<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Liga Primer Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/liga-primer/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2026 06:17:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Liga Primer Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 10:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Final Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Si Kuping Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Sindrom]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?// (Sajak “Filosofi Arteta”, 2026) SETELAH begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak? Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-558453 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Filosofi Arteta”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SETELAH</strong> begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak?</p>
<p>Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam 2006, ketika kalah dari Barcelona dalam partai puncak yang digadang-gadang menjadi final ideal di Stade de France, Paris?</p>
<p>Ketika itu, di bawah Arsene Wenger, Arsenal membawakan orkestrasi sepak bola indah, mengalunkan irama rancak nan memesona. Sedangkan Barcelona dalam racikan taktik Frank Rijkaard menjelma sebagai tim dengan impresivitas sepak bola menyerang yang memukau.</p>
<p>Intentitas permainan elok kedua klub membuat final Liga Champions ketika itu betul-betul ditunggu sebagai “final ideal”.</p>
<p>Filosofi permainan Mikel Artela telah mengalahkam racikan strategi Diego Simeone di semifinal dengan agregat 2-1. Kini ditunggu, apakah “Arteta-ball” bisa menuntaskan final Liga Champions melawan Paris St Germain, yang di semifinal lainnya menundukkan Bayern lewat gol rata-rata Muenchen 6-5.</p>
<p><strong>Filosofi Arteta</strong><br />
Apa yang sebenarnya menarik dari permainan Arsenal, sehingga musim ini terjanjikan final yang diperkirakan indah melawan juara bertahan PSG?</p>
<p>Di bawah arahan Luis Enrique, Les Parisiens tampil stabil dan memiliki pilar-pilar hebat di setiap posisi. PSG juga mengetengahkan sepak bola menyerang dan permainan rancak. Duo penyerangnya, Khvicha Kvaratskhelia dan Ousman Dembele menjadi jaminan ketajaman sebagai ancaman bagi pertahanan lawan.</p>
<p>Kvaratskhelia adalah pemain asal Georgia yang menjadi andalan dalam menyusur dan mengacak-acak sayap, sedangkan Dembele peraih Ballon d’Or 2025 merupakan kekuatan lain PSG di sektor sayap dengan dua kaki sama-sama mematikan. Enrique juga masih punya amunisi lain, Desire Doue dan Achraf Hakimi dengan uman-umpan silang efektif.</p>
<p>Lalu di mana sebenarnya kekuatan Arsenal?</p>
<p>Permainan Arsenal terorganisasi dalam dominasi penguasaan bola, yang memberi struktur pertahanan solid dan intensitas. Ketika kehilangan bola, para pemain segera menekan balik lawan dan menghentikan transisi mereka.</p>
<p>Pelatih Liverpool Arne Slot pernah memberi apresiasi kepada Mikel Arteta. Dia memuji kemampuan pria Spanyol ini dalam meracik strategi dan taktik yang sangat fleksibel. Dia melihat bagaimana Arsenal mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan, baik menyerang maupun bertahan. Hal ini menunjukkan kedalaman taktik dan kemampuan adaptasi yang bagus.</p>
<p>Filosofi sepak bola Mikel Arteta berakar pada dominasi kontrol permainan, keunggulan posisi, dan intensitas tinggi, yang sering dijabarkan melalui taktik berbasis penguasaan bola (<em>possession-based</em>), serangan terstruktur dari lini belakang, <em>pressing</em> ketat, serta perhatian detail pada situasi bola mati &#8212; terutama dari momen tendangan sudut &#8212; untuk mencetak gol. Ketajaman Arsenal antara lain ditopang oleh pendekatan pragmatis, memadukan fleksibilitas taktis dengan disiplin pertahanan.</p>
<p>Dengan melaju ke final Liga Champions, Mikel Arteta meraih capaian baru dalam karier kepelatihannya. Dia bangga menjadi bagian dari Arsenal bersama dengan para pemain dan suporter menciptakan sejarah bagi klub.</p>
<p>“Kami tahu betapa (pencapaian) ini begitu berarti buat semua orang, kami memberikan segalanya, para pemain melakukan pekerjaaan yang luar biasa dan setelah 20 tahun dan untuk kedua kali dalam sejarah, kami kembali lagi ke final Liga Champions,” ucapnya.</p>
<p>Yang juga membuat Arteta gembira adalah kualitas anak asuhnya saat menghadapi Atletico Madrid dengan level permainan yang tinggi. “Kita tahu betapa sulit dan menantang level lawan di semifinal. Atletico, mereka adalah tim yang luar biasa, cara mereka bersaing, solusi yang mereka punya, jawaban atas segala yang Anda coba lakukan, benar-benar luar biasa. Alasan mereka ada di sana, mereka telah melakukan tugas yang besar, dan perbedaannya tipis,” ungkapnya.</p>
<p>Arteta yang sudah menangani Arsenal sejak 2019 pun menanggapi pertanyaan soal kemampuan anak asuhnya bersaing di level Eropa secara bertahap, dari tidak masuk Liga Champions, kemudian memijak Europa League, dan kemudian kembali ke turnamen nomor satu antarklub Eropa, hingga meraih final.</p>
<p>“Itu sangat berat dan sulit, tetapi sekali lagi, kami punya keinginan dan ambisi yang sama untuk klub ini, dan kemudian memang ada sedikit keberuntungan, segala sesuatu harus berjalan sesuai keinginan Anda.”</p>
<p>“Kami telah mencurahkan begitu banyak kerja keras, semangat, dan keyakinan ke dalam hal yang kami lakukan hari ini dan kami mendapat kesempatan untuk menjalani hari yang luar biasa di Budapest dalam beberapa pekan ke depan,” ucap mantan pemain Arsenal itu (<em>cnnidonesia.com</em>, 6 Mei 2026).</p>
<p>Pada sisi lain, Luis Enrique meyakini, PSG sudah lebih kuat, dan hal itu terlihat dari kondisi stabil performa klub asuhannya itu di sepanjang perjalanan menuju final Liga Champions.</p>
<p>Dua pria Spanyol di final Eropa: siapa yang bakal berjaya? Enrique yang mampu mempertahankan gelar, atau Arteta yang mencetak sejarah bagi Arsenal?</p>
<p>Apa pun, ini adalah representasi dari dua wajah filosofi sepak bola yang sama-sama berkarakter impresif. PSG dengan kemenyatuan yang terbentuk cukup panjang, dan Arsenal dengan kolektivitas yang menjadi kekuatan Arteta.</p>
<p><strong>Menatah Sejarah</strong><br />
Arsenal, bagaimanapun telah menjejak satu tahap: ada harapan bakal mengukir sejarah. Selain untuk kali pertama mengangkat trofi Si Kuping Besar, juga memenuhi hasrat menjuarai Liga Primer yang sejak 2004 tak pernah diraih.</p>
<p>Kini, Meriam London juga memupuk mimpi, menjauhi “kutukan”: meredup dan diliputi “sindrom nyaris” di saat-saat menentukan. Termasuk ketika lolos ke final 2006, dan tiga musim mendekat ke juara Liga Primer tetapi akhirnya merasakan pahitnya kegagalan.</p>
<p>Dan, melawan PSG dalam final Eropa di Budapest nanti ini adalah kesempatan untuk membuat sejarah&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=555879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;// (Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026) ARSENALKAH, atau Manchester City? Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-555881 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026)</strong></p>
<p><strong>ARSENALKAH</strong>, atau Manchester City?</p>
<p>Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer musim 2025-2026. Dari pertemuan yang bagaikan “final” di Etihad, dua pekan lalu, City menang 2-1 dan makin memangkas jarak poin klasemen, plus dengan menabung satu laga lebih banyak.</p>
<p>Benar-benarkah perpacuan ini akan berlangsung sampai akhir, dan bukan tidak mungkin ditentukan oleh selisih gol? Ini tentu terkait dengan daya tahan mental.</p>
<p>Tiga musim sebelumnya, Meriam London yang memimpin klasemen hingga pekan-pekan terakhir juga terlepeset oleh “ketidaktahanan” serupa. Dua kali kalah berpacu dari The Citizens, dan sekali tak ungkulan melawan Liverpool.</p>
<p>Sejumlah pundit &#8212; Alan Shearer misalnya &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan tanda-tanda kerapuhan mendekati tahap akhir. Dan, selalu begitu yang terjadi pada lap menentukan.</p>
<p>Simaklah catatan ini. Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Kisah berulang musim 2023-2024. Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan dan optimis juara di separuh musim.</p>
