<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gejala Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/gejala/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jan 2025 05:37:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Gejala Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Begini Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Kamu Wajib Tahu! </title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/28/begini-gejala-dan-pencegahan-chikungunya-kamu-wajib-tahu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 05:34:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Chikungunya]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=458254</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pada musim penghujan seperti saat ini, kamu mesti waspada dan pandai mencegah datangnya berbagai penyakit yang pada umumnya muncul saat musim hujan. Saat musim hujan banyak genangan air terjadi di mana-mana yang bisa menjadi sarang nyamuk atau tempat nyamuk berkembang biak. Dari gigitan nyamuk tersebut akan menimbulkan penyakit yang disebut chikungunya. Apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/28/begini-gejala-dan-pencegahan-chikungunya-kamu-wajib-tahu">Begini Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Kamu Wajib Tahu! </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pada musim penghujan seperti saat ini, kamu mesti waspada dan pandai mencegah datangnya berbagai penyakit yang pada umumnya muncul saat musim hujan.</p>
<p>Saat musim hujan banyak genangan air terjadi di mana-mana yang bisa menjadi sarang nyamuk atau tempat nyamuk berkembang biak. Dari gigitan nyamuk tersebut akan menimbulkan penyakit yang disebut chikungunya.</p>
<p>Apa itu chikungunya? Melansir dari Kemenkes,<br />
chikungunya merupakan penyakit tropis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus.</p>
<p>Jika virus yang masuk ke dalam tubuh adalah virus chikungunya, orang yang terinfeksi dapat mengalami beberapa gejala seperti demam, badan terasa lemas, nyeri pada sendi dan tulang yang lama hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.</p>
<p>Gejala ini biasanya muncul segera setelah terinfeksi, namun sering juga infeksi virus ini tanpa gejala. Perjalanan chikungunya, digambarkan memiliki fase akut yang diikuti oleh fase pasca-akut (antara 1-3 bulan) dan fase kronis (setelah 3 bulan).</p>
<p>Gejala tersebut dapat berlangsung lama setelah terinfeksi dan dapat menyebabkan kerugian yang signifikan dalam hal kualitas hidup dan produktivitas ekonomi yang berhubungan dengan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mencegah gigitan nyamuk dengan lingkungan tetap bersih untuk mengurangi tempat nyamuk berkembang biak.</p>
<p><strong>Segera tangani chikungunya</strong></p>
<p>Saat ini, belum tersedia pengobatan antivirus khusus chikungunya. Jika seseorang terkena chikungunya, penanganan yang dapat dilakukan adalah untuk menghilangkan gejala, dengan beristirahat, mengganti cairan yang hilang, dan pemberian obat-obatan untuk meredakan nyeri sendi.</p>
<p><strong>Pencegahan chikungunya</strong></p>
<p>Chikungunya dapat dicegah dengan menerapkan menjaga lingkungan tetap bersih untuk mengurangi tempat nyamuk berkembang biak.</p>
<p>Lakukan 3M Plus (menguras penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau membuang barang bekas, Plus: menggunakan obat nyamuk dan memasang kawat anti-nyamuk di ventilasi rumah), memastikan saluran air tidak tersumbat, dan dapat menaburkan bubuk abate pada penampungan air.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/28/begini-gejala-dan-pencegahan-chikungunya-kamu-wajib-tahu">Begini Gejala dan Pencegahan Chikungunya, Kamu Wajib Tahu! </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Gejala dan Penyebab Gondongan, Kamu Wajib Tahu!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/25/ini-gejala-dan-penyebab-gondongan-kamu-wajib-tahu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 06:50:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Gondongan]]></category>
