<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Paris St Germain Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/paris-st-germain/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Sep 2025 02:32:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Paris St Germain Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Borussia Dortmund]]></category>
		<category><![CDATA[Masour Ousmane Dembele]]></category>
		<category><![CDATA[Paris]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Theatre du Chatelet]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderkid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=498338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kehidupan acap tak terbayangkan/ bergerak dalam misteri roda/ kemarin seperti apa/ hari ini bagaimana/ esok lain pula&#8230;// (Sajak “Oesman Dembele”, 2025) PERNAHKAH Anda membayangkan, Masour Ousmane Dembele naik ke panggung Theatre du Chatelet, Paris, untuk menerima trofi Ballon d’Or, simbol anugerah Pemain Terbaik Dunia? Ya, dari sisi potensi, dia adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor">Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-498346 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kehidupan acap tak terbayangkan/ bergerak dalam misteri roda/ kemarin seperti apa/ hari ini bagaimana/ esok lain pula&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Oesman Dembele”, 2025)</strong></p>
<p><strong>PERNAHKAH</strong> Anda membayangkan, Masour Ousmane Dembele naik ke panggung Theatre du Chatelet, Paris, untuk menerima trofi Ballon d’Or, simbol anugerah Pemain Terbaik Dunia?</p>
<p>Ya, dari sisi potensi, dia adalah salah satu bintang yang layak menerima. Sejak remaja, Dembele berkembang sebagai pemain muda dengan predikat <em>wonderkid</em>. Klub sekaliber Barcelona pun tak ragu untuk merekrutnya dari Borussia Dortmund, mendampingi Lionel Messi dan Luis Suarez, menggantikan Neymar Junior yang memilih pindah ke Paris St Germain.</p>
<p>Hanya, dari sisi perilaku keseharian, Dembele boleh jadi memang tak tergambarkan bisa meraih level ini. Bukan rahasia lagi, dia punya problem cedera &#8212; mengalami 14 kali di Nou Camp, sehingga harus absen dalam 784 hari &#8211;, di samping masalah disiplin dalam tuntutan atmosfer profesionalitas. Performanya pun tak tertuntaskan di klub Catalan itu.</p>
<p>Tahun ini, Dembele bersaing dengan anak ajaib Barcelona, Lamine Yamal dan rekan seklubnya di PSG, Vitinha sebagai <em>nominee</em> Ballon d’Or. Akhirnya, pada awal pekan kini, dia meraih trofi 2025 itu.</p>
<p>Inilah klimaks kisah pemain yang boleh dibilang sadar memperbaiki diri, berintrospeksi untuk bangkit kembali dari kemandekan kemampuan. Sikap semau sendiri, tidak berdisiplin, dan abai merawat karier adalah ciri menonjol pemain kelahiran Vernon, Prancis 28 tahun silam itu, yang pernah membuat seniornya di Barcelona seperti Messi dan Suarez kesal dan terlampau sering menegurnya.</p>
<p><strong>Pengakuan “Dosa”</strong><br />
Introspeksi, kebangkitan, dan Ballon d’Or adalah rangkaian perjalanan unik Ousmane Dembele. Setelah melewati masa-masa sulit untuk melawan diri sendiri, dia makin menemukan pencerahan di PSG di bawah pelatih Luis Enrique.</p>
<p>Pemain berdarah Mali dan Mauritania itu mengakui, dulu tidak mau menjaga tubuh, mudah mengalami cedera, termasuk tidak bisa berdisiplin. Di Barcelona, selama 2017-2023 dia gagal bersinar seperti ekspektasi talenta besarnya sebagai pemain yang cepat, dan tajam mengiris sayap. Dari berbagai videonya yang bisa diakses di Youtube, aksi-aksi Dembele memperlihatkan kepantasan <em>skill</em> dan visinya sebagai pemain elite dunia.</p>
<p>Ketika memperkuat PSG, sinar Ousmane Dembele benar-benar mencorong pada musim 2024-2025. Dia menjadi tulang punggung Les Parisiens untuk meraih <em>treble</em>: menyapu bersih gelar domestik di Ligue 1, dan membawa PSG mengukir sejarah untuk kali pertama memenangi Liga Champions. Selama semusim lalu, dia membukukan 35 gol dan 16 <em>assist</em>.</p>
<p>Di Liga Champions musim lalu, Luis Enrique pernah memberinya “pelajaran” tentang disiplin. Pelatih asal Spanyol itu tidak memasukkan nama Dembele dalam skuad yang bertandang ke kandang Arsenal di Liga Champions, karena kebiasaannya datang telat dalam latihan, dan tidak pernah memberitahukan alasan mengapa dia terlambat.</p>
<p>Dembele menyatakan, sekarang bisa lebih profesional. Bahkan pada hari libur, dia tetap ke gym, berlatih dengan fisioterapis, dan tekun memulihkan diri. Dia mengakui, dulu cuek dan “menikmati hidup” dengan caranya. Itulah yang antara lain membuat dia sulit mengeluarkan kemampuan terbaik saat membela Barcelona.</p>
<p>Dia berintrospeksi, “Saya suka main <em>game</em> dan nonton teve. Normal saja, ketika itu saya masih muda. Itu menjadi harga yang harus saya bayar mahal. Saya masih muda ketika di sana, usia 20 tahun dan banyak masalah fisik, tetapi hal itu membuat saya banyak belajar”.</p>
<p>Dalam feature <em>BBC</em>, orang-orang terdekat melihat perubahan signifikan Dembele setelah menikahi pacarnya, Rima pada Desember 2021 di Maroko. Tak lama kemudian dia menjadi seorang ayah (<em>detik.com</em>, 24 September 2025).</p>
<p>Pernikahan itu mengejutkan banyak rekannya di Barcelona, karena tidak banyak yang tahu dia punya pasangan. Namun setelah itu performanya berubah. Dembele yang semula suka tidur larut karena bermain gim dan kerap didenda karena terlambat datang ke tempat latihan, tampil lebih baik pada paruh kedua musim 2021-2022. Dia mencetak satu gol dan 11 <em>assist</em> dalam 15 laga di La Liga. Pada musim berikut, Dembele pun mencetak delapan gol dan sembilan <em>assist</em>, membawa Barcelona menjuarai liga untuk kali pertama kalinya sejak kepergian Lionel Messi pada 2021.</p>
<p>Ousmane Dembele tampak lebih bertanggung jawab. Dia menjaga kondisi dengan menyewa ahli nutrisi yang membantunya hidup sehat. Juga dibantu fisioterapis untuk sejumlah perawatan pencegahan.</p>
<p>Pada 2023-2024, ketika mulai memperkuat PSG, dia bisa menjaga level. Dembele mengemas enam gol dan 14 <em>assist</em> untuk membantu klubnya meraih <em>treble</em> domestik, namun dia masih di bawah bayang-bayang Kylian Mbappe yang merupakan ikon klub.</p>
<p>Mbappe menjadi striker utama, sedangkan dia banyak bergerak di sayap. Begitu Mbappe hijrah ke Real Madrid, Luis Enrique menggesernya ke tengah dan membuat dia lebih produktif.</p>
<p><strong>Prancis Keenam</strong><br />
Ousmane Dembele menjadi pemain Prancis keenam yang meraih trofi Ballon d’Or. Sebelumnya, tercatat Raymod Kopa (1959), Michael Platini (1983, 1984, 1985), Jean Pierre-Papin (1991), Zinedine Zidane (1998), dan Karim Benzema (2022).</p>
<p>Banyak talenta hebat yang lahir di Prancis, terutama Kylian Mbappe yang semula digadang-gadang sebagai penerus Lionel Messi, namun Dembele-lah yang akhirnya memenangi anugerah tersebut.</p>
<p>Dia menjadi motor PSG. Satu hal yang menonjol, performanya konsisten, dan bisa menghindari cedera seperti yang dulu sering dia alami. Di PSG dia bahu membahu dengan Desiree Doue, Khvicha Kvaratskhelia, Achraf Hakimi, Vitinha, Nuno Mendez, dan Bradley Barcola.</p>