<p>Musim ini, perpacuan di etape terakhir dimulai dengan kemenangan City atas Chelsea di pekan ke-32. Di Stamford Bridge, London, 12 April silam, tim racikan Pep Guardiola itu menang meyakinkan 3-0. Padahal sebelum ini, pada pertengahan musim, The Citizens sempat kehilangam fokus dan konsistensi.</p>
<p>Hasil itu membuat City kini mengemas 64 poin dari 31 laga di peringkat dua klasemen Liga Inggris. Ditambah hasil positif melawan Burnley 23 April lalu, Pasukan Etihad kini punya selisih poin yang cukup untuk bersaing merebut trofi.</p>
<p>The Citizens kini menggeser Arsenal dari puncak klasemen saat musim tersisa lima laga. Manchester City punya staristik bagus saat memimpin klasemen ketika musim sudah mendekati akhir.</p>
<p>Erling Haaland punya jumlah poin (70) dan selisih gol (37), sama dengan Arsenal. Namun, mereka unggul produktivitas gol (66). Dalam statistik, City tidak pernah gagal juara ketika memuncaki klasemen setelah memainkan 33 pertandingan atau lebih. Pep Guardiola menilai, setiap laga dari lima pertandingan tersisa akan menjadi seperti final.</p>
<p>Bagaimanapun, persaingan kini menjadi makin terbuka. Kontrol berada di Manchester City untuk menentukannya. Kondisi <em>on fire</em> The Citizens bakal makin menjadi-jadi dan menemukan momentum.</p>
<p>Arsenal butuh 16 poin dari 5 laga sisa (maksimal 86 poin), sementara City harus menyapu bersih sisa laga untuk juara.</p>
<p>Dalam jadwal sisa, Arsenal menghadapi lima laga, yakni melawan Newcastle United (kandang), Fulham (kandang), West Ham United (tandang), Burnley (kandang), dan Crystal Palace (tandang).</p>
<p>Sedangkan Manchester City punya lima laga sisa, yakni melawan Southampton (kandang), Everton (tandang), Brentford (kandang), Bournemouth (tandang), Crystal Palace (kandang), dan Aston Villa (kandang).</p>
<p><strong>Dari Tendangan Sudut</strong><br />
Kompetisi yang sehat memang menggambarkan rivalitas ketat, seperti yang terjadi selama empat musim terakhir di Liga Primer. Tiga klub berkejaran di ujung musim. Sementara Arsenal berjuang sejak empat tahun terakhir untuk membuktikan konsistensi performanya, dan terbukti selama tiga tahun belakangan belum berhasil merasih puncak. Kondisi ketat juga berlangsung di kompetisi Eropa lainnya, yakni Liga Seri A dan La Liga.</p>
<p>Arsitek Arsenal, Mikel Arteta, sampai tak lagi memedulikan standar penampilan Meriam London. Dia banyak disindir gol-gol timnya lebih banyak lahir dari tendangan sudut, dan bukan dari <em>open play</em>. Dengan standar performa imprevisitas yang mengalir, dan dalam tiga musim sebelumnya dipuja-puji sebagai “Arteta-ball”, sekarang menjadi lebih pragmatis.</p>
<p>Apakah perubahan filosofis ini merupakan respons “buntu” Arteta atas tuntutan ekosistem Arsenal, yang tak juga mampu merealisasi trofi, sejak terakhir kali klub London itu menjuarainya pada 2003-2004?</p>
<p>Kita tunggu bagaimana <em>ending</em> dari perpacuan Arsenal yang sedang gelisah, dan Manchester City yang tengah “on fire” justru di ujung musim. Apakah Arteta yang bakal mengukir sejarah dan pecah telur trofi, atau Pep Guardiola yang bisa membuktikan mampu mengelola kematangan tim juara?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Indikator]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[pamitan]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=551152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;// (Sajak “Legenda Anfield”, 2026) SIAPAKAH legenda terbesar Anfield? Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-551154 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Legenda Anfield”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> legenda terbesar Anfield?</p>
<p>Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, Steve McManaman, Steven Gerrard, Roberto Firmino, atau Mohamed Salah. Mungkin pula malah Sadio Mane.</p>
<p>Di antara yang melintas jalan sejarah Liverpool, selalu ada catatan kuantitatif. Trofi-trofi, gol-gol, dan fenomena-fenomena. Tentulah berbeda antara Hunt, Rush, dan Mo Salah. Ada akumulasi piala yang berbeda dalam raihan pada musim tertentu, atau fenomena permainan yang memberikan karakter antara tim Juergen Klopp, Rafa Benitez, dengan tim racikan Dalglish dan Brendan Rodgers misalnya.</p>
<p>Nah, ketika salah satu bintangnya yang paling menonjol, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly mengawali “berpamitan” pada pekan ini, cara menyimak legenda Anfield ini tampaknya membutuhkan indikator kualitatif dan kuantiatif.</p>
<p>Bintang asal Mesir itu memastikan bakal meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025-2026. Mo Salah telah mencapai kesepakatan dengan Liverpool untuk mengakhiri kebersamaan setelah sembilan musim menjadi penggawa ikonik The Reds.</p>
<p>Salah mengawali menyampaikan pengumuman perpisahan itu melalui akun Instagram pribadinya <em>@mosalah</em>. (<em>cnnindonesia.com</em>, 25 Maret 2026).</p>
<p>“Halo semuanya. Sayangnya hari itu sudah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Saya ingin mulai mengatakan itu. Saya tidak pernah membayangkan betapa klub ini, kota ini, dan orang-orang ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bagian hidup saya,” tulisnya.</p>
<p>“Liverpool bukan sekadar klub sepak bola, melainkan gairah, sejarah, semangat, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata,” lanjutnya.</p>
<p>Identifikasi Mo Salah dan Liverpool tidak terpisahkan sejak 2017, atau setelah penyerang itu direkrut dari AS Roma. Dia memulai petualangan liga Eropanya bersama FC Basel, Chelsea, Fiorentina, AS Roma, lalu Liverpool.</p>
<p>Sejak di Basel, pemain kelahiran 15 Juni 1992 ini sudah dijuluki sebagai “Messi dari Mesir”, karena dribel cepat dan keistimewaan tendangan kaki kirinya.</p>
<p>Seperti yang sering dipertontonkan selama sembilan musim memperkuat Liverpool, dia bisa melewati tiga hingga empat pemain lawan dengan dribel yang indah. Seni mencetak gol dan umpan-umpannya juga luar biasa. Sejak saat itu Mo Salah menjadi andalan Liverpool di berbagai ajang.</p>
<p>Salah yang berjejuluk mediatika sebagai “Raja Mesir” itu sudah mencetak 255 gol untuk Liverpool, dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa setelah Ian Rush (346 gol) dan Roger Hunt (285 gol).</p>
<p>Pemain 33 tahun tersebut juga tercatat memiliki 189 gol dan 92 assist yang memosisikannya sebagai pemain dengan kontribusi keterlibatan gol tertinggi di Liga Primer untuk Liverpool.</p>
<p>Selain produktivitas gol, Salah juga membendaharakan aneka trofi bagi The Anfield Gang, yakni gelar juara Liga 2019-2020 dan 2024-2025, serta Liga Champions 2018-2019. Juga Piala FA 2021-2022, Piala Liga 2021-2022, UEFA Super Cup 2019, dan FIFA Club World Cup 2019.</p>
<p>Dia menjadi pemegang rekor gelar pemain terbaik Liga Inggris versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) sebanyak tiga kali, yakni pada 2018, 2022, dan 2025. Ini sekaligus membayar kegagalan musim perdananya di Liga Primer Premier sejak direkrut oleh Chelsea dari Basel pada 2014.</p>
<p>“Kami merayakan kemenangan. Kami meraih trofi-trofi penting, dan kami berjuang bersama melewati masa-masa sulit dalam hidup kami. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang pernah menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, khususnya kepada pemain-pemain di masa lalu dan sekarang,” ungkap Salah.</p>
<p>“Kepada fans, saya tidak bisa menyampaikannya dalam kata-kata. Dukungan yang Anda berikan kepada saya selama masa terbaik dalam karier saya dan kalian selalu berada di sisi saya dalam saat-saat tersulit. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan sesuatu yang akan selalu saya kenang,” kata Salah.</p>
<p><strong>Di Bawah Level Messi dan Ronaldo?</strong><br />
Yang kurang menguntungkan, dia moncer pada saat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih dalam performa puncak.</p>
<p>Ballon d’Or sebagai simbol penghargaan individual bergantian diraih oleh Messi dan Ronaldo pada 2008-2017, tak menyisakan jeda untuk pemain lain. Messi delapan kali, Ronaldo lima kali. Beberapa kali Salah menjadi nominee, tetapi dua “raja” itu yang berkuasa selama sekitar dua dekade.</p>
<p>“Nasib” Mo Salah hampir mirip dengan Zlatan Ibrahimovic, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Neymnar Junior, Kylian Mbappe, dan Robert Lewandowski. Mereka memenuhi persyaratan sebagai pemain terbaik, namun dipatahkan oleh dominasi dua maharaja.</p>