		<category><![CDATA[Infeksi virus]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=443063</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kamu pernah mengalami gondongan? Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi biasanya menyerang kelenjar parotis (kelenjar yang memproduksi air liur) sehingga memicu pembengkakan. Melansir dari laman Kemenkes, gejala umum saat seseorang mengalami gondongan adalah pembengkakan pada pipi dan rahang. Kelenjar parotis, yang terletak di bawah telinga, berfungsi untuk memproduksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/ini-gejala-dan-penyebab-gondongan-kamu-wajib-tahu">Ini Gejala dan Penyebab Gondongan, Kamu Wajib Tahu!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kamu pernah mengalami gondongan? Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi biasanya menyerang kelenjar parotis (kelenjar yang memproduksi air liur) sehingga memicu pembengkakan.</p>
<p>Melansir dari laman Kemenkes, gejala umum saat seseorang mengalami gondongan adalah pembengkakan pada pipi dan rahang. Kelenjar parotis, yang terletak di bawah telinga, berfungsi untuk memproduksi air liur.</p>
<p>Gondongan terjadi saat kelenjar parotis mengalami peradangan akibat infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus tersebut dengan mudah menyebar ke orang lain melalui percikan ludah atau air liur yang keluar mulut atau hidung. Penyakit ini perlu diatasi dengan baik karena dapat memicu komplikasi pada pengidapnya, seperti penyebaran infeksi virus pada otak hingga kehilangan pendengaran.</p>
<p><strong>Apa penyebab terjadinya gondongan?</strong></p>
<p>Gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia kemudian akan menetap, berkembang biak, dan menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kelenjar parotis.</p>
<p><strong>Penyebaran virus ini bisa dengan mudah terjadi saat</strong>:</p>
<p>Menghirup percikan lendir saat penderita batuk, bersin, dan berbicara.<br />
Melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya berciuman.<br />
Menyentuh benda-benda yang ada di sekitar penderita, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.<br />
Berbagi alat makan dan minum dengan penderita.</p>
<p><strong>Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gondongan</strong></p>
<p>Belum mendapat vaksin MMR untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.<br />
Berusia 2-12 tahun.<br />
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS, menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, atau sedang dalam pengobatan kemoterapi.<br />
Tinggal atau bepergian ke daerah yang memiliki banyak kasus gondongan.</p>
<p><strong>Gejala Gondongan</strong></p>
<p>Gejala gondongan biasanya baru akan muncul 12-25 hari setelah terinfeksi virus. Gondongan ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis dan gejala penyakit infeksi.</p>
<p><strong>Berikut adalah beberapa gejala yang akan timbul saat terjadi gondongan</strong></p>
<p>Pipi bengkak, bisa hanya satu sisi atau kedua sisi, akibat pembengkakan kelenjar parotis.<br />
Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.<br />
Demam hingga 39°C.<br />
Mulut kering<br />
Sakit kepala<br />
Nyeri sendi<br />
Nyeri perut<br />
Mudah lelah<br />
Hilang nafsu makan.</p>
<p>Meski demikian, pada beberapa penderita, gejala gondongan dapat lebih ringan atau menyerupai gejala pilek. Beberapa penderita bahkan tidak mengalami gejala apa pun. Pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan jika kamu mengalami gejala yang lebih serius, seperti sakit kepala hebat, kesadaran menurun atau pingsan, dan mengalami<br />
kejang.</p>
<p>Dokter akan melakukan pemeriksaan pada pipi atau leher pasien yang membengkak, serta melihat kondisi tenggorokan dan tonsil (amandel) pasien. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa, pertama tes swab pada pipi bagian dalam (buccal swab), untuk mendeteksi jenis mikroorganisme yang menyebabkan gondongan.</p>
