<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pamsimas Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pamsimas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2026 10:36:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>pamsimas Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tim PKM USM Tingkatkan Kualitas Air Bersih Warga Kalikayen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/06/tim-pkm-usm-tingkatkan-kualitas-air-bersih-warga-kalikayen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 06:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[air bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Air]]></category>
		<category><![CDATA[pamsimas]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543252</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), belum lama ini memberikan sosialisasi akan pentingnya penggunaan air bersih dan pelatihan penyaringan air sederhana, kepada warga Desa Kalikayen, di Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Tim PKM USM terdiri dari Ketua Ir Bambang Tutuko MM MT, anggota Sri Wanto ST MT, Dr Purwanto ST MT, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/06/tim-pkm-usm-tingkatkan-kualitas-air-bersih-warga-kalikayen">Tim PKM USM Tingkatkan Kualitas Air Bersih Warga Kalikayen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), belum lama ini memberikan sosialisasi akan pentingnya penggunaan air bersih dan pelatihan penyaringan air sederhana, kepada warga Desa Kalikayen, di Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.</p>
<p>Tim PKM USM terdiri dari Ketua Ir Bambang Tutuko MM MT, anggota Sri Wanto ST MT, Dr Purwanto ST MT, Iin Irawati ST MT, serta dua mahasiswa Eriska Putri Andriani dan Ika Romandani.</p>
<p>Kegiatan juga melibatkan masyarakat desa, bersama pengurus Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) setempat. Menurut Bambang, tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terhadap pentingnya kualitas air.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/02/04/biro-konsultasi-bantuan-hukum-usm-dan-lapas-kelas-ii-b-batang-jalin-kerja-sama">Biro Konsultasi Bantuan Hukum USM dan Lapas Kelas II B Batang Jalin Kerja Sama</a></strong></p>
<p>&#8221;Melalui kegiatan ini, kami bekerja sama dengan pemerintah desa dan pengurus Pamsimas, mengadakan sosialisasi sekaligus pelatihan pembukaan alat penyaringan air sederhana, yang dapat diterapkan secara mandiri oleh warga,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal senada dikatakan anggota PKM USM, Sri Wanto. Menurutnya, kegiatan ini berawal dari program kerja KKN USM, yang dilaksanakan di Desa Kalikayen pada tahun lalu. Namun karena keterbatasan waktu pelaksanaan KKN, program itu kemudian dikembangkan menjadi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>&#8221;Kebutuhan air bersih dinilai sangat mendesak, mengingat air bersih merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/02/04/usm-gandeng-universiti-teknologi-malaysia-gelar-ascend-gp-2026">USM Gandeng Universiti Teknologi Malaysia Gelar ASCEND-GP 2026</a></strong></p>
<figure id="attachment_543254" aria-describedby="caption-attachment-543254" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-543254 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-06-at-12.02.37.jpg.jpeg" alt="" width="681" height="375" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-06-at-12.02.37.jpg.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-06-at-12.02.37.jpg-400x220.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-06-at-12.02.37.jpg-150x83.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-543254" class="wp-caption-text">Tim PKM USM saat memberikan sosialisasi akan pentingnya penggunaan air bersih dan pelatihan penyaringan air sederhana, pada warga di Desa Kalikayen. Foto: dok/usm</figcaption></figure>
<p>Disampaikan juga, pihaknya melakukan filter pengambilan dari sungai yang airnya kotor, kemudian dijernihkan, supaya air itu bisa bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat.</p>
<p>&#8221;Masyarakat sangat senang dan mendukung kegiatan ini. Selain sosialisasi, kami juga melakukan pelatihan penyaringan air, untuk warga Desa Kalikayen,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia menambahkan, pihaknya melakukan penyaringan air sungai dengan menggunakan alat filter sederhana, berupa media karbon aktif, zeolit, pasir silika, dan kerikil untuk menjernihkan air, serta menetralisir zat berbahaya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/02/03/dema-fakultas-psikologi-usm-gelar-rapat-koordinasi-1">Dema Fakultas Psikologi USM Gelar Rapat Koordinasi 1</a></strong></p>
