<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Robert Lewandowski Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/robert-lewandowski/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Mar 2024 01:22:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Robert Lewandowski Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harry Kane, Sensasi Rekor dalam Penantian Takdir Trofi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/23/harry-kane-sensasi-rekor-dalam-penantian-takdir-trofi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2024 10:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Danny Murphy]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Edward Kane]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Lilywhite]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=405937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapa bertakdir juara/ siapa pula yang harus menjemputnya?/ sepak bola seutuh fisik dan keyakinan/ dan, hanya dengan sikap/ seseorang berjalan menuju impian// (Sajak &#8220;Pilihan Harry Kane&#8221;, 2024) KOSMOLOGI takdir tampaknya tak bisa dihindarkan dalam percaturan capaian prestasi seorang olahragawan. Dia menyatu di antara ikhtiar pembajaan diri, kenaturalan bakat, sikap profesional, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/23/harry-kane-sensasi-rekor-dalam-penantian-takdir-trofi">Harry Kane, Sensasi Rekor dalam Penantian Takdir Trofi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-405939 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapa bertakdir juara/ siapa pula yang harus menjemputnya?/ sepak bola seutuh fisik dan keyakinan/ dan, hanya dengan sikap/ seseorang berjalan menuju impian//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Pilihan Harry Kane&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>KOSMOLOGI</strong> takdir tampaknya tak bisa dihindarkan dalam percaturan capaian prestasi seorang olahragawan.</p>
<p>Dia menyatu di antara ikhtiar pembajaan diri, kenaturalan bakat, sikap profesional, dan ketepatan lingkungan; membentuk ekosistem yang &#8220;kaffah&#8221;, baik fisik maupun spiritual.</p>
<p>Bayangkanlah misalnya, untuk pesepak bola sekualitas Harry Edward Kane, pensiun tanpa berkesempatan mengangkat trofi pastilah bakal menjadi sesal yang tak tertanggungkan.</p>
<p>Nama besar, siapa yang meragukan?</p>
<p>Rentetan gol bukti produktivitas, siapa yang mengingkari?</p>
<p>Pengaruh sebagai kapten, baik untuk Tottenham Hotspur maupun tim nasional Inggris, bukankah berkapasitas mumpuni?</p>
<p>Yang belum Kane sentuh hanya piala. Belum sekalipun sepanjang waktu bersama <em>The Lilywhite</em> dia merasakan keindahan mahkota juara. Spurs sering mengejutkan dan memorakporandakan konstelasi tim-tim &#8220;4 besar&#8221; Liga Primer, bahkan pernah melaju ke final Liga Champions 2019; namun impresivitas itu mentok menjadi realitas tim medioker yang gagal meraih gelar.</p>
<p>Di level internasional, paling jauh, sebagai kapten Kane mengantar timnas Inggris di urutan keempat Piala Dunia 2018, dan<em> runnner up</em> Euro 2021.</p>
<p>Maka ketika musim ini menerima pinangan Bayern Muenchen, Harry Kane dinilai memilih arah yang tepat. Dia diperkirakan bakal membawa produktivitas <em>Die Roten</em> mengkilas balik era Robert Lewandowski. Klub bertradisi juara di Bundesliga itu juga akan memberinya peluang sensasi membelai piala.</p>
<p>Laga demi laga dia lalui dengan kegembiraan mencetak gol. Bahkan hingga pekan kemarin, secara luar biasa Kane memperbarui rekor Uwe Seeler yang membukukan 30 gol pada musim pertamanya sebagai debutan Bundesliga pada 1964. Kane membendaharakan 31 gol.</p>
