<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gunung Slamet Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/gunung-slamet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 10:11:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Gunung Slamet Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gelondongan Kayu Usai Banjir di Kaki Gunung Slamet Diklaim dari Hutan Rakyat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/29/gelondongan-kayu-usai-banjir-di-kaki-gunung-slamet-diklaim-dari-hutan-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 09:38:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[DLHK]]></category>
		<category><![CDATA[gelondongan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=541984</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Gelondongan kayu yang tampak di sejumlah wilayah di kaki Gunung Slamet pasca banjir diklaim berasal dari hutan rakyat, bukan dari kawasan hutan lindung. Hal ini dikatakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, usai melakukan identifikasi awal terhadap material kayu yang ikut terbawa arus banjir bandang pada 23-24 Januari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/29/gelondongan-kayu-usai-banjir-di-kaki-gunung-slamet-diklaim-dari-hutan-rakyat">Gelondongan Kayu Usai Banjir di Kaki Gunung Slamet Diklaim dari Hutan Rakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> – Gelondongan kayu yang tampak di sejumlah wilayah di kaki Gunung Slamet pasca banjir diklaim berasal dari hutan rakyat, bukan dari kawasan hutan lindung.</p>
<p>Hal ini dikatakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, usai melakukan identifikasi awal terhadap material kayu yang ikut terbawa arus banjir bandang pada 23-24 Januari 2026.</p>
<p>Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menjelaskan bahwa timnya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih melakukan verifikasi mendalam.</p>
<p>Dari pengamatan sementara, dikatakannya, jenis kayu yang banyak yakni sengon. Tanaman ini umumnya merupakan tanaman produksi masyarakat.</p>
<p>”Dari identifikasi sementara, ada kayu jenis sengon yang biasa ditanam di hutan rakyat sebagai tanaman produksi. Kayu yang sampai di pantai Tegal kebanyakan bukan gelondongan besar, melainkan ranting atau kayu kecil. Kami belum bisa memastikan seluruh sumbernya. Sampai saat ini juga belum ditemukan indikasi kayu pinus dari hutan lindung,” kata Widi usai menghadiri diskusi pertobatan ekologis di Rumah Uskup Pandanaran, Kota Semarang, Rabu, 28 Januari 2026.</p>
<p>Dia bilang, dari identifikasi yang dilakukan saat ini belum ada indikasi kayu-kayu tersebut berasal dari kegiatan pembalakan liar di hutan lindung.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2026/01/29/hujan-ekstrem-kok-disalahkan-begini-penjelasan-pakar-dari-scu-soal-banjir-di-jawa-tengah">Hujan Ekstrem Kok Disalahkan? Begini Penjelasan Pakar dari SCU soal Banjir di Jawa Tengah</a></strong></span></p>
<p>Dia mengatakan, material kayu yang sampai di pesisir, seperti di Kabupaten Tegal, didominasi oleh kayu berukuran kecil dan ranting, bukan gelondongan besar.</p>
<p>“Tidak semuanya dari hutan lindung. Kami masih cek. Identifikasi sementara kemarin belum ditemukan kayu pinus yang khas dari hutan lindung. Yang ke pantai di Tegal juga lebih banyak kayu ranting,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Widi menyoroti penyebab utama bencana yang melanda Pemalang, Tegal, Banyumas, dan Purbalingga.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, DLHK Jateng telah mengusulkan agar kawasan Gunung Slamet ditetapkan sebagai Taman Nasional.</p>
<p>Usulan yang telah disampaikan ke KLHK sejak 2025 ini diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi dan memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi kawasan strategis tersebut.</p>
<p>“Kami mendorong agar Gunung Slamet jadi Taman Nasional. Tahun ini akan ada tim terpadu turun untuk kajian dan pemetaan. Harapannya, status ini bisa mengoptimalkan upaya perbaikan hutan,” katanya.</p>
