mereka dan untuk melahirkan keyakinan yang mengembangkan inisiatif, resiko dan tanggungjawab. (Dyah Anissa Rahardiningtyas, dkk: 2022).</p>
<p>Gaya kepemimpinan adalah pola perilaku konsisten yang diterapkan pemimpin dengan melalui orang lain, yaitu pola perilaku yang diperlihatkan pemimpin pada saat mempengaruhi orang lain, seperti dipersepsikan orang lain sebagai pemimpin. Gaya bukanlah soal bagaimana pendapat pemimpin tentang perilaku mereka sendiri dalam memimpin, tetapi bagaimana persepsi orang lain terutama bawahannya tentang perilaku pemimpinnya. (Druclter, P, 1992).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/29/kepemimpinan-militer-resimen-mahasiswa">Kepemimpinan Militer Resimen Mahasiswa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makam Sukolilo Pleburan, Sejarah yang Terlupakan di Tengah Hiruk Pikuk Kota Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/22/makam-sukolilo-pleburan-sejarah-yang-terlupakan-di-tengah-hiruk-pikuk-kota-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 01:27:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Makam Sukolilo Pleburan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Terlupakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=437357</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di TENGAH keramaian Kota Semarang yang semakin modern dan padat, terdapat sebuah tempat menyimpan sejarah panjang dan menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa masa lalu. Tempat itu adalah Makam Sukolilo Pleburan, yang terletak di kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Makam ini memiliki nilai historis yang tak ternilai bagi masyarakat setempat, meski keberadaannya kian terhimpit oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/22/makam-sukolilo-pleburan-sejarah-yang-terlupakan-di-tengah-hiruk-pikuk-kota-semarang">Makam Sukolilo Pleburan, Sejarah yang Terlupakan di Tengah Hiruk Pikuk Kota Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Di TENGAH</strong> keramaian Kota Semarang yang semakin modern dan padat, terdapat sebuah tempat menyimpan sejarah panjang dan menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa masa lalu. Tempat itu adalah Makam Sukolilo Pleburan, yang terletak di kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.</p>
<p>Makam ini memiliki nilai historis yang tak ternilai bagi masyarakat setempat, meski keberadaannya kian terhimpit oleh pembangunan kota yang pesat. Makam Sukolilo bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir bagi para leluhur, namun juga menyimpan banyak cerita tentang perjuangan, spiritualitas, dan perubahan zaman yang telah dilalui Kota Semarang.</p>
<p><strong>Sejarah Singkat Makam Sukolilo</strong></p>
<p>Makam Sukolilo didirikan pada masa kolonial Belanda dan telah berfungsi sebagai pemakaman umum sejak abad ke-18. Kawasan ini awalnya merupakan daerah yang sepi, namun lambat laun mulai berkembang seiring dengan pertumbuhan Kota Semarang sebagai salah satu pusat perdagangan di pesisir utara Jawa.</p>
<p>Banyak tokoh masyarakat, pejabat lokal, serta keluarga-keluarga bangsawan yang dimakamkan di sini. Tak sedikit pula makam tua dengan nisan-nisan berbahasa Belanda dan Jawa kuno yang masih terjaga hingga kini, meskipun beberapa diantaranya mulai termakan usia dan kurang mendapatkan perhatian yang semestinya.</p>
<p><strong>Peninggalan Budaya dan Nilai Spiritual</strong></p>
<p>Makam Sukolilo tak hanya menjadi tempat peristirahatan fisik, namun juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Di sini, masyarakat setempat sering mengadakan ritual keagamaan, seperti ziarah kubur dan tahlilan, terutama menjelang bulan Ramadan atau hari-hari besar Islam lainnya. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus untuk mempererat hubungan spiritual antara yang hidup dan yang telah tiada.</p>
<p>Selain itu, makam ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah yang ada di sekitar kita. Banyak masyarakat yang berziarah ke makam Sukolilo untuk mendoakan kerabat mereka, sekaligus mengenang perjalanan sejarah yang telah dilalui oleh para pendahulu.</p>
<p><strong>Tertindih Pembangunan Kota</strong></p>
<p>Sayangnya, seiring dengan perkembangan pesat Semarang sebagai kota metropolitan, keberadaan Makam Sukolilo kian terancam oleh pembangunan. Beberapa bagian makam telah tergusur oleh proyek infrastruktur dan pembangunan gedung-gedung komersial. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa makam ini bisa saja hilang sepenuhnya jika tidak ada upaya pelestarian yang serius dari pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>Berbagai pihak mulai angkat suara agar Makam Sukolilo bisa dijadikan situs cagar budaya yang dilindungi. Sebagai salah satu bagian penting dari sejarah Semarang, tempat ini seharusnya dipertahankan dan dirawat dengan baik. Upaya pelestarian ini tidak hanya penting bagi generasi sekarang, tetapi juga untuk memberikan warisan berharga bagi generasi mendatang.</p>
