<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>piala dunia u20 Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/piala-dunia-u20/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Dec 2023 02:06:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>piala dunia u20 Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ceria dan Muram “Iblis Kecil” Penerus Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/02/ceria-dan-muram-iblis-kecil-penerus-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Dec 2023 10:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Claudio Echeverri.]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Marco Antonio Etcheverry Vargas]]></category>
		<category><![CDATA[piala Dunia U19]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia u20]]></category>
		<category><![CDATA[Pila Dunia U17]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=386093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia hadir dalam misteri semesta/ senyumnya siap melukai/ aura yang membawa bahagia/ terempas pula dalam durja/ o, iblis kecil/ kaukah yang bakal mengguncang dunia?// (Sajak “El Diablito”, 2023) GENERASI selalu datang dan pergi. Maharaja takkan selamanya bertahta. Bintang sepak bola sekelas Pele, Maradona dan Messi pun tahu diri untuk menyurut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/02/ceria-dan-muram-iblis-kecil-penerus-messi">Ceria dan Muram “Iblis Kecil” Penerus Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-386094 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia hadir dalam misteri semesta/ senyumnya siap melukai/ aura yang membawa bahagia/ terempas pula dalam durja/ o, iblis kecil/ kaukah yang bakal mengguncang dunia?//</em><br />
<strong>(Sajak “El Diablito”, 2023)</strong></p>
<p><strong>GENERASI</strong> selalu datang dan pergi. Maharaja takkan selamanya bertahta. Bintang sepak bola sekelas Pele, Maradona dan Messi pun tahu diri untuk menyurut dari edar alamiah di semestanya.</p>
<p>Siapa mampu melawan usia?</p>
<p>Siapa mampu melawan edar waktu?</p>
<p>Manusia dibatasi oleh “saat”, dengan segala dinamikanya.</p>
<p>Dan, simaklah nama ini: Claudio Echeverri. Ketika hari-hari ini nama Echeverri mengapung di langit sepak bola dunia, pernahkah Anda memberi perhatian kepada Etcheverry (memakai huruf “t” dan “y”) lainnya, dengan nama lengkap Marco Antonio Etcheverry Vargas?</p>
<p>Marco Antonio, dia pilar tim nasional Bolivia era 1990-an. Kecepatan, kemampuan mengatur serangan, dan dribel licin yang ditakuti lawan menghadirkan predikat El Diablo atau Si Iblis. Jejuluk mediatika itu menunjukkan jejak kengerian terhadap kemampuannya.</p>
<p>Etcheverry menjadi andalan klub DC United di MLS dari 1996 hingga 2003.</p>
<p><strong>Dua Puluh Tahun</strong><br />
Siapa mengira, 20 tahun-an kemudian, seorang bocah yang diberi nama Claudio Echeverri &#8212; orang tuanya terinspirasi kehebatan Marco Antonio &#8212; menyemburatkan cahaya terang dalam putaran final Piala Dunia U17 di Indonesia?</p>
<p>Dan, usia 17 menandai labilitas naik-turun performa. Kapten tim Argentina itu membubung, lalu bagai diempaskan oleh kenyataan yang berkebalikan. Di perempatfinal dia bahagia, di semifinal dirundung nestapa.</p>
<p>Dalam laga melawan juara bertahan Brazil, dia mencetak semua gol kemenangan 3-0. Ketiga gol itu dicetak dengan teknik berkelas. Bukan sekadar gol klinis yang <em>text book</em>, melainkan lewat kemampuan “seni” berbasis talenta.</p>
<p>Sayang, di semifinal, Albiceleste dihempaskan Jerman 5-7 lewat adu penalti. Dan, betapa muram Echeverri: dia menjadi salah satu eksekutor yang gagal.</p>
<p>Terlepas dari drama itu, Indonesia beruntung menjadi penyaksi pemunculan calon bintang masa depan ini, yang memang dijuluki “Next Messi”. Bahkan, penemu bakat Claudio, Daniel Brizuela tak ragu menyebut bocah asal Resistencia itu merupakan kombinasi dua legenda: Diego Armando Maradona dan Lionel Andres Messi.</p>