<p>Kedua tes darah, untuk mendeteksi infeksi virus dalam darah, dan ketiga tes urine, untuk mengonfirmasi dan mendeteksi penyebaran infeksi ke saluran kemih.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/ini-gejala-dan-penyebab-gondongan-kamu-wajib-tahu">Ini Gejala dan Penyebab Gondongan, Kamu Wajib Tahu!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit Mpox</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/10/ini-gejala-penyebab-hingga-dan-pencegahan-penyakit-mpox</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 04:16:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[cacar monyet]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mpox]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=440436</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Mpox (cacar monyet) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa. Mpox ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan, atau bahan yang terkontaminasi. Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/10/ini-gejala-penyebab-hingga-dan-pencegahan-penyakit-mpox">Ini Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit Mpox</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Mpox (cacar monyet) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa.</p>
<p>Mpox ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan, atau bahan yang terkontaminasi. Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan, diikuti oleh ruam yang mirip dengan cacar.</p>
<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="6ad5ab13-5b87-44f8-912c-2683a2c02851" data-message-model-slug="gpt-4o-mini">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light"></div>
</div>
</div>
</div>
<p>Melansir dari Laman Kemenkes, Mpox pernah ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada tanggal 23 Juli 2022, namun status PHEIC kemudian dicabut pada tanggal 11 Mei 2023, setelah wabah Mpox berhasil dikendalikan.</p>
<p>Meski demikian, beberapa kasus mpox masih terus dilaporkan, dan sejak bulan Juni hingga Agustus 2024 terjadi peningkatan kasus di beberapa negara di wilayah Afrika. Di Indonesia sendiri, 88 kasus mpox telah dilaporkan selama kurun waktu 2022-2024, dengan 14 kasus terjadi pada tahun 2024.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan peningkatan kasus dan potensi perluasan penularan mpox dari wilayah Afrika, maka Direktur Jenderal WHO kembali menetapkan status PHEIC untuk mpox pada 14 Agustus 2024.</p>
<p>Penyakit Mpox sebelumnya dikenal sebagai monkeypox atau cacar monyet, karena pertama kali ditemukan pada sekelompok monyet yang dipelihara sebagai subyek penelitian pada tahun 1958. Pada tahun 1970, penyakit ini ditemukan pada manusia. Pada 28 November 2022, WHO telah mengumumkan pergantian nama penyakit yang semula Monkeypox menjadi mpox. Perubahan tersebut dikarenakan untuk menghindari rasisme dan stigmasisasi.</p>
<p>Awalnya, Mpox merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Namun kini, mpox juga dapat menyebar dari manusia ke manusia.</p>
<p>Nama penyakit Monkeypox kemudian diubah menjadi Mpox oleh WHO pada tanggal 28 November 2022 untuk menghindari rasisme dan stigmatisasi.</p>
<p><strong>Penyebab Mpox</strong></p>
<p>Penyakit Mpox disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV), yang termasuk bagian dari keluarga genus orthopoxvirus, atau genus yang juga menjadi penyebab infeksi cacar smallpox (variola). Mpox memiliki beberapa varian, yaitu Clade I sebelumnya dikenal sebagai Congo Basin dan Clade II, sebelumnya west African clade. Di luar clade Ia, sebagian besar penyebaran mpox terjadi akibat zoonosis, atau dari hewan ke manusia.</p>
<p><strong>Penularan Mpox</strong></p>
<p>Penularan Mpox dari hewan ke manusia terjadi melalui kontak fisik dengan hewan yang terinfeksi, atau daging dan darahnya. Sedangkan penularan Mpox dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, lewat sentuhan fisik, ciuman, oral, dan hubungan seksual.</p>
<p>Penularan juga dapat terjadi dengan menyentuh atau menghirup virus yang menempel pada barang-barang yang digunakan oleh penderita mpox, seperti pakaian, handuk, tempat tidur, dan permukaan benda-benda.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/10/ini-gejala-penyebab-hingga-dan-pencegahan-penyakit-mpox">Ini Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit Mpox</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai, Mulai Batuk hingga Berat Badan Menurun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/27/gejala-tuberkulosis-yang-perlu-diwaspadai-mulai-dari-batuk-hingga-berat-badan-menurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 04:29:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Batuk]]></category>