<p>Walaupun pernah berkonflik, Dembele merasakan peran besar Enrique, dengan mendapat banyak kepercayaan. Pada awal musim, Enrique menekankan agar Dembele berperan sebagai seorang pemimpin di tim, menjadi contoh bagi pemain muda dan pemain senior. “Dia bilang, ketika di depan gawang dan aku tidak bisa menembak, maka aku harus mengoper bola kepada pemain lain di posisi yang lebih baik. Enrique memberiku kebebasan penuh di lapangan,” katanya.</p>
<p>Penampilannya memang tidak se-“bla-bla-bla” seperti karisma para bintang di level Ballon d’Or sebelumnya. Dia tampak kalem dan “tersembunyi”, namun fakta bahwa Ousmane Dembele meraih anugerah tertinggi, itu membuktikan dia pantas berada di orbit utama, baik di jajaran tim nasional Prancis maupun di deretan pemain elite dunia.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/27/ousmane-dembele-introspeksi-kebangkitan-dan-ballon-dor">Ousmane Dembele: Introspeksi, Kebangkitan, dan Ballon d’Or</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Donnarumma, di Puncak Patah Hati</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Copa Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Emiliano Martinez]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Donnarumma]]></category>
		<category><![CDATA[Kiper Terbaik Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=490541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // jalan di depan/ acapkali tak terbayangkan/ bisa terang/ bisa muram/ kitakah yang menentukan?/ atau ekosistem/ langit industri yang menyelimuti// (Sajak “Gigi Donnarumma”, 2025) TIDAK sedikit yang membandingkan: lebih baik manakah Gianluigi Donnarumma dengan Emiliano Martinez untuk menyebut kiper terbaik dunia saat ini? Gigi adalah peraih Liga Champions terkini bersama Paris [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati">Donnarumma, di Puncak Patah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-490544 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// jalan di depan/ acapkali tak terbayangkan/ bisa terang/ bisa muram/ kitakah yang menentukan?/ atau ekosistem/ langit industri yang menyelimuti//</em><br />
<strong>(Sajak “Gigi Donnarumma”, 2025)</strong></p>
<p><strong>TIDAK</strong> sedikit yang membandingkan: lebih baik manakah Gianluigi Donnarumma dengan Emiliano Martinez untuk menyebut kiper terbaik dunia saat ini?</p>
<p>Gigi adalah peraih Liga Champions terkini bersama Paris St Germain, sedangkan Emi &#8212; yang memperkuat Aston Villa &#8212; menjadi andalan Argentina ketika meraih Piala Dunia 2022 dan dua kali Copa Amerika.</p>
<p>Tentu tak mudah untuk mengklaim, karena keduanya memiliki jejak, prestasi, “maqam”, dan catatan masing-masing. Dalam satu hal, keduanya punya reputasi yang tak juga bisa dibandingkan, misalnya dengan sederet penjaga gawang berkaliber dunia: dari Alisson Bekcer, Ederson Moares, Robert Sanches, Thibaut Courtois, Wojciech Szczęsny, Andre Ter Stegen, Unai Simon, hingga David Raya.</p>
<p>Dengan melihat performa dan kontribusinya, mungkin Anda terkejut ketika manajemen Paris St Germain memutuskan untuk melepas Donnarumma dan mendatangkan kiper baru Lucas Chevalier dari Lille. Adakah sesuatu yang menjadi alasan kuat pelatih Luis Enrique?</p>
<p>Kebutuhan taktik, menurut Enrique, telah matang dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan itu. Musim depan dia butuh kiper yang terlibat dalam permainan atau <em>ball-playing goalkeeper</em>, sedangkan Donnarumma cenderung bertipe <em>shot stopper</em>. Kata pelatih asal Spanyol itu, dia bicara soal pemain yang bukan saja salah satu kiper terbaik dunia, tetapi juga diakui sebagi pribadi luar biasa.</p>
<p>Adakah pertimbangan selain soal kebutuhan taktik? Misalnya, permintaan kenaikan gaji Gigi Donnarumma sebelum kontraknya berakhir pada 2026 nanti? Enrique hanya bersedia menjawab dari sisi permainan, dan menekankan pada realitas industri sepak bola profesional.</p>
<p>Menurut dia, kehidupan pemain top, sama dengan pelatih, yang niscaya menghadapi lika-liku. Mengganti Donnarumma bukan keputusan mudah, tetapi dia bertanggung jawab penuh, dan keputusan ini lebih terkait dengan kebutuhan tim soal profil kiper.</p>
<p><strong>Sangat Kecewa</strong><br />
Kiper tim nasional Italia itu sangat kecewa dan benar-benar patah hati didepak oleh PSG. Pemain Terbaik Euro 2020 itu, selama empat tahun menjadi kiper utama Les Parisiens, dan ketika Enrique memilih kiper baru Lucas Chevalier, Donnarumma pun hanya bisa pasrah. Dia akan dijual.</p>
<p>Beberapa klub, di antaranya Manchester United dan Manchester City, sempat dikabarkan meminati. Rumor lama MU tertarik kepada Emi Martinez tak kunjung bergerak ke realisasi proses transfer. Dan, terbukti Andre Onana tetap diertahankan sebagai kiper utama bersama cadangannya, Altay Bayndr. Prioritas MU, hingga sejauh ini, bukan mencari kiper baru.</p>
<p>Donnarumma sudah tidak ada dalam daftar skuad PSG melawan Tottenham Hotspur di Piala Super Eropa, Kamis 14 Agustus lalu, yang dimenangi PSG lewat adu penalti. Keputusan ini membuat dia kecewa berat, mengingat kontribusinya selama ini. Dia menjadi elemen penting PSG saat merebut empat gelar musim lalu, dan masih mengawal gawang timnya di final Piala Dunia Antarklub. Gigi sudah 161 kali bermain untuk PSG di seluruh ajang sejak 2021, dengan meraih empat titel Ligue 1, dua Piala Prancis, dan satu Liga Champions.</p>
<p>Dia mencurahkan kepedihan hati di akun instagramnya. “Untuk fans Paris yang spesial, saya selalu memberikan segalanya sejak tiba hari pertama, di dalam dan luar lapangan, untuk mendapatkan tempat saya dan menjaga gawang PSG. Sayangnya seseorang memutuskan bahwa saya tidak lagi jadi bagian dari tim, dan tidak bisa berkontribusi lagi untuk kesuksesan tim. Saya kecewa dan patah hati&#8230;” (<em>cnnindonesia.com</em>, 13 Agustus 2025).</p>
<p>“Saya berharap punya kesempatan bertemu fans di Parc des Princes secara langsung sekali lagi, dan mengucapkan salam perpisahan yang pantas. Jika itu tidak terjadi, saya ingin Anda tahu bahwa dukungan dan kasih sayang kalian berarti besar untuk saya, saya tidak akan pernah melupakannya. Saya selalu mengingat dengan penuh emosi, malam-malam luar biasa dan Anda yang membuat saya merasa seperti di rumah.”</p>
<p>“Untuk rekan-rekan setim &#8212; keluarga kedua saya &#8212; terima kasih untuk segala perjuangan, tawa, momen yang kita lalui bersama. Kalian selalu jadi saudara saya. Saya merasa terhormat bermain untuk klub ini dan tinggal di kota ini. Terima kasih, Paris,” tutup kiper penerus Gianluigi Buffon di tim nasional Italia itu.</p>
<p><strong>“Dollarumma”</strong><br />
Pemain kelahiran 25 Februari 1999 di Castellamare di Stabia itu, pada 2015-2020 menjadi andalan AC Milan. Dia dihujat Milanisti ketika menerima pinangan PSG. Dia diejek sebagai “dollarumma”, bahkan sempat dilempari dolar palsu ketika memperkuat Italia U-21. Dalam usia 18, waktu itu, Gigi dicap lebih mementingkan uang ketimbang loyalitas kepada Rossoneri.</p>
