<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mikel arteta Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/mikel-arteta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 05:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>mikel arteta Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manager]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;// (Sajak “Meriam London”, 2026) TERASALAH, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561053 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Meriam London”, 2026)</strong></p>
<p><strong>TERASALAH</strong>, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim 2025-2026 ini Arsenal mampu mewujudkan mimpi.</p>
<p>Tahun 2003-2004 menjadi masa puncak Arsenal di bawah Arsene Wenger. Mereka juara dengan status “<em>invincible</em>”, tak tersentuh kekalahan di sepanjang musim. Namun setelah era emas itu, mereka selalu gagal memuncaki klasemen Liga Primer.</p>
<p>Lebih dari pecah telur setelah 22 tahun, kali ini Meriam London punya kesempatan membuktikan capaian lain. Pada pengujung bulan ini, mereka bakal bertarung di final Liga Champions melawan Paris St Germain. Andai memenangi duel pamungkas di Puskas Arena, Budapest nanti, itu adalah gelar Liga Champions pertama bagi Bukayo Saka dkk. Pada 2006, Arsenal takluk 1-2 di final dari Barcelona.</p>
<p>Gelar juara Liga Primer kali ini, yang dipastikan setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 dengan AFC Bournemouth, terasa lebih bermakna, karena dalam tiga musim sebelumnya Arsenal seperti tertakdirkan gagal di lap terakhir perpacuan. Baru pada kesempatan keempat setelah memimpin klasemen, Pasukan Arteta benar-benar mampu merengkuh trofi. Hingga pekan-pekan terakhir liga, The Citizens masih membayangi, sehingga perpacuan antara Tim Arteta dengan Tim Guardiola lebih mirip dengan adu mental.</p>
<p><strong>“Kutukan”?</strong><br />
Selama ini, sampai ternarasikan oleh media, Arsenal mengalami “sindrom <em>runner up</em>” dan terkena “kutukan” gagal meraih trofi di saat-saat akhir setelah kencang memimpin klasemen. Bahkan banyak pundit yang menyuarakan agar Mikel Arteta diganti karena tidak mampu menanamkan mental juara bagi Arsenal. Toh manajemen akhirnya memilih mempertahankan Arteta setelah sempat berniat memecatnya karena performa kurang meyakinkan pada 2021.</p>
<p>Pecah telur Arteta ini diperkirakan bakal menjadi perspektif berbeda dalam performa mentalitas anak-anak Arsenal. Mereka yang selama ini terkurung oleh inferioritas dan kecemasan dalam pembuktian diri, akan lebih percaya diri. Persaingan di level atas Liga Primer juga diperkirakan makin ketat dengan Arsenal, Manchester City yang diperkirakan akan berganti manajer dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca, Liverpool yang untuk sementara masih mempertahankan Arne Slot, Manchester United yang memberi status permanen bagi Michael Carrick hingga 2028, juga Aston Villa yang stabil di bawah Unai Emery dan baru saja meraih trofi Liga Europa.</p>
<p>Di final Liga Champions nanti, berbekal sukses di Liga Primer, diperkirakan Arsenal bakal bermain lebih lepas. Konfidensi menjadi bekal tambahan untuk menghadapi tim yang tak kalah atraktif dalam racikan Luis Enrique. Ini akan menjadi pertarungan taktik dua arsitek Spanyol: Luis Enrique vs Mikel Arteta,</p>
<p>Selama tiga musim sebelumnya, Arsenal sebenarnya tampil dengan performa yang khas Mikel Arteta, yakni permainan menyerang berintensitas tinggi dengan dominasi penguasaan bola yang biasa disebut media sebagai ”Arteta-ball”, namun musim ini mereka terasa lebih pragmatis, tidak seindah tiga musim sebelumnya.</p>
<p>Banyak yang menyindir, ketika Arsenal tercatat mencetak 35 gol di semua ajang lewat bola-bola mati, dari <em>set piece</em> skema sepak pojok, sehingga mendapat predikat sinis sebagai “pasukan sepak pojok” atau “Arsenal Corner FC”.</p>
<p>Fokus ke sepak pojok itu dilatih secara intensif Nicolas Jover, asisten pelatih yang sangat berperan dalam merancang taktik ini sejak Juli 2021. Di tengah badai kritik, legenda Arsenal, Thiery Henry tidak memasalahkan taktik itu, karena dalam permainan yang dipentingkan adalah kemenangan.</p>
<p>Nyatanya, Arsenal tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Mereka kebobolan paling sedikit selama musim 2025-2026, yakni 26 gol dan 19 <em>cleansheet</em> dari 37 laga, atau dengan satu pertandingan tersisa. Ini mendekati cataran bersejarah mereka yang hanya kebobolan 17 gol pada musim 1998-1999. Musim ini, di tempat kedua, Manchester City kebobolan 33 gol.</p>
<p><strong>Manajer Kedelapan</strong><br />
Arteta menjadi manajer kedelapan yang membawa Arsenal juara, setelah Herbert Chapman (dua kali), Joe Shaw, George Alisson (2), Tim Whitaker (2), Bertie Mee, George Graham (2), dan Arsene Wenger (3). Arteta juga berpeluang menjadi orang pertama yang mengantar Meriam London meraih trofi Eropa apabila bisa menaklukkan PSG di Budapest nanti.</p>
<p>Mantan gelandang Arsenal dan asisten pelatih Manchester City itu menjadi manajer termuda (44 tahun 54 hari) yang juara, juga mencatat rekor sebagai pelatih dengan persentase tertinggi kemenangan, 212 dari 351 laga atau 60,4 persen.</p>
<p>Terlepas dari apa pun hasil di Budapest nanti, dengan trofi Liga Primer, sejarah bakal mencatatnya sebagai manajer dengan nama “Ar” yang bersenyawa dengan dua “Ar” lainnya, Arsenal dan Arsene Wenger&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud</strong>, <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=555879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;// (Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026) ARSENALKAH, atau Manchester City? Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-555881 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026)</strong></p>
<p><strong>ARSENALKAH</strong>, atau Manchester City?</p>
<p>Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer musim 2025-2026. Dari pertemuan yang bagaikan “final” di Etihad, dua pekan lalu, City menang 2-1 dan makin memangkas jarak poin klasemen, plus dengan menabung satu laga lebih banyak.</p>
<p>Benar-benarkah perpacuan ini akan berlangsung sampai akhir, dan bukan tidak mungkin ditentukan oleh selisih gol? Ini tentu terkait dengan daya tahan mental.</p>
<p>Tiga musim sebelumnya, Meriam London yang memimpin klasemen hingga pekan-pekan terakhir juga terlepeset oleh “ketidaktahanan” serupa. Dua kali kalah berpacu dari The Citizens, dan sekali tak ungkulan melawan Liverpool.</p>
