<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nepal van java Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/nepal-van-java/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jan 2024 12:16:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>nepal van java Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menikmati Eksotika Nepal van Java di Dusun Butuh Punggung Gunung Sumbing</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/29/menikmati-eksotika-nepal-van-java-di-dusun-butuh-punggung-gunung-sumbing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 12:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Butuh]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396265</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERNAHKAH Anda membayangkan ingin mengunjungi pemukiman yang ada di kaki Pegunungan Himalaya? Tempat yang eksotik dikenal sebagai tempat tertinggi di dunia. Yang menarik dari Himalaya, selain sebagai gunung tertinggi dan selalu bersalju, juga permukimannya yang berada di lereng gunung, memunculkan suatu pemandangan indah penuh eksotika di Nepal. Jika Anda membayangkan berkunjung ke sana, tak ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/menikmati-eksotika-nepal-van-java-di-dusun-butuh-punggung-gunung-sumbing">Menikmati Eksotika Nepal van Java di Dusun Butuh Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERNAHKAH</strong> Anda membayangkan ingin mengunjungi pemukiman yang ada di kaki Pegunungan Himalaya? Tempat yang eksotik dikenal sebagai tempat tertinggi di dunia.</p>
<p>Yang menarik dari Himalaya, selain sebagai gunung tertinggi dan selalu bersalju, juga permukimannya yang berada di lereng gunung, memunculkan suatu pemandangan indah penuh eksotika di Nepal.</p>
<p>Jika Anda membayangkan berkunjung ke sana, tak ada salahnya Anda berkunjung ke Nepal Van Java terlebih dahulu.</p>
<p>Sebuah lokasi dengan pemandangan eksotik di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Beberapa waktu lalu viral, karena rumah di pedesaan tersebut rumah-rumah penduduk yang berada di ketinggian kurang lebih 1.600 mdpl itu bertumpuk di sekitar lereng Gunung Sumbing mirip seperti pemukiman pegunungan di Nepal, Himalaya.</p>
<p>Untuk menuju ke sana, kita ke kota Magelang dulu. Dari Magelang, menyusuri jalan dari Alun-alun ke kiri di Jalan Kejuron. Lalu menuju arah Bandongan, melewati bekas Kantor Karesidenan Kedu, tempat yang digunakan untuk menangkap Pangeran Diponegoro.</p>
<figure id="attachment_396272" aria-describedby="caption-attachment-396272" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-396272 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_145703-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-396272" class="wp-caption-text">Wisatawan berjalan menuju perkampungan Dusun Butuh, untuk menikmati keindahan Nepal van Java. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Dari sini terus ke bawah Meteseh, kemudian melintasi jembatan Sungai Progo. Itu sudah kawasan Bandongan, kemudian terus menyusuri jalanjn itu menuju Kaliangkrik, hingga nanti ada jalan menuju Dusun Butuh, tempat Nepal van Java yang viral itu.</p>
<p>Hingga saat ini, dusun di mana terdapat rumah-rumah tersebut masih eksis menjadi salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Magelang dan dikenal dengan nama Nepal Van Java. Nama Nepal Van Java sendiri digunakan untuk objek wisata tersebut karena jika dilihat dari atas maka desa ini memiliki pemandangan yang mirip dengan desa yang ada di Nepal.</p>
<p>Hanya dengan membayar tiket masuk mulai Rp 8.000 dan biaya parkir (untuk motor Rp 3.000 dan mobil Rp 10.000) para pengunjung sudah dapat menikmati pemandangan rumah yang berwarna-warni di lereng Gunung Sumbing sambil menghirup udara segar khas pegunungan.</p>
