<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sawah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/sawah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 16:17:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>sawah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani Grobogan Tewas Tersengat Jebakan Listrik Buatan Sendiri di Sawah, Begini Kronologinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/07/petani-grobogan-tewas-tersengat-jebakan-listrik-buatan-sendiri-di-sawah-begini-kronologinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[jebakan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[ngaringan]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Tersengat listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558391</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang petani asal Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, meninggal dunia setelah tersengat jebakan listrik di area persawahan Desa Kalanglundo, Kamis (7/5/2026). Korban diduga tersengat jebakan listrik yang dipasang sendiri untuk menghalau hama tikus di sawahnya. Peristiwa petani Ngaringan meninggal dunia akibat tersengat jebakan listrik itu sontak menggegerkan warga sekitar. BACA JUGA : Kolaborasi Global: [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/07/petani-grobogan-tewas-tersengat-jebakan-listrik-buatan-sendiri-di-sawah-begini-kronologinya">Petani Grobogan Tewas Tersengat Jebakan Listrik Buatan Sendiri di Sawah, Begini Kronologinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Seorang petani asal Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, meninggal dunia setelah tersengat jebakan listrik di area persawahan Desa Kalanglundo, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Korban diduga tersengat jebakan listrik yang dipasang sendiri untuk menghalau hama tikus di sawahnya.</p>
<p>Peristiwa petani Ngaringan meninggal dunia akibat tersengat jebakan listrik itu sontak menggegerkan warga sekitar.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/kolaborasi-global-fh-unissula-dan-fuu-ukm-malaysia-jalin-kerja-sama-akademi">Kolaborasi Global: FH Unissula dan FUU UKM Malaysia Jalin Kerja Sama Akademi</a></strong></h6>
<p>Korban diketahui berinisial DS (66), warga Desa Kalanglundo, yang ditemukan dalam kondisi tengkurap di pinggir sawah miliknya.</p>
<p>Korban pertama kali dicari oleh keluarganya setelah sejak pagi tidak kunjung pulang ke rumah. Sang istri, Gemi, mulai merasa khawatir karena biasanya korban sudah kembali sebelum siang hari.</p>
<p>Gemi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian di area persawahan. Warga turut menyisir sejumlah titik sawah yang biasa dikerjakan korban.</p>
<p>Saat pencarian berlangsung, warga menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dekat area sawahnya. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan kepolisian.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Ngaringan bersama Tim Inafis Polres Grobogan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP.</p>
<p>Petugas kesehatan dari Puskesmas Ngaringan juga turut mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh korban.</p>
<h6><strong>Tersengat Arus Listrik</strong></h6>
<p>Dari hasil olah TKP, polisi menemukan adanya kawat kecil yang dialiri listrik di sekitar area sawah. Kawat tersebut dipasang menggunakan bambu penyangga sebagai media penghantar arus listrik.</p>
<p>Petugas juga menemukan titik lokasi korban terjatuh tidak jauh dari kawat jebakan tersebut. Dugaan sementara, korban tersengat arus listrik saat berada di area sawahnya sendiri.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/antusias-ikuti-latihan-menembak-senjata-ringan-ketua-dprd-grobogan-lusia-indah-artani-ungkapkan-pengalaman-seru-bersama-jajaran-forkopimda">Antusias Ikuti Latihan Menembak Senjata Ringan, Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani Ungkapkan Pengalaman yang Seru</a> </strong></h6>
<p>Polisi menyebut jebakan listrik itu dipasang korban untuk mengusir hama tikus yang selama ini merusak tanaman pertanian di wilayah tersebut.</p>
<p>Selain kawat beraliran listrik, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti itu antara lain power inverter merek Hanaya 1000 watt, aki rakitan, serta bambu penyangga kawat.</p>
<p>Pemeriksaan medis terhadap tubuh korban menunjukkan adanya sejumlah luka yang mengarah pada sengatan listrik. Petugas menemukan luka bakar pada bagian dada korban.</p>
<p>Selain itu, terdapat luka pada jari tangan korban yang diduga menjadi titik kontak pertama dengan aliran listrik. Kondisi tubuh korban juga memperlihatkan tanda kuat akibat tersengat arus listrik.</p>
<p>Petugas memastikan tidak menemukan adanya tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Polisi pun mengarah pada dugaan kecelakaan akibat jebakan listrik tersebut.</p>
<p>Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Ngaringan IPTU Andry Fajar menyampaikan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada kecelakaan akibat jebakan tikus beraliran listrik.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/himalika-ftik-usm-sosialisasi-ke-siswa-sma-dan-smk-di-kota-semarang">Himalika FTIK USM Sosialisasi ke Siswa SMA dan SMK di Kota Semarang</a></strong></h6>
<p>“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan unsur penganiayaan. Korban diduga meninggal akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus miliknya sendiri,” ujar IPTU Andry Fajar.</p>
<p>Pihak kepolisian kemudian melakukan pendataan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan.</p>
