<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SAMPAH Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/sampah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 08:59:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>SAMPAH Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polsek Gubug Peduli Sampah, Ratusan Kilogram Sampah Liar Diangkut dalam Aksi Kerja Bakti Hari Bhayangkara ke 80</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/19/polsek-gubug-peduli-sampah-ratusan-kilogram-sampah-liar-diangkut-dalam-aksi-kerja-bakti-hari-bhayangkara-ke-80</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 08:59:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Bhayangkara ke 80]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Gubug]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565242</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80, Polsek Gubug menggelar kegiatan Polsek Gubug Peduli Sampah melalui aksi kerja bakti. Aksi kerja bakti dilakukan dengan membersihkan tumpukan sampah liar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan, Pemerintah Desa Gubug, dan masyarakat setempat, Jumat (19/6/2026). Kegiatan kerja bakti yang menjadi bagian dari rangkaian Hari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/19/polsek-gubug-peduli-sampah-ratusan-kilogram-sampah-liar-diangkut-dalam-aksi-kerja-bakti-hari-bhayangkara-ke-80">Polsek Gubug Peduli Sampah, Ratusan Kilogram Sampah Liar Diangkut dalam Aksi Kerja Bakti Hari Bhayangkara ke 80</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80, Polsek Gubug menggelar kegiatan Polsek Gubug Peduli Sampah melalui aksi kerja bakti.</p>
<p>Aksi kerja bakti dilakukan dengan membersihkan tumpukan sampah liar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan, Pemerintah Desa Gubug, dan masyarakat setempat, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>Kegiatan kerja bakti yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke 80 tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/19/semarakkan-hut-bhayangkara-tim-voli-polwan-tanding-dengan-bhayangkari">Semarakkan HUT Bhayangkara, Tim Voli Polwan Tanding dengan Bhayangkari</a></strong></h6>
<p>Di samping itu, kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian alam melalui gerakan Polsek Gubug Peduli Sampah.</p>
<p>Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto, menginisiasi langsung kegiatan sosial tersebut sebagai upaya membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<h5><strong>Kolaboratif</strong></h5>
<p>Aksi bersih-bersih dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan petugas DLH Kabupaten Grobogan, perangkat Desa Gubug, serta warga yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan.</p>
<p>Petugas memusatkan kegiatan pada area yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar di tepi jalan.</p>
<p>Keberadaan sampah yang terus menumpuk dinilai mengganggu keindahan lingkungan dan menciptakan berbagai persoalan kesehatan bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah tersebut juga berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan.</p>
<p>Kondisi itu mendorong Polsek Gubug untuk mengambil langkah nyata melalui aksi sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/19/mohammad-saleh-dampingi-menteri-wihaji-pantau-progres-distribusi-mbg-3b-di-purworejo">Mohammad Saleh Dampingi Menteri Wihaji, Pantau Progres Distribusi MBG 3B di Purworejo</a></strong></h6>
<p>Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi semangat Polri Presisi yang hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, peran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman.</p>
<p>“Melihat banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di tepi jalan membuat hati kami tergerak untuk bersama-sama melakukan aksi nyata membersihkannya,” ujar Kapolsek.</p>
<p>AKP Anang Heriyanto juga menjelaskan, momentum Hari Bhayangkara ke 80 ini menjadi wujud pengabdian Polri kepada masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ujar Kapolsek.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Gubug turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan sampah yang berserakan di sejumlah titik.</p>
<p>Petugas juga membersihkan semak-semak yang berada di sekitar lokasi agar area tersebut kembali terlihat rapi dan bersih.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/19/sigma-week-fakultas-sains-dan-matematika-uksw-hadirkan-inovasi-kemanusiaan-pada-dies-natalis-ke-34">Sigma Week, Fakultas Sains dan Matematika UKSW Hadirkan Inovasi Kemanusiaan pada Dies Natalis Ke-34</a></strong></h6>
<p>Sementara itu, petugas DLH Kabupaten Grobogan mengerahkan armada pengangkut sampah guna mempercepat proses pembersihan.</p>
<p>Kerja sama antarlembaga tersebut membuat proses pengangkutan sampah berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.</p>
<p>Warga setempat turut berpartisipasi dengan semangat gotong royong selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>Kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh ketika seluruh elemen bergerak bersama.</p>
<p>Sinergi antara Polri, pemerintah desa, DLH, dan warga dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.</p>
<p>Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.</p>
<p>Karena itu, keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi kunci untuk menekan munculnya titik-titik pembuangan sampah liar.</p>
<p>Selain melakukan aksi pembersihan, Polsek Gubug juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>Petugas mengimbau warga agar membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.</p>