<p>Andai Salah mengorbit dalam edar di luar Messi dan Ronaldo, hampir bisa dipastikan dia bakal bersaing untuk meraihnya. Sayang, dia berada di luar level dua pemain yang disebut-sebut sebagai Greatest of All Times (GOAT) itu.</p>
<p>Di tim nasional Mesir, dia tercatat telah 115 bermain dan mencetak 67 gol.</p>
<p>Dengan proyeksi bayaran besar, dia dispekulasikan bakal pindah ke Liga Pro-Arab Saudi, atau mungkin MLS.</p>
<p><strong>Humanisme Islam</strong><br />
Di Inggris, Mohamed Salah menjadi simbol humanisme Islam. Bersama Sadio Mane, setidak-tidaknya dia telah berkontribusi menepis Islamophobia dengan perilaku yang membuktikan tidak ada yang “menakutkan” terhadap Islam di Eropa.</p>
<p>Mo Salah merajut keseharian dalam etos “You’re Never Walk Alone” yang melintasi sekat-sekat primordi.</p>
<p>Bahwa Mo Salah mengatakan Liverpool adalah gairah, sejarah, dan semangat adalah persepsi tentang klub sepak bola yang lebih dari sekadar klub, ini merupakan representasi “jiwa” klub yang bertumpu pada sejarah besar dan panjang sebagai bagian dari kultur masyarakat kota pelabuhan tersebut.</p>
<p>Para legenda klub adalah “nyawa”, yang ditegaskan dalam semboyan ekstrem yang diketengahkan oleh salah satu peletak dasar karakter Liverpool, Bill Shankly, “Sepak bola lebih dari sekadar hidup dan mati&#8230;”</p>
<p>Mohamed Salah pernah merasakan menjadi bagian dari semangat itu, dan menyuburkannya sebagai elemen terpenting “komunitas” Si Merah.</p>
<p>Dengan segala perniknya, tak keliru sejarah bakal mencatat Mo Salah sebagai legenda istimewa Liverpool&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Eksekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkulasi Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Sprint]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=549190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah lama keindahan itu menguap/ permainan unjuk kecepatan/ serangan cepat yang memorakprandakan/ dia kembali menghadirkan/ romantisme yang menjadi kekuatan// (Sajak “Benjamin Sesko”, 2026) ADA masa-masa, di bawah Sir Alex Ferguson, Manchester United memadukan dua elemen kekuatan sebagai kunci permainan. Pertama, sirkulasi bola yang bergulir cepat dari posisi ke posisi. Kedua, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah">“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-549194 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah lama keindahan itu menguap/ permainan unjuk kecepatan/ serangan cepat yang memorakprandakan/ dia kembali menghadirkan/ romantisme yang menjadi kekuatan//</em><br />
<strong>(Sajak “Benjamin Sesko”, 2026)</strong></p>
<p><strong>ADA</strong> masa-masa, di bawah Sir Alex Ferguson, Manchester United memadukan dua elemen kekuatan sebagai kunci permainan. Pertama, sirkulasi bola yang bergulir cepat dari posisi ke posisi. Kedua, serangan balik mematikan lewat sejumlah pemain dengan kecepatan yang betul-betul membuat jeri lawan.</p>
<p>Anda tentu masih mengenang bagaimana aliran sirkulasi bola MU, yang sering terselesaikan dengan “pola baku” pada era tertentu: umpan silang akurat David Beckham, yang bagai punya mata mencari posisi tepat Andy Cole atau Dwight Yorke untuk mengeksekusi bola ke gawang lawan.</p>
<p>Pun, Anda tentu ingat bagaimana pada dasawarsa 1990-an Ryan Giggs, Andrey Kanchelskis, Paul Parker, Denis Irwin, Karel Poborsky, Patrice Evra, atau Antonio Valencia menjadi tontonan mengasyikkan: menyisir sayap mengandalkan kecepatan. Lawan tercecer saat beradu lari, terutama dalam menutup sektor sayap. Banyak gol MU yang dihasilkan dari proses adu sprint ini.</p>
<p>Pada masa sejumlah pelatih pasca-Ferguson, kelebihan MU dalam hal kecepatan serangan balik ini tak lagi terlihat sebagai senjata mematikan. Dan, kini “senjata” itu kembali muncul di bawah kepemimpinan manajer interim Michael Carrick.</p>
<p>Setidak-tidaknya, Carrick punya empat pelari cepat: Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Amat Diallo.</p>
<p><strong>Kecepatan Sesko</strong><br />
Gol kemenangan MU atas Everton di Stadion Hill Dickinson, 24 Februari lalu menyisakan banyak cerita tentang kecepatan lari Benjamin Sesko dalam rangkaian serangan balik cepat. Hanya melibatkan delapan sentuhan, kemudian diselesaikan Sesko secara akurat lewat gerakan cepat yang tidak bisa diadang oleh para bek Everton.</p>
<p>Diawali dari bola silang Everton yang dihalau oleh Harry Maguire, bola kemudian diumpan Sesko kepada Luke Shaw, yang lalu mengirim ke Matheus Cunha. Pemain asal Brazil itu meneruskan bola kepada Bryan Mbeumo dengan umpan panjang, yang kemudian memberikan kepada Sesko. Dengan kecepatan penuh Sesko mengejar bola untuk mengeksekusinya ke gawang Everton.</p>
<p>David Moyes, Manajer Everton mengakui bahaya serangan balik MU, karena memiliki pemain-pemain yang sangat cepat. Dia mengakui, pertahanan timnya tidak cukup terorganisasi saat kehilangan bola. Dia tahu serangan balik MU akan terjadi.</p>
<p>Benjamin Sesko kini membukukan enam gol dari 21 pertandingan liga, dan delapan gol di semua ajang. Penyerang asal RB Leipzig ini, pada 2023-2025 mengemas total 39 gol di Bundesliga. Bersama tim nasional Slovenia, dia mencetak 16 gol dari 45 laga.</p>
<p>Pemain kelahiran 31 Mei 2003 yang berpostur tinggi 195 cm ini dianugerahi kecepatan, kekuatan, dan kelincahan. Dia banyak disebut mirip penyerang Manchester City, Erling Haaland. Sesko direkrut oleh MU sejak Agustus 2025 dengan kontrak lima tahun.</p>
<p>Dia memulai karier profesional di Red Bull Salzburg, lalu pindah ke RB Leipzig, dan kemudian MU. Dia dijuluki “Air Sesko” karena kemampuan atletiknya yang tinggi dan kecepatan lari 35,3 km per jam.</p>
<p>Pengidola Zlatan Ibrahimovic, Robin van Persie, dan Wayne Rooney ini, mulanya sempat lambat beradatasi dalam orkestrasi serangan Setan Merah. Dia juga dinilai belum “nyetel” dengan atmosfer Liga Primer. Transisi kepelatihan dari Ruben Amorim ke Michael Carrick memberi ruang pembuktian kualitas. Bahwa dia lebih banyak bermain dari bangku cadangan, itu menunjukkan pelatih masih meragukannya. Dia membuktikan menjadi “super-sub” karena terbukti memberi warna sebagai penentu. Adaptasinya bergerak cepat dengan memperlihatkan mentalitas yang kuat.</p>
<p>Pandit yang juga mantan bek Setan Merah, Wes Brown, yakin, Sesko dalam usia 20 bakal menjadi tumpuan lini depan dalam jangka panjang. Brown melihat Sesko mulai memahami permainan dan Premier League, sehingga konfidensinya pun mulai muncul. Dalam lima atau enam pertandingan terakhir dia telah menunjukkannya. Ketika diberi kesempatan melawan Crystal Palace tempo hari, dia berhasil menuntaskan satu atau dua peluang yang didapatnya menjadi gol.</p>
<p>Setelah era Wayne Rooney dan Robin van Persie, MU belum punya striker yang betul-betul “seram” dan diandalkan, dari Zlatan Ibrahimovic yang hanya semusim, Romelu Lukaku, Anthony Martial, Marcus Rashford, Rasmus Hojlund, hingga Joshua Zirkzee.</p>
<p>Rashford sebenarnya impresif di beberapa musim, akan tetapi tidak konsisten, yang membuatnya tersisih dari tim setelah 10 musim di skuad utama.</p>
<p>Bagi mantan kapten MU Gary Neville, Benjamin Sesko kini mulai terlihat sebagai sosok yang menentukan. “Kepercayaan diri, gol-golnya itu. Penyelesaiannya lawan Fulham, Everton, West Ham, dan Palace itu empat gol yang brilian. Itu semua berbeda-beda,” ujarnya, seperti dikutip <em>Sky Sports</em>. (<em>detik.com</em>, 2 Maret 2026).</p>
<p>Sesko dinilai sebagai sosok yang mengubah permainan. Tentulah MU tak bisa punya penyerang tengah yang gagal lagi. Lihatlah bagaimana dia berkolaborasi dengan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Bruno Fernandes. Kecepatannya bisa dimanfaatkan secara fungsional sebagai senjata mematikan. Cunha dan Fernandes makin paham bagaimana mengelaborasi kelebihan Sesko untuk menciptakan manuver yang menyulitkan pertahanan lawan.</p>
<p>Kecepatan Sesko, akhirnya menjadi salah satu senjata penting bagi Setan Merah. Fans MU seperti diajak mengkilas balik sejarah tentang keistimewaan sejumlah “pelari MU” legendaris yang ditakuti lawan.</p>
<p>Dengan kelebihan itu, jika dikembangkan dengan tepat, dia bakal makin dirasakan sebagai elemen eksepsional MU&#8230;</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah">“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal dan Kerikil Terakhir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 10:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=546447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;// (Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026) BENARKAH Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam Derby London, pekan lalu? Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-546452 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026)</strong></p>