<p>Sementara itu, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Anak kandung korban, Ika Rohmah (40), mewakili keluarga dalam proses penanganan kepolisian.</p>
<p>Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut dituangkan melalui surat pernyataan resmi bermaterai.</p>
<p>Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, polisi menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>“Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuh Kapolsek Ngaringan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/07/melindungi-generasi-muda-menekan-tindak-kriminalitas">Melindungi Generasi Muda, Menekan Tindak Kriminalitas</a></strong></h6>
<p>Peristiwa itu menjadi perhatian warga setempat karena penggunaan jebakan tikus beraliran listrik masih ditemukan di sejumlah area persawahan Kabupaten Grobogan.</p>
<p>Kapolsek Ngaringan, Iptu Andry Fajar Irianto juga mengingatkan bahwa penggunaan aliran listrik untuk jebakan hama sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan pemilik maupun warga lain yang melintas di area sawah.</p>
<p>Kapolsek Ngaringan meminta masyarakat mencari cara lain yang lebih aman dalam mengendalikan hama tikus agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Grobogan.</p>
<p>Kasus petani Ngaringan meninggal dunia akibat tersengat jebakan listrik di sawah itu menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak lagi menggunakan aliran listrik untuk membasmi hama tikus. Polisi menilai metode tersebut sangat berisiko memicu korban jiwa.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan aliran listrik sebagai jebakan hama tikus karena hal tersebut sangat berbahaya dan berisiko menimbulkan korban jiwa, baik bagi pemilik maupun orang lain,” tegas IPTU Andry Fajar.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/07/petani-grobogan-tewas-tersengat-jebakan-listrik-buatan-sendiri-di-sawah-begini-kronologinya">Petani Grobogan Tewas Tersengat Jebakan Listrik Buatan Sendiri di Sawah, Begini Kronologinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terdampak Banjir, 10 Ribu Hektare Sawah di Jawa Tengah Gagal Panen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/12/terdampak-banjir-10-ribu-hektare-sawah-di-jawa-tengah-gagal-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 06:19:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[gagal panen]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=544217</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah mencatat sekitar 17,3 ribu hektare sawah di provinsi ini terdampak banjir dari hingga awal Februari 2025. Dari jumlah itu, lebih dari 10 ribu hektare di antaranya mengalami gagal panen menyusul kondisi banjir. Kepala Distanak Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, pendataan masih terus [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/12/terdampak-banjir-10-ribu-hektare-sawah-di-jawa-tengah-gagal-panen">Terdampak Banjir, 10 Ribu Hektare Sawah di Jawa Tengah Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">
<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah mencatat sekitar 17,3 ribu hektare sawah di provinsi ini terdampak banjir dari hingga awal Februari 2025.</p>
<p>Dari jumlah itu, lebih dari 10 ribu hektare di antaranya mengalami gagal panen menyusul kondisi banjir.</p>
<p>Kepala Distanak Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, pendataan masih terus berlangsung karena banjir di sejumlah daerah belum sepenuhnya surut.</p>
<p>“Kalau sementara ini data yang kita inventarisasi di beberapa kabupaten itu ada sekitar 17,3 ribu hektare yang terdampak. Dari jumlah itu, lebih dari 10 ribu hektare sudah kami identifikasi untuk pengajuan penggantian asuransi tanaman,” ujar Tavares, Selasa 10 Februari 2026.</p>
<p>Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kabupaten, mulai dari wilayah di Pantai Utara (Pantura) hingga bagian tengah Jawa Tengah. Anntara lain Kabupaten Pati, Brebes, Demak, Jepara, Kebumen, Grobogan, dan Purbalingga.</p>
<p>Tavares bilanh, daerah dengan dampak terparah berada di Pantura timur, khususnya Kabupaten Pati.</p>
<p>“Paling banyak itu Pantura sebelah timur, Pati. Terakhir tercatat sekitar 5.600 hektare sawah mengalami puso,” katanya.</p>
<p>Khusus di Kabupaten Pati, sawah terdampak banjir mencapai 6.726 hektare, dengan 5.764 hektare gagal panen.</p>
<p>Sementara di Kabupaten Jepara, banjir merendam 4.166 hektare sawah, menyebabkan 2.807 hektare puso. Di Kabupaten Kudus, sawah terdampak tercatat 2.110 hektare, dengan puso 1.282 hektare.</p>
<p>Wilayah lain yang terdampak antara lain Batang 469 hektare (139,5 ha puso), Pemalang 818,6 hektare (103 ha puso), Demak 758 hektare, Kendal 144 hektare, Pekalongan 575 hektare dengan puso 5,8 hektare, serta Grobogan 256 hektare.</p>
<p>Tavares megatakan, tidak seluruh sawah yang terendam otomatis masuk kategori puso. Verifikasi lapangan akan dilakukan sebelum mengajukan klaim asuransi atau bantuan penggantian tanaman.</p>
<p>“Yang kita ajukan itu yang sudah diidentifikasi lebih lanjut. Tidak semuanya langsung puso,” katanya.</p>
<p>Pemerintah provinsi menyiapkan mekanisme klaim asuransi dan bantuan penggantian tanaman untuk memastikan petani terdampak bisa segera menanam ulang setelah banjir surut. Pendataan akan terus diperbarui seiring kondisi di lapangan.</p>
<p>“Karena kondisinya masih berjalan, data ini juga akan terus bergerak. Kita pastikan petani yang lahannya gagal panen bisa mendapat bantuan,” kata Tavares. (*)</p>