<p>Selain itu, pihaknya juga mengajak warga mempraktikkan langsung pembuatan alat penyaringan air sederhana, yang dapat dibuat secara mandiri menggunakan bahan yang mudah diperoleh.</p>
<p>&#8221;Pemerintah desa dan masyarakat berharap, kegiatan pengabdian seperti ini dapat terus berlanjut, disertai pendampingan dan evaluasi secara berkala, sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara merata di seluruh wilayah Desa Kalikayen,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kades Kalikayen, Sugiyono mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada tim PKM USM, yang telah membagikan ilmunya, dan bermanfaat bagi warga. &#8221;Kami berharap, ke depan bisa diadakan kegiatan serupa, sehingga menambahkan pengetahuan warga,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, USM menegaskan komitmennya, untuk terus berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/06/tim-pkm-usm-tingkatkan-kualitas-air-bersih-warga-kalikayen">Tim PKM USM Tingkatkan Kualitas Air Bersih Warga Kalikayen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Pemahaman dan Edukasi Tentang Pamsimas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/18/pentingnya-pemahaman-dan-edukasi-tentang-pamsimas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Feb 2024 14:56:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kajangkoso]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pakis]]></category>
		<category><![CDATA[KKN Undip]]></category>
		<category><![CDATA[pamsimas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=399946</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Penyediaan akses air minum dan sanitasi yang layak dan aman, telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir ini. Salah satu upaya pemerintah mewujudkan hal itu, dengan melakukan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Mengutip dari www.pamsimas.pu.go.id, Pamsimas merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/18/pentingnya-pemahaman-dan-edukasi-tentang-pamsimas">Pentingnya Pemahaman dan Edukasi Tentang Pamsimas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Penyediaan akses air minum dan sanitasi yang layak dan aman, telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir ini. Salah satu upaya pemerintah mewujudkan hal itu, dengan melakukan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).</p>
<p>Mengutip dari <a href="http://www.pamsimas.pu.go.id"><em>www.pamsimas.pu.go.id</em></a>, Pamsimas merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan, yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat.</p>
<p>Saat ini Pamsimas telah berhasil menambah akses air minum aman bagi berbagai warga yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan menyasar lebih dari 15 ribu desa. Salah satu desa yang menjadi sasaran Pamsimas adalah Desa Kajangkoso.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/02/18/47-peserta-ikuti-diklatsar-ksr-pmi-kebumen-di-buper-widoro">47 Peserta Ikuti Diklatsar KSR PMI Kebumen di Buper Widoro</a></strong></p>
<p>Pamsimas yang ada di desa itu, baru dibangun pada tahun 2023, dan manfaatnya baru dirasakan warga dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini. Sebelumnya, warga setempat kerap kesulitan mengakses air, terutama pada musim kemarau.</p>
<p>Karena tidak meratanya informasi itulah, yang mendasari kegiatan mahasiswa KKN Tim I Undip, melakukan program nyata di Desa Kajangkoso, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, belum lama ini.</p>
<p>Salah satu mahasiswi yang melakukan KKN di desa itu, Faathimah Rizqi ‘Azzahro menyebutkan, belum semua warga di Desa Kajangkoso menerima akses air minum dan sanitasi dari Pamsimas. Bahkan masih terdapat warga yang tidak mengetahui apa itu Pamsimas.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/02/18/peningkatan-kompetensi-guru-untuk-wujudkan-generasi-unggul">Peningkatan Kompetensi Guru untuk Wujudkan Generasi Unggul</a></strong></p>
<p>&#8221;Karena tidak meratanya informasi itulah, kami kemudian melakukan sosialisasi Pamsimas pada masyarakat,&#8221; kata Faathimah dalam keterangan tertulisnya Minggu (18/2/2024).</p>
<p>Diungkapkan dia, kegiatan itu dilaksanakan pada Kamis (1/2/2024) dengan memberikan edukasi mengenai Pamsimas melalui poster dan booklet. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan penyerahan poster serta booklet kepada perangkat desa, Senin (5/2/2024).</p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun perangkat desa. Mereka berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat menjadi lebih tahu, mengenai cara memperoleh akses air minum dan sanitasi yang layak serta aman.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/18/pentingnya-pemahaman-dan-edukasi-tentang-pamsimas">Pentingnya Pemahaman dan Edukasi Tentang Pamsimas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>30 Ribu Desa Sudah Nikmati Program Pamsimas  </title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/09/21/30-ribu-desa-sudah-nikmati-program-pamsimas</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/09/21/30-ribu-desa-sudah-nikmati-program-pamsimas#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 13:36:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Nur Cahya Murni]]></category>
