<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hutan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/hutan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2026 06:10:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Hutan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Angkut Kayu Jati Tanpa Dokumen, Pria Asal Wirosari Ini Diamankan Polisi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/09/angkut-kayu-jati-tanpa-dokumen-pria-asal-wirosari-ini-diamankan-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 06:10:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Logging]]></category>
		<category><![CDATA[KPH Purwodadi]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian Kayu]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan liar]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[Wirosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558653</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Tindakan illegal logging di kawasan hutan area Perhutani KPH Purwodadi kembali terjadi. Aparat kepolisian dari Polsek Wirosari mengamankan seorang pria asal Desa Dokoro Wirosari, Grobogan, setelah kedapatan mengangkut kayu jati tanpa dokumen resmi dari kawasan hutan milik Perhutani KPH Purwodadi. Pengungkapan kasus  illegal logging di wilayah KPH Purwodadi itu terjadi setelah petugas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/angkut-kayu-jati-tanpa-dokumen-pria-asal-wirosari-ini-diamankan-polisi">Angkut Kayu Jati Tanpa Dokumen, Pria Asal Wirosari Ini Diamankan Polisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Tindakan illegal logging di kawasan hutan area Perhutani KPH Purwodadi kembali terjadi.</p>
<p>Aparat kepolisian dari Polsek Wirosari mengamankan seorang pria asal Desa Dokoro Wirosari, Grobogan, setelah kedapatan mengangkut kayu jati tanpa dokumen resmi dari kawasan hutan milik Perhutani KPH Purwodadi.</p>
<p>Pengungkapan kasus  illegal logging di wilayah KPH Purwodadi itu terjadi setelah petugas menerima laporan adanya kendaraan yang dicurigai membawa hasil hutan ilegal dari kawasan hutan tersebut.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/09/kehadiran-bantuan-operasional-satuan-pendidikan-sangat-ditunggu">Kehadiran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Sangat Ditunggu</a></strong></h6>
<p>Mendapatkan laporan tersebut, polisi kemudian bergerak cepat bersama petugas Perhutani untuk melakukan pengecekan di lapangan.</p>
<p>Pria yang diamankan diketahui berinisial SH (25), warga Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Ia diduga terlibat dalam pengangkutan kayu jati hasil penebangan liar dari kawasan hutan negara.</p>
<p>Kayu tersebut diduga berasal dari petak 58F RPH Tumpuk BKPH Tumpuk KPH Purwodadi yang berada di wilayah Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari.</p>
<p>Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Hariyanto mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari informasi yang diterima anggota Polisi Kehutanan Mobile KPH Purwodadi.</p>
<p>“Petugas Polhut Mob KPH Purwodadi saat itu sedang melakukan patroli di wilayah alur petak 55 dan petak 57 RPH Tlogomanik BKPH Pojok KPH Purwodadi. Mereka kemudian menemukan sebuah kendaraan truk engkel warna kuning yang membawa potongan kayu jati,” ujar Kapolsek Wirosari, Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Petugas kemudian menghentikan kendaraan truk Mitsubishi Colt FE 104 bernomor polisi K-9504-UP yang dikemudikan SH.</p>
<p>Saat pemeriksaan dilakukan, pengemudi tidak mampu menunjukkan dokumen resmi terkait legalitas maupun asal-usul kayu jati yang diangkutnya.</p>
<h6><strong>Interograsi</strong></h6>
<p>Menindaklanjuti hal tersebut, polisi selanjutnya melakukan interogasi awal terhadap terlapor guna mengetahui asal kayu tersebut.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, SH mengakui bahwa kayu jati yang dibawanya berasal dari kawasan hutan petak 58F RPH Tumpuk BKPH Tumpuk KPH Purwodadi di Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari.</p>
<p>Mendapat pengakuan itu, anggota Polsek Wirosari bersama petugas Perhutani langsung menuju lokasi yang disebutkan oleh terlapor.</p>
<p>Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah tunggak pohon jati yang diduga baru saja ditebang.</p>
<p>Temuan tunggak pohon itu memperkuat dugaan bahwa telah terjadi penebangan liar di kawasan hutan milik Perhutani tanpa izin resmi.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/09/waduh-pekerja-bangunan-di-smpn-3-purwodadi-tersengat-kabel-listrik-begini-kronologinya">Waduh! Pekerja Bangunan di SMPN 3 Purwodadi Tersengat Kabel Listrik, Begini Kronologinya</a></strong></h6>
<p>Petugas kemudian melakukan pencocokan antara kayu yang diangkut dengan lokasi penebangan di kawasan hutan tersebut.</p>
<p>Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat 11 batang kayu jati yang diduga merupakan hasil illegal logging dari kawasan hutan negara.</p>
<p>Kayu-kayu itu selanjutnya diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut.</p>
<p>Selain mengamankan barang bukti kayu jati, polisi juga menyita kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut hasil hutan tersebut.</p>