<p>Kita tidak tahu, apakah di luar alasan kebutuhan taktik Luis Enrique, ada masalah lain dalam negosiasi kelanjutan kontrak dengan PSG. Bahwa Gigi tak lagi dipakai dalam final Piala Super, menandakan bahwa klub milik Nasser Al-Khelaifi itu tak lagi mempertahankannya.</p>
<p>Dan, apa pun perasaan yang berkecamuk di hati Donnarumma, bukankah ini adalah pernik lain dari industri sepak bola profesional? Dinamika industrial tak jarang memberi jarak, menafikannnya dari gejolak hati dan rasa. Sama dengan ketika pada 2020 dia memilih meninggalkan dan mengabaikan suara-suara keberatan dari suporter San Siro.</p>
<p>Bagaimanapun, ini adalah jejak jalan ketika Donnarumma berada di puncak. Dia berada dalam kelindan industri kompetisi sepak bola profesional. Dan, pastilah gambaran serupa juga dihadapi oleh Emiliano Martinez yang hingga sejauh ini belum terproyeksikan bakal berlabuh ke mana. Apakah bertahan di Aston Villa, atau ke klub lain yang menawarkan masa depan lebih menjanjikan.</p>
<p>Belum pula tergambarkan, apakah Donnarumma akhirnya menjadi bagian dari MU untuk menjadi benteng Pasukan Olf Trafford. Atau dia akan berlabuh di Etihad untuk bergabung dengan tim racikan Pep Guardiola, atau mungkin di klub lain lagi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati">Donnarumma, di Puncak Patah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chelsea dan Etos Penjinak “Monster”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/19/chelsea-dan-etos-penjinak-monster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Kejuaraan Dunia Antar-Klub]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=485264</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapakah monster sejati sepak bola?/ Real Madrid dengan gelimang sejarahnya?/ AC Milan yang pernah melahirkan Tim Impian?/ atau Olympique Marseille, yang mengimitasi?/ Manchester United juga punya karakter/ Barcelona pun meraja/ dan, ketika PSG menyerupai/ Chelsea menjadi penjinaknya// (Sajak “ Sang Monster”, 2025) SEJATINYA, ke manakah sepak bola dunia kini berkiblat? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/19/chelsea-dan-etos-penjinak-monster">Chelsea dan Etos Penjinak “Monster”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-485265 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapakah monster sejati sepak bola?/ Real Madrid dengan gelimang sejarahnya?/ AC Milan yang pernah melahirkan Tim Impian?/ atau Olympique Marseille, yang mengimitasi?/ Manchester United juga punya karakter/ Barcelona pun meraja/ dan, ketika PSG menyerupai/ Chelsea menjadi penjinaknya//</em><br />
<strong>(Sajak “ Sang Monster”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SEJATINYA</strong>, ke manakah sepak bola dunia kini berkiblat?</p>
<p>Ke Kota Paris, Prancis; atau ke London: sebagai personifikasi Paris St Germain dan Chelsea?</p>
<p>Siapa tokoh yang diakui paling berperan di balik performa <em>nggegirisi</em> dua klub yang pekan lalu bertarung di final antarklub dunia itu? Enzo Maresca, atau Luis Enrique?</p>
<p>Dua nama itu kini memuncaki pelataran klub sepak bola. Maresca mengantar Chelsea sebagai juara dunia antarklub, setelah menghentikan “kemonsteran” PSG dengan skor telak 3-0. Sedangkan Enrique sukses membentuk PSG sebagai kekuatan baru Eropa.</p>
<p>Awalnya, PSG dengan status sebagai juara Liga Champions 2025 dan rentetan langkah sensasional untuk melaju ke final, lebih difavoritkan; namun Mareca mampu menghadirkan taktik tepat untuk menjinakkan sang monster.</p>
<p>Aksi-aksi Les Parisiens musim ini telah menyita fokus penggemar bola sejagat. Pada sisi lain, Chelsea menunjukkan berada di trek yang benar dengan grafik kebangkitan sebagai kekuatan elite.</p>
<p>Pemilik PSG, Nasser Al Khelaifi yang penuh ambisi untuk menduniakan klub ini menyatakan, kekalahan dari Chelsea itu tidak mengurangi cahaya musim luar biasa yang mereka raih. Sebaliknya, sebagai tim termuda dalam pengalaman berkompetisi, PSG makin termotivasi. “Para pemain sudah memberikan segalanya untuk sampai ke level ini, dan kami bertekad meraih trofi lebih banyak di waktu mendatang,” kata pria asal Qatar itu.</p>
<p>Liga Prancis, Ligue 1 sering diejek sebagai Liga Petani, diposisikan di bawah standar kompetitif empat liga terbaik Eropa &#8212; Liga Primer, La Liga, Liga Seri A, dan Bundesliga. Ligue 1 di peringkat lima terbawah.</p>
<p>Di level Liga Champions, klub-klub Ligue 1 tak terlalu diperhitungkan. Para pemain tim nasional Prancis moncer karena tertempa berkompetisi di liga-liga mancanegara.</p>
<p>Maka ketika tahun ini PSG menguasai Eropa dengan menumbangkan klub-klub besar, tak sedikit yang memuji, Luis Enrique sukses menjadikan klub ini sebagai monster mengerikan.</p>
<p>Pria asal Spanyol itu mencatat <em>treble</em> (tiga trofi) kedua dalam jejak kepelatihannya. Musim ini dia meraihnya bersama PSG, melengkapi pencapaian serupa pada 2014-2015 untuk Barcelona. Musim ini dia hanya gagal di partai puncak turnamen antarkkub dunia.</p>
<p>Di PSG, dia meracik trio mematikan Ousmane Dembele &#8211; Desire Doue &#8211; Kchiva Kvaratskhelia. Pada 2014 dia melahirkan Trio MSN Lionel Messi &#8211; Luis Suarez &#8211; Neymar Junior yang legendaris.</p>
<p>Sukses mengalahkan Real Madrid dengan skor fantastis 4-0 di semifinal antarklub dunia, menyusul pesta gol 5-0 ke gawang Inter Milan di final Liga Champions, Mei lalu, membuat dua pandit sepak bola Andros Townsend dan juga Gareth Bale tak ragu menyebut PSG sebagai monster.</p>
<p>“Luis Enrique telah berhasil menciptakan monster,” kata Townsend di <em>DAZN</em> (<em>bolanews.com</em>, 10 Juli 2025)</p>
<p>“Mereka terlihat seperti tim yang akan bisa bertahan untuk waktu yang sangat lama. Mereka sangat muda, tanpa henti, dan selalu ingin mempermalukan tim lawan,” timpal Gareth Bale.</p>
<p>Enrique meneruskan pekerjaan sederet pelatih yang punya reputasi hebat. Dari Carlo Ancelotti, Laurent Blanc, Unai Emery, Thomas Tuchel, Mauricio Pichettino, hingga Cristhope Galtier.</p>
<p><strong>Ambisi Para Investor</strong><br />
Performa PSG tak lepas dari ambisi besar investornya, Syekh Nasser Al Khelaifi, yang ingin bersenang-senang dengan sepak bola. Dia mengucurkan dana besar untuk PSG.</p>
<p>Dia, seperti Syekh Manshour Al Suleimany yang menguasai saham Manchester City di Liga Primer, berambisi menjadikan klubnya sebagai penguasa Eropa. Sama dengan kisah-kisah Silvio Berlusconi di masa jayanya (AC Milan), Bernard Tapie (Marseille), Massimo Moratti (Internazionale Milan), Aurelio de Laurentiis (Napoli), Roman Abramovich (Chelsea), Malcom Glazer (Manchester United), dan kini Jim Rachliffe (MU).</p>
<p>Al Khelaifi telah beberapa kali membuat sensasi transfer. PSG pernah mendatangkan megabintang Zlatan Ibrahimovic, Neymar, Messi, juga ikon Prancis Kylian Mbappe yang kini pindah ke Real Madrid.</p>
<p>Juara liga menjadi rutinitas selama 10 tahun terakhir, dan sekarang Les Parisiens menguasai Eropa, setelah sempat digagalkan Bayern Muenchen dalam final Liga Champions 2020.</p>