<p>Tak hanya menikmati pemandangan rumah berwarna-warni saja yang menarik minat wisatawan, namun disediakan juga spot-spot foto yang dapat digunakan berlatar megahnya Gunung Sumbing.</p>
<p>Di Nepal Van Java juga terdapat warung-warung yang menyediakan camilan hangat seperti mendoan dan berbagai makanan dan minuman yang cocok dinikmati sambil melihat keindahan Gunung Sumbing.</p>
<p>Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin berwisata ke Nepal Van Java. Pastikan kendaraan yang Anda gunakan dalam keadaan yang prima karena jalanan menuju dusun tersebut dipenuhi dengan tanjakan ekstrem, jika Anda tidak ingin menggunakan kendaraan juga telah tersedia ojek yang dapat mengantarkan ke tempat tujuan dengan ongkos menyesuaikan.</p>
<p>Kemudian untuk mengunjungi dusun yang berada di lereng gunung itu, kitab isa saja jalan kaki dari gerbang. Tetapi ada juga pilihan ojek. Pengemudinya terampil menyusuri jalan sempit yang menanjak dan berliku, di sela-sela rumah warga.</p>
<figure id="attachment_396274" aria-describedby="caption-attachment-396274" style="width: 383px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-396274 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448.jpg" alt="" width="383" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448.jpg 383w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448-225x400.jpg 225w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/20201205_150448-84x150.jpg 84w" sizes="(max-width: 383px) 100vw, 383px" /><figcaption id="caption-attachment-396274" class="wp-caption-text">Air terjun mini di belakang rumah penduduk. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Di sana kitab isa menemukan air terjun kecil, di belakang rumah penduduk. Airnya bening, dan untuk menuju ke sana kita harus melewat sebuah lorong kecil dengan kiri-kanan rumah penduduk. Itu rumah paling belakang, karena setelah air terjun taka da lagi rumah di belakangnya.</p>
<p>Kemudian juga tersedia sebuah masjid yang besar. Selain untuk beribadah, masjid ini juga menjadi spot foto yang menarik, dengan latar belakang Gunung Sumbing.</p>
<p>Waktu berkunjung yang tepat juga perlu diperhatikan untuk mendapat pemandangan yang diinginkan, sebaiknya Anda berkunjung pada bulan-bulan dengan musim kemarau agar cuacanya cerah.</p>
<p><strong>Willma Putri A-Mg</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/menikmati-eksotika-nepal-van-java-di-dusun-butuh-punggung-gunung-sumbing">Menikmati Eksotika Nepal van Java di Dusun Butuh Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nepal van Java, Eksotika Rumah Warna-Warni di Punggung Gunung Sumbing</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/07/nepal-van-java-eksotika-rumah-warna-warni-di-punggung-gunung-sumbing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 03:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=357737</guid>

					<description><![CDATA[<p>ADA yang sering dimirip-miripkan dengan yang lain, agar orang kemudian menjadi tertarik. Orang berwajah mirip artis lalu diunggah ke media sosial, kemudian jadi viral. Setelah viral terkenal, apa pun bisa terjadi, termasuk datangnya rezeki. Begitu pula tempat-tempat di Indonesia, sering dimiripkan dengan tempat lain di luar negeri. Misalnya Bandung sebagai Paris van Java. Semarang bahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/07/nepal-van-java-eksotika-rumah-warna-warni-di-punggung-gunung-sumbing">Nepal van Java, Eksotika Rumah Warna-Warni di Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ADA </strong>yang sering dimirip-miripkan dengan yang lain, agar orang kemudian menjadi tertarik. Orang berwajah mirip artis lalu diunggah ke media sosial, kemudian jadi viral. Setelah viral terkenal, apa pun bisa terjadi, termasuk datangnya rezeki.</p>