<p><em><strong>Diaz A Abidin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/12/terdampak-banjir-10-ribu-hektare-sawah-di-jawa-tengah-gagal-panen">Terdampak Banjir, 10 Ribu Hektare Sawah di Jawa Tengah Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani di Bergas Lor Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sawah, Hadiah untuk Indonesia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/19/petani-di-bergas-lor-ini-kibarkan-bendera-merah-putih-di-tengah-sawah-hadiah-untuk-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 06:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Bergas Lor Kabupaten Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kibarkan]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=431610</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Seorang petani, Sidik Gunawan kibarkan bendera merah putih di tengah sawah Bergas Lor, Kabupaten Semarang pada moment Hari Kemerdekaan RI ke-79. Ia mengibarkan sang saka merah putih di tengah sawah, mencerminkan sebagai pejuang petani di desanya, sesuai komitmennya ingin mensejahterakan kaum petani di wilayahnya. Diketahui, Gunawan yang memiliki visi misi mensejahterakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/19/petani-di-bergas-lor-ini-kibarkan-bendera-merah-putih-di-tengah-sawah-hadiah-untuk-indonesia">Petani di Bergas Lor Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sawah, Hadiah untuk Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Seorang petani, Sidik Gunawan kibarkan bendera merah putih di tengah sawah Bergas Lor, Kabupaten Semarang pada moment Hari Kemerdekaan RI ke-79.</p>
<p>Ia mengibarkan sang saka merah putih di tengah sawah, mencerminkan sebagai pejuang petani di desanya, sesuai komitmennya ingin mensejahterakan kaum petani di wilayahnya.</p>
<p>Diketahui, Gunawan yang memiliki visi misi mensejahterakan para petani ini selalu berusaha memberikan semangat dan dukungan kepada petani yang menurutnya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dengan hanya mengandalkan sawahnya, para petani belum bisa mencukupi kebutuhan hidup dalam kesehariannya.</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="yABoMCoKezw"><iframe loading="lazy" title="KADO DARI PETANI UNTUK INDONESIA" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/yABoMCoKezw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Melansir dari YouTube Pari Corek Visual,<a href="https://youtu.be/yABoMCoKezw?si=E7j9HT-GLQglwoSB,"> </a>Gunawan yang memiliki hobi menggambar menggunakan media sawah ini mengisahkan, pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-79, yang seharusnya mereka (para petani) merayakan kemerdekaan (merdeka dengan hasil panennya), namun justru merasa tercampakkan.</p>
<p>Dirinya merasa, hingga saat ini tak ada yang memandang atau mempedulikan nasib petani. Menurutnya, nasib petani masih berada di bawah telapak kaki, dan berharap ada yang memberikan perhatian terutama dari pemerintah.</p>
<p>Malahan Gunawan sempat berfikir, haruskah dia terus memperjuangkan para petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang dinilai belum mampu mensejahterakan dirinya sendiri. Namun dengan melihat semangat anak-anak di desa tersebut, menggugah kembali semangat Gunawan untuk terus memperjuangkan petani di wilayahnya.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, dan generasi pun terus berlanjut hingga mewariskan pemahaman tentang pentingnya menanam. Gunawan juga menggambarkan jika dirinya terus memberikan semangat dan pengetahuan tentang menanam padi kepada cucunya agar kelak mampu menjadi generasi yang bisa mengubah nasib petani menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>&#8220;Menanam adalah seni merawat kehidupan. Saya sangat berharap generasi mendatang dengan semangat dan fisiknya yang kuat mampu menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mendorong kesejahteraan petani,&#8221; ujarnya kepada Suarabaru, Senin (19/8/2024).</p>
<p>Ia menaruh harapan besar kepada anak bangsa agar mampu meneruskan perjuangan petani yang sudah seharusnya merasakan kesejahteraan dalam kehidupannya.</p>
<p>Dibawah kibaran bendera yang membentang di tengah sawah, yang mungkin sudah tak dipedulikan oleh banyak khalayak, Gunawan mengajak masyarakat sekitar untuk bersemangat melakukan aktivitas menanam padi.</p>
<p>Begitulah yang dilakukan Gunawan yang juga seorang seniman di Bergas Lor, Kabupaten Semarang ini dalam moment Hari Kemerdekaan RI, sebagai hadiah untuk Indonesia. Ia bertekad terus memperjuangkan para petani hingga mereka benar-benar menjadi masyarakat yang merdeka sebagai seorang petani.</p>
<p>Gunawan juga pernah mengungkap, lahan pertanian merupakan sumber daya utama bagi petani dalam melakukan kegiatan pertanian. Namun di era modern sekarang ini semakin banyaknya pertumbuhan penduduk, lahan pertanian semakin banyak dialih fungsikan menjadi pemukiman, dimana lahan pertanian semakin berkurang.</p>
