<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Liverpool Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/liverpool/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 07:27:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Liverpool Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 10:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Khvicha Kvaratskhelia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Pamungkas]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=559733</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dialah senyatanya/ mutiara tersembunyi/ dari “antah berantah” sepak bola/ berproses mematangkan diri/ di liga-liga dunia/ akankah dia menemukan makna/ sebagai sang penentu/ dan legenda?// (Sajak “Kvaratskhelia’’, 2026) PARTAI pamungkas Liga Champions 2026 di Budapest, Hongaria, akhir bulan ini akan mengetengahkan aneka “pertunjukan” sepektakuler. Dua klub yang berlaga mewakili berbagai ceritera [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna">Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-559735 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dialah senyatanya/ mutiara tersembunyi/ dari “antah berantah” sepak bola/ berproses mematangkan diri/ di liga-liga dunia/ akankah dia menemukan makna/ sebagai sang penentu/ dan legenda?//</em><br />
<strong>(Sajak “Kvaratskhelia’’, 2026)</strong></p>
<p><strong>PARTAI</strong> pamungkas Liga Champions 2026 di Budapest, Hongaria, akhir bulan ini akan mengetengahkan aneka “pertunjukan” sepektakuler. Dua klub yang berlaga mewakili berbagai ceritera tentang nama besar, kualitas, eksotika sepak bola, dan impresivitas. Para bintang yang bertebaran di dua tim finalis itu, serta proyeksi taktik apa yang akan disuguhkan oleh dua pelatih eksepsional yang ada di balik performa tim, Luis Enrique dari Paris St Germain, dan Mikel Arteta dari Arsenal.</p>
<p>Yang tak kalah menyita perhatian, kini nama &#8212; yang agak sulit dieja dan dilafalkan &#8212; Khvicha Kvaratskhelia ikut masuk dalam daftar keniscayaan keelokan partai final. Dia bisa menjadi pembeda.</p>
<p>Siapa Khvicha Kvaratskhelia?</p>
<p>Ya, dari negeri yang dianggap “antah berantah” dalam sepak bola, siapakah nama-nama yang tercatat mendunia dan mencercahkan cahaya?</p>
<p>Dulu mungkin layak disebut George Oppung Weah, peraih Ballon d’Or 1995 dari Liberia, yang dimatangkan di Paris St Germain dan AC Milan dengan performa individual yang superlatif. Dan, kini, dari Georgia, selama tiga tahun terakhir muncul nama fenomenal yang dipercaturkan kalangan sepak bola elite: Khvicha Kvaratskhelia. Boleh dibilang, dia adalah pemain terbesar Georgia sepanjang masa.</p>
<p>Selama memperkuat Napoli (2022-2025), dia berkembang di bawah pelatih Luciano Spaletti. Kini dia menjadi andalan Paris St Germain dalam polesan Luis Enrique. Aksi-aksinya menerbitkan “teror” ketakutan bagi pertahanan lawan. Dribelnya tak terhentikan, umpan silangnya memanjakan, <em>skill</em>-nya yang di atas rata-rata adalah ancaman bagi para pemain belakang. Pergerakan tanpa bolanya juga efektif.</p>
<p>Tak berlebihan, Khvicha disebut-sebut mampu mengubah jalannya pertandingan. Legenda Edgar Davids tak ragu memosisikannya sebagai pemain sayap terbaik dunia saat ini.</p>
<p>Dia menjadi “pertunjukan” paling memukau di setiap fase Liga Champions musim ini. Aksi-aksi Kvaratskhelia diharapkan memuncak di partai final, akhir bulan ini.</p>
<p>Publik sepak bola akan tersuguhi determinasi, dribel eksepsional, manuver-manuver tak terbendung ketika menusuk dari sayap, dan keindahan teknik gol melengkung yang presisi. Dia benar-benar menjadi pembeda.</p>
<p>Seharusnya ada Lamine Yamal, yang bahkan memberi harapan lebih besar, tetapi Barcelona sudah tersisih di babak perempat final dari Atletico Madrid. Kini posisi Yamal dalam bursa Ballon d’Or 2026 juga ada di bawah peluang Kvaratskhelia. Apalagi dia masih berkeniscayaan membawa PSG mempertahankan gelar.</p>
<p><strong>“Kvaradona”</strong><br />
Ketika masih memperkuat Napoli, dia dijuluki Kvaradona, karena gaya dribel yang menyerupai kehebatan legenda “Sang Dewa” Napoli, Diego Armando Maradona. Di Napoli, sejauh ini yang disebut sebagai legenda penerus Maradona adalah Gianfranco Zola yang pernah mendapat julukan mediatika, “Marazola”.</p>
<p>Seperti yang dipertunjukkan dalam semifinal <em>leg</em> pertama melawan Bayern Munchen, Kvaratskhelia benar-benar unjuk kemampuan. Areal operasinya di sektor sayap kiri dengan dribel tak terhentikan mengobrak-abrik pertahanan Bayern Muenchen. Akurasi umpan dan gol presisinya memperlihatkan kelas sebagai pemain dunia.</p>
<p>Di bawah arahan Enrique, Kvaratskhelia makin matang dalam berkontribusi ke tim. Dia mencatat rekor sebagai pemain PSG pertama yang menciptakan gol di empat laga beruntun fase gugur Liga Champions.</p>
<p>Kvaratskhelia membuat satu gol dalam kemenangan PSG 2-0 atas Liverpool di <em>leg</em> pertama perempatfinal Liga Champions, 9 April lalu. Dia menyambar umpan terobosan, melewati bek dan kiper lawan, lalu mengirim bola ke gawang yang kosong. Aksi-aksinya ketika menghancurkan Bayern Muenchen juga memperlihatkan kematangan yang luar biasa.<br />
Dia “mutiara” yang makin menemukan makna dan peran.</p>
<p><strong>Tiga Kali Man of the Match</strong><br />
Kvaratskhelia menjadi pemain pertama PSG yang mencetak empat gol di empat laga beruntun fase gugur Liga Champions. Rinciannya, satu gol ke gawang AS Monaco pada <em>leg</em> kedua <em>playoff</em> babak 16 besar, tiga gol di dua <em>leg</em> 16 besar kontra Chelsea, lalu satu gol ke gawang Liverpool di<em> leg</em> pertama perempatfinal.</p>
<p>Dia meraih trofi <em>Man of the Match</em> dari tiga laga terakhir di Liga Champions. “Pemain sayap yang lincah itu menciptakan beberapa peluang, juga memberikan beberapa kontribusi defensif yang baik,” tulis UEFA Technical Observer Group. Di sepanjang Liga Champions musim ini, Khvicha Kvaratskhelia sudah mengemas total 10 gol dan empat <em>assist</em> dari 12 laga. Artinya, rata-rata setiap satu laga dia menyumbang satu G/A alias gol atau <em>assist</em>.</p>
<p>Dia menjadi andalan PSG sejak kedatangannya di musim dingin 2025 dari Napoli. Sayap kiri 25 tahun itu total sudah mengemas 21 gol dan 16 <em>assist</em> dari 71 laga di seluruh ajang.</p>
<p>Pemain Georgia kelahiran 12 Februari 2000 itu diperkirakan bakal semakin matang bersama Les Parisiens, dan apabila bisa mempertahankan trofi Si Kuping Besar musim ini, bukan tidak mungkin penghargaan individual yang lebih luas bisa dia raih.</p>
<p>Memang ada Harry Kane yang menjadi mesin gol Bayern Muenchen, atau bintang-bintang muda yang bersinar seperti Michael Olise (Bayern), Lamine Yamal (Barcelona), Desire Doue (PSG), atau Ousmane Dembele (PSG) yang juga tetap produktif, namun pemain kelahiran Tbilisi ini benar-benar mengukuhkan peran sebagai pengubah jalannya pertandingan bagi PSG.</p>
<p>Bisakah Khchiva Kvaratskhelia unjuk kehebatan di final liga Champions nanti? Pelatih Arsenal Mikel Arteta pasti telah menyiapkan taktik untuk mereduksi peran eks pemain Rubin Kazan ini. Dan, justru pada momen ini akan muncul pertunjukan menarik: seberapa kreatif Sang Kvaradona mampu mengatasi semua aral dengan kematangannya?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna">Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=555879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;// (Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026) ARSENALKAH, atau Manchester City? Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-555881 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026)</strong></p>
<p><strong>ARSENALKAH</strong>, atau Manchester City?</p>
<p>Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer musim 2025-2026. Dari pertemuan yang bagaikan “final” di Etihad, dua pekan lalu, City menang 2-1 dan makin memangkas jarak poin klasemen, plus dengan menabung satu laga lebih banyak.</p>
<p>Benar-benarkah perpacuan ini akan berlangsung sampai akhir, dan bukan tidak mungkin ditentukan oleh selisih gol? Ini tentu terkait dengan daya tahan mental.</p>
<p>Tiga musim sebelumnya, Meriam London yang memimpin klasemen hingga pekan-pekan terakhir juga terlepeset oleh “ketidaktahanan” serupa. Dua kali kalah berpacu dari The Citizens, dan sekali tak ungkulan melawan Liverpool.</p>
<p>Sejumlah pundit &#8212; Alan Shearer misalnya &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan tanda-tanda kerapuhan mendekati tahap akhir. Dan, selalu begitu yang terjadi pada lap menentukan.</p>