		<category><![CDATA[Berat badan menurun]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=416271</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sebagian masyarakat mungkin masih mengabaikan gejala Tuberkulosis (TBC). Banyak diantara kita masih menganggap remeh batuk dan tidak segera memeriksakan diri ketika batuk tidak sembuh-sembuh disertai dengan berat badan menurun drastis. Di Indonesia, kasus TBC masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan. Melansir dari Laman Kemenkes RI, berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/27/gejala-tuberkulosis-yang-perlu-diwaspadai-mulai-dari-batuk-hingga-berat-badan-menurun">Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai, Mulai Batuk hingga Berat Badan Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sebagian masyarakat mungkin masih mengabaikan gejala Tuberkulosis (TBC). Banyak diantara kita masih menganggap remeh batuk dan tidak segera memeriksakan diri ketika batuk tidak sembuh-sembuh disertai dengan berat badan menurun drastis. Di Indonesia, kasus TBC masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan.</p>
<p>Melansir dari Laman Kemenkes RI, berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia yang memiliki estimasi kasus TBC baru sebanyak 1.060.000 kasus dengan kematian mencapai 134.000 per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>TBC merupakan penyakit kronis yang dapat menular dari satu orang ke orang di sekitarnya, disebabkan oleh bakteri/kuman Mycobacterium Tuberculosis. Penularan TBC terjadi sangat mudah melalui udara, dapat berasal dari percikan droplet saat berbicara, batuk atau bersin. TBC utamanya menyerang organ paru, namun ternyata TBC juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru.</p>
<p>TBC bukanlah penyakit genetik atau keturunan, bukan pula penyakit kutukan atau guna-guna. Orang dengan TBC memang cenderung memiliki badan yang sangat kurus, dikarenakan salah satu gejala penyerta TBC adalah nafsu makan turun, sehingga berat badan menurun drastis. Namun ada juga orang yang memiliki badan yang segar tetapi terinfeksi bakteri TBC. Daya tahan tubuh yang menurun menjadi salah satu faktor seseorang dapat terinfeksi TBC kemudian menyebabkan munculnya gejala TBC. Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut gejala TBC yang perlu kita waspadai.</p>
<p><strong>Gejala TBC yang Perlu Diwaspadai</strong></p>
<p>Sekitar 17 orang per jam meninggal dunia akibat TBC. Penting bagi kita untuk mengetahui gejala penyakit TBC. Gejala TBC terdiri dari gejala utama dan gejala penyerta atau tambahan.</p>
<p>1. Batuk menerus<br />
Batuk merupakan gejala utama TBC, terutama batuk yang berlangsung terus menerus (kadang disertai dengan batuk berdahak atau batuk darah) tanpa mempertimbangkan durasi berapa lamanya. Batuk terjadi terus menerus karena adanya infeksi yang mengganggu jalannya pernapasan.</p>
<p>2. Nafsu makan menurun<br />
TBC bisa membuat seseorang tidak nafsu makan. Batuk yang terus-menerus bahkan bisa menyulitkan orang dengan TBC untuk menelan makanan. Selain itu, terdapat beberapa efek ketika pengobatan TBC, salah satunya gangguan nafsu makan dan masalah pencernaan.</p>
<p>3. Penurunan berat badan<br />
Asupan nutrisi pada pasien TBC yang tidak tercukupi dengan baik menyebabkan orang dengan TBC bisa kehilangan berat badan secara cepat dalam waktu singkat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/27/gejala-tuberkulosis-yang-perlu-diwaspadai-mulai-dari-batuk-hingga-berat-badan-menurun">Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai, Mulai Batuk hingga Berat Badan Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengalami Dismenore saat Haid? Begini Gejala dan Pengobatannya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/17/mengalami-dismenore-saat-haid-begini-gejala-dan-pengobatannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 04:55:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dismenore]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Haid]]></category>
