<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Romelu Lukaku Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/romelu-lukaku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Aug 2024 06:56:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Romelu Lukaku Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inflasi Pemain Chelsea, Potensi Muram Ruang Ganti?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/24/inflasi-pemain-chelsea-potensi-muram-ruang-ganti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 10:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Armando Baja.]]></category>
		<category><![CDATA[Christopher Nkunku]]></category>
		<category><![CDATA[Cole Palmer]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Gulu]]></category>
		<category><![CDATA[Mykhailo Mudryk]]></category>
		<category><![CDATA[Nicolas Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[Noni Madueke]]></category>
		<category><![CDATA[Raheem Sterling]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=432400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sebanyak apakah arti kemewahan/ yang didambakan pelatih/ : stok yang berlebih/ atau yang cukup menjamin rotasi/ untuk sebuah variasi/ dan kemantapan skema&#8230;// (Sajak &#8220;Keberlimpahan Pemain&#8221;, Agustus 2024) KEMUDAHAN dalam rotasi pemain akan dinikmati pelatih sebagai &#8220;kemewahan&#8221; untuk menyiapkan fleksibilitas skema taktik. Intinya, tidak mengalami kesulitan untuk mengotak-atik permutasi pemain dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/24/inflasi-pemain-chelsea-potensi-muram-ruang-ganti">Inflasi Pemain Chelsea, Potensi Muram Ruang Ganti?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-432401 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sebanyak apakah arti kemewahan/ yang didambakan pelatih/ : stok yang berlebih/ atau yang cukup menjamin rotasi/ untuk sebuah variasi/ dan kemantapan skema&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Keberlimpahan Pemain&#8221;, Agustus 2024)</strong></p>
<p><strong>KEMUDAHAN</strong> dalam rotasi pemain akan dinikmati pelatih sebagai &#8220;kemewahan&#8221; untuk menyiapkan fleksibilitas skema taktik. Intinya, tidak mengalami kesulitan untuk mengotak-atik permutasi pemain dalam taktik tertentu yang dia rancang, karena keberlimpahan stok.</p>
<p>Namun &#8220;ketersediaan&#8221; tentu berbeda aksen dengan &#8220;keberlimpahan&#8221;, kalau pemahamannya adalah &#8220;keberlebihan&#8221;. Bisa jadi, stok berlebih akan menciptakan kondisi antrean panjang dan hilangnya kesempatan banyak pemain untuk mendapatkan menit bermain.</p>
<p>Prinsip &#8220;don&#8217;t change the winning team&#8221; bisa menjebak pelatih pada pilihan status quo, tidak berani asal mengganti materi mapan untuk posisi-posisi tertentu. Atau, yang diidamkan pelatih adalah kedalaman skuad, sehingga tidak kesulitan untuk melakukan rotasi pemain sewaktu-waktu dibutuhkan.</p>
<p>Seperti Chelsea, misalnya. Yang dihadapi bukan soal kedalaman skuad. Kini klub London Barat itu menciptakan potensi &#8220;inflasi pemain&#8221; ketika tidak mampu membendung hasrat mengumpulkan para bintang incaran dalam proyek rekrutmennya.</p>
<p>Pada satu sisi memang akan memberi kemudahan bagi pelatih, namun pada sisi lain bisa menjadi kondisi yang membuat muram ruang ganti. Pelatih dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dan dilematis karena akan banyak pertimbangan memilih yang mana.</p>
<p>Frank Lampard, legenda Chelsea yang pernah menjadi manajer pada 2019-2021 dan 2023, mengingatkan soal risiko keberlimpahan pemain ini.</p>
<p>&#8220;Ketika saya di sana, saya bisa melihat semangat tim dan kebersamaan tidak ada,&#8221; ucapnya.</p>
<p><strong>Sepuluh Penyerang</strong><br />
Pelatih Enzo Maresca kini punya sedikitnya 10 pemain depan dari maksimal 25 pemain yang bisa diregistrasi di Liga Primer. Yang terbaru, dia mendapatkan Pedro Neto dari Wolverhampton Wanderers, padahal Chelsea sudah memiliki sembilan penyerang lain.</p>
<p>Dari Raheem Sterling, Cole Palmer, Christopher Nkunku, Nicolas Jackson, Noni Madueke, Mykhailo Mudryk, Marc Gulu; juga Romelu Lukaku dan Armando Baja.</p>
<p>Toh di tengah jumlah melimpah itu, The Blues masih juga berharap bisa menukar guling Lukaku dengan striker Victor Osimhen yang dalam tiga musim ini menjadi andalan gol FC Napoli di Liga Seri A. Osimhen, yang juga diincar beberapa klub besar, menjadi buruan utama Chelsea.</p>