<p>Brizuela menemukan bakat Echeverri pada 2016, dan memboyongnya ke River Plate. Ketika itu Echeverri sedang bermain untuk salah satu klub di kota kelahirannya di Resistencia.</p>
<p>“Hari ini saya sangat senang, sama seperti ketika melihat Echeverri di Resistencia. Saya bilang: ‘Pemain ini, pemain ini’. Dia selalu senang menjalani pertandingan seperti itu [Brazil vs Argentina]. Echeverri selalu menjadi lebih kuat,” ujar Brizuela kepada <em>TyC Sports</em> seperti dikutip <em>cnnindonesia.com</em>.</p>
<p>Brizuela tak tanggung-tanggung memuji. Dia menyebut Echeverri sebagai kombinasi Maradona dan Messi.</p>
<p>“Ketika datang di Resistencia dan melihat dia, saya bilang kepada salah satu pelatih di sana: ‘Dia kombinasi Maradona dan Messi’. Pelatih itu bertanya, ‘Kenapa?’. Saya jawab, ‘Dia memiliki sifat, kepribadian dan karakter Maradona, dan ciri-ciri permainan mirip Messi’”.</p>
<p><strong>Titisan Messi</strong><br />
Sama dengan sejumlah nama yang pernah disemati harapan sebagai “titisan Maradona”, media mulai mematut-matut bakat yang pantas diberi predikat sebagai “titisan Messi”.</p>
<p>Uniknya, di era pasca-Maradona, yang riil tumbuh dan berkembang hanya seorang Leo Messi, untuk menjajari, bahkan dalam beberapa segi melewati Maradona.</p>
<p>Rata-rata pemain Argentina penyandang harapan itu berpostur kecil, atau pendek. Pablo Aimar misalnya, Ariel Ortega, Xavier Saviola, Carlos Tevez, dan Diego Lattore.</p>
<p>Bagai jejak sejarah yang berulang, peroketan Echeverri di Piala Dunia U17 mirip dengan pertunjukan Maradona dan Leo Messi.</p>
<p>Dalam Piala Dunia U19 di Tokyo 1979, El Pibe de Oro memimpin Tim Tango sebagai kapten. Permainannya menginspirasi dengan <em>leadership</em>, seni gol, dan aksi-aksi eksepsional. Sedangkan Messi menjadi pusat pembeda permainan Albiceleste dalam tim Piala Dunia U20 2005, dan Olimpiade 2008.</p>
<p>Maradona dan Messi betul-betul menjadi faktor determinan dengan <em>skill</em> langka. Claudio Echeverri juga mempertontonkan kemampuan serupa, terutama ketika tiga golnya mengoyak gawang Brazil.</p>
<p>Ketika dunia membuat gambaran siapa kandidat pengganti La Pulga yang kini berusia 36, tak pelak lagi Echeverri-lah yang diapungkan. Dari El Pibe de Oro, ke La Pulga, tampuk kemaharajaan akan beralih ke Iblis Kecil atau El Diablito. Sayang memang, dia gagal mengulang keberhasilan dua pendahulunya itu membawa pulang trofi dunia ke Buenos Aires.</p>
<p>Dan, waktu pulalah yang menjadi penyaksi: akankah Claudio Echeverri berjalan konsisten di trek harapan dan pembandingan, atau seperti para titisan Maradona sebelumnya dia hanya moncer di media lalu memudar dari terang cahaya&#8230;</p>
<p>Atau jangan-jangan berhenti di level maksimal Marco Antonio Etcheverry Vargas&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/02/ceria-dan-muram-iblis-kecil-penerus-messi">Ceria dan Muram “Iblis Kecil” Penerus Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konsolidasi Sepak Bola Pasca-&#8220;Geger Genjik&#8221; Israel</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/08/konsolidasi-sepak-bola-pasca-geger-genjik-israel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Apr 2023 10:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Gianni Infantino]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia u20]]></category>
		<category><![CDATA[presiden-fifa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=328079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // trauma, semudah itukah ditepis/ akan terbenamkah kita/ dalam suntuk amarah/ dan luka sepak bola?/ maka bangunlah anak-anak muda/ buka jendela dunia&#8230;// (Sajak “Bangkitlah, Anak-anak Muda”, 2023) BERSYUKURLAH, Indonesia tidak mendapat sanksi berat FIFA. Setelah pembatalan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, badan sepak bola dunia itu “hanya” membekukan dana [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/08/konsolidasi-sepak-bola-pasca-geger-genjik-israel">Konsolidasi Sepak Bola Pasca-&#8220;Geger Genjik&#8221; Israel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-328087 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// trauma, semudah itukah ditepis/ akan terbenamkah kita/ dalam suntuk amarah/ dan luka sepak bola?/ maka bangunlah anak-anak muda/ buka jendela dunia&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Bangkitlah, Anak-anak Muda”, 2023)</strong></p>