<p>Masyarakat juga diajak menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Kegiatan Polsek Gubug Peduli Sampah mendapat sambutan positif dari warga yang berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/18/transparan-dan-mudah-dinas-pendidikan-grobogan-terapkan-spmb-daring-di-6-sd-negeri">Transparan dan Mudah, Dinas Pendidikan Grobogan Terapkan SPMB Daring di 6 SD Negeri</a></strong></h6>
<p>Melalui momentum Hari Bhayangkara ke 80, Polsek Gubug menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.</p>
<p>Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi motor penggerak kepedulian lingkungan melalui berbagai kegiatan sosial dan kerja bakti yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Semangat Hari Bhayangkara ke 80 yang diwujudkan melalui Polsek Gubug Peduli Sampah dan kegiatan kerja bakti tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, serta bebas dari praktik pembuangan sampah liar di wilayah Kecamatan Gubug.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/19/polsek-gubug-peduli-sampah-ratusan-kilogram-sampah-liar-diangkut-dalam-aksi-kerja-bakti-hari-bhayangkara-ke-80">Polsek Gubug Peduli Sampah, Ratusan Kilogram Sampah Liar Diangkut dalam Aksi Kerja Bakti Hari Bhayangkara ke 80</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Batang Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/20/bupati-batang-dorong-desa-mandiri-kelola-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 17:50:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[desa-mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=560487</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang mendorong desa-desa memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat desa guna menciptakan lingkungan bersih sekaligus memperkuat kemandirian fiskal desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M Faiz Kurniawan, saat rapat koordinasi Bantuan Keuangan (BanKeu) kepada pemerintah desa di aula kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1952026). Faiz menegaskan, pengelolaan sampah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/20/bupati-batang-dorong-desa-mandiri-kelola-sampah">Bupati Batang Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang mendorong desa-desa memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat desa guna menciptakan lingkungan bersih sekaligus memperkuat kemandirian fiskal desa.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M Faiz Kurniawan, saat rapat koordinasi Bantuan Keuangan (BanKeu) kepada pemerintah desa di aula kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1952026).</p>
<p>Faiz menegaskan, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan kebersihan, tetapi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi desa melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).</p>
<p>“Ke depan desa-desa di Kabupaten Batang harus punya kemandirian pengelolaan sampah yang baik, sehingga tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat membangun kemandirian fiskal desa,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Faiz, sejumlah desa di Kabupaten Batang telah mulai membangun fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) salah satunya Desa Tersono. Model pengelolaan tersebut diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.</p>
<p>“Pemkab Batang juga tengah menyiapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di wilayah timur melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul. Beberapa kecamatan yang didorong mulai menerapkan manajemen pengelolaan sampah tingkat desa di antaranya Gringsing, Subah, Banyuputih, Tersono, dan Limpung,” terangnya.</p>
<p>Faiz juga menjelaskan, pengelolaan sampah desa nantinya diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan BUMDes.</p>
<p>“Dalam skema tersebut, desa dapat mengolah sampah yang memiliki nilai jual, sementara sampah residu yang tidak mampu dikelola desa akan diarahkan ke TPST Sentul,” ungkapnya.</p>
<p>Faiz juga mengenalkan konsep polluter pays atau pencemar membayar sebagai pendekatan baru dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Batang. Prinsip tersebut menekankan bahwa masyarakat yang menghasilkan sampah juga memiliki tanggung jawab pembiayaan pengelolaannya.</p>
<p>“Selama ini masih ada pola pikir bahwa setelah membayar retribusi, masyarakat bebas membuang sampah. Ke depan harus berubah. Yang menghasilkan sampah, maka ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaannya,” ujar dia.</p>
<p>Konsep tersebut dirancang mencontoh sistem pengelolaan sampah di Jepang dengan pendekatan pemilahan sejak dari rumah tangga. BUMDes nantinya akan menyediakan plastik khusus untuk sampah berdasarkan jenisnya, misalnya plastik putih untuk sampah anorganik seperti botol dan kemasan plastik yang masih memiliki nilai ekonomi, serta plastik hitam untuk sampah organik.</p>
<p>“Pengambilan sampah dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disepakati bersama, misalnya hari tertentu untuk sampah anorganik dan hari lainnya untuk sampah organik. Warga diwajibkan membeli plastik khusus tersebut melalui BUMDes, di mana harga pembelian sudah termasuk biaya pengangkutan sampah,” imbuhnya.</p>
<p>Menurut Bupati, skema tersebut dinilai lebih adil dibandingkan sistem retribusi tarif rata karena masyarakat membayar sesuai jumlah sampah yang dihasilkan.</p>