		<category><![CDATA[pamsimas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=199443</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Hari Nur Cahya Murni, baru-baru ini membuka workshop, dalam rangka peningkatan komitmen pemerintah daerah, untuk keberlanjutan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Regional II. Dalam pidatonya pada acara yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) ini, Hari Nur menyampaikan, upaya pemerintah dalam menyediakan akses layanan air minum dan sanitasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/21/30-ribu-desa-sudah-nikmati-program-pamsimas">30 Ribu Desa Sudah Nikmati Program Pamsimas  </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Hari Nur Cahya Murni, baru-baru ini membuka workshop, dalam rangka peningkatan komitmen pemerintah daerah, untuk keberlanjutan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Regional II.</p>
<p>Dalam pidatonya pada acara yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) ini, Hari Nur menyampaikan, upaya pemerintah dalam menyediakan akses layanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, sudah dimulai sejak 2008, melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) I.</p>
<p>Hal itu kemudian dilanjutkan dengan Program Pamsimas II pada 2013 dan Pamsimas III (2016), dan akan berakhir pada tahun ini (2021). Program itu, menurut dia, telah berhasil dilaksanakan di 30 ribu desa, dengan penerima manfaat lebih dari 17,2 juta jiwa yang memperoleh akses air minum.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/21/digital-marketing-perluas-jaringan-pemasaran-industri-rumahan/">Digital Marketing Perluas Jaringan Pemasaran Industri Rumahan</a></strong></p>
<p>Selain itu, 15 juta jiwa juga memperoleh akses sanitasi, dimana pada 2020 penerima manfaat ini memberikan kontribusi sebesar 58,05 persen terhadap capaian Nasional air minum sebesar 89,27 persen dan 65,50 persen terhadap capaian Nasional sanitasi sebesar 79,53 persen.</p>
<p>&#8221;Program Pamsimas III memberikan dampak yang cukup signifikan dalam pencapaian akses air minum dan sanitasi, khususnya yang berbasis masyarakat,&#8221; kata Hari Nur dalam keterangannya.</p>
<p>Sementara itu, untuk membantu daerah dalam pemenuhan akses air minum dan sanitasi, dia menyebutkan, pemerintah telah menyalurkan pendanaan terkait penyediaan air minum. Khususnya yang berbasis masyarakat di daerah, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan dan Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/21/gara-gara-berserikat-4-buruh-di-semarang-di-phk-sepihak/">Gara-gara Berserikat, 4 Buruh di Semarang di PHK Sepihak.</a></strong></p>
<p>&#8221;Harapan kami, dengan adanya alokasi pendanaan itu, akan menjadi stimulan bagi pemerintah daerah, agar dapat memprioritaskan anggaran berkaitan dengan air minum dan sanitasi dari APBD,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sedangkan Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II, Iwan Kurniawan menambahkan, Program Pamsimas akan berakhir tahun ini, sehingga mulai tahun depan, pemerintah daerah diharapkan bisa meningkatkan perannya, sesuai kewenangannya dalam pengelolaan air minum dan sanitasi, khususnya yang berbasis masyarakat.</p>
<p>&#8221;Melalui acara ini, kami berharap adanya komitmen daerah dalam keberlanjutan pengelolaan Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (AM-SBM), yang didukung dengan sistem perencanaan yang terpadu, dan anggaran yang memadai,&#8221; tukas dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/21/30-ribu-desa-sudah-nikmati-program-pamsimas">30 Ribu Desa Sudah Nikmati Program Pamsimas  </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/09/21/30-ribu-desa-sudah-nikmati-program-pamsimas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Ibu Rumah Tangga dalam Mengatasi Banjir Akibat Land-Subsidence di Pekalongan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/19/peran-ibu-rumah-tangga-dalam-mengatasi-banjir-akibat-land-subsidence-di-pekalongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 10:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Unissula]]></category>