<p>Satu rekor lagi berpotensi dia pertajam, yakni milik Lewandowski yang mengukir 41 gol dalam semusim. Masih banyak sisa laga yang bisa dimanfaatkan untuk unjuk ketajaman.</p>
<p>Catatan subur itu pernah dia buat dengan menggelontorkan 30 gol dalam semusim bersama The Spurs.</p>
<p><strong>Fenomena Takdir</strong><br />
Berbeda dari Lewandowski, Harry Kane bagai tertakdirkan tak berkesempatan meraih trofi-trofi<em> mainstream.</em> Benarkah demikian?</p>
<p>Keputusan hijrah ke Muenchen ketimbang menerima pinangan Manchester United adalah gambaran konsiderans bahwa peluang meraih trofi akan lebih terbuka.</p>
<p>Lewy memang lebih beruntung, karena bersama Bayern dan klub sebelumnya &#8212; Borussia Dortmund dan Lech Poznan &#8212; bisa membendaharakan gelar-gelar penting, bahkan ke level Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Pada 2020, pria Polandia itu juga mendapat anugerah individial sebagai Pemain Terbaik FIFA.</p>
<p>Membobol gawang lawan seolah-olah sedemikian mudah bagi Lewandowski. Gol-gol dan assists yang dia bukukan bersama Barcelona sekarang menggambarkan Lewy dilahirkan sebagai &#8220;manusia gol&#8221;.</p>
<p>Kane pun seperti semudah dan sesimpel itu mencetak gol dari sudut-sudut peluang yang menegaskan keoportunisan. Sungguh alamiah. Dia pernah diperkirakan hanya merupakan &#8220;one season star&#8221;, namun telah membuktikan konsistensi selama bermusim-musim bersama Spurs dan Bayern sekarang.</p>
<p>Tampaknya dia memilih langkah tepat berada di lingkungan Bayern, sama dengan Lewy sebelum ini. Bila saatnya tiba untuk merasakan predikat juara, maka saat itu akan mengakhiri penantian panjang yang bagai tak berujung.</p>
<p><strong>Menjemput Takdir</strong><br />
Saya memercayai takdir sebagai pengiring kehidupan manusia, kosmologi spiritualitas yang kadang tak terbaca tetapi diyakini kebenarannya.</p>
<p>Bukankah kita ingat, Lionel Messi bagai menjemput takdir ketika meraih Piala Dunia di Qatar pada 2022? Justru di saat usianya sudah bergulir ke senjakala, dan ketika dianggap bakal tak kuasa bersaing di antara kesegaran para rival muda.</p>
<p>Dalam perspektif yang berbeda, dalam usia 31, Harry Kane hadir untuk menjemput dan merayakan takdirnya di Bundesliga. Di Liga Primer boleh gagal, namun dia punya berkemungkinan panggilan kesukseaan di Liga Jerman.</p>
<p>Kalaupun musim ini langkah Bayern terhalang oleh impresivitas Bayer Leverkusen di bawah pelatih muda Xabi Alonso (sementara ini meraih poin 60 dibanding 70 dari 26 laga), saya berkeyakinan dia punya peluang lebih kuat untuk meraih puncak di Bundesliga ketimbang impian tanpa ujung di Liga Primer.</p>
<p>Simaklah kata Danny Murphy, pundit <em>Match of the Day</em> pada awal kemonceran Kane di London, pada dekade silam. &#8220;Saya merasa kesulitan untuk melihat kelemahan permainan anak itu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/23/harry-kane-sensasi-rekor-dalam-penantian-takdir-trofi">Harry Kane, Sensasi Rekor dalam Penantian Takdir Trofi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Owen]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[Robin van Persie]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thiery Henry]]></category>
		<category><![CDATA[Vinicius Junior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=400784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan// (Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024) SEPAK BOLA mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-400812 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan//</em><br />