<p>Meski masih ada beberapa kalangan masyarakat terutama pemilik lahan persawahan yang masih produktif mempertahankan tanahnya untuk pertanian, dalam bercocok tanam para petani selalu dihadapkan pada masalah alam dan hama, sehingga menjadi kendala bagi petani dalam upaya ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/19/petani-di-bergas-lor-ini-kibarkan-bendera-merah-putih-di-tengah-sawah-hadiah-untuk-indonesia">Petani di Bergas Lor Ini Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sawah, Hadiah untuk Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejahterakan Petani dan Tarik Minat Wisatawan, Gunawan Bakal Gambar Kapolda Jateng Melalui Seni Pari Corek</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/20/sejahterakan-petani-dan-tarik-minat-wisatawan-gunawan-bakal-gambar-kapolda-jateng-melalui-seni-pari-corek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 14:04:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bergas Lor]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten semarang]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Minat wisatawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pari Corek]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Pari Corek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=426374</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sidik Gunawan, sosok petani di Bergas Lor, Kabupaten Semarang terus berkomitmen ingin mensejahterakan kaum petani di wilayahnya. Gunawan, sapaan akrabnya dalam kesehariannya selalu tampil sederhana, meski dia sebenarnya adalah pemilik usaha kafe yang cukup ternama, yakni Lodji Londo Coffee yang telah sukses dikelola oleh anak angkatnya. Bahkan Lodji Londo Coffee dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/20/sejahterakan-petani-dan-tarik-minat-wisatawan-gunawan-bakal-gambar-kapolda-jateng-melalui-seni-pari-corek">Sejahterakan Petani dan Tarik Minat Wisatawan, Gunawan Bakal Gambar Kapolda Jateng Melalui Seni Pari Corek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sidik Gunawan, sosok petani di Bergas Lor, Kabupaten Semarang terus berkomitmen ingin mensejahterakan kaum petani di wilayahnya.</p>
<p>Gunawan, sapaan akrabnya dalam kesehariannya selalu tampil sederhana, meski dia sebenarnya adalah pemilik usaha kafe yang cukup ternama, yakni Lodji Londo Coffee yang telah sukses dikelola oleh anak angkatnya.</p>
<p>Bahkan Lodji Londo Coffee dengan konsep bangunan Kastil Kerajaan Belanda yang berdiri megah di Jalan Kaprawiran No.98, Sidorejo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini dibangun sendiri oleh Gunawan dengan ketelatenannya.</p>
<p>Gunawan sendiri memiliki visi misi ingin mensejahterakan para petani yang menurutnya makin hari semakin terpuruk. Pasalnya dengan hanya mengandalkan sawah saja para petani tak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.</p>
<figure id="attachment_426376" aria-describedby="caption-attachment-426376" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-426376" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_20240720_204439-400x247.jpg" alt="" width="400" height="247" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_20240720_204439-400x247.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_20240720_204439-150x93.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG_20240720_204439.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-426376" class="wp-caption-text">Sidik Gunawan. Foto: Alex S (FI)</figcaption></figure>
<p>Gunawan mengungkapkan, lahan pertanian merupakan sumber daya utama bagi petani dalam melakukan kegiatan pertanian. Namun di era modern sekarang ini semakin banyaknya pertumbuhan penduduk, lahan pertanian semakin banyak dialih fungsikan menjadi pemukiman, dimana lahan pertanian semakin berkurang, salah satunya berada di Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.</p>
<p>Meski masih ada beberapa kalangan masyarakat terutama pemilik lahan persawahan yang masih produktif mempertahankan tanahnya untuk pertanian, dalam bercocok tanam para petani selalu dihadapkan pada masalah alam dan hama, sehingga menjadi kendala bagi petani dalam upaya ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi.</p>
<p>Dalam upaya mengatasi hal tersebut, melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis), Gunawan memiliki ide mengkombinasikan kegiatan bercocok tanam berarsitektur, terstruktur, yang mempunyai daya jual secara digital.</p>
<p>Melalui komunitas &#8220;Pari Corek” yakni menanam padi dengan sentuhan seni, kegiatan yang dilakukan oleh beberapa seniman dari Bergas Lor yang merupakan petani lokal ini mengkreasikan dua jenis padi yang ditanam dengan unsur skala, sehingga menghasilkan gambar yang dapat dilihat dengan drone.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/20/sejahterakan-petani-dan-tarik-minat-wisatawan-gunawan-bakal-gambar-kapolda-jateng-melalui-seni-pari-corek">Sejahterakan Petani dan Tarik Minat Wisatawan, Gunawan Bakal Gambar Kapolda Jateng Melalui Seni Pari Corek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir di Lumbung Padi, Cerita Petani Demak yang Gagal Panen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/17/banjir-di-lumbung-padi-cerita-petani-demak-yang-gagal-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2024 08:33:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Karangtengah]]></category>
		<category><![CDATA[Panen]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=404806</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Banjir melanda banyak wilayah di Kabupaten Demak beberapa terakhir, di mana menjadi kerugian tersendiri bagi para petani. Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Ahad 17 Maret 2024, hampir 4.000 hektar sawah milik petani terendam banjir. Para petani harus mengelus dada karena kemungkinan panen padi tidak maksimal bahkan harus gagal panen [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/17/banjir-di-lumbung-padi-cerita-petani-demak-yang-gagal-panen">Banjir di Lumbung Padi, Cerita Petani Demak yang Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Banjir melanda banyak wilayah di Kabupaten Demak beberapa terakhir, di mana menjadi kerugian tersendiri bagi para petani.</p>