<p><strong>BERSYUKURLAH,</strong> Indonesia tidak mendapat sanksi berat FIFA. Setelah pembatalan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, badan sepak bola dunia itu “hanya” membekukan dana bantuan untuk pengembangan sepak bola negeri ini.</p>
<p>Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang melobi ke FIFA menyebut sanksi itu sebagai “kartu kuning”, dari kekhawatiran “kartu merah” berupa isolasi dari pergaulan sepak bola internasional.</p>
<p>Itukah <em>ending</em> dari kisruh ini?</p>
<p>Membuat lega, memang; namun rasanya kita telah dibuat trauma lantaran terjebak oleh satu nama yang “menghantui”: Israel!</p>
<p>“Sesangar” itukah Negeri Yahudi tersebut, sehingga menciptakan “geger genjik” yang mengoyak harmoni kehidupan bangsa ini?</p>
<p>Tak sadarkah, gara-gara Israel, kita sengit bertarung opini dalam dua kubu: yang menolak, dan yang siap menerima?</p>
<p>Gara-gara Israel, Piala Dunia U20 gagal digelar di sejumlah kota di Indonesia.</p>
<p>Gara-gara menyatakan menolak Israel, Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo “diserbu” netizen. Penolakan, yang oleh FIFA dianggap sebagai &#8220;intervensi&#8221;, dan menjadi konsiderans pencabutan hak tuan rumah.</p>
<p>Gara-gara Israel, iktikad sikap konsisten terhadap amanat konstitusi oleh sebagian orang justru dipertentangkan sebagai pikiran keliru. Gara-gara Medinat Yisra’el pula, perdebatan dalam atmosfer informasi bernuansa buram mewarnai interaksi pendapat bangsa ini.</p>
<p><strong>Faktor yang Mencencang</strong><br />
Nyatanya, Israel menjadi faktor kesejarahan yang mencencang bangsa ini dalam urusan olahraga, dari sejak 1962 di masa-masa Bung Karno membangun reputasi internasional.</p>
<p>Sejarah menegaskan bagaimana Indonesia mengekspresikan politik luar negeri, dengan keberpihakan kepada Palestina, yang tak berkeputusan diagresi oleh Israel.</p>
<p>Sejarah juga mencatat Palestina sebagai negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan RI pada 1945.</p>
<p>Tak sekali-dua kali <em>event</em> internasional olahraga &#8212; termasuk di Indonesia &#8211;, berurusan dengan Israel, yang lekat dengan cap sebagai agresor.</p>
<p>Dan, lagi-lagi Israel “mengusik” semangat pembangunan sepak bola kita, saat dipercaya oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U20. Kehadiran Israel, sebagai salah satu wakil Zona Eropa, membelah Indonesia ke dalam dua kubu.</p>
<p>Dinamika kubu yang berpikir murni sepak bola menghendaki seperti yang FIFA maui, yakni tidak ada intervensi politik. Artinya, Piala Dunia tetap jalan, dan Israel &#8212; sesuai tiket kepesertaannya &#8212; diterima untuk bertanding. Risiko-risiko politik dengan segala respons dan latar belakangnya menjadi urusan nomor sekian.</p>
<p>Kubu sebelah lain pula. Dengan <em>back ground</em> konsisten terhadap amanat konstitusi, Israel harus ditolak. Risikonya, tidak akan ada titik temu dengan FIFA, walaupun otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menerapkan standar ganda terhadap Rusia, yang juga terbukti sebagai negara agresor.</p>
<p>Dengan latar belakang dua arus besar itu, menurut Menkopolhukam Mahfud MD, keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan jalan tengah dari dilema yang dihadapi oleh pemerintah. Yakni antara mempertahankan warisan prinsip anti-imperialisme Sukarno, dan tuntutan ikut serta dalam pergaulan internasional demi kemajuan olahraga.</p>