<p>Begitu pula tempat-tempat di Indonesia, sering dimiripkan dengan tempat lain di luar negeri. Misalnya Bandung sebagai Paris van Java. Semarang bahkan dulu pernah disebut Venice van Java. Dan, di Magelang ada suatu tempat yang disebut Nepal van Java.</p>
<p>Sebegitunyakah, sehingga tempat ini dimiripkan dengan Kawasan di Pegunungan Himalaya, di Nepal sana. Ya, tempat yang disebut Nepal van Java ini berada di kawasan lereng Gunung Sumbing Magelang, tepatnya di wilayah Dusun Butuh Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Lokasinya memang unik, berada di lereng, bahkan mungkin sudah merupakan punggung Gunung Sumbing. Dengan topografi yang tidak rata di lereng gunung ini, terdapat perkampungan. Karena topografi yang demikian, maka seakan rumah-rumah penduduk seperti bertingkat-tingkat.</p>
<p>Ketika kesadaran tentang pariwisata mulai tumbuh, dan warga menyadari bahwa pariwisata bisa memberikan peningkatan ekonomi, maka kreativitas pun muncul.</p>
<figure id="attachment_357743" aria-describedby="caption-attachment-357743" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-357743 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/jalan-kampung-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-357743" class="wp-caption-text">Tukang ojek bisa melayani, mau jalan kaki di Nepal van Java juga silakan saja. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Rumah-rumah itu dicat dengan warna-warni, sehingga ketika dipandang dari bawah terlihat sangat indah. Kemudian seseorang datang, mengunggah gambar perkampungan di lereng gunung itu dengan caption “Nepal van Java”.</p>
<p>Meledaklah nama itu, dan viral, sehingga kemudian menjadi destinasi penting di Kabupaten Magelang. Pengunjung banyak yang penasaran, untuk membuktikan, apakah benar dusun itu mirip dengan rumah yang etrkesan bertingkat-tingkat seperti di Nepal sana.</p>
<p>Di saat liburan atau <em>weekend</em> biasa, banyak pengunjung yang datang. Tak hanya anak-anak muda, para orang tua pun banyak yang datang ke sini.</p>
<p>Terlebih bagi penggemar trekking dan mendaki gunung. Pendakian ke puncak Gunung Sumbing lewat <em>basecamp</em> Butuh juga ramai, terutama kalangan anak-anak sekolah.</p>
<p><strong>Menuju Nepal van Java</strong></p>
<p>Bagaimana bila Anda hendak berkunjung ke Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang dikenals ebagai Nepal van Java ini?</p>
<p>Anda bisa naik motor atau mobil. Bahkan mobil yang relatif besar pun ke sana, misalnya sejenis mikrobus Hi-Ace, Elf, dan semacamnya. Jalan menuju ke dusun ini pun relatif bagus, hanya memang tidak lebar, sehingga mesti sabar dan hati-hati.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/07/nepal-van-java-eksotika-rumah-warna-warni-di-punggung-gunung-sumbing">Nepal van Java, Eksotika Rumah Warna-Warni di Punggung Gunung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>300 Rumah di Nepal Van Java Menjadi Warna –Warni</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/14/300-rumah-di-nepal-van-java-menjadi-warna-warni</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/14/300-rumah-di-nepal-van-java-menjadi-warna-warni#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 10:55:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=204411</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebanyak 300 rumah yang ada di objek wisata alam “Nepal Van Java” Dusun Butuh,  Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang mendapatkan bantuan cat dari Perusahaan Cat Nippon Paint. Dengan bantuan cat melalui program kepedulian sosial perusahaan Nippon Paint tersebut, rumah-rumah di lereng Gunung Sumbing yang mempunyai ketinggian 1600 meter di atas permukaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/14/300-rumah-di-nepal-van-java-menjadi-warna-warni">300 Rumah di Nepal Van Java Menjadi Warna –Warni</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebanyak 300 rumah yang ada di objek wisata alam “Nepal Van Java” Dusun Butuh,  Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang mendapatkan bantuan cat dari Perusahaan Cat Nippon Paint.</p>