		<category><![CDATA[Air Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[pamsimas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=150076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Trimanah MSi LEBIH dari 10 tahun Kabupaten Pekalongan didera masalah banjir berkepanjangan yang berdampak pada ekonomi, sosial dan budaya masyarakat setempat. Sawah dan tambak yang dulunya menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat setempat, sekarang hilang terendam air. Warga yang semula berprofesi sebagai petani dan petambak, terpaksa harus berganti profesi. Rata-rata menjadi buruh harian lepas, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/19/peran-ibu-rumah-tangga-dalam-mengatasi-banjir-akibat-land-subsidence-di-pekalongan">Peran Ibu Rumah Tangga dalam Mengatasi Banjir Akibat Land-Subsidence di Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Trimanah MSi</strong></span></p>
<figure id="attachment_81020" aria-describedby="caption-attachment-81020" style="width: 247px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-81020" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/05/Trimanah-247x300.jpg" alt="" width="247" height="300" /><figcaption id="caption-attachment-81020" class="wp-caption-text">Foto: dok/ist</figcaption></figure>
<p><strong>LEBIH</strong> dari 10 tahun Kabupaten Pekalongan didera masalah banjir berkepanjangan yang berdampak pada ekonomi, sosial dan budaya masyarakat setempat. Sawah dan tambak yang dulunya menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat setempat, sekarang hilang terendam air.</p>
<p>Warga yang semula berprofesi sebagai petani dan petambak, terpaksa harus berganti profesi. Rata-rata menjadi buruh harian lepas, yang bekerja pada sektor-sektor informal, seperti kuli bangunan dan kuli di industri batik rumahan. Ada juga yang bekerja sebagai pemancing atau pencari ikan di sungai atau di genangan-genangan banjir. Tak sedikit yang menganggur.</p>
<p>Rumah tempat mereka tinggal rusak terendam air. Kondisi ini mendorong warga untuk melakukan pengurugan di rumahnya masing-masing. Pendapatan yang tak seberapa, banyak terserap untuk peninggian rumah. Belum lagi infrastruktur di lingungan tempat tinggalnya, juga mengalami kerusakan. Pusat layanan kesehatan, sekolah, jalan, jembatan, rumah ibadah, semuanya rusak.</p>
<p>Dana desa dan bantuan pemerintah sudah tak terhitung banyaknya untuk memperbaiki insfrastruktur ini. Karena, perbaikan demi perbaikan nyaris tidak pernah berhenti. Tahun ini diperbaiki, tidak lama kemudian sudah terendam air lagi. Begitu seterusnya.</p>
<p>Secara kasat mata, warga melihat bahwa air yang datang di musim hujan dan air gelombang pasang yang biasa disebut musim rob, adalah penyebab banjir. Mereka kurang memahami dengan baik, bahwa ada penyebab lain selain hujan dan rob.</p>
<p>Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri menyebutkan, penyebab banjir di pesisir utara Pekalongan sebagaimana juga daerah-daerah pesisir pantai lainnya adalah, karena adanya penurunan muka tanah (<em>land subsidence</em>), yang salah satunya disebabkan oleh aktivitas pengambilan air bawah tanah dalam secara besar-besaran.</p>
<p>Untuk wilayah Pekalongan, penyedotan air bawah tanah dalam dilakukan warga karena air bawah tanah dangkal, dan sumur-sumur mereka telah tercemar. Kondisi ini diakibatkan oleh perilaku masyarakat yang abai terhadap lingkungan. Budaya membuang sampah dan limbah secara sembarangan, telah mengakibatkan sistim saluran air menjadi tidak optimal. Saluran drainase dan sungai tersumbat oleh sampah dan limbah, menyebabkan air tidak dapat mengalir secara lancar menuju pembuangan akhir.</p>
<p>Ketika saluran air tersumbat dan tercemar oleh limbah, maka lambat laun mempengaruhi kualitas air sumur yang ada di sekitarnya. Air menjadi berubah warna dan rasa. Tidak jarang berbau kurang sedap. Tentu saja air seperti ini tidak layak digunakan, apalagi untuk dikonsumsi.</p>
<p>Untuk mengatasi permasalahan air itu, pemerintah dengan didukung Bank Dunia membuat program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Yaitu suatu program penyediaan air bersih untuk warga dengan menggunakan sumber air bawah tanah dalam.</p>
<p>Nah, inilah sumber masalah utama yang sebenarnya. Alih-alih ingin mengatasi suatu masalah, justru menimbulkan masalah baru yang tingkat kebahayaannya jauh lebih besar dari yang dibayangkan.</p>
<p><strong>Land Subsidence</strong><br />