<p>Simaklah catatan ini. Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Kisah berulang musim 2023-2024. Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan dan optimis juara di separuh musim.</p>
<p>Musim ini, perpacuan di etape terakhir dimulai dengan kemenangan City atas Chelsea di pekan ke-32. Di Stamford Bridge, London, 12 April silam, tim racikan Pep Guardiola itu menang meyakinkan 3-0. Padahal sebelum ini, pada pertengahan musim, The Citizens sempat kehilangam fokus dan konsistensi.</p>
<p>Hasil itu membuat City kini mengemas 64 poin dari 31 laga di peringkat dua klasemen Liga Inggris. Ditambah hasil positif melawan Burnley 23 April lalu, Pasukan Etihad kini punya selisih poin yang cukup untuk bersaing merebut trofi.</p>
<p>The Citizens kini menggeser Arsenal dari puncak klasemen saat musim tersisa lima laga. Manchester City punya staristik bagus saat memimpin klasemen ketika musim sudah mendekati akhir.</p>
<p>Erling Haaland punya jumlah poin (70) dan selisih gol (37), sama dengan Arsenal. Namun, mereka unggul produktivitas gol (66). Dalam statistik, City tidak pernah gagal juara ketika memuncaki klasemen setelah memainkan 33 pertandingan atau lebih. Pep Guardiola menilai, setiap laga dari lima pertandingan tersisa akan menjadi seperti final.</p>
<p>Bagaimanapun, persaingan kini menjadi makin terbuka. Kontrol berada di Manchester City untuk menentukannya. Kondisi <em>on fire</em> The Citizens bakal makin menjadi-jadi dan menemukan momentum.</p>
<p>Arsenal butuh 16 poin dari 5 laga sisa (maksimal 86 poin), sementara City harus menyapu bersih sisa laga untuk juara.</p>
<p>Dalam jadwal sisa, Arsenal menghadapi lima laga, yakni melawan Newcastle United (kandang), Fulham (kandang), West Ham United (tandang), Burnley (kandang), dan Crystal Palace (tandang).</p>
<p>Sedangkan Manchester City punya lima laga sisa, yakni melawan Southampton (kandang), Everton (tandang), Brentford (kandang), Bournemouth (tandang), Crystal Palace (kandang), dan Aston Villa (kandang).</p>
<p><strong>Dari Tendangan Sudut</strong><br />
Kompetisi yang sehat memang menggambarkan rivalitas ketat, seperti yang terjadi selama empat musim terakhir di Liga Primer. Tiga klub berkejaran di ujung musim. Sementara Arsenal berjuang sejak empat tahun terakhir untuk membuktikan konsistensi performanya, dan terbukti selama tiga tahun belakangan belum berhasil merasih puncak. Kondisi ketat juga berlangsung di kompetisi Eropa lainnya, yakni Liga Seri A dan La Liga.</p>
<p>Arsitek Arsenal, Mikel Arteta, sampai tak lagi memedulikan standar penampilan Meriam London. Dia banyak disindir gol-gol timnya lebih banyak lahir dari tendangan sudut, dan bukan dari <em>open play</em>. Dengan standar performa imprevisitas yang mengalir, dan dalam tiga musim sebelumnya dipuja-puji sebagai “Arteta-ball”, sekarang menjadi lebih pragmatis.</p>
<p>Apakah perubahan filosofis ini merupakan respons “buntu” Arteta atas tuntutan ekosistem Arsenal, yang tak juga mampu merealisasi trofi, sejak terakhir kali klub London itu menjuarainya pada 2003-2004?</p>
<p>Kita tunggu bagaimana <em>ending</em> dari perpacuan Arsenal yang sedang gelisah, dan Manchester City yang tengah “on fire” justru di ujung musim. Apakah Arteta yang bakal mengukir sejarah dan pecah telur trofi, atau Pep Guardiola yang bisa membuktikan mampu mengelola kematangan tim juara?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Indikator]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[pamitan]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=551152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;// (Sajak “Legenda Anfield”, 2026) SIAPAKAH legenda terbesar Anfield? Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-551154 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Legenda Anfield”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> legenda terbesar Anfield?</p>
<p>Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, Steve McManaman, Steven Gerrard, Roberto Firmino, atau Mohamed Salah. Mungkin pula malah Sadio Mane.</p>
<p>Di antara yang melintas jalan sejarah Liverpool, selalu ada catatan kuantitatif. Trofi-trofi, gol-gol, dan fenomena-fenomena. Tentulah berbeda antara Hunt, Rush, dan Mo Salah. Ada akumulasi piala yang berbeda dalam raihan pada musim tertentu, atau fenomena permainan yang memberikan karakter antara tim Juergen Klopp, Rafa Benitez, dengan tim racikan Dalglish dan Brendan Rodgers misalnya.</p>
<p>Nah, ketika salah satu bintangnya yang paling menonjol, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly mengawali “berpamitan” pada pekan ini, cara menyimak legenda Anfield ini tampaknya membutuhkan indikator kualitatif dan kuantiatif.</p>
<p>Bintang asal Mesir itu memastikan bakal meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025-2026. Mo Salah telah mencapai kesepakatan dengan Liverpool untuk mengakhiri kebersamaan setelah sembilan musim menjadi penggawa ikonik The Reds.</p>
<p>Salah mengawali menyampaikan pengumuman perpisahan itu melalui akun Instagram pribadinya <em>@mosalah</em>. (<em>cnnindonesia.com</em>, 25 Maret 2026).</p>
<p>“Halo semuanya. Sayangnya hari itu sudah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Saya ingin mulai mengatakan itu. Saya tidak pernah membayangkan betapa klub ini, kota ini, dan orang-orang ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bagian hidup saya,” tulisnya.</p>
<p>“Liverpool bukan sekadar klub sepak bola, melainkan gairah, sejarah, semangat, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata,” lanjutnya.</p>
<p>Identifikasi Mo Salah dan Liverpool tidak terpisahkan sejak 2017, atau setelah penyerang itu direkrut dari AS Roma. Dia memulai petualangan liga Eropanya bersama FC Basel, Chelsea, Fiorentina, AS Roma, lalu Liverpool.</p>
<p>Sejak di Basel, pemain kelahiran 15 Juni 1992 ini sudah dijuluki sebagai “Messi dari Mesir”, karena dribel cepat dan keistimewaan tendangan kaki kirinya.</p>
<p>Seperti yang sering dipertontonkan selama sembilan musim memperkuat Liverpool, dia bisa melewati tiga hingga empat pemain lawan dengan dribel yang indah. Seni mencetak gol dan umpan-umpannya juga luar biasa. Sejak saat itu Mo Salah menjadi andalan Liverpool di berbagai ajang.</p>
<p>Salah yang berjejuluk mediatika sebagai “Raja Mesir” itu sudah mencetak 255 gol untuk Liverpool, dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa setelah Ian Rush (346 gol) dan Roger Hunt (285 gol).</p>
<p>Pemain 33 tahun tersebut juga tercatat memiliki 189 gol dan 92 assist yang memosisikannya sebagai pemain dengan kontribusi keterlibatan gol tertinggi di Liga Primer untuk Liverpool.</p>
<p>Selain produktivitas gol, Salah juga membendaharakan aneka trofi bagi The Anfield Gang, yakni gelar juara Liga 2019-2020 dan 2024-2025, serta Liga Champions 2018-2019. Juga Piala FA 2021-2022, Piala Liga 2021-2022, UEFA Super Cup 2019, dan FIFA Club World Cup 2019.</p>
<p>Dia menjadi pemegang rekor gelar pemain terbaik Liga Inggris versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) sebanyak tiga kali, yakni pada 2018, 2022, dan 2025. Ini sekaligus membayar kegagalan musim perdananya di Liga Primer Premier sejak direkrut oleh Chelsea dari Basel pada 2014.</p>
<p>“Kami merayakan kemenangan. Kami meraih trofi-trofi penting, dan kami berjuang bersama melewati masa-masa sulit dalam hidup kami. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang pernah menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, khususnya kepada pemain-pemain di masa lalu dan sekarang,” ungkap Salah.</p>
<p>“Kepada fans, saya tidak bisa menyampaikannya dalam kata-kata. Dukungan yang Anda berikan kepada saya selama masa terbaik dalam karier saya dan kalian selalu berada di sisi saya dalam saat-saat tersulit. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan sesuatu yang akan selalu saya kenang,” kata Salah.</p>
<p><strong>Di Bawah Level Messi dan Ronaldo?</strong><br />
Yang kurang menguntungkan, dia moncer pada saat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih dalam performa puncak.</p>
<p>Ballon d’Or sebagai simbol penghargaan individual bergantian diraih oleh Messi dan Ronaldo pada 2008-2017, tak menyisakan jeda untuk pemain lain. Messi delapan kali, Ronaldo lima kali. Beberapa kali Salah menjadi nominee, tetapi dua “raja” itu yang berkuasa selama sekitar dua dekade.</p>
