<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Newcastle United Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/newcastle-united/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Mar 2026 01:50:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Newcastle United Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 10:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?// (Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026) PANGGUNG juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan? Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-547953 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>PANGGUNG</strong> juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan?</p>
<p>Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang disebut-sebut bakal memuluskan prediksi laju Arsenal. Ketika sejumlah raksasa Eropa berbaku hantam dalam <em>big match</em> di babak 16 besar, Meriam London bertemu lawan yang diperkirakan relatif bisa diatasi, Bayer Leverkusen.</p>
<p>Enam belas tim, yang terdiri dari delapan unggulan dan delapan non-unggulan, diundi untuk menentukan lawan di fase gugur. <em>Leg</em> pertama 16 besar akan digelar 10-11 Maret, dan <em>leg</em> kedua 17-18 Maret.</p>
<p>Kali ini, Arsenal kembali diunggulkan, walaupun seperti biasa “dikepung” oleh kekuatan-kekuatan bertradisi juara seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen, Chelsea, juga juara bertahan Paris St Germain, dan Manchester City.</p>
<p>Pertemuan keras akan berlangsung antara Real Madrid versus Manchester City, PSG menghadapi Chelsea, Newcastle United bersua Barcelona. Liverpool juga kembali bertemu Galatasaray setelah sebelumnya sempat kalah di fase liga. Tottenham Hotspur ditantang Atletico Madrid, sementara Arsenal melawan Bayer Leverkusen.</p>
<p><strong>Relatif Lebih Ringan</strong><br />
Di antara enam wakil Inggris, Arsenal punya jalur yang relatif lebih ringan. Chelsea harus menghadapi PSG, Manchester City ditantang Real Madrid, Tottenham berjumpa Atletico Madrid, Liverpool melawan Galatasaray, dan Newcastle kembali menghadapi Barcelona.</p>
<p>Terakhir kali, Arsenal bertemu Bayer Leverkusen pada 2002, dan menang 4-1. Leverkusen kini cenderung kurang stabil setelah ditinggal oleh pelatih Xabi Alonso, dan sejumlah pemain pilar. Sementara The Gunners sedang dalam performa apik di berbagai ajang.</p>
<p>Sesuai bagan, jika lolos ke perempatfinal, Declan Rice dkk akan bertemu dengan pemenang Bodo/Glimt vs Sporting CP. Apabila menang, calon lawannya di semifinal adalah pemenang antara Barcelona vs Newcastle yang harus berebut tiket dengan pemenang Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur.</p>
<p>Dengan skema itu, diperkirakan Arsenal minimal mampu lolos ke semifinal, menyamai bahkan melampaui capaian musim lalu. Pada Liga Champions 2024-2025, tim racikan Mikel Arteta itu masuk semifinal sebelum kalah dari PSG dengan agregat 1-3. PSG kemudian menjadi juara.</p>
<p>Dari enam wakil Inggris, hanya Liverpool, Chelsea, dan Manchester City yang pernah meraih trofi Liga Champions. Liverpool enam kali juara, Chelsea dua kali, dan Manchester City satu kali.</p>
<p>Lalu siapa yang paling berpeluang juara?</p>
<p>Opta, mesin statistik sepak bola, merilis prediksinya, bahwa Arsenal-lah yang berpeluang terbesar, dengan 27,4 persen. Menyusul kemudian Bayern Munich (14,3 persen), Liverpool (12,8 persen), Manchester City (10,8 persen), Barcelona (7,7 persen), dan Chelsea (6,8 persen). Real Madrid justru terlempar dari enam besar, berada di peringkat kesembilan dengan 2,8 persen, di bawah PSG (4,6 persen).</p>
<p>Sedangkan Newcastle United justru berada di atas PSG dan Madrid, dengan persentase peluang juara sebesar 4,7 persen.</p>
<p><strong>Tidak Mudah</strong><br />