<strong>(Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPAK BOLA</strong> mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi jiwa.</p>
<p>Segalanya seakan lengkap mengeram dalam bulat bola. Ada spirit perlawanan, ada sepoi lembut persaudaraan, ada intimidasi hati, ada intervensi rasa, pun ada luap seni yang membahasakan elok narasi-narasi.</p>
<p>Berjuta, dan berjuta. Dalam lembut kau bisa menemukan kegagahan, dalam gagah kau rasakanlah mengalir aurora kelembutan. Bukankah kau mengenal arogansi ala Jay Barton, Gennaro Gattuso, atau Zlatan Ibrahimovic? Tak kau rasakankah pancaran kekesatriaan ala Bryan Robson atau Paolo Di Canio? Keanggunan performa ala Franz Beckenbauer, Socrates, atau Paolo Maldini? Bisa pula terungkap kegilaan macam Eric Cantona, Paul Gascoigne, Edmundo, atau Luis Suarez. Pun ada kelembutan bintang sekaliber Lionel Messi atau Ricardo Kaka.</p>
<p>Hingga kompetisi liga-liga dunia bergulir untuk menyelesaikan musim, pada tahun ini, ekspresi-ekspresi seni memancar dalam terang cahaya. Genderang pertarungan bertalu-talu meronta di liga-liga dunia; eksplorasi seni tertuang tuntas mengekspresikan rasa; impresivitas mewujud dalam ungkapan totalitas bersepak bola.</p>
<p>Dan, sanggupkah kita menemukan pesan pencerahan di sana?</p>
<p><strong>Seni, dan Seni</strong><br />
Di antara mata air seni yang mengalir, coba tandailah “kegilaan” striker Liverpool Darwin Nunez ketika mencetak gol pembuka dari kemenangan 4-1 atas Brentford di Liga Primer, pekan kemarin. Akankah kita melihatnya semata-mata sebagai “gol” dari proses reguler?</p>
<p>Penyelesaian gol gaya Nunez itu sampai membuat legenda Liverpool, Michael Owen mengulang-ulang menyaksikan. Nunez mencungkil bola melewati kepala kiper Mark Flekken dalam posisi satu lawan satu.</p>
<p>Owen menyebut ada kerumitan dalam cara berpikir Nunez sebagai seorang striker. Dalam kondisi skor masih 0-0, sewajarnya Nunez lebih memilih berpikir sederhana, yakni menempatkan bola ke pojok gawang atau melewati kiper terlebih dahulu. Eksekusi dengan “keisengan” men-<em>chip</em> bola, dalam gambaran Owen, hanya akan dipilih jika tim sudah unggul 2-0 atau 3-0.</p>
<p>Bukankah itu adalah ungkapan naluri seni? “Sungguh itu hal gila,” puji Owen.</p>
<p>Ya, bagaimana bisa terpikirkan menyelesaikan peluang dengan secara seperti itu? Seperti dulu, kita sering menyaksikan Ronaldo Luis Nazario memilih menerobos adangan dua pemain lawan ketimbang menggeser bola ke area yang lebih bebas.</p>
<p>Siapa pula yang tak ingat kenyentrikan Rene Higuita, “kiper gila” Kolombia yang lebih suka mengamankan gawangnya dengan gerakan kalajengking ketimbang penyelamatan yang normal? Juga kiper Jose Luis Chilavert yang memosisikan diri sebagai pengambil <em>free kick</em> utama untuk tim nasional Paraguay?</p>
<p>Semua lantaran dorongan seni. Hal yang tidak biasa menjadi luar biasa. Ekspresi Darwin Nunez justru muncul di tengah ketegangan berburu poin krusial. Sungguh, bukankah sepak bola menawarkan ungkapan-ungkapan kejeniusan dari ketidaklumrahan ide dan pikiran? Terkadang, para seniman bola memilih berpikir, “kalau bisa dibikin unik, mengapa harus disimplifikasi?”</p>
<p>Kita mengenal “pendekar gol” yang selugas Erling Halaand. Dengan cara-cara sederhana dia tampak kejam menghukum penjaga gawang lawan. Bandingkanlah, misalnya dengan “gaya gol puitis” Robin van Persie atau Thiery Henry pada masa jayanya. Gol kedua pemain ini merupakan kombinasi ide, presisi, naluri seni, instink membunuh, ketepatan waktu, dan <em>positioning</em>.</p>