<p><strong><em>Diaz A Abidin</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/29/gelondongan-kayu-usai-banjir-di-kaki-gunung-slamet-diklaim-dari-hutan-rakyat">Gelondongan Kayu Usai Banjir di Kaki Gunung Slamet Diklaim dari Hutan Rakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Kota Magelang Hilang di Gunung Slamet, Keluarga Berharap Segera Ditemukan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/02/warga-kota-magelang-hilang-di-gunung-slamet-keluarga-berharap-segera-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 14:05:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD)Kota Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang di Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Magelang Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Kramat Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Kota Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[SAR Kota Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[warga Perum Depkes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537545</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG( SUARABARU.ID)- Syafiq Ridhan Ali Razan , warga Perum Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota  Magelang yang dinyatakan hilang pada Senin ( 29/12/2025) di Gunung Slamet, hingga Jumat (2/1/2026) belum ditemukan.Anak nomor tiga dari tiga bersaudara pasangan Dhani Rusman dan Utari Juanita dinyatakan hilang ketika hendak turun dari pendakian Gunung Slamet. Keluarga sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/02/warga-kota-magelang-hilang-di-gunung-slamet-keluarga-berharap-segera-ditemukan">Warga Kota Magelang Hilang di Gunung Slamet, Keluarga Berharap Segera Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAGELANG( SUARABARU.ID)- Syafiq Ridhan Ali Razan , warga Perum Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota  Magelang yang dinyatakan hilang pada Senin ( 29/12/2025) di Gunung Slamet, hingga Jumat (2/1/2026) belum ditemukan.Anak nomor tiga dari tiga bersaudara pasangan Dhani Rusman dan Utari Juanita dinyatakan hilang ketika hendak turun dari pendakian Gunung Slamet.</p>
<p>Keluarga sangat berharap, Ali panggilan akrabnya tersebut dapat segera ditemukan. Bahkan, sang ayah Dhani Rusman juga turun langsung bersama dengan para relawan mencari anaknya hingga naik ke Gunung Slamet.</p>
<p>“Bapak pada Jumat ( 2/1/2026) ini juga ikut naik bersama dengan para relawan, untuk mencari keberadaan adik (Syafiq Ridhan Ali Razan, red). Selain itu, para tetangga ikut mendoakan dengan menggelar doa bersama di masjid setiap malam, agar adik segera ditemukan,”kata kakak tertua Syafid, Nouval Hisyam  saat ditemui di rumahnya di Perum Depkes Blok D2 nomor 16  Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota  Magelang, Jumat ( 2/1/2026).</p>
<figure id="attachment_537546" aria-describedby="caption-attachment-537546" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-537546" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/Nouval.jpg" alt="hilamg di Gunung Slamet" width="681" height="379" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/Nouval.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/Nouval-400x223.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/Nouval-150x83.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-537546" class="wp-caption-text">Nouval Hisyam, kakak dari Syafiq Ridhan Ali Razan . Foto: W. Cahyono</figcaption></figure>
<p>Nouval Hisyam  mengatakan, Syafiq Ridhan Ali Razan dinyatakan hilang pada Senin ( 29/12/2025), setelah berpisah dengan rekannya Himawan Choidar Bahran saat hendak turun dari  Gunung Slamet  yang ada di perbatasan Kabupaten Purbalingga dan Pemalang. Ia sangat berharap, adiknya tersebut dapat segera ditemukan.</p>
<p>Menurutnya, sebelum berangkat naik gunung, adiknya mengaku akan mendaki Gunung Sumbing. Tetapi, ibunya  (Utari Juanita,red) mengaku kaget ketika sang adik menginformasikan dirinya sudah berada di base camp pendakian Gunung Slamet.</p>
<p>Ia menambahkan,  sebelum berangkat, adiknya  tersebut  mengaku tidak akan nge-<em>camp</em> (bermalam), melainkan akan <em>tektok</em>( tanpa bermalam). Ia berangkat mendaki Gunung Slamet dari base camp tersebut pada Sabtu (27/12) malam dan akan turun kembali  pada keesokan harinya.</p>
<p>“Namun, setelah ditunggu hingga Minggu ( 28/12) hingga sekarang tidak ada kabarnya. Setelah menunggu kepastian hingga Senin ( 29/12)  dan tidak ada informasi terkait adiknya tersebut.Bapak dan ibu segera berangkat ke Pemalang unuk menjemputnya,”ujarnya.</p>