<p>Sejumlah pundit &#8212; Alan Shearer misalnya &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan tanda-tanda kerapuhan mendekati tahap akhir. Dan, selalu begitu yang terjadi pada lap menentukan.</p>
<p>Simaklah catatan ini. Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Kisah berulang musim 2023-2024. Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan dan optimis juara di separuh musim.</p>
<p>Musim ini, perpacuan di etape terakhir dimulai dengan kemenangan City atas Chelsea di pekan ke-32. Di Stamford Bridge, London, 12 April silam, tim racikan Pep Guardiola itu menang meyakinkan 3-0. Padahal sebelum ini, pada pertengahan musim, The Citizens sempat kehilangam fokus dan konsistensi.</p>
<p>Hasil itu membuat City kini mengemas 64 poin dari 31 laga di peringkat dua klasemen Liga Inggris. Ditambah hasil positif melawan Burnley 23 April lalu, Pasukan Etihad kini punya selisih poin yang cukup untuk bersaing merebut trofi.</p>
<p>The Citizens kini menggeser Arsenal dari puncak klasemen saat musim tersisa lima laga. Manchester City punya staristik bagus saat memimpin klasemen ketika musim sudah mendekati akhir.</p>
<p>Erling Haaland punya jumlah poin (70) dan selisih gol (37), sama dengan Arsenal. Namun, mereka unggul produktivitas gol (66). Dalam statistik, City tidak pernah gagal juara ketika memuncaki klasemen setelah memainkan 33 pertandingan atau lebih. Pep Guardiola menilai, setiap laga dari lima pertandingan tersisa akan menjadi seperti final.</p>
<p>Bagaimanapun, persaingan kini menjadi makin terbuka. Kontrol berada di Manchester City untuk menentukannya. Kondisi <em>on fire</em> The Citizens bakal makin menjadi-jadi dan menemukan momentum.</p>
<p>Arsenal butuh 16 poin dari 5 laga sisa (maksimal 86 poin), sementara City harus menyapu bersih sisa laga untuk juara.</p>
<p>Dalam jadwal sisa, Arsenal menghadapi lima laga, yakni melawan Newcastle United (kandang), Fulham (kandang), West Ham United (tandang), Burnley (kandang), dan Crystal Palace (tandang).</p>
<p>Sedangkan Manchester City punya lima laga sisa, yakni melawan Southampton (kandang), Everton (tandang), Brentford (kandang), Bournemouth (tandang), Crystal Palace (kandang), dan Aston Villa (kandang).</p>
<p><strong>Dari Tendangan Sudut</strong><br />
Kompetisi yang sehat memang menggambarkan rivalitas ketat, seperti yang terjadi selama empat musim terakhir di Liga Primer. Tiga klub berkejaran di ujung musim. Sementara Arsenal berjuang sejak empat tahun terakhir untuk membuktikan konsistensi performanya, dan terbukti selama tiga tahun belakangan belum berhasil merasih puncak. Kondisi ketat juga berlangsung di kompetisi Eropa lainnya, yakni Liga Seri A dan La Liga.</p>
<p>Arsitek Arsenal, Mikel Arteta, sampai tak lagi memedulikan standar penampilan Meriam London. Dia banyak disindir gol-gol timnya lebih banyak lahir dari tendangan sudut, dan bukan dari <em>open play</em>. Dengan standar performa imprevisitas yang mengalir, dan dalam tiga musim sebelumnya dipuja-puji sebagai “Arteta-ball”, sekarang menjadi lebih pragmatis.</p>
<p>Apakah perubahan filosofis ini merupakan respons “buntu” Arteta atas tuntutan ekosistem Arsenal, yang tak juga mampu merealisasi trofi, sejak terakhir kali klub London itu menjuarainya pada 2003-2004?</p>
<p>Kita tunggu bagaimana <em>ending</em> dari perpacuan Arsenal yang sedang gelisah, dan Manchester City yang tengah “on fire” justru di ujung musim. Apakah Arteta yang bakal mengukir sejarah dan pecah telur trofi, atau Pep Guardiola yang bisa membuktikan mampu mengelola kematangan tim juara?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal dan Kerikil Terakhir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 10:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=546447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;// (Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026) BENARKAH Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam Derby London, pekan lalu? Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-546452 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026)</strong></p>
<p><strong>BENARKAH</strong> Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam <em>Derby</em> London, pekan lalu?</p>
<p>Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London tetap tak boleh abai dari pengalaman tiga musim terakhir: ketika optimisme meraih trofi berubah menjadi “kutukan” kegagalan yang belum juga terurai.</p>
<p>Kemenangan atas Spurs memang terasa memberi secercah harapan, setelah sebelumnya Mikhael Odegaard dkk hanya mampu mencatat hasil seri 1-1 melawan Brentford, dan 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Mentalitas tim besutan Mikel Arteta itu dibuktikan dengan ketenangan yang mengantar untuk mengalahkan Spurs.</p>
<p>Hanya, laga terakhir yang melegakan itu tidak bisa disebut sebagai kerikil utama yang mengganggu. Ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi oleh Mikel Arteta untuk benar-benar menuntaskan misinya.</p>
<p>Sejumlah pundit – misalnya Alan Shearer &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan kerapuhan mendekati tahap akhir. Para analis rupanya melihat dua hasil imbang yang dinilai sebagai “kegugupan” menghadapi laga-laga terakhir. Maka, pada satu sisi, kemenangan atas The Lilywhite bisa menjadi jawaban.</p>
<p>Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Musim 2023-2024, Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan di separuh musim.</p>
<p>Kini, fase rawan itu pasti bakal dihadapi dalam partai-partai berikutnya. Agar konsisten dengan fokus akhir, kerikil mentalitas merupakan kendala yang menjadi prioritas untuk disingkirkan. Konsisten menjaga fokus, konsisten tidak terganggu cedera pemain, konsisten tidak kehilangan poin, dan konsisten untuk tidak membuat kesalahan-kesalahan elementer dalam laga-laga terakhir.</p>
<p><strong>Ketat sampai Akhir</strong><br />
Fokus menatap gelar juara tampaknya kembali memantapkan Arsenal. Yakin dengan diri sendiri, tak tergantung hasil tim-tim lain. Pesaing utamanya, Manchester City, yang tertinggal lima poin, punya “tabungan” satu laga, dan ini akan memperketat suasana rivalitas hingga 10 pertandingan sisa.</p>
