<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hujan abu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/hujan-abu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Mar 2023 06:46:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>hujan abu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merapi Erupsi, Hujan Abu Sampai Kota Magelang Wisatawan di Ketep Saksikan Luncuran Wedhus Gembel</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/11/merapi-erupsi-hujan-abu-sampai-kota-magelang-wisatawan-di-ketep-saksikan-luncuran-wedhus-gembel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 06:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Awan Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[ketep Pass]]></category>
		<category><![CDATA[wedhus gembel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321529</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) &#8211; Gunung Merapi kembali erupsi, Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12. Hujan abu cukup tebal, bahkan butiran abu sampai di Kota Magelang. Video erupsi Merapi yang beredar di grup-grup whatsapp menunjukkan, luncuran awan panas (wedhus gembel) berwarna putih dan abu tebal. Manajer Pemasaran DTW Ketep Pass Edward Alfian mengatakan, sekitar sejam setelah erupsi, abu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/merapi-erupsi-hujan-abu-sampai-kota-magelang-wisatawan-di-ketep-saksikan-luncuran-wedhus-gembel">Merapi Erupsi, Hujan Abu Sampai Kota Magelang Wisatawan di Ketep Saksikan Luncuran Wedhus Gembel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Gunung Merapi kembali erupsi, Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12. Hujan abu cukup tebal, bahkan butiran abu sampai di Kota Magelang.</p>
<p>Video erupsi Merapi yang beredar di grup-grup whatsapp menunjukkan, luncuran awan panas (<em>wedhus gembel) </em>berwarna putih dan abu tebal.</p>
<p>Manajer Pemasaran DTW Ketep Pass Edward Alfian mengatakan, sekitar sejam setelah erupsi, abu mulai turun. &#8220;Saat ini cuaca kembali cerah. Dari Ketep tampak asap sulfatara masih mengepul di puncak Merapi,&#8221; kata Edward.</p>
<p>Dikatakan, pada akhir pekan ini, wisatawan yang berkunjung ke Ketep cukup banyak. &#8220;Mereka malahan mendapatkan sensasi menyaksikan luncuran awan panas. Mereka menyaksikan dari menara Ketep Pass yang baru diresmikan Bupati Magelang Jumat kemarin,&#8221; kata Edward.</p>
<p>Tetapi Edward tetap meminta wisatawan yang datang ke Ketep tetap mengenakan masker untuk menjaga kesehatan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/merapi-erupsi-hujan-abu-sampai-kota-magelang-wisatawan-di-ketep-saksikan-luncuran-wedhus-gembel">Merapi Erupsi, Hujan Abu Sampai Kota Magelang Wisatawan di Ketep Saksikan Luncuran Wedhus Gembel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi, Para Petani Terancam Gagal Panen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/10/dampak-hujan-abu-vulkanik-merapi-para-petani-terancam-gagal-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2022 11:58:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman sayuran rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=237266</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Hujan abu  akibat guguran awan panas Gunung Merapi yang terjadi di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pada Rabu (9/3) hingga Kamis ( 10/3) dinihari  mengakibatkan tanaman sayuran milik para petani setempat rusak. Akibatnya, para petani yang tinggal hanya  berjarak sekitar 4 kilometer hingga 5 kilometer dari puncak Merapi terancam gagal panen tanamannya. Nuryami, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/10/dampak-hujan-abu-vulkanik-merapi-para-petani-terancam-gagal-panen">Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi, Para Petani Terancam Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Hujan abu  akibat guguran awan panas Gunung Merapi yang terjadi di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pada Rabu (9/3) hingga Kamis ( 10/3) dinihari  mengakibatkan tanaman sayuran milik para petani setempat rusak.</p>