<p>“Nasib” Mo Salah hampir mirip dengan Zlatan Ibrahimovic, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Neymnar Junior, Kylian Mbappe, dan Robert Lewandowski. Mereka memenuhi persyaratan sebagai pemain terbaik, namun dipatahkan oleh dominasi dua maharaja.</p>
<p>Andai Salah mengorbit dalam edar di luar Messi dan Ronaldo, hampir bisa dipastikan dia bakal bersaing untuk meraihnya. Sayang, dia berada di luar level dua pemain yang disebut-sebut sebagai Greatest of All Times (GOAT) itu.</p>
<p>Di tim nasional Mesir, dia tercatat telah 115 bermain dan mencetak 67 gol.</p>
<p>Dengan proyeksi bayaran besar, dia dispekulasikan bakal pindah ke Liga Pro-Arab Saudi, atau mungkin MLS.</p>
<p><strong>Humanisme Islam</strong><br />
Di Inggris, Mohamed Salah menjadi simbol humanisme Islam. Bersama Sadio Mane, setidak-tidaknya dia telah berkontribusi menepis Islamophobia dengan perilaku yang membuktikan tidak ada yang “menakutkan” terhadap Islam di Eropa.</p>
<p>Mo Salah merajut keseharian dalam etos “You’re Never Walk Alone” yang melintasi sekat-sekat primordi.</p>
<p>Bahwa Mo Salah mengatakan Liverpool adalah gairah, sejarah, dan semangat adalah persepsi tentang klub sepak bola yang lebih dari sekadar klub, ini merupakan representasi “jiwa” klub yang bertumpu pada sejarah besar dan panjang sebagai bagian dari kultur masyarakat kota pelabuhan tersebut.</p>
<p>Para legenda klub adalah “nyawa”, yang ditegaskan dalam semboyan ekstrem yang diketengahkan oleh salah satu peletak dasar karakter Liverpool, Bill Shankly, “Sepak bola lebih dari sekadar hidup dan mati&#8230;”</p>
<p>Mohamed Salah pernah merasakan menjadi bagian dari semangat itu, dan menyuburkannya sebagai elemen terpenting “komunitas” Si Merah.</p>
<p>Dengan segala perniknya, tak keliru sejarah bakal mencatat Mo Salah sebagai legenda istimewa Liverpool&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 10:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?// (Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026) PANGGUNG juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan? Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-547953 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>PANGGUNG</strong> juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan?</p>
<p>Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang disebut-sebut bakal memuluskan prediksi laju Arsenal. Ketika sejumlah raksasa Eropa berbaku hantam dalam <em>big match</em> di babak 16 besar, Meriam London bertemu lawan yang diperkirakan relatif bisa diatasi, Bayer Leverkusen.</p>
<p>Enam belas tim, yang terdiri dari delapan unggulan dan delapan non-unggulan, diundi untuk menentukan lawan di fase gugur. <em>Leg</em> pertama 16 besar akan digelar 10-11 Maret, dan <em>leg</em> kedua 17-18 Maret.</p>
<p>Kali ini, Arsenal kembali diunggulkan, walaupun seperti biasa “dikepung” oleh kekuatan-kekuatan bertradisi juara seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen, Chelsea, juga juara bertahan Paris St Germain, dan Manchester City.</p>
<p>Pertemuan keras akan berlangsung antara Real Madrid versus Manchester City, PSG menghadapi Chelsea, Newcastle United bersua Barcelona. Liverpool juga kembali bertemu Galatasaray setelah sebelumnya sempat kalah di fase liga. Tottenham Hotspur ditantang Atletico Madrid, sementara Arsenal melawan Bayer Leverkusen.</p>
<p><strong>Relatif Lebih Ringan</strong><br />
Di antara enam wakil Inggris, Arsenal punya jalur yang relatif lebih ringan. Chelsea harus menghadapi PSG, Manchester City ditantang Real Madrid, Tottenham berjumpa Atletico Madrid, Liverpool melawan Galatasaray, dan Newcastle kembali menghadapi Barcelona.</p>
<p>Terakhir kali, Arsenal bertemu Bayer Leverkusen pada 2002, dan menang 4-1. Leverkusen kini cenderung kurang stabil setelah ditinggal oleh pelatih Xabi Alonso, dan sejumlah pemain pilar. Sementara The Gunners sedang dalam performa apik di berbagai ajang.</p>
<p>Sesuai bagan, jika lolos ke perempatfinal, Declan Rice dkk akan bertemu dengan pemenang Bodo/Glimt vs Sporting CP. Apabila menang, calon lawannya di semifinal adalah pemenang antara Barcelona vs Newcastle yang harus berebut tiket dengan pemenang Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur.</p>
<p>Dengan skema itu, diperkirakan Arsenal minimal mampu lolos ke semifinal, menyamai bahkan melampaui capaian musim lalu. Pada Liga Champions 2024-2025, tim racikan Mikel Arteta itu masuk semifinal sebelum kalah dari PSG dengan agregat 1-3. PSG kemudian menjadi juara.</p>
<p>Dari enam wakil Inggris, hanya Liverpool, Chelsea, dan Manchester City yang pernah meraih trofi Liga Champions. Liverpool enam kali juara, Chelsea dua kali, dan Manchester City satu kali.</p>
<p>Lalu siapa yang paling berpeluang juara?</p>
<p>Opta, mesin statistik sepak bola, merilis prediksinya, bahwa Arsenal-lah yang berpeluang terbesar, dengan 27,4 persen. Menyusul kemudian Bayern Munich (14,3 persen), Liverpool (12,8 persen), Manchester City (10,8 persen), Barcelona (7,7 persen), dan Chelsea (6,8 persen). Real Madrid justru terlempar dari enam besar, berada di peringkat kesembilan dengan 2,8 persen, di bawah PSG (4,6 persen).</p>
<p>Sedangkan Newcastle United justru berada di atas PSG dan Madrid, dengan persentase peluang juara sebesar 4,7 persen.</p>
<p><strong>Tidak Mudah</strong><br />
Tentu pelatih Mikel Arteta menyadari, peluang untuk gagal di Liga Champions lebih besar ketimbang sukses. Dalam sejarah, Arsenal hanya satu kali menembus final Liga Champions yakni pada 2006, namun kalah 1-2 dari Barcelona dalam laga yang disebut-sebut sebagai “final ideal”.</p>
<p>Musim lalu, mereka melaju sampai ke semifinal. Dengan konfidensi tinggi karena sukses menundukkan Real Madrid di perempatfinal, Arsenal malah dikalahkan PSG yang akhirnya juara.</p>
<p>Mungkinkah Arteta bisa mengubah sejarah Arsenal dengan menjadi juara Liga Champions, dalam kesempatan terbaik musim ini?</p>
<p>Pencapaian terbaik Arsenal di pentas Eropa dicatat dalam ajang dengan level lebih rendah, yakni Piala Inter-Cities Fairs pada 1970, dan Piala Winners’Cup pada 1994 &#8212; gelar terakhir diakui oleh UEFA. Arsenal tampil di Piala Super Eropa 1994, dan kembali hadir di partai puncak Piala Winners’Cup tahun berikutnya.</p>
<p>Hampir tiap tahun, setidak-tidaknya selama empat musim terakhir, Arsenal selalu dijagokan untuk berbicara banyak di Liga Champions. Ketika tahun ini kembali difavoritkan, tentu beralasan karena mereka memiliki model tampilan impresif bukan hanya di Liga Primer, tetapi juga di ajang yang lain.</p>
<p>Wajar apabila para pengamat berpikir, “Inikah waktunya mereka berjaya?”</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal dan Kerikil Terakhir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 10:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=546447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;// (Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026) BENARKAH Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam Derby London, pekan lalu? Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-546452 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026)</strong></p>
<p><strong>BENARKAH</strong> Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam <em>Derby</em> London, pekan lalu?</p>
<p>Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London tetap tak boleh abai dari pengalaman tiga musim terakhir: ketika optimisme meraih trofi berubah menjadi “kutukan” kegagalan yang belum juga terurai.</p>
<p>Kemenangan atas Spurs memang terasa memberi secercah harapan, setelah sebelumnya Mikhael Odegaard dkk hanya mampu mencatat hasil seri 1-1 melawan Brentford, dan 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Mentalitas tim besutan Mikel Arteta itu dibuktikan dengan ketenangan yang mengantar untuk mengalahkan Spurs.</p>
<p>Hanya, laga terakhir yang melegakan itu tidak bisa disebut sebagai kerikil utama yang mengganggu. Ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi oleh Mikel Arteta untuk benar-benar menuntaskan misinya.</p>
<p>Sejumlah pundit – misalnya Alan Shearer &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan kerapuhan mendekati tahap akhir. Para analis rupanya melihat dua hasil imbang yang dinilai sebagai “kegugupan” menghadapi laga-laga terakhir. Maka, pada satu sisi, kemenangan atas The Lilywhite bisa menjadi jawaban.</p>
<p>Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Musim 2023-2024, Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan di separuh musim.</p>