Air bawah tanah di kedalaman puluhan bahkan ratusan meter yang disedot terus-menerus oleh ribuan rumah warga selama bertahun-tahun, telah menyebabkan terjadinya kekosongan pori–pori tanah, sehingga tekanan hidrostatis di bawah permukaan tanah berkurang sebesar hilangnya air tanah tersebut. Secara teori, ini disebut sebagai <em>land subsidence</em>, yaitu turunnya permukaan tanah akibat pengambilan air bawah tanah secara besar-besaran.</p>
<p>Kondisi ini semakin memburuk, ketika pelaku UMKM yang memproduksi batik, ikut menyedot air Pamsimas dengan jumlah yang sangat besar. Sebagaimana diketahui, dalam proses pembuatan batik yang cukup panjang, air dalam jumlah yang banyak sangat diperlukan.</p>
<p>Ketika satu-satunya sumber air bersih adalah Pamsimas, maka mereka pun tak ada pilihan lain selain ikut menyedot air yang sebenarnya dibuat untuk sekala rumah tangga, bukan untuk usaha.</p>
<p>Dengan masifnya penggunaan air yang seperti tersebut diatas, maka tak heran bila kemudian menjadikan Pekalongan sebagai salah satu daerah dengan tingkat<em> land subsidence</em> tertinggi di dunia.</p>
<p>Menurut catatan Badan Geologi Kementrian ESDM, sepanjang 2020 saja, penurunan tanah terjadi sekitar 6-10 cm (<em>CNNIndonesia.com</em>). Bahkan menurut peneliti ITB, Heri Andreas, penurunan muka tanah di Pekalongan berkisar antara 8-20 cm per tahun. Dengan demikian, diperkirakan pada tahun 2036 Pekalongan bisa tenggelam (<em>NewsOkezone.com</em>).</p>
<p>Penyebab <em>land subsidence</em> sebenarnya bukan hanya karena masifnya penyedotan air bawah tanah, tetapi juga didukung beratnya beban yang ada di permukaan tanah, seperti gedung dan bangunan. Selain itu, menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, adanya tanah lunak di pesisir utara Pekalongan dengan ketebalan 40 meter dibawah permukaan tanah, yang membuat tanah mudah amblas atau turun.</p>
<p>Dengan mengetahui berbagai penyebab terjadinya <em>land subsidence</em>, harus ada langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintah, dengan dukungan seluruh warga masyarakat demi menghambat atau mengantisipasi semakin buruknya penurunan tanah di wilayah ini.</p>
<p>Pemerintah harus siap dengan berbagai aturan dan kebijaan yang mendukung penghambatan laju <em>land subsidence</em>. Pengeluaran IMB di wilayah pesisir utara harus diperhitungkan secara matang, sehingga tidak semakin menambah beban diatas muka tanah. Izin pembuatan Pamsimas harus disetop dan mulai dipikirkan sumber-sumber air bersih lainnya, selain dari bawah tanah untuk ketersediaan air bersih bagi warga.</p>
<p>Sedangkan warga yang saat ini sudah menggunakan air Pamsimas maupun yang belum, harus mulai memikirkan bagaimana caranya melakukan konservasi air dalam skala rumah tangga.</p>
<p>Pemerintah juga harus melibatkan setiap kelompok dan lapisan masyarakat, untuk mengambil peran dalam mengatasi permasalahan banjir yang melanda wilayahnya.</p>
<p><strong>Peran Ibu Rumah Tangga Menghadapi Land Subsidence</strong><br />
Ibu rumah tangga adalah kelompok masyarakat yang paling banyak menggunakan air di rumah untuk menyelesaikan pekerjaan domestiknya. Oleh sebab itu, peran dan keterlibatannya sangatlah dibutuhkan dalam melakukan upaya pelambatan laju penurunan muka tanah.</p>
<p>Salah satu peran yang bisa dijalankan adalah dengan melakukan konservasi air di rumahnya masing-masing. Konservasi air dapat dilakukan dengan hal-hal yang paling mudah dan sederhana, misalnya mulai membiasakan menggunakan air seperlunya, mengawasi dan melatih anak-anak agar menggunakan air secara lebih bertanggungjawab sejak dini, dan beberapa tindakan pendukung penghematan air lainnya.</p>
<p>Konservasi air skala rumah tangga ini hanya bisa dilakukan, bila ada kemauan dari kelompok ibu rumah tangga untuk mengubah perilakunya dalam menggunakan air. Sedangkan kemauan hanya akan timbul bila ada pemahaman yang baik, mengenai permasalahan yang terjadi. Pemahaman atas suatu masalah akan mengubah sikap seseorang, baik itu secara kognitif, afektif, maupun konatif, dan nantinya bisa menuju kearah perubahan perilaku.</p>
<p>Sayangnya berdasarkan pengamatan penulis, pemahaman kelompok ibu rumah tangga di Pekalongan mengenai permasalahan air yang menyebabkan <em>land subsidence</em> masih sangat minim. Umumnya, mereka hanya mengetahui bahwa banjir yang melanda wilayahnya disebabkan oleh hujan dan rob.</p>
<p>Hal ini dapat dipahami, karena selama ini memang belum ada upaya dari pihak manapun yang berusaha menstimulus dengan memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada mereka. Sikap seseorang mengenai sesuatu hanya akan berubah bila mereka mendapatkan stimulus.</p>
<p>Dalam studi psikologi komunikasi dikenal dengan istilah<em> stimulus organism response</em>. Yaitu dimana seseorang sebagai <em>organism</em> menerima stimulus berupa pesan-pesan komunikasi verbal maupun non verbal, yang kemudian akan menimbulkan respon tertentu. Sikap seseorang terhadap sesuatu adalah respon mereka atas stimulus yang mereka terima.</p>