<h5><strong>Kerugian Material</strong></h5>
<p>Akibat aksi penebangan liar itu, Perum Perhutani KPH Purwodadi mengalami kerugian material mencapai Rp7,9 juta lebih.</p>
<p>Kerugian tersebut dihitung berdasarkan jumlah dan jenis kayu jati yang diambil secara ilegal dari kawasan hutan negara.</p>
<p>Kapolsek Wirosari menegaskan bahwa kasus illegal logging menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena berdampak luas terhadap lingkungan.</p>
<p>“Penebangan liar dan pengangkutan hasil hutan tanpa dokumen resmi merupakan pelanggaran hukum yang dapat merusak ekosistem hutan. Kami akan menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam praktik illegal logging,” tegas AKP Sapto.</p>
<p>Menurutnya, praktik penebangan liar tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi negara, tetapi juga mengancam kelestarian kawasan hutan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/05/08/binus-semarang-bekali-mahasiswa-dengan-ai-experience-pendekatan-digital-transformation">BINUS @Semarang Bekali Mahasiswa dengan AI Experience, Pendekatan Digital Transformation</a></strong></h6>
<p>Karena itu, pihak kepolisian terus meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah kawasan hutan yang rawan terjadi pencurian kayu.</p>
<p>Polsek Wirosari juga terus berkoordinasi dengan Perhutani serta instansi terkait guna mencegah praktik <em>illegal logging</em> di wilayah Grobogan.</p>
<p>Kapolsek Wirosari juga mengimbau agar masyarakat ikut membantu menjaga kawasan hutan di wilayah KPH Purwodadi dengan tidak melakukan tindakan <em>illegal logging</em>.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan penebangan liar maupun membantu aktivitas pengangkutan kayu ilegal,&#8221; pungkas Kapolsek Wirosari.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/angkut-kayu-jati-tanpa-dokumen-pria-asal-wirosari-ini-diamankan-polisi">Angkut Kayu Jati Tanpa Dokumen, Pria Asal Wirosari Ini Diamankan Polisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perhutani Optimalkan Lahan Hutan untuk Tebu Giling, Kolaborasi dengan PG Trangkil dan LMDH</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/06/perhutani-optimalkan-lahan-hutan-untuk-tebu-giling-kolaborasi-dengan-pg-trangkil-dan-lmdh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 11:42:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[KPH Purwodadi]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[tebu giling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=488827</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Perhutani Kesatuan  Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan tebu giling. Penandatanganan tersebut yakni bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tapak Bimo Lestari dan Pabrik Gula (PG) Trangkil. Penandatanganan berlangsung di Kantor BKPH Linduk pada Selasa (05/08/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/06/perhutani-optimalkan-lahan-hutan-untuk-tebu-giling-kolaborasi-dengan-pg-trangkil-dan-lmdh">Perhutani Optimalkan Lahan Hutan untuk Tebu Giling, Kolaborasi dengan PG Trangkil dan LMDH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Perhutani Kesatuan  Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan tebu giling.</p>
<p>Penandatanganan tersebut yakni bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tapak Bimo Lestari dan Pabrik Gula (PG) Trangkil. Penandatanganan berlangsung di Kantor BKPH Linduk pada Selasa (05/08/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Perhutani KPH Purwodadi yang mewakili Administratur KPH Purwodadi, didampingi jajaran Tim Pengembangan Bisnis, Kepala BKPH Linduk, Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari, serta perwakilan dari PG Trangkil.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2025/08/06/polsek-godong-dan-satpol-pp-amankan-tiga-pasangan-tak-resmi-dalam-razia-kos">Polsek Godong dan Satpol PP Amankan Tiga Pasangan Tak Resmi dalam Razia Kos</a></strong></h6>
<p>Melalui MoU ini, para pihak menyepakati pemanfaatan lahan hutan seluas 16,0 hektare yang terbagi di dua lokasi.</p>
<p>Kedua lokasi yakni padda petak 193 D-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plososenjayan seluas 8,0 ha dan petak 189-2 RPH Carat seluas 8,0 ha.</p>
<p>Penanaman tebu akan dilaksanakan melalui skema kemitraan antara Perhutani dan LMDH Tapak Bimo Lestari.</p>
<p>Seluruh hasil panen direncanakan disalurkan ke PG Trangkil sebagai pasokan bahan baku gula nasional.</p>
<p>Kasi Produksi dan Ekowisata Perhutani KPH Purwodadi, Kastur, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.</p>
<p>“Kami mengoptimalkan lahan hutan untuk mendukung produksi pangan nasional. Sinergi ini juga memperkuat hubungan antara Perhutani, masyarakat, dan pelaku industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Kastur.</p>
<p>Sementara itu, Enggar, perwakilan dari PG Trangkil, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyatakan bahwa PG Trangkil sudah beberapa kali bekerja sama dengan LMDH binaan KPH Purwodadi.</p>