<p>“Kalau sistem tarif rata, orang yang buang sampah sedikit dan banyak bayar sama. Dengan sistem ini, warga yang menghasilkan sampah lebih banyak otomatis membayar lebih banyak, sehingga lebih proporsional,” tandasnya.</p>
<p>Melalui penguatan manajemen sampah tingkat desa, Pemkab Batang berharap tercipta lingkungan yang lebih bersih, budaya pengelolaan sampah yang tertib, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan desa melalui penguatan ekonomi berbasis BUMDes.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/20/bupati-batang-dorong-desa-mandiri-kelola-sampah">Bupati Batang Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Gondoharum Kudus Resah, Sampah Menumpuk Bertahun-tahun Tanpa Solusi Jelas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/11/warga-gondoharum-kudus-resah-sampah-menumpuk-bertahun-tahun-tanpa-solusi-jelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 02:42:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Gondoharum]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[PENGOLAHAN SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Tanjungrejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=553405</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Tumpukan sampah di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menuai keluhan warga. Gunungan sampah yang berada di ruas jalan utama Dukuh Jajar RW 3 hingga Tompe RW 1 itu semakin hari kian mengkhawatirkan karena terus bertambah dan menimbulkan bau menyengat. Berdasarkan pantauan warga, lokasi pembuangan tersebut menjadi titik akhir pembuangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/11/warga-gondoharum-kudus-resah-sampah-menumpuk-bertahun-tahun-tanpa-solusi-jelas">Warga Gondoharum Kudus Resah, Sampah Menumpuk Bertahun-tahun Tanpa Solusi Jelas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Tumpukan sampah di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menuai keluhan warga. Gunungan sampah yang berada di ruas jalan utama Dukuh Jajar RW 3 hingga Tompe RW 1 itu semakin hari kian mengkhawatirkan karena terus bertambah dan menimbulkan bau menyengat.</p>
<p>Berdasarkan pantauan warga, lokasi pembuangan tersebut menjadi titik akhir pembuangan sampah oleh petugas pemungut sampah desa. Akibatnya, volume sampah terus meningkat setiap hari tanpa penanganan yang memadai.</p>
<p>Amang, salah satu warga setempat, mengungkapkan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, persoalan sampah tersebut disebut telah terjadi selama lima tahun terakhir.</p>
<p>“Setiap hari bertambah dan baunya sangat mengganggu. Apalagi lokasinya dekat jalan utama,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah itu juga menimbulkan kekhawatiran baru. Lokasi pembuangan yang berada di tepi sungai berpotensi mencemari aliran air, terutama saat musim hujan tiba.</p>
<p>“Kalau hujan deras, sampah bisa terbawa masuk ke sungai. Ini sangat berbahaya bagi lingkungan,” tambahnya.</p>
<p>Diketahui, jarak lokasi penimbunan sampah hanya sekitar 100 meter dari permukiman warga. Warga pun berharap ada langkah cepat dari pemerintah desa maupun pihak terkait agar persoalan ini tidak semakin membesar di kemudian hari.</p>
<p><strong>Dana Desa Dipangkas</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Gondoharum, Kasmiran, mengakui persoalan sampah tersebut belum bisa tertangani secara optimal akibat keterbatasan anggaran. Ia menyebut, rencana pembangunan tempat pengolahan sampah sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu, namun terkendala pencairan dana desa.</p>
<p>“Sebetulnya tahun kemarin sudah dianggarkan untuk tempat pemilahan dan mesin insinerator, tapi dana desa tidak cair, sehingga masih dibuang seperti biasa,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, lokasi tersebut memang merupakan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Namun, karena warga tidak dikenakan retribusi sampah, pengelolaan menjadi terbatas.</p>
<p>“Kalau dibawa ke TPA terkendala biaya, karena harus bayar berdasarkan timbangan dan belum dianggarkan,” katanya.</p>
<p>Kasmiran juga mengungkapkan, pihak desa telah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Bahkan, lahan desa seluas sekitar 3.500 meter persegi sudah disiapkan untuk mendukung program tersebut.</p>
<p>“Tahun ini ada bantuan khusus sampah dari Pemkab Kudus sebesar Rp50 juta, tapi itu untuk pembelian kendaraan roda tiga, bukan pembangunan fasilitas,” imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, rencana pembentukan bank sampah juga belum bisa direalisasikan karena belum tersedia gudang untuk penyimpanan.</p>
<p>Pemerintah desa berharap ada dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kudus untuk pembangunan fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah. Dengan begitu, persoalan sampah yang selama ini dikeluhkan warga bisa segera teratasi.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/11/warga-gondoharum-kudus-resah-sampah-menumpuk-bertahun-tahun-tanpa-solusi-jelas">Warga Gondoharum Kudus Resah, Sampah Menumpuk Bertahun-tahun Tanpa Solusi Jelas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Darurat Sampah, Pemkab Batang Siapkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/26/darurat-sampah-pemkab-batang-siapkan-pengelolaan-sampah-dari-hulu-hingga-hilir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 00:34:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=546184</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah penanganan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Upaya ini dilakukan agar pengelolaan sampah di daerah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), tetapi juga membangun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/26/darurat-sampah-pemkab-batang-siapkan-pengelolaan-sampah-dari-hulu-hingga-hilir">Darurat Sampah, Pemkab Batang Siapkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah penanganan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Upaya ini dilakukan agar pengelolaan sampah di daerah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.</p>