<p>Dengan bantuan cat melalui program kepedulian sosial perusahaan Nippon Paint tersebut, rumah-rumah di lereng Gunung Sumbing yang mempunyai ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut tersebut, semakin menjadi warna-warni.</p>
<p>“Sejak tahun 2019, Nippon Paint telah mendonasikan sebanyak 1.361 liter cat untuk diaplikasikan di 300 rumah warga atau setara dengan 6.805 meter persegi untuk warga Dusun Butuh  yang lebih dikenal dengan nama  Nepal van Java,” kata Area Sales Manager Jawa Tengah Nippon paint, Topan Wijaksono saat peluncuran kepedulian social perusahaan Nippon Paint di  objek wisata Nepal van Java, Kamis (14/10).</p>
<p>Topan mengatakan, dengan pengecatan ulang rumah-rumah penduduk di desa wisata tersebut bisa lebih menarik kunjungan wisatawan untuk berkunjung di dusun tertinggi di Kabupaten Magelang tersebut.</p>
<p>“Kami yakin bahwa warna cat telah memberikan kekuatan untuk mengubah suasana Dusun Butuh, Desa Temanggung ini dan mendorong wisatawan untuk menelusuri Nepal van Java, “ katanya.</p>
<p>Menurutnya, dengan bantuan cat tersebut sejak tiga tahun lalu,  memberikan dampak  bagi Dusun Butuh tersebut, yakni semakin berwarna dan popular karena menyerupai pemandangan pedesaan Namche Bazaar di Nepal.</p>
<p>Ia berharap, pengecatan rumah –rumah penduduk di Nepal Van Java tersebut dapat meremajakan penampakan Dusun Butuh, Kaliangkrik. Selain itu, bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan perekonomian warga Nepal van Java.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein mengapresiasi bantuan CSR tersebut, karena bisa meringankan Pemerintah Kabupaten Magelang, khususnya menjelang dibukanya kembali objek wisata tersebut di saat PPKM level II mendatang.</p>
<p>Husein berharap dengan adanya bantuan kepedulian sosial perusahaan tersebut bisa  mendorong desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Magelang  untuk lebih berwarna.</p>
<p>Selain itu, dengan objek wisata yang lebih berwarna dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan perekonomian warga Dusun Butuh.</p>
<p>Ia menambahkan, di era adaptasi baru covid-19, destinasi wisata meredup dan ini menjadi tantangan tersendiri.</p>
<p>Diharapkan, dengan pengecatan  rumah-rumah penduduk di Nepal van Java  tersebut  dapat mengibarkan kembali semangat sektor pariwisata,  terutama desa wisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah lainnya.  Yon</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/14/300-rumah-di-nepal-van-java-menjadi-warna-warni">300 Rumah di Nepal Van Java Menjadi Warna –Warni</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/14/300-rumah-di-nepal-van-java-menjadi-warna-warni/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agar Tradisi Lebaran Tidak Terganggu, Objek Wisata “Nepal Van Java” Tutup 10-15 Mei</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/04/agar-tradisi-lebaran-tidak-terganggu-objek-wisata-nepal-van-java-tutup-10-15-mei</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2021 07:48:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Butuh]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=168514</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Pemerintah Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik,Kabupaten Magelang akan menutup sementara objek wisata di lereng Gunung Sumbing, yang dikenal dengan “Nepal Van Java”. “Kami akan menutupan objek wisata Nepal Van Java selama lima hari mulai 10-15 Mei mendatang,” kata Kepala Dusun Butuh, Lilik Setyawan, Selasa ( 4/5). Lilik mengatakan, selain objek wisata [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/04/agar-tradisi-lebaran-tidak-terganggu-objek-wisata-nepal-van-java-tutup-10-15-mei">Agar Tradisi Lebaran Tidak Terganggu, Objek Wisata “Nepal Van Java” Tutup 10-15 Mei</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Pemerintah Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik,Kabupaten Magelang akan menutup sementara objek wisata di lereng Gunung Sumbing, yang dikenal dengan “Nepal Van Java”.</p>