<p>Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Ahad 17 Maret 2024, hampir 4.000 hektar sawah milik petani terendam banjir.</p>
<p>Para petani harus mengelus dada karena kemungkinan panen padi tidak maksimal bahkan harus gagal panen karena sawah terendam banjir.</p>
<p>Demak yang punya julukan sebagai lumbung padi sebetulnya sedang memasuki masa panen bulan ini.</p>
<p>Sebagian petani sudah memulai panen seperti di beberapa desa di Kecamatan Karangtengah, namun mayoritas belum panen.</p>
<p>Pantauan di lapangan di Desa Kendaldoyong Kecamatan Wonosalam dan Tembiring Kecamatan Demak, padi di sawah-sawah belum waktunya panen.</p>
<p>Mayoritas tanaman padi belum tua sepenuhnya, dan hanya menunggu saatnya panen.</p>
<p>Munawar salah satu petani harus merogoh kantong lebih untuk membayar buruh tani lagi. Padi di sawah harus dipocong atau menali katena ambruk terkena angin kencang.</p>
<p>&#8220;Sudah dipocong, tapi ini kebanjiran lebih dalam. Tidak tahu seperti apa nanti jadinya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ali, petani lainnya juga was-was dampak banjir akan membuat padi tenggelam sepenuhnya atau masih bisa diselamatkan.</p>
<p>Bila banjir cepat surut, dan debit air di areal persawahan berkurang maka padi yang hendak menunggu tua masih bisa diselamatkan setidaknya.</p>
<p>&#8220;Kalau banjir tahun lalu gagal (panen). Tidak tahu nanti,&#8221; kata dia.</p>
<p>Di desa-desa lain sebagian petani ada yang sudah panen meskipun gabah sudah tumbuh karena terendam banjir.</p>
<p>Adanya panas matahari tiga hari terakhir bisa membuat padi yang dipanen dijemur dengan kondisi apa adanya.</p>
<p><strong>Banjir di 88 Desa</strong></p>
<p>Lebih jauh banjir di Kabupaten Demak dalam catatan BPBD sudah merambah 88 desa di 10 Kecamatan.</p>
<p>Angka ini naik dua kali lipat dari hari sebelumnya yang menenggelamkan 44 desa dari 8 kecamatan.</p>
<p>Sebanyak 92.246 jiwa terdampak banjir dan hampir 13 ribu orang mengungsi hingga hari ini.</p>
<p>Angka itu diprediksi bisa terus bertambah mengingat kembali jebolnya tanggul sungai di Karanganyar Demak pagi hari tadi.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/17/banjir-di-lumbung-padi-cerita-petani-demak-yang-gagal-panen">Banjir di Lumbung Padi, Cerita Petani Demak yang Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Semarang Bikin Lukisan Ganjar-Mahfud dengan Media di Sawah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/27/seniman-semarang-bikin-lukisan-ganjar-mahfud-dengan-media-di-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 13:09:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan Ganjar-Mahfud]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=395947</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Melukis di atas kanvas sudah biasa, tapi kalau melukis di lahan persawahan dengan media padi itu baru luar biasa. Ya, seperti yang dilakukan sejumlah seniman dari komunitas Pari Curek, di Desa Bergas Lor, Kelurahan Bergas, Kabupaten Semarang. Komunitas yang dipunggawai seniman bernama Gunawan itu menanam padi membentuk wajah Ganjar Pranowo-Mahfud MD [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/27/seniman-semarang-bikin-lukisan-ganjar-mahfud-dengan-media-di-sawah">Seniman Semarang Bikin Lukisan Ganjar-Mahfud dengan Media di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Melukis di atas kanvas sudah biasa, tapi kalau melukis di lahan persawahan dengan media padi itu baru luar biasa. Ya, seperti yang dilakukan sejumlah seniman dari komunitas Pari Curek, di Desa Bergas Lor, Kelurahan Bergas, Kabupaten Semarang.</p>
<p>Komunitas yang dipunggawai seniman bernama Gunawan itu menanam padi membentuk wajah Ganjar Pranowo-Mahfud MD lengkap dengan simbol tiga jari di sepetak sawah.</p>
<p>Sekilas memang terlihat hanya tumbuhan padi hijau dengan variasi padi hitam. Namun jika dilihat dari atas, maka tampak jelas wajah calon presiden dan calon wakil presiden nomor tiga itu.</p>
<p>Ganjar Pranowo pun menyempatkan singgah dan melihat langsung karya Komunitas Pari Curek tersebut, Sabtu (27/1/2024). Itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi Ganjar terhadap karya seni dan seniman.</p>
<p>Gunawan mengatakan, ia bersama rekan seniman lainnya sudah dua kali menggambar wajah Ganjar dengan media padi di atas area persawahan.</p>
<p>“Ini yang kedua kalinya kita menggambar wajah Pak Ganjar. Jauh sebelumnya kita juga gambar Bung Karno,” ujarnya.</p>
<p>Karya itu dimaksudkan untuk rasa hormat kepada Ganjar, yang dinilai sebagai sosok yang mampu mengapresiasi seniman sekaligus karya-karyanya.</p>
<p>“Kenapa Pak Ganjar, karena beliau selalu mengapresiasi karya kami. Beliau peduli terhadap seniman dan karya. Ini bentuk kecintaan kami ke Pak Ganjar,” paparnya.</p>