<p>Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.</p>
<p>“Kita sudah memiliki TPS 3R yang berjalan dengan baik, seperti di Kalipucang dan Warungasem. Desa Pesaren juga sudah pernah berjalan, meskipun belum maksimal,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (25/2/2026).</p>
<p>Menurut dia, keberadaan TPS 3R merupakan bagian dari penanganan di hilir. Sementara itu, di sisi hulu, pemerintah daerah berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat serta memperkuat sistem manajemen pengelolaan sampah di tingkat desa.</p>
<p>“Pemkab Batang juga telah berdiskusi dengan para kepala desa untuk menyiapkan mekanisme pengelolaan, termasuk pengaturan tipping fee serta sistem pengambilan sampah yang lebih tertata,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu TPS 3R yang dinilai cukup maju dalam pengelolaannya berada di Kalipucang. Meski demikian, masih terdapat sisa sampah plastik sekitar 7,2 persen yang belum tertangani secara optimal.</p>
<p>“Ke depan, sisa sampah plastik tersebut direncanakan akan dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse-Derived Fuel (RDF), bahkan berpotensi diolah menjadi pupuk cair. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study), dengan target masuk tahap desain dan konstruksi pada tahun depan,” terangnya.</p>
<p>Selain itu, Pemkab Batang juga mempertimbangkan skema pengelolaan sampah yang diterapkan di Jepang, yakni melalui penjualan kantong plastik sampah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).</p>
<p>Dalam sistem tersebut, masyarakat membeli kantong sampah khusus yang kemudian diletakkan di depan rumah pada hari pengambilan yang telah ditentukan. Dengan skema tersebut, volume sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga dapat lebih terkontrol karena jumlah kantong yang digunakan berbeda-beda, menyesuaikan produksi sampah masing-masing,” ujar dia.</p>
<p>Pemkab Batang berharap, penguatan sistem dari hulu hingga hilir ini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/26/darurat-sampah-pemkab-batang-siapkan-pengelolaan-sampah-dari-hulu-hingga-hilir">Darurat Sampah, Pemkab Batang Siapkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Parah! Ada &#8216;TPS&#8217; Terpanjang di Demak Mengalir dari Sungai di Mranggen ke Onggorawe</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/10/parah-ada-tps-terpanjang-di-demak-mengalir-dari-sungai-di-mranggen-ke-onggorawe</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 07:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bulusari]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Mranggen]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[Sayung]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[TPS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543834</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;  Tumpukan bermacam jenis sampah membuat aliran air sungai terganggu di Jembatan perempatan Desa Bulusari, Kecanatan Sayung, Kabupaten Demak. Lokasi tepatnya di sungai sisi jalur alternatif Kecamatan Mranggen menuju Onggorawe, Kecamatan Sayung. Hal itu tampak dalam unggahan akun Instagram @demakhariini, Selasa, 10 Februari 2026. Tumpukan sampah menghambat aliran air, dan kerap meluber ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/10/parah-ada-tps-terpanjang-di-demak-mengalir-dari-sungai-di-mranggen-ke-onggorawe">Parah! Ada &#8216;TPS&#8217; Terpanjang di Demak Mengalir dari Sungai di Mranggen ke Onggorawe</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; </strong> Tumpukan bermacam jenis sampah membuat aliran air sungai terganggu di Jembatan perempatan Desa Bulusari, Kecanatan Sayung, Kabupaten Demak.</p>
<p>Lokasi tepatnya di sungai sisi jalur alternatif Kecamatan Mranggen menuju Onggorawe, Kecamatan Sayung.</p>
<p>Hal itu tampak dalam unggahan akun Instagram @demakhariini, Selasa, 10 Februari 2026. Tumpukan sampah menghambat aliran air, dan kerap meluber ke jalan.</p>
<p>Salah satu titik banjir yakni jalan di Desa Waru, yang terletak di Selatan Desa Bulusari. Hal itu kerap terjadi bila hujan deras, atau kiriman dari wilayah hulu.</p>
<p>Pantauan di lapangan, sungai sepanjang puluhan kilometer itu memang telah menjadi lokasi pembuangan sampah oleh masyarakat.</p>
<p>Dari sisi hulu, salah satu titiknya yakni di tepi Barat luar Pasar Mranggen. Di lokasi ini menjadi hal biasa membuang sampah, baik plastik, sisa sayur, dan lain sebagainya. Meskipun telah disediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di area pasar tersebut.</p>
<p>Minim TPS</p>
<p>Akan tetapi, permasalah utamanya yakni ketersediaan TPS yang minim di Kota Wali itu. Pada akhirnya, masyarakat membuang sampah di sungai atau membakarnya.</p>
<p>&#8220;Akses bak sampah dan TPS itu ada di daerah pusat dan sekitar kota. Di desa pinggiran itu sangat minim,&#8221; kata Ina, salah satu warga Demak.</p>
<p>Dia mengatakan, belum tentu satu desa menyediakan layanan TPS untuk masyarakat. Bilamana ada, juga belum tentu itu akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).</p>