<p>Respon ini sendiri ada yang berbentuk perubahan sikap, mulai dari munculnya kepercayaan dan pengetahuan (<em>cognition</em>), munculnya perasaan dan emosi (<em>affection</em>) serta munculnya kecenderungan untuk bertindak tertentu (<em>conation</em>). Dan pada tahapan lebih lanjut menjadi perubahan perilaku (<em>behavioral</em>).</p>
<p><strong>Perubahan Perilaku Ibu Rumah Tangga</strong><br />
Sikap bukanlah bawaan lahir. Ia dapat berubah-ubah seiring dengan banyaknya stimulus yang diterima. Sikap tidak berdiri sendiri, ia akan selalu berhubungan dengan objek tertentu. Sikap mengandung unsur emosional dan motivasi. Sikap bisa diukur dan dipelajari. Oleh karenanya, para praktisi komunikasi dapat memprediksi dan menyusun strategi tertentu guna menumbuhkan sikap seseorang mengenai suatu objek yang nantinya bisa digerakkan kearah perubahan perilaku.</p>
<p>Dalam banyak kasus, perubahan seseorang sebagai respon atas stimulus hanya sebatas pada perubahan sikap, belum mengubah perilaku. Hal ini disebabkan karena ada faktor determinan internal dan eksternal, yang mempengaruhi perilaku seseorang.</p>
<p>Determinan internal berkaitan dengan karakteristik seseoarng yang bersifat <em>given</em> atau bawaan, seperti jenis kelamin, tingkat kecerdasan dan tingkat emosional. Sedangkan determinan eksternal berkaitan dengan lingkungan fisik, budaya, sosial, politik ekonomi, dan lain sebagainya. Ketika kedua faktor ini tidak mendukung perubahan sikap, maka sulit untuk menghasilkan perubahan perilaku.</p>
<p>Faktor determinan yang sifatnya bawaan, sulit diintervensi. Tetapi faktor determinan yang datang dari lingkungan seperti budaya, sosial ekonomi, dapat diupayakan oleh berbagai pihak melalui berbagai strategi. Perubahan perilaku yang sifatnya individu, akan tidak efektif untuk mengatasi permasalahan sosial seperti banjir. Permasalahan itu harus dapat diatasi bersama-sama, dengan melakukan perubahan perilaku secara bersama-sama pula, dari mayoritas warga yang menghadapi masalah.</p>
<p>Ibu rumah tangga yang tinggal di pesisir Pantai Utara Pekalongan adalah kelompok masyarakat yang memiliki karakteristik dan dapat dipelajari. Mereka umumnya bukan perempuan pekerja di sektor formal. Pendidikannya rata-rata SMP dan SMU. Mereka bersifat egaliter, sebagaimana umumnya masyarakat yang tinggal di pesisir Pantura yang tidak banyak <em>unggah-ungguh</em>, sebagaimana perempuan pada umumnya yang tinggal di Jawa bagian selatan.</p>
<p>Kita juga bisa menelusuri lebih jauh untuk menemukan kecenderungan mereka dalam menerima pesan informasi, dan informasi seperti apa yang menarik mereka untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>Kita juga bisa mempelajari pola komunikasinya seperti apa, dan apa saja yang mempengaruhi pola komunikasi mereka. Dengan memahami siapa, bagaimana dan seperti apa kelompok ibu rumah tangga ini, maka dapat dipilih cara atau pendekatan yang paling tepat dengan saluran komunikasi yang tepat, untuk mempengaruhi sikap dan kecenderungan yang dapat mendorong mereka berperilaku sebagaimana yang diharapkan.</p>
<p>Dalam satu studi awal yang dilakukan penulis mengenai sikap ibu rumah tangga mengenai permasalahan <em>land subsidence</em> dan banjir, menunjukkan hasil bahwa rata-rata mereka belum mengerti apa itu land subsidence, mengapa <em>land subsidence</em> bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Minimnya pemahaman mereka mengenai land subsidence, sedikit banyak mempengaruhi sikap dan perilaku mereka dalam menggunakan air.</p>
<p>Selama ini kelompok ibu rumah tangga hanya memperhitungkan banyak tidaknya penggunaan air berdasarkan tagihan yang harus mereka bayar. Untuk penggunaan air dalam rumah tangga, rata-rata biaya air Pamsimas yang harus mereka keluarkan diperkirakan adalah Rp 30.000-Rp 80.000 per bulan. Mereka belum mempertimbangkan faktor lingkungan, ketika menggunakan air Pamsimas untuk keperluan mencuci, memasak, dan keperluan lainnya di dalam rumah tangganya.</p>
<p>Sepanjang mereka masih mampu membayar, maka tidak terlalu menjadi masalah. Sedangkan faktor lingkungan belum menjadi pertimbangan, ketika mereka menggunakan air. Karena mereka memang belum mengetahui, bahwa perilaku mereka dalam menggunakan air berkontribusi pada proses terjadinya penurunan muka tanah yang memperparah banjir.</p>
<p>Dan ketika mereka akhirnya mengetahui, belum serta merta mengubah perilakunya dalam menggunakan air. Butuh proses panjang yang sifatnya psikologis didalam diri individu-individu dalam kelompok ibu rumah tangga ini, sehingga nantinya mereka mau atau tidak mau mengubah perilakunya.</p>