<p>Gunawan berharap, kepedulian Ganjar bukan hanya terhadap karya seni, tapi juga dapat memajukan sektor pertanian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/27/seniman-semarang-bikin-lukisan-ganjar-mahfud-dengan-media-di-sawah">Seniman Semarang Bikin Lukisan Ganjar-Mahfud dengan Media di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 05:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[slawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=380835</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) – Kondisi kawasan hutan lindung di kaki Gunung Slamet kian mengkhawatirkan. Sebagian besar hutan tersebut rusak akibat perambahan untuk aktivitas pertanian. Gerakan penghijauan dengan penanaman pohon disertai penegakan hukum yang tegas diharapkan jadi solusi. Hal ini mengemuka saat berlangsung rapat koordinasi upaya penyelesaian penanganan hutan lindung pasca perambahan oleh masyarakat yang digelar di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak">Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID) –</strong> Kondisi kawasan hutan lindung di kaki Gunung Slamet kian mengkhawatirkan. Sebagian besar hutan tersebut rusak akibat perambahan untuk aktivitas pertanian. Gerakan penghijauan dengan penanaman pohon disertai penegakan hukum yang tegas diharapkan jadi solusi. Hal ini mengemuka saat berlangsung rapat koordinasi upaya penyelesaian penanganan hutan lindung pasca perambahan oleh masyarakat yang digelar di Ruang Rapat Bupati Tegal,  Rabu (01/11/2023).</p>
<p>Kerusakan kawasan hutan lindung berketinggian 1.900-2.200 meter di atas permukaan laut yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Tegal luasnya mencapai 48 hektare. Sedangkan di wilayah administrasi Kabupaten Brebes luasnya 106 hektare. Sebelumnya, penyerobotan lahan hutan oleh warga desa untuk ditanami kentang juga dilakukan di kawasan hutan produksi yang luasnya ratusan hektare. Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi.</p>
<p>Dari tampilan citra satelit tahun 2018, kerusakan hutan di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa sudah mencapai ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut atau sekitar 5,5 kilometer jaraknya dari puncak Gunung Slamet.</p>
<p>Bupati Tegal Umi Azizah mengaku prihatin melihat kondisi lahan kritis di kawasan hutan ini. Selain berpotensi mengakibatkan bencana banjir bandang seperti yang pernah terjadi di Pancuran 13 objek wisata Guci dan di Dukuh Kalipedes, Desa Sigedong beberapa waktu lalu, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat luas juga nyata adanya.</p>
<p>Ini tidak terlepas dari fungsi kawasan tersebut sebagai area tangkapan air air hujan sekaligus penyaring emisi gas karbon untuk meredam dampak pemanasan global. Saat ini, debit sejumlah mata air yang terdekat dengan kawasan permukiman warga Dukuh Sawangan mulai menurun, sehingga mereka pun mencari sumber mata air lainnya yang berbatasan dengan hutan lindung yang berjarak 6,5 kilometer dari permukiman warga.</p>
<p>“Debit mata air di Sawangan mulai berkurang. Sementara kebutuhannya terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Sehingga mereka harus mencari alternatif sumber mata air lain yang jaraknya 6,5 kilometer jauhnya dari permukiman,” kata Umi.</p>
<p>Jika situasi ini tidak segera ditanggulangi, fungsi ekologi hutan dapat terganggu, termasuk ancaman penurunan debit sejumlah mata air di wilayah Bumijawa selama ini dikelola pemerintah daerah melalui BUMD PT Tirta Utama Jawa Tengah untuk memasok kebutuhan air minum warga Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.</p>
<p>Di sini diperlukan sinergi peran seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan laju deforestasi dan memulihkan lahan hutan. Menurutnya akar permasalahan konflik warga desa dengan hutan harus segera ditanggulangi, baik melalui pendekatan jangka pendek, menengah, maupun panjang.</p>
<p>Umi mengatakan, tekanan warga terhadap hutan untuk perluasan lahan pertanian akan semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk desa. Sehingga peningkatan literasi pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini melalui pendekatan kurikulum sekolah. Tujuan jangka panjangnya adalah mencegah lahirnya generasi petani baru menyerobot lahan hutan karena tidak kebagian lahan untuk bertani.</p>
<p>“Kerusakan hutan adalah ancaman serius. Butuh sinergi peran seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan laju deforestasi ini dan memulihkan lahan hutan lindung maupun hutan produksi,” tandasnya.</p>
<p>Dirinya pun berharap, pemuda setempat mampu berperan menjadi katalisator bagi lingkungan sosialnya untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan. Menurutnya, ada peluang ekonomi dari kegiatan wisata pendakian ke Gunung Slamet melalui jalur Sawangan yang dapat dikelola pemuda setempat selain peluang ekonomi lainnya yang tidak merusak hutan.</p>
<p>Law enforcement oleh aparat kepolisian dan polisi hutan terhadap aksi penjarahan hutan menjadi aspek penting yang harus diterapkan. “Saya mendukung upaya penegakan hukum setelah pendekatan kepada pemeritah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dilakukan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Sohirin menuturkan penegakan hukum oleh aparat kepolisian sudah lebih dulu ditegaskan oleh Kapolres Brebes untuk penanganan kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Brebes. “Harapan kami, kita bisa sama-sama bergerak, baik yang di Brebes maupun Kabupaten Tegal,” lanjutnya.</p>
<p>Pada langkah awal ini, pihaknya bersama stakeholders telah melakukan penutupan lahan hutan dengan memasang patok batas dan banner larangan bercocok tanam di kawasan hutan lindung. Terhitung akhir November 2023 ini sudah tidak ada petani yang menanam sayuran di lahan hutan lindung. Dirinya pun meminta masyarakat aktif menyampaikan laporannya ke Polsek terdekat ataupun Perhutani jika masih menemukan pelanggaran.</p>
<p>Sedangkan untuk menekan risiko kegagalan penanaman pohon karena ulah warga yang tidak bertanggungjawab, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat desa.</p>