<p>“Kami akan menutupan objek wisata Nepal Van Java selama lima hari mulai 10-15 Mei mendatang,” kata Kepala Dusun Butuh, Lilik Setyawan, Selasa ( 4/5).</p>
<p>Lilik mengatakan, selain objek wisata “Nepal Van Java”, pihaknya juga menutup jalur pendakian “Symphony Sumbing” ke Gunung Sumbing yang melalui Dusun Butuh.</p>
<p>Keputusan penutupan objek wisata dan jalur pendakian ke Gunung Sumbing melalui Dusun Butuh itu, tertuang dalam surat edaran nomor 41/Bth/2021 tertanggal 3 Mei 2021.</p>
<figure id="attachment_168508" aria-describedby="caption-attachment-168508" style="width: 320px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-168508" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran-320x400.jpeg" alt="" width="320" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran-320x400.jpeg 320w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran-120x150.jpeg 120w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/surat-edaran.jpeg 545w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><figcaption id="caption-attachment-168508" class="wp-caption-text">Surat edaran Pemerintah Dusun Butuh yang menyatakan penutupan sementara objek wisata “Nepal Van Java” dan jalur pendakian Gunung Sumbing “ Symphoni Sumbing”, pada liburan Lebaran 1442 Hijriah. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, objek wisata dan jalur pendakian Sumbing melalu Dusun Butuh tersebut akan kembali dibuka untuk umum pada 16 Mei mendatang.</p>
<p>Ia menjelaskan, alasan penutupan objek wisata alam dan jalur pendakian Gunung Sumbing tersebut, agar massyarakat dusun setempat bisa merayakan  Idul Fitri sebagaimana mestinya orang desa selama ini.  Dan, tidak terganggu dengan aktivitas wisata.</p>
<p>Ia mengakui, adanya  keputusan sempat menjadi  pro dan kontra di masyarakat Dusun Butuh.Namun, dirinya  memiliki kewajiban agar adat- istiadat dan tradisi  yakni bersilaturahmi saat Lebaran di  warga setempat tidak tergeser.</p>
<p>&#8220;Saat lebaran, warga setempat memiliki adat silaturahmi atau mengunjungi kepada orang-orang yang lebih tua untuk meminta maaf. Jadi jangan sampai anak-anak atau generasi lebih mementingkan wisata daripada silaturahmi,&#8221; kata  Lilik yang juga pengelola objek wisata itu.</p>
<p>3 Hari</p>
<p>Lilik menjelaskan, tradisi yang berkembang selama ini, yakni  bersilaturahmi di Dusun Butuh memerlukan waktu  tiga hari lamanya. Selain, bersilaturahmi dengan warga Dusun Butuh yang  ada sekitar 500 Kepala Keluarga ( KK), warga  setempat juga bersilaturahmi  dengan warga dusun atau  desa tetangga.</p>
<p>“Biasanya diperlukan waktu tiga hari untuk bersilaturahmi. Karena, selain dengan tetangga terdekat, juga dilakukan dengan warga dusun atau desa tetangga yang datang ke Butuh,” imbuhnya.</p>
<p>Objek wisata alam di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang tersebut, mendapat julukan sebagai Nepal van Java karena memiliki pemandangan alam nan  indah.</p>
<p>Yakni, rumah penduduk yang seolah bertumpuk di lereng gunung, seperti Negara Nepal. Bedanya, Dusun Butuh berada di lereng Gunung Sumbing, sementara Negara Nepal memiliki Gunung Everest. Pemandangan seperti itu pun segera dikenal masyarakat luas setelah tersebar luas di media sosial. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/04/agar-tradisi-lebaran-tidak-terganggu-objek-wisata-nepal-van-java-tutup-10-15-mei">Agar Tradisi Lebaran Tidak Terganggu, Objek Wisata “Nepal Van Java” Tutup 10-15 Mei</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nepal van Java, Kampung Unik di Punggung Sumbing</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/07/nepal-van-java-kampung-unik-di-punggung-sumbing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2020 05:37:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata jateng]]></category>