<p>Akibatnya, para petani yang tinggal hanya  berjarak sekitar 4 kilometer hingga 5 kilometer dari puncak Merapi terancam gagal panen tanamannya.</p>
<p>Nuryami, salah satu  petani cabai merah di Dusun Babadan1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mengaku,  hujan abu vulkanik Merapi tersebut  mengakibatkan lahan cabai keriting merahnya rusak. Padahal, tidak lama lagi tananam holtikultura tersebut segera dipanen.</p>
<p>“Hujan abu ini menyebabkan tanaman cabai roboh. Padahal pohon cabai tersebut sudah diikat satu dengan lainnya dengan tali.Namun, karena tertutup abu Merapi dahannya tidak kuat menahannya,” ujarnya.</p>
<p>baca juga:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="5IS4rdMwBV"><p><a href="https://suarabaru.id/2022/03/10/hujan-abu-vulkanik-melanda-12-desa-di-kabupaten-magelang/">Hujan Abu Vulkanik Melanda 12 Desa di Kabupaten Magelang</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="&#8220;Hujan Abu Vulkanik Melanda 12 Desa di Kabupaten Magelang&#8221; &#8212; SuaraBaru.id" src="https://suarabaru.id/2022/03/10/hujan-abu-vulkanik-melanda-12-desa-di-kabupaten-magelang/embed/#?secret=5IS4rdMwBV" data-secret="5IS4rdMwBV" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Menurutnya, untuk menghilangkan abu vulkanik yang menempel di daun dan dahan tanaman cabainya tersebut, harus menunggu  hingga abunya kering. Karena, saat terjadi hujan abu tersebut, disertai dengan hujan air yang tidak deras.</p>
<p>“Kalau di<em>gepyok</em>, juga bisa mengakibatkan tanamannya rusak,” imbuhnya.</p>
<p>Ia juga berharap, hujan deras bisa turun mengguyur kawasan tersebut, sehingga abu vulkanik Merapi yang menempel di tanamannya bisa segera hilang.</p>
<p>Nuryami  menambahkan, saat ini dirinya mempunyai lahan tanaman cabai merah seluas hampir 10.000 meter. Sedangkan, harga jual cabai saat ini cukup tinggi, yakni untuk cabai rawit merah  mencapai Rp 45.000 per kilogramnya dan cabai keriting merah mencapai Rp 35.000 per kilogramnya.</p>
<p>Rumput Pakan Ternak</p>
<p>Selain menimpa aneka macam tanaman sayuran di sekitar lereng Gunung Merapi, hujan abu vulkanik tersebut juga menyebabkan  para peternak mengalami kesulitan mencari rumput.</p>
<p>Rumput yang biasa digunakan pakan ternak ternak tersebut tertutup abu vulkanik cukup tebal, sehingga  para peternak harus lebih dulu mencucinya sebelum memberikan bagi ternaknya.</p>
<p>“Biasanya ternak sapi tidak mau makan rumput yang ada abunya. Untuk itu, kami harus mencucinya terlebih dulu,’kata Suparjo, warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang</p>
<p>Ia  mengatakan, bila rumput pakan ternak tidak dicuci dan masih ada abu vulkanik Merapi yang menempel dikhawatirkan akan membahayakan ternak sapi miliknya.</p>
<p>Menurutnya, hewan ternaknya tidak mau memakan rumput yang masih ada abu vulkaniknya, karena  abu vulkanik yang menempel di rumput tersebut, menimbulkan  bau menyengat seperti belerang. Sehingga menyebabkan  ternak sapinya tidak nafsu makan.</p>
<p>Ia mengaku, hujan abu vulkanik yang terjadi Rabu (9/3) malam hingga Kamis ( 10/3) dini hari tersebut tidak begitu parah seperti saat erupsi Merapi pada  tahun 2010 dan akhir tahun 2020 lalu. Sehingga, dirinya bersama peternak lainnya tidak kesulitan mendapatkan rumput pakan ternak. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/10/dampak-hujan-abu-vulkanik-merapi-para-petani-terancam-gagal-panen">Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi, Para Petani Terancam Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wilayah Magelang Kembali Diguyur Hujan Abu Vulkanik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/09/01/wilayah-magelang-kembali-diguyur-hujan-abu-vulkanik</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/09/01/wilayah-magelang-kembali-diguyur-hujan-abu-vulkanik#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2021 08:44:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[BPPTKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=194630</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Hujan abu kembali mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, setelah terjadi awan panas guguran Gunung Merapi pada Rabu (1/9/2021) siang. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono di Magelang mengatakan sedikitnya lima wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang terjadi hujan abu. Awan panas guguran Gunung Merapi pada pukul [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/01/wilayah-magelang-kembali-diguyur-hujan-abu-vulkanik">Wilayah Magelang Kembali Diguyur Hujan Abu Vulkanik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)-</strong> Hujan abu kembali mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, setelah terjadi awan panas guguran Gunung Merapi pada Rabu (1/9/2021) siang.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono di Magelang mengatakan sedikitnya lima wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang terjadi hujan abu.</p>
<p>Awan panas guguran Gunung Merapi pada pukul 10.13 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 42 mm dan durasi 195 detik. Jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya, tinggi kolom 600 meter arah ke barat.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/01/kota-magelang-masih-ppkm-level-4-dinkes-diminta-menanyakan-ke-pusdatin-kemenkes/">Kota Magelang Masih PPKM Level 4. Dinkes Diminta Menanyakan ke Pusdatin Kemenkes</a></strong></p>
<p>Edi menyebutkan wilayah yang terdampak hujan abu tersebut paling banyak di Kecamatan Dukun, meliputi Desa Dukun, Krinjing, Ngargomulyo, Kalibening, Keningar, Sewukan, Paten, Banyudono, dan Ngadipuro.</p>
<p>Di Kecamatan Mungkid hujan abu terjadi di Desa Bojong, Ambartawang, dan Bumirejo, di Kecamatan Sawangan di Desa Sawangan, Krogowanan, Kapuhan, Gondowangi, dan Mangunsari, di Kecamatan Muntilan di Desa Tamanagung dan Gondosuli, sedangkan di Kecamatan Salaman di Desa Sidomulyo dan Salaman.</p>
<p>Edi menuturkan hujan abu tipis tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat setempat.</p>
<p>Berdasarkan rekomendasi BPPTKG, potensi bahaya erupsi Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer ke arah Sungai Woro dan sejauh lima kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/08/31/meraih-57-suara-pemilu-2019-irina-dilantik-paw-anggota-dprd-kota-magelang/">Meraih 57 Suara Pemilu 2019, Irina Dilantik PAW Anggota DPRD Kota Magelang</a></strong></p>
<p>Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung yang wilayahnya meliputi kawasan perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta itu.</p>
<p>Ia meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya erupsi Merapi. Mereka juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya banjir lahar hujan, terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Gunung Merapi.</p>
<p>Penambangan di alur sungai yang aliran airnya berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan, sedangkan pelaku wisata tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh liima kilomter dari puncak Merapi.</p>
<p><em><strong>Ant-Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/01/wilayah-magelang-kembali-diguyur-hujan-abu-vulkanik">Wilayah Magelang Kembali Diguyur Hujan Abu Vulkanik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/09/01/wilayah-magelang-kembali-diguyur-hujan-abu-vulkanik/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Abu Merapi Selimuti Dua Desa di Boyolali</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 03:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[YOGYAKARTA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=190764</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOYOLALI (SUARABARU.ID)- Sebanyak dua desa di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali terjadi hujan abu dampak dari erupsi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, pada Senin (16/8/2021) pagi. Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo, ada dua desa yang terkena hujan abu dari erupsi Merapi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali">Hujan Abu Merapi Selimuti Dua Desa di Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOYOLALI (SUARABARU.ID)-</strong> Sebanyak dua desa di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali terjadi hujan abu dampak dari erupsi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, pada Senin (16/8/2021) pagi.</p>