<p>Kegiatan penanaman pohon akan dilakukan pada areal lahan hutan lindung seluas 10 hektare di wilayah Kabupaten Tegal dan 20 hektare di Kabupaten Brebes. Pembiayaan kegiatan ini akan difasilitasi PT Tirta Utama Jawa Tengah, Perumda Air Minum Tirta Baribis Kabupaten Brebes, Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal dan Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal senilai Rp 120 juta.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak">Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Gembira, 450 Hektar Sawah di Kabupaten Tegal Terselamatkan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/30/petani-gembira-450-hektar-sawah-di-kabupaten-tegal-terselamatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2023 01:48:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[dear]]></category>
		<category><![CDATA[pengairan]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[slawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=363552</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211; Puluhan petani mengungkapkan kegembiraannya setelah mendengar langsung akan mendapatkan aliran air tambahan dari waduk Cacaban untuk 450 Hektar sawah yang mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. &#8220;Sudah ada kesepakatan penambahan air 1.000 liter per detik untuk pertanian selama dua minggu ke depan, sehingga petani tetap bisa panen. Area 450 Hektar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/30/petani-gembira-450-hektar-sawah-di-kabupaten-tegal-terselamatkan">Petani Gembira, 450 Hektar Sawah di Kabupaten Tegal Terselamatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><strong>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Puluhan petani mengungkapkan kegembiraannya setelah mendengar langsung akan mendapatkan aliran air tambahan dari waduk Cacaban untuk 450 Hektar sawah yang mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Sudah ada kesepakatan penambahan air 1.000 liter per detik untuk pertanian selama dua minggu ke depan, sehingga petani tetap bisa panen. Area 450 Hektar sawah Alhamdulilah terselamatkan,&#8221; ucap Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani di sela meninjau persawahan di Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Selasa (29/8/2023).</div>
<div></div>
<div>Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr Melihat secara keseluruhan manajemen pertanian di Kabupaten Tegal, hanya mengandalkan dari waduk-waduk yang ada. Sementara modifikasi pertanian sudah banyak. Kalau menunggu air dari waduk menurut DeAr masih konvensional.</div>
<div></div>
<div>Dinas Pertanian harusnya melalui mereka harus menambah ilmu. Bahwa Pertanian saat ini sudah ada kemajuan pesat. Harus banyak belajar dari wilayah lain.</div>
<div></div>
<div>Anggaran APBD di mana pun termasuk di Kabupaten Tegal jangan habis hanya untuk hibah, bansos. Hal itu perlu tapi skala prioritasnya harus ada di pertanian. Salah satunya dengan melakukan riset. &#8220;Bagaimana memanaj area pertanian kita ini supaya ketergantungan dengan air itu tidak menjadi selalu musibah atau sebab yang berkelanjutan,&#8221; ujar DeAr.</div>
<div></div>
<div>Selanjutnya petani juga harus diberi pemahaman, edukasi bahwa pertanian itu tidak selalu tanam padi. Terkait waduk-waduk yang ada menjadi program yang harus diperhatikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Bagaimana bisa menjaga lingkungan kita agar sumber daya air tidak berkurang. Salahsatunya stop penebangan hutan. Karena hutan bukan hanya melindungi untuk oksigen yang lebih baik, tapi didalamnya juga menjadi resapan,&#8221; terang DeAr.</div>
<div></div>
<div>Reboisasi, penghijauan harus dilakukan sebesar besarnya disemua wilayah Indonesia. &#8220;Jadi kita sulit air karena kelakuan kita sendiri. Hutan ditebangi, tambang segala macam ga direboisasi, tidak ada penghijauan kembali. Maka ini menjadi masalah,&#8221; ujar nya.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Masalah berkaitan semua. Pertanian tidak bisa berdiri sendiri. Ada sebab akibat didalamnya yang menyebabkan sumber air di bumi kita ini semakin menyusut, semakin berkurang,&#8221; ungkapnya.</div>
<div></div>
<div>Petugas Pengelola Debit Air Waduk Cacaban Kabupaten Tegal, Samad mengatakan kalau ada kebijakan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana air dikeluarkan 1.000 liter per detik selama dua minggu, maka nanti 70 persen tanaman pertanian bisa aman.</div>
<div></div>
<div>Kekeringan terjadi kata Samad baru tahun ini karena ada dampak dari badai El Nino. Sebelumnya, tidak ada badai El Nino ada air hujan selama satu bulan setengah. Jadi tidak ada kekurangan air.</div>
<div></div>
<div><strong>Sutrisno</strong></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/30/petani-gembira-450-hektar-sawah-di-kabupaten-tegal-terselamatkan">Petani Gembira, 450 Hektar Sawah di Kabupaten Tegal Terselamatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagi, Penemuan Mayat di Sawah Gegerkan Tegal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/05/lagi-penemuan-mayat-di-sawah-gegerkan-tegal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2022 07:37:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[mayat]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=236051</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211; Tegal kembali digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan mengapung di saluran irigasi di persawahan wilayah Desa Dukuhturi, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (4/3/2022). Mayat perempuan ditemukan pertama kali oleh warga setempat sekira pukul 07.00 WIB. Dengan posisi tertelungkup di saluran irigasi persawahan. Mengenakan tanktop lurik hitam putih dan celana panjang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/05/lagi-penemuan-mayat-di-sawah-gegerkan-tegal">Lagi, Penemuan Mayat di Sawah Gegerkan Tegal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Tegal kembali digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan mengapung di saluran irigasi di persawahan wilayah Desa Dukuhturi, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (4/3/2022).</p>