<p>Stok berlebih Maresca juga terlihat di sektor penjaga gawang. Baru saja mereka meresmikan kepindahan kiper 22 tahun, Filip Jorgensen dari Real Villareal, justru ketika masa peminjaman Kepa Arrizabalaga ke Real Madrid sudah selesai.</p>
<p>Madrid memilih tidak mempermanenkan Kepa, dan kini portiere Spanyol itu harus bersaing dengan kiper-kiper lain seperti Robert Sanchez, Djorge Petrovic, Marcus Bettinelli, Eddie Beach, Gabriel Slonina, dan Luca Bergstrom.</p>
<p>Dalam praktik, dengan performa stabil, kiper tidak akan mudah digeser dari satu laga ke laga yang lain. Jika nanti mampu membuktikan konsistensi, bukan tidak mungkin Enzo Maresca akan menomorsatukan Jorgensen; dan itu berarti delapan kiper lainnya tidak akan mendapat menit bermain.</p>
<p><strong>Stok Percuma</strong><br />
Enzo Maresca pasti memiliki skema andalan, dengan starting eleven yang telah dia kalkulasi, juga substitusi yang disiapkan. Artinya, sekian banyak pemain bakal dicadangkan, dan bisa diperkirakan banyak pemain yang sama sekali tidak mendapat kesempatan.</p>
<p>Kondisi ini berpotensi menyebabkan disharmoni di klub, karena daftar antrean yang terbuang dan bisa jadi tidak mendapat kesempatan pada sepanjang musim.</p>
<p>Hal inilah yang sejak awal diingatkan oleh Frank Lampard. Ada potensi negatif yang bisa muncul dari &#8220;inflasi materi&#8221; seperti ini.</p>
<p>Industri kompetisi bisa menciptakan kondisi-kondisi demikian. Ini adalah konsekuensi pilihan sikap dan kalkulasi manajerial. Padahal mobilitas transaksi jual-beli pemain, bagaimanapun akan bergantung pada performa pemain yang ditentukan oleh sejauh mana jam terbangnya di laga-laga kompetisi.</p>
<p>Secara manajerial, sebagai &#8220;perusahaan&#8221;, sebuah klub seperti Chelsea juga akan menghitung untung-rugi transaksi transfer masuk dan keluar pemainnya. Bukan sekadar atas pertimbangan taktik tim, namun juga dengan kalkulasi keseimbangan kas perusahaan.</p>
<p>Nyatanya, di samping belanja yang berlebih, Chelsea juga menawarkan delapan pemain ke bursa transfer. Antara lain Sterling dan Lukaku, yang dulu dibeli dengan harga tinggi, kini siap dilego di pasar transfer.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/24/inflasi-pemain-chelsea-potensi-muram-ruang-ganti">Inflasi Pemain Chelsea, Potensi Muram Ruang Ganti?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lalu Lintas Transfer, dalam Impian dan Ungkapan Kesetiaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/29/lalu-lintas-transfer-dalam-impian-dan-ungkapan-kesetiaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 10:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Carles Puyol]]></category>
		<category><![CDATA[Francesco Totti]]></category>
		<category><![CDATA[Franco Baresi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klinsmann]]></category>
		<category><![CDATA[Luis Figo]]></category>
		<category><![CDATA[Paolo Maldini]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Luiz Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=355528</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak semudah itu memilih/ tak semudah pula memastikan/ saat mempertimbangkan harapan/ saat terusik kesetiaan/ tak salah pula bukan ketika ia punya impian dan ambisi?// (Sajak “Nurani Transfer”, 2023) HARAPAN, kesetiaan, dan ambisi. Tiga kata ini menjadi nilai-nilai yang mengapung di tengah lalu lintas kepindahan pemain dari satu klub ke klub [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/29/lalu-lintas-transfer-dalam-impian-dan-ungkapan-kesetiaan">Lalu Lintas Transfer, dalam Impian dan Ungkapan Kesetiaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-355701 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak semudah itu memilih/ tak semudah pula memastikan/ saat mempertimbangkan harapan/ saat terusik kesetiaan/ tak salah pula bukan ketika ia punya impian dan ambisi?//</em><br />
<strong>(Sajak “Nurani Transfer”, 2023)</strong></p>
<p><strong>HARAPAN</strong>, kesetiaan, dan ambisi.</p>
<p>Tiga kata ini menjadi nilai-nilai yang mengapung di tengah lalu lintas kepindahan pemain dari satu klub ke klub lainnya.</p>
<p>Tetap ada nurani di balik profesionalitas industri sepak bola yang sekapitalis apa pun.</p>
<p>Bermain di entitas klub yang memiliki “status” lebih baik &#8212; dalam tradisi juara dan kesejahteraan &#8212; , bukankah itu impian setiap pemain manapun?</p>