<p>Nouval menjelaskan, adiknya tersebut dinyatakan hilang ketikan hendak turun dari Gunung Slamet bersama dengan temannya, Himawan Choidar Bahran. Mereka berdua berpisah di Pos 5.</p>
<p>“Mereka berpisah di Pos 5. Waktu itu, teman adik saya ( Himawan, red)  mengalami kram kaki, kemudian adik saya berisiniatif turun ke bawah sendirian,”katanya.</p>
<p>Terpisah, Analis Kebencanaan Ahli Muda  Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD)Kota Magelang, Sisca Sri   Yoga menambahkan, BPBD dan PMI Kota Magelang turut membantu pencarian terhadap  Syafiq Ridhan Ali Razan. Dukungan dari BPBD Magelang menirimkan lima personelnya. Terdiri atas  dua orang dari BPBD Kota , dua dari SAR Kota Magelang dan seorang relawan dari PMI Kota Magelang.</p>
<p>“Kami dari BPBD dan PMI Kota Magelang mengirimkan lima personel untuk membantu di base camp maupun untuk pencarian. Selain itu, kami juga membantu droping logistik dalam pencarian tersebut,”kata Sisca Sri Yoga.</p>
<p>Ia menambahkan, pengiriman personel dan bantuan droping logistik tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan  BPBD Kabupaten Pemalang. Pada  Jumat  (2/1) pagi, tim dari Kota Magelang telah melakukan pencarian dan penyisiran, Selain itu juga bersama dengan ayah dari Syafiq Ridhan Ali Razan  yang turut dalam pencarian.</p>
<p>Menurutnya, hingga Jumat sore,  selama dilakukan penyisiran belum mendapatkan tanda-tanda  ditemukan. Adapun kendala yang dihadapi oleh tim gabungan dalam pencarian tersebut,  yakni cuaca yang tidak bersahabat seperti kabut tebal dan hujan yang lebat.  W.Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/02/warga-kota-magelang-hilang-di-gunung-slamet-keluarga-berharap-segera-ditemukan">Warga Kota Magelang Hilang di Gunung Slamet, Keluarga Berharap Segera Ditemukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki asal Jakarta yang Alami Hipotermia di Gunung Slamet</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/26/tim-sar-gabungan-evakuasi-pendaki-asal-jakarta-yang-alami-hipotermia-di-gunung-slamet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 07:58:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Survivor]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Sar Gabungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=492716</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANYUMAS (SUARABARU.ID) &#8211; Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap berhasil mengevakuasi seorang pendaki (survivor) yang mengalami hipotermia di jalur pendakian Gunung Slamet. Diketahui survivor tersebut bernama Syayid Zahfat Murtado (26) warga Gambir, Jakarta. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, M Abdullah menyampaikan, sebelumnya, Basarnas Cilacap mendapatkan informasi adanya pendaki asal Jakarta yang mengalami hipotermia tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/26/tim-sar-gabungan-evakuasi-pendaki-asal-jakarta-yang-alami-hipotermia-di-gunung-slamet">Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki asal Jakarta yang Alami Hipotermia di Gunung Slamet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANYUMAS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap berhasil mengevakuasi seorang pendaki (survivor) yang mengalami hipotermia di jalur pendakian Gunung Slamet. Diketahui survivor tersebut bernama Syayid Zahfat Murtado (26) warga Gambir, Jakarta.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, M Abdullah menyampaikan, sebelumnya, Basarnas Cilacap mendapatkan informasi adanya pendaki asal Jakarta yang mengalami hipotermia tidak sadarkan diri dan membutuhkan evakuasi, tepatnya di pos 5 jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan, saat mendaki di Gunung Slamet Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Kami mendapatkan informasi pada Selasa (26/8/2025) pukul 02.15 WIB dari seseorang bernama Alif yang merupakan anggota keluarga survivor. Keluarga survivor menghubungi via telepon ke tim siaga kantor,&#8221; ungkap Abdullah.</p>
<p>&#8220;Setelah mengetahui informasi tersebut kita langsung memberangkatkan satu regu dari Kantor dan Unit Siaga SAR Banyumas menuju lokasi kejadian,&#8221; kata Abdullah.</p>