Tentu pelatih Mikel Arteta menyadari, peluang untuk gagal di Liga Champions lebih besar ketimbang sukses. Dalam sejarah, Arsenal hanya satu kali menembus final Liga Champions yakni pada 2006, namun kalah 1-2 dari Barcelona dalam laga yang disebut-sebut sebagai “final ideal”.</p>
<p>Musim lalu, mereka melaju sampai ke semifinal. Dengan konfidensi tinggi karena sukses menundukkan Real Madrid di perempatfinal, Arsenal malah dikalahkan PSG yang akhirnya juara.</p>
<p>Mungkinkah Arteta bisa mengubah sejarah Arsenal dengan menjadi juara Liga Champions, dalam kesempatan terbaik musim ini?</p>
<p>Pencapaian terbaik Arsenal di pentas Eropa dicatat dalam ajang dengan level lebih rendah, yakni Piala Inter-Cities Fairs pada 1970, dan Piala Winners’Cup pada 1994 &#8212; gelar terakhir diakui oleh UEFA. Arsenal tampil di Piala Super Eropa 1994, dan kembali hadir di partai puncak Piala Winners’Cup tahun berikutnya.</p>
<p>Hampir tiap tahun, setidak-tidaknya selama empat musim terakhir, Arsenal selalu dijagokan untuk berbicara banyak di Liga Champions. Ketika tahun ini kembali difavoritkan, tentu beralasan karena mereka memiliki model tampilan impresif bukan hanya di Liga Primer, tetapi juga di ajang yang lain.</p>
<p>Wajar apabila para pengamat berpikir, “Inikah waktunya mereka berjaya?”</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Patrick Kluivert Bakal Tukangi Timnas Indonesia Selama Dua Tahun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/08/patrick-kluivert-bakal-tukangi-timnas-indonesia-selama-dua-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 08:59:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax Amsterdam]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[CF Valencia]]></category>
		<category><![CDATA[Lille]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSV]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455366</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Seperti yang dirumorkan sebelumnya, akhirnya PSSI resmi menunjuk Patrick Kluivert, sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pelatih asal Belanda itu dikontrak selama dua tahun (2025-2027), dengan opsi perpanjangan kontrak. Saat melatih Skuad Garuda, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (8/1/2025), Kluivert akan dibantu sejumlah asisten pelatih dari Belanda, seperti Alex Pastoor dan Denny [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/08/patrick-kluivert-bakal-tukangi-timnas-indonesia-selama-dua-tahun">Patrick Kluivert Bakal Tukangi Timnas Indonesia Selama Dua Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Seperti yang dirumorkan sebelumnya, akhirnya PSSI resmi menunjuk Patrick Kluivert, sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pelatih asal Belanda itu dikontrak selama dua tahun (2025-2027), dengan opsi perpanjangan kontrak.</p>
<p>Saat melatih Skuad Garuda, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (8/1/2025), Kluivert akan dibantu sejumlah asisten pelatih dari Belanda, seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Selain itu, akan ada dua pelatih lokal Indonesia yang menjadi asisten pelatihnya.</p>
<p>Kluivert sendiri merupakan pemain legenda Timnas Belanda. Pada eranya, Kluivert merupakan striker terbaik Belanda, sekaligus sejumlah klub papan atas Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, CF Valencia, Newcastle United, PSV dan Lille.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/23/timnas-harus-kembali-menginjak-bumi">Timnas Harus Kembali “Menginjak Bumi”</a></strong></p>
<p>Setelah pensiun sebagai pemain pada 2008, pelatih kelahiran Amsterdam, Belanda, 1 Juli 1976 itu, langsung merintis karier sebagai pelatih. Dia memulai sebagai asisten pelatih di AZ Alkmaar, NEC Nigmegen, Brisbane Roar. Selanjutnya menjadi pelatih Jong Twente dan berhasil meraih gelar juara.</p>