<p>Kini, fase rawan itu pasti bakal dihadapi dalam partai-partai berikutnya. Agar konsisten dengan fokus akhir, kerikil mentalitas merupakan kendala yang menjadi prioritas untuk disingkirkan. Konsisten menjaga fokus, konsisten tidak terganggu cedera pemain, konsisten tidak kehilangan poin, dan konsisten untuk tidak membuat kesalahan-kesalahan elementer dalam laga-laga terakhir.</p>
<p><strong>Ketat sampai Akhir</strong><br />
Fokus menatap gelar juara tampaknya kembali memantapkan Arsenal. Yakin dengan diri sendiri, tak tergantung hasil tim-tim lain. Pesaing utamanya, Manchester City, yang tertinggal lima poin, punya “tabungan” satu laga, dan ini akan memperketat suasana rivalitas hingga 10 pertandingan sisa.</p>
<p>Kondisi ini, tampaknya menjadikan laga-laga mendekati akhir musim bakal semakin ketat: betapa trofi liga diraih dengan tidak mudah. Dan, inilah yang akan memberi nilai lebih bagi skuad Arteta, andai mereka mampu menghadirkan sejarah dari penantian panjang sejak terakhir kali juara pada 2004. Di bawah Arsene Wenger, mereka tak terkalahkan sepanjang musim, atau yang dikienal sebagai “The Invincible”.</p>
<p>Di era Liga Primer, Arsenal punya catatan impresif tiga kali juara (1997-1998, 2001-2002, 2003-2004), dan 14 kali meraih trofi FA sebagai rekor di Inggris.</p>
<p>Realitas terkini, mereka sudah terlalu lama menunggu. Hingga selesainya era Arsene Wenger (1996-2018), belum satu trofi liga pun yang terbukukan, baik pada masa kepelatihan Unai Emery (2018-2019), maupun Freddie Ljungberg (2019) hingga Mikel Arteta sejak 2019.</p>
<p>Pada 2026 ini, mereka sudah kehilangan 11 poin dari delapan laga. Sebelum mengalahkan Tottenham Hotspur, dalam dua laga terakhir, dua kali bermain imbang.</p>
<p>Arsenal punya sisa 10 pertandingan, dan masih diunggulkan untuk menjadi juara. Laga yang bakal menjadi <em>big match</em> dan menentukan adalah ketika bertandang ke Etihad untuk menghadapi Manchester City, 18 April mendatang. Dalam pertemuan di Emirates, kedua tim bermain imbang 1-1.</p>
<p><strong>Pembuktian Arteta</strong><br />
Pembuktian kapasitas Mikel Arteta juga menjadi poin menarik tersendiri di balik jalan yang ditempuh The Gunners. Jika sukses meraih trofi, pelatih asal Spanyol itu akan menjajari nama-nama besar Pep Guardiola, Juergen Klopp, Arsene Wenger, atau Jose Mourinho.</p>
<p>Karakter bermain yang dia hadirkan telah memberi kesegaran lewat atraktivitas performa Arsenal dalam tiga musim terakhir. Gabriel Martinelli cs dia racik sebagai tim eksplosif yang bermain menyerang dan enak ditonton.</p>
<p>Dalam beberapa segi, Arteta tampak mengadopsi permainan ofensif ala mentornya, Pep Guardiola. Sebelum berlabuh di Emirates, dia memang pernah tiga tahun (2016-2019) mendampingi sang genius sebagai asisten di Manchester City.</p>
<p>Arteta juga dikenal sebagai pengagum Jose Mourinho. Dia pernah merasakan sentuhan Mou, yang waktu itu menjadi staf di Barcelona B pada 1999. Arteta masih menjadi pemain di Akademi La Masia. Dia mengenal Mou sejak usia 15 tahun, dan mengagumi kemampuan pria Portugal itu dalam membentuk budaya klub.</p>
<p>Pelatih kelahiran 26 Maret 1982 ini, sejak 2019 memoles Arsenal menjadi lebih impresif dengan menjaga keseimbangan lini pertahanan, gelandang, dan penyerang. Musim kini, keputusannya mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP mulai membuahkan hasil. Penyerang asal Swedia itu, yang semula lambat beradaptasi, kini menjadi salah satu sumber gol, termasuk ketika pekan lalu mengalahkan Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Popularitas</strong><br />
Populatitas Mikel Arteta, harus diakui juga terangkat oleh dinamika yang dihadapi Arsenal dalam tiga musim terakhir, dari tim yang dijagokan meraih gelar akhirnya malah gagal di saat-saat akhir.</p>
<p>Banyak yang mengkritik Arteta belum berhasil menanamkan mentalitas juara, namun realitas “konsistensi” Arsenal dalam persaingan juara pada sisi lain juga membuktikan bahwa dari kapasitas teknis Meriam London ini menjadi kekuatan elite Liga Primer. Yang belum melengkapi adalah kekuatan mental meraih trofi.</p>
<p>Jalan memang masih panjang bagi pelatih muda itu, namun sorotan yang pasti mengikuti adalah seperti apa hasil Arsenal musim ini: apakah bisa mematahkan “kutukan” selalu <em>runner up</em> selama tiga musim sebelumnya, atau bisa pecah telur sebagai pelatih yang sukses mempersembahkan trofi.</p>
<p>Apa kerikil terakhir yang harus dia singkirkan, Mikel Arteta pasti sudah memahami&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galau Hati Mohamed Salah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kegalauan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool Tidak Tepat]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Publik]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Patut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=533992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;// (Sajak “Galau Mo Salah”, 2025) MOHAMED Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-533997 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Galau Mo Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MOHAMED</strong> Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan kepada publik.</p>
<p>Tak berhakkah seseorang meluapkan kegundahan, meletupkan kegalauan ketika merasa semua yang telah dia berikan tidak sepadan dihargai dan dimengerti?</p>
<p>Dia merasa menjadi pusat kesalahan, kambing hitam, dan selanjutnya dipojokkan. Realitas opini pun bisa berkembang ke tafsir subjektif: pahlawan seolah-olah tak boleh mengeluh, dan hanya berhak menerima apa pun yang terjadi, dan apa yang akan terjadi.</p>
<p>Gaduh soal Mo Salah menjadi topik paling viral di Liga Primer sejak pekan lalu. Tak peduli dia pernah dipuja-puji sebagai pusat kebergantungan tim, para pundit sepak bola, legenda The Reds, bahkan para eks pemain dari luar lingkaran Anfield berkomentar pro dan kontra. Semua bernada sama: menyalahkan Mohamed Salah.</p>
<p>Awalnya adalah komentar pemain berjejuluk Raja Mesir itu. Dengan nada pedas, dia menyampaikan dalam sebuah wawancara setelah tidak dimainkan dalam laga melawan Leeds United di Elland Road, 7 Desember lalu. Sudah tiga kali beruntun &#8212; melawan West Ham United, Sunderland, dan Leeds &#8211;, pelatih Arne Slot tidak menurunkan eks pemain Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu.</p>
<p>Salah menyatakan kekecewaannya kepada Slot, dengan mengungkit apa yang sudah dia berikan sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017. Salah juga mengisyaratkan spekulasi masa depan, dengan menyebut laga melawan Brighton &amp; Hove Albion pada Sabtu 13 Desember ini bisa menjadi momentum perpisahannya.</p>
<p>Saat ini, sebagai juara bertahan, Liverpool sedang dalam situasi sulit. Mereka berada di peringkat kesembilan. Dari 10 pertandingan terakhir, Virgil van Dijk dkk hanya tiga kali menang, dua kali imbang, dan sisanya kalah. Para pemain rekrutan mahal seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Hugo Ekitike, atau Milos Kerkez belum tampil maksimal.</p>
<p>Arne Slot menjelaskan, dia menepikan Mo Salah karena pertimbangan kebutuhan tim. Salah baru membukukan lima gol dan tiga assist dari 16 pertandingan di semua ajang. Padahal musim lalu, dia mampu mengemas 57 gol dari 52 laga. Dia juga dinilai mulai lambat dalam membantu pertahanan. Sisi kanan Liverpool sering menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan.</p>
<p>Dalam statistik, sejak memperkuat Liverpool pada 2017, dia telah menyumbang 250 gol dan 188 assist dari 400 laga. Dia tercatat sebagai top scorer sepanjang masa The Reds di bawah Ian Rush (346 gol), dan Roger Hunt (285). Semua trofi di Liga Primer dan Eropa sudah dia bendaharakan.</p>
<p><strong>Situasinya Kurang Tepat</strong><br />
Legenda Liverpool Michael Owen dalam unggahan di X menulis, “Oh, Mo Salah. Saya bisa membayangkan bagaimana perasaannya. Kamu sudah memimpin tim ini selama bertahun-tahun dan meraih semua gelar yang bisa diraih. Tetapi ini adalah permainan tim, dan kamu tidak bisa secara terbuka mengatakan apa yang kamu katakan”.</p>
<p>Owen bisa memahami apa yang dirasakan Mo Salah, tetapi mengingatkan bahwa situasinya kurang tepat.</p>
<p>Bagi Wayne Rooney, komentar Mohamed Salah merupakan kesalahan fatal. “Dia benar-benar menghancurkan warisannya di Liverpool. Akan sangat disayangkan jika dia menyiakan-nyiakan semua itu. Dia benar-benar salah,” ungkap legenda Manchester United itu seperti dikutip <em>BBC</em>. (<em>detik.com</em>, 9 Desember 2025).</p>