<p>Masa depan, kesejahteraan, “harga”, dan kemonceran adalah struktur <em>mindset</em> dalam impian perjalanan karier pemain profesional.</p>
<p>Kesetiaan, bukankah itu pancaran nilai nurani? Mobilitas kepindahan, peluang hijrah, dan keniscayaan berganti <em>jersey</em> punya pernak-pernik warna di tengah keriuhan industri kompetisi.</p>
<p>Memastikan masa depan tak jarang menimbulkan kegamangan. Akankah bertahan di klub lama, dengan risiko stagnasi mimpi? Memilih klub baru untuk harapan meraih trofi? Mengejar gaji yang lebih menjanjikan, atau apa lagi?</p>
<p>Terkadang, pemain yang telah menjadi bendera klub dianggap tidak punya loyalitas ketika memutuskan pindah klub. Ada contoh ikon langka yang hingga pensiun tak pernah berpaling, seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, Carles Puyol, Francesco Totti, atau Xavi Hernandez.</p>
<p>Sepak bola juga mencatat sejumlah “kutu loncat”. Roberto Baggio, Juergen Klinsmann, Ronaldo Luiz Nazario, Luis Figo, Zlatan Ibrahimovic, hingga Cristiano Ronaldo, Romelu Lukaku, dan banyak lagi lainnya.</p>
<p>Di balik itu, tak sedikit yang menjadi sasaran <em>bully,</em> karena menimpakan kegagalan beradaptasi akibat ketidakcocokan ekosistem; lalu merasa menemukan “rumah yang nyaman” di klub barunya. Antonio Cassano, Mario Balotelli, dan Romelu Lukaku adalah contoh pemain jenis ini. Kini munucul Joao Felix, pemain Atletico Madrid yang tiba-tiba menyatakan impian bermain untuk Barcelona.</p>
<p>Sulit untuk memastikan, apakah ketidakmaksimalan performa di sebuah klub benar-benar karena “tidak cocok” dengan atmosfer ekosistem &#8212; terkait taktik bermain atau relasi personal &#8211;, atau lantaran mereka memang tipikal “pemain yang sulit beradaptasi”?</p>
<p>Ada pula kategori yang “layak dikasihani”. Dia ingin bertahan, namun pihak klub sudah tidak menghendaki, seperti kasus aktual dua pemain Manchester United, David de Gea dan Harry Maguire.</p>
<p><strong>Konsiderans Manusiawi</strong><br />
Musim 2023-2024 ini, lalu lintas transfer pemain mengetengahkan kompleksitas elemen-elemen rasa dan hati di balik industri kompetisi.</p>
<p>Keputusan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Karim Benzema, N’Golo Kante, Harry Kane, Riyad Mahrez, Declan Rice, Kai Havertz, Ilkay Guendogan, atau Andre Onana adalah sebagian dari contoh para bintang yang punya konsiderans pindah “rumah”.</p>
<p>Ingin hijrah ke klub yang berstatus lebih baik dengan berharap trofi? Harry Kane, dari Tottenham Hotspur ke Bayern Muenchen contohnya.</p>
<p>Untuk menjadi kunci perubahan performa klub, seperti kepindahan Declan Rice dari West Ham atau Kai Havertz dari Chelsea ke Arsenal. Lalu, atas nama kenyamanan di pengujung karier, simaklah lika-liku hijrah Lionel Messi dari Paris St Germain ke Inter Miami.</p>
<p>Berbeda dari transfer Ronaldo ke Al Nassr di Liga Arab Saudi. CR7 memilih liga yang tidak terlalu kompetitif, dengan bayaran selangit. Elemen lompatan gaji, yang jauh lebih tinggi ditawarkan kepada Messi dari Al Hilal, tidak menggoyahkan La Pulga, yang lebih memilih berlabuh di Liga Amerika Utara.</p>
<p>Sedangkan Benzema, Riyad Mahrez, atau N’Golo Kante, juga kemungkinan Sadio Mane, menerima pinangan klub-klub Saudi antara lain atas pertimbangan gaji sekaligus kenyamanan hidup.</p>
<p><strong>Kasus Mbappe</strong><br />
“Pangeran” PSG, Kylian Mbappe, menjadi sorotan khusus. Santer diisukan pindah ke Real Madrid, dia dinilai kurang menghargai manajemen PSG, sehingga menimbulkan kontraksi relasi.</p>
<p>Dia memang “raja” di Parc des Princes, tetapi ketika PSG belum mentas meraih trofi Eropa, “lokalitas” Mbappe akan sulit menyejajarkannya dengan para bintang utama. Padahal, kelas Mbappe masuk dalam skema peluang menjadi peraih Ballon d’Or.</p>
<p>Dari musim ke musim, isu kepindahan selalu memosisikan Mbappe dalam pusaran pergulatan nilai: harapan, kesetiaan, dan ambisi.</p>
<p>Padahal masa depan pemain adalah hak, dalam visi apa pun. Boleh atas nama gaji, kenyamanan, boleh pula ambisi. Semoncer apa pun penampilan seorang bintang, ketika klub tak memberi harapan meraih trofi, seimbangkah ambisi profesional dengan realitas kemampuannya?</p>