<p>Kluivert juga pernah menjadi asisten pelatih Louis van Gaal di Timnas Belanda, yang meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil.</p>
<p>Pada 2015, Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Curaçao, untuk kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018, dan kualifikasi Piala Karibia 2017. Pengalaman lainnya, menjabat sebagai direktur olahraga di Paris Saint-Germain dan akademi Barcelona, melatih tim Ajax A1 (U19), serta menjadi asisten Clarence Seedorf di Timnas Kamerun.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/06/pssi-akhiri-kontrak-shin-tae-yong">PSSI Akhiri Kontrak Shin Tae-yong</a></strong></p>
<p>Sebelum ke Indonesia, dia menjadi pelatih klub Turki, Adana Demirspor. Selain itu, Kluivert juga pernah menjabat sebagai Direktur Akademi FC Barcelona.</p>
<p>Kluivert dijadwalkan akan datang ke Indonesia pada Sabtu (11/1/2025) mendatang, dan keesokan harinya langsung dikenalkan secara resmi ke publik.</p>
<p>Debut Kluivert akan dimulai saat Indonesia melawan Australia di Sydney Football Stadium, pada 20 Maret, dan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret mendatang. Laga itu merupakan pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C Zona Asia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/08/patrick-kluivert-bakal-tukangi-timnas-indonesia-selama-dua-tahun">Patrick Kluivert Bakal Tukangi Timnas Indonesia Selama Dua Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU, Kemelut nan Tak Kunjung Padam</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/09/mu-kemelut-nan-tak-kunjung-padam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2023 10:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[Patrice Evra]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Scholes]]></category>
		<category><![CDATA[Peter Schmeichel.]]></category>
		<category><![CDATA[Rio Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Keane]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=387333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah padamkah api/ di kedalaman ruh semesta kehidupannya?/ meredup dalam ketidakpastian waktu/ bergerak dalam ketidakjelasan langkah/ tanpa keseimbangan/ : angan, tradisi, dan kenyataan// (Sajak “Operasi MU”, 2023) ANDAI para legenda Manchester United berkolaborasi dalam sebuah “konsorsium manajemen”, akankah kritik-kritik yang biasa mereka alirkan membuahkan konstruksi perbaikan? Roy Keane, Paul Scholes, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/09/mu-kemelut-nan-tak-kunjung-padam">MU, Kemelut nan Tak Kunjung Padam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-387335 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah padamkah api/ di kedalaman ruh semesta kehidupannya?/ meredup dalam ketidakpastian waktu/ bergerak dalam ketidakjelasan langkah/ tanpa keseimbangan/ : angan, tradisi, dan kenyataan//</em><br />
<strong>(Sajak “Operasi MU”, 2023)</strong></p>
<p><strong>ANDAI</strong> para legenda Manchester United berkolaborasi dalam sebuah “konsorsium manajemen”, akankah kritik-kritik yang biasa mereka alirkan membuahkan konstruksi perbaikan?</p>
<p>Roy Keane, Paul Scholes, Rio Ferdinand, Patrice Evra, atau Peter Schmeichel. Inilah sebagian eks MU yang rajin mengkritik bukan hanya MU-nya Eric Ten Hag sekarang, tetapi juga sederet pelatih sejak Alex Ferguson pensiun pada 2013.</p>
<p>Kemelut performa Setan Merah tak kunjung mereda, bahkan cenderung memunculkan banyak kondisi rumit. Setelah musim sebelumnya Ten Hag memberi harapan dengan meraih Piala Liga (Carabao Cup), kini MU kembali ke labilitas dengan hanya menduduki peringkat keenam klasemen.</p>