<p>Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo, ada dua desa yang terkena hujan abu dari erupsi Merapi, yakni Desa Tlogolele dan Klakah di Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.</p>
<p>Menurut Bambang di Desa Tlogolele terkena hujan abu sejak pukul 06.00 WIB hingga sekarang dan abu agak tebal menyelimuti di Dukuh Tlogomulyo dan Tlogolele. Sedangkan, Desa Klakah hujan abu tipis di Dukuh Klakah Duwur dan Klakah Ngisor.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/07/10/pemkab-boyolali-lakukan-penyekatan-jalan-di-23-titik-selama-ppkm-darurat/">Pemkab Boyolali Lakukan Penyekatan Jalan di 23 Titik Selama PPKM Darurat</a></strong></p>
<p>Bambang mengatakan pihaknya mendapat informasi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebecanaan Geologi (BPPTKG), adanya awan panas guguran Gunung Merapi terjadi Senin sekitar pukul 5.53 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 meter dari puncak. Jarak luncur 3.500 meter ke arah barat daya.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi dari masyarakat, telah terjadi hujan abu akibat awan panas guguran Merapi. Dari laporan yang tercatat oleh Pusdalops BPBD, hujan abu terjadi di beberapa wilayah kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi dan sekitarnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Pihaknya sebelumnya juga sudah melakukan penyemprotan membersihkan jalan dan mengirimkan 10.000 masker di daerah KRB 3 wilayah Boyolali di lereng Gunung Merapi untuk mengurangi dampak abu yang dapat menimbulkan ISPA.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/06/28/polres-boyolali-lakukan-pengejaran-pelaku-kasus-penganiayaan-bakar-korban/">Polres Boyolali Lakukan Pengejaran Pelaku Kasus Penganiayaan Bakar Korban</a></strong></p>
<p>Sementara Kepala Desa Tlogolele Ngadi mengatakan hujan abu terjadi di Desa Tlogolele dari dampak erupsi Merapi, sejak pukul 06.00 WIB, dan hingga sekarang masih ada. Daerah yang terselimuti abu Merapi agak tebal di Dukuh Tlogomulyo dan Tlogolele. Sedangkan, dukuh lainnya di Tlogolele hanya tipis.</p>
<p>&#8220;Akibat hujan abu di Desa Tlogolele ini, berdampak mengganggu aktivitas warga terutama mencari makan ternak harus ke daerah bawah yang tidak terkena abu Merapi,&#8221; kata Ngadi.</p>
<p>Bahkan, warga yang sedang masa panen tanaman tembakau juga terganggu adanya hujan abu Merapi ini. Mereka harus menunda panen tanaman tembakaunya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/06/26/pemkab-grobogan-jepara-dan-boyolali-lakukan-gerakkan-minggu-di-rumah-saja/">Pemkab Grobogan, Jepara dan Boyolali Lakukan Gerakkan Minggu di Rumah Saja</a></strong></p>
<p>Selain itu, warga juga sudah dibagikan masker untuk mengurangi dampak hujan abu vulkanik yang sering terjadi di Desa Tlogolele.</p>
<p>Sementara Kepala Desa Klakah Marwoto mengatakan hujan abu yang terjadi di Desa Klakah yang terletak di sebelah barat Gunung Merapi, pada Senin pagi, terjadi hanya tipis. Sehingga hujan abu, tidak mempengaruhi aktivitas warga setempat.</p>
<p>Warga yang bekerja di ladang dan lainnya tetap beraktivitas seperti biasa, karena hujan abu tipis tidak mengganggu mereka.</p>
<p>Sementara itu, BPPTKG melalui akun twitternya menyebutkan awan panas guguran Merapi terjadi pada tanggal 16 Agustus 2021 pukul 5.53 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 meter dari puncak. Jarak luncur 3.500 meter ke arah barat daya. #MerapiSiaga sejak 5 November 2020.</p>