<p><strong>BENARKAH</strong> Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam <em>Derby</em> London, pekan lalu?</p>
<p>Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London tetap tak boleh abai dari pengalaman tiga musim terakhir: ketika optimisme meraih trofi berubah menjadi “kutukan” kegagalan yang belum juga terurai.</p>
<p>Kemenangan atas Spurs memang terasa memberi secercah harapan, setelah sebelumnya Mikhael Odegaard dkk hanya mampu mencatat hasil seri 1-1 melawan Brentford, dan 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Mentalitas tim besutan Mikel Arteta itu dibuktikan dengan ketenangan yang mengantar untuk mengalahkan Spurs.</p>
<p>Hanya, laga terakhir yang melegakan itu tidak bisa disebut sebagai kerikil utama yang mengganggu. Ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi oleh Mikel Arteta untuk benar-benar menuntaskan misinya.</p>
<p>Sejumlah pundit – misalnya Alan Shearer &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan kerapuhan mendekati tahap akhir. Para analis rupanya melihat dua hasil imbang yang dinilai sebagai “kegugupan” menghadapi laga-laga terakhir. Maka, pada satu sisi, kemenangan atas The Lilywhite bisa menjadi jawaban.</p>
<p>Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Musim 2023-2024, Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan di separuh musim.</p>
<p>Kini, fase rawan itu pasti bakal dihadapi dalam partai-partai berikutnya. Agar konsisten dengan fokus akhir, kerikil mentalitas merupakan kendala yang menjadi prioritas untuk disingkirkan. Konsisten menjaga fokus, konsisten tidak terganggu cedera pemain, konsisten tidak kehilangan poin, dan konsisten untuk tidak membuat kesalahan-kesalahan elementer dalam laga-laga terakhir.</p>
<p><strong>Ketat sampai Akhir</strong><br />
Fokus menatap gelar juara tampaknya kembali memantapkan Arsenal. Yakin dengan diri sendiri, tak tergantung hasil tim-tim lain. Pesaing utamanya, Manchester City, yang tertinggal lima poin, punya “tabungan” satu laga, dan ini akan memperketat suasana rivalitas hingga 10 pertandingan sisa.</p>
<p>Kondisi ini, tampaknya menjadikan laga-laga mendekati akhir musim bakal semakin ketat: betapa trofi liga diraih dengan tidak mudah. Dan, inilah yang akan memberi nilai lebih bagi skuad Arteta, andai mereka mampu menghadirkan sejarah dari penantian panjang sejak terakhir kali juara pada 2004. Di bawah Arsene Wenger, mereka tak terkalahkan sepanjang musim, atau yang dikienal sebagai “The Invincible”.</p>
<p>Di era Liga Primer, Arsenal punya catatan impresif tiga kali juara (1997-1998, 2001-2002, 2003-2004), dan 14 kali meraih trofi FA sebagai rekor di Inggris.</p>
<p>Realitas terkini, mereka sudah terlalu lama menunggu. Hingga selesainya era Arsene Wenger (1996-2018), belum satu trofi liga pun yang terbukukan, baik pada masa kepelatihan Unai Emery (2018-2019), maupun Freddie Ljungberg (2019) hingga Mikel Arteta sejak 2019.</p>
<p>Pada 2026 ini, mereka sudah kehilangan 11 poin dari delapan laga. Sebelum mengalahkan Tottenham Hotspur, dalam dua laga terakhir, dua kali bermain imbang.</p>
<p>Arsenal punya sisa 10 pertandingan, dan masih diunggulkan untuk menjadi juara. Laga yang bakal menjadi <em>big match</em> dan menentukan adalah ketika bertandang ke Etihad untuk menghadapi Manchester City, 18 April mendatang. Dalam pertemuan di Emirates, kedua tim bermain imbang 1-1.</p>
<p><strong>Pembuktian Arteta</strong><br />
Pembuktian kapasitas Mikel Arteta juga menjadi poin menarik tersendiri di balik jalan yang ditempuh The Gunners. Jika sukses meraih trofi, pelatih asal Spanyol itu akan menjajari nama-nama besar Pep Guardiola, Juergen Klopp, Arsene Wenger, atau Jose Mourinho.</p>
<p>Karakter bermain yang dia hadirkan telah memberi kesegaran lewat atraktivitas performa Arsenal dalam tiga musim terakhir. Gabriel Martinelli cs dia racik sebagai tim eksplosif yang bermain menyerang dan enak ditonton.</p>
<p>Dalam beberapa segi, Arteta tampak mengadopsi permainan ofensif ala mentornya, Pep Guardiola. Sebelum berlabuh di Emirates, dia memang pernah tiga tahun (2016-2019) mendampingi sang genius sebagai asisten di Manchester City.</p>
<p>Arteta juga dikenal sebagai pengagum Jose Mourinho. Dia pernah merasakan sentuhan Mou, yang waktu itu menjadi staf di Barcelona B pada 1999. Arteta masih menjadi pemain di Akademi La Masia. Dia mengenal Mou sejak usia 15 tahun, dan mengagumi kemampuan pria Portugal itu dalam membentuk budaya klub.</p>
<p>Pelatih kelahiran 26 Maret 1982 ini, sejak 2019 memoles Arsenal menjadi lebih impresif dengan menjaga keseimbangan lini pertahanan, gelandang, dan penyerang. Musim kini, keputusannya mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP mulai membuahkan hasil. Penyerang asal Swedia itu, yang semula lambat beradaptasi, kini menjadi salah satu sumber gol, termasuk ketika pekan lalu mengalahkan Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Popularitas</strong><br />
Populatitas Mikel Arteta, harus diakui juga terangkat oleh dinamika yang dihadapi Arsenal dalam tiga musim terakhir, dari tim yang dijagokan meraih gelar akhirnya malah gagal di saat-saat akhir.</p>
<p>Banyak yang mengkritik Arteta belum berhasil menanamkan mentalitas juara, namun realitas “konsistensi” Arsenal dalam persaingan juara pada sisi lain juga membuktikan bahwa dari kapasitas teknis Meriam London ini menjadi kekuatan elite Liga Primer. Yang belum melengkapi adalah kekuatan mental meraih trofi.</p>
<p>Jalan memang masih panjang bagi pelatih muda itu, namun sorotan yang pasti mengikuti adalah seperti apa hasil Arsenal musim ini: apakah bisa mematahkan “kutukan” selalu <em>runner up</em> selama tiga musim sebelumnya, atau bisa pecah telur sebagai pelatih yang sukses mempersembahkan trofi.</p>
<p>Apa kerikil terakhir yang harus dia singkirkan, Mikel Arteta pasti sudah memahami&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Girona]]></category>
		<category><![CDATA[Hansi Flick]]></category>
		<category><![CDATA[Kerapuhan]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Penjaga Gawang]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=545386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kegamangan mengadang/ di pendakian akhir/ ketika persaingan memanas/ dan makin tajam/ inikah musuh sesungguhnya?/ rasa, jiwa, dan realita&#8230;// (Sajak “Di Puncak Pendakian”, 2026) KETEGANGANKAH yang sedang dihadapi oleh Barcelona dalam perpacuan akhir di La Liga menghadapi seteru utamanya, Real Madrid? Kita menangkap nuansa-nuansa. Ada suasana tertekan. Ada kondisi penuh ketegangan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan">Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-545388 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kegamangan mengadang/ di pendakian akhir/ ketika persaingan memanas/ dan makin tajam/ inikah musuh sesungguhnya?/ rasa, jiwa, dan realita&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Di Puncak Pendakian”, 2026)</strong></p>
<p><strong>KETEGANGANKAH</strong> yang sedang dihadapi oleh Barcelona dalam perpacuan akhir di La Liga menghadapi seteru utamanya, Real Madrid?</p>
<p>Kita menangkap nuansa-nuansa. Ada suasana tertekan. Ada kondisi penuh ketegangan. Ada kecemasan. Ada pula ketakutan. Lalu ditemukan masalah. Kedua klub “musuh bebuyutan” itu saling mengintip dan menyalip. Kita mengenal ungkapan Jawa, “<em>silih ungkih, singa lena&#8230;</em>”. saling mencari celah kelengahan lawan.</p>
<p>Dan, Barcelonakah yang tampak menghadapi ketertekanan di puncak pendakian? Ya, mirip dengan yang dihadapi Arsenal dari rongrongan Manchester City di Liga Primer.</p>
<p>Barca dan Madrid menyisakan 14 laga, dengan rivalitas perebutan trofi yang diperkirakan memanas sampai akhir.</p>
<p>Kekalahan mengejutkan Barca dari Girona pekan lalu membuat Madrid naik memimpin klasemen. Blaugrana gamang, karena ini adalah kekalahan kedua dalam sepekan. Sebelumnya, mereka dihumbalangkan Atletico Madrid 0-4 di semifinal <em>leg</em> pertama Copa del Rey.</p>