<p>Sesampai di lokasi, lanjutnya, kita langsung koordinasi dengan potensi SAR dan langsung memberangkatkan 3 regu via pendakian Gunung Slamet ke pos 5 untuk melakukan pertolongan dengan membawa peralatan evakuasi dan alat medis.</p>
<p>Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi survivor dalam keadaan selamat menuju basecamp pada pukul 12.15 WIB. Selanjutnya survivor dibawa ke RSUD Purbalingga untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/26/tim-sar-gabungan-evakuasi-pendaki-asal-jakarta-yang-alami-hipotermia-di-gunung-slamet">Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki asal Jakarta yang Alami Hipotermia di Gunung Slamet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Status Waspada, Warga Lereng Gunung Slamet Diminta Tak Panik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/17/status-waspada-warga-lereng-gunung-slamet-diminta-tak-panik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 12:52:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=414626</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMALANG (SUARABARU.ID) – Kondisi terkini Gunung Slamet berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sekarang masih berada dalam kondisi level II atau waspada. Masih sama sejak PVMBG menyatakan pada tanggal 19 Oktober 2023 lalu, Gunung Slamet dinaikkan statusnya menjadi level II atau waspada, karena pada saat itu terjadi peningkatan aktivitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/17/status-waspada-warga-lereng-gunung-slamet-diminta-tak-panik">Status Waspada, Warga Lereng Gunung Slamet Diminta Tak Panik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEMALANG (SUARABARU.ID)</strong> – Kondisi terkini Gunung Slamet berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sekarang masih berada dalam kondisi level II atau waspada.</p>
<p>Masih sama sejak PVMBG menyatakan pada tanggal 19 Oktober 2023 lalu, Gunung Slamet dinaikkan statusnya menjadi level II atau waspada, karena pada saat itu terjadi peningkatan aktivitas baik dalam frekuensi kegempaan maupun visual dan juga dari parameter yang lain, seperti peningkatan suhu mata air dan sebagainya.</p>
<p>Hal tersebut tertuang dalam siaran pers Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Muhammad Wafid, Kamis, (16/5/2024).</p>
<p>Maka dari itu, warga masyarakat yang berada di sekitar lereng Gunung Slamet diminta tidak panik dan selalu memantau perkembangan situasi melalui sumber-sumber yang kredibel dan pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Andri Adi saat melakukan pemantauan Gunung Slamet di Pos Pengamatan Pulosari belum lama ini.</p>
<p>“Untuk saat ini memang ada peningkatan aktivitas vulkanik baru – baru ini seperti peningkatan aktivitas kegempaan, namun berdasarkan penilaian dari PVMBG aktivitas tersebut masih berada di Level II (waspada),” ujar Andri.</p>
<p>Sebagai informasi, bahwa ada 4 level dalam peningkatan status Gunung Api, yaitu Level I (normal), Level II (waspada), Level III (siaga), dan Level IV (Awas).</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/17/status-waspada-warga-lereng-gunung-slamet-diminta-tak-panik">Status Waspada, Warga Lereng Gunung Slamet Diminta Tak Panik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan Hutan Lindung di Kaki Gunung Slamet Mulai Direboisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/02/kawasan-hutan-lindung-di-kaki-gunung-slamet-mulai-direboisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Dec 2023 00:04:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[hutan lindung]]></category>
		<category><![CDATA[Reboisasi]]></category>
		<category><![CDATA[slawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=386089</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211; Kawasan hutan lindung seluas 48 hektare di kaki Gunung Slamet yang rusak akibat aksi penjarahan dan konversi ilegal menjadi lahan pertanian sayur khususnya kentang mulai dikonservasi. Sebanyak 4.400 batang pohon penghijauan pun ditanam oleh komunitas relawan peduli lingkungan, warga desa hutan dan Perhutani. Simbolis penanaman bibit pohon dari donasi badan usaha milik [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/02/kawasan-hutan-lindung-di-kaki-gunung-slamet-mulai-direboisasi">Kawasan Hutan Lindung di Kaki Gunung Slamet Mulai Direboisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Kawasan hutan lindung seluas 48 hektare di kaki Gunung Slamet yang rusak akibat aksi penjarahan dan konversi ilegal menjadi lahan pertanian sayur khususnya kentang mulai dikonservasi. Sebanyak 4.400 batang pohon penghijauan pun ditanam oleh komunitas relawan peduli lingkungan, warga desa hutan dan Perhutani.</p>
