Holang di Gunung Slamet
Syafiq Ridhan Ali Razan ( belakang) saat akan berangkat mendaki di Gunung Slamet bersama dengan temannya, Himawan Choidar Bahran. Syafiq Ridhan Ali Razan dinyatakan hilang pada Senin ( 29/12/2025), setelah berpisah dengan rekannya saat hendak turun dari Gunung Slamet. Foto; ( Dok. Keluarga)

MAGELANG( SUARABARU.ID)- Syafiq Ridhan Ali Razan , warga Perum Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota  Magelang yang dinyatakan hilang pada Senin ( 29/12/2025) di Gunung Slamet, hingga Jumat (2/1/2026) belum ditemukan.Anak nomor tiga dari tiga bersaudara pasangan Dhani Rusman dan Utari Juanita dinyatakan hilang ketika hendak turun dari pendakian Gunung Slamet.

Keluarga sangat berharap, Ali panggilan akrabnya tersebut dapat segera ditemukan. Bahkan, sang ayah Dhani Rusman juga turun langsung bersama dengan para relawan mencari anaknya hingga naik ke Gunung Slamet.

“Bapak pada Jumat ( 2/1/2026) ini juga ikut naik bersama dengan para relawan, untuk mencari keberadaan adik (Syafiq Ridhan Ali Razan, red). Selain itu, para tetangga ikut mendoakan dengan menggelar doa bersama di masjid setiap malam, agar adik segera ditemukan,”kata kakak tertua Syafid, Nouval Hisyam  saat ditemui di rumahnya di Perum Depkes Blok D2 nomor 16  Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota  Magelang, Jumat ( 2/1/2026).

hilamg di Gunung Slamet
Nouval Hisyam, kakak dari Syafiq Ridhan Ali Razan . Foto: W. Cahyono

Nouval Hisyam  mengatakan, Syafiq Ridhan Ali Razan dinyatakan hilang pada Senin ( 29/12/2025), setelah berpisah dengan rekannya Himawan Choidar Bahran saat hendak turun dari  Gunung Slamet  yang ada di perbatasan Kabupaten Purbalingga dan Pemalang. Ia sangat berharap, adiknya tersebut dapat segera ditemukan.

Menurutnya, sebelum berangkat naik gunung, adiknya mengaku akan mendaki Gunung Sumbing. Tetapi, ibunya  (Utari Juanita,red) mengaku kaget ketika sang adik menginformasikan dirinya sudah berada di base camp pendakian Gunung Slamet.

Ia menambahkan,  sebelum berangkat, adiknya  tersebut  mengaku tidak akan nge-camp (bermalam), melainkan akan tektok( tanpa bermalam). Ia berangkat mendaki Gunung Slamet dari base camp tersebut pada Sabtu (27/12) malam dan akan turun kembali  pada keesokan harinya.

“Namun, setelah ditunggu hingga Minggu ( 28/12) hingga sekarang tidak ada kabarnya. Setelah menunggu kepastian hingga Senin ( 29/12)  dan tidak ada informasi terkait adiknya tersebut.Bapak dan ibu segera berangkat ke Pemalang unuk menjemputnya,”ujarnya.

Nouval menjelaskan, adiknya tersebut dinyatakan hilang ketikan hendak turun dari Gunung Slamet bersama dengan temannya, Himawan Choidar Bahran. Mereka berdua berpisah di Pos 5.

“Mereka berpisah di Pos 5. Waktu itu, teman adik saya ( Himawan, red)  mengalami kram kaki, kemudian adik saya berisiniatif turun ke bawah sendirian,”katanya.

Terpisah, Analis Kebencanaan Ahli Muda  Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD)Kota Magelang, Sisca Sri   Yoga menambahkan, BPBD dan PMI Kota Magelang turut membantu pencarian terhadap  Syafiq Ridhan Ali Razan. Dukungan dari BPBD Magelang menirimkan lima personelnya. Terdiri atas  dua orang dari BPBD Kota , dua dari SAR Kota Magelang dan seorang relawan dari PMI Kota Magelang.

“Kami dari BPBD dan PMI Kota Magelang mengirimkan lima personel untuk membantu di base camp maupun untuk pencarian. Selain itu, kami juga membantu droping logistik dalam pencarian tersebut,”kata Sisca Sri Yoga.

Ia menambahkan, pengiriman personel dan bantuan droping logistik tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan  BPBD Kabupaten Pemalang. Pada  Jumat  (2/1) pagi, tim dari Kota Magelang telah melakukan pencarian dan penyisiran, Selain itu juga bersama dengan ayah dari Syafiq Ridhan Ali Razan  yang turut dalam pencarian.

Menurutnya, hingga Jumat sore,  selama dilakukan penyisiran belum mendapatkan tanda-tanda  ditemukan. Adapun kendala yang dihadapi oleh tim gabungan dalam pencarian tersebut,  yakni cuaca yang tidak bersahabat seperti kabut tebal dan hujan yang lebat.  W.Cahyono