<p><strong>Harapan untuk Masa Depan</strong></p>
<p>Makam Sukolilo Pleburan seharusnya menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Semarang. Keberadaannya bisa menjadi pengingat bagi masyarakat kota tentang pentingnya menghormati sejarah dan merawat warisan nenek moyang. Upaya revitalisasi dan perlindungan terhadap situs bersejarah seperti ini akan menjadi langkah positif dalam menjaga identitas dan kearifan lokal di tengah gempuran modernisasi.</p>
<p>Masyarakat Semarang tentu berharap agar pemerintah setempat lebih peduli terhadap situs-situs bersejarah seperti Makam Sukolilo. Dengan perhatian yang serius, makam ini bisa tetap menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kota Semarang dan menjadi ruang refleksi bagi siapa saja yang ingin mengenang masa lalu.</p>
<p>Itulah Makam Sukolilo, sebuah tempat yang seharusnya kita lestarikan, sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah yang ada di kota ini. Di balik batu-batu nisan tua dan rumput liar yang tumbuh, tersimpan kisah-kisah berharga yang menunggu untuk diceritakan kembali kepada generasi penerus.</p>
<p><strong>Dimas Faeyza Asyraf Pratama (SMA Negeri 1 Semarang</strong>)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/22/makam-sukolilo-pleburan-sejarah-yang-terlupakan-di-tengah-hiruk-pikuk-kota-semarang">Makam Sukolilo Pleburan, Sejarah yang Terlupakan di Tengah Hiruk Pikuk Kota Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Ranggawarsita, Pembelajaran Outing Class yang Bagus bagi Para Siswa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/17/museum-ranggawarsita-pembelajaran-outing-class-yang-bagus-bagi-para-siswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 10:54:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Ranggawarsita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=394032</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ada ungkapan “belajarlah sejarah agar kita bisa benar”. Ya, sejarah menunjukkan sesuatu yang pernah terjadi, dan kita belajar dari peristiwa-peristiwa itu. Yang baik bisa kita lanjutkan, yang buruk kita tinggalkan. Cara belajar Sejarah bisa dilakukan dengan membaca buku, membaca artikel di internet, dan sudah banyak pula tayangan di youtube tentang kisah sejarah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/17/museum-ranggawarsita-pembelajaran-outing-class-yang-bagus-bagi-para-siswa">Museum Ranggawarsita, Pembelajaran Outing Class yang Bagus bagi Para Siswa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG </strong><strong>(</strong><strong><a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a></strong><strong>)</strong> – Ada ungkapan “belajarlah sejarah agar kita bisa benar”. Ya, sejarah menunjukkan sesuatu yang pernah terjadi, dan kita belajar dari peristiwa-peristiwa itu. Yang baik bisa kita lanjutkan, yang buruk kita tinggalkan.</p>
<p>Cara belajar Sejarah bisa dilakukan dengan membaca buku, membaca artikel di internet, dan sudah banyak pula tayangan di youtube tentang kisah sejarah. Kemudian, kita juga bisa Sejarah dengan mengunjungi situs-situs peninggalan masa lalu, termasuk di antaranya berkunjung  museum untuk bisa melihat dan belajar tentang masa lalu.</p>
<p>Di Semarang ada beberapa museum, di antaranya adalah Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah Ranggawarsita. Museum ini diresmikan pada tahun 1989 dan menyimpan koleksi berbagai macam peninggalan sejarah yang ada di Jawa Tengah.</p>
<p>Di lahan seluas kurang lebih 2 hektar, museum dibagi menjadi empat gedung pameran yang terdiri dari dua lantai dengan materi yang berbeda-beda setiap gedungnya. Gedung A untuk koleksi geologi dan geografi, Gedung B untuk peninggalan budaya dari Kerajaan Hindu Buddha, Gedung C untuk sejarah dalam perjuangan, dan Gedung D untuk kebudayaan-kebudayaan khas Jawa Tengah serta gedung-gedung lainnya untuk menunjang operasional museum.</p>
<p>Barang-barang yang ada di museum adalah 90% koleksi yang diambil dari Jawa Tengah dengan cara pengambilan langsung ke lokasi, replika, dan hibah yang memang diberikan untuk ditampilkan di museum.</p>