<p>“Keputusan sudah ditetapkan. Sekarang mari kita berjalan sesuai keputusan FIFA. Dan, kita tetap membuka pintu bermain di FIFA,” ungkapnya.</p>
<p><strong>Sikap Coach STY</strong><br />
Pasca-fase menyedihkan ini, dan “kartu kuning” FIFA, PSSI harus berkonsolidasi total untuk memulihkan luka sepak bola kita.</p>
<p>Sikap pelatih Shin Tae-yong patut didukung oleh semua elemen sepak bola nasional. Dia meminta para pemain tidak terus larut dalam kesedihan.</p>
<p>Mereka harus mulai melupakan Piala Dunia U20 2023. “Kalian masih punya masa depan yang panjang. Bermimpilah lebih tinggi ke depan,” pesannya, dalam <em>Youtube</em> PSSI.</p>
<p>Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, jika mental lebih kuat dan kemauan lebih tinggi, masih ada Olimpiade 2024 di Paris, dan Piala Dunia 2026. STY menilai, dengan kemampuan yang dimiliki, mereka bisa. “Untuk meraih sukses, kalian harus bisa melewati batas kemampuan,” ujarnya.</p>
<p>Belajar dari sejarah yang bergulir, saat-saat ini sepak bola kita membutuhkan kemauan berkonsolidasi secara total.</p>
<p>Arahnya, merevitalisasi kompetisi liga dan merefleksi Tragedi Kanjuruhan 2022 ke arah transformasi sikap profesional dan konsisten dalam penegakan hukum, membangun jaringan diplomasi yang solid ke FIFA, dan kerja sama dengan kalangan sepak bola internasional.</p>
<p>Tak kalah penting, bagaimana memobilisasi semua potensi, dari <em>stakeholders</em> dan pecinta sepak bola, klub-klub, organisasi cabang olahraga ini, sponsor, hingga pemerintah; dalam satu kesatuan pikir dan langkah sebagai “masyarakat sepak bola Indonesia”&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/08/konsolidasi-sepak-bola-pasca-geger-genjik-israel">Konsolidasi Sepak Bola Pasca-&#8220;Geger Genjik&#8221; Israel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erick Thohir Bubarkan Panitia Pelaksana Piala Dunia U20</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/04/erick-thohir-bubarkan-panitia-pelaksana-piala-dunia-u20</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Apr 2023 04:53:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Panitia Pelaksana FIFA U20]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia u20]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=327287</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasinya kepada Panitia Pelaksana Piala Dunia U20 (LOC FIFA U20), yang telah bekerja keras mempersiapkan ajang sepakbola terbesar kedua di dunia ini. Meski akhirnya FIFA membatalkan event yang intensif dipersiapkan dalam setahun terakhir, namun Erick meminta kepada seluruh panitia, untuk tak kehilangan semangat guna mendukung sepak bola [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/04/erick-thohir-bubarkan-panitia-pelaksana-piala-dunia-u20">Erick Thohir Bubarkan Panitia Pelaksana Piala Dunia U20</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasinya kepada Panitia Pelaksana Piala Dunia U20 (LOC FIFA U20), yang telah bekerja keras mempersiapkan ajang sepakbola terbesar kedua di dunia ini.</p>
<p>Meski akhirnya FIFA membatalkan <em>event</em> yang intensif dipersiapkan dalam setahun terakhir, namun Erick meminta kepada seluruh panitia, untuk tak kehilangan semangat guna mendukung sepak bola Nasional.</p>
<p>&#8221;Presiden sudah datang ke lapangan, untuk membubarkan Timnas U20 secara resmi. Dan kini dengan berat hati, saya mengundang seluruh panitia untuk memberitahukan, bahwa tim ini saya bubarkan. Ini pengalaman berat yang saya harapkan makin mendewasakan kita,&#8221; ujar Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana FIFA U20, di Jakarta, Senin (3/4/2023).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/04/04/dito-ariotedjo-langsung-kumpulkan-pejabat-eselon-1-dan-2-kemenpora">Dito Ariotedjo Langsung Kumpulkan Pejabat Eselon 1 dan 2 Kemenpora</a></strong></p>