<p>Kekalahan 0-1 dari Newcastle United di St James Park, pekan lalu, memperkuat skeptisitas terhadap pergerakan perubahan yang sedang dirajut. Bahkan kemenangan penting 2-1 atas Chelsea yang menaikkan MU dari peringkat tujuh ke tangga keenam, rasanya belum bisa menjadi penawar luka. Apalagi ketika sejumlah “kesalahan yang tak perlu masih terasa membebani”.</p>
<p>Potensi friksi di ruang ganti antara para pemain dengan Eric Ten Hag makin tak terhindarkan. Terakhir, Anthony Martial dan Marcus Rashford “melawan” wibawa sang pelatih dengan cara mereka: bermain yang terkesan ogah-ogahan saat melawan Newcastle.</p>
<p>Blunder-blunder gila kiper Andre Onana, dan kepemimpinan Bruno Fernandez banyak dikuliti Roy Keane cs. Taktik Ten Hag juga “tak pernah beres” di mata penilaian para legenda.</p>
<p>Makin kuatkah justifikasi pernyataan Ralf Rangnick, arsitek MU sebelum Ten Hag, bahwa yang sejatinya dibutuhkan klub ini bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan “operasi jantung”?</p>
<p><strong>Bedah Jantung</strong><br />
Menurut Rangnick, MU tak cukup melakukan beberapa perubahan kecil di sana-sini. Ada lebih banyak hal yang harus diubah, yang disebut pelatih asal Jerman itu sebagai “operasi jantung terbuka”.</p>
<p>Suksesi kepemilikan yang awalnya diharapkan memberi penyegaran, ternyata berlalu hanya menjadi semacam “seremoni rutin”. Belum ada terobosan manajerial setelah saham terbesar MU diambil alih oleh Sir Jim Ratclift dari keluarga Malcolm Glazer.</p>
<p>“Bedah kardiovaskular” itu bisa terpetakan dalam konsep ide dan tindakan, yakni komitmen pemilik terkait iktikad bersaing, yang selaras dengan visi pelatih dan kebutuhan belanja taktikalnya. Selebihnya bagaimana membangun kembali tradisi juara yang sejak 2013 bagai menguap dari keangkeran “Theatre of Dream” Old Trafford.</p>
<p>Jadi bagaimana membongkar “pusat kehidupan” MU?</p>
<p>Setelah Ratclift menjadi penguasa baru, haruskah Eric Ten Hag didepak sebagai opsi penyegaran nakhoda yang memimpin kebijakan taktik?</p>
<p>Akankah dia menjadi “korban” konspirasi pemain yang pada titik tertentu membuat perlawanan dengan bermain semaunya, seperti pengalaman sejumlah pelatih sebelunya?</p>
<p>Atau MU harus melakukan “cuci gudang” untuk membangun kekuatan baru yang sesuai dengan visi pembugaran? Bukankan langkah itu telah pula ditempuh oleh Eric Ten Hag? Kini yang ada dalam rencananya adalah menjual Jadon Sancho, Raphael Varane, dan Casimero; tiga pemain yang sebelum ini pernah memberi jejak harapan.</p>
<p>Memecat Ten Hag tampaknya bukan opsi yang tepat. Eks pelatih Ajax Amsterdam itu, bagaimanapun sudah “sempat” berada di jalur benar untuk memperbaiki keadaan dan memulihkan karakter pemenangan. Lebih pas dia tetap diberi kepercayaan dan waktu.</p>
<p>Di antara nama-nama pendahulunya: David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ralf Rangnick, bagaimanapun Ten Hag tercatat yang paling menjanjikan. Visi dan karakter bermain Bruno Fernandes dkk mulai tampak.</p>
<p>Keputusan mempertahankan Harry Maguire yang sempat menjadi titik lemah pertahanan terbukti tepat; perlahan tapi pasti “bek blunder” itu kembali ke peran fungsional, bahkan terpilih sebagai Player of the Month EPL untuk edisi November. Bersamaan dengan pengakuan terhadap performa Maguire, predikat manajer terbaik diraih Ten Hag yang mencatat tiga kemenangan beruntun dan <em>clean sheet</em>. Juga gol terbaik Alejandro Garnacho, salto spektakuler saat mengalahkan Everton.</p>
<p>Peta ekosistem Liga Primer musim ini ditandai oleh <em>status quo</em> Manchester City, ikhtiar kebangkitan Liverpool, pembuktian konsistensi Arsenal untuk memimpin klasemen dan siap berebut mahkota dengan City, Aston Villa yang fantastis bersama Unay Emery, penyeruakan Newcastle United dengan investor baru dari Arab Saudi. Juga realitas keterpurukan Chelsea, Everton, lalu laju Tottenham Hotspur di bawah arsitek baru.</p>