		<category><![CDATA[Kram]]></category>
		<category><![CDATA[Mengganggu]]></category>
		<category><![CDATA[Nyeri Haid]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=393960</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Mungkin, sebagian wanita merasakan yang namanya nyeri haid, baik sebelum menstruasi ataupun saat menstruasi. Nyeri haid (dismenore) adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau saat menstruasi. Dismenore dapat bersifat ringan, tetapi juga bisa parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Melansir dari Alodokter, dismenore terbagi dalam dua jenis, yaitu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/17/mengalami-dismenore-saat-haid-begini-gejala-dan-pengobatannya">Mengalami Dismenore saat Haid? Begini Gejala dan Pengobatannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Mungkin, sebagian wanita merasakan yang namanya nyeri haid, baik sebelum menstruasi ataupun saat menstruasi.</p>
<p>Nyeri haid (dismenore) adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau saat menstruasi. Dismenore dapat bersifat ringan, tetapi juga bisa parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Melansir dari Alodokter, dismenore terbagi dalam dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer merupakan kram yang muncul sebelum atau selama menstruasi, kemudian hilang seiring periode menstruasi berakhir.</p>
<p>Sedangkan dismenore sekunder adalah dismenore akibat gangguan pada organ reproduksi. Penderita dismenore sekunder akan merasakan kram lebih lama dari dismenore primer.</p>
<p>Kram pada dismenore sekunder terasa lebih parah seiring berjalannya menstruasi. Pada beberapa kasus, kram tetap dirasakan meski menstruasi sudah berakhir.</p>
<p><strong>Gejala dan Komplikasi Dismenore</strong></p>
<p>Gejala utama dismenore adalah kram di perut bagian bawah. Gejala ini merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Seiring bertambahnya usia, dismenore akan menghilang secara bertahap.</p>
<p>Meski jarang menimbulkan komplikasi, gejala dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Khusus pada dismenore yang disebabkan oleh penyakit tertentu, dapat muncul komplikasi diantaranya, masalah kesuburan, infeksi saluran tuba, hamil di luar rahim.</p>
<p><strong>Pengobatan dan Pencegahan Dismenore</strong></p>
<p>Dismenore dapat diatasi secara mandiri dengan memberikan kompres hangat di perut, mandi air hangat, atau mengkonsumsi obat pereda nyeri. Namun, jika dismenore terasa parah, pengobatan perlu dilakukan oleh dokter.</p>
<p>Kram saat menstruasi merupakan hal yang normal. Namun, perburukan kram saat haid dapat dicegah dengan melakukan upaya diantaranya, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, beristirahat dan tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, membatasi konsumsi kafein terutama saat dekat waktu haid, tidak merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol, dan mengelola stres dengan melakukan teknik relaksasi.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/17/mengalami-dismenore-saat-haid-begini-gejala-dan-pengobatannya">Mengalami Dismenore saat Haid? Begini Gejala dan Pengobatannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Perbedaan Asam Lambung dan Maag, Kamu Wajib Tahu!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/16/ini-perbedaan-asam-lambung-dan-maag-kamu-wajib-tahu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 03:37:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Asam Lambung]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Keseshatan]]></category>
		<category><![CDATA[Maag]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=374920</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Mungkin diantara kamu masih mempertanyakan, apa sih perbedaan asam lambung dan maag? Walaupun memiliki gejala yang sama, namun merupakan dua kondisi yang berbeda. Melansir dari Halodoc, penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam yang diproduksi oleh lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa tidak nyaman seperti dada yang sakit sampai mulas. Sedangkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/16/ini-perbedaan-asam-lambung-dan-maag-kamu-wajib-tahu">Ini Perbedaan Asam Lambung dan Maag, Kamu Wajib Tahu!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Mungkin diantara kamu masih mempertanyakan, apa sih perbedaan asam lambung dan maag? Walaupun memiliki gejala yang sama, namun merupakan dua kondisi yang berbeda.</p>