<figure id="attachment_394035" aria-describedby="caption-attachment-394035" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-394035 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/MUSEUM-BUDUR.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/MUSEUM-BUDUR.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/MUSEUM-BUDUR-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/MUSEUM-BUDUR-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-394035" class="wp-caption-text">Siswa-siswi SMP N 26 mengambil gambar koleksi yang ada di Museum Ranggawarsita. Foto: Willma Putri Andina</figcaption></figure>
<p>Untuk masuk ke Museum Ranggawarsita, kita cukup dengan membayar harga tiket Rp 4.000  anak-anak dan Rp 6.000 untuk dewasa. Pengunjung dapat menikmati fasilitas serta melihat koleksi-koleksi di museum yang buka setiap hari (kecuali hari libur keagamaan) pukul 08.00-15.00 ini.</p>
<p>Pada hari kerja biasa, biasanya museum ramai dengan kunjungan sekolah-sekolah seperti pada hari Rabu (17/1/2024) terdapat kunjungan dari siswa-siswi serta guru pendamping dari SMP N 26 Semarang yang mengunjungi museum dalam rangka penerapan kurikulum merdeka yaitu belajar di luar kelas.</p>
<p>Menurut penuturan Savin, salah satu murid kelas 7 SMP N 26 Semarang yang mengunjungi museum mengatakan bahwa koleksi di museum sudah lengkap. “Ya ada sejarah-sejarahnya dari peperangan sampai adat-adatnya ya museum ini udah bagus, lengkap,” ujar Savin.</p>
<p>Dia mengaku sudah tiga kali mengunjungi museum. Sementara, Sri Suyani guru SMP Negeri 26 Semarang, Museum Ranggawarsita sudah mengalami banyak kemajuan.</p>
<p>“Awalnya hanya pameran wayang namun sekarang sudah diperluas dan banyak koleksi yang bisa dilihat serta dilengkapi dengan audio visual yang dapat menunjang pembelajaran terutama untuk anak-anak sekolah,” kata dia.</p>
<p>Untuk <em>outing class</em>, kata Sri Suryani, untuk penunjang pembelajaran anak-anak itu bagus sangat bagus. “Untuk pemandu yang ada di museum agar ditingkatkan, tidak hanya menjelaskan secara umum saja,” ujarnya.</p>
<p><strong>Koleksi Emas</strong></p>
<p>Pengunjung Museum Ranggawarsita dapat melihat <em>masterpiece</em> yang hanya ada di museum yaitu koleksi emas yang digunakan pada zaman dahulu, arca-arca berbahan dasar logam, serta koleksi dari berbagai daerah di Jawa Tengah lainnya. Diharapkan pengunjung t8iidak hanya dari kalangan anaks ekolah saja, tetapimenjadi daya tarik pengunjung umum.</p>
<p>Tak hanya menawarkan koleksi yang dapat dilihat, tetapi Museum Ranggawarsita juga mengadakan berbagai macam kegiatan seperti belajar bersama museum, pameran bersama museum yang diikuti oleh seluruh museum di Indonesia.</p>
<figure id="attachment_394036" aria-describedby="caption-attachment-394036" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-394036 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/Museum-papan.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/Museum-papan.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/Museum-papan-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/Museum-papan-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-394036" class="wp-caption-text">Kunjungan oleh SMP N 26 Semarang dalam rangka outing class ke Museum Ranggawarsita. Foto: Willma Putri Andina</figcaption></figure>
<p>Juga sosialisasi museum ke daerah-daerah untuk memperkenalkan museum, dan lomba cerdas cermat yang tentunya dilaksanakan untuk menarik minat pengunjung terutama untuk generasi muda yang dinilai sudah jarang ke museum. Untuk memperkenalkan dunia kebudayaan untuk generasi muda, pihak museum juga mengadakan lomba desain animasi 3 dimensi dengan <em>target marketing</em> lomba yaitu untuk generasi muda. Seluruh kegiatan tersebut dapat dilihat di website <em>ranggawarsitamuseum.id</em> dan akun Instagram <em>@museumranggawarsita</em>.</p>
<p>Agung, staf urusan pelayanan permuseuman, menuturkan kegiatan tersebut juga sebagai salah satu usaha untuk mengubah <em>mindset</em> bahwa museum itu terkesan menyeramkan dan membosankan karena melalui adanya museum kita dapat melihat masa lalu dan peninggalan nenek moyang kita seperti apa.</p>
<p>“Berharap kita bersama menjaga dan melestarikan budaya yang kita punya dengan cara ya sering-sering lah berkunjung ke museum, sering-seringlah dolan ke museum, museum itu asik kok,” ujar Pak Agung.</p>
<p><strong>Willma Putri Andina</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/17/museum-ranggawarsita-pembelajaran-outing-class-yang-bagus-bagi-para-siswa">Museum Ranggawarsita, Pembelajaran Outing Class yang Bagus bagi Para Siswa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Situs Candi Lumbung Sengi, Peninggalan Sejarah Unik yang Belum Banyak Dikunjungi Wisatawan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/17/situs-candi-lumbung-sengi-peninggalan-sejarah-unik-yang-belum-banyak-dikunjungi-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 00:12:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Lumbung Sengi dipindah]]></category>