<p><em><strong>Ant-Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali">Hujan Abu Merapi Selimuti Dua Desa di Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung  Merapi Keluarkan Awan Panas Lagi, Hujan Abu Hingga Wilayah Kabupaten Temanggung</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 06:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Awan Panas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=189410</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID): Gunung Merapi yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, kembali memuntahkan  awan panas. Guguran awan panas  Gunung Merapi  yang  terjadi pada Selasa ( 10/8/2021), sebanyak dua kali. Yakni, pada pukul 05.58 WIB dan 06. 42 WIB, dengan jarak luncuran 2.500 meter dan 3.000 meter dari puncak gunung. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung">Gunung  Merapi Keluarkan Awan Panas Lagi, Hujan Abu Hingga Wilayah Kabupaten Temanggung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID): Gunung Merapi yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, kembali memuntahkan  awan panas.</p>
<p>Guguran awan panas  Gunung Merapi  yang  terjadi pada Selasa ( 10/8/2021), sebanyak dua kali. Yakni, pada pukul 05.58 WIB dan 06. 42 WIB, dengan jarak luncuran 2.500 meter dan 3.000 meter dari puncak gunung.</p>
<p>Akibat dari adanya guguruan awan panas tersebut, berdampak terjadinya hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang. Bahkan juga hingga wilayah Kabupaten Temanggung.</p>
<p>Untuk wilayah Kabupaten Magelang, hujan abu dilaporkan terjadi di 12 desa yang tersebar di 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang.</p>
<p>“Berdasarkan update laporan  hingga pukul 10.00 WIB, dilaporkan hujan abu terjadi 12 desa  yang tersebar di enam kecamatan.  Yakni, Kecamatan Dukun, Sawangan, Grabag, Pakis, Secang dan  Tegalrejo,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Mhd Muzamil saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).</p>
<p>Muzamil mengatakan,  untuk wilayah Kecamatan Grabag hujan abu terjadi di empat desa. Kemudian, di Kecamatan  Dukun, Pakis dan Sawangan, masing-masing terjadi di dua desa.</p>
<p>Selain itu,masing-masing satu desa di Kecamatan Secang dan Tegalrejo.</p>
<p>Menurutnya, guguran awan panas yang menyebabkan terjadinya kembali hujan abu di sejumlah wilayah tersebut, tidak terlalu tebal.</p>
<p>Selain itu, arah angin mengarah ke barat laut, sehingga sejumlah wilayah yang ada di barat laut Merapi terdampak hujan abu.</p>
<p>Ia menambahkan,  meskipun terus mengalami guguran awan panas, namun  guguran awan panas tersebut masih jauh dari permukiman penduduk, Yakni,t berjarak sekitar 2.500 meter dan 3.000 meter dari puncak.</p>
<p>“ Jarak antara  luncuran awan panas terjauh yakni 3.000 meter tersebut masih jauh sekitar 5000 meter. Sehingga, saat ini belum ada masyarakat yang diungsikan,” imbuhnya.</p>
<p>Meskipun terjadi hujan abu, namun masyarakat masih tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk mengantisipasi masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan, pihaknya telah  memberikan bantuan masker  bagi penduduk sekitar lereng Merapi.</p>
<p>“Kami telah memberikan masker dan saat ini masih berada di tingkat kecamatan. Selain itu, sebagian masyarakat yang ada di lereng Merapi sudah memakai masker sejak adanya pandemic covid-19 ini,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga sejak 5 November 2020 lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga Kabupaten Temanggung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, hujan abu dari Gunung Merapi tersebut tidak hanya melanda 12 desa dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang. Melainkan juga  telah sampai di wilayah Kabupaten Temanggung.</p>
<p>Sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung yang terdampak hujan abu tersebut yakni wilayah Kecamatan Pringsurat,Kranggan, Selopampang dan Kecamatan Temanggung.</p>
<p>Meskipun hujan abu di sejumlah wilayah tersebut terjadi sangat tipis, tetapi sempat mengganggu aktivitas warga. Utamanya pengendara sepeda motor dan mobil.</p>