<p>“Sebelumnya kami telah menjalin kemitraan serupa di BKPH Karangasem dan Tumpuk dengan total luas 63,76 hektare. Kami terus membuka ruang kolaborasi dengan Perhutani untuk mendorong swasembada gula nasional,” jelasnya.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2025/08/06/restorative-justice-di-grobogan-mahasiswa-pencuri-iphone-dimaafkan-tuntutan-dihentikan">Restorative Justice di Grobogan: Mahasiswa Pencuri iPhone Dimaafkan, Tuntutan Dihentikan</a></strong></h6>
<p>Di waktu yang sama, Ketua LMDH Tapak Bimo Lestari, Gunawan, menyambut baik kemitraan ini. Ia melihat peluang besar dalam meningkatkan produktivitas hutan dan ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Bermitra dengan Perhutani dan PG Trangkil menambah semangat kami untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan anggota LMDH,” katanya.</p>
<p>Perhutani berharap kerja sama ini tidak hanya memperkuat penyediaan bahan baku industri gula, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan tersebut.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/06/perhutani-optimalkan-lahan-hutan-untuk-tebu-giling-kolaborasi-dengan-pg-trangkil-dan-lmdh">Perhutani Optimalkan Lahan Hutan untuk Tebu Giling, Kolaborasi dengan PG Trangkil dan LMDH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ditemukan Tengkorak Manusia dan Pakaian di Hutan Balapulang Tegal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/15/ditemukan-tengkorak-manusia-dan-pakaian-di-hutan-balapulang-tegal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2025 15:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[balapulang]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten-tegal]]></category>
		<category><![CDATA[tengkorak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=456427</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211; Telah ditemukan tengkorak dan tulang belulang manusia bersama pakaian ditemukan di hutan Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Penemuan tengkorak dan pakaian tersebut sempat viral di medsos namun belum ada laporan. Tulang berikut tengkorak manusia ini ditemukan di kawasan hutan masuk wilayah Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Tengkorak itu pertama kali [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/15/ditemukan-tengkorak-manusia-dan-pakaian-di-hutan-balapulang-tegal">Ditemukan Tengkorak Manusia dan Pakaian di Hutan Balapulang Tegal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Telah ditemukan tengkorak dan tulang belulang manusia bersama pakaian ditemukan di hutan Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Penemuan tengkorak dan pakaian tersebut sempat viral di medsos namun belum ada laporan.</p>
<p>Tulang berikut tengkorak manusia ini ditemukan di kawasan hutan masuk wilayah Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Tengkorak itu pertama kali ditemukan oleh Slamet pada Jumat (10/1/2025) lalu sekitar pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Kapolsek Balapulang, Iptu Heri Suroyo membenarkan adanya temuan tengkorak. Tengkorak itu kini berada di rumah sakit dan dalam penyelidikan kepolisian.</p>
<p>&#8220;Tengkorak ditemukan pertama oleh buruh tani Slamet (46) saat perjalanan pulang cari kayu bakar dalam hutan di petak 71 Kaligimper,&#8221; kata Iptu Heri saat dihubungi, Rabu (15/01/2025).</p>
<p>Selain tengkorak dan tulang, ditemukan pula pakaian berupa kaos hitam bertuliskan Pencak Silat, celana panjang blue jeans dan ikat pinggang.</p>
<p>&#8220;Saat ditemukan kepala tengkorak, ada pakaian. Tapi belum diketahui jenis kelamin dan perkiraan umur. Pakaiannya pakaian pria, kaos dan celana panjang,&#8221; kata Heri.</p>
<p>Heri mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa identitas tengkorak tersebut. Pihaknya menginformasikan jika ada warga  yang kehilangan anggota keluarganya bisa menghubungi pihak kepolisian.</p>
<p>Pihaknya saat ini sudah berupaya menyebar ke media mass dan medsos apabila ada warga yang kehilangan anggota keluarga. Polisi juga mendalami informasi pernah adanya kegiatan pertandingan pencak silat. Karena dari pakaian sepertinya seragam panitia.</p>
<p>&#8220;Untuk itu Polisi juga akan mencari informasi beberapa perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kabupaten Tegal,&#8221; ujar Heri.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/15/ditemukan-tengkorak-manusia-dan-pakaian-di-hutan-balapulang-tegal">Ditemukan Tengkorak Manusia dan Pakaian di Hutan Balapulang Tegal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Datangi Rembang, Kaesang Pangarep Dengarkan Keluhan Para Petani Hutan di Taman Pantai Kartini</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/18/datangi-rembang-kaesang-pangarep-dengarkan-keluhan-para-petani-hutan-di-taman-pantai-kartini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2023 23:15:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[KAESANG PANGAREP]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Pantai Kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=388811</guid>