		<category><![CDATA[gunung sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[nepal van java]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=130840</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUMAH berderet-deret di punggung gunung itu biasa. Di mana-mana di daerah yang bergunung-gunung ada. Di Dieng, misalnya, atau Kledung di punggung Gunung Sumbing di Temanggung. Juga di Colo, Kudus di Gunung Muria, dengan topografi tanah yang berlereng. Rumah-rumah berjajar bagai tingkatan berundak-undak. Baca juga Rumah Atsiri Indonesia, Wow Kenikir Bisa Diambil Minyaknya Tetapi kemudian memang menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/07/nepal-van-java-kampung-unik-di-punggung-sumbing">Nepal van Java, Kampung Unik di Punggung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RUMAH</strong> berderet-deret di punggung gunung itu biasa. Di mana-mana di daerah yang bergunung-gunung ada. Di Dieng, misalnya, atau Kledung di punggung Gunung Sumbing di Temanggung. Juga di Colo, Kudus di Gunung Muria, dengan topografi tanah yang berlereng. Rumah-rumah berjajar bagai tingkatan berundak-undak.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/12/06/rumah-atsiri-indonesia-wow-kenikir-bisa-diambil-minyaknya/">Rumah Atsiri Indonesia, Wow Kenikir Bisa Diambil Minyaknya</a></strong></span></p>
<p>Tetapi kemudian memang menjadi berbeda, ketika kita berkunjung ke Dusun Butuh, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Memang jalan ke sana tidak segampang ke Colo di Muria atau ke Dieng.</p>
<p>Maklum, jalan yang tersedia memang sangat terbatas. Sempit, sehingga ketika dua kendaraan berpapasan harus saling minggir. Tetapi provokasi tentang “Nepal van Java” sebagai sebutan kawasan Dusun Butuh itu, memang mengundang orang untuk datang.</p>
<p>Bila kita mengemudi memang harus konsentrasi tinggi. Ya, karena kondisi jalan itu. Padahal pemandangan sangat indah. Gunung Sumbing saat cuaca cerah akan tampak sangat indah. Bila kita membawa kamera, tentu tidak ingin berhenti membidik objek. Gunung saat cerah, atau saat berkabut, sama-sama indah.</p>
<p>Belum lagi ada perempuan tua renta yang menggendong kayu bakar. Kita mungkin akan merasa kasihan. Tetapi ini objek foto yang <em>human interest.</em> Begitu foto terekam dalam kamera, kita ingin buru-buru mengunggah di instagram. Sayang, jaringan seluler memang belum tersedia secara sempurna.</p>
<p><strong>Perkampungan Unik</strong></p>
<p>Memang setelah kita melaju dari Magelang menuju Bandongan, Kaliangkrik, sampai Nepal van Java sebenarnya tidak terlalu jauh. Tetapi aksesibilitasnya itu yang memang membutuhkan perhatian. Sesampai lokasi, mobil atau sepeda motor kita diarahkan ke tempat parkir yang memang disediakan. Masih berupa lahan tanah yang terbuka.</p>
<figure id="attachment_130844" aria-describedby="caption-attachment-130844" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130844" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/nepal-van-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-130844" class="wp-caption-text">Memasuki kampung &#8220;Nrpal&#8221; ini kita mesti bayar dulu di loket. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Di tempat parkir ini kita bisa mengaso sejenak minum teh atau kopi, karena di situ memang tersedia resto. Rombongan PWI Jateng bersama Tim Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng dalam program <em>Jateng on The Spot</em> singgah dulu untuk makan siang dan minum teh panas di resto ini. <em> </em></p>