<p>Luis Enrique mampu menghadirkan kerancakan dalam irama permainan PSG. Jamie Carragher, legenda Liverpool yang kini jadi pandit menyetarakan skuad PSG dengan kehebatan Barcelona-nya Pep Guardiola pada semester kedua 2000-an. Permainan mereka mengalir, semua lini bergerak dari pertahanan, gelandang, dan penyerang sebagai orkestrasi yang benar-benar fungsional.</p>
<p>Pada dasawarsa 1990-an, PSG tercatat pernah diperkuat George Oppung Weah dan Ronaldinho. Dua nama ini merupakan bagian dari bakat langka sepak bola yang pernah lahir.</p>
<p>Les Parisiens menapak naik tak lepas dari ambisi Nasser Al Khelaifi bersama Qatar Sports Investment. Dia salah satu dari taipan Timur Tengah yang ingin menginvestasikan uangnya lewat sepak bola.</p>
<p>Selain Al Khelaifi, dua pengusaha Arab lain yang berkiprah di liga Eropa adalah Syekh Manshour Al-Sulaymani pemilik Manchester City, dan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi bersama Public Investment Fund (PIF). Mohammed bin Salman memegang saham terbesar Newcastle United. Kini The Magpies bisa bersaing di papan atas Liga Primer. Tercatat juga beberapa nama yang mengakuisisi klub-klub semenjana di sejumlah liga.</p>
<p>Dengan dukungan dana besar itu, Luis Enrique meracik tim secara leluasa, disesuaikan dengan kebutuhan taktikal dan filosofinya.</p>
<p>Setelah kekalahan dari Chelsea di final kejuaraan dunia, apakah PSG dan Enrique bisa konsisten membangun imperium sepak bola dengan ide dan infrastruktur yang inspiratif?</p>
<p>Kita tentu berharap PSG tidak hanya menjadi monster dengan kehebatan semusim, tetapi juga membangun semua elemen ekosistemnya, dimulai dari pembinaan usia dini di Akademi PSG.</p>
<p>Kekuatan “kemonsteran” akan teruji dari konsistensi mentransformasi permainan berbasis penghayatan taktik dan filosofi. Kita yakin, Enrique sudah punya rencana jangka panjang. Eks pemain nasional Spanyol itu menjadi peletak dasar, setidak-tidaknya penembus konfidensi PSG untuk bersaing di level atas.</p>
<p><strong>Enzo Maresca</strong><br />
Pada sisi lain, Chelsea menemukan orang yang tepat untuk mengawal etos kebangkitan, setelah beberapa pelatih gagal memperbaiki performa The Blues. Pasca-masa emas bersama Jose Mourinho pada 2004-2007, Chelsea ditangani Avram Grant, Luis Felipe Scolari, Ray Willkins, Guus Hiddink, Carlo Ancelotti, Andre Vilas-Boas, Roberto Di Matteo, Rafael Benitez, Steve Holland, Antonio Conte, Maurizio Sarri, Frank Lampard, Thomas Tuchel, Graham Potter, Bruno Saltor, dan Mauricio Pochettino.</p>
<p>Ada di antara mereka yang tidak gagal total dan mempersembahkan trofi, namun pada era Maresca terasa memperlihatkan stabilitas penampilan.</p>
<p>Pelatih asal Italia itu didukung oleh kebijakan transfer dari manajemen di bawah konsorsium BlueCo yang dikoordinasikan oleh Todd Boehly sebagai <em>chairman</em> klub, didampingi direktur Hansjorg Wyss dan Mark Waster. Pemilik lama, Roman Abramovich mundur setelah asetnya dibekukan efek dari serangan Rusia ke Ukraina.</p>
<p>Musim lalu, Chelsea banyak dikritik karena kebijakan transfer yang tidak berimbang di tiap lini. Bahkan Chelsea diejek sebagai “billion-pound bottle-jobs”, untuk menggambarkan skuad mahal yang gagal.</p>
<p>Sebutan itu diungkapkan oleh legenda Manchester United, Gary Neville, setelah Chelsea kalah dari Liverpool di final Piala Liga. Ketika itu Chelsea dinilai membuang kesempatan emas untuk juara melawan Liverpool yang menurunkan banyak pemain pelapis.</p>
<p>Harus diakui, musim itu Chelsea masih dalam transisi stabilisasi. Mereka kesulitan menemukan konsistensi permainan dengan banyak pemain muda yang kurang pengalaman.</p>
<p>Pergantian pelatih terjadi di awal musim 2024-2025 dari Pochettino ke Enzo Maresca. Perlahan-lahan The Blues memperbaiki performa, dan malah menjadi juara dunia, dengan mengalahkan juara Liga Champions. Masresca sukses menghadirkan etos penjinakan “sang monster”.</p>
<p>Sampai di sini dia bisa meracik dan menemukan inti tim. Dia menepikan banyak pemain, dan menjadikan Enzo Fernandez, Cole Palmer, Marc Cucurella, Moises Caicedo, dan Pedro Neto sebagai pilar, yang terbukti menciptakan keseimbangan skematika.</p>
<p>Di final antarklub dunia, Maresca puas dengan penampilan penggawanya. Secara spesifik dia menyebut 10 menit pertama sebagai periode paling krusial. Di momen itulah Chelsea berhasil mengatur tempo dan mendikte pertandingan.</p>
<p>Intensitas dan cara bermain di awal laga itu menjadi fondasi kemenangan, meskipun kondisi cuaca diakui membuat mereka sulit menjaga konsistensi selama 90 menit penuh. “Bagi saya, kami memenangkan pertandingan di sepuluh menit pertama. Kami mengatur tempo, mengatur permainan yang ingin kami mainkan. Kami tampil sangat baik,” katanya.</p>
<p>“Kemonsteran” PSG sejauh ini, dan sukses Chelsea memenangi trofi klub dunia, bagaimanapun membuka peta baru tentang kekuatan sepak bola, ambisi para investor, filosofi kepelatihan, dan kiprah impresif sejumlah pemain.</p>
<p>Liga Eropa musim 2025-2026 nanti saya perkirakan bakal diwarnai atmosfer rivalitas yang berbeda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/19/chelsea-dan-etos-penjinak-monster">Chelsea dan Etos Penjinak “Monster”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tragika Jamal Musiala, Luka Donnarumma</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/12/tragika-jamal-musiala-luka-donnarumma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munchen]]></category>
		<category><![CDATA[Cedera Ankle]]></category>
		<category><![CDATA[Fibula]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Donnarumma]]></category>
		<category><![CDATA[Jamal Musiala]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=483513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // selamat jalan, Diogo Jota/ dia meninggalkan keabadian nama/ dalam duka kepergian/ lalu, himpunlah harapan/ untuk Jamal Musiala/ yang tengah berjuang/ meregang cedera&#8230;// (Sajak &#8220;Cedera Musiala&#8221;, 2025) JAMAL Musiala meregang cedera, hampir bersamaan dengan kepergian abadi bintang Liverpool Diogo Jota karena kecelakaan maut di Spanyol, akhir pekan silam. Ketika Jota dikebumikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/12/tragika-jamal-musiala-luka-donnarumma">Tragika Jamal Musiala, Luka Donnarumma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-483520 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// selamat jalan, Diogo Jota/ dia meninggalkan keabadian nama/ dalam duka kepergian/ lalu, himpunlah harapan/ untuk Jamal Musiala/ yang tengah berjuang/ meregang cedera&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Cedera Musiala&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>JAMAL Musiala</strong> meregang cedera, hampir bersamaan dengan kepergian abadi bintang Liverpool Diogo Jota karena kecelakaan maut di Spanyol, akhir pekan silam.</p>