					<description><![CDATA[<p>REMBANG (SUARABARU.ID) – Para petani di Rembang mengeluarkan keluhannya di hadapan Kaesang Pangarep pada Minggu (17/12/2023). Mereka mengeluarkan aspirasinya kepada Kaesang Pangarep di Taman Pantai Kartini. Dalam kegiatan ini, Kaesang Pangarep didampingi istrinya, Erina Gudono untuk mendengarkan keluhan para petani lewat acara Ngopi Bareng Mas Kaesang. Hal ini dilakukan Kaesang Pangarep secara pribadi. Dalam kegiatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/18/datangi-rembang-kaesang-pangarep-dengarkan-keluhan-para-petani-hutan-di-taman-pantai-kartini">Datangi Rembang, Kaesang Pangarep Dengarkan Keluhan Para Petani Hutan di Taman Pantai Kartini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>REMBANG (SUARABARU.ID)</strong> – Para petani di Rembang mengeluarkan keluhannya di hadapan Kaesang Pangarep pada Minggu (17/12/2023). Mereka mengeluarkan aspirasinya kepada Kaesang Pangarep di Taman Pantai Kartini.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, Kaesang Pangarep didampingi istrinya, Erina Gudono untuk mendengarkan keluhan para petani lewat acara Ngopi Bareng Mas Kaesang. Hal ini dilakukan Kaesang Pangarep secara pribadi.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Kaesang Pangarep mendengarkan banyak keluhan para petani. Beberapa keluhan yang disampaikan para petani terkait dengan persoalan pupuk bersubsidi.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2023/12/18/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-tari-topeng-ireng-di-car-fee-day-semarang">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Tari Topeng Ireng di Car Fee Day Semarang</a></strong></span></p>
<p>&#8220;Kalau komunitas ada datanya komplit, KTP-nya semua ada harus punya hak untuk pupuk subsidi,&#8221; terang Kaesang Pangarep.</p>
<p>Beberapa petani lainnya mempersoalkan akses jalan yang memprihatinkan. Bahkan, mereka mendesak segera untuk menerbitkan SK Perhutanan Sosial dan engharapkan bantuan program agroforesty berupa bibit buah.</p>
<p>&#8220;Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora memiliki potensi wisata. Alamnya mendukung, konsep Desa Gandu salah satu desa wisata kabupaten Blora. Mewujudkan itu, KTH kami merencanakan jangka dekat yaitu penanaman pohon buah. Akses jalan ke desa Gandu perlu diperhatikan,&#8221; jelas seorang petani bernama Agus.</p>
<p>Terkait dengan keluhan para petani ini, Kaesang Pangarep menawarkan beberapa solusi diantaranya kerjasama dengan pihak ketiga. Dia juga berupaya menyambungkan dengan pihak terkait untuk menjawab permasalahan para petani.</p>
<p>&#8220;Saya akan mengupayakan dengan dinas terkait, dengan pertanian, dengan LHK, ATR/BPR. Sehingga tidak ada konflik lain. Pokoknya kami mencoba pecahkan masalah itu satu persatu,&#8221; ujar Kaesang Pangarep.</p>
<p><strong>Secara Pribadi</strong></p>
<p>Kedatangan Kaesang Pangarep untuk Ngopi Bareng bersama para petani di Rembang ini dilakukan secara pribadi, bukan sebagai Ketua Umum PSI. Kaesang Pangarep sendiri ingin menemui rakyat yang selama ini mendukung ayahnya, Joko Widodo.</p>
<p>Koordinator Semut Ireng Kabupaten Rembang, Miarizky mengatakan kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan partai ataupun Capres Cawapres.</p>
<p>&#8220;Mas Kaesang murni turun ke masyarakat mendengarkan keluh kesah petani hutan Rembang. Ini kita bikin kegiatan santai, yaitu Ngopi Bareng Mas Kaesang,&#8221; ungkap Miarizky.</p>
<p>Masyarakat penerima manfaat dari perhutanan sosial kurang lebih sebanyak 67 ribu orang. Sebanyak 157 kelompok petani datang dan mereka didamping oleh Perkumpulan Rejo Seut Ireng. Selain Rembang juga terdapat perwakilan dari Kabupaten Pati, Blora dan Rembang. Beberapa juga perwakilan dari Pati dan Bojonegoro.</p>
<p>&#8220;Masyarakat sangat antusias. Mereka berbondong-bondong menggunakan truk, bus mini. Ya seluruh kendaraan dipakai bahkan ada juga yang menggunakan kendaraan bermotor,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, pembina Rejo Semut Ireng , Harsono mengaku bahwa kegiatan ini mendadak, persiapan hanya dalam waktu dua hari saja. Pihaknya melakukan pengumpulan massa secara singkat dan ribuan massa memenuhi Taman Pantai Kartini.</p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca juga </span><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://suarabaru.id/2023/12/18/ini-yang-menjadi-pemicu-terjadinya-kekerasan-pada-anak-dan-perempuan">Tim PkM USM Beri Pendampingan Penggunaan Tas Kemasan Produk yang Ramah Lingkungan ke Pelaku UMKM Kue Moci Najah</a></span></strong></p>
<p>&#8220;Acara memang mendadak. Kita mendengar Mas Kaesang turun ke Rembang. Dalam waktu dua hari ini kita melakukan koordinasi maka kita berangkatkan 1500-an petani hutan,&#8221; bebernya.</p>
<p>Dalam ngopi bareng membahas tentang problematika yang dialami petani hutan, diantaranya program Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) Perhutanan Sosial dan masalah pupuk. Termasuk perpres 28 tahun 2023 tentang Perencanaan terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.</p>
<p>&#8220;Ada diskriminasi masyarakat petani hutan meskipun ada Perpres nomor 28, tapi implementasi di lapangan penerjemahan pihak terkait tidak serius untuk memberikan pupuk bersubsidi kepada petani hutan. Petani masih merasa termarjinalkan,&#8221; tutup Harsono.</p>