		<category><![CDATA[Mataram Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Candi Lumbung Sengi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=352696</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABUPATEN Magelang memang dikenal sebagai daerah yang memiliki peninggalan sejarah berupa candi sangat banyak. Banyak yang sudah dikenal, bahkan sampai ke aras dunia seperti Borobudur, dan Mendut. Selain itu, candi-candi lain banyak dijumpai di Magelang seperti Candi Pawon, masih di Kawasan Borobudur juga. Lalu ada Candi Ngawen di Muntilah, Candi Asu di kaki Merapi, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/17/situs-candi-lumbung-sengi-peninggalan-sejarah-unik-yang-belum-banyak-dikunjungi-wisatawan">Situs Candi Lumbung Sengi, Peninggalan Sejarah Unik yang Belum Banyak Dikunjungi Wisatawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABUPATEN </strong>Magelang memang dikenal sebagai daerah yang memiliki peninggalan sejarah berupa candi sangat banyak. Banyak yang sudah dikenal, bahkan sampai ke aras dunia seperti Borobudur, dan Mendut.</p>
<p>Selain itu, candi-candi lain banyak dijumpai di Magelang seperti Candi Pawon, masih di Kawasan Borobudur juga. Lalu ada Candi Ngawen di Muntilah, Candi Asu di kaki Merapi, dan lain-lain. Tetapi memang yang sudah sangat sering menjadi tujuan wisata pengunjung adalah Borbudur, Mendut, dan Pawon yang menjadi ampiran.</p>
<p>Adakah yang sudah mengenal nama situs Candi Lumbung Sengi? Ini termasuk candi yang unik, karena sempat berpindah tempat, bahkan tak Cuma sekali.</p>
<p>Candi Lumbung Sengi merupakan salah satu dari  puluhan peninggalan kebudayaan Hindu yang  tidak lekang oleh waktu, dan hingga saat ini masih  berdiri megah. Namun, keberadaan candi tersebut, memang tekesan jauh dari perhatian wisatawan yang  datang ke wilayah Kabupaten Magelang.</p>
<p>Bahkan, sangat jarang disinggahi pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Meskipun untuk menuju candi tersebut, sangat mudah dijangkau dengan kendaraan bermotor.</p>
<p><strong>Peninggalam Mataram Kuno</strong></p>
<p>Dinamakan Candi Lumbung Sengi, karena situs candi yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Wangsa Sanjaya (Mataram Hindu) tersebut berada di Desa Sengi, tepatnya di Dusun Candi Pos, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.</p>
<figure id="attachment_351525" aria-describedby="caption-attachment-351525" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-351525 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/Situs-Candi-Lumbung-Sengi.jpg" alt="Situs Candi Lumbung Sengi" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/Situs-Candi-Lumbung-Sengi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/Situs-Candi-Lumbung-Sengi-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/Situs-Candi-Lumbung-Sengi-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-351525" class="wp-caption-text">Mengawali proses pemindahan bangunan Situs Candi Lumbung Sengi, tim Balai Pelestarian KebudayaanWilayah X bersama warga menggelar kenduri dan doa selamatan di pelataran Candi Lumbung agar semua proses berjalan lancar. Foto: W. Cahyono</figcaption></figure>
<p>Seperti candi-candi Hindu lainnya, bentuk struktur Candi Lumbung Sengi tersebut  lebih ramping daripada bentuk dari candi peninggalan agama Buddha.</p>
<p>Candi peninggalan Mataram Kuno dari Dinasti Wangsa Sanjaya (Mataram Hindu) tersebut berada di lima kilometer ke arah selatan dari objek Wisata Ketep Pass, di Kecamatan Sawangan.</p>
<p>Sepintas bangunan candi yang mempunyai ketinggian sekitar 8,5 meter lebar 6,5 meter dan panjang 8,5 meter tersebut masih utuh. Tetapi, beberapa bagian sudah tidak lengkap. Seperti di bagian atapnya sebagian sudah tidak ada.</p>
<p>Bagian batur, yang berada di bawah kaki candi, terdiri atas tiga tingkatan tanpa hiasan. Sementara pada bagian kaki candi terdapat tangga untuk naik ke teras pertama dan tubuh candi.</p>
<p>Meskipun bagiannya tidak lagi, Candi Lumbung Sengi memiliki relief yang beragam dan indah. Yakni, di  sisi luar kaki candi terdapat ragam hias bunga teratai, yang menggambarkan kebahagiaan dan keberuntungan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/17/situs-candi-lumbung-sengi-peninggalan-sejarah-unik-yang-belum-banyak-dikunjungi-wisatawan">Situs Candi Lumbung Sengi, Peninggalan Sejarah Unik yang Belum Banyak Dikunjungi Wisatawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>