<p>Pada sisi lain, rasa dan hati menjadi elemen yang tak bisa disepelekan dalam menautkan <em>chemistry</em> pemain dengan lingkungannya.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/29/lalu-lintas-transfer-dalam-impian-dan-ungkapan-kesetiaan">Lalu Lintas Transfer, dalam Impian dan Ungkapan Kesetiaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Big Rom, Drama dalam “Kesumat Dendam”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/06/big-rom-drama-dalam-kesumat-dendam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2022 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=269233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // di balik kerlap sepak bola/ tak cuma memancar cahaya/ ada manusia-manusia/ dengan angan dan impian/ dan, di belakang panggung/ tak jarang kita temui sisi gelapnya// (Sajak “Drama-drama Manusia”, 2022) PERCAYAKAH Anda, sebagian dari jalan sepak bola adalah drama? Tak hanya panggung unjuk pintar mengolah sebuah bundaran berisi udara. Tak hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/06/big-rom-drama-dalam-kesumat-dendam">Big Rom, Drama dalam “Kesumat Dendam”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-269237 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// di balik kerlap sepak bola/ tak cuma memancar cahaya/ ada manusia-manusia/ dengan angan dan impian/ dan, di belakang panggung/ tak jarang kita temui sisi gelapnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Drama-drama Manusia”, 2022)</strong></p>
<p><strong>PERCAYAKAH</strong> Anda, sebagian dari jalan sepak bola adalah drama?</p>
<p>Tak hanya panggung unjuk pintar mengolah sebuah bundaran berisi udara. Tak hanya forum mengeksplorasi tesis, antitesis, dan sintesis taktik. Pun, tak hanya ajang memamerkan gravitasi dan seni mencetak gol.</p>
<p>Lebih dari semuanya, sepak bola adalah juga tonil global drama manusia.</p>
<p>Saat ini pun boleh jadi Anda masih menyimak tarik-ulur Cristiano Ronaldo. Pemain besar yang merengek meminta pindah dari Manhester United. Serumit itu. Seberliku itu&#8230;</p>
<p>Tentu kita simak pula, riuh spekulasi tentang bomber maut Norwegia Erling-Burt Haaland yang akhirnya berhenti, setelah dia memilih berlabuh di Etihad untuk mempertajam mesin penggempur Manchester City.</p>
<p><strong>Perjalanan Lukaku</strong><br />
Elemen-elemen dramatika sepak bola, tak bisa dipungkiri, adalah panggung hati dan perasaan manusia.</p>
<p>Dan, Anda tentu mencatat kembalinya Romelu Lukaku ke Internazionale Milan dengan status pinjaman dari Chelsea. Inilah drama tentang haru-biru dan rasa nyaman yang tak semuanya terjawab dengan uang dan profesionalisme industri kompetisi.</p>
<p>Sukses dalam dua musim (2019-2021) bersama La Beneamata, Big Rom memilih hijrah ke Chelsea, tetapi striker asal Belgia itu boleh dibilang gagal total.</p>
<p>Performa buruk di Stamford Bridge berujung kegalauan. Terang-terangan menyatakan rindu untuk kembali ke Inter menyulut pertikaian dengan pelatih Thomas Tuchel dan amarah fans.</p>
<p>Lukaku memang tetap dirindukan di Inter, walaupun kepindahannya ke Chelsea setahun silam menyulut kekecewaan Interisti. Toh, kini dia disambut dengan harapan besar untuk kembali membawa Nerazzurri meraih<em> scudetto</em>.</p>
<p>Striker Lautaro Martinez menyambut bahagia kehadiran kembali tandem istimewanya itu. Tokoh sepak bola Italia, Arrigo Sacchi yakin Lukaku akan kembali jadi faktor pembeda.</p>
<p>Pun, sosok lain merindukannya. Dia Zlatan Ibrahimovic, yang mengaku punya urusan dengan Lukaku yang belum selesai.</p>
<p>Kedua “dewa” di San Siro dengan beda jersey itu ketat berseteru pada musim 2020-2021. Dalam laga Coppa Italia, keduanya terlibat saling provokasi.</p>
<p>Klaim “status kedewaan”, saling ejek yang menjurus rasis, mengintimidasi, dan membuktikan kontribusi, mewarnai rivalitas dua pemain berpostur raksasa itu.</p>
<p>Zlatan masih menyimpan dendam. Dalam buku terbarunya, <em>Adrenaline: Untold Story</em>, pemain asal Swedia itu merasa urusannya belum selesai, dan dia berniat menuntaskan di lapangan.</p>
<p>Relasi panas kedua bomber yang ditakdirkan bertemu dalam “Derby della Madonnina” itu menjadi bagian dari proyeksi jalan drama musim ini.</p>
<p>Karakter Zlatan membuka potensi itu. Tentu dia sadar, usia yang merambat bakal mempengaruhi performanya.</p>
<p>Dengan membangun opini yang memviralkan sebuah magnet dramatika, dia akan menjaga eksistensinya dalam orbit elite. Setidak-tidaknya tetap menjadi topik yang dibicarakan.</p>
<p>Pada sisi lain, “rongrongan” Zlatan menjadi sambutan selamat datang yang bagai api dalam sekam.</p>