<p><strong><em>Tya Wiedya</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/18/datangi-rembang-kaesang-pangarep-dengarkan-keluhan-para-petani-hutan-di-taman-pantai-kartini">Datangi Rembang, Kaesang Pangarep Dengarkan Keluhan Para Petani Hutan di Taman Pantai Kartini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 05:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[slawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=380835</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) – Kondisi kawasan hutan lindung di kaki Gunung Slamet kian mengkhawatirkan. Sebagian besar hutan tersebut rusak akibat perambahan untuk aktivitas pertanian. Gerakan penghijauan dengan penanaman pohon disertai penegakan hukum yang tegas diharapkan jadi solusi. Hal ini mengemuka saat berlangsung rapat koordinasi upaya penyelesaian penanganan hutan lindung pasca perambahan oleh masyarakat yang digelar di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak">Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID) –</strong> Kondisi kawasan hutan lindung di kaki Gunung Slamet kian mengkhawatirkan. Sebagian besar hutan tersebut rusak akibat perambahan untuk aktivitas pertanian. Gerakan penghijauan dengan penanaman pohon disertai penegakan hukum yang tegas diharapkan jadi solusi. Hal ini mengemuka saat berlangsung rapat koordinasi upaya penyelesaian penanganan hutan lindung pasca perambahan oleh masyarakat yang digelar di Ruang Rapat Bupati Tegal,  Rabu (01/11/2023).</p>
<p>Kerusakan kawasan hutan lindung berketinggian 1.900-2.200 meter di atas permukaan laut yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Tegal luasnya mencapai 48 hektare. Sedangkan di wilayah administrasi Kabupaten Brebes luasnya 106 hektare. Sebelumnya, penyerobotan lahan hutan oleh warga desa untuk ditanami kentang juga dilakukan di kawasan hutan produksi yang luasnya ratusan hektare. Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi.</p>
<p>Dari tampilan citra satelit tahun 2018, kerusakan hutan di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa sudah mencapai ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut atau sekitar 5,5 kilometer jaraknya dari puncak Gunung Slamet.</p>
<p>Bupati Tegal Umi Azizah mengaku prihatin melihat kondisi lahan kritis di kawasan hutan ini. Selain berpotensi mengakibatkan bencana banjir bandang seperti yang pernah terjadi di Pancuran 13 objek wisata Guci dan di Dukuh Kalipedes, Desa Sigedong beberapa waktu lalu, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat luas juga nyata adanya.</p>
<p>Ini tidak terlepas dari fungsi kawasan tersebut sebagai area tangkapan air air hujan sekaligus penyaring emisi gas karbon untuk meredam dampak pemanasan global. Saat ini, debit sejumlah mata air yang terdekat dengan kawasan permukiman warga Dukuh Sawangan mulai menurun, sehingga mereka pun mencari sumber mata air lainnya yang berbatasan dengan hutan lindung yang berjarak 6,5 kilometer dari permukiman warga.</p>
<p>“Debit mata air di Sawangan mulai berkurang. Sementara kebutuhannya terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Sehingga mereka harus mencari alternatif sumber mata air lain yang jaraknya 6,5 kilometer jauhnya dari permukiman,” kata Umi.</p>
<p>Jika situasi ini tidak segera ditanggulangi, fungsi ekologi hutan dapat terganggu, termasuk ancaman penurunan debit sejumlah mata air di wilayah Bumijawa selama ini dikelola pemerintah daerah melalui BUMD PT Tirta Utama Jawa Tengah untuk memasok kebutuhan air minum warga Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.</p>
<p>Di sini diperlukan sinergi peran seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan laju deforestasi dan memulihkan lahan hutan. Menurutnya akar permasalahan konflik warga desa dengan hutan harus segera ditanggulangi, baik melalui pendekatan jangka pendek, menengah, maupun panjang.</p>
<p>Umi mengatakan, tekanan warga terhadap hutan untuk perluasan lahan pertanian akan semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk desa. Sehingga peningkatan literasi pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini melalui pendekatan kurikulum sekolah. Tujuan jangka panjangnya adalah mencegah lahirnya generasi petani baru menyerobot lahan hutan karena tidak kebagian lahan untuk bertani.</p>
<p>“Kerusakan hutan adalah ancaman serius. Butuh sinergi peran seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan laju deforestasi ini dan memulihkan lahan hutan lindung maupun hutan produksi,” tandasnya.</p>
<p>Dirinya pun berharap, pemuda setempat mampu berperan menjadi katalisator bagi lingkungan sosialnya untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan. Menurutnya, ada peluang ekonomi dari kegiatan wisata pendakian ke Gunung Slamet melalui jalur Sawangan yang dapat dikelola pemuda setempat selain peluang ekonomi lainnya yang tidak merusak hutan.</p>
<p>Law enforcement oleh aparat kepolisian dan polisi hutan terhadap aksi penjarahan hutan menjadi aspek penting yang harus diterapkan. “Saya mendukung upaya penegakan hukum setelah pendekatan kepada pemeritah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dilakukan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Sohirin menuturkan penegakan hukum oleh aparat kepolisian sudah lebih dulu ditegaskan oleh Kapolres Brebes untuk penanganan kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Brebes. “Harapan kami, kita bisa sama-sama bergerak, baik yang di Brebes maupun Kabupaten Tegal,” lanjutnya.</p>