<p>&#8220;Banyak juga yang dibakar di TPS,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Untuk masyarakat yang sadar pengelolaan sampah, mereka membayar iuran mandiri untuk jasa penjemputan sampah. Hal ini biasanya dilakukan warga yang tinggal di perumahan-perumahan.</p>
<p>Abi, warga Demak lainnya juga menyoroti pengelolaan layanan TPS untuk sampah yang minim di Demak.</p>
<p>Warga Kecamatan Karangtengah itu, bahkan harus jauh-jauh ke Desa Katonsari di dekat Polres Demak untuk menempatkan sampahnya.</p>
<p>&#8220;Sering juga saya mencangking sampah ke TPS di Kota Semarang sekalian berangkat kerja,&#8221; katanya.</p>
<p>Adapun, Nur, salah seorang yang tinggal di Kecamatan Mranggen, berharap agar pemerintah daerah mulai dari tingkat desa masing peduli dengan permasalahan layanan sampah di wilayah masing-masing.</p>
<p>&#8220;Kalau setiap desa ada TPS dan terintegrasi ke TPA, maka Demak akan bebas sampah. Masyarakat tinggal di edukasi dengan memberikan pilihan layanan pembuangan sampah yang dekat,&#8221; katanya. (*)</p>
<p><strong>DA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/10/parah-ada-tps-terpanjang-di-demak-mengalir-dari-sungai-di-mranggen-ke-onggorawe">Parah! Ada &#8216;TPS&#8217; Terpanjang di Demak Mengalir dari Sungai di Mranggen ke Onggorawe</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim PKM USM Lakukan Sosialisasi Hukum di Desa Manggarmas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/25/tim-pkm-usm-lakukan-sosialisasi-hukum-di-desa-manggarmas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 06:29:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Manggarmas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi hukum]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggung jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=541207</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), melakukan sosialisasi hukum dengan tema &#8216;Penguatan Pemahaman Warga Desa Manggarmas Tentang Tanggung Jawab Hukum Masyarakat dan Pemerintah Dalam Pengurangan Sampah&#8217;. Kegiatan itu dilakukan pada warga Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jumat (23/1/2026). Tim PKM USM terdiri dari Ketua Dr Wafda Vivid Izziyana SH MH, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/25/tim-pkm-usm-lakukan-sosialisasi-hukum-di-desa-manggarmas">Tim PKM USM Lakukan Sosialisasi Hukum di Desa Manggarmas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), melakukan sosialisasi hukum dengan tema &#8216;Penguatan Pemahaman Warga Desa Manggarmas Tentang Tanggung Jawab Hukum Masyarakat dan Pemerintah Dalam Pengurangan Sampah&#8217;.</p>
<p>Kegiatan itu dilakukan pada warga Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jumat (23/1/2026). Tim PKM USM terdiri dari Ketua Dr Wafda Vivid Izziyana SH MH, anggota Dr Endah Pujiastuti SH MH, Yudithya Dyah Sukmadewi SH MH, dan Dr Dedy Suwandi SH MH.</p>
<p>Dalam keterangannya Wafda menyebut, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat desa, mengenai peran serta tanggung jawab hukum. Baik yang melekat pada masyarakat maupun pemerintah, dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/23/prodi-magister-teknik-sipil-usm-akan-gelar-seminar-nasional-i">Prodi Magister Teknik Sipil USM Akan Gelar Seminar Nasional I</a></strong></p>
<figure id="attachment_541211" aria-describedby="caption-attachment-541211" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-541211 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-25-at-10.24.03.jpg" alt="" width="681" height="371" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-25-at-10.24.03.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-25-at-10.24.03-400x218.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-25-at-10.24.03-150x82.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-541211" class="wp-caption-text">Peserta sosialisasi hukum bersama para narasumber, melakukan foto bersama usai acara. Foto: dok/usm</figcaption></figure>
<p>Isu pengelolaan sampah dinilai semakin mendesak, seiring meningkatnya volume sampah rumah tangga, serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.</p>
<p>&#8221;Kami berharap, melalui kegiatan ini, khususnya generasi muda dan karang taruna, dapat menjadi agen perubahan, dalam menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggungjawab, serta mendorong terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,&#8221; katanya.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri 25 orang anggota Karang Taruna Desa Manggarmas. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Hal itu terbukti saat sesi diskusi, mereka menyampaikan permasalahan nyata yang dihadapi di lingkungan sekitar, sekaligus memperoleh pemahaman hukum yang aplikatif dan kontekstual.</p>