<p>Melansir dari Halodoc, penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam yang diproduksi oleh lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa tidak nyaman seperti dada yang sakit sampai mulas.</p>
<p>Sedangkan maag adalah ketika volume lapisan lendir tebal yang melindungi lambung mengalami penurunan, sehingga asam pencernaan menggerogoti jaringan yang melapisi perut. Dua kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi parah tanpa perawatan yang tepat.</p>
<p>Sakit maag terjadi ketika lapisan perut mengalami luka dan kondisi ini bisa diperburuk dengan asam lambung. Bisa dibilang penyebab utamanya bukanlah asam lambung. Kondisi berbeda dengan penyakit asam lambung yang memang disebabkan karena asam lambung itu sendiri. Ketika asam lambung keluar dari perut dan masuk ke kerongkongan.</p>
<p>Kedua kondisi ini memiliki gejala yang sama, tetapi ada perbedaan yang signifikan. Maag sering disertai dengan gejala seperti sensasi terbakar di usus, di area antara pusar dan tulang dada.</p>
<p>Selain itu nyeri atau tidak nyaman dua hingga tiga jam setelah makan, rasa sakit yang membangunkan kamu di malam hari, rasa sakit yang berkurang setelah makan, minum, atau mengonsumsi obat maag, darah di kotoran atau muntah.</p>
<p>Sementara penyakit asam lambung, biasanya ditandai oleh rasa asam di belakang mulut, batuk kering, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, gejala, seperti asma, mulas yang meningkat sebagai respons terhadap beberapa makanan pemicu, dan gejala yang memburuk saat kamu berbaring atau membungkuk.</p>
<p>Untuk mengetahui pasti apakah kamu mengidap asam lambung atau maag, periksakan diri ke dokter. Pada umumnya saat ada kecurigaan maag, kamu akan direkomendasikan untuk melakukan endoskopi.</p>
<p>Jika kecurigaan lebih mengarah ke asam lambung, dokter akan melakukan tes terapeutik yang melibatkan mengambil obat pereduksi asam untuk melihat apakah itu mengendalikan gejala yang kamu alami.</p>
<p>Tergantung dari seberapa parah gejala yang kamu alami, dokter juga akan melakukan beberapa tes tambahan seperti:</p>
<p>1. Tes darah, yang akan menunjukkan apakah kamu telah terpapar H. pylori,</p>
<p>2. Studi barium, melalui tes ini, ahli radiologi akan mengambil sinar-X dari kerongkongan, lambung, dan usus untuk mencari tahu apakah kamu memiliki bisul atau masalah struktural seperti obstruksi yang menjadi penyebab gejala.</p>
<p>3. Endoskopi, tes ini dilakukan saat kamu dibius di mana dokter akan memasukkan tabung tipis dan fleksibel dengan kamera ke tenggorokan, untuk melihat bagian dalam kerongkongan dan perut.</p>
<p>Kamera memungkinkan dokter untuk melihat borok atau masalah lain, seperti jaringan parut pada kerongkongan yang bisa disebabkan oleh asam lambung. Diagnosis yang akurat akan membantu kamu menentukan langkah perawatan yang tepat.</p>
<p>Pola hidup dapat meringankan gejala jika kamu mengidap penyakit asam lambung ataupun maag. Alkohol dan makanan pedas dapat memperlambat proses penyembuhan. Bahkan, stres juga dapat mempengaruhi proses penyembuhan untuk kedua penyakit ini.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/16/ini-perbedaan-asam-lambung-dan-maag-kamu-wajib-tahu">Ini Perbedaan Asam Lambung dan Maag, Kamu Wajib Tahu!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kamu Wajib Tahu! Ini 5 Tanda-tanda Gejala Alergi Udang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/15/kamu-wajib-tahu-ini-5-tanda-tanda-gejala-alergi-udang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 09:28:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Alergi Udang]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Raum]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda-tanda Alergi]]></category>
