blank
Pedagang beras di Pasar Baru Kudus. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan ketersediaan stok bahan pangan menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2026 dalam kondisi aman. Meski demikian, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran masih terpantau fluktuatif.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetya, mengatakan hasil pendataan terbaru menunjukkan hampir seluruh komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat tersedia dalam jumlah mencukupi.

“Hasil pendataan kami menunjukkan hampir semua komoditas bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat tersedia dalam jumlah aman,” ujarnya di Kudus, Senin.

Berdasarkan data per Februari 2026, ketersediaan berbagai komoditas pangan di Kabupaten Kudus cukup melimpah. Stok beras tercatat mencapai 29.529 ton, bawang merah 258 ton, bawang putih 209 ton, gula konsumsi 2.262 ton, telur ayam 4.573 ton, serta minyak goreng kemasan sederhana 788 ton.

Selain itu, komoditas lainnya juga tersedia dalam jumlah memadai. Di antaranya cabai besar 223 ton, cabai rawit merah 157 ton, daging sapi 183 ton, daging ayam 857 ton, kedelai 742 ton, dan jagung 1.947 ton.

Didik menegaskan, ketersediaan pangan tersebut tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga dipastikan aman hingga momentum Lebaran 2026.

“Kami pastikan hingga Lebaran 2026 stok tetap aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Ia menambahkan, dalam satu bulan ke depan stok pangan di Kabupaten Kudus juga diproyeksikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara berkala karena ketersediaan dan distribusi bahan pangan bersifat dinamis.

Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, Pemkab Kudus juga menjalin komunikasi dengan para petani agar memprioritaskan kebutuhan masyarakat lokal sebelum menjual hasil panen ke luar daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga rutin menggelar gerakan pangan murah dengan menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga lebih terjangkau.

Program tersebut dilakukan dengan menggandeng Perum Bulog melalui beras berlabel Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Tak hanya beras, sejumlah komoditas lain juga dijual dengan harga lebih rendah dalam program tersebut, seperti telur ayam, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, hingga gula pasir.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat Kudus dapat memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadhan dan Lebaran 2026 tanpa kendala.

Ali Bustomi