<p>Dihadapan sekitar 200 anggota panitia dari seluruh departemen LOC, Erick berharap, sepak bola Nasional bisa bangkit kembali, usai batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.</p>
<p>&#8221;Saya yakin, pecinta sepak bola Nasional punya perasaan dan kesedihan yang sama, atas pembatalan ini. Namun saya yakin, kita bisa bangkit kembali. Mengapa? Saya percaya pecinta sepak bola punya komunitas yang sangat kuat. Dan respon mereka sangat luar biasa,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, secara simbolis, Erick juga memberikan sertifikat penghargaan kepada seluruh panitia, yang diwakili setiap departemen.</p>
<p>&#8221;Sertifikat ini tolong dipajang. Bukan untuk ditangisi, tapi untuk pengingat saja. Karena saya berprinsip, dan itu saya alami sendiri, bahwa kita akan sukses karena sering jatuh,&#8221; tukasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/04/erick-thohir-bubarkan-panitia-pelaksana-piala-dunia-u20">Erick Thohir Bubarkan Panitia Pelaksana Piala Dunia U20</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sesiap Apa Kita Menerima Sepak Bola?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/01/sesiap-apa-kita-menerima-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Apr 2023 10:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[Ganefo]]></category>
		<category><![CDATA[I Wayan Koster]]></category>
		<category><![CDATA[KOI]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia u20]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=326573</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //sesiap apa kita menerima sepak bola/ hanya sebagai sepak bola?/ sesiap apa pula menggumuli politik/ tanpa menikam sepak bola?// (Sajak “Kita dan Piala Dunia”, 2023) LUAP kekecewaan Hokky Caraka, Marselino Ferdinand, dan Arkhan Fikri adalah jerit ketidakberdayaan anak-anak muda menghadapi imbas energi politik. Betapa pilu menyimak InstaStory tiga penggawa tim nasional [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/01/sesiap-apa-kita-menerima-sepak-bola">Sesiap Apa Kita Menerima Sepak Bola?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-326622 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>//sesiap apa kita menerima sepak bola/ hanya sebagai sepak bola?/ sesiap apa pula menggumuli politik/ tanpa menikam sepak bola?//</em><br />
<strong>(Sajak “Kita dan Piala Dunia”, 2023)</strong></p>
<p><strong>LUAP</strong> kekecewaan Hokky Caraka, Marselino Ferdinand, dan Arkhan Fikri adalah jerit ketidakberdayaan anak-anak muda menghadapi imbas energi politik.</p>
<p>Betapa pilu menyimak InstaStory tiga penggawa tim nasional U20 itu.</p>
<p>Ungkap Hoky, “Kami kecewa tentang gagalnya Piala Dunia U-20, jangan kalian bilang ‘Halah pildun doang hasil <em>give away</em>’. Walaupun hasil <em>give away</em> atau apa pun yang kalian sebut, kita juga latihan mati-matian, sehari 3-4 kali latihan&#8230;”</p>
<p>“Gimana capeknya gimana beratnya kalian belum pernah ngerasain. Sekarang sudah seperti ini&#8230; Siapa yang mau disalahkan? Bangun! Kalian hanya mimpi,” tulisnya.</p>
<p>Marselino Ferdinand menuliskan ekspresi yang sama. Kata pemain KMSK Deinze Belgia itu, “Kami kehilangan mimpi besar kami”. “Ini bukan soal saya, ini soal mimpi teman-teman saya,” lanjutnya. “Coba rasain latihan 1 hari 3 kali pak&#8230;”</p>
<p>Arkhan Fikri lebih terkesan patah hati, “Terkubur sudah mimpi besar kami. Orang tua saya tidak bisa lagi menceritakan ke teman-temannya kalau punya anak yang sangat membanggakan karena bisa main di Piala Dunia,” cetusnya.</p>
<p>Dan, bukankah sejujurnya seperti itulah perasaan yang melilit bangsa ini? Kamis (30/3) dinihari WIB, ketika otoritas tertinggi sepak bola dunia FIFA mengumumkan pencabutan hak tuan rumah Piala Dunia U20 dari Indonesia, berlalulah mimpi indah itu&#8230;</p>
<p>Politikkah yang tak kenal iba kepada pecinta sepak bola? Politikkah yang bagai tak punya rasa kepada perjuangan dan kerja keras anak-anak bangsa untuk meraih impiannya. Politik, seperti kata Harold Lasswell, hanya tentang siapa memperoleh apa, kapan, dan bagaimana.</p>