<p>Dua hasil buruk itu memunculkan tanda tanya, ada apa dengan Barca? Sedemikian mudahkah gawang Los Cules dibobol dengan gelontoran gol? Ada masalahkah pertahanan mereka yang sebenarnya punya lapis terakhir kiper setangguh Joan Garcia?</p>
<p><strong>Pengakuan Joan Garcia</strong><br />
Sang kiper mengakui, timnya perlu perbaikan di lini pertahanan. Dia menyebut Barca kebobolan terlalu banyak. Mereka baru mencatat 12 <em>cleansheet</em> dalam 38 laga, dan kebobolan 46 gol. Gawang Barca jebol pada setiap laga, dan kini sudah mencapai 25 gol.</p>
<p>“Kami para kiper berusaha menyelamatkan semua tembakan yang datang. Sayangnya, ada lebih banyak peluang daripada yang kami inginkan hari ini. Penyelamatan saya tak berarti banyak jika kami tidak meraih poin,” ujar Garcia seperti dikutip <em>Tribuna</em> (<em>detik.com</em>, 17-02-2026).</p>
<p>Menurut Joan Garcia, Barca perlu meningkatkan performa. “Kami terlalu mudah kebobolan. Kami perlu menganalisis ini. Kami memiliki waktu istirahat sekitar satu minggu tanpa laga di tengah pekan. Ini akan membantu kami menyelesaikan semuanya dan bekerja secara efektif”.</p>
<p>Barcelona kini mempersiapkan diri menjelang laga melawan Levante di pekan ke-25, Minggu besok. Mereka menempati posisi kedua klasemen dengan 58 poin dari 24 laga, dua poin di belakang Madrid yang mengalahkan Real Sociedad 4-1.</p>
<p><strong>Masalah di Pertahanan</strong><br />
Pelatih Hansi Flick juga mengakui kelemahan organisasi pertahanan. Dari keunggulan melalui gol Pau Cubarsi pada menit ke-59, akhirnya disamakan dan diungguli Girona.</p>
<p>Flick enggan membahas keputusan wasit terkait gol kedua Girona yang kontroversial, karena sebelumnya terjadi pelanggaran kepada Jules Kounde. “Saya tidak ingin berbicara tentang itu. Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua. Girona pantas menang,” katanya.</p>
<p>Dia menilai, timnya menunjukkan pertahanan yang sangat buruk, terutama dalam situasi transisi. Timnya terlalu terbuka, dan lini tengah tidak berada pada posisi yang semestinya. Ini adalah alarm yang membutuhkan penangkal secepatnya (<em>bola.com</em>, 17-02-2026).</p>
<p>Kata Flick, masalah yang dihadapi bukan hanya kesalahan individu, tetapi juga koordinasi antarlini yang lemah. Sering terlambat menutup ruang, sehingga lawan mudah merambah ke kotak penalti tanpa mendapatkan tekanan yang berarti.</p>
<p>“Tim ini belum mencapai kondisi mental dan taktik yang optimal. Kami tidak merasa nyaman dan tidak menempatkan diri dengan baik. Tim ini tidak berada dalam kondisi yang bagus sekarang. Kami harus tenang dan kembali menjadi seperti sebelumnya,” ucap pelatih asal Jerman itu.</p>
<p>Barcelona masuk ke fase persaingan dengan Real Madrid yang menuntut kesiapan sebagaimana sering mereka hadapi pada musim-musim sebelumnya. Kematangan mental dan ketenangan menjadi penopang utama dari restorasi teknis terkait pertahanan yang diketahui rapuh. Kita menunggu perbaikan apa yang akan dilakukan Flick. Selama ini, Barca dikenal sebagai tim dengan produktivitas gol tinggi, namun kini mereka disibukkan oleh kerapuhan pertahanan.</p>
<p>Fase ketegangan seperti ini memang biasa muncul pada saat-saat menentukan. Ada-ada saja masalahnya. Di Liga Primer, Arsenal mengalami dalam tiga musim terakhir. Sangat dijagokan meraih trofi, namun terpeleset di saat-saat akhir. Apakah ini adalah musim mereka untuk berjaya, seperti juga Barcelona yang berjuang mempertahankan gelar juara?</p>
<p>Lamine Yamal dkk perlu secepatnya memperbaiki kelemahan yang jarang mereka alami sebelumnya. Apakah kerapuhan pertahanan itu dipicu oleh ketegangan menghadapi persaingan yang makin membara?</p>
<p>Anda pasti paham, kondisi ini pada sisi lain, menumbuhkan kepercayaan diri bagi para rival, terutama Real Madrid&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/21/barca-kegamangan-di-akhir-perpacuan">Barca, Kegamangan di Akhir Perpacuan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 10:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Impresif]]></category>
		<category><![CDATA[Klasemen Sementara]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Narasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Olf Trafford]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pencarian bergulir tanpa batas/ satu per satu angkat tangan/ satu per satu pula angkat kaki/ dan, setiap tiba orang baru/ pertanyaan pun mengapung/ dalam harapan yang terhubung/ : diakah orangnya?// (Sajak “Manchester United”, 2026) MICHAEL Carrick, diakah orangnya? Narasi yang mempertanyakan “apakah dia orang yang cocok“, pastinya muncul setelah Manchester [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya">MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-540982 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pencarian bergulir tanpa batas/ satu per satu angkat tangan/ satu per satu pula angkat kaki/ dan, setiap tiba orang baru/ pertanyaan pun mengapung/ dalam harapan yang terhubung/ : diakah orangnya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Manchester United”, 2026)</strong></p>
<p><strong>MICHAEL</strong> Carrick, diakah orangnya?</p>
<p>Narasi yang mempertanyakan “apakah dia orang yang cocok“, pastinya muncul setelah Manchester United tampil impresif di Stadion Olf Trafford, akhir pekan lalu.</p>
<p>Penampian pertama Michael Carrick sebagai manajer interim sungguh menjanjikan. Bruno Fernandes dkk membenamkan tetangganya, Manchester City 2-0, dan merangkak ke zona Liga Champions di peringat keempat klasemen liga.</p>
<p>Ya, suksesi kepelatihan MU sejak 2013 seperti spekulasi yang hingga sekarang belum juga berhenti, mengulang pertanyaan klasik sejak 13 tahun silam, “Diakah orangnya?”</p>
<p>Sejak manajer tersukses &#8212; Sir Alex Ferguson &#8212; pensiun, MU tak pernah berhenti mengapungkan harapan untuk menemukan kembali jalan kejayaan. Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Jose Mourinho, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, Ruud van Nistelrooy (interim), hingga yang terakhir: Ruben Amorim, dan dilanjutkan pelatih interim Darren Fletcher.</p>
<p>Ke-11 nama itu hadir dengan beban pembuktian, juga spekulasi, antara keyakinan dan keraguan, antara kemampuan dan kenyataan, antara coba-coba dan kemungkinan.</p>
<p>MU adalah salah satu contoh klub yang mengalami fase penyurutan prestasi drastis setelah masa-masa kegemilangan pada era pelatih tertentu, dari 1990 hingga 2013. Catatan 13 kali juara di era Liga Primer (sejak 1992), dan 20 trofi Liga Inggris menjadi rekor yang belum tertandingi.</p>
<p><strong>Cakra Manggilingan?</strong><br />
Filsafat Jawa mengenali fenomena naik-turun itu sebagai Cakra Manggilingan. Inilah logika pusaran roda: kadang di atas, kadang di bawah. Pusaran manajemen memaknai kondisi ini sebagai refleksi kebelumcocokan figur pelatih dengan klub yang ditangani. Atau katakanlah, belum mampu mengurai persoalan yang sebenarnya sedang menyelimuti MU, dan bagaimana menerapkan jalan keluarnya. Belum ditemukan solusi dalam pergulatan proses, antara tesis, antitesis, dan sintesis.</p>
<p>Maka ketika Michael Carrick yang dipilih sebagai pelatih interim menjanjikan “selain kemenangan juga permainan yang enak dinikmati”, semua orang yang berkepentingan dengan MU kembali dibuai harapan. Juga mungkin bersikap skeptis, bersiap-siap untuk kembali diempas kekecewaan.</p>
<p>Orang bisa berpikir, “Main seadanya pun tidak masalah, yang penting menang”. Atau “Bermain sederhana tak apa-apa, tetapi bisa mengembalikan wibawa”. Atau berpikir seperti ideolog yang konsisten, “Menang, dari hasil permainan impresif”. Atau, mungkin dengan harapan minimalis, “Yang penting bisa kembali ke atmosfer elite”.</p>
<p>Bagi Michael Carrick, menerima tantangan melatih MU bagaimanapun adalah sebuah keberanian. Bukankah telah sekian nama besar yang harus menghadapi kenyataan pahit?</p>
<p>Mantan pemain The Red Devils 2006-2013 itu telah lima kali meraih trofi liga, dua kali Piala FA, sekali Liga Champions, sekali Liga Europa, dan sekali trofi dunia antarklub. Catatan ini tidak menjamin dia punya resep “cespleng” untuk mengembalikan MU ke panggung elite. Deret prestasi itu lebih ke “brand”, bahwa Carrick cukup memahami budaya juara bekas klubnya.</p>
<p>Nah, bisakah budaya juara memberi asupan modal kepada pelatih kelahiran Wall Send, Tyne and Wear, Inggris 44 tahun lalu itu dalam menangani Bruno Fernandes dkk?</p>