<p>Dan, sekarang, ungkapan kejeniusan itu sering kita dapatkan dari gaya eksekusi Robert Lewandowski, Son Heung-min, Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, Vinicius Junior, atau Phil Foden.</p>
<p>Mereka mencahayai sepak bola sebagai pesona yang mencerahkan. Para peracik taktik mengandalkan seniman-seniman itu untuk mengarungi pertarungan ide, menaklukkan liga-liga, untuk menyisakan satu pasukan terbaik di pengujung musim. Dan, itulah hakikat dari puncak tujuan pengerahan sumberdaya yang dimiliki sebuah klub: dari deret pemain, kebrilianan pelatih, ekosistem klub, hingga infrastruktur yang memagari syarat berkompetisi.</p>
<p>Sejumlah liga arus utama masih menjadi semacam buku yang terbuka, belum terpastikan siapa yang akan menjadi “the last man standing” di pengujung kompetisi. Pernak-pernik peperangan masih mengetengahkan aneka keniscayaan.</p>
<p>Di tengah tambur yang masih bertalu, sudah ada “seniman” yang bakal meninggalkan gelanggang. Juergen Klopp tak akan lagi bersama Liverpool musim depan. Xavi Hernandez juga memilih pergi dari Camp Nou untuk tidak lagi mendampingi Barcelona. Dan, entahlah nanti apa yang akan terjadi dengan Mauricio Pochettino, Mikael Arteta, Eric ten Haag, atau empu-empu lainnya.</p>
<p>Industri sepak bola selalu berparameter profesional dalam aksen kapitalisme. Konsekuensinya, pencapaian seorang pelatih akan dikalkulasi dari produk akhir secara kuantitatif. Klopp dan Xavi boleh jadi berpikir dari standar kesenimanan: hati dan rasa lebih memahkota ketimbang ukuran capaian trofi.</p>
<p>Penikmatan penjiwaan sebagai bagian dari sebuah komunitas dan keluarga, lebih bermakna sebagai ungkapan seni dan cahaya pencerah. Segempita apa pun genderang perang memanggil dan menggoda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Sini Bomber, di Sana Monster</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/10/di-sini-bomber-di-sana-monster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2022 10:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Erling Burt Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Gabriel Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Mo Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[Sadio Mane]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=277496</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bila hanya gol ukurannya/ sepak bola pun milik mutlak para bomber/ bila proses menjadi pertimbangan/ sepak bola adalah milik semua/ tetapi nyatanya bukankah kemenangan itu hitung-hitungan/ : berapa gol kau ciptakan?// (Sajak “Bomber dan Monster”, 2022) KESAN pertama begitu mengerikan. Selanjutnya terserah kiper lawan&#8230; Metafora ini kiranya tepat untuk mengadopsi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/10/di-sini-bomber-di-sana-monster">Di Sini Bomber, di Sana Monster</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-277505 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bila hanya gol ukurannya/ sepak bola pun milik mutlak para bomber/ bila proses menjadi pertimbangan/ sepak bola adalah milik semua/ tetapi nyatanya bukankah kemenangan itu hitung-hitungan/ : berapa gol kau ciptakan?//</em><br />
<strong>(Sajak “Bomber dan Monster”, 2022)</strong></p>
<p><strong>KESAN</strong> pertama begitu mengerikan. Selanjutnya terserah kiper lawan&#8230;</p>