<p>“Waktu terus berjalan, dan musim ini dia belum tampil dalam performa terbaiknya, dalam ketajamannya. Anda ingin melihatnya bekerja keras dan berkata, ‘Oke, kalau begitu saya akan tunjukkan’,’’ kata Rooney. “Untuk memiliki arogansi mengatakan dia tidak harus berjuang keras karena dia sudah pantas mendapatkan tempatnya, Anda harus berada dalam performa terbaik setiap minggu untuk mencoba dan tetap berada di tim&#8230;”</p>
<p>Legenda Liverpool Danny Murphy mengingatkan, “Anda boleh marah, boleh frustrasi, boleh emosional, telah melakukan hal-hal luar biasa untuk klub ini, tetapi Anda harus berada di koridor klub,” ujarnya.</p>
<p>Murphy menyarankan, “Ketuk pintu manajer, pergi dan bicaralah dengan CEO atau siapa pun yang Anda butuhkan. Temui pemiliknya. Lakukan apa pun yang harus Anda lakukan. Ekspresikan rasa frustrasi Anda”.</p>
<p>Berbeda dari rata-rata legenda Liverpool, mantan kapten Stevan Gerrard memahami kekesalan Mo Salah, tetapi dia menyarankan agar Salah segera berdamai dengan Arne Slot. Menurut Gerrard, kekesalan Salah tak sepenuhnya keliru. Dia ingat, dulu Luis Suarez juga pernah berkonflik dengan manajer Brendan Rodgers, yang diselesaikan dengan baik.</p>
<p>Dia mengatakan, keliru jika Mo Salah menyebut ada pihak yang mencoba menyingkirkannya. “Dia harus menarik kata-kata itu dan menyelesaikan langsung dengan manajer. Virgil van Dijk (sebagai kapten) harus turun tangan. Dulu saya sering menyelesaikan hal-hal seperti ini demi kepentingan klub, tim, dan para suporter. Semua pemain pernah kehilangan kontrol. Ketika semuanya sudah mereda, saya yakin Mo akan berpikir, ‘Saya tidak seharusnya mengatakan itu, saya terlalu emosional’&#8230;,” kata Gerrard. (<em>detik.com</em>, 11 Desember 2025).</p>
<p><strong>Refleksi “Kegalauan”</strong><br />
Apa yang membelit hati Mo Salah saat ini, sejatinya merefleksikan “kegalauan” yang tergambar dalam permainan Liverpool sebagai tim. Sebagai juara bertahan, performa The Reds menurun drastis. Keputusan Arne Slot untuk tidak memainkan Salah patut dilihat sebagai bagian dari pertimbangan taktikal, ketika berbagai cara dan skema belum menciptakan soliditas permainan. Sedangkan Salah menanggapinya dengan merasa dia menjadi kambing hitam dibandingkan dengan apa yang selama bermusim-musim telah dia persembahkan.</p>
<p>“Kesalahan” utamanya, tentu, karena Mo Salah tidak membuat gol setidak-tidaknya seproduktif musim lalu.</p>
<p>Yang masih menjadi tanda tanya, seperti apa akhir dari kemelut Anfield ini?</p>
<p>Pertama, apakah Mo Salah bakal tampil di Piala Afrika membela tim nasional Mesir dengan performa yang membuat Arne Slot kembali mempertimbangkan menjadi elemen utama dalam skema taktiknya, setelah Salah tidak dibawa dalam laga Liga Champions melawan Internazionale Milan di San Siro. Atau justru sebaliknya?</p>
<p>Kedua, apakah bakal terjadi peredaan relasi antara sang pemain dengan Arne Slot dalam perenungan, dan titik temu taktik yang saling dipahami? Ketiga, benarkah laga melawan Brighton nanti menjadi perpisahan Mo Salah dengan Liverpool? Atau malah Slot tidak memainkannya?</p>
<p>Keempat, apakah kegalauan yang diungkapkan Salah itu menjadi semacam konsiderans bagi manajemen Liverpool untuk mengakhiri kerja sama, lalu bagaimana bentuknya?</p>
<p>Kelima, bakal bangkitkah Liverpool dalam kondisi relasi pemain dan pelatih yang seperti ini, atau perlu penyegaran untuk memulai dari nol? Tentu banyak referensi di masa lalu tentang masalah relationship yang sama dalam dinamika industri sepak bola profesional .</p>
<p>Bagi saya, kegalauan Mohamed Salah justru memperlihatkan, hati dan perasannya masih begitu kuat bertaut dengan Liverpool. Penurunan performa, dalam usia 33, bisa saja mulai dirasakan, namun bahwa dalam beberapa musim terakhir dia menjadi pilar penentu adalah realitas yang tak terbantahkan. Dia hanya membutuhkan komunikasi yang tepat untuk berelasi dengan pelatih.</p>
<p>Yakinilah, Mo Salah masih sangat penting untuk Pasukan Anfield&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Konfiden]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Reds]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya// (Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025) KETIKA menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru. The Reds mulus meraih trofi Liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-510244 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru.</p>
<p>The Reds mulus meraih trofi Liga Primer. Sementara para rival seperti Manchester City dan Manchester United terpuruk. Arsenal dan Chelsea lagi-lagi tak cukup tahan bersaing di klasemen atas untuk berebut juara.</p>
<p>Maka ketika Slot dan Liverpool memperkuat diri dengan sejumlah rekrutan mahal &#8212; seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak &#8212; mengawali musim 2025-2026, hampir semua orang berpikir klub kota pelabuhan itu bakal menjelma menjadi kekuatan tak terlawan. Terbayangkan, <em>superteam</em> Liverpool di tangan manajer sekualitas Arne Slot bakal makin <em>nggegirisi</em> di Liga Primer dan Liga Champions.</p>
<p>Nyatanya, pekan lalu Liga Primer mengetengahkan warna pilu. Liverpool melewati laga dengan catatan buruk seperti 60 tahun yang lalu. Pada 22 November di Stadion Anfield yang dikenal “angker”, sang juara bertahan dilibas Nottingham Forest 0-3.</p>
<p>Hasil itu mengulangi catatan buruk pada pekan sebelumnya di Etihad, ketika Mohamed Salah dkk takluk 0-3 di tangan tuan rumah Manchester City. Dan, pada 27 November kemarin, mereka melengkapi keterpurukan dengan kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven di Anfield, dalam <em>matchday</em> 5 Liga Champions.</p>
<p>Statistik mencatat, untuk kali pertama sejak 60 tahun terakhir, Liverpool kalah lebih dari 3 gol dalam dua laga beruntun di Liga Inggris. Terakhir kali The Reds mengalaminya pada April 1965 ketika diarsiteki manajer legendaris, Bill Shankly. Dalam status sebagai juara bertahan, Liverpool kalah 0-3 beruntun dari West Bromwich Albion dan Tottenham Hotspur.</p>
<p>Musim ini, Liverpool sudah sembilan kali kalah dari 12 pertandingan terakhir di semua ajang. Di Liga Inggris, mereka enam kali kalah dari 12 laga. Kekalahan dari Forest memerosotkan Liverpool ke posisi 11 klasemen sementara dengan 18 poin, di bawah Manchester United (18 poin) yang belum memainkan <em>matchday</em> ke-12. Kekalahan keenam dari 12 pertandingan di Liga Primer menempatkan mereka di posisi ke-11 klasemen dengan 18 poin. Ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang. Kalau ditambah dengan hasil buruk melawan PSV, lengkap sudah kebabakbeluran Pasukan Anfield.</p>
<p>Kata pelatih Arne Slot, “Kami punya banyak pemain bagus. Menjadi tugas saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Untuk saat ini saya tidak bisa. Itulah mengapa saya bilang ini tanggung jawab saya,” ujar Slot seperti dikutip <em>BBC Sport</em> (<em>detik.com</em>, 23 November 2025).</p>
<p><strong>Tak Berjalan</strong><br />
Pernyataan Slot mengisyaratkan ada “kesenjangan” antara rencana (<em>game plan</em>) dengan yang tersaji di lapangan. Antara realitas Liverpool memiliki para pemain terbaik di posisinya, dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan skema Slot. Artinya, ada renana yang tak berjalan semestinya.</p>
<p>Apa yang dihadapi Arne Slot sebenarnya juga dialami oleh para taktikus lain. Apakah itu Ruben Amorim, Enzo Maresca, Mikael Arteta, juga Pep Guardiola. Maka kita menyaksikan liga-liga Eropa seperti panggung yang mengetengahkan adu rencana, adu taktik, dan adu kejeniusan, yang kemudian tersaji sebagai produk “sesuai rencana”, “mediokritas capaian”, atau “kegagalan”.</p>
<p>Lalu apakah Arne Slot bisa disebut gagal untuk menyatukan puzzle-puzzle potensi yang seharusnya menghasilkan kehebatan sebuah tim? Jangan buru-buru memvonis pelatih asal Belanda itu, karena jangan-jangan ini adalah hukum alam kompetisi dengan segala kalkulasi yang tak bia dihitung secara matematis.</p>
<p>Slot tidak mau banyak berdalih atas periode buruk ini. Baginya, ada satu hal yang menjadi biang. Yakni Liverpool “dihukum” oleh kegagalan mereka memaksimalkan banyak peluang yang didapat.</p>
<p>Dengan <em>ball possession</em> 75-25, lebih dari 30 menit di babak pertama Virgil van Dijk dkk menekan penuh Forest, namun peluang-peluang di awal yang didapat Alexis Mac Allister dan Milos Kerkez, tak tertuntaskan sebagai gol.</p>