<p>Pun, bagi Big Rom, ini adalah tantangan lain di luar realitas betapa dia dituntut membuktikan tak salah merindukan kembali ke San Siro. Jika melempem seperti di Stamford Bridge, risiko logisnya dia bakal menjadi bulan-bulanan fans Inter dan Chelsea.</p>
<p><strong>Drama-drama</strong><br />
Sepak bola mencatat drama perseteruan anak-anak manusia di luar wilayah teknis.</p>
<p>“Benturan” penyerang Prancis Battiston versus kiper Jerman Harald Schumacher di semifinal Piala Dunia 1982 dikenang sebagai “body charge” brutal. Tinju Schumacher merontokkan gigi-gigi Battiston. Dikecam luas, akhirnya kiper nyentrik itu mengunjungi rivalnya di rumah sakit dengan membawa seikat bunga.</p>
<p>Pada 24 September 1983, kaki Diego Maradona yang memperkuat Barcelona dipatahkan oleh “Jagal dari Bilbao” Andoni Goeikotxea dalam sebuah laga di La Liga. Jimmy Burns dalam buku <em>Maradona: Hand of God</em> mencatatnya sebagai tekel terburuk dalam sejarah Liga Spanyol.</p>
<p>Perseteruan ikonik juga tercipta di La Liga setiap kali Lionel Messi berhadapan dengan Sergio Ramos dalam <em>el clasico</em> Barca versus Real Madrid. Kini, kedua rival itu rukun bermain di satu klub, Paris St Germain.</p>
<p>David Beckham pernah punya stori dengan Diego Simeone di perdelapan final Piala Dunia 1998. “Sepakan kuda” Beckham karena terprovokasi Simeone membuat ia mendapatkan kartu merah, dan relasi panas itu berjalan panjang.</p>
<p>Satu lagi, “brutalitas” Roy Keane kepada Alf-Inge Haaland dalam pertandingan Liga Inggris pada 2001 menjadi drama sepak bola tak terlupakan. Pengakuan Keane bahwa insiden itu dia sengaja, bagai membumbui sisi kelam sepak bola.</p>
<p>Akankah “serial” Lukaku &#8211; Zlatan dalam potensi drama Liga Seri A menjadi bagian berikut lembar muram sepak bola?</p>
<p>Atau, jangan-jangan, dalam keping budaya pop, “jilatan api” itu justru menjadi elemen yang dikelola agar berdaya jual?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/06/big-rom-drama-dalam-kesumat-dendam">Big Rom, Drama dalam “Kesumat Dendam”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Romelu Lukaku Melukai Diri Sendiri?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/08/mengapa-romelu-lukaku-melukai-diri-sendiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2022 10:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=223685</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // di manakah hati dan rasa bermukim?/ atas nama profesionalisme sepak bola/ ketika uang jadi panglima/ ketika pasal-pasal kontrak jadi pengikat/ ronta hati bisakah dicegah?/ luap rasa mungkinkah diadang?/ yakinilah, sepak bola ada untuk manusia/ dan manusia ada/ bukan dalam kendali sepak bola// (Sajak &#8220;Luka Romelu Lukaku&#8221;, 2022) COBA simaklah lewat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/08/mengapa-romelu-lukaku-melukai-diri-sendiri">Mengapa Romelu Lukaku Melukai Diri Sendiri?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// di manakah hati dan rasa bermukim?/ atas nama profesionalisme sepak bola/ ketika uang jadi panglima/ ketika pasal-pasal kontrak jadi pengikat/ ronta hati bisakah dicegah?/ luap rasa mungkinkah diadang?/ yakinilah, sepak bola ada untuk manusia/ dan manusia ada/ bukan dalam kendali sepak bola//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Luka Romelu Lukaku&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>COBA</strong> simaklah lewat aneka indikator, betapa pemaknaan profesionalitas dalam industri olahraga tak mungkin dilepaskan dari gejolak hati dan rasa manusia.</p>
<p>Dalam semesta liga-liga sepak bola, betapapun kuat cekaman gurita kapitalisme, hati tetap kuat bicara. Rasa pun tak pernah bisa dihentikan menyapa.</p>
<p>Dan, itulah sejatinya gambaran relasi antara pemain dengan klub, dengan fans, dengan pelatih, juga antarpemain; pun hubungan pelatih dengan subsistem yang sama.</p>
<p>Maka simaklah kisah ini: tentang Romelu Lukaku.</p>
<p>Dia menyajikan bukti, betapa relasi hati manusia memberi pengaruh luar biasa untuk memastikan apakah seorang pemain merasa &#8220;at home&#8221; atau tidak di sebuah klub.</p>
<p>Bomber Chelsea itu berseteru dengan pelatih Thomas Tuchel, menyusul wawancaranya di televisi Sky in Italy, pada pengujung tahun.</p>
<p>Lukaku mengaku tidak nyaman dengan taktik bermain klubnya. Dia malah merindukan balik ke Internazionale Milan, klub Liga Seri A Italia yang musim lalu dia antar meraih scudetto.</p>