<p>Ketika Jota dikebumikan dalam peristirahatan abadi di Portugal, perempatfinal Piala Dunia Antarklub 2025 mengetengahkan kisah pilu: bintang 22 tahun Bayern Muenchen, Jamal Musiala cedera parah setelah berbenturan dengan kiper Paris St Germain, Gianluigi Donnarumma.</p>
<p>Tragika Musiala adalah kisah kesekian dalam referensi cedera fatal sepak bola. Ada yang terklasifikasi sebagai insiden biasa sebagai risiko permainan berkontak langsung; ada yang karena faktor perilaku brutal pemain dalam tensi panas pertandingan; juga lantaran ulah pemain yang punya reputasi keras seperti Sergio Ramos, Pepe, atau dulu Andoni Goicotxea, Claudio Gentile, Toni Schumacher, Vinnie Jones, Joey Barton, Gennaro Gattuso, atau di Asia Tenggara kita kenal pemain Vietnam Doan Van Hau.</p>
<p><strong>Menyesali Donnarumma</strong><br />
Kiper dan kapten Bayern, Manuel Neuer menyayangkan insiden itu. Dia mengecam Donnarumma. Seharusnya, menurut Neuer, tabrakan itu bisa dihindarkan.</p>
<p>Kiper asal Italia itu bergerak cepat mengambil bola yang akan direbut Musiala, dan saat itulah Musiala terjatuh. Kaki kirinya tertimpa badan kiper lawan, dan dia langsung mengerang kesakitan karena engkelnya patah. Tulang fibulanya bermasalah, dan diperkirakan harus absen paling sedikit lima bulan.<br />
Pilu dan luka berkecamuk di hati Donnarumma. Dia tak tega melihat Musiala, dan memilih menjauhi. Hal itulah yang menyulut kekesalan Manuel Neuer.</p>
<p>&#8220;Seperti itulah situasinya ketika Anda mengambil risiko. Saya rasa dia tidak perlu melakukan itu. Tetapi okelah, kita berharap cederanya tidak parah, meskipun pastinya parah. Menerjang pemain seperti itu sudah berisiko. Anda harus berpikir dulu apakah lawan bakal cedera atau tidak. Lalu, setelah itu tidak terjadi apa-apa juga,&#8221; ujar Neuer seperti dikutip <em>Yahoosports</em>.</p>
<p>&#8220;Saya datangi dia, &#8216;Apakah kamu tidak mau ke sana?&#8217; Jamal terbaring di sana, dia mungkin harus dirawat di rumah sakit sekarang, saya rasa satu-satunya cara terbaik adalah mendatanginya, mendoakan dia cepat sembuh, dan meminta maaf. Setelah itu, dia juga menghampirinya kok.&#8221;</p>
<p>Realitasnya, Gigio tak bisa menahan rasa bersalah. Melihat kondisi Musiala, dia pun terluka: menangis sampai teman setimnya harus menenangkan.</p>
<p>PSG pun langsung mengirim ucapan simpati pada Musiala. &#8220;Paris Saint-Germain menyampaikan harapan terbaik agar Jamal Musiala bisa kembali cepat pulih sepenuhnya,&#8221; tulis PSG lewat akun media sosial mereka.</p>
<p>Pelatih Bayern, Vincent Kompany dan Direktur Olahraga Max Eberl menyesalkan Donnarumma, namun kiper Real Madrid Thibaut Courtois membela, dan paham situasi yang dihadapi Gigio. Kiper, katanya, juga menghadapi penyerang yang takkan tahu apakah bola akan menerpa wajahnya, dan dia berusaha merebutnya tanpa iktikad buruk. Courtois bersimpati kepada Jamal Musiala, tetapi tidak menyalahkan Gigio.</p>
<p><strong>Kisah Alf-Inge Haaland</strong><br />
Insiden Jamal Musiala menjadi bagian dari rentetan kisah tragis dalam sejarah sepak bola. Ada masalah ekspresi, respek, dan sikap saling &#8220;melindungi&#8221; antarpemain karena sadar mereka hidup dari sepak bola, walaupun di jantung profesionalisme kompetisi, ada saja pemain dengan iktikad bias &#8220;memberangus&#8221; lawan.</p>
<p>Yang paling terkenal adalah perilaku Roy Keane. Ketika menjadi kapten Manchester United dia pernah dengan brutal mencederai kaki Alf-Inge Haaland dalam laga MU vs Manchester City pada 2001.</p>
<p>Dalam biografinya, Keane mengaku sengaja membalas Inge Haaland yang pernah mencederai dia dalam laga sebelumnya. Karier ayah bintang The Citizens Erling Haaland itu berakhir. Dia cedera parah, dan tak bisa pulih normal sebagai pemain.</p>
<p>Anda tentu ingat bukan, Sergio Ramos sengaja membanting Mohamed Salah dalam final Liga Champions 2018 Real Madrid-Liverpool? Mo Salah cedera dan tak bisa melanjutkan laga. Ramos dikenal sebagai pemain temperamental, verbal bermain kasar. Sama dengan reputasi Pepe, yang berkarakter &#8220;darah dingin&#8221;.</p>
<p>Kisah Andoni Goicoetxea yang mendapat julukan &#8220;Jagal dari Bilbao&#8221; menjadi referensi lain kekerasan di sepak bola. Yang paling terkenal, pada 1983 tekel horornya terhadap Diego Maradona menyebabkan El Pibe de Oro patah kaki parah dalam duel Barcelona vs Athletic Bilbao.</p>
<p>Vinnie Jones, di Liga Primer era 1990-an menghadirkan &#8220;horor&#8221; karena gaya permainan keras. Dia pernah diikecam karena sengaja membuat dan mengedarkan video tentang teknik-teknik mengasari lawan.</p>
<p>Kebrutalan juga pernah dilakukan oleh kiper Jerman, Harald &#8220;Toni&#8221; Schumacher di Euro 1984 melawan Prancis. Dia sengaja menjotos muka Patrick Battiston dalam sebuah momen perebutan bola, yang membuat gigi bek Prancis itu rompal dan harus dirawat di rumah sakit.</p>
<p>Belakangan, kiper eksentrik Jerman itu meminta maaf, mengirim bunga kepada Battiston sebagai ungkapan penyesalan.</p>
<p><strong>Jejak Donnarumma</strong><br />
Kita memahami kekecewaan Manuel Neuer dan staf Bayern Muenchen, namun bukankah sejatinya Gianluigi Donnarumma juga bersedih?</p>
<p>Dia tidak punya reputasi buruk sebagai pesepak bola yang dekat dengan permainan kasar. Kiper nasional Italia itu menjadi benteng liat PSG yang dikenal tenang dan bersahabat. Di tengah hujatan netizens, unggahan Gigio di media sosial menggambarkan betapa dia merasa bersalah telah menyebabkan cedera Musiala.</p>
<p>Bagaimanapun, insiden Jamal Musiala memberi dia catatan tak terlupakan, walaupun Gigio diyakini tak punya iktikad untuk merusak karier pemain berdarah Inggris-Jerman itu. &#8220;Pembelaan&#8221; Thibaut Courtois mendudukkan insiden itu dari perspektif keberimbangan situasi kiper dan penyerang secara objektif.</p>
<p>Simak pulalah yang diucapkan Musiala setelah menjalani operasi, &#8220;Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang saya terima dari kalian semua. Itu sangat berarti,&#8221; katanya, dalam video di akun media sosialnya.</p>
<p>Menurut dia, tidak ada yang perlu disalahkan. &#8220;Situasi seperti ini kadang terjadi, dan sekarang saya akan menggunakan waktu untuk membangun kekuatan dan pemikiran positif saya lagi. Saya harap bisa bertemu kalian lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kita menunggu seperti apa proses pemulihan Musiala nanti. Tentu bukan hanya dunia sepak bola Jerman yang berharap bintang muda itu pulih dan meraih kembali level yang sepadan.</p>
<p>Donnarumma pun, sebagai sesama &#8220;anak kandung sepak bola&#8221; yang saling memberi dukungan, pasti berharap yang tak berbeda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/12/tragika-jamal-musiala-luka-donnarumma">Tragika Jamal Musiala, Luka Donnarumma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 10:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[Rasisme]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=454020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori// (Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025) CATATLAH nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior. Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-454025 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sampai kapan rasisme membayangi/ kita takkan pernah tahu/ : hingga seluruh penduduk bumi/ berpadu dalam kesetaraan/ tak terbedakan/ oleh sekat apa pun/ dan, sepak bola seharusnya memelopori//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Rasisme Sepak Bola&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>CATATLAH</strong> nama ini: Vinicius Jose Paixao de Oliveira Junior.</p>