<p>Metafora ini kiranya tepat untuk mengadopsi narasi iklan sebuah produk parfum pria pada 1990-an, “Kesan pertama begitu menggoda. Selanjutnya terserah Anda&#8230;”</p>
<p>Gambaran mengerikan tentu dirasakan oleh klub-klub calon lawan Manchester City di Liga Primer, Barcelona di La Liga, dan Bayern Muenchen di Bundesliga.</p>
<p>Sepak terjang Erling-Burt Haaland di awal musim, dengan dua kali menciptakan <em>hatrick</em> ke gawang Crystal Palace dan Nottingham Forest, dan sejauh ini membukukan 10 gol, tentu bukan berita baik bagi kiper-kiper lawan berikutnya. Dua golnya dalam kemenangan 4-0 atas Sevilla di babak grup Liga Champions juga menguatkan konfidensi The Citizens di ajang Eropa.</p>
<p>Di Liga Spanyol, kehadiran bomber maut Robert Lewandowski meneror siapa pun lawan Barca, termasuk tentu menjadi momok bagi Real Madrid dalam proyeksi <em>el clasico</em> nanti. Dua gol Lewy dalam salah satu laga La Liga melawan Real Valladolid dengan teknik “magic” adalah “deklarasi maut” betapa striker asal Polandia itu punya solusi apa pun untuk membuat gol. Show kesuburan Lewy ditandai dengan <em>hattrick</em> ke gawang Viktoria Plzen lewat gol-gol penuh gaya.</p>
<p>Dalam pada itu, di barisan penggempur Die Bayern, kehilangan Lewy langsung tergantikan oleh Sadio Mane, striker asal Senegal yang serbaguna sebagai penyerang murni, winger, atau<em> false nine</em>.</p>
<p>Sama dengan di Liverpool. Hijrah Mane ke Bundesliga tersubstitusi oleh kehadiran Darwin Nunez sebagai monster baru mendampingi Mohamed Salah, Diogo Jota, Roberto Firmino, dan Luis Diaz. Tetapi, dalam sejumlah laga, terasa benar tak mudah menemukan pengganti Sadio Mane. The Reds masih menyisakan lubang, yang terasa dari kekalahan 1-4 dari Napoli dalam babak awal Liga Champions di Stadion San Paolo, pekan lalu.</p>
<p><strong>Mematahkan Perkiraan</strong><br />
Haaland, yang sebelum ini sangat bersinar di Borussia Dortmund, mematahkan perkiraan para analis bahwa dia membutuhkan proses tidak mudah untuk beradaptasi di Liga Primer yang dikenal lebih keras ketimbang liga mana pun.</p>
<p>Nyatanya, striker asal Norwegia putra legenda City, Alfe-Inge Haaland ini tak canggung unjuk kemonsteran. Kerja samanya langsung “tune in” dengan Phil Foden, Jack Grealish, Ryad Mahrez, Ilkay Gundogan, Kevin de Bruyne, dan Bernardo Silva.</p>
<p>Legenda Manchester United, Gary Neville. yang sekarang menjadi pundit, mengilustrasikan Haaland sebagai Jaws. Sosok antagonis yang tinggi besar dan bergigi besi itu menjadi lawan mengerikan James Bond dalam film <em>Moonraker</em>.</p>
<p>Boleh dibilang, Haaland menyempurnakan orkestrasi permainan City dengan model penyelesaian mematikan. Dia bagai eksekutor kejam yang mendapat suplai bola memanjakan dari kolektivitas <em>possession football</em> Pep Guardiola.</p>
<p>Perpacuan dengan Nunez, Mo Salah, Harry Kane di Tottenham Hotspur, Gabriel Jesus di Arsenal, juga Antony yang langsung memberi gol dalam debutnya bersama MU; bakal mewarnai penampilan Haaland yang kini menjadi salah satu magnet Liga Primer.</p>
<p><strong>Versus Benzema</strong><br />
Di La Liga, Lewandowski tak hanya bersaing dengan andalan Madrid, Karim Benzema: siapa mampu menjadi <em>el pichichi</em> (pencetak gol) di akhir musim nanti. Musim lalu, dua bomber yang sama-sama sudah berusia di atas kepala tiga itu memperlihatkan produktivitas hebat. “Lewangolski” juga bertaruh performa dengan jagoan-jagoan gol Barcelona sendiri. Dari Ferran Torres, Memphis Depay, Pedri Gonzales, Ansu Fati, hingga Ousmane Dembele.</p>