<p>Simbolis penanaman bibit pohon dari donasi badan usaha milik daerah (BUMD) air minum ini dilakukan oleh Bupati Tegal Umi Azizah dan unsur Forkopimda di dalam kawasan hutan lindung yang masuk wilayah Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa,</p>
<p>Selain kawasan hutan lindung, ratusan hektare kawasan hutan produksi juga tidak luput dari aksi perambahan hutan oleh masyarakat petani desa hutan. Meski demikian, gerakan penanaman kembali lahan hutan ini difokuskan dulu pada kawasan hutan lindung, sebab kerusakan hutan yang terjadi sudah mencapai ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau sekitar 5,5 kilometer jaraknya dari puncak Gunung Slamet.</p>
<p>Kondisi tersebut menurut Umi sudah sangat mengkhawatirkan. Selain mengakibatkan bencana banjir bandang di objek wisata Guci dan di Kalipedes, Desa Sigedong beberapa waktu lalu, dampaknya terhadap kelangsungan hidup warga Sawangan juga nyata. Kekurangan air bersih karena debit mata air yang terus berkurang menjadi ancaman sekaligus indikasi rusaknya ekosistem hutan.</p>
<p>Menurutnya, Islam hadir sebagai agama rahmatan lil alamin yang menegaskan kepada setiap umatnya untuk senantiasa menjaga lingkungan demi kemaslahatan dan rahmat di bumi. Bahkan Allah telah menyampaikan firman-Nya kepada umat manusia untuk menjaga alam melalui sembilan ayat di dalam Alquran.</p>
<p>“Sebagai seorang muslim yang beriman Islam dan bertakwa harus menyadari bahwa merawat dan menjaga lingkungan hutan adalah tanggung jawab bersama sebagai makhluk hidup di bumi,” kata Umi.</p>
<p>Lewat arahannya, Bupati Umi meminta masyarakat desa hutan bisa menjaga kelestarian kawasan hutannya dari ulah oknum ataupun pemodal hanya mengejar keuntungan materi semata sehingga menjadikan petani desa lupa bahwa ada hutan yang harus dijaga dan perintah Tuhan yang harus ditegakkan.</p>
<p>“Warga Sawangan harus berani menolak permintaan pemodal kentang ini. Ruang gerak mereka sudah dibatasi di Jawa Barat. Jangan sampai kemudian kita yang di Jawa Tengah justru membuka pintu lebar-lebar sampai merusak hutan hanya untuk kepentingan ekonomi sesaat,” tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, hutan yang lestari akan memberikan oksigen, kesejukan, mensuplai air bersih, meredam pemanasan global, memberikan kayu, ranting, serta habitat bagi berbagai spesies. Air bersih dan tanah yang subur adalah aset berharga yang harus dijaga, dirawat agar bisa menatangkan manfaatkan bagi generasi mendatang.</p>
<p>“Mulai hari ini tidak ada lagi aktivitas pertanian di kawasan hutan lindung. Saya, pak Kapolres, pak Dandim dan juga rekan-rekan dari Perhutani sama-sama berkomitmen untuk menegakkan hukum lingkungan terhadap aksi perusakan dan penjarahan hutan,” tegas Umi.</p>
<p>Di tempat yang sama, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf Suratman menjelaskan kawasan hutan lindung di Kecamatan Bumijawa ini masuk dalam wilayah teritorialnya. Tugas Kodim adalah menyiapkan pertahanan, salah satunya adalah bentang geografi seperti hutan untuk menopang pertahanan negara.</p>
<p>Dari hasil tinjauan lapangan, menurutnya kondisi hutan di wilayah Sawangan ini sudah sangat parah dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat luas di dataran rendah akan suplai air bersih dari pegunungan. Sehingga pihaknya perlu melakukan pendampingan ke Perhutani terkait pengamanan kawasan hutan lindung dan pendampingan ke masyarakat untuk memberikan penyadaran hukum ataupun pendidikan lingkungan.</p>
<p>“Pendampingan ke masyarakat ini juga kita lakukan supaya mereka sadar mana hutan lindung, mana hutan produksi,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat Haris Setiana menjelaskan penanaman kembali pohon ini akan dilakukan secara bertahap yang tidak hanya mencakup kawasan hutan lindung tapi juga hutan produksi. Sampai dengan akhir tahun ini pihaknya menargetkan 10 hektare lahan kritis di kawasan hutan lindung tertanam pohon.</p>