<p>Begitu cepat Indonesia kehilangan hak menjadi tuan rumah <em>event</em> akbar itu. Begitu cepat dinamika politik bergulir dengan segala nuansanya. Empat tahun intensif menyiapkan infrastruktur dan sumberdaya manusia, terbanting oleh kenyataan betapa energi politik memancar lebih kuat. FIFA, seperti keterangan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, melihat ada intervensi.</p>
<p><strong>Perspektif Politik</strong><br />
Jujur saja, dalam seminggu kemarin perasaan saya seperti diaduk oleh kegelisahan. Ada sisi-sisi buram yang sulit terjelaskan. Sebegitu berisikokah menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola? Seperti apa, dan siapa yang menghadapi risiko? Sebaliknya, jika penyelenggaraan <em>event</em> akbar itu menguntungkan, siapa yang mendapatkan?</p>
<p>Risiko dan keuntungan itu menyertakan kalkulasi tentang negara ini: Israel. Bagaimana mempertemukan perspektif itu, yang dari dinamika wacana menjadi seakan-akan sedemikian “gawat”?</p>
<p>Rasanya tak pernah tergambarkan dari pernyataan-pernyataan PSSI dan pemerintah, ketika mengikuti <em>bidding</em> sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, apakah sama sekali tak terbayangkan mengenai “faktor Israel”? Termasuk ketika para kepala daerah menandatangani <em>host agreement</em>, lalu menyiapkan renovasi stadion-stadion?</p>
<p>Kalaupun terpikirkan, apakah terlintas pikiran timnas Israel tidak akan lolos ke putaran final, sehingga tak terbayangkan muncul keribetan seperti sekarang?</p>
<p>Atau, konsiderans pencalonan pada saat itu lebih diliputi oleh semangat olahraga ketimbang dominasi pikiran tentang politik dengan segala implikasinya? Tak terlampau jauh terpikirkankah segi-segi sensitif yang mengikuti kehadiran Israel?</p>
<p>Perspektif politik itu mengait pada faktor konsistensi konstitusi dan faktor sejarah, ketika pada 1962 Bung Karno memilih menolak Israel dan ber-mufarrokoh dari Komite Olimpiade Internasional (KOI) untuk mendirikan Games of the New Emerging Forces (Ganefo).</p>
<p>Ganefo menegaskan politik tidak bisa dipisahkan dari olahraga, melawan prinsip KOI yang memisahkan antara dua “dunia” itu.</p>
<p>KOI mengecam Indonesia yang tidak mengundang Israel dan Taiwan ke Asian Games Jakarta, karena bersimpati kepada negara-negara Arab &#8212; khususnya Palestina &#8212; dan Tiongkok. Dikenai sanksi penangguhan keanggotaan di KOI, Indonesia pun tidak diizinkan mengikuti Olimpiade Tokyo 1964.</p>
<p>Sikap Bung Karno pada 1962 dijadikan pegangan, terkait dengan penegasan Pembukaan UUD 1945, “&#8230; kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan &#8230; dst”. Haluan politik ini terimplementasi sebagai bentuk dukungan kepada Palestina, dan tidak membenarkan agresi Israel.</p>
<p>Maka ketika Gubernur Bali Wayan Koster, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menolak kehadiran Israel di Piala Dunia U20, amanat konstitusi dan sikap Bung Karno 1962 itulah yang dijadikan pegangan.</p>
<p>Masalahnya, FIFA sebagai otoritas tertinggi persepakbolaan dunia punya “kedaulatan” yang tak bercampur dengan politik. Pemisahan ini tentu ideal, dari sisi penjabaran nilai-nilai <em>sportmanship</em>: atmosfer olahraga steril dari berbagai intervensi kepentingan.</p>
<p>Standar ganda FIFA pun dipertanyakan. FIFA tegas mencabut kepesertaan Yugoslavia di Euro 1992 akibat Perang Balkan dan pembantaian etnis Bosnia. Lalu Rusia dikucilkan dari pergaulan sepak bola internasional karena invasi ke Ukraina. Mengapa tidak bersikap sama terhadap Israel yang mengagresi Palestina?</p>
<p><strong>Kalkulasi di Indonesia</strong><br />
Polemik di Indonesia menggambarkan risiko dan keuntungan dalam perspektif politis.</p>
<p>Seandainya Piala Dunia U20 tetap digelar dan Israel diterima untuk bertanding, akan munculkah tudingan pemerintah sebagai rezim yang melanggar konstitusi dalam sikap politik luar negeri?</p>