<p>Kondisi ini, tampaknya menjadikan laga-laga mendekati akhir musim bakal semakin ketat: betapa trofi liga diraih dengan tidak mudah. Dan, inilah yang akan memberi nilai lebih bagi skuad Arteta, andai mereka mampu menghadirkan sejarah dari penantian panjang sejak terakhir kali juara pada 2004. Di bawah Arsene Wenger, mereka tak terkalahkan sepanjang musim, atau yang dikienal sebagai “The Invincible”.</p>
<p>Di era Liga Primer, Arsenal punya catatan impresif tiga kali juara (1997-1998, 2001-2002, 2003-2004), dan 14 kali meraih trofi FA sebagai rekor di Inggris.</p>
<p>Realitas terkini, mereka sudah terlalu lama menunggu. Hingga selesainya era Arsene Wenger (1996-2018), belum satu trofi liga pun yang terbukukan, baik pada masa kepelatihan Unai Emery (2018-2019), maupun Freddie Ljungberg (2019) hingga Mikel Arteta sejak 2019.</p>
<p>Pada 2026 ini, mereka sudah kehilangan 11 poin dari delapan laga. Sebelum mengalahkan Tottenham Hotspur, dalam dua laga terakhir, dua kali bermain imbang.</p>
<p>Arsenal punya sisa 10 pertandingan, dan masih diunggulkan untuk menjadi juara. Laga yang bakal menjadi <em>big match</em> dan menentukan adalah ketika bertandang ke Etihad untuk menghadapi Manchester City, 18 April mendatang. Dalam pertemuan di Emirates, kedua tim bermain imbang 1-1.</p>
<p><strong>Pembuktian Arteta</strong><br />
Pembuktian kapasitas Mikel Arteta juga menjadi poin menarik tersendiri di balik jalan yang ditempuh The Gunners. Jika sukses meraih trofi, pelatih asal Spanyol itu akan menjajari nama-nama besar Pep Guardiola, Juergen Klopp, Arsene Wenger, atau Jose Mourinho.</p>
<p>Karakter bermain yang dia hadirkan telah memberi kesegaran lewat atraktivitas performa Arsenal dalam tiga musim terakhir. Gabriel Martinelli cs dia racik sebagai tim eksplosif yang bermain menyerang dan enak ditonton.</p>
<p>Dalam beberapa segi, Arteta tampak mengadopsi permainan ofensif ala mentornya, Pep Guardiola. Sebelum berlabuh di Emirates, dia memang pernah tiga tahun (2016-2019) mendampingi sang genius sebagai asisten di Manchester City.</p>
<p>Arteta juga dikenal sebagai pengagum Jose Mourinho. Dia pernah merasakan sentuhan Mou, yang waktu itu menjadi staf di Barcelona B pada 1999. Arteta masih menjadi pemain di Akademi La Masia. Dia mengenal Mou sejak usia 15 tahun, dan mengagumi kemampuan pria Portugal itu dalam membentuk budaya klub.</p>
<p>Pelatih kelahiran 26 Maret 1982 ini, sejak 2019 memoles Arsenal menjadi lebih impresif dengan menjaga keseimbangan lini pertahanan, gelandang, dan penyerang. Musim kini, keputusannya mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP mulai membuahkan hasil. Penyerang asal Swedia itu, yang semula lambat beradaptasi, kini menjadi salah satu sumber gol, termasuk ketika pekan lalu mengalahkan Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Popularitas</strong><br />
Populatitas Mikel Arteta, harus diakui juga terangkat oleh dinamika yang dihadapi Arsenal dalam tiga musim terakhir, dari tim yang dijagokan meraih gelar akhirnya malah gagal di saat-saat akhir.</p>
<p>Banyak yang mengkritik Arteta belum berhasil menanamkan mentalitas juara, namun realitas “konsistensi” Arsenal dalam persaingan juara pada sisi lain juga membuktikan bahwa dari kapasitas teknis Meriam London ini menjadi kekuatan elite Liga Primer. Yang belum melengkapi adalah kekuatan mental meraih trofi.</p>
<p>Jalan memang masih panjang bagi pelatih muda itu, namun sorotan yang pasti mengikuti adalah seperti apa hasil Arsenal musim ini: apakah bisa mematahkan “kutukan” selalu <em>runner up</em> selama tiga musim sebelumnya, atau bisa pecah telur sebagai pelatih yang sukses mempersembahkan trofi.</p>
<p>Apa kerikil terakhir yang harus dia singkirkan, Mikel Arteta pasti sudah memahami&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Les Parisiens]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=470156</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?// (Sajak “Mr Arsenal”, 2025) MEMASTIKAN satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal? Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-470176 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?//</em><br />
<strong>(Sajak “Mr Arsenal”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MEMASTIKAN</strong> satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal?</p>
<p>Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, Martin Odegaard dkk menghentikan Real Madrid 2-1 (<em>agregat</em> 5-1) di Santiago Bernabeu untuk memastikan menantang Paris St Germain di empat besar, melengkapi kemenangan 3-0 di Stadion Emirates, pekan sebelumnya.</p>
<p>Sukses Mikael Arteta membawa Meriam London ke semifinal Eropa menjadi catatan tersendiri. Selama ini, Arsenal dikenal sebagai “tim nyaris” dalam bingkai “favorit yang gigit jari” untuk meraih trofi, baik di Liga Primer maupun di Liga Champions.</p>
<p>Arteta menggenapi “Ar” dalam “magika” Arsenal &#8211; Arsene Wenger &#8211; Mikael Arteta. Ya, secara kebetulan, predikat “Mr Arsenal” melekat pada Arsene Wenger, dan apabila Arteta mampu memberikan trofi dan membuka sejarah Arsenal, bukan tidak mungkin dia akan menjadi “Mr Arsenal” berikutnya.</p>
<p><strong>Identik</strong><br />
Arsene Wenger pernah sangat identik dengan Arsenal, klub London Utara yang punya jejak sejarah elite Liga Inggris. Selama 22 tahun mengarsiteki The Gunners dari 1 Oktober 1996 hingga 2018, tiga kali pria Prancis itu mempersembahkan trofi Liga Primer (1998, 2002, 2004).</p>
<p>Dalam perkembangannya, dari suasana bergelimang gelar di era Wenger, kini Arsenal seperti kesulitan untuk kembali meraih kejayaan. Dari 2018 hingga tahun ini, Arsenal telah tiga kali berganti pelatih, dari Unai Emery, Freddie Ljungberg, dan kini Mikel Arteta.</p>
<p>Arteta, yang secara teknis bisa mengembalikan performa Arsenal ke eksotika permainan ofensif, hingga musim 2024-2025 menghadapi “masalah” yang belum terpecahkan. Bagai lika-liku mencari “maqam”, di mana sebenarnya habitat yang paling pantas bagi mereka.</p>
<p>Dari musim ke musim Arsenal menemui realitas ini: impresif memimpin klasemen, namun gagal menuntaskan dengan klimaks sebagai juara. Dari musim 2022-2023, dan 2023-2024, Gabriel Martinelli dkk meraih posisi <em>runner up</em> di bawah Manchester City. Hanya sebagai penantang, dan Arsenal belum berhasil memuncaki klasemen akhir.</p>
<p>Ada-ada saja “gangguan” bagi Arteta, yang seperti Arsene Wenger juga mengetengahkan filosofi permainan rancak mengalir-indah. Musim ini, dia menghadapi problem cedera pemain sebagai kendala.</p>