<p>Dia mengakui, belum pernah melihat timnya menciptakan peluang sebanyak itu. Tentu sulit dipahami, di tengah banyak kesempatan, setiap kali diserang lawan, malah begitu mudah kebobolan. Artinya, selain tumpulnya lini penyerang, realitas kerapuhan lini pertahanan juga menjadi problem bagi The Reds dalam tiga laga terakhir.</p>
<p>Dinamika kompetisi memang menciptakan kondisi yang terkadang tidak dipahami oleh tim-tim besar. Semua persiapan skematika, kedalaman skuad, dan <em>game plan</em> sudah dimatangkan, namun tak jarang tim-tim medioker dan yang kurang masuk hitungan malah menciptakan hasil “yang tidak-tidak”.</p>
<p>Frasa “yang tidak-tidak” itu menggambarkan kondisi psikologis kompetisi yang tak jarang diwarnai oleh kejutan-kejutan. Dalam logika permainan, boleh jadi yang berlangsung adalah keberhasilan menerapkan<em> counter tactic</em>, sehingga tim-tim yang dipandang sebagai “anak bawang” bisa meredam permainan tim-tim yang lebih mapan.</p>
<p>Apakah Liverpool masuk dalam logika dinamika ini? Semakin rasa percaya diri hilang karena kekalahan demi kekalahan yang menyusul, bakal semakin terasa betapa sulit bangkit dari situasi semacam ini.</p>
<p>Para manajer seperti Arne Slot mungkin sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini, namun tampaknya dia membutuhkan cukup waktu untuk mencerna dan mengurai solusi. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield menjadi bagian dari gambaran betapa Slot dihadapkan pada situasi yang tidak mudah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Chemistry]]></category>
		<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Gol]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Paradoks]]></category>
		<category><![CDATA[Realitas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=504853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // betapa mahal kemenangan/ pun betapa mahal kekalahan/ dalam durasi yang dikehendaki/ dalam rentang yang tak dimaui/ dalam intensitas rasa/ berturut-turut&#8230;// (Paradoks MU dan Liverpool, 2025) RUBEN Amorim akhirnya merasakan dan merayakan, Manchester United meraih tiga kemenangan beruntun. Sesuatu yang dia impikan setelah mengalami masa-masa muram menangani MU sejak November 2024. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal">Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-504855 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// betapa mahal kemenangan/ pun betapa mahal kekalahan/ dalam durasi yang dikehendaki/ dalam rentang yang tak dimaui/ dalam intensitas rasa/ berturut-turut&#8230;//</em><br />
<strong>(Paradoks MU dan Liverpool, 2025)</strong></p>
<p><strong>RUBEN</strong> Amorim akhirnya merasakan dan merayakan, Manchester United meraih tiga kemenangan beruntun. Sesuatu yang dia impikan setelah mengalami masa-masa muram menangani MU sejak November 2024.</p>
<p>Sebaliknya, Arne Slot menghadapi kenyataan pahit, betapa Liverpool yang dia racik dengan penuh konfidensi dipurukkan oleh empat kekalahan beruntun. Bahkan jika dihitung dengan kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di ajang Piala Carabao, Kamis kemarin, The Anfield Gang sudah menderita lima kali kekalahan. Walaupun Slot menurunkan para pemain &#8220;lapis kedua&#8221;, tetap saja skor telak dari Palace itu mencoreng nama besar Liverpool.</p>
<p>Setelah musim lalu membawa The Reds menjuarai Liga Primer, lalu menyiapkan tim menghadapi musim 2025-2026 dengan sejumlah rekrutan fantastis, kini dia dihadapkan pada realitas: sang juara bertahan bergerak dalam tren menurun, dengan performa &#8220;seperti bukan Liverpool yang sejati&#8221;.</p>
<p>Pada bagian lain, MU yang sedang mencari bentuk stabil di bawah Ruben Amorim, mengukir kemenangan 4-2 atas Brighton &amp; Hove Albion. Sukses itu melengkapi dua hasil positif sebelumnya. Melawan Sunderland, Bruno Fernandes dkk unggul 2-0, dilanjutkan dengan kemenangan penting 2-1 atas Liverpool.</p>
<p>MU dan Liverpool menggambarkan kanvas paradoks yang sebenarnya biasa-biasa saja dalam dinamika kompetisi, namun memiliki makna mendalam. Bukankah ini menyimpan pesan penting: antara &#8220;tiga kemenangan&#8221; beruntun yang belum pernah dirasakan di era Ruben Amorim, dan kekalahan berangkai Liverpool yang sangat menodai catatan eksepsional Arne Slot sejak bergabung di Anfield?</p>
<p>Apalagi, persiapan Liverpool untuk musim ini, ditandai dengan belanja besar-besaran yang tak pernah terjadi di era Juergen Klopp.</p>
<p><strong>Pertaruhan Amorim</strong><br />
Musim ini menjadi pertaruhan nasib bagi Amorim, dia bakal lanjut berkarier di Old Trafford atau angkat kaki lebih awal dari kontrak yang disepakati sampai 2027. Namun, tampaknya, MU mulai bergerak di trek yang benar.</p>
<p>Hasil terburuk dalam sejarah Setan Merah pada musim 2024-2025 dengan menduduki peringkat ke-15 klasemen, jelas mengancam kelanjutan ikatan pelatih asal Portugal itu. Mengawali periode ini, performa MU belum juga beranjak membaik, namun perlahan-lahan Pasukan Theater of Dream itu bisa memperlihatkan jatidirinya.</p>
<p>&#8220;MU Amorim&#8221; mulai tampak, justru ketika klub kuat seperti Liverpool dan Manchester City menjalani performa kurang bagus. Hanya Arsenal yang kini menapak dengan tampilan menjanjikan sebagai kandidat kuat peraih trofi. Atau Chelsea yang menemukan jatidiri di tangan Enzo Maresca.</p>
<p>Kemenangan atas Brighton memberi isyarat MU mulai bermain dengan filosofi dan cara yang dimaui oleh &#8220;Sang Penyair&#8221; &#8212; julukan Amorim. Konfidensi anak-anak MU diperlihatkan dengan skema taktik yang tepat, dan mulai memateri keyakinan tentang &#8220;inilah MU&#8221;.</p>
<p><strong>Tim Keempat</strong><br />
Sementara itu, Pasukan Anfield benar-benar dalam kondisi gundah gulana. Semula, banyak yang memperkirakan Arne Slot bakal meracik skema tim yang nyaris tanpa celah, dengan pembelian mahal seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Hugo Ekitike, Giorgi Mamardashvilli, Jeremi Frimpong, dan Milan Kerkez. Rupanya, kontribusi mereka belum sepadan dengan gelontoran dana transfer. Mereka belum melebur dalam <em>chemistry</em> orkestrasi Slot.</p>
<p>Pekan lalu, Liverpool menjadi tim juara bertahan keempat Liga Primer yang empat kali kalah beruntun. Kondisi yang sebelumnya dialami oleh Leicester City (5 kali, 2016-2017), Liverpool (4 kali, 2020-2021), dan Manchester City (4 kali, 2024-2025).</p>
<p>Liverpool mencatat jumlah kekalahan yang sama dengan saat menjuarai liga musim lalu. Juga mengalami empat kekalahan beruntun pertama sejak Februari 2021. Empat kekalahan sebelumnya dialami dari laju dalam 47 pertandingan dengan rincian 32 kali menang, 11 seri, dan empat kali kalah.</p>
<p>Sejak awal Mei, Liverpool kebobolan dua atau lebih dari dua gol lebih sering dibandingkan dengan tim lain di Liga Primer sebanyak sembilan kali. Mereka sudah kebobolan 14 kali dalam sembilan laga musim ini.</p>
<p>Sejumlah analis melihat, selain faktor kepemimpinan pemain senior juga terjadi fenomena penurunan performa bintang yang beberapa musim sangat diandalkan.</p>
<p>Mohamed Salah misalnya, yang dinilai &#8220;terganggu&#8221; oleh kehadiran pemain termahal Alexander Isak, kini belum menemukan chemistry dengan lini penyerang. Hal ini menyebabkan dia kehilangan &#8220;keganasan&#8221; sebagai mesin gol. Di lini pertahanan, kapten Virgil van Dijk tidak memperlihatkan kepemimpinan yang membimbing rekan-rekan mudanya.</p>
<p>Bukankah ini paradoks dan realitas yang mungkin manajemen kepelatihan Liverpool pun bahkan tak memperkirakan?</p>
<p>Dalam kompetisi, secara alamiah pastilah ada tren naik-turun performa sebuah tim. Pusaran rivalitas melahirkan dinamika yang tak jarang melejitkan satu-dua tim, dan menenggelamkan satu-dua lainnya.</p>