<p>Di sini pula, kita bisa memulai petualangan dengan kamera yang kita bawa. Bila diarahkan ke gunung, maka akan tampak perkampungan yang unik. Rumah bagai berundak-undak. Coba tengoklah di <em>google search</em>, ketik “Nepal” untuk gambar.</p>
<p>Foto negeri Nepal dengan rumah-rumah yang berada di punggung gunung itu memang mirip dengan apa yang kita lihat di Dusun Butuh, punggung Gunung Sumbing. Di era instagram seperti ini, ketika ada orang datang dan memotret rumah-rumah di kampung punggung gunung di Butuh itu, lalu mengunggahnya dengan <em>caption </em>Nepal van Java, maka menjadi viral gambar itu.</p>
<p>“Ya kira-kira baru setengah tahun lalu tempat ini ramai. Dulu yang kampung biasa di gunung. Sepi dan dingin. Orang di sini ya cuma bertani sayuran,” ujar lelaki seorang penjual jagung bakar.</p>
<p>Setelah sejenak minum kopi untuk menurunkan stres karena mengemudi di jalan sempit dan banyak papasan, kita bisa bersiap untuk program berikutnya. Sesi foto atau selfia ria di lahan parkir diskors sejenak.</p>
<p>Kita harus naik ke kampung unik di punggung gunung itu. Masjid besar seakan menjadi ikon kampung itu. Memang cukup megah, tetapi belum selesai pembangunannya. “Pembangunan masih berproses, masjid ini dibangun sejak sekitar 10 tahun lalu dan sampai sekarang belum jadi,” kata penjual jagung bakar yang <em>ngetem</em> di depan masjid.</p>
<figure id="attachment_130843" aria-describedby="caption-attachment-130843" style="width: 478px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130843" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek.jpg" alt="" width="478" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek.jpg 478w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek-281x400.jpg 281w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek-105x150.jpg 105w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/ojek-295x420.jpg 295w" sizes="(max-width: 478px) 100vw, 478px" /><figcaption id="caption-attachment-130843" class="wp-caption-text">Naik ojek menuju kampung Nepal. Foto: Widiyartono R</figcaption></figure>
<p><strong>Jalan atau Ngojek</strong></p>
<p>Untuk naik ke kampung Nepal van Java itu, ada dua pilihan. Jalan kaki, mengitari kampung dengan jalan menanjak dan berilku. Atau naik ojek dengan tariff Rp 25 ribu-Rp 30 ribu pergi-pulang. Kita berjalan memasuki gapura, kemudian mampir ke loket untuk membayar, sebagai syarat masuk kampung. Tidak mahal sih, hanya Rp 8.000 per orang.</p>
<p>Bagi yang jalan kaki ya langsung saja melangkah. Tetapi untuk yang naik ojek, diberi kalung identitas penumpang yang dipakai selama kunjungan. Naik ojek di jalan kampung sempit, menanjak, menikung memang suatu tantangan. Untunglah jalanan kampung itu sudah dicor, sehingga cukup nyaman dilewati.</p>
<p>Tampak orang berjualan sayuran, opak, dan makanan lainnya di tepian jalan kampung itu. Ya, setiap Sabtu-Minggu memang pengunjung sangat banyak. Dan, itu dimanfaatkan oleh warga untuk mengais rezeki dari wistawan yang datang.</p>
<p>Tukang ojek yang mebawa saya naik sebenarnya ya bukan tukang ojek. Dia hanya memanfaatkan hari libur untuk “narik”. “Saya kerja proyek di Jogja, Pak. Ya, mumpung di rumah ada tarikan ya saja jalani. Lumayan, kalau ramai bisa dapat dua ratus lima puluh ribu sehari,” katanya.</p>
<figure id="attachment_130845" aria-describedby="caption-attachment-130845" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130845" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827-150x84.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/20201205_131827-640x360.jpg 640w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-130845" class="wp-caption-text">Di Dusun Butuh, Nepal van Java, berfoto selfi adalah hal yang sulit untuk ditolak. Foto: wied</figcaption></figure>