<p>Wawancara itu menyulut kemarahan Tuchel yang lantas memarkirnya dalam laga penting melawan Liverpool. Pemain asal Belgia itu dianggap membuat gaduh, justru ketika The Blues sedang menghadapi serangkaian kondisi tidak kondusif lantaran Covid-19.</p>
<p>Pemain berdarah Zaire itu juga menerima &#8220;pukulan telak&#8221; dari suporter garis keras Inter, Curva Nord. Pada bursa transfer musim panas lalu, Interisti dikecewakan oleh kepindahan Lukaku ke Stamford Bridge. Kini mereka menyatakan menolak pemain yang sempat disebut-sebut sebagai &#8220;Raja Milan&#8221; itu.</p>
<p>Ada apa sesungguhnya dengan Big Rom? Mengapa dia justru seperti melukai diri sendiri?</p>
<p><strong>Menemukan &#8220;Rumah&#8221;</strong><br />
Kegelisahan Lukaku sejatinya adalah ungkapan hati untuk menemukan &#8220;rumah yang nyaman&#8221;.</p>
<p>Dalam usia 28, dia sudah bertualang di sejumlah klub. Dari Anderlecht, Chelsea, West Bromwich Albion, Everton, Manchester United, lalu menemukan sinar di bawah arahan Antonio Conte di Inter Milan pada musim 2019-2021.</p>
<p>Rupanya, Rom masih penasaran dengan Chelsea yang dia anggap pernah menyia-nyiakan potensinya. Maka ketika pemilik klub London itu, Roman Abramovich mengirim utusan untuk membujuknya kembali ke London, dia menyambut dengan suka cita.</p>
<p>Comeback ke Chelsea diwarnai pekan-pekan menjanjikan. Dia menjadi bomber idaman yang meruapkan kegembiraan fans. Tiga gol dari tiga laga awal mengisyaratkan dia bakal menjadi elemen penting tim.</p>
<p>Akan tetapi, setelah terlilit cedera dan terpapar Corona, keran golnya mampat. Dia sempat tidak mencetak gol dalam delapan laga, dan baru dalam dua penampilan terakhir kembali unjuk ketajaman.</p>
<p>Kenyamanan Lukaku terusik oleh taktik Tuchel yang tidak cocok untuknya. Sang pelatih cenderung lebih memercayai Kai Havertz, pemain asal Jerman yang fasih memainkan peran false nine.</p>
<p>Dan, rasanya ada kekurangtepatan mengemas curhat, terutama ketika dia terang-terangan menyatakan rindu kepada Inter. “Saya selalu memiliki Inter di hati saya. Tidak tahu, apakah akan kembali ke Inter. Saya sangat berharap itu terjadi,” katanya.</p>
<p>Legenda Lazio Paolo di Canio yang pernah memperkuat West Ham United menilai, wawancara itu menunjukkan kelemahan seorang atlet yang menyerah setelah enam bulan. Seperti dikutip Football Italia, Di Canio menyatakan, mungkin karena Lukaku tiba dengan arogansi seseorang yang tidak menyadari level yang sebenarnya (detik.com, 3/1-2022).</p>
<p>Ya, kegusaran Tuschel pun bisa dipahami, seperti halnya sikap Curva Nord yang tak lagi menghendakinya.</p>
<p>Akankah Lukaku kehilangan kedua-duanya? Chelsea yang pernah dia anggap sebagai pelabuhan, lalu kini Inter &#8212; yang musim lalu memujanya sebagai sosok penyelamat dan penentu?</p>
<p>Padahal pula, Chelsea adalah klub impiannya saat remaja. Wikipedia mencatat, ketika bersama rombongan sekolah Sint-Guida Instituut berkunjung ke London pada 2009, Lukaku mengatakan, &#8220;Suatu hari nanti saya akan bermain di Stamford Bridge, untuk Chelsea&#8221;.</p>
<p>Kisah masa lalu itu menautkan kembali Lukaku dengan cita-citanya, ketika Chelsea tak segan merogoh kocek hingga Rp 1,8 triliun untuk menjemputnya dari Inter.</p>
<p>Setelah dipinang The Blues dari Anderlecht pada 2011, dia nyaris &#8220;menganggur&#8221;. Sepanjang 2011-2014 hanya 10 kali bermain tanpa mencetak gol. Dia dipinjamkan ke West Bromwich Albion, lalu ke Everton, sampai dipermanenkan Everton pada 2014.</p>
<p>Masa-masa produktif di Everton dengan 53 gol dari 110 laga memincut Manchester United. Dua tahun bersama MU, dari 66 pertandingan dia mencetak 28 gol, dan ketajamannya memulih setelah pindah ke Inter.</p>
<p><strong>Masa-masa Sulit</strong><br />
Kemelut hati di alam profesional seperti kisah Romelu Lukaku banyak pula terjadi dan menimpa pemain lain.</p>
<p>Sebagai pemain profesional, dia sadar harus mampu melewati masa-masa sulit ini. &#8221;Secara fisik saya baik-baik saja. Tetapi saya tidak senang dengan situasi di Chelsea. Tuchel memilih bermain dengan sistem lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8221;Saya tidak akan menyerah. Saya akan menjadi profesional. Saya tidak senang dengan situasinya, tetapi saya profesional dan tidak bisa menyerah sekarang&#8230;&#8221;</p>