<p>Dengan konstelasi ekosistem itu, MU tampaknya membutuhkan “operasi” dengan dukungan psikologis para legenda, menjadi semacam “konsorsium konfidensi”, “konsorsium keyakinan”, dan tak kalah penting “konsorsium hati”. Apalagi ketika juara EPL musim ini tampaknya baru akan dipastikan di pekan-pekan terakhir.</p>
<p>Jangan biarkan “alumni” menjadi komunitas terpisah yang terus bersuara gelisah. Jadikan mereka sebagai bagian solusi untuk keluar dari kemelut prestasi yang berkepanjangan.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/09/mu-kemelut-nan-tak-kunjung-padam">MU, Kemelut nan Tak Kunjung Padam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Manchester Merah” Sedang Nyaman Bersama Sang Pencerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/14/manchester-merah-sedang-nyaman-bersama-sang-pencerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2023 10:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=307827</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah kembalikah mereka ke habitat/ mengingat lagi cara meraih tradisi/ merajut budaya kejayaan/ di ‘maqam’ yang seharusnya// (Sajak “Setan Merah”, 2023) BEGITULAH ketika sebuah tim sedang dalam kondisi nyaman bermain. Apa saja terasa enak untuk menjadi elemen pemenangan. Begitulah ketika atmosfer hati Manchester United sedang “klik” dengan ekosistem suasananya. Begitulah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/14/manchester-merah-sedang-nyaman-bersama-sang-pencerah">“Manchester Merah” Sedang Nyaman Bersama Sang Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-307840 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah kembalikah mereka ke habitat/ mengingat lagi cara meraih tradisi/ merajut budaya kejayaan/ di ‘maqam’ yang seharusnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Setan Merah”, 2023)</strong></p>
<p><strong>BEGITULAH</strong> ketika sebuah tim sedang dalam kondisi nyaman bermain. Apa saja terasa enak untuk menjadi elemen pemenangan.</p>
<p>Begitulah ketika atmosfer hati Manchester United sedang “klik” dengan ekosistem suasananya.</p>
<p>Begitulah ketika Erik ten Hag, sang peracik taktik sedang “klop” dengan kebutuhan telepatis pemain dan timnya.</p>
<p>Begitu pulalah ketika para pemain yang sebelum ini kehilangan sentuhan magi, menemukan kembali “nyawa” dan jatidirinya.</p>
<p>Yang tampak adalah sekumpulan pemain dengan karakter, <em>positioning</em> yang pantas dalam konstelasi liga, dan tradisi yang selama ini memayungi.</p>
<p>Tak muluk-muluk, karena sadar tentang ketersendatan performa di awal musim, Ten Hag hanya bicara target tiket Liga Champions. Dia paham, peta menuju trofi musim ini masih menjadi perburuan Manchester City, Liverpool, dan Arsenal.</p>
<p>MU hanya dia targetkan berebut zona Liga Champions dengan Tottenham Hotspur, dan Newcastle United yang sedang <em>up trend</em> di bawah kesegaran baru finansial.</p>
<p><strong>Ten Hag-kah Orangnya?</strong><br />
Sejauh ini saya masih menghitung-hitung kans MU dengan membandingkan: Erik ten Hag-kah figur yang akhirnya mampu membangkitkan kembali The Red Devils dari keterpurukan ke “maqam” mediokritas?</p>
<p>Awalnya sempat muncul skeptisitas, jangan-jangan reputasi pelatih asal Belanda itu akan masuk dalam deret kegagalan David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ralf Rangnick setelah Alex Ferguson mengakhiri masa emas dan pensiun pada 2013.</p>
<p>Rupanya, dia hadir sebagai Sang Pencerah untuk Manchester Merah.</p>
<p>Di antara sederet pelatih penerus Alex Ferguson, sejauh ini belum ada yang mampu menyentuh secara pas wilayah tradisi dan budaya prestasi Pasukan Old Trafford.</p>