<p>Pada langkah awal ini, pihaknya bersama stakeholders telah melakukan penutupan lahan hutan dengan memasang patok batas dan banner larangan bercocok tanam di kawasan hutan lindung. Terhitung akhir November 2023 ini sudah tidak ada petani yang menanam sayuran di lahan hutan lindung. Dirinya pun meminta masyarakat aktif menyampaikan laporannya ke Polsek terdekat ataupun Perhutani jika masih menemukan pelanggaran.</p>
<p>Sedangkan untuk menekan risiko kegagalan penanaman pohon karena ulah warga yang tidak bertanggungjawab, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat desa.</p>
<p>Kegiatan penanaman pohon akan dilakukan pada areal lahan hutan lindung seluas 10 hektare di wilayah Kabupaten Tegal dan 20 hektare di Kabupaten Brebes. Pembiayaan kegiatan ini akan difasilitasi PT Tirta Utama Jawa Tengah, Perumda Air Minum Tirta Baribis Kabupaten Brebes, Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal dan Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal senilai Rp 120 juta.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak">Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Sumbing, 88 Pendaki Dievakuasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/02/ribuan-personel-gabungan-dikerahkan-padamkan-kebakaran-hutan-di-lereng-gunung-sumbing-88-pendaki-dievakuasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 13:26:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Diterjunkan]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[lereng gunung Sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[pemadaman kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[polda jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan personel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=364471</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID) &#8211; Ribuan personel gabungan TNI-Polri dan relawan bersama instansi terkait melakukan pemadaman kebakaran hutan. Peristiwa itu terjadi di lereng gunung Sumbing BKPH Kedu Utara, Wonosobo, tepatnya pada petak 29 RPH Klesman dengan posisis koordinat di -7.3936 LS dan 110.06358 BT. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu Setianto menuturkan, pemadaman dilakukan sejak sebelum [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/02/ribuan-personel-gabungan-dikerahkan-padamkan-kebakaran-hutan-di-lereng-gunung-sumbing-88-pendaki-dievakuasi">Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Sumbing, 88 Pendaki Dievakuasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Ribuan personel gabungan TNI-Polri dan relawan bersama instansi terkait melakukan pemadaman kebakaran hutan.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi di lereng gunung Sumbing BKPH Kedu Utara, Wonosobo, tepatnya pada petak 29 RPH Klesman dengan posisis koordinat di -7.3936 LS dan 110.06358 BT.</p>
<p>Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu Setianto menuturkan, pemadaman dilakukan sejak sebelum subuh hingga siang hari.</p>
<p>Personel gabungan, terangnya, memadamkan api dengan menggunakan berbagai alat pemadam termasuk alat pemadaman api ringan (APAR) serta melakukan pemotongan semak dan ranting untuk mencegah api menyebar luas.</p>
<p>&#8220;Selain itu, petugas juga mengevakuasi 88 pendaki yang sebelumnya sudah ter-registrasi di base camp Lamuk, base camp Bowongso dan basecamp Dusun Garung. Mereka semua dalam keadaan selamat,&#8221; kata Satake Bayu, Sabtu (2/9/2023).</p>
<p>Untuk memastikan kebakaran tak meluas, Satake Bayu menegaskan, Polda Jateng akan menyiagakan personel termasuk personel Brimob dan reserse.</p>
<p>&#8220;Satu tim Resmob dan satu tim dari Ditreskrimum sudah meluncur ke Wonosobo untuk mengantisipasi tindak pidana yang terjadi,&#8221; tegasnya</p>
<p>&#8220;Sedangkan personel Polresta Magelang, melakukan patroli penyisiran untuk memastikan kebakaran tidak meluas ke arah Magelang,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dikatakan, Polda Jateng juga akan mendatangkan helikopter dari Baharkam untuk mendukung patroli di sekitar lokasi kebakaran hutan.</p>
<p>&#8220;Untuk memantau bila masih ada titik-titik api sekaligus dapat digunakan untuk mengangkut personel bila dibutuhkan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Untuk pemantauan perkembangan situasi telah kita koordinasikan juga dengan BPBD dan BNPB Jateng. Semoga situasi betul-betul terkendali,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/02/ribuan-personel-gabungan-dikerahkan-padamkan-kebakaran-hutan-di-lereng-gunung-sumbing-88-pendaki-dievakuasi">Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Sumbing, 88 Pendaki Dievakuasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Angin</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/19/belajar-dari-angin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 06:34:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[angin]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=149987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Gabriela Sabatini ANGIN senantiasa berembus dari lembah menuju kaki-kaki bukit, berderu menyentuh dedaunan dan ranting-ranting pohon. Beranjak tinggi dan rendah dalam keriuhan alami. Ketika matahari menyingsing, angin menyisir kegelapan di balik lereng-lereng curam. Menjatuhkan embun pagi ke relung jurang terdalam. Dalam suasana itu, burung-burung berangkat dari sarangnya, melanglang buana mencari penghidupan. Manusia tak luput [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/19/belajar-dari-angin">Belajar dari Angin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Gabriela Sabatini</strong></span></p>