<p>Titik persoalannya tentu bagaimana memperbaiki komunikasi dengan Tuchel. Dan, akhirnya itulah yang dia lakukan. Menurut Tuchel, seperti dikutip dari Sky Sports (detik.com, 5/1-2022), Lukaku sudah meminta maaf, memberi keterangan soal jawaban kontroversial yang mengungkit kondisi di Chelsea saat ini, dan dia telah kembali berlatih.</p>
<p>Dalam praktik operasional taktik, bukankah seorang pelatih memang selalu punya ego tersendiri? Dia mengetengahkan filosofi dengan keyakinan yang akan ditransformasikan ke klub untuk dijalankan para pemain penggawanya.</p>
<p>Perdebatan diyakini ada, tetapi diskusi-diskusi dalam penyamaan visi dan persepsi permainan tentu menjadi tanggung jawab pelatih.</p>
<p>Ada pemain yang ditempatkan dalam posisi yang mungkin tak dia sukai. Ada peran-peran yang menuntut tanggung jawab lebih. Dan, itu menjadi dinamika dalam doktrinasi taktik pelatih. Pun, kediktatoran pelatih adalah hal biasa, bagian dari seni pendekatan dalam pernak-pernik industri kompetisi.</p>
<p>Kata Tuchel, &#8221;Saya akan terbuka dengannya, seperti apa yang saya lakukan dengan pemain lain. Masalah ini akan secepatnya saya selesaikan secara tertutup&#8221;.</p>
<p>Legenda Newcastle United Alan Shrearer menguatkan, seperti disampaikan kepada BBC, &#8221;Menangani klub sepak bola sudah cukup sulit. Lebih sulit lagi dalam keadaan sekarang. Manajer tidak tahu apa yang terjadi dari hari ke hari karena Covid-19. Dia tidak tahu siapa saja yang bisa dimainkan&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>Silang Cinta</strong><br />
Dalam cinta, yang langsung atau tidak langsung terungkap di balik impulsi Lukaku, kita tentu menangkap posisi sang pemain bagai &#8220;maju kena mundur kena&#8221;. Chelsea klub impiannya, sedangkan hatinya tertambat di Giuseppe Meazza.</p>
<p>Dengan komplikasi yang sama, yakni kegusaran Thomas Tuchel dan penolakan suporter Inter, tak mungkin Big Rom hanya menuruti kata hati yang bahkan berpotensi merusak peta jalan kariernya.</p>
<p>Dengan hati dan rasa, ketika sudah menegaskan sikap profesional tidak akan menyerah, Lukaku perlu memoderasi persepsi untuk membangun kembali komunikasi dengan Tuchel.</p>
<p>Chelsea pasti melihat potensinya. Tuchel pun tentu paham bagaimana mengeksplorasi pemain bintang yang tak jarang memperlihatkan perilaku tidak biasa.</p>
<p>Masalahnya, mengapa Lukaku harus melukai diri sendiri?</p>
<p>Walaupun telah mengklarifikasi persoalan, bukankah sudah telanjur ada &#8220;luka&#8221; dalam relasi dengan elemen-elemen klub? Satu-satunya jawaban adalah kontribusi sesuai peran dan kompetensinya.</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/08/mengapa-romelu-lukaku-melukai-diri-sendiri">Mengapa Romelu Lukaku Melukai Diri Sendiri?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 13:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[suarasemarang.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=156226</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // andai bukan makhluk langka/ takkan mungkin mereka mengharu-biru dunia/ dengan kesaktian mewujud perbedaan/ : kecepatan/ kekuatan/ seni mengolah/ seni mengeksekusi/ seni mengecoh/ seni mempengaruhi/ dan karisma kepribadian/ semua terprasasti sebagai sejarah/ pada suatu masa/ jagat sepak bola dikaruniai para genius tak biasa// (Sajak “Manusia-manusia Langka”, 2021) PADA musim-musim sebelumnya, boleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola">Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-156227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// andai bukan makhluk langka/ takkan mungkin mereka mengharu-biru dunia/ dengan kesaktian mewujud perbedaan/ : kecepatan/ kekuatan/ seni mengolah/ seni mengeksekusi/ seni mengecoh/ seni mempengaruhi/ dan karisma kepribadian/ semua terprasasti sebagai sejarah/ pada suatu masa/ jagat sepak bola dikaruniai para genius tak biasa//</em><br />
<strong>(Sajak “Manusia-manusia Langka”, 2021)</strong></p>
<p><strong>PADA</strong> musim-musim sebelumnya, boleh jadi kita tidak terlalu menghitung sosok yang satu ini: Romelu Lukaku. Mungkin pula Anda tak serius mengistimewakan nama Dominic Calvert-Lewin. Pernah jugakah Anda mempertimbangkan nama-nama yang “non-mainstream” ini: dari Jack Grealish, Mason Mount, Franck Kessie, Hakan Calhanoglu, hingga Ilkay Gundogan?</p>