<p>Awal kepemimpinan Ten Hag diwarnai situasi penuh drama di Carrington, markas latihan. Ruang ganti MU juga lekat dengan suasana konfliktif. Cristiano Ronaldo, yang pernah menjadi ikon kejayaan Old Trafford, lebih banyak menyulut masalah dalam relasi dengan pelatih, tim, dan fans.</p>
<p>Realitas pertambahan usia, yang sudah 37, tak dapat ditampik telah mengurangi kebugaran dan reaksi teknisnya. Masalahnya, pemilik lima trofi Ballon d’Or itu enggan menjadi cadangan. Sementara Ten Hag &#8212; dan sebelumnya Ralf Rangnick &#8212; banyak memosisikannya bukan di <em>starting eleven</em>.</p>
<p>Konflik-konflik yang disuburkan oleh “perang kembang” di media, dan analisis para pandit, menimbulkan suasana kontraproduktif dalam fokus penyiapan tim. Namun pada akhirnya, MU tetaplah lebih besar dibandingkan dengan pemain berkategori bintang yang mana pun.<em> Ending</em>-nya: kontrak Ronaldo tidak diperpanjang, dan dia memilih hijrah ke Al Nassr di Arab Saudi dengan gaji selangit.</p>
<p><strong>Perlahan tapi Pasti</strong><br />
Perlahan tapi pasti, Ten Hag menemukan formula stabilisasi dan meningkatkan performa tim.</p>
<p>Antony, pemain asal Brazil yang pernah disebut-sebut sebagai The Next Ronaldo, mulai membuktikan diri sebagai elemen kekuatan serangan MU.</p>
<p>Marcus Rashford menjadi sosok penting ketika Anthony Martial belum juga menemukan performa terbaik. Pandit <em>BBC</em>, Roy Keane yang dikenal nyinyir pun menebar pujian kepada Rashford, “dia sudah seperti yang diekspektasikan”. Si nomor 10 itu fungsional membongkar pertahanan lawan. Gol-gol dan <em>assist-</em>nya menjadi sama-sama penting.</p>
<p>Di barisan penyerang, Ten Hag memperkuat stok rotasinya dengan keberadaan Alejandro Garnacho, salah satu <em>wonderkid</em> Argentina. Dia juga masih punya sayap potensial Jadon Sancho yang sedang mengalami penurunan performa.</p>
<p>Kehadiran Casemiro makin terasa sebagai elemen gelandang terpenting untuk bahu membahu dengan Bruno Fernandes dan Christian Eriksen. Eks Real Madrid itu siap bermobilitas di semua tempat dalam transisi permainan. Dia bisa mencetak gol, juga menjadi pelapis kokoh pertahanan yang sekarang mengandalkan Lisandro Martinez.</p>
<p>Benar rupanya kata Ten Hag, selama beberapa tahun belakangan, manajemen Setan Merah melakukan aktivitas transfer yang berkelas medioker, yang menyebabkan gagal membangkitkan tim ke tradisi kejayaan di masa lalu.</p>
<p>Dalam wawancara dengan <em>Voetball International,</em> seperti dilansir <em>detik.com</em>, Ten Hag menyatakan, pada musim lalu MU tidak benar-benar disegani. Dia melihat tidak ada semangat dan dinamika tim di skuad.</p>
<p>Ketangguhan mental, menurut dia, sangat rendah. “Saya melihat sebagai pihak luar, dan mengetahuinya di pekan-pekan awal bekerja di klub. Saya melihat budaya klub. Bagaimana dulu MU menjadi hebat?” kata pelatih 52 tahun itu.</p>
<p>Maka seperti apa mentalitas kebangkitan dibangun oleh Erik ten Hag?</p>
<p>Selain posisi papan atas klasemen Liga Primer, saat ini Fernandes dkk masih bertahan di Piala FA, di <em>playoff</em> Liga Europa, dan baru saja memastikan lolos ke semifinal Piala Liga setelah menundukkan Charlton Athletic 3-0.</p>
<p>Tampaknya, Pasukan Theatre of Dream mulai “mampu mengingat kemnali” cara untuk kembali ke jalan tradisi kemenangan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepakbola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/14/manchester-merah-sedang-nyaman-bersama-sang-pencerah">“Manchester Merah” Sedang Nyaman Bersama Sang Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Newcastle United, Rasa &#8220;Sultan&#8221; dan &#8220;Rasa HAM&#8221;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/23/newcastle-united-rasa-sultan-dan-rasa-ham</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/23/newcastle-united-rasa-sultan-dan-rasa-ham#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2021 