<p>Semasa bermain, Carrick dinilai punya kualitas unik. Dia punya peran vital dalam setiap pertandingan, namun selalu ada “di bawah bayang-bayang”. Dia konduktor orkestrasi yang menjadi pusat dan diteladani, sebagai pemimpin yang membuat respek rekan-rekannya, tetapi bukan tokoh yang menjadi sorotan utama.</p>
<p>Dia dikenal punya kecerdasan taktik, umpan akurat, dan kemampuan mengatur tempo permainan. Alex Ferguson memercayai eks pemain Tottenham Hotsur (2004-2006) itu sebagai jangkar, yang dengan konsisten dia perankan.</p>
<p><strong>Punya Modal</strong><br />
Michael Carrick punya modal dalam kiprahnya sebagai pelatih interim. Saat meneruskan tugas Ole Gunnar Solskjaer hingga akhir musim 2020-2021, dia mendampingi MU dalam tiga laga. MU mencatat dua kemenangan dan sekali imbang. MU menang 2-0 atas Real Villareal di ajang Liga Champions, dan 3-2 atas Arsenal di Liga Primer. Hasil imbang 1-1 diperoleh ketika melawan Chelsea.</p>
<p>Artinya, lima tahun lalu, pendekatan taktik Carrick bisa menyatu dengan skema MU. Dia punya modal untuk diterapkan dengan kondisi skematika baru ketika memimpin Brian Mbeumo cs, yang diawali di Old Trafford, pada pekan lalu.</p>
<p>Dalam perjalanan 11 pelatih pasca-Ferguson, sudah beragam taktik dan karakter permainan yang diterapkan untuk Setan Merah. Terakhir, “komplikasi” antara kekukuhan taktik Ruben Amorim dengan <em>mindset</em> jajaran manajemen klub berujung pemecatan pelatih asal Portugal itu ketika kontraknya baru akan berakhir 2027.</p>
<p>Carrick memang hanya manajer interim hingga musim ini berakhir. Tentu kinerjanya akan dinilai: apakah dia layak dipermanenkan, atau bernasib sama dengan 10 pelatih lain yang sudah mencoba membedah penyakit MU dari 2013 hingga sekarang.</p>
<p>Ucapan Ralf Rangnick, pelatih yang dikenal sebagai arsitek permainan <em>gegenpressing</em> masih mengiang, bahwa MU butuh “operasi jantung” untuk mengurai permasalahannya. Apakah bedah jantung itu sudah dilakukan? Apakah langkah-langkah Erik ten Hag dan Ruben Amorim sudah masuk dalam konsep bedah total Rangnick? Terbukti, para manajer setelah <em>coach</em> asal Jerman itu tidak juga mampu memperbaiki keadaan.</p>
<p>Theatre of Dream yang melekat sebagai predikat untuk Stadion Old Trafford menyiratkan betapa kuat impian dan harapan fans MU untuk sebuah kebangkitan yang lama ditunggu.</p>
<p>Apakah “kebangkitan MU” memang menunggu kehadiran sosok seperti Michael Carrick? Atau dia bakal memperpanjang daftar mereka yang berjalan gontai meninggalkan Old Trafford?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya">MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 07:17:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Tim]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih MU]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Red Devils]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS DIKSI “akhirnya&#8230;” tampak menjadi kesimpulan lazim yang menggambarkan keniscayaan, bahwa seorang pelatih bakal menghadapi kenyataan: cepat atau lambat dia bisa diberhentikan dari pekerjaannya, dari masa kontrak yang kemungkinan masih berjalan atau belum berakhir. Dia berada di posisi rentan, sering dilukiskan sebagai orang yang berjalan di “titian rambut dibelah tujuh”. Apabila bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola">Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-537971 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />DIKSI</strong> “akhirnya&#8230;” tampak menjadi kesimpulan lazim yang menggambarkan keniscayaan, bahwa seorang pelatih bakal menghadapi kenyataan: cepat atau lambat dia bisa diberhentikan dari pekerjaannya, dari masa kontrak yang kemungkinan masih berjalan atau belum berakhir.</p>
<p>Dia berada di posisi rentan, sering dilukiskan sebagai orang yang berjalan di “titian rambut dibelah tujuh”. Apabila bisa menaklukkan tantangan, dia akan berjalan lanjut. Sebaliknya, jika sedikit saja terpeleset dia bakal terpuruk ke kemungkinan terburuk. Dan, itu harus dihadapi setiap saat.</p>
<p>Industri sepak bola profesional dalam kemasan kompetisi liga, menghadirkan kenyataan, betapa hanya kemenangan yang dijadikan perburuan dan “pengakuan”. Hasil seri atau bahkan kalah adalah “kekeliruan”. Seolah-olah dunia kepelatihn berprinsip, “Aku menang maka aku ada&#8230;”</p>
<p>Sosok terbaru yang menemui kesimpulan diksi “akhirnya&#8230;” itu adalah Ruben Amorim. Pada Senin, 5 Januari 2026 dia dipecat oleh manajemen Manchester United di Liga Primer, karena hasil-hasil kurang memuaskan sejak pelatih asal Portugal itu menukangi The Red Devils pada November 2024, menggantikan Erik Ten Hag. Dia didatangkan dari Sporting CP dengan masa kontrak hingga Juli 2027 sebesar 6,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 100 miliar. Karena dia diberhentikan di tengah jalan, MU harus membayar pesangon sisa kontrak sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar.</p>
<p>Ya, akhirnya&#8230; Akhirnya Amorim diberhentikan.</p>
<p><strong>Enam Pelatih</strong><br />
Penggambaran diksi “akhirnya&#8230;”, hingga pekan ke-20 musim ini, sebelum pemecatan Ruben Amorim, dialami oleh lima pelatih di Premier League, liga yang dinilai paling prestisius di dunia itu.</p>
<p>Yang pertama adalah Nuno Espirito Santo. Dia diberhentikan oleh Nottingham Forest pada 9 September 2029. Berikutnya giliran Graham Potter yang di-PHK dari Brighton &amp; Hove Albion. Manajer asal Inggris itu dipecat setelah hanya meraih sekali kemenangan dan empat kali kalah dari lima laga.</p>
<p>Nottingham Forest juga memecat pengganti Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou pada 18 Oktober 2025. Ange, yang pernah menukangi Tottenham Hotspur, hanya bertahan 39 hari setelah gagal menang dalam delapan pertandingan.</p>
<p>Korban selanjutnya adaalah Vitor Pereira. Pelatih asal Portugal itu diberhentikan oleh Wolverhampton Wanderes, setelah hasil delapan kekalahan dan dua imbang dari 10 laga.</p>
<p>Yang cukup mengejutkan, Tahun Baru 2026 menggoreskan kisah muram Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu diberhentikan oleh Chelsea menyusul hasil buruk dalam tujuh pertandingan terakhir, hanya meraih sekali kemenangan. Padahal Maresca membawa The Blues meraih trofi Conference League dan Kejuaraan Dunia Antarkkub FIFA 2025.</p>
<p>Ruben Amorim menjadi manajer keenam yang dipecat ketika musim ini liga memasuki pekan ke-20. Bukan tidak mungkin masih akan ada manajer lain yang menjadi korban sebelum musim berakhir.</p>
<p>Dalam perjalanan MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Amorim adalah manajer kesembilan yang belum juga berhasil mengembalikan stabilitas performa klub. Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Ralf Rangnick (interim), dan Erik Ten Hag.</p>
<p>Setan Merah makin sulit menemukan orang yang cocok. Semua upaya sudah dicoba, dan Old Trafford bagai diliputi tabir gelap yang makin sulit dibuka oleh para “empu” dengan beragam ilmunya.</p>
<p>Musim ini, pelatih yang oleh Cristiano Ronaldo dijuluki sebagai Sang Penyair &#8212; karena kepiawaiannya bernarasi &#8212; itu membawa MU ke posisi keenam klasemen sementara dari 20 pertandingan Liga Inggris. Musim lalu, dengan menempati posisi ke-15 klasemen liga, MU mencatat hasil terburuk dalam sejarah Liga Primer.</p>
<p>Walaupun punya peluang untuk bersaing di papan atas, manajemen klub memutuskan mengakhiri kontrak pelatih 40 tahun itu setelah hasil seri 1-1 dengan Leeds United di Elland Road, 5 Januari lalu.</p>
<p>Simaklah pernyataan resmi klub ini, “Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Inggris, manajemen klub dengan berat hati mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk finis di posisi tertinggi di Liga Premier”.</p>
<p>Selama bergabung di Old Trafford, Amorim mendampingi MU di 63 laga, dengan statistik menang 25 kali, seri 15 kali, kalah 23 kali, mencetak 122 gol, dan kemasukan 114. Catatan terbaiknya, dia membawa Pasukan Theatre of Dream ke final Liga Europa 2024, namun kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Konflik dengan Manajemen</strong><br />
Selain hasil-hasil di luar harapan, pemicu utama pemecatan Ruben Amorim diduga adalah pernyataannya yang keras ke manajemen klub. Dia membuat statemen bernada ofensif. Amorim menenegaskan, dia adalah manajer MU, bukan sekadar pelatih. Dia tampak frustrasi dengan rencana belanja pemain di bursa bulan Januari, dan kemungkinan MU tidak mengabulkan permintaan perekrutan pemain yang cocok dengan rencana taktiknya.</p>