<p><strong>ANGIN</strong> senantiasa berembus dari lembah menuju kaki-kaki bukit, berderu menyentuh dedaunan dan ranting-ranting pohon. Beranjak tinggi dan rendah dalam keriuhan alami. Ketika matahari menyingsing, angin menyisir kegelapan di balik lereng-lereng curam. Menjatuhkan embun pagi ke relung jurang terdalam. Dalam suasana itu, burung-burung berangkat dari sarangnya, melanglang buana mencari penghidupan. Manusia tak luput disisir angin, menemani langkah kaki menuju tempat kerja atau ladang bagi para petani.</p>
<p>Kalimat-kalimat itu semua merupakan ungkapan estetis dan bernilai bagi sebagian orang, setidak-tidaknya sastrawan. Bagi mereka, kata-kata indah perlu untuk menyajikan mahakarya sastra, memandang kehidupan seperti taman firdaus dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya.</p>
<p>Tetapi angin tidak selalu menghadirkan keindahan. Percik api di tengah padang ilalang kering, lantas tertiup angin dapat menciptakan ombak-ombak api yang sangat dahsyat. Dan manusia menyebut kejadian tersebut dengan bencana. Apalagi ketika merambah ke permukiman, yang mau tak mau membuat pemerintah repot menangani pengungsi.</p>
<p>Pemerintah harus mencarikan naungan, membagikan makanan, menggelar doa bersama. Angin adalah gerak alam yang secara otonom beredar ke setiap sendi kehidupan. Ia berembus mengenai siapa saja. Tak memandang apa pun. Prinsip angin ialah menggerakkan udara dengan serentak pada peredaran yang begitu cepat, mampu menggerakan material yang dilewati.<br />
Prinsip ini merupakan refleksi mendasar manusia yang bisa kita kaitkan dengan keberadaan ideologi. Bukankah ideologi dapat menjalar sangat radikal, seperti angin yang berembus, memberi dampak luar biasa terhadap tatanan sosial, politik dan ekonomi?</p>
<p>Angin kapitalisme, industrialisme, dan liberalisme menyisir dengan cepat ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tak berbeda dari angin gunung atau angin darat yang dimanfaatkan nelayan untuk melaut. Angin kapitalisme merebak dan menggerakan ranting-ranting tatanan sosial yang diam selama berabad-abad. Angin ini datang tanpa disadari, menggeser nilai dan norma.</p>
<p><strong>Mantan Orang Adat</strong><br />
Suatu saat, masyarakat telah dikukuhkan dalam bingkai peradaban Nusantara, menapakkan diri di atas asas kekeluargaan dan gotong royong, melangkah dalam ketenangan dan menyikapi kehidupan dengan “welas asih”, lalu tiba-tiba berembus dari Barat angin pagi yang terburu-buru, membawa nilai-nilai kebebasan yang semrawut dan pongah.</p>
<p>Yang terjadi, masyarakat adat keluar dari hutan, kemudian membabat habis hutan tersebut. Dibangunnya pabrik-pabrik tinggi dan berasap. Masyarakat adat mendapat selembaran uang dan hidup layak di bawah atap berbatas pagar besi, lalu membeli segalanya. Segalanya itu diletakkan di dalam rumah, depan, belakang, sisi halaman, yang orang lain hanya boleh memakainya dengan izin.</p>
<p>Akhirnya uang tersebut habis oleh hasrat serba-serbi, dan mau tak mau “mantan orang adat” itu harus mencari kerja untuk mendapatkan upah. Maka pabrik-pabrik tinggi dan berasap, yang mengusir masyarakat adat dari tanah kelahiranya sendiri, menawarkan pekerjaan. Suatu bentuk ironi khas yang dibawa angin neoimperialisme.</p>
<p>Dapatkah kita memahami? Angin tak hanya melukiskan keindahan perbukitan, lembah yang dalam, atau mendatangkan badai dan kebakaran hutan. Ia pun merupakan alat politik yang mampu meluluhlantakkan hutan adat dan meruntuhkan kebudayaan yang telah melekat berabad-abad.</p>
<p>Budaya lahir dari kebiasaan yang terus menerus dilakukan. Pada tataran personal maupun kelompok, budaya kian berkembang dalam cakupan yang lebih luas, yakni masyarakat. Budaya mulai merambah sistem kelola masyarakat, menjadikanya sebagai aktivitas yang secara tidak langsung telah disepakati bersama.</p>
<p>Dapat dikatakan, sistem dan tatanan masyarakat yang telah lama dianut merupakan wujud dari kebudayaan. Proses tersebut berjalan dengan lambat namun ajeg. Dan, pada masa yang lama, kebudayaan menjelma menjadi peradaban yang melarungkan manusia pada sikap-sikap perenungan sejati terhadap alam dan sekitarnya.</p>
<p>Peristiwa kebudayaan sesungguhnya merupakan angin yang sama seperti kapitalisme dan neoimperialisme, namun angin pada sisi kebudayaan cenderung berembus secara perlahan, pasti, dan konstan. Darinya tercipta peradaban yang stabil. Berbeda dari kapitalisme atau neoimperialisme.</p>
<p>Paham ini tidak didasarkan pada nilai-nilai murni seperti kebudayaan, yaitu sebagai proses belajar manusia mengenal dirinya, melainkan merujuk pada alternatif gagasan untuk menciptkan suatu sistem yang memiliki tujuan. Dalam hal ini, keuntungan sebesar-besarnya bagi pemodal.</p>