<p>Untuk itulah diperlukan upaya yang terus-menerus, terstruktur, sistimatis dan konsisten dalam mempengaruhi dan melibatkan mereka dalam permasalahan land subsidence. Sehingga kelompok ibu rumah tangga yang selama ini hanya diberikan peran sebagai <em>konco wingking</em> di dalam rumah tangganya, ternyata memiliki potensi peran yang sangat besar dalam mengatasi permasalahan banjir.</p>
<p><em>Trimanah MSi, Dosen Ilmu Komunikasi Unissula Semarang, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Usahid Jakarta</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/19/peran-ibu-rumah-tangga-dalam-mengatasi-banjir-akibat-land-subsidence-di-pekalongan">Peran Ibu Rumah Tangga dalam Mengatasi Banjir Akibat Land-Subsidence di Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Krogowanan Magelang Nikmati Air Bersih</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/23/warga-krogowanan-magelang-nikmati-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2020 02:23:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[bumdes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Krogowanan]]></category>
		<category><![CDATA[pamsimas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.poskota.co.id/?p=134640</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Ribuan warga 12 dusun di Desa Krogowanan, Sawangan, Kabupaten Magelang, kini bisa menikmati fasilitas air bersih. Tak lain berkat adanya proyek Spamdes yang mulai beroperasi. Anggota Komisi V DPR RI Ir H Sudjadi dalam sambutan secara virtual Selasa (22/12) mengatakan, air bersih bisa melalui Spamdes atau Pamsimas. Spamdes anggarannya dari Kementerian PU. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/23/warga-krogowanan-magelang-nikmati-air-bersih">Warga Krogowanan Magelang Nikmati Air Bersih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211;</strong> Ribuan warga 12 dusun di Desa Krogowanan, Sawangan, Kabupaten Magelang, kini bisa menikmati fasilitas air bersih. Tak lain berkat adanya proyek Spamdes yang mulai beroperasi.</p>
<p>Anggota Komisi V DPR RI Ir H Sudjadi dalam sambutan secara virtual Selasa (22/12) mengatakan, air bersih bisa melalui Spamdes atau Pamsimas. Spamdes anggarannya dari Kementerian PU. Ada juga proyek sumur bor.</p>
<p>&#8220;Kalau dikelola Bumdes harus secara profesional karena sarana itu untuk  kehidupan dan penghidupan rakyat,&#8221; katanya.</p>
<p>Kalau ada kesulitan diminta bertanya kepada pejabat terkait. Air minum sumbernya bisa dari Dirjen Cipta Karya. Ada pam regional. Semua kegiatan Bumdes harus dilaporkan. Misalnya iurannya tertib apa tidak. Juga tentang penagihan, pencatatan dan pemeliharaan.</p>
<p>&#8220;Kalau berhasil bisa untuk contoh,&#8221; katanya.</p>
<p>Selebihnya dikatakan, setelah covid dia akan mengundang pejabat Dirjen untuk membuktikan bahwa di desa itu ada program Spamdes yang hebat.</p>
<p>Pejabat pusat juga akan diajak ke kecamatan lain di Magelang. Terutama meninjau yang hebat-hebat. Sehingga Magelang bisa menjadi contoh pembangunan bagi daerah lain.</p>
<p>Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Cakra Nagara hadir dalam serah terima pengelolaan sementara pembangunan Spam di Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Disebutkan, fasilitas itu untuk pemenuhan kebutuhan air bagi warga setempat. Memanfaatkan sumber mata air di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan.</p>
<p>Disebutkan, proyek itu telah selesai dibangun dan mempunyai kapasitas lima liter per detik. Untuk melayani 12 dusun di desa itu.</p>
<p>Untuk pelengkap di Spamdes itu dilakukan pembangunan <em>broncaptering,  reservoir</em>,  bangunan pelengkap, serta pembangunan dan pemasangan jalur transmisi dan distribusi. &#8220;Pengadaan dan pemasangan sambungan rumah tidak dipungut biaya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia berharap Spamdes itu diipelihara dengam baik sehingga senantiasa memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dia berterima kasih kepada manajer  pelaksana, tenaga ahli, masyarakat, perangkat desa, instansi terkait dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan itu  sehingga pekerjaan dapat selesai dan sudah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.</p>
<p>Kades Krogowanan, Sawangan, Sugiyono, mengatakan, semula ditarget akhir Desember  ternyata sejak akhir November sudah mulai bisa dioperasikan. Atas nama pemdes dia berterima kasih atas bantuan dan dukungan semua pihak. &#8220;Semula masyarakat mengonsumsi air kurang sehat, kalau kemarau airnya kering dan penghujan airnya keruh,&#8221; katanya.</p>