<p>Liverpool dan MU masuk dalam dinamika pusaran ini, yang pasti akan memberi warna ketika kompetisi bergulir, sampai akhir. Sejauh ini belum bisa disimpulkan apa yang nanti bakal terjadi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/01/kemenangan-mahal-kekalahan-mahal">Kemenangan Mahal, Kekalahan Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 10:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayer Leverkusen]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Florian Wirtz]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Viktor Gyokeres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=503367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // terbebanikah dia/ oleh banderol harga tinggi/ atau karena masalah adaptasi?/ liga yang berbeda/ atmosfer yang tak sama/ oo, dunia tak boleh kehilangan/ di mana pun dia berada/ ayo, tersenyumlah Florian Wirtz&#8230;// (Sajak “Beban Florian Wirtz”, 2025) SENYUM mulai menebar di wajah Florian Wirtz. Dua assist dia kontribusikan untuk gol-gol Cody [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum">Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-503375 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// terbebanikah dia/ oleh banderol harga tinggi/ atau karena masalah adaptasi?/ liga yang berbeda/ atmosfer yang tak sama/ oo, dunia tak boleh kehilangan/ di mana pun dia berada/ ayo, tersenyumlah Florian Wirtz&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Beban Florian Wirtz”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SENYUM</strong> mulai menebar di wajah Florian Wirtz. Dua <em>assist</em> dia kontribusikan untuk gol-gol Cody Gakpo dan Dominic Sloboszlai dalam kemenangan 5-1 Liverpool atas Eintracht Frankfurt dalam laga Liga Champions, Kamis dinihari lalu.</p>
<p>Setidak-tidaknya, ini menjadi jawaban setelah dia didiskusikan panjang-lebar oleh para pandit: mengapa “mejan” dalam sejumlah laga Liverpool. Dia bahkan sempat diberi julukan “agen 007”, sindiran menyedihkan bahwa dalam tujuh pertandingan dia masih nir gol dan nir <em>assist</em>.</p>
<p>Gelandang serang Liverpool yang didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan banderol Rp 2,5 triliun itu sempat memecahkan rekor Liga Primer, sebelum diperbarui oleh Alexender Isak dengan Rp 2,8 triliun ketika diboyong dari Newcastle United.</p>
<p>Publik Anfield diliputi harapan besar: bakal muncul cahaya baru yang berkilau dari penampilan Wirtz. Pemain 22 tahun itu diperkirakan bakal makin menyolidkan Liverpool dengan skema ideal yang nyaris tanpa celah.</p>
<p>Realitasnya, predikat 007 itu harus dia hadapi, dalam tujuh laga sejak berkostum The Reds, belum mengontribusikan apa pun. Performanya dianggap rata-rata. Apakah karena terbebani oleh harga transfer, atau tak cukup siap beradaptasi dengan Liga Primer yang menuntut fisik lebih keras, beda atmosfer dari Bundesliga?</p>
<p>Tujuh partai tanpa peran menonjol jelas memprihatinkan bagi Wirtz, salah satu bakat terbesar Jerman. Bersama talenta muda Jerman lainnya, Jamal Musiala, Florian Wirtz menyedot parhatian dunia. Jamal sedang dalam proses pemulihan cedera lantaran bertabrakan dengan kiper Paris St Germain (waktu itu) Gianluigi Donnarumma yang kini memperkuat Manchester City.</p>
<p>Pekan lalu, Wirtz tentu menambah beban psikologis bagi dirinya sendiri ketika diturunkan sebagai pengganti, bermain hanya 28 menit ketika menghadapi Manchester United. Tekanan yang bertambah berat, mengingat performa Liverpool yang sedang buruk hingga pekan kedelapan liga. The Reds kalah 1-2 di kandang sendiri.</p>
<p>Akhirnya, momen untuk menunjukkan siapa Wirtz sebenarnya diperlihatkan dalam laga melawan Eintracht Frankfurt. Di Stadion Deutsche Bank Park, dia tampil dengan penuh konfidensi, memberi dua umpan berujung gol kepada Gakpo dan Szoboszlai. Bahkan, dia berkesempatan mencetak gol pertamanya, andai Mohamed Salah tidak “egois”: mau memberinya umpan pada pengujung pertandingan.</p>
<p><strong>Melengkapi Puzzle</strong><br />
Di Liverpool, Wirtz diproyeksikan untuk melengkapi puzzle bintang yang disusun oleh sang arsitek, Arne Slot. Namun, sejauh ini, dalam amatan legenda Manchester United Wayne Rooney, pengidola Lionel Messi itu justru mengganggu keseimbangan tim (<em>detik.com</em>, 30 September 2025).</p>
<p>Rooney menilai Wirtz justru bagai duri dalam daging di skuad The Reds. “Ini sulit baginya. Saya rasa itu tidak dapat disangkal, dan dia akan mencari tahu sendiri untuk mencoba memperbaikinya,” kata Rooney dalam wawancara dengan <em>Sport Bible</em>.</p>
<p>Musim ini, Liverpool melengkapi lini depan yang benar-benar baru, dan tentu semua ingin bermain bagus. “Mereka bersaing untuk masuk ke tim, dan saya pikir Wirtz mungkin tidak bermain sebaik itu, tetapi dia memiliki banyak kemampuan”.</p>
<p>“Saya akan memilih (Hugo) Ekitike dan (Alexander) Isak. Saya pikir Wirtz justru merusak keseimbangan permainan Liverpool, tetapi dia pemain top, dan saya yakin dia akan semakin baik,” jelasnya.</p>
<p>Wirtz sempat memberi <em>assist</em> dalam laga Community Shield melawan Crystal Palace, ketika Liverpool kalah adu penalti 2-3. Dia belum mengontribusikan gol di liga, dan dikritik karena bermain terlalu dalam.</p>
<p>Legenda The Reds asal Jerman, Dietmar Hamann sebelumnya menyatakan, kualitas Wirtz tak perlu diragukan, tetapi masalah adaptasi menjadi kunci. “Dia belum nyetel. Jelas biaya transfer dia sangat besar, tetapi saya rasa dia adalah pemain luar biasa, pemain tangguh,” ujarnya kepada <em>Sports Mole</em> (<em>liputan6.com</em>, 11 September 2025).</p>
<p>Hamann mengingatkan agar Wirtz segera bangkit. “Saya sama sekali tidak ragu bahwa dia akan sukses di Inggris, tetapi dia harus matang dengan cepat. Permainan di sini berbeda. Di sini segalanya lebih cepat, lebih menuntut fisik, dan dalam empat performa sejauh ini, bisa dibilang dia hanya rata-rata,” tegasnya.</p>
<p>Situasi tentu semakin rumit bagi Wirtz dengan kembalinya beberapa pemain kunci Liverpool dari cedera. Persaingan di lini tengah dan lini depan kian ketat, membuat posisi Wirtz bisa saja terancam jika dia tidak segera menunjukkan kualitas terbaiknya.</p>
<p><strong>Pusat Harapan</strong><br />
Bersama Viktor Gyokeres (Arsenal), dan Alexander Isak, Florian Wirtz menjadi buruan utama dalam bursa transfer musim ini. Tentu banyak yang membayangkan, dia bakal menjadi pusat orkestrasi Liverpool, seperti yang dia perankan di Bayer Leverkusen. Bayern Muenchen kalah dari Liverpool dalam perburuan tanda tangan Wirtz.</p>
<p>Gyokeres sempat mengalami situasi yang sama seperti Wirtz, belum memperlihatkan kemenonjolan peran sebagai pembeda dalam permainan Arsenal, walaupun perlahan tapi pasti pemain asal Swedia itu mulai bangkit dalam laga Liga Champions melawan Atletico Madrid yang dimenangi Arsenal 4-0.</p>
<p>Sedangkan Isak, yang didatangkan dari Newcastle United juga dengan banderol tinggi, bahkan lebih tinggi dari Wirtz juga menghadapi kondisi serupa. Belum memperlihatan ketajaman seperti yang diharapkan klub dan fans.</p>
<p>Di klub lain, harapan juga dibuncahkan seperti itu. Manchester United menaruh asa besar kepada Benjamin Sesko untuk mempertajam lini depan bersama Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha. Bandingkan dengan klub Liga Seri A, Napoli yang tampaknya menemukan keberhasilan dalam menyusun puzzle. Kevin de Bruyne langsung memperlihatkan kualitasnya sebagai pemberi <em>assist</em>, dan Rasmus Hojlund dimanjakan oleh “layanannya”. Absennya Romelu Lukaku yang menepi karena cedera pun bisa tergantikan oleh kehadiran Hojlund yang “terbuang” dari Manchester United.</p>
<p>Keping puzzle yang pas juga dirasakan oleh Everton. Sang pelatih, David Moyes benar-benar menemukan berkah dengan kehadiran Jack Grealish yang dipinjam dari Manchester City. Grealish yang bagai terbuang dari The Citizens, kini menjadi sosok penting bagi Everton.</p>
<p>Lalu mengapa Florian Wirtz kesulitan nyetel dengan puzzle lain yang disusun oleh Arne Slot? Penilaian Wayne Rooney tidak salah: sejauh ini Wirtz masih mengganggu keseimbangan skema The The Reds. Analisis Dietmar Hammann juga tidak keliru, bahwa adaptasi Wirtz dengan karakter Liga Primer belum tuntas.</p>
<p>Menurut saya, terasa tergesa-gesa jika memvonis Viktor Gyokeres dan Florian Wirtz sebagai pembelian flop di Arsenal dan Liverpool. Akan ada saat Gyokeres sangat membantu Arsenal, dan Wirtz benar-benar menjadi pusat mesin bagi permainan Liverpool. Tetapi tentu adaptasi itu punya batas untuk disimpulkan sebagai sukses atau gagal.</p>
<p>Kasper Hjulmand, pelatih Bayer Leverkusen menilai, Florian Wirtz menghadapi ekspektasi tidak logis di Liverpool. Menurut dia, mustahil ada pemain yang langsung tokcer sejak hari pertama setelah pindah ke klub dan liga yang baru (<em>detik.com</em>, 15 Oktober-2025).</p>
<p>“Ayolah, dia kan baru datang di sana,” ucap pelatih asal Denmark itu kepada <em>Sport Bild</em>. “Percayalah, dia akan membuktikan diri kepada semua orang. Bahkan kepada para ahli di Inggris. Saya yakin”.</p>
<p>Hjulmand menilai, Florian adalah pemain dengan kualitas luar biasa. “Kita semua tahu seberapa cepat segalanya di dalam sepak bola. Kalau dia mencetak dua gol bagus di dalam dua pertandingan berikutnya, orang-orang akan bilang, ’Sekarang dia sudah datang’. Itu akan sama kelirunya dengan kritik baru-baru ini”.</p>