<p>Arsenal bagai mengalami “sindrom nyaris” di tengah “rasa” yang mereka ekspresikan sebagai “penantang”. Dari musim 2020-2021, 2021-2022, dan 2022-2023, ketika bersiap-siap merayakan gelar, akhirnya mereka menyuram dengan cara menyakitkan.</p>
<p>Hingga pekan kemarin, setelah ditahan seri 1-1 oleh Brentford, mereka tetap berada di urutan kedua klasemen, namun makin sulit mendekat ke Liverpool yang &#8212; walaupun kalah 2-3 dari Fulham &#8212; tampaknya bakal sulit tergoyahkan hingga menjelang tujuh laga terakhir. Kemenangan 2-1 atas West Ham United memperkokoh The Reds di puncak.</p>
<p>Sementara itu, pada 9 April dinihari WIB lalu, Arsenal tampil kinclong di Stadion Emirates. Mereka menaklukkan Real Madrid 3-0 di <em>leg</em> pertama perempatfinal Liga Champions, lewat kampanye dua <em>free kick</em> indah Declan Rice, dan gol Mikel Merino. Mereka membuat Real Madrid kesulitan di <em>leg</em> kedua, Kamis kemarin. Madrid kalah 1-2.</p>
<p>Pertanyaan yang selalu menimbulkan penasaran, mengapa jagoan London itu selalu terpeleset di saat-saat menentukan?</p>
<p><strong>Mentalitas?</strong><br />
Belum lama ini, berlangsung perdebatan sengit antara dua pandit, Roy Maurice Keane dan Jamie Redknapp, setelah Arsenal bermain imbang 1-1 dengan Manchester United di Old Trafford, 9 Maret 2025 (<em>bola.net</em>, 10-3-2025).</p>
<p>Keane, dengan gaya sinisnya yang khas, meragukan kemampuan Mikel Arteta untuk membawa Arsenal meraih gelar juara Liga Primer, musim depan. Sebaliknya, Redknapp optimistis Meriam London bisa bersaing jika mendapatkan amunisi striker elite.</p>
<p>Jika periode ini Arsenal akhirnya kembali menduduki <em>runner up</em>, atau untuk kali ketiga berturut-turut, menurut Roy Keane, tanpa perubahan signifikan musim depan akan kesulitan bersaing di level elite.</p>
<p>Keane tidak yakin, Mikel Arteta mampu membawa Arsenal meraih gelar juara. “Tidak ada bukti bahwa Arteta dan skuadnya saat ini memiliki mental juara”.</p>
<p>Keane menyoroti kekuatan Manchester City dan Liverpool yang diperkirakan tetap tangguh musim depan. “Arsenal sudah mendekati gelar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi City akan kuat lagi tahun depan, juga Liverpool,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, Arsenal perlu merekrut striker dan memperbaiki mentalitas tim. “Mana buktinya grup pemain ini bisa meraih gelar? Mereka terlihat gelisah setiap kali kalah,” tuturnya.</p>
<p>Sedangkan Redknapp percaya Arsenal hanya membutuhkan satu striker berkualitas untuk kembali menjadi penantang gelar.</p>
<p>Dia optimistis Arsenal bisa menjadi kandidat juara musim depan. Kuncinya, merekrut striker elite yang bisa mencetak gol secara konsisten, sambil mencontohkan jumlah gol striker Liverpool Mohamed Salah sebagai standar yang harus dicapai.</p>
<p>“Apakah striker mereka bisa mencetak 20 gol per musim? Itu yang harus dicari. Dengan stabilitas defensif yang dimiliki, mereka akan sangat dekat musim depan,” ujarnya.</p>
<p>Musim ini, Arsenal dihantam badai cedera. Sejumlah penyerang kunci seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard absen dalam berbagai momen penting. Bahkan, Arteta terpaksa memainkan Mikel Merino sebagai striker setelah Kai Havertz absen.</p>
<p>Keane lebih menyoroti mentalitas tim. “Saya melihat mentalitas mereka, di mana itu?” katanya.</p>
<p>“Arsenal telah membuat kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi langkah selanjutnya adalah yang tersulit. Apa gunanya finis kedua jika Anda ingin memenangkan gelar?”</p>
<p>Menunggu dari musim 2003-2004 untuk mahkota Liga Primer sejak terakhir kali meraih trofi Piala FA pada 2014, terasa betapa menjadi “kesuntukan” yang konsisten. Panjang, dan lama&#8230;</p>
<p>Lagi-lagi, musim kini, secara realistis tampaknya berat bagi Arsenal dalam tujuh pekan tersisa mengejar Liverpool yang kokoh memuncaki klasemen.</p>
<p>Tentulah fokus kini dialihkan ke Liga Champions. Mampukah mereka menuntaskan langkah di ajang Eropa ini, dengan melewati adangan PSG di semifinal, 29 April dan 6 Mei mendatang? Patut dicatat, dalam perjalanan ke empat besar, Les Parisiens mengalahkan dua klub Inggris, Liverpool dan Aston Villa.</p>
<p>Nah, dengan kenyataan ini, bagaimana mewujudkan harapan, suatu ketika, Mikel Arteta akan menerusi Arsene Wenger sebagai “Mr Arsenal” Jilid II?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitos Kutukan dan Sindroma dalam Bundar Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/18/mitos-kutukan-dan-sindroma-dalam-bundar-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2024 10:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munchen]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=414671</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sindroma, kau temuikah dia di bundar bola?/ berlaku pulakah mitos kutukan pembawa sial/ juga aura yang memancarkan keberuntungan?/ dalam lipatan selimut rahasia/ di balik teka-teki bulat bundarnya&#8230;// (Sajak &#8220;Mitos-mitos Sepak Bola&#8221;, Mei 2024) PERCAYAKAH Anda, dalam lipatan bundar bola, terselip ribuan ceritera? Ada kesedihan, ada kegembiraan, ada ketidakmengertian, pun ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/18/mitos-kutukan-dan-sindroma-dalam-bundar-bola">Mitos Kutukan dan Sindroma dalam Bundar Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-414675 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sindroma, kau temuikah dia di bundar bola?/ berlaku pulakah mitos kutukan pembawa sial/ juga aura yang memancarkan keberuntungan?/ dalam lipatan selimut rahasia/ di balik teka-teki bulat bundarnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Mitos-mitos Sepak Bola&#8221;, Mei 2024)</strong></p>
<p><strong>PERCAYAKAH</strong> Anda, dalam lipatan bundar bola, terselip ribuan ceritera?</p>
<p>Ada kesedihan, ada kegembiraan, ada ketidakmengertian, pun ada rasa kepenasaranan. Ya, karena hasil dan akhir takkan pernah bisa terpastikan oleh manusia.</p>
<p>Tak jarang pula sejuta rasa itu dihubungkan dengan nalar metafisika di luar bingkai logika.</p>
<p>Nah, ketika hingga pekan ini Arsenal berpacu poin dengan Manchester City dalam penentuan peraih trofi Liga Primer, berlakukah mitos-mitos berupa sindroma dan &#8220;kutukan&#8221; sepak bola?</p>
<p>Siapa yang bergumul dengan sindroma, siapa pula yang dengan penuh konfidensi melangkahi kendala?</p>