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Bin Salman]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=206047</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // para pangeran mencari permainan/ lewat sepak bola mereka bersenang-senang / menebar kekayaan/ berburu para bintang/ jadilah klub rasa sultan/ jalan instan kuasa uang// (Sajak &#8220;Gaya Instan Para Pangeran&#8221;, 2021) KYLIAN Mbappe, Neymar Junior, dan Lionel Messi; inilah para &#8220;sultan&#8221; di klub Paris St Germain. Tetapi Anda pasti tahu, yang sesungguhnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/23/newcastle-united-rasa-sultan-dan-rasa-ham">Newcastle United, Rasa &#8220;Sultan&#8221; dan &#8220;Rasa HAM&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-206050 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// para pangeran mencari permainan/ lewat sepak bola mereka bersenang-senang / menebar kekayaan/ berburu para bintang/ jadilah klub rasa sultan/ jalan instan kuasa uang//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Gaya Instan Para Pangeran&#8221;, 2021)</strong></p>
<p><strong>KYLIAN Mbappe</strong>, Neymar Junior, dan Lionel Messi; inilah para &#8220;sultan&#8221; di klub Paris St Germain. Tetapi Anda pasti tahu, yang sesungguhnya &#8220;sultan&#8221; di Parc des Princes adalah Nasser al-Khelaifi, bos beIN Media Group dan Qatar Sport Investment.</p>
<p>Di Manchester City, Pep Guardiola menjadi big boss, namun &#8220;sang pangeran&#8221; sejati adalah Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan, pimpinan Abu Dhabi Investment Council.</p>
<p>Sebelum kiprah Nasser dan Mansour, taipan Rusia Roman Abramovich telah menguasai Stamford Bridge dengan mengambil alih mayoritas saham Chelsea. Dialah &#8220;tsar&#8221; yang<br />
mempekerjakan Jose Mourinho serta para bintang berkelas &#8220;sultan&#8221; seperti Joe Cole, Frank Lampard, Didier Drogba, dan Kai Havertz.</p>
<p>Kini, satu lagi di Liga Primer, Newcastle United mengibarkan bendera sebagai &#8220;klub sultan&#8221; yang bahkan punya latar belakang tokoh lebih dahsyat, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS).</p>
<p>Putra Mahkota Arab Saudi itu memimpin konsorsium Public Investment Fund (PIF), PCP Capital Partners, dan RB Sports &amp;amp; Media yang mengakuisisi Newcastle dari St James Holdings Limited dengan nilai 305 juta paund (Rp 5,8 triliun). Tiga perusahaan itu memiliki aset kolektif 320 miliar paund (Rp 6.199 triliun).</p>
<p>Dan, siapa bintang yang bakal menjadi sultan di St James’ Park?</p>
<p>Pada masanya, klub ini memiliki bintang cemerlang. Katakanlah Kevin Keegan pada musim 1982-1984, Paul Gascoigne (1985-1988), Andy Cole (1993-1995), David Ginola (1995-1997), Alan Shearer (1996-2006), dan Faustino Asprilla (1996-1998). Belum termasuk nama-nama Keith Gillespie, Michael Owen, Kyran Dryer, dan Andy Caroll yang mewarnai klub kelahiran 1892 itu.</p>
<p>Di bawah Muhammad bin Salman, dapat dibayangkan Newcastle bakal merombak tim menjadi kekuatan yang berburu kejayaan secara cepat, baik di Liga Primer maupun Eropa. Apalagi klub ini memiliki jejak capaian, posisi kedua klasemen liga pada 1995-1996 dan 1996-1997.</p>
<p>Pola kehadiran MBS mirip dengan masuknya taipan Arab di PSG dan Manchester Biru. Bedanya, sosok Bin Salman menyulut komplikasi politik dengan respons negatif para aktivis hak asasi manusia (HAM). Namanya dikaitkan dengan skandal pembunuhan wartawan Jamal Khassoghi di Istanbul pada 2019.</p>
<p><strong>Paradoks HAM</strong><br />
Di tengah kegempitaan harapan kembalinya gairah di St James’ Park, manajemen <em>The Magpies</em> menghadapi paradoks serius. Di satu sisi, fans dapat berharap tim kesayangannya bersaing di level utama Liga Primer, sesuatu yang sudah lama dirindukan.</p>