<p>&#8221;Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi generasi muda. Saya berterimakasih kepada tim PKM USM, yang telah memberikan pencerahan ilmu, sehingga menambah pemahaman generasi muda di Desa Manggarmas,&#8221; ujar Fani, salah satu peserta sosialisasi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/25/tim-pkm-usm-lakukan-sosialisasi-hukum-di-desa-manggarmas">Tim PKM USM Lakukan Sosialisasi Hukum di Desa Manggarmas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Giat 13 Unnes Fokus pada Isu Lingkungan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/23/mahasiswa-kkn-giat-13-unnes-fokus-pada-isu-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 01:37:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Kerja Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas negeri semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=503088</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDAL (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 13 Universitas Negeri Semarang (Unnes), di Desa Purworejo, Kabupaten Kendal, berupaya fokus pada isu lingkungan, terutama dalam pengelolaan limbah dan sampah. Program KKN itu diwujudkan melalui kegiatan &#8216;Sosialisasi Intensif Pengelolaan Bank Sampah&#8217;, yang dilaksanakan di Balai Desa Purworejo, belum lama ini. Kegiatan ini secara khusus, menyasar ibu-ibu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/23/mahasiswa-kkn-giat-13-unnes-fokus-pada-isu-lingkungan">Mahasiswa KKN Giat 13 Unnes Fokus pada Isu Lingkungan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDAL (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 13 Universitas Negeri Semarang (Unnes), di Desa Purworejo, Kabupaten Kendal, berupaya fokus pada isu lingkungan, terutama dalam pengelolaan limbah dan sampah.</p>
<p>Program KKN itu diwujudkan melalui kegiatan &#8216;Sosialisasi Intensif Pengelolaan Bank Sampah&#8217;, yang dilaksanakan di Balai Desa Purworejo, belum lama ini. Kegiatan ini secara khusus, menyasar ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sampah rumah tangga di desa itu.</p>
<p>Koordinator Mahasiswa KKN Giat 13 Unnes di Desa Purworejo, Arya menyatakan, program ini dirancang berdasarkan hasil observasi tim di lapangan. Menurutnya, masih ada kebutuhan untuk mengoptimalkan sistim pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, dan dapat bermanfaat di wilayah itu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/23/korban-pasar-kobong-bernasib-seperti-pesepeda-roda-satu">Korban Pasar Kobong, Bernasib Seperti Pesepeda Roda Satu</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami melihat, potensi besar itu ada di sini. Selama ini, sebagian besar sampah rumah tangga masih bercampur, dan berakhir di tempat pembuangan akhir,&#8221; kata Arya saat ditemui di lokasi kegiatan.</p>
<p>Melalui program bank sampah ini, pihaknya ingin mengenalkan paradigma baru, guna mengubah sampah yang tadinya menjadi masalah, kini berubah jadi sesuatu yang memiliki nilai jual dan seni.</p>
<p>Dalam sosialisasi itu, tim KKN Unnes memaparkan secara rinci konsep dan mekanisme kerja bank sampah. Para peserta dikenalkan cara pemilahan sampah yang benar, dimulai dari sumbernya, yakni dari dapur rumah tangga.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/23/pemeriksaan-kesehatan-dan-pengobatan-gratis-untuk-para-santri">Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis untuk Para Santri</a></strong></p>
<p>Sosialisasi ini dilakukan, dikarenakan banyaknya sampah yang dibuang secara sembarangan di embung dan pinggir jalan. Selain itu, program bank sampah di Desa Purworejo sudah berhenti sejak lama.</p>
<p>Karena itulah, dalam program KKN ini berencana untuk mengaktifkan kembali program bank sampah, dengan cara pengambilan sampah anorganik melalui door to door. Nantinya, sampah itu akan dipilah mulai dari botol dan sisa bungkus makanan.</p>
<p>&#8221;Dari sosialisasi bank sampah ini, diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sementara selama masa KKN. Tetapi juga berkembang menjadi gerakan berkelanjutan, yang memberi dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi warga,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/23/mengajak-tokoh-agama-ambil-bagian-dalam-pengawasan">Mengajak Tokoh Agama Ambil Bagian dalam Pengawasan</a></strong></p>
<p>Bersama perangkat desa, mahasiswa KKN berencana membentuk struktur organisasi pengelola bank sampah desa, yang terdiri dari koordinator, bagian penimbangan, pencatatan, dan pengelolaan hasil penjualan sampah.</p>
<p>&#8221;Dengan struktur ini, sistem bank sampah dapat berjalan secara transparan dan akuntabel, sehingga warga memiliki kepercayaan untuk berpartisipasi aktif,&#8221; lanjut Arya.</p>
<p>Program ini menjadi contoh penerapan nyata dari konsep eco living dan ekonomi sirkular, di pedesaan. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui inovasi yang solutif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/22/mengharumkan-sekolah-dan-wilayah-lewat-bahasa-daerah-ini-prestasi-gemilang-eunikhe-priscilla">Mengharumkan  Sekolah dan Wilayah Lewat Bahasa Daerah: Ini Prestasi Gemilang Eunikhe Priscilla</a></strong></p>
<p>Arya menjelaskan, sosialisasi ini merupakan langkah awal dari KKN Unnes untuk mengenalkan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa. Bahkan para mahasiswa ini berencana membuat taman yang disebut &#8216;Taman Indah&#8217;.</p>
<p>Taman ini nantinya akan dibuat dengan hiasan daur ulang sampah, mulai dari pot hiasan tanaman, dan juga bisa digunakan sebagai eco-brick.</p>