<p>Itu karena air setempat bukan dari mata air. &#8220;Maka saya usul program spamdes dan sampai saat ini sudah 12 dusun dengan 752  kk dan 10 masjid yang bisa menikmati air bersih,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Semoga air bermanfaat bagi seluruh warga setempat. Sejauh ini tidak dipungut biaya untuk pemasangan gratis. Semua warga sudah menggunakan air bersih.</p>
<p><strong>Eko Priyono</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/23/warga-krogowanan-magelang-nikmati-air-bersih">Warga Krogowanan Magelang Nikmati Air Bersih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Gunung Kidul Susun Program Pamsimas di 10 Desa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/10/08/118285</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2020 03:34:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[air bersih]]></category>
		<category><![CDATA[pamsimas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=118285</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta menyusun program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat atau pamsimas di 10 desa/kalurahan dalam rangka memberdayakan masyarakat pada 2021 mendatang. &#8220;Pemkab Gunung Kidul masih diberi kesempatan untuk mengusulkan desa pamsimas sebanyak 10 desa, dari 10 kalurahan itu, ada yang didanai APBD kabupaten yakni Kalurahan Bejiharjo dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/08/118285">Pemkab Gunung Kidul Susun Program Pamsimas di 10 Desa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta menyusun program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat atau pamsimas di 10 desa/kalurahan dalam rangka memberdayakan masyarakat pada 2021 mendatang.</p>
<p>&#8220;Pemkab Gunung Kidul masih diberi kesempatan untuk mengusulkan desa pamsimas sebanyak 10 desa, dari 10 kalurahan itu, ada yang didanai APBD kabupaten yakni Kalurahan Bejiharjo dan Nglanggeran,&#8221; kata Kepala Bidang Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup, Bappeda Gunung Kidul Nurudin Araniri, Kamis (8/10/2020).</p>
<p>Kemudian 8 Kalurahan lainnya seperti, Kelurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari; Nglegi, Kapanewon Patuk; Bulurejo, Pundungsari, dan Sumberejo, Kapanewon Semin, Desa Sambirejo dan Beji Ngawen; dan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar akan menggunakan anggaran dari APBN. Rencananya, masing-masing proyek pembangunan akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 400 juta.</p>
<p><strong>BACA JUGA: </strong><a href="https://suarabaru.id/2020/10/08/realisasi-anggaran-penanganan-covid-sudah-capai-5474-persen/"><strong>Realisasi Anggaran Penanganan Covid Sudah Capai 54,74 Persen</strong></a></p>
<p>&#8220;Tahapan lanjutannya adalah penajaman kesiapan lokasi desa pengusul terkait sarana prasarana, sumber daya, kesiapan pendanaan dan dukungan masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pada perkembangannya, ada satu kalurahan yakni Pundungsari yang menyatakan tidak melanjutkan pengusulan program 2021 karena kurang siap dalam beberapa hal sehingga dari pemerintah kemudian akan mengambil langkah lain.</p>
<p>&#8220;Kami mengupayakan agar akses air minum layak di Kabupaten Gunung Kidul segera tercapai 100 persen. Air merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, setiap peluang pembiayaan baik dari pemerintah, CSR maupun pihak lain akan selalu kami usulkan sebagai upaya pencapaian akses,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Pembangunan Pamsimas</strong><br />
Ia mengatakan, program pamsimas telah masuk Gunung Kidul sejak beberapa tahun silam. Sudah ada puluhan kalurahan yang tersasar program ini. Di tahun 2020 ini, pemerintah juga tetap meneruskan pembangunan pamsimas di 10 kelurahan.</p>
<p>Data capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul sampai dengan 2019 akses layanan air minum layak mencapai 85,79 persen, akses layanan sanitasi layak mencapai 65,18 persen, sedangkan capaian penanganan Kawasan kumuh sebesar 18,6 hektare dari total luasan kumuh sebesar 165,84 hektare atau wilayah kawasan kumuh masih ada 81,8 persen.</p>
<p>Target Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul sendiri capaian layanan air minum layak 100 persen, kawasan kumuh nol persen dan sanitasi 100 persen dapat tercapai pada 2032 mendatang.</p>
<p>&#8220;Kami melaksanakan pembangunan pamsimas sesuai program pemerintah pusat dan ketersediaan anggaran daerah, target 2032 semua renvana tersebut dapat terealisasi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Ant/Naf</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/08/118285">Pemkab Gunung Kidul Susun Program Pamsimas di 10 Desa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>