<p>Ditanya soal potensi penjarahan lahan di kawasan hutan lindung yang terus berlanjut, Haris menegaskan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, kawasan tersebut merupakan area terlarang untuk kegiatan tanpa izin, terlebih perkebunan ilegal. Sehingga pihaknya akan melakukan pembinaan hukum untuk menyadarkan petani penggarap ilegal.</p>
<p>“Untuk tindakan hukum di Brebes sudah kita lakukan. Jangan sampai di sini terjadi. Tapi kalau masih ada yang nekat masuk, kemudian menggarap, tentunya sesuai undang-undang (sanksi hukum) akan kita terapkan,” tandasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muchtar Mawardi menjelaskan pihaknya telah menyiapkan bibit pohon jenis rasamala, maesopsis, suren, agathis dan kopi arabica untuk ditanam di kawasan hutan lindung. Bibit tanaman tersebut berasal dari bantuan dari PDAM Kabupaten Tegal dan BPDAS Pemali Jratun.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/02/kawasan-hutan-lindung-di-kaki-gunung-slamet-mulai-direboisasi">Kawasan Hutan Lindung di Kaki Gunung Slamet Mulai Direboisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 05:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[slawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=380835</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) – Kondisi kawasan hutan lindung di kaki Gunung Slamet kian mengkhawatirkan. Sebagian besar hutan tersebut rusak akibat perambahan untuk aktivitas pertanian. Gerakan penghijauan dengan penanaman pohon disertai penegakan hukum yang tegas diharapkan jadi solusi. Hal ini mengemuka saat berlangsung rapat koordinasi upaya penyelesaian penanganan hutan lindung pasca perambahan oleh masyarakat yang digelar di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak">Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID) –</strong> Kondisi kawasan hutan lindung di kaki Gunung Slamet kian mengkhawatirkan. Sebagian besar hutan tersebut rusak akibat perambahan untuk aktivitas pertanian. Gerakan penghijauan dengan penanaman pohon disertai penegakan hukum yang tegas diharapkan jadi solusi. Hal ini mengemuka saat berlangsung rapat koordinasi upaya penyelesaian penanganan hutan lindung pasca perambahan oleh masyarakat yang digelar di Ruang Rapat Bupati Tegal,  Rabu (01/11/2023).</p>
<p>Kerusakan kawasan hutan lindung berketinggian 1.900-2.200 meter di atas permukaan laut yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Tegal luasnya mencapai 48 hektare. Sedangkan di wilayah administrasi Kabupaten Brebes luasnya 106 hektare. Sebelumnya, penyerobotan lahan hutan oleh warga desa untuk ditanami kentang juga dilakukan di kawasan hutan produksi yang luasnya ratusan hektare. Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi.</p>
<p>Dari tampilan citra satelit tahun 2018, kerusakan hutan di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa sudah mencapai ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut atau sekitar 5,5 kilometer jaraknya dari puncak Gunung Slamet.</p>
<p>Bupati Tegal Umi Azizah mengaku prihatin melihat kondisi lahan kritis di kawasan hutan ini. Selain berpotensi mengakibatkan bencana banjir bandang seperti yang pernah terjadi di Pancuran 13 objek wisata Guci dan di Dukuh Kalipedes, Desa Sigedong beberapa waktu lalu, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat luas juga nyata adanya.</p>
<p>Ini tidak terlepas dari fungsi kawasan tersebut sebagai area tangkapan air air hujan sekaligus penyaring emisi gas karbon untuk meredam dampak pemanasan global. Saat ini, debit sejumlah mata air yang terdekat dengan kawasan permukiman warga Dukuh Sawangan mulai menurun, sehingga mereka pun mencari sumber mata air lainnya yang berbatasan dengan hutan lindung yang berjarak 6,5 kilometer dari permukiman warga.</p>
<p>“Debit mata air di Sawangan mulai berkurang. Sementara kebutuhannya terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Sehingga mereka harus mencari alternatif sumber mata air lain yang jaraknya 6,5 kilometer jauhnya dari permukiman,” kata Umi.</p>
<p>Jika situasi ini tidak segera ditanggulangi, fungsi ekologi hutan dapat terganggu, termasuk ancaman penurunan debit sejumlah mata air di wilayah Bumijawa selama ini dikelola pemerintah daerah melalui BUMD PT Tirta Utama Jawa Tengah untuk memasok kebutuhan air minum warga Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.</p>