<p>Dalam program itu, mahasiswa KKN Unnes Giat 13 berencana membuat eco-brick yang bertuliskan &#8216;WL&#8217;, yang merupakan akronim Water Life, sebagai simbol ikonik dari Desa Purworejo, yaitu nama kolam renang di Desa Purworejo.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/23/mahasiswa-kkn-giat-13-unnes-fokus-pada-isu-lingkungan">Mahasiswa KKN Giat 13 Unnes Fokus pada Isu Lingkungan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Tersono Jadi Model Pengelolaan Sampah di Batang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/06/desa-tersono-batang-jadi-model-pengelolaan-sampah-di-batang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 16:55:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[tersono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=500082</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dan Bupati Batang M Faiz Kurniawan meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Sementara Terpadu (TPS TT) di Desa Tersono, Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, Senin (6/10/2025). Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan pentingnya kesiapan desa dalam mengelola sampah sejak dini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyampaikan, pengelolaan sampah ini sangat bagus dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/06/desa-tersono-batang-jadi-model-pengelolaan-sampah-di-batang">Desa Tersono Jadi Model Pengelolaan Sampah di Batang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dan Bupati Batang M Faiz Kurniawan meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Sementara Terpadu (TPS TT) di Desa Tersono, Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, Senin (6/10/2025).</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan pentingnya kesiapan desa dalam mengelola sampah sejak dini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyampaikan, pengelolaan sampah ini sangat bagus dan harus dicontoh desa-desa yang ada di Kabupaten Batang.</p>
<p>“Kalau pemilahan sudah dilakukan dari rumah, otomatis akan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kalau ini diterapkan desa-desa lain, beban kabupaten juga jauh berkurang,” jelasnya.</p>
<p>Lutfi menyebutkan, bahwa Pemprov bersama Kementerian PUPR telah menyiapkan anggaran pembangunan TPST Sentul di Kecamatan Gringsing. Alhamdulillah, kapasitasnya nanti 100 ton per hari. InsyaAllah akan segera dibangun.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, TPS TT Tersono saat ini sudah memiliki fasilitas pemilahan sampah berkapasitas 5 meter kubik per jam, pembakaran 1 ton per jam, hingga teknologi bahan bakar hidrogen.</p>
<p>“TPS ini melayani tujuh desa dan tiga pasar, di antaranya Desa Tersono, Tanjungsari, Rejosari, Arjowinangun, Pujud, serta Pasar Bawang, Limpung dan Tersono. Kebutuhan airnya hanya satu liter per jam. Ini langkah awal agar desa benar-benar mampu mengelola sampah di level masyarakat,” terangnya.</p>
<p>Faiz mengingatkan bahwa pada tahun 20272028 Kabupaten Batang akan memasuki boom period seiring beroperasinya puluhan pabrik baru di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) maupun Batang Industrial Park.</p>
<p>“Saat ini ada 32 pabrik di KITB dan 15 pabrik di Batang Industrial Park yang sedang dalam konstruksi. Semuanya akan beroperasi di 2027/2028.</p>
<p>Faiz menambahkan, jika pola yang diterapkan Desa Tersono dapat disinergikan dengan desa dan pasar di Limpung serta Bawang, beban TPA bisa dikurangi drastis. Bahkan, ke depan kita tidak perlu menambah TPA baru.</p>
<p>“Hal ini menjadikan Desa Tersono dapat menjadi role model pengelolaan sampah berbasis desa, yang dimulai dari rumah tangga, RT, RW, hingga kelurahan. Dengan konsep ini, mudah-mudahan Kabupaten Batang bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/06/desa-tersono-batang-jadi-model-pengelolaan-sampah-di-batang">Desa Tersono Jadi Model Pengelolaan Sampah di Batang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TP PKK Kota Pekalongan Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Cair</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/26/tp-pkk-kota-pekalongan-sulap-sampah-rumah-tangga-jadi-pupuk-cair</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 13:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[pkk]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=492775</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; TP PKK Kota Pekalongan melalui Pokja III bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan menggelar pelatihan pembuatan pupuk cair organik bagi para kader PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, berlangsung di gedung Diklat, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan limbah rumah tangga sekaligus mendukung upaya pengelolaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/26/tp-pkk-kota-pekalongan-sulap-sampah-rumah-tangga-jadi-pupuk-cair">TP PKK Kota Pekalongan Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Cair</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> TP PKK Kota Pekalongan melalui Pokja III bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan menggelar pelatihan pembuatan pupuk cair organik bagi para kader PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, berlangsung di gedung Diklat, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan limbah rumah tangga sekaligus mendukung upaya pengelolaan sampah di Kota Pekalongan.</p>
<p>Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi Pokja III, yakni mendorong pemanfaatan sampah rumah tangga agar tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat.</p>
<p>“Harapannya, sampah organik yang biasanya terbuang bisa diolah menjadi pupuk cair. Selain ramah lingkungan, pupuk ini juga dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan kualitas tanaman, bahkan lebih baik daripada pupuk kimia. Dengan begitu, sedikit demi sedikit kita bisa beralih ke pupuk organik tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan,” jelasnya.</p>
<p>Senada dengan itu, Kepala Dinperpa Kota Pekalongan yang juga menjadi Koordinator Pokja III TP PKK, Lili Sulistyawati menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pengelolaan sampah rumah tangga, mengingat Kota Pekalongan saat ini masih menghadapi masa darurat sampah.</p>