<p>Bisa dipahami bila Arsenal masih terbelit kegelisahan &#8220;sindrom nyaris juara&#8221;. Kekecewaan yang terus berulang dari musim ke musim sejak terakhir kali juara pada 2003-2004, sementara City menegaskan kehadiran sebagai kekuatan utama.</p>
<p>Dari sejak 2020-2021 hingga 2022-2023, Meriam London selalu dominan menjadi &#8220;penguasa&#8221; elite klasemen, namun selalu saja berubah &#8220;tergopoh-gopoh&#8221; di pengujung musim.</p>
<p>Dalam sentuhan atraktif filosofi permainan Mikael Arteta, selalu terjanjikan penyegaran kondisi. Akan tetapi, yang terjadi, &#8220;kenyarisan&#8221; itu mengetengahkan dialektika &#8220;memimpin&#8221;, &#8220;dikejar&#8221;, &#8220;terjajari&#8221;, &#8221; lalu &#8220;tersalip&#8221;.</p>
<p>Martin Odegaard dkk kehilangan mentalitas sebagai &#8220;penantang trofi&#8221; justru di saat-saat menentukan. Dari kompetisi ke kompetisi, mereka bagai menunda kesempatan dalam rongrongan &#8220;sindrom nyaris&#8221;. Dan, sekarang inikah saatnya?</p>
<p>Hari menentukan sedang ditunggu dengan penuh ketegangan hanya dari satu pertandingan. Inilah vonis nasib yang juga menanti sebagian orang dalam dinamika industri kompetisi?</p>
<p>Arsenal-kah, kali ini? Atau tetap City? Mitos apa yang akan berlaku dan apa yang terjungkalkan?</p>
<p>Hingga pekan ke-38 atau laga terakhir liga, jawaban itu baru akan terkonfirmasi. Dan, bukankah ini menegaskan tentang kondisi tradisi bagi The Gunners?</p>
<p><strong>Menundukkan Logika</strong><br />
Mitos dalam sepak bola seperti realitas yang menepikan logika dan dalil-dalil akademik.</p>
<p>Sering pula diyakini sebagai justifikasi. Sindroma dan kutukan bagai memperoleh tempat pembenar dalam khazanah analisis media. Mungkin atas nama viralitas, mungkin lantaran konsekuensi kemeruyakan budaya pop.</p>
<p>Kemenangan dikaitkan dengan faktor nonteknis. Kalah juga dihubungkan dengan pengaruh metafisika. Tak jarang hasil pertandingan ditentukan oleh kosmologi &#8220;langit&#8221;, &#8220;setengah langit&#8221;, atau &#8220;energi kuasa kegelapan&#8221;.</p>
<p>Bukankah hari-hari ini kita disodori penguatan opini mitos: Bayern Muenchen yang seperkasa itu di Bundesliga, dan malang melintang di pelataran Eropa, gagal total karena terefleksi &#8220;kutukan&#8221; Harry Kane?</p>
<p>Oo, betapa menyedihkan. Kane jadi pembawa sial? Dia dianggap mengusung aura negatif bagi Bayern, seperti halnya Tottenham Hotspur yang bertahun-tahun dia bela?</p>
<p>Kapten tim nasional Inggris itu boleh moncer secara individual. Produktivitasnya juga &#8220;menyala&#8221; setelah memutuskan pindah ke Muenchen. Namun untuk kepentingan Die Roten, aura &#8220;kegelapannya&#8221; masih menyelimuti, sama seperti ketika memimpin The Lilywhites.</p>
<p>Dia belum membendaharakan trofi hingga usia 31. Dan, tragisnya, kepindahan ke Muenchen antara lain dengan ambisi meraih piala pun ikut sirna. Bahkan Bayern dinilai terkena imbasnya!</p>
<p>Kutukankah ini, atau sindroma yang terbawa-bawa?</p>
<p>Padahal, bukankah Muenchen menghadapi &#8220;logika kompetisi&#8221; tentang performa Bayer Leverkusen yang memang &#8220;menyala&#8221; di Bundesliga dan Eropa di bawah sentuhan ajaib Xabi Alonso?</p>
<p>Akan tetapi, &#8220;olahan media&#8221; menemukan &#8220;aspek viral&#8221; pada Harry Kane, terkait realitas keabu-abuan penilaian tentang kiprah dan hasil, juga rentetan kenyataan yang tak sebanding dengan potensi seorang pemain.</p>
<p>Lalu bagaimana kita memosisikan Arsenal dalam konteks abu-abu itu, ketika logika statistika sulit menjelaskannya?</p>
<p><strong>Berbeda dari Kasus MU</strong><br />
Persoalan Arsenal berbeda dari kasus Manchester United dan Barcelona. Dua klub terakhir itu sedang berjuang menemukan kembali tradisi yang hilang dalam sejumlah musim terakhir.</p>
<p>Di bagian lain, Manchester City menegaskan punya &#8220;tradisi&#8221; yang tak hanya berupa mitos. Yakni meraih titel juara melalui saat-saat kritis di pekan terakhir.</p>
<p>Penegasan lain dengan empat musim berurutan menjadi pemenang trofi Liga Primer adalah kenyataan yang menghadirkan tambahan tingkat kesulitan bagi Arsenal.</p>
<p>Penentuan gelar juara dengan kesengitan rivalitas hingga pekan terakhir adalah romantisme tersendiri dalam industri kompetisi. Kondisi itu berkebalikan dari dominasi klub tertentu yang sudah memastikan titel beberapa pekan sebelum musim berakhir.</p>
<p>Jadi, percayakah Anda pada mitos; sindroma, kutukan, dan tradisi-tradisi yang mewarnai sepak bola?</p>
<p>Atau, keunikan-keunikan dan usikan tanda tanya itu bagian alamiah dari permainan pop yang sekadar bermakna fana?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/18/mitos-kutukan-dan-sindroma-dalam-bundar-bola">Mitos Kutukan dan Sindroma dalam Bundar Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal dan Ancaman &#8220;Sindrom Nyaris&#8221;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/16/arsenal-dan-ancaman-sindrom-nyaris</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2023 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Ben White]]></category>
		<category><![CDATA[bukayo-saka]]></category>
		<category><![CDATA[Declan Rice]]></category>
		<category><![CDATA[Eddie N'Ketiah]]></category>
		<category><![CDATA[Emile Smith Rowe]]></category>
		<category><![CDATA[Gabriel Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Gabriel Martinelli]]></category>
		<category><![CDATA[Granit Xhaka]]></category>
		<category><![CDATA[Jorginho]]></category>
		<category><![CDATA[Kai Havertz]]></category>
		<category><![CDATA[Kieran Tierney]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Takehiro Tomiyasu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=388594</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sedekat itu batas tangan meraih/ setipis itu batas nyaris menerpa/ o, hari-hari arsenal/ akankah terus jadi pengejar/ atau terus selalu terhenti/ di batas nyaris/ dan hanya nyaris&#8230;// (Sajak &#8220;Psikologi Arsenal&#8221;, Desember 2023) SEKOMPLEKS itukah psikologi Arsenal untuk melewati &#8220;barrier mental&#8221; dan keluar dari &#8220;sindrom nyaris&#8221;? Perjalanan kompetitif mereka penuh dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/16/arsenal-dan-ancaman-sindrom-nyaris">Arsenal dan Ancaman &#8220;Sindrom Nyaris&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-388606 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sedekat itu batas tangan meraih/ setipis itu batas nyaris menerpa/ o, hari-hari arsenal/ akankah terus jadi pengejar/ atau terus selalu terhenti/ di batas nyaris/ dan hanya nyaris&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Psikologi Arsenal&#8221;, Desember 2023)</strong></p>