<p>Di sini diperlukan sinergi peran seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan laju deforestasi dan memulihkan lahan hutan. Menurutnya akar permasalahan konflik warga desa dengan hutan harus segera ditanggulangi, baik melalui pendekatan jangka pendek, menengah, maupun panjang.</p>
<p>Umi mengatakan, tekanan warga terhadap hutan untuk perluasan lahan pertanian akan semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk desa. Sehingga peningkatan literasi pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini melalui pendekatan kurikulum sekolah. Tujuan jangka panjangnya adalah mencegah lahirnya generasi petani baru menyerobot lahan hutan karena tidak kebagian lahan untuk bertani.</p>
<p>“Kerusakan hutan adalah ancaman serius. Butuh sinergi peran seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan laju deforestasi ini dan memulihkan lahan hutan lindung maupun hutan produksi,” tandasnya.</p>
<p>Dirinya pun berharap, pemuda setempat mampu berperan menjadi katalisator bagi lingkungan sosialnya untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan. Menurutnya, ada peluang ekonomi dari kegiatan wisata pendakian ke Gunung Slamet melalui jalur Sawangan yang dapat dikelola pemuda setempat selain peluang ekonomi lainnya yang tidak merusak hutan.</p>
<p>Law enforcement oleh aparat kepolisian dan polisi hutan terhadap aksi penjarahan hutan menjadi aspek penting yang harus diterapkan. “Saya mendukung upaya penegakan hukum setelah pendekatan kepada pemeritah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dilakukan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Sohirin menuturkan penegakan hukum oleh aparat kepolisian sudah lebih dulu ditegaskan oleh Kapolres Brebes untuk penanganan kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Brebes. “Harapan kami, kita bisa sama-sama bergerak, baik yang di Brebes maupun Kabupaten Tegal,” lanjutnya.</p>
<p>Pada langkah awal ini, pihaknya bersama stakeholders telah melakukan penutupan lahan hutan dengan memasang patok batas dan banner larangan bercocok tanam di kawasan hutan lindung. Terhitung akhir November 2023 ini sudah tidak ada petani yang menanam sayuran di lahan hutan lindung. Dirinya pun meminta masyarakat aktif menyampaikan laporannya ke Polsek terdekat ataupun Perhutani jika masih menemukan pelanggaran.</p>
<p>Sedangkan untuk menekan risiko kegagalan penanaman pohon karena ulah warga yang tidak bertanggungjawab, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat desa.</p>
<p>Kegiatan penanaman pohon akan dilakukan pada areal lahan hutan lindung seluas 10 hektare di wilayah Kabupaten Tegal dan 20 hektare di Kabupaten Brebes. Pembiayaan kegiatan ini akan difasilitasi PT Tirta Utama Jawa Tengah, Perumda Air Minum Tirta Baribis Kabupaten Brebes, Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal dan Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal senilai Rp 120 juta.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/08/imbas-perambahan-pertanian-48-hektare-kawasan-hutan-lindung-gunung-slamet-rusak">Imbas Perambahan Pertanian, 48 Hektare Kawasan Hutan Lindung Gunung Slamet Rusak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Cara Memobilisasi Wisatawan  ke Kabupaten Pemalang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/09/04/inilah-cara-memobilisasi-wisawatan-ke-kabupaten-pemalang</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/09/04/inilah-cara-memobilisasi-wisawatan-ke-kabupaten-pemalang#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 04:51:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[obyek wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Widuri]]></category>
		<category><![CDATA[Rapting]]></category>