<p>Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun memberi “isyarat penting”, bahwa FIFA memiliki aturan yang harus ditaati anggotanya. Jadi urusan olahraga jangan dicampuradukkan dengan urusan politik.</p>
<p>Sikap Dubes Zuhair mestinya bisa dijadikan pegangan, bahwa kita boleh berlawanan dengan Israel, tetapi tidak dalam urusan olahraga. Tafsirnya, Palestina tetap mengharapkan dukungan di luar kerumitan Piala Dunia U20.</p>
<p>Hal itu senada dengan sikap Ketua PBNU Yahya Staquf. Kehadiran Israel, menurutnya, belum tentu merugikan Palestina. Yang penting bagaimana memperkuat posisi Indonesia dalam <em>platform</em> internasional dan multilateral.</p>
<p>Masalahnya, sikap moderat Dubes Zuhair dan Gus Yahya belum tentu diterima oleh para penolak Israel. Kelompok-kelompok penolak diperkirakan bakal mempersoalkan sikap pemerintah. Ketika dikaitkan ke kontestasi politik 2024, isu Israel bisa menjadi amunisi dalam perspektif risiko dan keuntungan.</p>
<p>Risiko, tentu bagi pemerintah dan partai berkuasa. Sejauh ini, masalah Israel sulit dihindarkan dari isu agama, sehingga dikhawatirkan potensi pemilih akan mempertimbangkan sikap pemerintah dan calon presidennya. Realitas ini mendorong kalkulasi potensi dukungan apabila berpihak kepada sepak bola dan Israel ketimbang sensitivitas isu “agama”. Akan tetapi bisa pula berefek sebaliknya: ketika hak tuan rumah dicabut oleh FIFA, kemarahan para pecinta bola berpotensi mempengaruhi prospek suara pada 2024.</p>
<p>Dari sisi oposisi, apabila Israel diterima bertanding, terbuka keuntungan untuk mengembangkan opini, yakni stigma capres yang tidak mematuhi konstitusi, memihak rezim Zionis, dan mengingkari torehan sejarah Bung Karno. Juga bisa dianggap mengabaikan Palestina sebagai negara yang pertama kali menyampaikan dukungan kepada kemerdekaan Indonesia. Betapa rumit&#8230;</p>
<p><strong>Merusak Mimpi</strong><br />
Sejuta rasa telah diungkapkan oleh Hokky Cakara, striker timnas Garuda. Juga dua gelandang Marselino dan Arkhan Firki. Ya, tampil di Piala Dunia adalah impian bagi semua pemain sepak bola.</p>
<p>Sebelum ini, tim angkatan Bagus Kahfi, Bagas Kaffa, dan Elkan Baggot gagal bermain di ajang tertinggi untuk pemain di bawah usia 20 itu. Seharusnya <em>event</em> ini digelar pada 2021, namun lantaran pandemi Covid-19, diundur hingga tahun ini. Hampir semua pemain binaan Fakhri Husaini itu, pada 2023 telah melewati batas usia. Padahal banyak yang menyebut, angkatan Bagus Kahfi adalah tim dengan materi berkualitas menjanjikan.</p>
<p>Dan, kini Hokky Caraka, Muhammad Ferrari, Robbi Darwis, Arkhan Kaka dkk yang sudah intensif disiapkan oleh <em>coach</em> Shin Tae-yong juga “kehilangan panggung” karena pemicu yang berbeda.</p>
<p>Kalau bukan karena menjadi tuan rumah, bakal butuh perjuangan berat dan panjang untuk bisa lolos ke putaran final. Ibarat durian runtuh, kesempatan itu tersia-siakan ketika akhirnya FIFA mencabut hak sebagai tuan rumah. Padahal, seharusnya ini akan menjadi sejarah kedua Indonesia tampil di putaran final setelah 1979 di Tokyo. Subangkit dkk lolos, karena sejumlah negara menolak hadir.</p>
<p>Kini, PSSI menanti kemungkinan sanksi lain FIFA, yang belum terperkirakan seperti apa. Pengucilan sepak bola Indonesia-kah, atau apa?</p>
<p>Betapa pahit realitas ini. Politik luar negeri RI, perspektif kontestasi politik nasional, tarik-menarik kepentingan 2024, dan impian anak-anak bangsa teraduk-aduk oleh pandangan dan sikap tentang Israel.</p>
<p>Betapa kalkulasi, kekhawatiran, mimpi, dan target, bagai bergumul resah di pekat kabut. Energi politik memancar lebih kuat ketimbang cercah keindahan sepak bola&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/01/sesiap-apa-kita-menerima-sepak-bola">Sesiap Apa Kita Menerima Sepak Bola?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>