<p>Mayat perempuan ditemukan pertama kali oleh warga setempat sekira pukul 07.00 WIB. Dengan posisi tertelungkup di saluran irigasi persawahan. Mengenakan tanktop lurik hitam putih dan celana panjang berwarna ungu. Dengan rambut dikucir ke belakang dan alisnya tebal dan muka berdarah.</p>
<p>Kapolsek Dukuhturi, AKP Bambang Marsudiyanto mengatakan, mayat perempuan tersebut ditemukan oleh warga setempat pukul 06.00. &#8220;Itu tanah bengkok yang digarap Kepala Desa Dukuhturi, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal,&#8221; ungkap AKP Bambang.</p>
<p>Bambang mengatakan, mayat perempuan diperkirakan berusia 30 tahun identitas mayat tersebut belum diketahui. &#8220;Baru saja Tim Infasi Polres Tegal melakukan olah TKP. Identitasnya sementara belum diketahui. Jenis kelamin perempuan. Warga setempat tidak ada yang mengenali mayat tersebut,&#8221; kata AKP Bambang</p>
<p>Hingga saat ini belum ada laporan masuk terkait laporan orang hilang. Sementara untuk penyebab tewasnya, mayat tersebut masih dalam proses otopsi Polres Tegal.</p>
<p>&#8220;Untuk tanda-tanda kekerasan atau dugaan pembunuhan kami belum bisa menyampaikan. Nanti setelah tim identifikasi dan forensik melaksanakan pemeriksaan baru bisa menyampaikan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Perangkat Desa Dukuhturi, Hartoyo (43) mengatakan, mayat perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh petani yang hendak ke sawah. Ia mengatakan, warga setempat sempat mendengar keanehan sebelum ditemukannya mayat perempuan tersebut.</p>
<p>Warga mendengar suara keributan kendaraan motor keluar masuk ke area persawahan. &#8220;Warga sini sempat mendengar keributan sekira pukul 02.30 WIB. Suaranya dari area sawah,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/05/lagi-penemuan-mayat-di-sawah-gegerkan-tegal">Lagi, Penemuan Mayat di Sawah Gegerkan Tegal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Kudus Korban Banjir Segera Dapat Klaim Ganti Rugi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/13/petani-kudus-korban-banjir-segera-dapat-klaim-ganti-rugi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2021 01:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[ganti rugi]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=139660</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Petani di Kabupaten Kudus, yang lahan tanaman padinya tergenang banjir mengajukan klaim asuransi karena terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang memberikan jaminan atas lahan garapan petani ketika dilanda banjir atau serangan hama. &#8220;Tanaman padi petani yang tergenang banjir ketika terjadi tanggul jebol di Sungai Gelis beberapa waktu lalu, memang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/13/petani-kudus-korban-banjir-segera-dapat-klaim-ganti-rugi">Petani Kudus Korban Banjir Segera Dapat Klaim Ganti Rugi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Petani di Kabupaten Kudus, yang lahan tanaman padinya tergenang banjir mengajukan klaim asuransi karena terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang memberikan jaminan atas lahan garapan petani ketika dilanda banjir atau serangan hama.</p>
<p>&#8220;Tanaman padi petani yang tergenang banjir ketika terjadi tanggul jebol di Sungai Gelis beberapa waktu lalu, memang memberikan dampak atas tanamannya. Untuk itu, mereka mengajukan klaim asuransi,&#8221; kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Dewi Masitoh, Rabu (13/1).</p>
<p>Ia mencatat total lahan sawah yang tergenang banjir di dua kecamatan mencapai 176,15 hektare. Di antaranya di Kecamatan Kaliwungu seluas 165 hektare dan di Kecamatan Jati seluas 11,5 hektare.</p>
<p>Di Kecamatan Jati tercatat hanya di Desa Pasuruhan Lor 10 hektare dan Pasuruhan Kidul 1,5 hektare, sedangkan di Kecamatan Kaliwungu tersebar di enam desa, meliputi Desa Prambatan Lor, Blimbing Kidul, Setrokalangan, Garung Kidul, Kedungdowo, dan Banget.</p>
<p>Umur tanaman berkisar antara 10 hari hingga 80 hari dengan ketinggian genangan ketika banjir berkisar 30 sentimeter hingga 2 meteran.</p>
<p>Hanya saja, dari jumlah lahan yang tergenang banjir tersebut tidak semuanya mengikuti program AUTP karena yang terdaftar hanya 140 hektare.</p>
<p>Lahan tanaman padi yang masuk kategori puso dan mendapatkan ganti rugi, menunggu hasil verifikasi dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai operator program asuransi tersebut.</p>
<p>Bagi petani yang lahan tanaman padinya terdampak banjir dan puso, namun tidak ikut program AUTP akan diupayakan bantuan benih dengan mengusulkannya kepada Kementerian Pertanian.</p>
<p>Untuk potensi kerugiannya disesuaikan dengan usia tanaman, karena usia kurang dari 60 hari kerugian per hektarenya ditaksir mencapai Rp7,5 juta, sedangkan usia tanaman lebih dari 60 hari potensi kerugiannya bisa mencapai Rp15 juta.</p>
<p><strong>Ant-Tm</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/13/petani-kudus-korban-banjir-segera-dapat-klaim-ganti-rugi">Petani Kudus Korban Banjir Segera Dapat Klaim Ganti Rugi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>