<p>Jadi, waktukah yang tampaknya akan memaparkan realitas? Setidak-tidaknya, wajah Florian Wirtz sudah mulai mengaurakan senyum konfidensi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum">Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bakal Lebih Cepatkah Kisah Ruben Amorim Bergulir?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/20/bakal-lebih-cepatkah-kisah-ruben-amorim-bergulir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 10:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[FC Porto]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Old Trafford]]></category>
		<category><![CDATA[Ruben Amorim]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=497067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // haruskah kisah bergulir lebih cepat/ dari yang diskenariokan?/ gambaran yang boleh jadi telah terperkirakan/ atau mungkin tak terbayangkan/ dan, dia harus menjalani keadaan/ yang tak terhindarkan/ atau sebenarnya sudah terpetakan&#8230;// (Sajak “Jejak Ruben Amorim”, 2025) BAKAL lebih cepatkah gambaran itu menjadi kenyataan? Secepat itu dia meninggalkan Old Trafford, secepat itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/20/bakal-lebih-cepatkah-kisah-ruben-amorim-bergulir">Bakal Lebih Cepatkah Kisah Ruben Amorim Bergulir?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-497072 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/09/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// haruskah kisah bergulir lebih cepat/ dari yang diskenariokan?/ gambaran yang boleh jadi telah terperkirakan/ atau mungkin tak terbayangkan/ dan, dia harus menjalani keadaan/ yang tak terhindarkan/ atau sebenarnya sudah terpetakan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Jejak Ruben Amorim”, 2025)</strong></p>
<p><strong>BAKAL</strong> lebih cepatkah gambaran itu menjadi kenyataan?</p>
<p>Secepat itu dia meninggalkan Old Trafford, secepat itu dia mengalami yang sebenarnya sudah terperkirakan, secepat itu dia harus menerima kenyataan: sukses di Liga Portugal bersama Sporting CP tak cukup menjadi modal untuk memberi harapan bagi kebangkitan Manchester United dari keterpurukan?</p>
<p>Ya, Liga Primer tampaknya akan mengetengahkan “korban” baru. Boleh jadi ini hanya soal waktu. Realitas itukah yang bakal tersajikan? Atau, Amorim menemukan pencerahan untuk membalik keadaan, memperbaiki performa klub di laga-laga selanjutnya?</p>
<p>Bayangan buram seperti sudah di depan mata, walau manajemen The Red Devils masih cukup bersabar kepada Ruben Amorim, tidak serta merta memecatnya, setelah rangkaian hasil tidak memuaskan mewarnai penampilan Bruno Fernandes dkk pada awal musim 2025-2026 Liga Primer. Bagaimanapun, kekalahan 0-3 dari tuan rumah Manchester City di Etihad, pekan lalu, memperburuk rapor Amorim.</p>
<p>Dengan sejumlah rekrutan baru sesuai keinginan taktikal Ruben Amorim, MU tetap belum tampil meyakinkan. Simaklah catatan ini: kalah 0-1 dari Arsenal di laga perdana, imbang 1-1 dengan Fulham, menang 3-2 atas Burnley, dan tersisih memalukan 11-12 dalam adu penalti melawan klub divisi empat, Grimsby Town di Piala Carabao.</p>
<p>Amorim menjadi bulan-bulanan para analis. Dia mengulang apa yang pernah dilewati oleh para pendahulunya, setelah Alex Ferguson pensiun pada 2013. Kesimpulan sementara: Setan Merah belum menemukan sosok pelatih yang mampu mengentaskan dari keterpurukan. Segala cara sudah dilakukan: dari penyegaran manajemen, perombakan pemain, juga menyentuh apa yang pernah disebut Ralf Rangnick sebagai “bedah jantung”; dan bukankah MU masih belum beranjak dari kondisinya sekarang?</p>
<p>Wajar jika muncul pertanyaan: bisa bertahan berapa pekan lagikah Ruben Amorim? Akankah dia mengulang jejak para pelatih pendahulunya, yang terpental oleh serangkaian hasil dan performa yang tak memberi harapan?</p>
<p><strong>Spekulasi dan Risiko</strong><br />
Mendatangkan pelatih baru, bagi sebuah klub, ibarat sebuah pilihan spekulasi: jika hasilnya baik dan cocok, dia akan lanjut. Jika tidak sesuai ekspektasi, akan menjadi pertimbangan: dipecat dan diganti.</p>
<p>Pergantian pelatih benar-benar berada di wilayah spekulatif, meskipun sebenarnya juga dikalkulasi dari kebutuhan filosofi dan taktik. Dalam kasus MU, masalahnya menjadi rumit apabila dikaitkan dengan berapa pelatih yang telah dicoba sejak 2013 hingga era Amorim sekarang.</p>
<p>Dari David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, Ruud van Nistelrooy, dan kini Ruben Amorim. Seperti untung-untungan dalam buncah harapan, dan nyatanya semua terpental, tak mampu memperbaiki keadaan.</p>
<p>Amorim, yang oleh Cristiano Ronaldo dijuluki sebagai “Sang Penyair” karena selalu menarasikan kalimat dengan bagus, dari awal memang sempat diragukan. Sejumlah pundit menyatakan, <em>competetiveness</em> Liga Portugal berbeda dari Liga Primer, sehingga Amorim bakal menemui tantangan yang lain. “Aura” MU berbeda dari Sporting CP, walaupun dia punya pengalaman bisa mengalahkan Manchester City.</p>
<p>Kini dia merasakan betul atmosfer Liga Primer. Musim lalu, ketika mulai menangani tim pada pertengahan musim, yakni sejak 11 November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag, dia memimpin MU dalam 47 pertandingan, dengan 17 menang, 12 kali seri, dan 18 kali kalah. Di akhir musim, MU menduduki urutan ke-15, klasemen terburuk sepanjang sejarah klub. Musim ini, MU berada di peringkat 14 dari 4 laga, dengan baru meraih 4 poin.</p>
<p>Dalam catatan <em>Sky Sports</em>, Amorim hanya memberi MU kemenangan di angka 36,17 persen. Dia lebih buruk dari Wilf McGuinness, yang sebelumnya punya persentase terendah, 36,78 persen saat melatih MU dari 1969 hingga 1970.</p>
<p><strong>Kekukuhan Taktik</strong><br />
Harapan perbaikan muncul dari sederet nama yang dia minta untuk direkrut, dan beberapa lainnya dilepas. Pelepasan nama-nama Cristian Erikssen, Anthony, Alejandro Garnacho, Rasmus Hojlund, dan Andre Onana, tergantikan dengan masuknya Benjamin Sesko, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Diego Leon, Harley Emsden, dan Senne Lammens.</p>
<p>Nama-nama itu tentu seusai dengan kehendak Amorim untuk memperkuat skema taktiknya. Ketika Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City mulai nyaman dengan performanya, MU malah berkutat dengan persoalan lama. Ruben Amorim tampak belum mantap dengan setelan baru skuadnya.</p>
<p>Pekan ini, MU menghadapi lawan kuat, Chelsea di Old Trafford. Sulit untuk tidak melihat laga ini sebagai bagian dari penentuan langkah Amorim. Dia benar-benar dalam tekanan setelah kekalahan 0-3 dari The Citizens.</p>
<p>Amorim bersikukuh dengan filosofinya, taktik berbasis formasi 3-4-3. Dia bahkan mengatakan, apabila manajemen menginginkan perubahan, ganti saja orangnya. “Saya tidak akan mengubah filosofinya. Saya akan bermain dengan cara saya, hingga saya ingin mengubahnya,” ungkap dia sebagaimana dikutip <em>ESPN</em> (<em>cnnindonesia.com</em>, 15/9-2025).</p>
<p>Katanya, “Pesan saya, saya akan melakukan segalanya. Saya akan memberikan segalanya. Saya akan melakukan yang terbaik. Saya lebih menderita daripada (para fans)&#8230;”</p>
<p>Mantan bek MU, Patrice Evra melihat, manajemen tidak akan secepat itu memecat, namun Amorim tak punya alasan untuk gagal lagi mendongkrak performa tim. MU harus tetap memercayai Amorim, karena terus-terusan mengganti pelatih hanya akan merugikan tim.</p>
<p>“Tak bisa dipungkiri Amorim akan menghadapi pemecatan jika hasil-hasil positif tidak diperoleh. Sepak bola itu seperti hutan belantara. Ketika kemenangan tidak kunjung datang, manajernyalah yang pertama harus pergi. Tetapi jika Anda terus-terusan mengganti juru masak, rasa supnya tidak akan pernah tepat,” tutur Evra kepada<em> Stake</em>. (<em>detik.com</em>, 21/8-2025).</p>
<p>Ruben Amorim bagai berdiri di tubir jurang. Jika dia bisa menghadirkan perbaikan performa bagi Bruno Fernandes dkk, artinya dia memanfaatkan waktu yang diberikan oleh manajemen MU. Taktik dan filosofinya perlahan-lahan bisa diaplikasikan. Jika sebaliknya yang terjadi, risiko pemecatan bakal menjadi lebih cepat membentang di hadapan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/20/bakal-lebih-cepatkah-kisah-ruben-amorim-bergulir">Bakal Lebih Cepatkah Kisah Ruben Amorim Bergulir?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>