<p>Newcastle sempat terdegradasi ke Divisi Championship pada 2009 dan 2016 seiring dengan kemeredupan dukungan finansial. Empat besar seperti pada dasawarsa 1990-an pun ibarat mimpi, sampai konsorsium MBS hadir.</p>
<p>Artinya, problem finansial menemukan solusi. Langkah awal sudah ditempuh dengan memberhentikan Steve Bruce, legenda Manchester United dengan reputasi bukan sebagai pelatih kelas wahid. Nama Jose Mourinho yang kini menukangi AS Roma mulai banyak disebut di samping sejumlah nama lainnya, termasuk Rafael Benitez, Zinedine Zidane, Paolo Fonseca, dan Steven Gerrard.</p>
<p>Langkah selanjutnya, restorasi tim dengan mengumpulkan para bintang. Inilah jalan instan untuk memperkuat skema sekaligus mem-branding tim. Sejumlah nama diproyksikan bakal mendarat di St James’ Park, antara lain Alexandre Lacazette (Arsenal), Ousmane Dembele dan Sergi Roberto dari Barcelona.</p>
<p>Di luar euforia ketercukupan dana untuk melanglang di pasar transfer, kehadiran Bin Salman menyulut resistensi. Para aktivis HAM dan Amnesty Internasional menolak keterlibatan MBS di klub Liga Primer. Newcastle United dan FA Inggris pun mendapat <em>pressure</em> opini masif media.</p>
<p><strong>Jalan Pragmatis</strong><br />
Di luar isu HAM, muncul kritik tentang jalan pragmaris penguatan tim. Sama seperti ketika Abramovich merenovasi Chelsea pada awal 2000-an, Sheikh Mansour mengakuisisi The Citizens, dan respons terhadap pembelian Paris St Germain oleh Nasser al-Khelaifi.</p>
<p>Fenomena instan menjadi bagian dari wajah industri sepak bola. Hanya mengandalkan uang untuk membeli pemain, seperti The Dream Team AC Milan pada 1980-1990 yang diikuti Olympique Marseille.</p>
<p>Simaklah komentar Juergen Klopp, pelatih Liverpool yang dikutip AFP, “Uang tidak begitu saja menghasilkan kesuksesan. Apa artinya bagi sepak bola? Beberapa bulan kami memiliki masalah dengan klub-klub yang membangun Liga Super. Tapi ini soal membangun tim super, jaminan tempat di Liga Champions dalam beberapa tahun”.</p>
<p>Fans Newcastle akan senang, tetapi uang tidak membeli kesuksesan. “Mereka punya uang untuk membuat kesalahan, tetapi pada akhirnya mereka akan berada di tempat yang mereka inginkan,” tuturnya.</p>
<p>Realitasnya, fenomena itu merupakan bagian dari solusi merawat klub dan kegairahan industri kompetisi. Sejumlah klub yang punya akademi kuat tetap mendatangkan pemain bintang, mulai dari Barcelona, Real Madrid, Ajax, Bayern Murnchen, atau Manchester United.</p>
<p>Industri sepak bola membutuhkan kompromi realitas. Tidak asal menguatkan tim secara instan, tetapi menjadikannya sebagai elemen daya tarik kompetisi. Sementara itu, mereka tetap memperkuat akademi klub sebagai sikap non-pragmatis. Jadi kolaborasi yang ideal adalah menggabungkan potensi akademi dengan mengetengahkan magnet mediatika. Bukankah industri sepak bola adalah bagian dari ekspresi budaya pop?</p>
<p>Isu seputar Bin Salman akan terus muncul. FA dan Newcastle harus siap menghadapi efek dari kontroversi ini. Jendela dunia sepak bola tak bisa menghindar dari opini sensitif tentang kekuasaan, uang, dan kemanusiaan.</p>
<p>Atau, boleh jadi inilah wajah hipokrit kapitalisme global, ketika kolaborasi industri kompetisi dan isu sensitif HAM tak terhindarkan.</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan penulis buku &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/23/newcastle-united-rasa-sultan-dan-rasa-ham">Newcastle United, Rasa &#8220;Sultan&#8221; dan &#8220;Rasa HAM&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/23/newcastle-united-rasa-sultan-dan-rasa-ham/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>