<p><strong>SEKOMPLEKS</strong> itukah psikologi Arsenal untuk melewati &#8220;barrier mental&#8221; dan keluar dari &#8220;sindrom nyaris&#8221;?</p>
<p>Perjalanan kompetitif mereka penuh dengan segala kenyarisan. Dua musim terakhir nyaris memimpin klasemen sampai tuntas dan meraih trofi Liga Primer.</p>
<p>Semua kompetitor nyaris tak ada yang tidak diadang.</p>
<p>Nyaris mereka berlari meninggalkan dua rival utama: Liverpool dan Manchester City. Lalu nyaris pecah telor dengan meraih juara yang terakhir kali dirayakan pada musim 2003-2004.</p>
<p>&#8220;Sindrom nyaris&#8221; itu seakan-akan paradoks dengan &#8220;psikologi penantang&#8221; yang lazimnya menyemangati &#8220;mentalitas challenger&#8221; atlet atau tim &#8220;pengejar&#8221;.</p>
<p>Pada musim 2020-2021, 2021-2022, dan 2022-2023, Arsenal selalu punya momentum memimpin klasemen, meninggalkan para rival dengan jarak poin cukup jauh. &#8220;Meriam London&#8221; boleh dibilang sudah bersiap-siap merayakan titel, namun akhirnya terbenam dengan cara menyakitkan. Memimpin, terkejar, terbuntuti, terjajari, dan ujungnya terlewati.</p>
<p>Nah, bakal terulangkah sejarah dengan cara serupa, ketika kesempatan yang telah tergenggam dipunahkan oleh &#8220;psikologi nyaris&#8221; yang bahkan bagai menjadi &#8220;kutukan&#8221; bagi Bukayo Saka dkk?</p>
<p><strong>Rivalitas Superketat</strong><br />
Tak salah bila Mikael Arteta menyebut penentuan juara EPL musim ini akan ditentukan dengan poin tipis, saking ketatnya persaingan dan perubahan konstelasi kekuatan.</p>
<p>Dan, ketika gelandang Declan Rice menyatakan Arsenal sekarang sudah lebih matang dibandingkan dengan musim sebelumnya, hal itu sejatinya bermakna motivatif untuk menghadapi kondisi-kondisi saling kejar dan saling menyalip di papan atas klasemen.</p>
<p>Musim 2022-2023 menjadi yang paling &#8220;nyaris&#8221;, ketika Arsenal berpacu dengan Manchester City. Walaupun sempat memimpin hingga beberapa pekan, Meriam London akhirnya menempati posisi kedua.</p>
<p>Peringkat itu lebih baik dari capaian musim 2021-2022 di posisi kelima di bawah City, Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur. Dua musim sebelum era arsitek Mikael Arteta, Arsenal hanya menempati posisi ke-8.</p>
<p>Arteta adalah sosok pelatih muda yang seimpresif dan sekeren Pep Guardiola. Dia sempat menjadi &#8220;murid&#8221; Pep saat masih bermain untuk City. Filosofinya pun mirip, yakni permainan umpan pendek yang mengalir, menyerang, dan sedap dipandang. Media menyebutnya sebagai &#8220;Arteta-ball&#8221;.</p>
<p>Kemenyatuan mayoritas pemain sejak empat tahun terakhir menciptakan kematangan tersendiri. Performa tim mengingatkan pada kerancakan bermain era Arsene Wenger yang terakhir kali memberi trofi pada 2004.</p>
<p>Benteng terakhir, Aaron Ramsdale kokoh di bawah mistar, dilapis nama-nama paten di barisan bek: Kieran Tierney, Ben White, Takehiro Tomiyasu, dan Mohamad Elneny.</p>
<p>Di sektor gelandang, Arteta punya kedalaman skuad yang bisa diandalkan. Sebutlah nama-nama Declan Rice, Jorginho, Emile Smith Rowe, dan sang kapten Martin Odeegard.</p>
<p>Sedangkan barisan penggempur punya banyak alternatif: Gabriel Jesus, Kai Havertz, Bukayo Saka, Eddie N&#8217;Ketiah, Gabriel Martinelli, dan Leandro Trossard.</p>
<p>Kedalaman skuad inilah yang menjadi salah satu kunci performa Arsenal, walaupun dari sisi stabilitas dan mental Manchester City selalu lebih unggul.</p>
<p>Kecenderungan labilitas itu tampak muncul kembali pekan lalu, ketika Odegaard cs takluk 0-1 dari Aston Villa, tim yang beberapa hari sebelumnya mampu menghumbalangkan The Citizens.</p>
<p>Walaupun terjadi saling geser di klasemen atas, bagaimanapun musim ini menjadi kesempatan terbaik bagi Arsenal untuk mengulang capaian 2004.</p>
<p>&#8220;Psikologi nyaris&#8221;-lah yang harus bisa dicegah dengan eksplorasi pendekatan untuk memperkuat tekad dan mentalitas, &#8216;Kalau tidak sekarang, kapan lagi?&#8221;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/16/arsenal-dan-ancaman-sindrom-nyaris">Arsenal dan Ancaman &#8220;Sindrom Nyaris&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catat Ini; &#8220;Deklarasi&#8221; Arsenal&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/12/catat-ini-deklarasi-arsenal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=359142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bersiaplah menikmati keseimbangan/ takkan selamanya panggung terdominasi/ ada saat cahaya berpihak/ ada saat pula cahaya terbagi&#8230;// (Sajak &#8220;Persaingan&#8221;, 2023) STATEMEN kiper Arsenal, Aaron Ramsdale sungguh memperlihatkan spirit peburuan yang ketat dan menantang. Kemenangan lewat adu penalti dalam laga Community Shield di Wembley, pekan lalu, dia sebut sebagai &#8220;pernyataan&#8221; bahwa Arsenal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/12/catat-ini-deklarasi-arsenal">Catat Ini; &#8220;Deklarasi&#8221; Arsenal&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-359146 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bersiaplah menikmati keseimbangan/ takkan selamanya panggung terdominasi/ ada saat cahaya berpihak/ ada saat pula cahaya terbagi&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Persaingan&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>STATEMEN</strong> kiper Arsenal, Aaron Ramsdale sungguh memperlihatkan <em>spirit</em> peburuan yang ketat dan menantang.</p>
<p>Kemenangan lewat adu penalti dalam laga Community Shield di Wembley, pekan lalu, dia sebut sebagai &#8220;pernyataan&#8221; bahwa Arsenal sudah siap untuk bersaing dengan Manchester City.</p>
<p>Terkesan pula &#8220;deklarasi&#8221; itu sebagai ungkapan membangun konfidensi, untuk tidak menyebutnya intimidatif.</p>
<p>Kapten City, Kevin de Bruyne mengakui, suasana rivalitas musim ini bakal semakin sulit. Arsenal dia nilai menemukan tiga sosok pemain yang betul-betul dibutuhkan untuk memperkuat tim. Kai Havertz di posisi penyerang, Declan Rice sebagai gelandang, dan Julian Timber di sektor bek kiri.</p>
<p>Bayangkanlah betapa besar harapan fans The Gunners musim ini. Setelah dua musim yang penuh optimisme namun membentur kenyataan stabilitas City, Martin Odegaard dkk makin membekali diri dengan kesiapan bersaing. Perlahan-lahan, <em>coach</em> Mikel Arteta membawa penyegaran tidak hanya dalam performa teknis, tetapi juga mental.</p>