<p>“Saya akan melakukan pekerjaan saya, dan setiap departemen, departemen pencari bakat, direktur olahraga, mesti melakukan pekerjaan mereka. Saya melakukan pekrjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita akan menyaksikannya”.</p>
<p>“Jadi itulah maksud saya. Saya ingin menuntaskan dengan hal itu. Saya tidak akan berhenti. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai orang lain datang ke sini untuk menggantikan saya. Dan itu akan selesai dalam 18 bulan, dan kemudian orang-orang akan melanjutkan hidup. Itulah kesepakatannya. Itulah pekerjaan saya, bukan menjadi sekadar seorang pelatih,” kata Amorim kepada<em> ESPN</em> (<em>detik.com</em>, 5 Januari 2026).</p>
<p>Pernyataan itu rupanya membuat manajemen tidak nyaman, dan akhirnya berujung keputusan pemberhentian.</p>
<p>Untuk sementara, MU didampingi Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Fletcher adalah salah satu mantan gelandang The Red Devils yang berasal dari Skotlandia.</p>
<p>Nama Enzo Maresca kini banyak disebut menjadi pengganti Amorim, walaupun semula dispekulasikan sebagai kandidat kuat meneruskan pekerjaan Pep Guardiola di Manchester City. Mengapung pula nama mantan pelatih tim nasional Inggris Gareth Spouthgate, lalu Xavi Hernandez yang pernah menangani Barcelona.</p>
<p>Selain itu, disebut juga pelatih Crystal Palace Oliver Glasner, manajer Aston Villa Unai Emery, dan pelatih Bournemouth Andoni Iraola Sagama. Tak kalah menarik, nama Roberto Mancini mantan arsitek Manchester Biru disebut, dan mantan taktikus Real Madrid Zinedine Zidane.</p>
<p>Pengapungan sejumlah nama seperti itu adalah spekulasi jamak di bursa kepelatihan. Mereka adalah orang-orang yang berada di lingkaran kehidupan penuh risiko, dengan dua kemungkinan.</p>
<p>Bukankah, seperti halnya Ruben Amorim, mereka adalah “seniman” yang harus selalu siap berhadapan dengan keniscayaan: disanjung, atau tenggelam?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/06/amorim-fakta-rentan-pelatih-dalam-industri-sepak-bola">Amorim, Fakta Rentan Pelatih dalam Industri Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galau Hati Mohamed Salah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kegalauan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool Tidak Tepat]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Publik]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Patut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=533992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;// (Sajak “Galau Mo Salah”, 2025) MOHAMED Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-533997 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak bolehkah pahlawan mengeluh/ mengungkapkan galau hati/ : merasa dikambinghitamkan/ merasa disisihkan/ tak menyisakan harga/ untuk jasa-jasanya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Galau Mo Salah”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MOHAMED</strong> Salah Hamed Mahrous Ghaly disalahkan kiri-kanan. Ungkapan kegalauan hatinya, oleh sebagian orang &#8212; terutama para legenda Liverpool &#8211;, dipahami sebagai sesuatu yang tidak tepat, tidak patut disampaikan kepada publik.</p>
<p>Tak berhakkah seseorang meluapkan kegundahan, meletupkan kegalauan ketika merasa semua yang telah dia berikan tidak sepadan dihargai dan dimengerti?</p>
<p>Dia merasa menjadi pusat kesalahan, kambing hitam, dan selanjutnya dipojokkan. Realitas opini pun bisa berkembang ke tafsir subjektif: pahlawan seolah-olah tak boleh mengeluh, dan hanya berhak menerima apa pun yang terjadi, dan apa yang akan terjadi.</p>
<p>Gaduh soal Mo Salah menjadi topik paling viral di Liga Primer sejak pekan lalu. Tak peduli dia pernah dipuja-puji sebagai pusat kebergantungan tim, para pundit sepak bola, legenda The Reds, bahkan para eks pemain dari luar lingkaran Anfield berkomentar pro dan kontra. Semua bernada sama: menyalahkan Mohamed Salah.</p>
<p>Awalnya adalah komentar pemain berjejuluk Raja Mesir itu. Dengan nada pedas, dia menyampaikan dalam sebuah wawancara setelah tidak dimainkan dalam laga melawan Leeds United di Elland Road, 7 Desember lalu. Sudah tiga kali beruntun &#8212; melawan West Ham United, Sunderland, dan Leeds &#8211;, pelatih Arne Slot tidak menurunkan eks pemain Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu.</p>
<p>Salah menyatakan kekecewaannya kepada Slot, dengan mengungkit apa yang sudah dia berikan sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017. Salah juga mengisyaratkan spekulasi masa depan, dengan menyebut laga melawan Brighton &amp; Hove Albion pada Sabtu 13 Desember ini bisa menjadi momentum perpisahannya.</p>
<p>Saat ini, sebagai juara bertahan, Liverpool sedang dalam situasi sulit. Mereka berada di peringkat kesembilan. Dari 10 pertandingan terakhir, Virgil van Dijk dkk hanya tiga kali menang, dua kali imbang, dan sisanya kalah. Para pemain rekrutan mahal seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Hugo Ekitike, atau Milos Kerkez belum tampil maksimal.</p>
<p>Arne Slot menjelaskan, dia menepikan Mo Salah karena pertimbangan kebutuhan tim. Salah baru membukukan lima gol dan tiga assist dari 16 pertandingan di semua ajang. Padahal musim lalu, dia mampu mengemas 57 gol dari 52 laga. Dia juga dinilai mulai lambat dalam membantu pertahanan. Sisi kanan Liverpool sering menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan.</p>
<p>Dalam statistik, sejak memperkuat Liverpool pada 2017, dia telah menyumbang 250 gol dan 188 assist dari 400 laga. Dia tercatat sebagai top scorer sepanjang masa The Reds di bawah Ian Rush (346 gol), dan Roger Hunt (285). Semua trofi di Liga Primer dan Eropa sudah dia bendaharakan.</p>
<p><strong>Situasinya Kurang Tepat</strong><br />
Legenda Liverpool Michael Owen dalam unggahan di X menulis, “Oh, Mo Salah. Saya bisa membayangkan bagaimana perasaannya. Kamu sudah memimpin tim ini selama bertahun-tahun dan meraih semua gelar yang bisa diraih. Tetapi ini adalah permainan tim, dan kamu tidak bisa secara terbuka mengatakan apa yang kamu katakan”.</p>
<p>Owen bisa memahami apa yang dirasakan Mo Salah, tetapi mengingatkan bahwa situasinya kurang tepat.</p>
<p>Bagi Wayne Rooney, komentar Mohamed Salah merupakan kesalahan fatal. “Dia benar-benar menghancurkan warisannya di Liverpool. Akan sangat disayangkan jika dia menyiakan-nyiakan semua itu. Dia benar-benar salah,” ungkap legenda Manchester United itu seperti dikutip <em>BBC</em>. (<em>detik.com</em>, 9 Desember 2025).</p>
<p>“Waktu terus berjalan, dan musim ini dia belum tampil dalam performa terbaiknya, dalam ketajamannya. Anda ingin melihatnya bekerja keras dan berkata, ‘Oke, kalau begitu saya akan tunjukkan’,’’ kata Rooney. “Untuk memiliki arogansi mengatakan dia tidak harus berjuang keras karena dia sudah pantas mendapatkan tempatnya, Anda harus berada dalam performa terbaik setiap minggu untuk mencoba dan tetap berada di tim&#8230;”</p>
<p>Legenda Liverpool Danny Murphy mengingatkan, “Anda boleh marah, boleh frustrasi, boleh emosional, telah melakukan hal-hal luar biasa untuk klub ini, tetapi Anda harus berada di koridor klub,” ujarnya.</p>
<p>Murphy menyarankan, “Ketuk pintu manajer, pergi dan bicaralah dengan CEO atau siapa pun yang Anda butuhkan. Temui pemiliknya. Lakukan apa pun yang harus Anda lakukan. Ekspresikan rasa frustrasi Anda”.</p>
<p>Berbeda dari rata-rata legenda Liverpool, mantan kapten Stevan Gerrard memahami kekesalan Mo Salah, tetapi dia menyarankan agar Salah segera berdamai dengan Arne Slot. Menurut Gerrard, kekesalan Salah tak sepenuhnya keliru. Dia ingat, dulu Luis Suarez juga pernah berkonflik dengan manajer Brendan Rodgers, yang diselesaikan dengan baik.</p>
<p>Dia mengatakan, keliru jika Mo Salah menyebut ada pihak yang mencoba menyingkirkannya. “Dia harus menarik kata-kata itu dan menyelesaikan langsung dengan manajer. Virgil van Dijk (sebagai kapten) harus turun tangan. Dulu saya sering menyelesaikan hal-hal seperti ini demi kepentingan klub, tim, dan para suporter. Semua pemain pernah kehilangan kontrol. Ketika semuanya sudah mereda, saya yakin Mo akan berpikir, ‘Saya tidak seharusnya mengatakan itu, saya terlalu emosional’&#8230;,” kata Gerrard. (<em>detik.com</em>, 11 Desember 2025).</p>
