<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kedungjati Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/kedungjati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jul 2026 03:00:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Kedungjati Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cari Ikan di Sungai Tuntang, Pria Asal Kedungjati Ditemukan Meninggal Dunia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/07/07/cari-ikan-di-sungai-tuntang-pria-asal-kedungjati-ditemukan-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 03:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungjati]]></category>
		<category><![CDATA[pria tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[sungai tuntang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=568105</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Seorang pria dilaporkan tenggelam di Sungai Tuntang saat mengikuti tradisi Tubo atau mencari ikan di aliran sungai wilayah Kampung Branggah, Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Senin (6/7/2026). Dari informasi yang diterima, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tenggelam di Sungai Tuntang. Korban diketahui bernama Fajar Prasetyo (29), warga Dusun Rekesan, Desa Karanglangu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/07/cari-ikan-di-sungai-tuntang-pria-asal-kedungjati-ditemukan-meninggal-dunia">Cari Ikan di Sungai Tuntang, Pria Asal Kedungjati Ditemukan Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID)–</strong> Seorang pria dilaporkan tenggelam di Sungai Tuntang saat mengikuti tradisi Tubo atau mencari ikan di aliran sungai wilayah Kampung Branggah, Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Senin (6/7/2026).</p>
<p>Dari informasi yang diterima, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tenggelam di Sungai Tuntang.</p>
<p>Korban diketahui bernama Fajar Prasetyo (29), warga Dusun Rekesan, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati.</p>
<h6><strong>BACA JUGA ; </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2026/07/07/ukir-sejarah-baru-dua-tahun-didirikan-prodi-magister-keperawatan-unissula-raih-akreditasi-unggul-dari-lam-ptkes">Ukir Sejarah, Baru Dua Tahun Didirikan Prodi Magister Keperawatan Unissula Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes</a></strong></h6>
<p>Pria tersebut diduga tenggelam di Sungai Tuntang ketika menjalankan tradisi Tubo bersama warga yang sedang mencari ikan.</p>
<p>Peristiwa pria tenggelam di Sungai Tuntang saat tradisi Tubo itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.</p>
<p>Sebelumnya, korban berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 12.00 WIB untuk mencari ikan di sungai tersebut.</p>
<p>Sekitar pukul 12.15 WIB, korban tiba di lokasi dan bertemu dengan warga lain yang juga sedang mencari ikan.</p>
<p>Setelah berbincang singkat, korban berjalan menuju bagian aliran sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pelapor dan kedua saksi.<br />
Korban kemudian turun ke dalam sungai untuk mencari ikan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2026/07/07/generasi-pintar-yang-rapuh-mengapa-pendidikan-gagal-menjawab-tantangan-ini">Generasi Pintar yang Rapuh!  Mengapa Pendidikan Gagal Menjawab Tantangan Ini?</a></strong></h6>
<p>Sekitar 15 menit kemudian, pelapor mendengar suara seseorang berteriak meminta tolong.</p>
<p>Warga yang mendengar langsung menuju sumber suara. Namun, mereka tidak menemukan siapa pun di lokasi.</p>
<p>Merasa ada yang tidak beres karena sebelumnya bertemu dengan korban, warga menduga suara tersebut berasal dari korban.</p>
<p>Warga langsung mencari keberadaan korban di sekitar sungai, tetapi tidak menemukannya. Mereka lalu meminta bantuan warga yang berada di sekitar lokasi.</p>
<p>Salah seorang saksi kemudian menyelam ke dasar sungai dengan kedalaman sekitar empat meter. Saat penyelaman, saksi menemukan korban dalam kondisi tenggelam dan tidak sadarkan diri.</p>
<p>Korban kemudian ditarik ke permukaan dan dievakuasi ke tepi sungai bersama warga.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2026/07/07/jateng-boyong-enam-penghargaan-adinata-syariah-2026-taj-yasin-percepat-kawasan-industri-halal">Jateng Boyong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026, Taj Yasin Percepat Kawasan Industri Halal</a></strong></h6>
<p>Setelah diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernapas dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke petugas SPKT Polsek Kedungjati.</p>