<p>Suntikan pengalaman Lewy untuk Barca menjadi amunisi dalam mengarungi musim pembuktian sang arsitek, Xavi Hernandez. Dalam penggalan awal musim, dia sudah menebar ketakutan kepada kiper-kiper lawan.</p>
<p>Haaland yang “mengerikan”, Lewy yang selalu menghantui, Mo Salah yang tetap krusial, Nunez yang menjanjikan, Mane yang menghirup kesegaran baru, ditambah Antony yang disebut-sebut sebagai “New Ronaldo” menciptakan panggung kontestasi monster sepak bola.</p>
<p>Masing-masing telah memberi kesan awal. Selanjutnya, terserah para pengawal dan kiper: bagaimana menanganinya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/10/di-sini-bomber-di-sana-monster">Di Sini Bomber, di Sana Monster</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Lewangolski&#8221;, Bayangan Mesin Pembunuh Barcelona</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/23/lewangolski-bayangan-mesin-pembunuh-barcelona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2022 10:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=266434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mesin perang telah didatangkan/ barisan pun disiagakan/ lupakan masa lalu/ bangunlah masa depan&#8230;// (Sajak “Mesin Perang Barcelona”, 2022) SELALUKAH seni mencetak gol paralel dengan eksotika dribel? Coba kita simak: acapkali kemampuan itu berdiri sendiri. Dia menjadi kapasitas teknis yang lebih terkait dengan karakter oportunitas, dan kepintaran positioning. Gambaran eksepsionalitas teknis [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/23/lewangolski-bayangan-mesin-pembunuh-barcelona">&#8220;Lewangolski&#8221;, Bayangan Mesin Pembunuh Barcelona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-266436 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mesin perang telah didatangkan/ barisan pun disiagakan/ lupakan masa lalu/ bangunlah masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Mesin Perang Barcelona”, 2022)</strong></p>
<p><strong>SELALUKAH</strong> seni mencetak gol paralel dengan eksotika dribel?</p>
<p>Coba kita simak: acapkali kemampuan itu berdiri sendiri. Dia menjadi kapasitas teknis yang lebih terkait dengan karakter oportunitas, dan kepintaran <em>positioning</em>.</p>
<p>Gambaran eksepsionalitas teknis lengkap melekat misalnya pada para bintang seperti Pele, Johan Cruyff, Diego Maradona, George Weah, Ronaldo Luis Nazario, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe, atau Mohamed Salah.</p>
<p>Sedangkan representasi oportunitas tampak menonjol pada sosok seperti Gerd Mueller, Mario Kempes, Salvatore Schillachi, Romario, Bebeto, Hristo Stoichkov, Didier Dorgba, Samuel Eto’o, Thomas Mueller, Karim Benzema, dan pastilah sosok ini: Robert Lewandowski.</p>
<p>Gabungan<em> skill</em> dan “cara” melesakkan gol tak berbeda dari fungsionalisasinya, yakni merobek gawang lawan. Target itulah “tujuan” yang diraih melalui keindahan dribel atau seni pemanfaatan peluang.</p>
<p>Lewandowski termasuk kategori bomber oportunis. Lech Poznan (2008-2010), Borussia Dortmund (2010-2014) dan Bayern Muenchen (2014-2022) pernah dimanjakannya. Predikat mediatika “Lewangolski” pun layak disandang pemain yang dua kali terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA (2020-2021) itu.</p>
<p>Maka ketika Barcelona mendatangkannya, walaupun pada usia yang relatif menyenja &#8212; 33 tahun &#8211;, segera tergambar tentang barisan penyerang yang bagai “mesin pembunuh”. Media sosial Barca menyematkan label “Lewangoldski”.</p>
<p>Bisakah kapten tim nasional Polandia itu berkibar di sisa waktu kariernya bersama Barcelona?</p>
<p><strong>Restorasi Barca</strong><br />