<p>Jagat sepak bola terbukti tak kenal henti mengetengahkan manusia-manusia istimewa. Yang masuk kategori di luar logika kemampuan anak manusia, pada era sekarang ini boleh jadi melekat pada diri kuartet Lionel Andres Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar Junior, dan Kylian Mbappe. Lainnya masuk kategori luar biasa, untuk memosisikan para jagoan seperti Robert Lewandowski, Zlatan Ibrahimovic, Mohamed Salah, Sadio Mane, Son Heung-min, atau Harry Kane.</p>
<p>Maka ketika pelatih sekaliber Alberto Zaccheroni tiba-tiba mengapungkan nama Romelu Lukaku dan Franck Kessie dalam daftar pemain dengan “kemampuan layak Ballon d’Or”, kita seperti tersadar, betapa semesta sepak bola sangat kaya untuk tidak terpaku pada deret bintang “arus utama”. Ada makhluk-makhluk penakluk yang tak seharusnya luput dari percaturan dan jangkauan mdia.</p>
<p>Dengan enam trofi Ballon d’Or untuk Messi dan lima untuk Ronaldo, “penyusupan” Luka Modric pada 2018 sedikit mencairkan kebekuan, meskipun setahun kemudian trofi kembali lagi ke Messi. Tahun 2020, ketika kontestasi Ballon d’Or ditiadakan karena pandemi covid-19, produktivitas gol Lewandowski tersubstitusi oleh trofi setara sebagai Pemain Terbaik FIFA.</p>
<p>Dominasi dalam lebih dari satu dasawarsa itu mengindikasikan dua hal. Pertama, baik Messi maupun Ronaldo secara konsisten terbukti mampu merawat performa fisik dan bakat, sehingga bisa bertahan di maqam utama. Terbukti pula talenta-talenta yang mendekati kemampuan dua maharaja memang belum ada, termasuk dalam diri Neymar maupun Mbappe sekalipun.</p>
<p>Kedua, performa yang betul-betul eksepsional untuk masuk ke orbit “alien” belum dicapai oleh mereka, yang sudah antre di lapis kemampuan seurat di bawah Messi dan Ronaldo. Lapisan itu baru membentuk barisan pemain “luar biasa”.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * *</strong></span></p>
<p><strong>PARAMETER</strong> yang melejitkan manusia-manusia langka itu ke orbit “alien” memang tidak mudah. Syarat eksepsionalitas dari bakat dan karunia tak sembarang pemain memilikinya. Dari realitas pendekatan ini, boleh jadi kita masih harus menunggu pematangan mutiara-mutiara Dario Sarmiento, Thiago Almeda, Reinier, Ansu Fati, Erling Haaland, atau Phil Foden.</p>
<p>Eksepsionalitas yang tersaji di liga-liga dunia saat ini, belum mengapungkan “mahakarya performa” yang akan abadi dikenang. Aksi-aksi Jack Grealish, Calvert-Lewin, dan Mason Mount memang sudah menjadi sihir baru di Liga Primer. Sepak terjang Haaland sudah membuat heboh Bundesliga, sama dengan produktivitas dan pengaruh yang kini dicapai oleh Romelu Lukaku di Serie A, termasuk peran penting Kessie untuk orkestrasi AC Milan. Tetapi cukupkah reputasi itu menjadi parameter untuk meraih trofi pemain terbaik sejagat?</p>
<p>Acungan jempol Zaccheroni untuk Lukaku dan Kessie tentu bukan sembarang pujian untuk mempromosikan calon peraih trofi Ballon d’Or 2021. Ada alasan-alasan argumentatif yang mengusik tanggung jawab seorang pelatih, seperti ketika Calhanoglu mati-matian dipertahankan oleh AC Milan. Barang tentu pula tak sembarang skill dan pengaruh yang melekat pada para pemain yang (walaupun) tidak pernah berjajar di orbit “alien”, bahkan dalam kelompok “luar biasa” itu.</p>
<p>Andai ada “sedikit ruang” yang memberi “tempat” kepada pemain sekelas Lukaku, setidak-tidaknya dalam deret pengakuan nominee, betapa wilayah kelangkaan makhluk-makhluk sepak bola itu bakal makin meluas, tak terpaku pada dua maharaja yang bertahta dalam lebih dari satu dasawarsa.</p>
<p>Sejak digaet dari Anderlecht dan berlabuh di Chelsea (2011-2014), Romelu Lukaku kehilangan sentuhan magisnya, sehingga sempat dipinjamkan ke West Bromwich Albion dan Everton. Dia kembali menemukan sinar ketika dipermanenkan oleh The Toffees, sehingga Manchester United pun tergiur merekrutnya pada 2017-2019. Namun di Old Trafford, baik di bawah arahan Jose Mourinho maupun Ole Gunnar Solskjaer, ia mengalami kemandekan sebelum akhirnya didatangkan ke San Siro.</p>
<p>Lalu bagaimana pemain berjejuluk The Lawyer itu bisa menemukan lagi kehebatannya di Internazionale Milan?</p>
<p>Bersama Inter, dengan penuh konfidensi, Lukaku menjadi penentu demi penentu. Antonio Conte sangat memercayai striker raksasa asal Belgia itu. Pelatih nyentrik yang ekspresionis itu mengembalikan Lukaku ke habitat langka kemakhlukan sepak bola.</p>
<p>Dan, bukankah terbukti, kini ia menjelma sebagai monster yang siap melukai gawang lawan mana pun? Lukaku akan menjadi lukamu&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola">Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>