<p>Polisi bersama tim terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi.</p>
<p>Plt Kapolsek Kedungjati Iptu Vika mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, korban diduga tenggelam saat mencari ikan di Sungai Tuntang.</p>
<p>&#8220;Korban diketahui berpamitan kepada orang tuanya untuk mencari ikan di Sungai Tuntang. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat turun ke sungai sebelum terdengar suara meminta tolong. Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam keadaan tenggelam dan sudah tidak bernyawa,&#8221; ujar Iptu Vika.</p>
<p>Berdasarkan identitas yang diperoleh petugas, korban lahir di Grobogan pada 15 April 1997 dan merupakan warga Dusun Rekesan RT 04 RW 07, Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2026/07/06/kota-semarang-raih-penghargaan-performa-terbaik-karnaval-budaya-nusantara-rakernas-xviii-apeksi-di-medan">Kota Semarang Raih Penghargaan Performa Terbaik Karnaval Budaya Nusantara Rakernas XVIII APEKSI di Medan</a></strong></h6>
<p>Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana. Korban diduga meninggal akibat tenggelam saat mencari ikan di aliran Sungai Tuntang.</p>
<p>Iptu Vika mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama ketika mengikuti tradisi Tubo.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika mencari ikan atau mengikuti tradisi Tubo. Perhatikan kondisi arus, kedalaman sungai, dan utamakan keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang,&#8221; kata Iptu Vika.</p>
<p>Peristiwa pria tenggelam di Sungai Tuntang saat mengikuti tradisi Tubo ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sungai.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/07/cari-ikan-di-sungai-tuntang-pria-asal-kedungjati-ditemukan-meninggal-dunia">Cari Ikan di Sungai Tuntang, Pria Asal Kedungjati Ditemukan Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunakan Alat Pancing Setrum Saat Cari Ikan, Pria di Grobogan Meninggal Dunia di Tepi Sungai</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/22/gunakan-alat-pancing-setrum-saat-cari-ikan-pria-di-grobogan-meninggal-dunia-di-tepi-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 01:07:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[alat pancing ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungjati]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pria]]></category>
		<category><![CDATA[Tersengat listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=555306</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang pria meninggal dunia diduga tersengat listrik saat menggunakan alat pancing di Sungai Temu Ireng, Desa Padas, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Selasa (21/4/2026). Peristiwa pria meninggal dunia tersengat listrik akibat alat pancing tersebut menggegerkan warga Grobogan, setelah korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di tepian sungai sekitar pukul 15.00 WIB. Warga pertama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/22/gunakan-alat-pancing-setrum-saat-cari-ikan-pria-di-grobogan-meninggal-dunia-di-tepi-sungai">Gunakan Alat Pancing Setrum Saat Cari Ikan, Pria di Grobogan Meninggal Dunia di Tepi Sungai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Seorang pria meninggal dunia diduga tersengat listrik saat menggunakan alat pancing di Sungai Temu Ireng, Desa Padas, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Peristiwa pria meninggal dunia tersengat listrik akibat alat pancing tersebut menggegerkan warga Grobogan, setelah korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di tepian sungai sekitar pukul 15.00 WIB.</p>
<p>Warga pertama kali menemukan jenazah korban dalam posisi tergeletak di pinggir sungai dengan kondisi mengenaskan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/22/joko-widodo-ketahanan-pangan-solid-kunci-kesejahteraan-warga">Joko Widodo: Ketahanan Pangan Solid Kunci Kesejahteraan Warga</a></strong></h6>
<p>Penemuan tersebut bermula saat Sutiyem, warga Desa Padas, datang ke lokasi bersama cucunya untuk mencari ikan.</p>
<p>Saat menyusuri tepian Sungai Temu Ireng, Sutiyem melihat sosok pria terbaring dan tidak bergerak.</p>
<p>Merasa curiga, ia kemudian memilih pulang dan mengajak warga lain, Yasmi, untuk kembali ke lokasi. Keduanya lalu mendatangi kembali tepian sungai guna memastikan kondisi korban.</p>
<p>Setibanya di lokasi, Sutiyem dan Yasmi mencoba memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Mereka kemudian mendekat dan memastikan kondisi korban yang ternyata sudah tidak bernyawa.</p>