<p>“Sampah terbesar biasanya berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, ibu-ibu Pokja III kami latih agar dapat mengolah sisa bahan makanan atau limbah dapur menjadi pupuk cair yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanaman,” tandasnya.</p>
<p>Ia menyebutkan pelatihan diikuti oleh kader TP PKK dari 4 kecamatan dan 27 kelurahan se-Kota Pekalongan. Para peserta sebelumnya juga telah mendapatkan pelatihan budidaya ikan lele dalam ember dan penanaman tanaman pangan. Dengan adanya keterampilan baru membuat pupuk cair, diharapkan peserta bisa menularkan pengetahuan yang didapat kepada lingkungan sekitar untuk bisa lebih mandiri dalam menjaga keberlanjutan tanaman pangan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.</p>
<p>“Pupuk cair ini akan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman pangan yang ditanam oleh masyarakat. Jika tanaman tumbuh subur, hasil panen juga meningkat, dan hal ini tentu sangat membantu dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Pekalongan,” tukasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/26/tp-pkk-kota-pekalongan-sulap-sampah-rumah-tangga-jadi-pupuk-cair">TP PKK Kota Pekalongan Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Cair</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memprihatinkan! Sampah TPS Pasar Jangli Bikin Macet Jalan, Warga Minta Pemerintah Tindaklanjuti</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/15/memprihatinkan-sampah-tps-pasar-jangli-bikin-macet-jalan-warga-minta-pemerintah-tindaklanjuti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2025 05:32:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bikin Macet Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[TPS Pasar Jangli Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Minta Pemerintah Tindaklanjuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=479217</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Ketua Paguyuban Jangli Bersatu, Agung Sasminto menyatakan keprihatinannya atas membludaknya sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Jangli, Kota Semarang. Pasalnya, sampah yang berada di TPS tersebut membludak hingga ke tengah jalan, dan menyebabkan kemacetan di jalan tersebut. Bukan hanya membuat macet jalanan saja, namun bau yang tak sedap ini sangat menggangu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/15/memprihatinkan-sampah-tps-pasar-jangli-bikin-macet-jalan-warga-minta-pemerintah-tindaklanjuti">Memprihatinkan! Sampah TPS Pasar Jangli Bikin Macet Jalan, Warga Minta Pemerintah Tindaklanjuti</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG<strong> (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Ketua Paguyuban Jangli Bersatu, Agung Sasminto menyatakan keprihatinannya atas membludaknya sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Jangli, Kota Semarang.</p>
<p>Pasalnya, sampah yang berada di TPS tersebut membludak hingga ke tengah jalan, dan menyebabkan kemacetan di jalan tersebut.</p>
<p>Bukan hanya membuat macet jalanan saja, namun bau yang tak sedap ini sangat menggangu warga masyarakat dan pedagang sekitar yang berada di lingkungan Jangli Raya tersebut.</p>
<p>&#8220;Sampah dari beberapa wilayah di luar Karanganyar Gunung menumpuk di TPS Pasar Jangli. Warga sudah mengeluhkan bau sampah sejak lama. Apalagi di musim hujan, air sampah mengalir ke halaman rumah yang berada di bawah TPS Pasar Jangli,&#8221; kata Agung di sela-sela kegiatan Resik-Resik Pasar Jangli dan Rintisan Desa Wisata (RDW) Kelurahan Karanganyar Gunung, Kota Semarang, Minggu (15/6/2025).</p>
<p>Diketahui, sejak Minggu pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB digelar kegiatan resik resik Pasar Jangli yang melibatkan Linmas, Polsek, Koramil, Batalyon Arhanud dan warga sekitar.</p>
<p>Kegiatan resik-resik ini untuk membersihan lingkungan pasar yang setiap harinya bermasalah dengan adanya sampah di TPS Pasar Jangli yang sangat menggangu warga dan pengguna jalan. Diharapkan pejabat terkait bisa melihat langsung situasi TPS Pasar Jangli saat ini.</p>
<p>Agus Andi Wibowo, ketua kegiatan resik resik Pasar Jangli sekaligus sekretaris RW.06 di wilayah setempat menyebut, sampah yang menggunung dan bau tak sedap menjadi pemandangan setiap pagi.</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi seperti ini tiap pagi, risiko buat pengguna jalan sangat tinggi. Potensi terjadi kecelakaan warga yang membuang sampah, dan motor ataupun mobil yang berlalu lalang bisa setiap saat terjadi karena luberan sampah yang sudah tidak tercover TPS ini,&#8221; ungkap Andi.</p>
<p>Menurut Ketua LPMK, Wahyu Puji Widodo, pihaknya sudah pernah menyampaikan hal tersebut ke pihak kecamatan, kelurahan serta DLH Kota Semarang, bahwa sudah saatnya menangani sampah dengan rekayasa tehnologi, sebagaimana telah dilaksanakan pertemuan di kecamatan bersama pihak DLH dan instansi terkait. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Sudah waktunya TPS Pasar Jangli dipindah, tidak di lokasi sekarang. Walikota perlu melihat langsung situasi saat ini agar segera mengambil sikap tegas, bagaimana solusinya,&#8221; tandas Marno, Ketua BKM Karang Asri Kelurahan Karanganyar Gunung.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/15/memprihatinkan-sampah-tps-pasar-jangli-bikin-macet-jalan-warga-minta-pemerintah-tindaklanjuti">Memprihatinkan! Sampah TPS Pasar Jangli Bikin Macet Jalan, Warga Minta Pemerintah Tindaklanjuti</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>