<p><strong>Refleksi Erisychthon</strong><br />
Dari angin kita dapat merefleksikan konsep pemikiran yang sangat berharga. Yaitu, globalisasi kapitalis bergerak dan menyisir negara-negara di dunia dengan sangat cepat dan radikal, yang berdampak pada ketergeseran sistem, tatanan, dasar falsafah hidup nusantara.</p>
<p>Dapat kita lihat, proses globalisasi yang begitu kencang merupakan angin besar yang datang sebentar. Ia seperti badai yang datang kemudian pergi. Asumsinya, kapitalis neoliberal akan runtuh oleh kerakusannya sendiri, seperti tokoh dalam mitologi Yunani, Erisychthon.</p>
<p>Dia tukang kayu kaya raya, namun karena kerakusanya, ia menebang pohon para dewa. Para dewa pun mengutuk Erisychton tidak pernah kenyang. Kutukan tersebut terbukti. Erisychton<br />
memakan semua yang ada, sampai benar-benar tak ada yang tersisa. Akhirnya ia memakan dirinya sendiri.</p>
<p>Eksistensi kebudayaan akan senantiasa terjaga. Pada hakikatnya ia hidup dalam keseharusan angin menimpali dedaunan: perlahan namun pasti. Datangnya badai adalah proses dinamika alam agar manusia dapat melakukan dekonstruksi dan refleksi sejati sebagai proses keberlangsungan hidup yang tak sempurna dan tak terhenti.</p>
<p><em>Gabriela Sabatini, Mahasiswa Fiskom UKSW Salatiga</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/19/belajar-dari-angin">Belajar dari Angin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seorang Pria Diduga Hilang Selama Enam Hari di Hutan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/13/seorang-pria-diduga-hilang-selama-enam-hari-di-hutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2021 04:32:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Goa Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=139702</guid>

					<description><![CDATA[<p>PURWAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Keberadaan Ujang Abidin (45) masih menjadi misteri. Dia hilang sejak Kamis (7/1/2021), di Kampung Pasirmuncang, Ujung Aspal, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta Ujang Abidin merupakan warga Kampung Tanjak Nangsi, Desa Raharja, Kecamatan Wanayasa. Ada spekulasi, pria tersebut hilang diculik dan disembunyikan mahluk gaib. Sebagian orang lagi menduga dia tersesat di hutan atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/13/seorang-pria-diduga-hilang-selama-enam-hari-di-hutan">Seorang Pria Diduga Hilang Selama Enam Hari di Hutan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURWAKARTA (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; Keberadaan Ujang Abidin (45) masih menjadi misteri. Dia hilang sejak Kamis (7/1/2021), di Kampung Pasirmuncang, Ujung Aspal, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta</p>
<p>Ujang Abidin merupakan warga Kampung Tanjak Nangsi, Desa Raharja, Kecamatan Wanayasa. Ada spekulasi, pria tersebut hilang diculik dan disembunyikan mahluk gaib.</p>
<p>Sebagian orang lagi menduga dia tersesat di hutan atau jatuh di Gua peninggalan zaman dahulu. Terakhir, pria yang akrab disapa Ujang Goler itu diketahui main ke lokasi wisata Ujung Aspal.</p>
<p>Sejumlah warga menyebutkan Ujang pergi bersama kedua temannya. Mereka masuk ke lokasi wisata sudah dalam kondisi tidak seperti orang normal.</p>
<p>“Sekitar pukul 13.00 WIB mereka masuk ke area gua yang masih di lokasi wisata Pasir Langlang Ujung Aspal ini. Baru beberapa saat di dalam gua, Ujang mengajak dua rekannya kembali keluar dengan alasan tidak kuat,” jelas warga, Selasa (12/1/2021).</p>
<p>Saat di sebuah warung yang ada di sekitar lokasi wisata, tambah dia, korban bertingkah seperti orang kesurupan dan mengacak-acak sampah.</p>
<p>“Sesekali terlihat mengambil sisa makanan dalam sampah tersebut dan dimakan,” katanya.</p>
<p>Kedua rekannya menegur Ujang. Mungkin karena teguran atau entah karena apa, Ujang langsung pergi.</p>
<p>Ia berjalan menuju ke arah lokasi goa yang baru mereka masuki, jelasnya.</p>
<p>Tokoh masyarakat di Wanayasa, Dani Hamdan Mubarok menilai, bukan tidak mungkin Ujang Goler disembunyikan makhluk gaib.</p>
<p>“Namun, jika disembunyikan makhluk gaib ada batasnya, paling satu atau dua hari saja,” jelas Kepala Desa Sumurugul di Kecamatan Wanayasa itu.</p>
<p>Segala kemungkinan bisa terjadi, katanya. Jadi mungkin saja terjatuh dan mungkin dimangsa hewan buas, lanjutnya.</p>
<p>Kapolsek Wanayasa, AKP Darmaji mengatakan, pencarian korban, Selasa (12/1/2021) melibatkan 9 tim untuk menyisir Gunung Sunda Kiara Pedes dan 1 lubang Goa Jepang.</p>
<p>“Tadi tim SAR gabungan sudah memeriksa ke dalam gua tersebut dengan kedalaman 150 meter, namun masih nihil,” jelasnya, seperti dilansir <em>suarabaru.id</em> grup <em>Siberindo.co.</em></p>
<p>Berdasarkan laporan dari keluarga, korban mengenakan switer warna biru tua dan celana loreng pendek, mengenakan sandal jepit, katanya.</p>
<p>“Ciri-ciri fisik korban yakni, kulit sawo matang, bibir ada bekas luka, tangan dan sebagian besar badannya bertato,” papar Darmaji.</p>
<p><em><strong>Claudia SB</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/13/seorang-pria-diduga-hilang-selama-enam-hari-di-hutan">Seorang Pria Diduga Hilang Selama Enam Hari di Hutan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>