<p>Sekali lagi, jalannya ngeri-ngeri sedap. Sebuah air terjun menjadi tujuan pertama. Tidak terbayangkan kalau di sana ada air terjun, meskipun tidak terlalu tinggi. Karena, letaknya persis di belakang rumah warga. Kita harus masuk lorong sempit di antara dua rumah, dan langsung sampai. Airnya bening, karena langsung dari gunung. Di atas sudah tidak ada rumah lagi.</p>
<p>Setelah berfoto-foto di air terjun, perjalanan dilanjutkan ke masjid yang jadi ikon.  Konstruksinya memang khas, maklum di tanah miring. Sehingga, beton-beton penyangga dibuat sedemikian rupa. Lantai bawah masih belum tuntas pembangunannya, digunakan untuk parkir kendaraan para pengojek.</p>
<p>Pengunjung pun naik ke lantai atas, yang menjadi halaman masjid. Bagi yang mau sembahyang, langsung bsia masuk. Tetapi kebanyakan, pengunjung hanya berfoto-foto karena lanskapnya sangat indah. Latar belakang gunung menghijau yang memang sangat instagramabel.</p>
<p>Puas berfoto-foto di masjid, tukang ojek mengajak turun ke spot foto berikutnya. Namanya Taman Depok, yang di sana ada bangunan berarsitektur mirip gaya Bali. Lagi-lagi pemandangan memang sangat indah, sehingga banyak yang ingin berlama-lama di sana.</p>
<p>Ternyata ini spot terakhir, mas tukang ojek pun meraungkan motornya meluncur ke tempat pemberangkatan. Kampung ini memang unik, sembai membonceng motor, kita bisa memandang rumah-rumah yang dibangun dengan “dak” atau dicor atapnya. Lantai di atap rumah yang cukup luas itu bisa juga digunakan untuk pentas menari, misalnya.</p>
<p>Sesampai tempat pemberangkatan, kita turun menyerahkan tanda identitas penumpang lalu membayar pada tukang ojek. Dan, itulah akhir petualangan di Nepal van Java.</p>
<figure id="attachment_130848" aria-describedby="caption-attachment-130848" style="width: 411px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-130848" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun.jpg" alt="" width="411" height="361" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun.jpg 411w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun-400x351.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/air-terjun-150x132.jpg 150w" sizes="(max-width: 411px) 100vw, 411px" /><figcaption id="caption-attachment-130848" class="wp-caption-text">Untuk menuju air terjun di pucuk Dusun Butuh ini, kita harus lewat lorong di antara dua rumah ini dan langsung ketemu air terjun. Foto: Widiyartono R</figcaption></figure>
<p><strong>Parkir Rp 15  Ribu</strong></p>
<p>Saat hendak meninggalkan tempat parkir, mikrobus hiace yang membawa kami dihentikan oleh warga berseragam rompi khas tukang parkir. “Lima belas ribu,” kata petugas parkir itu. Pengemudi kami kaget, dan membayar langsung Rp 45 ribu untuk tiga mikrobus yang membawa rombongan.</p>
<p>Rasanya, tarif parkir sebesar itu memang cukup tinggi. Apalagi fasilitasnya juga belum memadai. Masih berupa tanah, yang bila hujan becek dan tentu merepotkan pengunjung. Hal lain yang menjadi catatan adalah aksesibilitas. Kondisi jalan memang boleh dibilang belum layak. Apalagi sering juga truk-truk lewat, dan menjadikan kendaraan saat berpapasan harus berhenti dulu. Dan, ini bisa menimbulkan kemacetan panjang.</p>
<p>Ya, kita tentu maklum, ini destinasi baru yang digarap oleh warga desa. Tentu diperlukan sentuhan-sentuhan pengetahuan tentang kepariwisataan bagi para pelakunya. Termasuk bagi warga desa. Karena bukan tidak mungkin, kita bisa menginap di sana menikmati sensasi hawa dingin malam. Dan, keberadaan <em>homestay</em> tentu dibutuhkan.</p>
<p>Nepal van Java, masih butuh banyak sentuhan.</p>
<p><strong>Widiyartono R</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/07/nepal-van-java-kampung-unik-di-punggung-sumbing">Nepal van Java, Kampung Unik di Punggung Sumbing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>