<p>Tentu takkan sesederhana itu memperkirakan perburuan trofi Liga Primer hanya menjadi domain City dan Arsenal, karena sejumlah klub lain juga serius berbenah untuk melakukan &#8220;penyodokan&#8221;.</p>
<p>Liverpool, apa yang dilakukan? The Reds mencoba memanaskan kembali &#8220;sepak bola heavy metal&#8221; Juergen Klopp setelah tampil tidak konsisten musim 2022-2023.</p>
<p>Ingat, pelatih Eric ten Hag juga penuh keyakinan menyampaikan, Manchester United mulai tampil di pramusim dengan standar yang dia inginkan, setelah melewati perekrutan pemain yang dibutuhkan. Apalagi andai nanti Syekh Jassim dari Qatar telah sah mengambil alih klub dari keluarga Glazer.</p>
<p>Newcastle United juga tidak main-main. Latar belakang dana besar Pangeran Mohamed bin Salman membuat Eddie Howe leluasa merancang tim. Begitu juga Brighton and Hove Albion yang memperlihatkan impresivitas di dua musim terakhir.</p>
<p>Tak kalah mengancam, Chelsea. Renovasi tim sedang dilakukan oleh Mauricio Pochettino, setelah musim yang jeblok dan meluruhkan standar The Blues. Apa yang akan terjadi dengan Chelsea musim ini, tentu masuk di tengah arena perseteruan Arsenal-City.</p>
<p><strong>Belum Tergoyahkan</strong><br />
Dominasi City dalam tiga musim terakhir terbukti belum tergoyahkan. Ancaman serius Arsenal yang memimpin klasemen di hampir dua pertiga musim kemarin bisa dihentikan, antara lain karena inkonsistensi Meriam London sendiri. The Citizens pun bisa menyalip. Tim Pep juga meredam ambisi Arsenal di Piala FA yang kemudian menjadi elemen meraih <em>treble</em>.</p>
<p>Community Shield memang bukan ajang utama. Pep Guardiola pun tak ambil pusing terhadap kekalahan di Wembley itu, karena dalam setidak-tidaknya empat tahun terakhir telah membuktikan fakta &#8220;tak tersentuh&#8221;.</p>
<p>Bahwa Mikel Arteta mulai mengantar tim asuhannya mengurai belenggu inferioritas dalam laga tradisi membuka musim adalah kenyataan pula.</p>
<p>Bukankah dari sisi mental, hasil ini akan meningkatkan tensi setiap pertemuan antara dua tim yang sama-sama diracik oleh dua genius muda itu?</p>
<p>Sama-sama kaya pemain kunci, variasi perubahan taktik, karakter bermain, dan tinggal bagaimana mengelola psikologi penaklukan.</p>
<p><strong>Kedalaman Skuad</strong><br />
Kedalaman skuad dan keseimbangan tim menjadi prioritas Arteta. Bergabungnya Declan Rice dan Kai Havertz jelas meleluasakannya dalam menyusun racikan konsisten. Dalam laga Community Shield, keduanya memberi &#8220;<em>declare</em>&#8221; bakal memberi ancaman kepada klub mana pun.</p>
<p>Arteta punya Kieran Tierney, Mohamed Elneny, Ben White, juga Takehiro Tomiyasu di barisan belakang. Lalu selain Rice ada Odegaard, Jorginho, Oleksandr Zinchenko, Gabriel Martinelli, dan Granit Xhaka.</p>
<p>Lini penyerang terasa mewah dengan kehadiran Kai Havertz yang <em>technicy</em>, melengkapi amunisi yang cukup dalam Bukayo Saka, Gabriel Jesus, Leandro Tossard, dan Eddie Nketiah.</p>
<p>Rasanya, bila faktor-faktor mental dan konsistensi bisa diatasi, Arsenal tak patut lagi inferior di hadapan superioritas The Citizens. Bahkan bisa mulai membangun superiotasnya sendiri&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/12/catat-ini-deklarasi-arsenal">Catat Ini; &#8220;Deklarasi&#8221; Arsenal&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Final Urat Syaraf” Arsenal-Manchester City</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/22/final-urat-syaraf-arsenal-manchester-city</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2023 10:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Erling Burt Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Odegaard]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=331964</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // simaklah sepak bola/ bukankah ia pertunjukan kejar-kejaran?/ menjauh dari sang pengejar/ memburu yang di depan/ ujungnya perang perasaan/ tentang siapa yang lebih tahan// (Sajak “Mentalitas Pengejaran”, 2023) PASTILAH Anda mengamati, laju Manchester City yang “nge-gas” untuk mempertipis jarak poin dengan Arsenal, akhirnya menciptakan serangkaian “pertandingan final” di ujung musim Liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/22/final-urat-syaraf-arsenal-manchester-city">“Final Urat Syaraf” Arsenal-Manchester City</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-331968 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// simaklah sepak bola/ bukankah ia pertunjukan kejar-kejaran?/ menjauh dari sang pengejar/ memburu yang di depan/ ujungnya perang perasaan/ tentang siapa yang lebih tahan//</em><br />
<strong>(Sajak “Mentalitas Pengejaran”, 2023)</strong></p>
<p><strong>PASTILAH</strong> Anda mengamati, laju Manchester City yang “nge-gas” untuk mempertipis jarak poin dengan Arsenal, akhirnya menciptakan serangkaian “pertandingan final” di ujung musim Liga Primer.</p>
<p>Arsenal yang awalnya nyaman memimpin klasemen, kini dihadapkan dengan realitas psikologis berada dalam atmosfer tekanan. Sebaliknya, City yang konsisten mengumpulkan kemenangan, diliputi mentalitas “pemburu”.</p>
<p>“Final sesungguhnya” akan berlangsung di Stadion Etihad, 27 April. The Citizens punya sejumlah keuntungan. Sejauh ini, Etihad menjadi tempat yang menakutkan bagi lawan-lawan Manchester Biru.</p>
<p>Dari tujuh pekan tersisa, perburuan gelar Liga Primer menyajikan serangkaian laga penuh tekanan.</p>
<p>The Gunners masih menyisakan duel melawan Southampton (22/4), vs City (27/4), vs Chelsea (3/5), vs Newcastle (7/5), vs Brighton (14/5), vs Nottingham Forest (20/5), dan vs Wolves (28/5).</p>
<p>Sedangkan City terjadwal menghadapi Brighton (tunda), vs Arsenal (27/4), vs Fulham (30/4), vs West Ham (4/5), vs Leeds United (7/5), vs Everton (14/5), vs Chelsea (20/5), dan vs Brentford (28/5).</p>
<p>Dari sisa jadwal, Arsenal akan menempuh jalan terjal ketika melawat ke Etihad (27/4) sebagai “real final”. Dua lawan sulit lainnya adalah Newscastle (7/5), dan Brighton (14/5), yang memberi pertunjukan tersendiri dengan permainan impresif.</p>
<p>City tampak di atas angin menuju “final urat syaraf” itu. Bedanya, dibandingkan dengan Arsenal yang konsentrasi penuh ke liga, Kevin de Bruyne dkk masih harus berbagi fokus ke Piala FA dan Liga Champions.</p>
<p><strong>Dua Mentalitas</strong><br />