<p>Baru saja dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, gelar prestisius yang setara dengan Ballon d&#8217;Or.</p>
<p>Penghargaan itu memupus kekecewaannya gagal meraih Ballon d&#8217;Or, yang Oktober lalu dimenangi Rodri, penggawa Manchester City.</p>
<p>Vini adalah simbol permainan agresif Real Madrid, dan dikenal gigih melawan rasisme. Selama bermain di La Liga, dia kenyang menghadapi olok-olok, hinaan, cercaan, dan perlakuan buruk di lapangan.</p>
<p>Dia melawan. Dengan sikap, opini, dan ekspresi bermain dalam kualitas yang memberi kekuatan &#8220;pembeda&#8221;.</p>
<p>Pemain asal Brasil itu menyuarakan perlawanan setiap kali ada yang mengalami diskriminasi, baik dari sesama pemain di lapangan, maupun dari tribune suporter. Sudah sekitar 20 kali dia bersinggungan dengan insiden rasisme, dalam bentuk olok-olok yang menginsinuasi secara verbal &#8220;gerakan monyet&#8221;, &#8220;koor suara monyet&#8221;, dan &#8220;lemparan pisang&#8221;.</p>
<p>Lalu bagaimana reaksi orang-orang rasis itu ketika Vini Junior meraih pengakuan dari FIFA?</p>
<p><strong>Tidak Menyurut</strong><br />
Hinaan rasis sudah lama menjadi penyakit dalam kompetisi sepak bola. Di zaman kejayaannya, George Oppung Weah yang meraih Ballon d&#8217;Or 1995 juga kerap mengalami. Pemain asal Liberia itu pernah menjadi bintang utama di Paris St Germain, lalu AC Milan.</p>
<p>Pola hinaan yang dia terima mirip dengan yang sekarang dihadapi oleh Vinicius.</p>
<p>Banyak pemain yang merasakan. Liga-liga seperti Spanyol, Italia, Inggris, dan Jerman diwarnai &#8220;virus&#8221; serupa, yang mendorong FIFA mengetengahkan &#8220;ritual&#8221; menjelang pertandingan. Selembar kain dibentangkan di tengah lapangan, bertuliskan &#8220;No Racism&#8221;.</p>
<p>Kampanye antirasis FIFA bertemakan &#8220;Kick It Out&#8221;, faktanya belum melenyapkan perilaku diskriminatif. Sepak bola yang seharusnya menyemaikan kesetaraan dan menghapus sekat perbedaan bagi umat manusia, justru menjadi lahan subur bagi eksploitasi warna kulit.</p>
<p>Pada titik ini, apa makna keterpilihan Vinicius Junior sebagai Pemain Terbaik FIFA?</p>
<p>Banyak yang menganalisis, Vini gagal menjadi pemenang Ballon d&#8217;Or lantaran bersikap vokal terhadap realitas La Liga yang masih meruapkan rasisme.</p>
<p><em>Reuters</em> yang dikutip <em>cnnindonesia.com</em> (29/10/2024), memaparkan pernyataan Vinicius di akun <em>X</em>-nya, &#8220;Saya akan melakukannya 10 kali jika memang harus. Mereka tidak benar-benar siap&#8221;.</p>
<p>Manajemennya mengatakan, unggahan itu bermakna perjuangan melawan rasisme. Faktor itulah yang diyakini menyebabkan Vini tidak memenangkan Ballon d&#8217;Or. Menurut <em>Reuters</em>, dunia sepak bola belum siap menerima pemain yang melawan sistem.</p>
<p><strong>Keistimewaan</strong><br />
Dibandingkan dengan rata-rata maestro sepak bola Brasil, Vinicius menonjol bukan karena permainan sebagai &#8220;seniman Samba&#8221;.</p>
<p>Dia adalah tipe pekerja keras yang ngotot, dengan kekuatan fisik menonjol. Permainannya sebagai gelandang serang sayap efektif untuk bermanuver menuntaskan setiap peluang di depan gawang.</p>
<p>Narasi menarik dia sampaikan saat menerima trofi itu, &#8220;Saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Itu begitu jauh, sehingga tampaknya mustahil untuk sampai ke sini. Saya adalah seorang anak yang hanya bermain sepak bola tanpa alas kaki di jalan-jalan Sao Goncalo, dekat dengan kemiskinan dan kejahatan. Menuju ke sini adalah sesuatu yang sangat penting bagi saya&#8221;.</p>
<p>Pemain yang lahir di Sao Goncalo, 12 Juli 2000 itu mengawali karier di kampung-kampung. Pelatih masa kecilnya, Cacau, ingat betul talenta Vinicius di laga-laga usia dini.</p>
<p>&#8220;Ketika kami membawanya ke beberapa turnamen antara usia delapan dan sembilan, kami menyadari dia memiliki sesuatu yang istimewa,&#8221; kenangnya.</p>
<p>&#8220;Bahkan lawan-lawannya akan mengatakan, untuk menjaga Vini, Anda perlu sepeda motor!&#8221; candanya.</p>
<p>Bakat saja tak cukup. Vinicius Junior juga punya tekad untuk mewujudkan impian menjadi pesepak bola ternama. Pamannya, Ulysses ingat bagaimana Vini melakoni perjalanan jauh dan sulit untuk berlatih.</p>
<p>&#8220;Transportasi adalah masalah nyata baginya karena dari Sao Goncalo ke tempat latihan Ninho do Urubu yang jauh,&#8221; kata Ulysses.</p>
<p>&#8220;Selalu sulit untuk latihan, sekolah, dan kembali ke rumah. Setelah beberapa saat, dia mulai tinggal di rumah saya. Dia tidak bisa terus ketinggalan sekolah di Sao Goncalo karena latihan di Vargem Grande lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Flamengo kemudian mengajak bergabung pada 2007. Awalnya Vini bermain di tim futsal. Klub kemudian melihat bakatnya di sepak bola.</p>
<p>Ditempa di Flamengo, Vinicius memetik hasilnya pada 2017. Dia diminati Real Madrid, yang menebusnya 46 juta Euro. Saat itu dia menjadi pemain Brasil termahal kedua setelah Neymar.</p>
<p>Lantaran usianya masih 17 tahun, Vini Junior harus menunggu setahun untuk gabung ke Madrid. Dia kemudian benar-benar pindah pada 2018.</p>
<p>Pada awal kedatangannya ke Spanyol, Vinicius sempat memperkuat tim Castilla Madrid. Sesekali dia dimainkan di tim senior. Vini akhirnya permanen pindah ke tim utama sejak musim 2019/2020.</p>
<p>Bersama Madrid, dia memenangi 13 trofi, termasuk tiga gelar La Liga dan dua Liga Champions. Dalam empat musim terakhir, performanya meningkat pesat, membukukan 82 gol. Total, Vinicius mencetak 96 gol untuk Los Blancos. Pelatih Carlo Ancelotti banyak disebut punya pendekatan tepat untuk mengeluarkan seluruh potensi Vini Junior.</p>
<p>Selama tiga tahun bersama Madrid, pemain kelahiran 12 Juli 2000 itu kenyang dengan serangan rasisme, yang tentu menguatkan mentalnya. Vinicius melawan, dengan menunjukkan kualitas permainan level atas.</p>
<p>Pengakuan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2024, apakah itu akan memperkuat perlawanan terhadap rasisme, hipokritas, dan diskriminasi dalam sepak bola?</p>
<p>Atau ini adalah ekspresi perjuangan kemanusiaan yang hakikatnya tak mengenal akhir?</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/28/vinicius-simbol-keteguhan-melawan-rasisme">Vinicius, Simbol Keteguhan Melawan Rasisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cercah Rasa di Ujung Panggung Para Legenda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/10/cercah-rasa-di-ujung-panggung-para-legenda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 10:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Internazionale Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Juventus]]></category>