<p>Setelah memastikan korban meninggal, keduanya segera meminta bantuan warga sekitar. Warga yang menerima laporan tersebut langsung meneruskannya ke Polsek Kedungjati.</p>
<p>Kapolsek Kedungjati AKP Endro Suseno menjelaskan bahwa identitas korban telah diketahui namanya.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/22/posyandu-kota-semarang-mendapat-apresiasi-dari-akademisi-california-state-university">Posyandu Kota Semarang Mendapat Apresiasi dari Akademisi California State University</a></strong></h6>
<p>&#8220;Jenazah pria yang ditemukan di pinggir Sungai Temu Ireng ini diketahui bernama Damar Zuhri, warga Dusun Dawung, Desa Padas,&#8221; jelas Kapolsek.</p>
<p>Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga korban.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban sempat berpamitan kepada istrinya sebelum kejadian.</p>
<p>&#8220;Korban sempat berpamitan untuk setrum ikan pada Senin 20 April 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, hingga pagi hari, korban belum juga pulang,&#8221; jelas Kapolsek.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/21/peringati-hari-kartini-personel-satlantas-polres-grobogan-sosialisasikan-teknik-safety-riding-di-smk-al-ishlah-pulokulon">Peringati Hari Kartini, Personel Satlantas Polres Grobogan Sosialisasikan Teknik Safety Riding di SMK Al Ishlah Pulokulon</a></strong></h6>
<p>Korban diketahui pergi ke sungai dengan membawa alat setrum untuk menangkap ikan. Hingga keesokan harinya, korban tak kunjung kembali ke rumah.</p>
<p>Korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke rumah duka.</p>
<p>Tim Inafis Polres Grobogan bersama tenaga medis Puskesmas Kedungjati melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.</p>
<p>Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka bakar pada bagian pergelangan tangan kiri dan kanan serta di bagian perut.</p>
<p>&#8220;Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Disimpulkan, penyebab korban meninggal dunia murni karena tersengat aliran listrik ikan miliknya sendiri,&#8221; tambah Kapolsek.</p>
<p>Peristiwa pria meninggal dunia tersengat listrik akibat alat pancing di Grobogan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/04/21/utbk-snbt-2026-di-universitas-diponegoro-berjalan-dengan-standar-akademik-dan-integritas-tinggi">UTBK-SNBT 2026 di Universitas Diponegoro Berjalan dengan Standar Akademik dan Integritas Tinggi</a></strong></h6>
<p>Kapolsek Kedungjati mengimbau warga untuk tidak menggunakan alat pancing berbahaya seperti setrum listrik karena berisiko tinggi.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penggunaan alat pancing yang aman jauh lebih penting demi menjaga keselamatan diri.</p>
<p>Kasus pria meninggal dunia tersengat listrik saat menggunakan alat pancing di Grobogan ini diharapkan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/22/gunakan-alat-pancing-setrum-saat-cari-ikan-pria-di-grobogan-meninggal-dunia-di-tepi-sungai">Gunakan Alat Pancing Setrum Saat Cari Ikan, Pria di Grobogan Meninggal Dunia di Tepi Sungai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Garuda di Kedungjati Grobogan Resmi Dibuka Pangdam IV Diponegoro, Ribuan Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/10/jembatan-garuda-di-kedungjati-grobogan-resmi-dibuka-pangdam-iv-diponegoro-ribuan-warga-kini-lebih-mudah-beraktivitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 07:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungjati]]></category>
		<category><![CDATA[pangdam IV diponegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=548521</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Kedungjati akhirnya menjadi jawaban atas penantian panjang warga dua desa di Kabupaten Grobogan. Jembatan yang diresmikan Pangdam IV Diponegoro ini kini menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari yang selama puluhan tahun terpisah oleh Sungai Tuntang. Peresmian Jembatan Garuda di wilayah Kedungjati tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/10/jembatan-garuda-di-kedungjati-grobogan-resmi-dibuka-pangdam-iv-diponegoro-ribuan-warga-kini-lebih-mudah-beraktivitas">Jembatan Garuda di Kedungjati Grobogan Resmi Dibuka Pangdam IV Diponegoro, Ribuan Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Kedungjati akhirnya menjadi jawaban atas penantian panjang warga dua desa di Kabupaten Grobogan.</p>
<p>Jembatan yang diresmikan Pangdam IV Diponegoro ini kini menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari yang selama puluhan tahun terpisah oleh Sungai Tuntang.</p>