Dalam olahraga, termasuk sepak bola, kompetisi menyajikan atmosfer perburuan dengan dua mentalitas; sebagai penguasa yang diburu, dan mentalitas penantang sebagai pemburu.</p>
<p>Arsenal, yang sudah 19 musim puasa gelar, saat ini masih berstatus memimpin klasemen. Pelatih Mikel Arteta yang <em>notabene</em> adalah “murid” Pep Guardiola, mampu meracik Meriam London menjadi kekuatan papan atas yang atraktif dan cair.</p>
<p>Sayangnya, di saat-saat seharusnya merawat posisi, Arsenal justru seperti kehilangan bentuk. Dalam dua laga penting melawan Liverpool dan West Ham United, Martin Odegaard dkk yang sudah unggul 2-0 dipaksa mengemas skor imbang.</p>
<p>Inikah bentuk beban psikologis dalam posisi tertekan oleh kejaran City? Sang arsitek, Mikel Arteta menyebut skuadnya bagai kehilangan arah.</p>
<p>Manchester City tampak lebih matang. Pep punya sederet pilar yang bisa membuyarkan mimpi Arsenal. Kapten De Bruyne sedang dalam puncak kematangan. Begitu juga Ryad Mahrez, Jack Grealish, John Stones, dan barang tentu Erling-Burt Haaland.</p>
<p>Klub mana pun sulit membendung Haaland, “monster” Norwegia yang merupakan <em>finisher</em> terbaik saat ini. Rekor demi rekor yang dia ukir, bukan tidak mungkin akan dilengkapi dalam laga melawan Arsenal nanti.</p>
<p>Yang jelas dia akan bersaing dengan kompatriotnya, Odegaard. <em>Wonderkid</em> Norwegia itu menjadi pengatur irama permainan Arsenal, melayani Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, dan Bukayo Saka.</p>
<p>Bentrok dua mentalitas itu bakal menjadi laga penting yang melahirkan juara sejati. Arsenal dalam posisi “dikejar”, dan City sebagai “pemburu”. Boleh dibilang ini adalah “final psikologis” yang menyimpan elemen-elemen ketegangan urat syaraf.</p>
<p>Pada era 1990-an, Arsenal terlibat dalam rivalitas sengit psikologis dengan Manchester Unielted, Liverpool, dan Chelsea. Konstelasi papan atas liga yang bergerak kini memosisikan Gudang Peluru bersaing dengan The Citizens yang berada di zaman baru: era Pep Guardiola yang ditopang kekuatan uang Syekh Manshour al-Suleimany.</p>
<p>Apakah kejar-kejaran Arsenal vs City di “lap terakhir” musim 2022-2023 ini menjadi puncak perhatian Liga Primer?</p>
<p>Untuk urusan trofi, tampaknya rivalitas akan berlangsung sampai akhir. Sedangkan dalam konstelasi empat besar masih tersaji saling sikut antara MU dan Newcastle. Pada bagian lain, impresivitas Brighton membuat Liverpool tercecer jauh dari empat besar.</p>
<p>Dan, Anda harus pula bersiap menyaksikan: mampukah Chelsea menyelamatkan nasib dari potensi degradasi? Atau kehadiran pelatih baru nanti mampu menyegarkan kinerja yang anjlok belakangan ini?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/22/final-urat-syaraf-arsenal-manchester-city">“Final Urat Syaraf” Arsenal-Manchester City</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mikel Arteta Sudah Punya Planing untuk Dua Bursa Transfer Mendatang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/22/mikel-arteta-sudah-punya-planing-untuk-dua-bursa-transfer-mendatang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2020 09:40:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.poskota.co.id/?p=134525</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Pelatih Arsenal Mikel Arteta menyebut klubnya sudah punya rencana untuk dua bursa transfer mendatang. Ia pun mengklaim beberapa hasil buruk yang dialami timnya dikarenakan nasib buruk. The Gunners harus duduk di posisi ke-15 klasemen setelah hanya mengumpulkan 14 poin dari 14 pertandingan, dan hanya unggul empat poin dari Fulham yang berada di zona [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/22/mikel-arteta-sudah-punya-planing-untuk-dua-bursa-transfer-mendatang">Mikel Arteta Sudah Punya Planing untuk Dua Bursa Transfer Mendatang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; Pelatih Arsenal Mikel Arteta menyebut klubnya sudah punya rencana untuk dua bursa transfer mendatang. Ia pun mengklaim beberapa hasil buruk yang dialami timnya dikarenakan nasib buruk.</p>
<p>The Gunners harus duduk di posisi ke-15 klasemen setelah hanya mengumpulkan 14 poin dari 14 pertandingan, dan hanya unggul empat poin dari Fulham yang berada di zona degradasi.</p>
<p>Menjelang pertandingan Piala Carabao melawan Manchester City di Emirates Stadium, Rabu, Direktur Teknik Arsenal Edu berencana untuk transfer pemain, sementara Arteta akan meningkatkan kekuatan skuat.</p>
<p>“Perencanaan sudah selesai, apa yang ingin kami lakukan pada Januari dan di musim panas,” kata Arteta yang dikutip Goal, Selasa.</p>
<p>“Terkadang Anda bisa melakukannya, terkadang tidak bergantung pada banyak faktor. Edu menangani itu saat ini dan saya fokus dengan semua permainan, kami tidak punya banyak waktu untuk menghabiskan energi sekarang karena itu sangat jelas apa yang ingin kita lakukan.”</p>
<p>“Tugas saya adalah memaksimalkan skuat ini, para pemain yang kami miliki. Kami tahu apa yang ingin kami lakukan dan kami akan mencoba mengeksekusinya dengan mengetahui bahwa konteks aktual, pasar, dan apa yang telah kami lalui membuatnya sulit. ”</p>
<p>Arsenal hanya memenangkan satu dari 10 pertandingan Liga Premier Inggris terakhir mereka dengan menelan tujuh kekalahan.</p>
<p>Arteta merasa timnya tidak beruntung dalam beberapa kesempatan musim ini dan menegaskan ada faktor yang berada di luar kendalinya.</p>
<p>“Setiap skenario yang mungkin terjadi dalam pertandingan Liga Premier dipertimbangkan di sana, apa yang benar-benar mempengaruhi hasil, apa yang terjadi melalui pertandingan dalam 96 menit – dan itu berhasil,” katanya menegaskan, seperti dilansir dari <em>siberindo.co</em> grup <em>suarabaru.id.</em></p>
<p>“Namun, kemudian sepak bola tidak seperti bola basket. Dalam bola basket Anda menembak 50 kali dan lawan melakukannya sekali dan Anda memenangkan setiap pertandingan. Tidak berhasil dalam sepak bola seperti itu. Anda dapat melakukannya sebaliknya dan kalah 1- 0. Kami kalah melawan Burnley mendapatkan tembakan tepat sasaran dari lawan.”</p>
<p>“Kami kalah, itu luar biasa, tetapi sayangnya itu terjadi dalam sepak bola. Bahkan hal-hal yang Anda harus bisa kendalikan, itu cukup rumit.”</p>
<p><em><strong>Claudia Sb</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/22/mikel-arteta-sudah-punya-planing-untuk-dua-bursa-transfer-mendatang">Mikel Arteta Sudah Punya Planing untuk Dua Bursa Transfer Mendatang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>