Selain Lewy, Barca juga mendatangkan Raphinha dari Leeds Uniteds. Dua pembelian senilai Rp 1,6 triliun ini menjadi jawaban bahwa manajemen Barca telah mampu mengatasi masalah finansialnya.</p>
<p>Pelatih Xavi Hernandez masih memiliki sejumlah tokoh lain: Pierre-Emerick Aubameyang, Ansu Fati, Gavi, Ferran Torres, Memphis Depay, Pedri Gonzales, dan Ousmane Dembele yang akhirnya bertahan di Camp Nou.</p>
<p>Inilah kombinasi lengkap penggempur; antara yang menonjol dalam manuver dribel, dan yang istimewa karena oportunitasnya.</p>
<p>Xavi pun punya banyak opsi untuk menciptakan racikan lini penyerang yang selama ini masih merindukan masa-masa kemaharajaan Trio MSN (Messi, Suarez, dan Neymar) pada 2014-2017.</p>
<p>Restorasi Blaugrana ini memberi gambaran betapa bakal dahsyat rivalitas antara dua seteru <em>el clasico</em>, Barca versus Real Madrid. Juga menyegarkan kembali cahaya La Liga yang selama beberapa musim terakhir ini ditinggalkan dua ikon utama: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.</p>
<p>Xavi, legenda Camp Nou yang pada saat bermain mendapat julukan “The Puppet Master” karena kepiawaiannya mengendalikan permainan, kini punya missi merebut kembali habitat elite Barcelona.</p>
<p>Tentu juga ikhtiar mengembalikan keindahan tiki-taka yang memudar. “Penyempurnaan” <em>possession football</em> Pep Guardiola oleh Luis Enrique pada 2014-2017 sebenarnya sudah mengisyaratkan, tiki-taka butuh penyegaran kreatif, karena telah banyak dipelajari sebagai sebuah tesis.</p>
<p>Ketika itu Enrique mengetengahkan inovasi tentang kombinasi aliran umpan-umpan pendek dengan serangan langsung ke jantung pertahanan, yang terbukti mampu melengkapi daya kejut tiki-taka dan membawa Barca berjaya.</p>
<p>Antesis pun nyatanya tak bisa dihindari. Para empu sepak bola terus mencari peredam permainan menyerang yang posesif ini. Ketika Barca mengalami persoalan internal, ditambah “ijtihad” para pelatih lawan menemukan resep “antitiki-taka”, maka seolah-olah ciri khas tesis itu sulit dipraktikkan lagi secara sempurna oleh Barca.</p>
<p>Kondisi ini secara alamiah juga didorong oleh realitas alamiah perginya sejumlah pilar organisasi permainan Barca, dari Carles Puyol, Xavi, Fabregas, Iniesta, Pedro, Suarez, lalu Messi.</p>
<p><strong>Duet Lewy &#8211; Auba</strong><br />
Prospek duet maut Lewandowski &#8211; Aubameyang pun kini menjadi proyeksi, apakah Xavi hanya mendapatkan nama besar, atau mampu memadukannya sebagai potensi Barca untuk ber-“triwikrama”?</p>
<p>Duet itu &#8212; yang pernah menjadi simbol ketajaman Dortmund &#8212; hanya salah satu opsi, karena dia punya banyak permutasi untuk memainkan taktik menyerang. Sarat penyerang berkualitas akan memanjakan Xavi dalam kebutuhan rotasi.</p>
<p>Proyeksi terhadap masa depan juga dipenuhi oleh sederet <em>wonderkid</em> yang dimiliki. Dari Pedri, Gavi, Ferran, hingga Ansu Fati.</p>
<p>Adonan kematangan, nama besar, dan “daun-daun muda” itu menjadi visi Xavi sekarang.</p>
<p>Yang menarik, inovasi kreasi tiki-taka seperti apa yang ada dalam pikiran dan bakal dituangkannya?</p>
<p>Jika untuk Al-Sadd, klub di Liga Qatar Xavi mampu mentransformasikan ide-ide dan filosofi tiki-taka, logikanya bukankah dia punya “rasa” lebih dekat dengan Barca dan La Liga, yang notabene adalah habitatnya sendiri?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/23/lewangolski-bayangan-mesin-pembunuh-barcelona">&#8220;Lewangolski&#8221;, Bayangan Mesin Pembunuh Barcelona</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>