		<category><![CDATA[Unggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=195318</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMALANG (SUARABARU.ID)-Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan, pemberdayaan sumberdaya alam yang dikelola secara profesional dan baik akan bisa meningkatkan potensi daerah. Apalagi daerah ini mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif yang bisa menarik wisatawan berdatangan. ” Dengan program yang ngangeni seperti program unggulan Dewi (desa wisata), Dedi (desa digital) dan desi (desa sinergi) serta koin ( [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/04/inilah-cara-memobilisasi-wisawatan-ke-kabupaten-pemalang">Inilah Cara Memobilisasi Wisatawan  ke Kabupaten Pemalang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PEMALANG (SUARABARU.ID)-Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan, pemberdayaan sumberdaya alam yang dikelola secara profesional dan baik akan bisa meningkatkan potensi daerah. Apalagi daerah ini mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif yang bisa menarik wisatawan berdatangan.</p>
<p>” Dengan program yang ngangeni seperti program unggulan Dewi (desa wisata), Dedi (desa digital) dan desi (desa sinergi) serta koin ( kota industri). Jika semua ini dilakukan secara kolaborasi, maka tujuan masyarakat adil dan makmur bisa terwujud,” ungkap Bupati Pemalang dalam Diskusi di Kampus STIT Pemalang, belum lama ini.</p>
<p>Selain bupati Mukti Agung, diskusi yang dipandu oleh Untung Budiarso itu, menghadirkan narasumber praktisi media Amir Machmud NS yang sekaligus Ketua PWI Jawa Tengah, Ketua STIT Dr. Amiroh, dan Direktur PDAM Pemalang Slamet Efendi.</p>
<p>Kabupaten Pemalang, lanjut Mukti,  banyak  pedesaaan mempunyai obyek wisata menarik, sehingga perlu dikembangkan dan dikelola secara profesional agar menghasilkan pendapatan untuk desanya. Desa wisata ini mempunyai keunggugulan yang saling berbeda satu sama lain.</p>
<p>Menurut Mukti, Ada beberapa desa yang mempunyai destinasi wisata seperti desa Tangkuban puncak Gunung Slamet dan mempunyai empat retik yang mempunyai keunggulan tersendiri. Selain itu, ada obyek wisata pantai Widuri.</p>
<p>” Jadi obyek wisata di Kabupaten Pemalang cukup representatif diantaranya, arung jeram, petipteh, panjat tebing wisata, kali perahu dan pantai Widuri. Keunggulan dari potensi wisata harus dikelola secara profesional,” katanya.</p>
<p>Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS menyarankan agar potensi wisata Kabupaten Pemalang dieskplor secara kreatif dala konten jurnalistik dan dimobilisasi ke seluruh jaringan media sosial. Kalau perlu kalangan media massa (wartawan-Red) menggandeng para penggiat medsos untuk dibekali pengetahuan jurnalistik sehingga mereka makin kuat dalam memposting informasi pariwisata.</p>
<p>“Perlu kolaborasi antara wartawan dan penggiat medsos atau para netizen, sehingga saling memperkuat konten informasi pariwisata. Jika ini bisa dilakukan akan banyak viral tentang konten wisata Pemalang”, jelas Amir.</p>
<p>Ketua STIT Pemalang, Dr. Amiroh mendukung program pemkab dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Antara lain memberikan kajian akademik soal manajemen dan asset wisata, sekaligus menyiapkan mahasiswa sebagai kader penggiat dan duta wisata.</p>
<p>“STIT saat ini punya hampir seribu mahasiswa, yang bisa dioptimalkan mendukung program pariwisata Kabupaten Pemalang, apalagi institusi STIT sudah beakreditasi B, jelas kredibel dalam kajian akademik dan kualitas outputnya. Maka STIT akan mendukung setiap program pemkab Pemalang”, kata Amiroh.</p>
<p>Sementara itu Direktur PDAM Kabupaten Pemalang Slamet Efendi mengakui belum maksimal dalam memanfaat sumberdaya air untuk mendukung pariwisata di wilayah Pemalang.  Ada 2 wilayah bagian selatan Kabupaten Pemalang yang belum mendapat air bersih seperti kecamatan Pulosari dan Kecamatan Belik, yang selama ini hanya mampu memanfaatkan air tadah hujan.</p>
<p>kami akan mencoba mencari solusi maksimal untuk mengatasi wilayah itu, mudah mudahan upaya mendapatkan dana dari pemerintah pusat segera terealisasi, sehingga jaringan air bersih masuk ke dua kecamatan tersebut.</p>
<p>“kami terus memaksimalkan pengelolaan air bersih, termasuk membuat produk air  minum untuk masyarakat. obsesinya produk PDAM bisa menguasai pasar di obyek-obyek wisata”, pungka Slamet Efendi.</p>
<p>Riyan/Sol</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/04/inilah-cara-memobilisasi-wisawatan-ke-kabupaten-pemalang">Inilah Cara Memobilisasi Wisatawan  ke Kabupaten Pemalang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/09/04/inilah-cara-memobilisasi-wisawatan-ke-kabupaten-pemalang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>