<p><strong>Refleksi “Kegalauan”</strong><br />
Apa yang membelit hati Mo Salah saat ini, sejatinya merefleksikan “kegalauan” yang tergambar dalam permainan Liverpool sebagai tim. Sebagai juara bertahan, performa The Reds menurun drastis. Keputusan Arne Slot untuk tidak memainkan Salah patut dilihat sebagai bagian dari pertimbangan taktikal, ketika berbagai cara dan skema belum menciptakan soliditas permainan. Sedangkan Salah menanggapinya dengan merasa dia menjadi kambing hitam dibandingkan dengan apa yang selama bermusim-musim telah dia persembahkan.</p>
<p>“Kesalahan” utamanya, tentu, karena Mo Salah tidak membuat gol setidak-tidaknya seproduktif musim lalu.</p>
<p>Yang masih menjadi tanda tanya, seperti apa akhir dari kemelut Anfield ini?</p>
<p>Pertama, apakah Mo Salah bakal tampil di Piala Afrika membela tim nasional Mesir dengan performa yang membuat Arne Slot kembali mempertimbangkan menjadi elemen utama dalam skema taktiknya, setelah Salah tidak dibawa dalam laga Liga Champions melawan Internazionale Milan di San Siro. Atau justru sebaliknya?</p>
<p>Kedua, apakah bakal terjadi peredaan relasi antara sang pemain dengan Arne Slot dalam perenungan, dan titik temu taktik yang saling dipahami? Ketiga, benarkah laga melawan Brighton nanti menjadi perpisahan Mo Salah dengan Liverpool? Atau malah Slot tidak memainkannya?</p>
<p>Keempat, apakah kegalauan yang diungkapkan Salah itu menjadi semacam konsiderans bagi manajemen Liverpool untuk mengakhiri kerja sama, lalu bagaimana bentuknya?</p>
<p>Kelima, bakal bangkitkah Liverpool dalam kondisi relasi pemain dan pelatih yang seperti ini, atau perlu penyegaran untuk memulai dari nol? Tentu banyak referensi di masa lalu tentang masalah relationship yang sama dalam dinamika industri sepak bola profesional .</p>
<p>Bagi saya, kegalauan Mohamed Salah justru memperlihatkan, hati dan perasannya masih begitu kuat bertaut dengan Liverpool. Penurunan performa, dalam usia 33, bisa saja mulai dirasakan, namun bahwa dalam beberapa musim terakhir dia menjadi pilar penentu adalah realitas yang tak terbantahkan. Dia hanya membutuhkan komunikasi yang tepat untuk berelasi dengan pelatih.</p>
<p>Yakinilah, Mo Salah masih sangat penting untuk Pasukan Anfield&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/13/galau-hati-mohamed-salah">Galau Hati Mohamed Salah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Konfiden]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Reds]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya// (Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025) KETIKA menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru. The Reds mulus meraih trofi Liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-510244 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru.</p>
<p>The Reds mulus meraih trofi Liga Primer. Sementara para rival seperti Manchester City dan Manchester United terpuruk. Arsenal dan Chelsea lagi-lagi tak cukup tahan bersaing di klasemen atas untuk berebut juara.</p>
<p>Maka ketika Slot dan Liverpool memperkuat diri dengan sejumlah rekrutan mahal &#8212; seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak &#8212; mengawali musim 2025-2026, hampir semua orang berpikir klub kota pelabuhan itu bakal menjelma menjadi kekuatan tak terlawan. Terbayangkan, <em>superteam</em> Liverpool di tangan manajer sekualitas Arne Slot bakal makin <em>nggegirisi</em> di Liga Primer dan Liga Champions.</p>
<p>Nyatanya, pekan lalu Liga Primer mengetengahkan warna pilu. Liverpool melewati laga dengan catatan buruk seperti 60 tahun yang lalu. Pada 22 November di Stadion Anfield yang dikenal “angker”, sang juara bertahan dilibas Nottingham Forest 0-3.</p>
<p>Hasil itu mengulangi catatan buruk pada pekan sebelumnya di Etihad, ketika Mohamed Salah dkk takluk 0-3 di tangan tuan rumah Manchester City. Dan, pada 27 November kemarin, mereka melengkapi keterpurukan dengan kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven di Anfield, dalam <em>matchday</em> 5 Liga Champions.</p>
<p>Statistik mencatat, untuk kali pertama sejak 60 tahun terakhir, Liverpool kalah lebih dari 3 gol dalam dua laga beruntun di Liga Inggris. Terakhir kali The Reds mengalaminya pada April 1965 ketika diarsiteki manajer legendaris, Bill Shankly. Dalam status sebagai juara bertahan, Liverpool kalah 0-3 beruntun dari West Bromwich Albion dan Tottenham Hotspur.</p>
<p>Musim ini, Liverpool sudah sembilan kali kalah dari 12 pertandingan terakhir di semua ajang. Di Liga Inggris, mereka enam kali kalah dari 12 laga. Kekalahan dari Forest memerosotkan Liverpool ke posisi 11 klasemen sementara dengan 18 poin, di bawah Manchester United (18 poin) yang belum memainkan <em>matchday</em> ke-12. Kekalahan keenam dari 12 pertandingan di Liga Primer menempatkan mereka di posisi ke-11 klasemen dengan 18 poin. Ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang. Kalau ditambah dengan hasil buruk melawan PSV, lengkap sudah kebabakbeluran Pasukan Anfield.</p>
<p>Kata pelatih Arne Slot, “Kami punya banyak pemain bagus. Menjadi tugas saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Untuk saat ini saya tidak bisa. Itulah mengapa saya bilang ini tanggung jawab saya,” ujar Slot seperti dikutip <em>BBC Sport</em> (<em>detik.com</em>, 23 November 2025).</p>
<p><strong>Tak Berjalan</strong><br />
Pernyataan Slot mengisyaratkan ada “kesenjangan” antara rencana (<em>game plan</em>) dengan yang tersaji di lapangan. Antara realitas Liverpool memiliki para pemain terbaik di posisinya, dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan skema Slot. Artinya, ada renana yang tak berjalan semestinya.</p>
<p>Apa yang dihadapi Arne Slot sebenarnya juga dialami oleh para taktikus lain. Apakah itu Ruben Amorim, Enzo Maresca, Mikael Arteta, juga Pep Guardiola. Maka kita menyaksikan liga-liga Eropa seperti panggung yang mengetengahkan adu rencana, adu taktik, dan adu kejeniusan, yang kemudian tersaji sebagai produk “sesuai rencana”, “mediokritas capaian”, atau “kegagalan”.</p>
<p>Lalu apakah Arne Slot bisa disebut gagal untuk menyatukan puzzle-puzzle potensi yang seharusnya menghasilkan kehebatan sebuah tim? Jangan buru-buru memvonis pelatih asal Belanda itu, karena jangan-jangan ini adalah hukum alam kompetisi dengan segala kalkulasi yang tak bia dihitung secara matematis.</p>
<p>Slot tidak mau banyak berdalih atas periode buruk ini. Baginya, ada satu hal yang menjadi biang. Yakni Liverpool “dihukum” oleh kegagalan mereka memaksimalkan banyak peluang yang didapat.</p>
<p>Dengan <em>ball possession</em> 75-25, lebih dari 30 menit di babak pertama Virgil van Dijk dkk menekan penuh Forest, namun peluang-peluang di awal yang didapat Alexis Mac Allister dan Milos Kerkez, tak tertuntaskan sebagai gol.</p>
<p>Dia mengakui, belum pernah melihat timnya menciptakan peluang sebanyak itu. Tentu sulit dipahami, di tengah banyak kesempatan, setiap kali diserang lawan, malah begitu mudah kebobolan. Artinya, selain tumpulnya lini penyerang, realitas kerapuhan lini pertahanan juga menjadi problem bagi The Reds dalam tiga laga terakhir.</p>
<p>Dinamika kompetisi memang menciptakan kondisi yang terkadang tidak dipahami oleh tim-tim besar. Semua persiapan skematika, kedalaman skuad, dan <em>game plan</em> sudah dimatangkan, namun tak jarang tim-tim medioker dan yang kurang masuk hitungan malah menciptakan hasil “yang tidak-tidak”.</p>
<p>Frasa “yang tidak-tidak” itu menggambarkan kondisi psikologis kompetisi yang tak jarang diwarnai oleh kejutan-kejutan. Dalam logika permainan, boleh jadi yang berlangsung adalah keberhasilan menerapkan<em> counter tactic</em>, sehingga tim-tim yang dipandang sebagai “anak bawang” bisa meredam permainan tim-tim yang lebih mapan.</p>
<p>Apakah Liverpool masuk dalam logika dinamika ini? Semakin rasa percaya diri hilang karena kekalahan demi kekalahan yang menyusul, bakal semakin terasa betapa sulit bangkit dari situasi semacam ini.</p>
<p>Para manajer seperti Arne Slot mungkin sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini, namun tampaknya dia membutuhkan cukup waktu untuk mencerna dan mengurai solusi. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield menjadi bagian dari gambaran betapa Slot dihadapkan pada situasi yang tidak mudah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>