		<category><![CDATA[LA Galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[Malmoe FC]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=343256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pahamilah, puncak hanya kesementaraan/ waktu mengaturnya/ yang abadi itu warisan/ dalam jejak menandai// (Sajak &#8220;Para Legenda&#8221;, 2023) ADA luap rasa. Ada ruap bahagia. Pun ada ungkap cinta. Begitulah, momen &#8220;pamitan&#8221; Zlatan Ibrahimovic membuncahkan geletar rasa kehilangan. Terpancar keharuan yang sebegitu dalam. Fans AC Milan harus rela melepas pemain 41 tahun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/10/cercah-rasa-di-ujung-panggung-para-legenda">Cercah Rasa di Ujung Panggung Para Legenda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-343261 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pahamilah, puncak hanya kesementaraan/ waktu mengaturnya/ yang abadi itu warisan/ dalam jejak menandai//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Para Legenda&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>ADA</strong> luap rasa. Ada ruap bahagia. Pun ada ungkap cinta.</p>
<p>Begitulah, momen &#8220;pamitan&#8221; Zlatan Ibrahimovic membuncahkan geletar rasa kehilangan. Terpancar keharuan yang sebegitu dalam.</p>
<p>Fans AC Milan harus rela melepas pemain 41 tahun itu. Dalam jejak sejarah Rossoneri, Zlatan memang tak selegendaris &#8212; misalnya &#8212; Franco Baresi atau Paolo Maldini, tetapi telah memberi warna sikap dan jejak kebintangan yang dirasakan.</p>
<p>Boleh jadi dia tak merencanakan, &#8220;pamitan&#8221; pensiun dari sepak bola itu terjadi di San Siro, di klub kesepuluh yang pernah dia bela. Apalagi sejauh ini dia masih mampu melawan rambatan usia dengan kebugaran tetap prima.</p>
<p>Dan, di balik cap sebagai sosok arogan, nyatanya dia tak kuasa membendung air mata ketika mengumumkan gantung sepatu, awal pekan kemarin. Seisi Stadion Giuseppe Meazza yang mengelu-elukannya bagai berurai cekam keharuan&#8230;</p>
<p>Di bagian yang lain, publik Santiago Bernabeu pasti kehilangan atas berakhirnya kontrak Karim Benzema dengan Real Madrid. Peraih Ballon d&#8217;Or 2022 itu memastikan berlabuh di Al Ittihad, klub elite Liga Arab Saudi yang membayarnya Rp 3,1 triliun per musim untuk durasi perikatan dua tahun.</p>
<p>Benzema, bersama kompatriotnya N&#8217;Golo Kante menyusul Cristiano Ronaldo yang terlebih dahulu merasakan atmosfer Liga Pro Saudi. Keduanya sama-sama menikmati ujung karier dengan apresiasi berlimpah kemanjaan.</p>
<p>Di sudut lain lagi, mahabintang Lionel Messi juga menciptakan suasana hijrah yang bernuansa &#8220;persiapan pensiun&#8221;. Akhirnya dia memilih Inter Miami &#8212; klub milik legenda Inggris David Beckham &#8212; di Liga Amerika Serikat.</p>
<p>Dengan berbagai pertimbangan, dia memutuskan tidak kembali ke &#8220;rumahnya&#8221; di Camp Nou, Barcelona. <em>La Pulga</em> juga tak tergoda iming-iming klub Saudi, Al Hilal yang menyiapkan gaji terbesar dalam sejarah sepak bola, Rp 9,5 triliun untuk ikatan berdurasi dua musim.</p>
<p><strong>Kekhasan Zlatan</strong><br />
Dibandingkan dengan Benzema dan Messi, personalitas Zlatan Ibrahimovic sangatlah berbeda. Kepercayaan diri pemain asal Swedia itu ditopang oleh sifat angkuh dan mau menang sendiri.</p>
<p>Karakter itu sering mengintimidasi lawan di lapangan. Zlatan adalah figur berbeda dibandingkan dengan rata-rata pemain bintang.</p>
<p>Karier panjang dari 1999-2023 di 10 klub, dari Malmoe FC, Ajax, Juventus, Internazionale Milan, Barcelona, AC Milan (pinjaman), Paris St Germain, Manchester United, LA Galaxy, dan balik lagi ke Milan, sayangnya tidak mendapatkan apresiasi sekelas Ballon d&#8217;Or.</p>
<p>Selain kalkulasi raihan trofi, rupanya pemain berjejuluk Ibrakadabra ini beredar di era ketika liga-liga dunia penuh dengan tebaran bintang.</p>
<p>Maka, cukuplah dia banyak dikandidatkan meraih trofi individu itu, namun dominasi Leo Messi dan Ronaldo hingga 2022 sangat sulit dipatahkan. Toh Zlatan masih membukukan Golden Foot 2012, FIFA Puskas Award 2013, dan empat kali terpilih sebagai Atlet Pria Terbaik Swedia pada 2008, 2010, 2013, dan 2014.</p>
<p><strong>Berjuta Rasa</strong><br />
Bagi para legenda, ujung kebersamaan selalu menumbuhkan sejuta rasa. Rasa dan hati bergulat dalam cinta, membentuk ikatan yang Zlatan, Benzema, atau Messi pasti merasakan sebagai cercah jiwa di ruang cahaya yang benderang.</p>
<p>&#8220;Pertama kali saya datang, kalian memberikan kebahagiaan, dan untuk kedua kali, kalian memberi saya rasa cinta. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga dan rekan-rekan dekat saya yang terus memberikan kesabaran kepada saya,&#8221; ungkapnya, seperti dikutip <em>cnnindonesia.com</em> (5/6-2023).</p>
<p>Dia tambahkan, inilah saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada sepak bola, tetapi bukan untuk fans. &#8220;Ini sangat sulit, ada banyak emosi yang mengalir&#8230; Saya selalu menjadi Milanisti di sepanjang hidup saya&#8221;.</p>
<p>Dari Madrid, klub dengan sejarah terbesar itu menuliskan pesan di laman resminya, &#8220;Real Madrid ingin menunjukkan rasa terima kasih dan kasih sayangnya kepada setiap orang yang telah menjadi salah satu legenda terbesar kita&#8230;&#8221;</p>
<p>Sedangkan di PSG, kalimat berkelas nan hangat disampaikan Neymar Junior, pemain yang paling karib dengan Messi, &#8220;Senang rasanya berbagi masa dua tahun lagi (setelah pernah bertandem di Barcelona 2012-2014, pen) bersama denganmu. Semoga sukses di tahap barumu dan berbahagialah. Aku sangat mencintaimu @leo messi&#8230;&#8221;</p>
<p>Ya, betapa kuat &#8220;nilai&#8221; dan cahaya para legenda. Di ujung jalan, sangat terasa logika kontribusi mereka berkelindan dengan getar hati dan rasa, mencercahkan kebahagiaan dan kebersamaan&#8230;</p>
<p>Maka ada saat-saat muram ketika dunia dihadapkan pada kenyataan: O, Zlatan pergi. Duh, sudah siap pensiunkah Messi? Oo, Benzema telah memutuskan pilihan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/10/cercah-rasa-di-ujung-panggung-para-legenda">Cercah Rasa di Ujung Panggung Para Legenda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSG dan Lembar-Lembar Puisi Baru Leo Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/14/psg-dan-lembar-lembar-puisi-baru-leo-messi</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/14/psg-dan-lembar-lembar-puisi-baru-leo-messi#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2021 10:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suaranaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=190323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // hari baru bagi hati yang mengharu-biru/ tepiskan murung/ dan bergembiralah Leo/ kau ada untuk sepak bola/ sepak bola ada untuk manusia/ berikan kebahagiaan untuk mereka// (Sajak &#8220;Murung La Pulga&#8221;, 2021) SENYUM yang mengembang ketika membentangkan kaos bernomor punggung 30 di Stadion Parc des Prince itu, betapa kontras dengan isak tangis [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/14/psg-dan-lembar-lembar-puisi-baru-leo-messi">PSG dan Lembar-Lembar Puisi Baru Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-190340 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// hari baru bagi hati yang mengharu-biru/ tepiskan murung/ dan bergembiralah Leo/ kau ada untuk sepak bola/ sepak bola ada untuk manusia/ berikan kebahagiaan untuk mereka//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Murung La Pulga&#8221;, 2021)</strong></p>