<p>“Hujan abu yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB, sedikit mengganggu aktivitas warga, utamanya pengendara sepeda motor dan mobil dan mengganggu pandangan jarak,” kata Widi Ari Sandi,salah satu warga Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.  Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung">Gunung  Merapi Keluarkan Awan Panas Lagi, Hujan Abu Hingga Wilayah Kabupaten Temanggung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/10/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-lagi-hujan-abu-hingga-wilayah-kabupaten-temanggung/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu  Landa 7 Desa di Lereng Merapi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2021 04:49:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu Merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=188987</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Gunung Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, mengeluarkan awan panas. Guguran awan panas yang terjadi Minggu (8/8) tersebut  tejadi sebanyak  tujuh kali selama enam . Yakni, mulai pukul 02.32 WIB hingga  pukul 08.32 WIB . Akibatnya, sebanyak tujuh desa di dua kecamatan yang ada di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi">Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu  Landa 7 Desa di Lereng Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Gunung Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, mengeluarkan awan panas.</p>
<p>Guguran awan panas yang terjadi Minggu (8/8) tersebut  tejadi sebanyak  tujuh kali selama enam . Yakni, mulai pukul 02.32 WIB hingga  pukul 08.32 WIB .</p>
<p>Akibatnya, sebanyak tujuh desa di dua kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Magelang dilanda hujan abu.</p>
<figure id="attachment_188990" aria-describedby="caption-attachment-188990" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-188990" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-400x296.jpg" alt="Kalak BPBD " width="400" height="296" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-400x296.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-150x111.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/edi-wasono.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-188990" class="wp-caption-text">Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Magelang , Edi Wasono. Foto : Yon</figcaption></figure>
<p>“ Ke tujuh desa yang dilanda hujan abu yakni, Desa Sengi,  Paten dan Krinjing, Kecamatan Dukun. Sedangkan, empa desa yang ada di Kecamatan Sawangan, yakni Desa Kapuhan, Gantang, Jati dan Krogowanan,” kata Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Magelang , Edi Wasono.</p>
<p>Edi mengatakan, awan panas  dari Gunung Merapi yang menyebabkan hujan abu tersebut dengan jarak luncuranmengakibatkan 1.100 meter hingga 3000 meter dari puncak Merapi</p>
<p>Edi mengatakan,  Dari tujuh kali terjadinya guguran  awan panas tersebut, dengan jarak luncuran.</p>
<p>Menurutnya, meskipun jarak luncuran awan panas mencapai 3000 meter dari puncak, masih tergolong aman. Karena, jarak luncuran awan panas tersebut masih jauh dari permukiman penduduk.</p>
<p>“Jarak luncuran awan panas masih jauh dari permukiman penduduk, karena luncuran awan panas mencapai 3000 meter dari puncak. Sedangkan, permukiman penduduk yang terdekat berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak,” kata Edi.</p>
<p>Edi menambahkan, meskipun terjadi hujan abu tetapi  untuk sementara tidak ada warga  yang diungsikan. Dan, aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa.</p>
<p>“Hingga saat ini belum ada warga  yang diungsikan. Kami akan mengungsikan warga bila ada rekomendasi dari BPPTKG Jogjakarta,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu,  untuk mengantisipasi adanya gangguan pernafasan akibat hujan abu tersebut, pihaknya telah membagikan masker ke masing-masing desa.</p>
<p>“Masker sudah kami bagikan ke  masing-masing desa yang terdampak hujan abu, masing-masing 10.000 dos,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, hingga saat ini status Merapi masih pada level ketiga atau siaga sejak 5 November 2020 lalu.</p>
<p>Sementara itu,  Ismanto salah satu warga  Dusun Candi ,Desa Sengi, Kecamatan Dukun mengatakan, di  sekitar tempat tinggalnya terjadi hujan abu sekitar puku 04.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi">Keluarkan Awan Panas, Hujan Abu  Landa 7 Desa di Lereng Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/08/keluarkan-awan-panas-hujan-abu-landa-7-desa-di-lereng-merapi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>