<p>Peresmian Jembatan Garuda di wilayah Kedungjati tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, Senin (9/3/2026).</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/10/pendaftaran-mahasiswa-baru-universitas-semarang-diperpanjang">Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Semarang Diperpanjang</a></strong></h6>
<p>Momen ini disambut antusias masyarakat yang selama bertahun-tahun harus memutar jauh untuk beraktivitas sehari-hari.</p>
<p>Kehadiran jembatan gantung itu menjadi simbol perubahan bagi warga sekitar. Selama ini masyarakat dari kedua desa harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk menuju wilayah seberang sungai, baik untuk bekerja, sekolah maupun kegiatan ekonomi lainnya.</p>
<p>Kini akses penghubung tersebut telah terbuka. Dengan berdirinya jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Tuntang, mobilitas warga dipastikan menjadi jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.</p>
<p>Pembangunan jembatan tersebut dimulai pada 13 Januari 2026 dan berhasil diselesaikan pada 26 Februari 2026. Proses pengerjaan sempat menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat, namun proyek akhirnya dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan.</p>
<p>Jembatan yang berdiri kokoh di atas Sungai Tuntang itu memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 120 sentimeter. Meski tidak terlalu lebar, konstruksinya dirancang kuat untuk mendukung mobilitas masyarakat yang melintas setiap hari.</p>
<p>Keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi sekitar 6.418 warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial masyarakat di kawasan tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan peresmian, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang bertujuan membuka akses wilayah yang masih terisolasi.</p>
<p>“Program ini merupakan program bapak presiden untuk menghubungkan daerah-daerah yang selama ini belum tersambung akses transportasinya, bahkan ada yang terisolir karena tidak memiliki jembatan,” jelasnya.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/10/jembatan-garuda-membentang-tni-ad-hadir-untuk-rakyat">Jembatan Garuda Membentang, TNI AD Hadir untuk Rakyat</a></strong></h6>
<p>Ia menambahkan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut, TNI Angkatan Darat mendapat kepercayaan untuk menjadi pelaksana pembangunan jembatan perintis di berbagai wilayah di Indonesia.</p>
<p>Melalui Kodam IV/Diponegoro, pembangunan jembatan gantung terus dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.</p>
<p>Menurut Achiruddin, di wilayah Jawa Tengah saat ini sudah terdapat 13 titik jembatan yang berhasil dibangun dan diresmikan. Infrastruktur tersebut tersebar di berbagai daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.</p>
<p>Selain itu, masih ada puluhan titik jembatan lainnya yang sedang dalam tahap pengerjaan. Pemerintah bersama TNI menargetkan seluruh proyek tersebut dapat segera selesai sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.</p>
<p>“Sementara ini ada 29 titik yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu bulan,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa setiap pembangunan jembatan perintis ditargetkan rampung dalam waktu relatif singkat. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan akses penghubung bisa segera merasakan dampaknya.</p>
<p>“Kita ditargetkan satu jembatan maksimal selesai dalam waktu satu bulan. Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan bapak bupati untuk mencari titik-titik baru yang membutuhkan jembatan,” ujarnya.</p>
<p>Program pembangunan jembatan perintis diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah yang masih terkendala akses transportasi. Dengan demikian, kesenjangan infrastruktur antarwilayah dapat semakin berkurang.</p>
<p>Selain mempercepat mobilitas warga, kehadiran jembatan juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan diprediksi menjadi lebih lancar.</p>
<p>Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung, melainkan juga simbol harapan baru bagi masa depan desa mereka yang kini semakin terbuka.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/10/tak-perlu-khawatir-stok-pangan-di-kudus-melimpah-jelang-ramadhan">Tak Perlu Khawatir! Stok Pangan di Kudus Melimpah Jelang Ramadhan</a></strong></h6>
<p>Dengan diresmikannya Jembatan Garuda, masyarakat di Kedungjati Kabupaten Grobogan kini tidak lagi terisolasi oleh Sungai Tuntang. Infrastruktur tersebut menjadi bukti komitmen Pangdam IV Diponegoro dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.</p>