<p><strong>SENYUM</strong> yang mengembang ketika membentangkan kaos bernomor punggung 30 di Stadion Parc des Prince itu, betapa kontras dengan isak tangis di depan mike di Camp Nou, pekan lalu.</p>
<p>Apakah Lionel Messi betul-betul telah menemukan kegembirannya memulai hari dalam durasi kontrak dua tahun bersama Paris St Germain?</p>
<p>Satu setengah juta followers yang langsung membanjiri akun resmi klub, menggambarkan netizens dari seluruh penjuru jagat menumpahkan kelegaan: La Pulga telah menemukan &#8220;rumah&#8221;, walaupun hati dan jiwanya masih ada di Barcelona.</p>
<p>Hari-hari berikut bakal menjadi lembar buku puisi baru tentang rasa dan hati. Kita akan lebih melihat seperti apa penyatuan jiwa antara Leo Messi dengan Les Parisiens. Nuansa-nuansa seperti apa yang menuangkan tontonan sepak bola yang tiada duanya.</p>
<p><strong>Bukan Liga Kelas Dua</strong><br />
Pertama, kita amati ini. Liga Prancis, yang berlabel Ligue 1, banyak disebut tidak sekompetitif Liga Primer Inggris, La Liga Spanyol, Liga Seri A Italia, atau Bundesliga Jerman; walaupun mungkin seurat lebih tinggi dari Eredivisie Belanda.</p>
<p>Para pemain bintang yang menempuh &#8220;MPP&#8221; atau &#8220;masa persiapan pensiun&#8221;, biasanya menoleh ke Major Soccer League di Amerika Serikat, ke Liga Qatar, Liga China, atau J-League. Liga-liga ini, yang bagi para eks bintang dinikmati sebagai &#8220;relaksasi&#8221;, sekaligus juga berjaminan gaji tinggi.</p>
<p>Zico, Gary Lineker, dan para mantan bintang pernah menikmati madu J-League. Kini Andres Iniesta juga merumput di sana. Di Liga China tercatat Pato, Paulinho, Oscar, dan Tevez, sedangkan Beckham, Raul, Rooney, Gerard, Lampard, Henry, Drogba, dan Ibrahimovic punya sejarah karier MSL.</p>
<p>Sementara itu, setelah menyelesaikan kontrak dengan Barcelona, Xavi Hernandez bermain dan kemudian mengarsiteki Al Sadd di Liga Qatar. Xavi mengembangkan tiki-taka ala Barca di sana. Di liga ini pernah berkiprah Cazorla, Benatia, setelah sebelumnya Batistuta, Mercado, Desailly, dan Sneijder.</p>
<p>Lalu, apakah keputusan Lionel Messi berlabuh ke PSG lebih beraksen menikmati kompetisi? Jika Ligue 1 dinilai tidak sekompetitif La Liga, apakah berarti pemilik enam Ballon d’Or itu rela turun derajat?</p>
<p>Tentu tidak bisa seserampangan itu menilai. Kepergian Messi dari Barcelona bukan keputusan yang dikehendaki. Bagaimanapun, PSG telah berkembang menjadi magnet sepak bola Prancis, dan berambisi merajai Eropa.</p>
<p>Di bawah kepemilikan Syekh Nasser al-Khelaifi dari Qatar Investment Corps, selama tujuh tahun terakhir PSG menginvestasikan dana besar untuk membeli para bintang dunia.</p>
<p>Puncaknya, mereka sukses mendatangkan Neymar Junior dengan transfer Rp 3,3 triliun dari Barcelona. Ibrahimovic, Buffon, dan Cavani adalah nama-nama besar yang pernah menjadi pilar Les Parisiens.</p>
<p>Kini Angel Di Maria, Marco Icardi, Marco Veratti, Ander Herrera, Keylor Navaz, Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, dan Kylian Mbappe merupakan jaminan klub ini tidak kalah dalam aset sumberdaya pemain dari raksasa-raksasa Eropa lainnya. Dalam skuad arahan Mauricio Pochettino ini juga terdapat Marquinhos, Rafinha, serta bintang lokal Abdou Diallo dan Presnel Kimpembe.</p>
<p>Sukses memiliki Messi boleh dibilang sebagai puncak &#8220;kegilaan&#8221; PSG, yang berarti memadukan Sang Messias dengan Neymar dan Mbappe. Segera terbayang kehebatan Trio MSN di Barcelona pada 2013-2017 ketika Messi, Luis Suarez, dan Neymar bahu membahu menggelontorkan gol untuk kejayaan Barca.</p>
<p>Dulu sempat timbul kekhawatiran, apakah kehadiran Neymar tidak menciptakan sindrom &#8220;matahari kembar&#8221; dengan Messi?</p>
<p>Nyatanya, mereka bisa terkolaborasikan sebagai adonan mematikan. Kemaharajaan Messi tidak terusik, dan Neymar menjadi pangeran yang saling menopang.</p>
<p><strong>Formasi Tiga Bintang</strong><br />
Mengotak-atik formasi tiga megabintang itu menjadi sisi menarik kedatangan Messi. PSG mendapat berkah dari kemelut saat-saat akhir relasi La Pulga dengan Barcelona lantaran aturan financial fair play La Liga.</p>
<p>Kita tentu berimajinasi Trio MNM (Messi, Neymar, Mbappe) menjadi kekuatan yang mengerikan bagi lawan mana pun.</p>
<p>Tak kalah menarik menunggu Messi bahu membahu dalam skema permainan bersama Sergio Ramos. Eks kapten Real Madrid itu, notabene adalah &#8220;penjaga&#8221; yang sering bermain galak terhadap Messi.</p>
<p>Pastilah kini La Liga bakal kehilangan sebagian pesonanya, sedangkan Ligue 1 mendapatkan sinar terang. Jika kehadiran Messi mampu meningkatkan gairah dalam industri kompetisi di Liga Prancis, maka bakal terdongkrak pula competitiveness Ligue 1.</p>
<p>Yang kita harapkan dari pemilik PSG adalah konsistensi merawat klub, bukan sekadar untuk tunggangan kepentingan. Prancis punya sejarah kelam Olympique Marseille era Bernard Tapie pada dekade 1990-an.</p>
<p>Dia terinspirasi Dream Team AC Milan-nya Silvio Berlusconi dengan mengumpulkan bintang-bintang dunia seperti Chris Waddle, Jean Pierre Papin, Dragan Stojkovic, Robert Prosinecki, Zvonimir Boban, dan Basile Boli; namun Marseille malah terlibat dalam pengaturan pertandingan lantaran Tapie punya ambisi instan dalam kontestasi politik.</p>
<p>Les Parisiens yang pada musim 2019-2020 menjadi runner up Liga Champions, kita harapkan menampilkan performa ambisi yang berbeda, betul-betul bergerak dalam trek industri sepak bola.</p>
<p>Roman Abramovich patut dijadikan contoh keterlibatan serius seorang taipan dalam klub sepak bola. Chelsea kini telah menjelma menjadi salah satu kekuatan Liga Inggris dan Eropa.</p>
<p>Tampaknya, &#8220;tugas&#8221; Leo Messi, antara lain adalah juga menjaga PSG di trek yang sama.</p>
<p>Namun, yang pertama kali kita amati, seperti apa La Pulga mengekspresikan kegembirannya di habitat yang baru.</p>
<p>Saya mencatat statemen Eric Cantona, legenda Manchester United, &#8221;Messi bersepak bola seperti anak-anak yang mengungkapkan kegembiraan. Jagalah kegembiraannya, dan Messi akan menunjukkan kualitas permainannya&#8221;&#8230;</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan senior kolumnis sepak bola dan penulis buku &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/14/psg-dan-lembar-lembar-puisi-baru-leo-messi">PSG dan Lembar-Lembar Puisi Baru Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/14/psg-dan-lembar-lembar-puisi-baru-leo-messi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>