<p>Ke depan, Jembatan Garuda di Kedungjati yang diresmikan Pangdam IV Diponegoro diharapkan mampu memperkuat konektivitas desa-desa di Grobogan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi yang lebih cepat dan efisien.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/10/jembatan-garuda-di-kedungjati-grobogan-resmi-dibuka-pangdam-iv-diponegoro-ribuan-warga-kini-lebih-mudah-beraktivitas">Jembatan Garuda di Kedungjati Grobogan Resmi Dibuka Pangdam IV Diponegoro, Ribuan Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Penghubung Antardusun di Kedungjati Ambrol Diterjang Banjir, Warga Kerja Bakti</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/26/jembatan-penghubung-antardusun-di-kedungjati-ambrol-diterjang-banjir-warga-kerja-bakti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2022 12:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungjati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=287554</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU. ID) – Jembatan penghubung antardusun di Desa Deras Kecamatan Kedungjati Grobogan ambrol akibat trejangan banjir Sungai Lusi, pekan lalu. Warga pun melakukan kerja bakti memperbaiki jembatan penghubung antardusun yang ambrol akibat hujan deras ini. Mereka melakukan kerja bakti dengan suka rela untuk memperbaiki jembatan penghubung yang berlokasi di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/26/jembatan-penghubung-antardusun-di-kedungjati-ambrol-diterjang-banjir-warga-kerja-bakti">Jembatan Penghubung Antardusun di Kedungjati Ambrol Diterjang Banjir, Warga Kerja Bakti</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU. ID</strong>) – Jembatan penghubung antardusun di Desa Deras Kecamatan Kedungjati Grobogan ambrol akibat trejangan banjir Sungai Lusi, pekan lalu.</p>
<p>Warga pun melakukan kerja bakti memperbaiki jembatan penghubung antardusun yang ambrol akibat hujan deras ini.</p>
<p>Mereka melakukan kerja bakti dengan suka rela untuk memperbaiki jembatan penghubung yang berlokasi di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, dengan harapan bisa dipergunakan untuk akses antardusun di Desa Deras.</p>
<p>Menurut Camat Kedungjati, Kuspriyati, Rabu (26/10/2022), jembatan yang mengalami kerusakan atau ambrol akibat hujan deras pada pekan lalu tepatnya berada di Dusun Mundu, Desa Deras, Kecamatan Kedungjati.</p>
<p>Sehari-hari, mayoritas warga yang memanfaatkan jembatan penghubung adalah para pelajar menuju ke sekolahnya.</p>
<p>Agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah, warga melakukan kerja bakti untuk memperbaiki jembatan yang ambrol tersebut.</p>
<p>“Jembatan ini menjadi akses anak sekolah dari Desa Deras ke Desa Padas. Warga kerja bakti semampunya memperbaiki jembatan,” ujar Kuspriyati kepada wartawan.</p>
<p>Kuspriyati menambahkan, jembatan tersebut dibangun swadaya masyarakat. Nantinya, pihak Kecamatan akan mengusulkan pembangunan jembatan ini kepada forum musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang).</p>
<p>“Belum diusulkan, ya nanti pada saat di Musrenbang,” tutur Kuspriyati.</p>
<p>Sementara itu, Perangkat Desa Deras, Hasan Asngari menjelaskan, warga melakukan kerja bakti membenahi jembatan yang ambrol dengan dua tahapan.</p>
<p>Tahap pertama, warga memperbaiki bagian bagian atas jembatan terlebih dulu. Setelah itu, warga memperbaiki bagian bawah yakni pada pembersihan material sampah yang tersumbat di bawah jembatan.</p>
<p>Kerja baktinya sudah dua kali. Tapi yang bawah tidak bisa bersih,” jelas Hasan Asngari.</p>
<p>Ambrolnya jembatan penghubung antardusun di Desa Deras, Kecamatan Kedungjati, membuat warga melakukan kerja bakti memperbaiki akses yang menghubungkan antara Desa Deras dengan Desa Padas tersebut.</p>
<p>Diketahui, jembatan tersebut ambrol setelah hujan deras melanda wilayah tersebut pada pekan lalu. Tidak hanya Desa Deras saja yang terdampak banjir akibat hujan deras pekan lalu.</p>
<p>Beberapa desa di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan ini turut terdampak banjir, antara lain di Desa Jumo, Padas, Wates dan Ngombak. Banjir tersebut dikarenakan luapan Sungai Tuntang.</p>
<p><strong>Tya Wiedya</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/26/jembatan-penghubung-antardusun-di-kedungjati-ambrol-diterjang-banjir-warga-kerja-bakti">Jembatan Penghubung Antardusun di Kedungjati Ambrol Diterjang Banjir, Warga Kerja Bakti</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