		<category><![CDATA[udang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=367642</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Alergi pada makanan merupakan alergi yang muncul sesudah mengonsumsi makanan tertentu. Makanan yang sering menimbulkan alergi (makanan alergenik) diantaranya udang, susu, telur, kedelai, ikan, kacang, kedelai, gandum, kerang, kepiting dan kelapa. Alergi terjadi ketika seseorang mengalami paparan dari alergen yang dianggap berbahaya oleh tubuh, sehingga tubuh pun memproduksi antibodi. Setiap kali tubuh terpapar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/15/kamu-wajib-tahu-ini-5-tanda-tanda-gejala-alergi-udang">Kamu Wajib Tahu! Ini 5 Tanda-tanda Gejala Alergi Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)- </strong>Alergi pada makanan merupakan alergi yang muncul sesudah mengonsumsi makanan tertentu. Makanan yang sering menimbulkan alergi (makanan alergenik) diantaranya udang, susu, telur, kedelai, ikan, kacang, kedelai, gandum, kerang, kepiting dan kelapa.</p>
<p>Alergi terjadi ketika seseorang mengalami paparan dari alergen yang dianggap berbahaya oleh tubuh, sehingga tubuh pun memproduksi antibodi. Setiap kali tubuh terpapar oleh alergen yang sama, produksi antibodi dapat meningkat, sehingga memicu keluarnya histamin yang mengakibatkan munculnya gejala alergi.</p>
<p>Reaksi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti pilek, ruam kulit yang gatal, atau bahkan sesak napas. Zat yang dapat memicu respons alergi disebut dengan alergen.</p>
<p><strong>Baca Juga:<a href="https://suarabaru.id/2023/09/14/tips-jaga-kesehatan-agar-tidak-dehidrasi-ketika-musim-kemarau">Tips Jaga Kesehatan agar Tidak Dehidrasi ketika Musim Kemarau</a></strong></p>
<p>Salah satu jenis alergi makanan yang umum adalah alergi udang. Udang adalah makanan lezat yang populer di seluruh dunia, tetapi bagi beberapa orang, konsumsi udang dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius.</p>
<p>Dikutip dari laman Mayoclinic dan Everlywell, berikut adalah 5 gejala alergi udang yang wajib kamu ketahui.</p>
<p><strong>1. Ruam Kulit</strong></p>
<p>Salah satu gejala umum alergi udang adalah munculnya ruam kulit. Ruam ini bisa berupa gatal-gatal, merah, bengkak, atau bahkan berbentuk lepuh kecil. Ruam biasanya muncul dalam waktu singkat setelah mengonsumsi udang atau makanan yang mengandung udang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/09/14/tips-menyimpan-makanan-dari-serangan-semut">Tips Menyimpan Makanan dari Serangan Semut</a></strong></p>
<p><strong>2. Gangguan Pencernaan</strong></p>
<p>Pada beberapa kasus, konsumsi udang bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut. Gejala ini mungkin muncul beberapa saat setelah mengonsumsi udang dan bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.</p>
<p><strong>3. Sesak Napas</strong></p>
<p>Sesak napas atau sulit bernapas adalah gejala serius yang bisa terjadi sebagai respons terhadap alergi udang. Ini bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang merespons dengan cara yang lebih serius terhadap protein udang yang masuk ke dalam tubuh.</p>
<p><strong>4. Pembengkakan Wajah dan Bibir</strong></p>
<p>Jika kamu mengalami pembengkakan pada wajah, bibir, atau area sekitar mata setelah mengonsumsi udang, ini bisa menjadi tanda reaksi alergi. Pembengkakan bisa terjadi dengan cepat dan memerlukan perhatian medis segera.</p>
<p><b>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/09/12/jangan-sering-dipencet-ini-lima-tips-mengatasi-jerawat-saat-menstruasi">Jangan Sering Dipencet! Ini Lima Tips Mengatasi Jerawat Saat Menstruasi</a></b></p>
<p><strong>5. Syok Anafilaksis</strong></p>
<p>Syok anafilaksis adalah reaksi alergi yang sangat serius dan mengancam jiwa. Gejala ini termasuk mengalami pusing, pingsan, detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, dan sulit bernapas.</p>
<p>Jika seseorang mengalami gejala syok anafilaksis setelah mengonsumsi udang, segera cari bantuan medis darurat, karena kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak diobati dengan cepat.</p>
<p>Tingkat keparahan gejala alergi udang bisa bervariasi dari orang ke orang. Beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala ringan, sementara yang lain bisa mengalami reaksi yang sangat serius.</p>
<p>Jika kamu memiliki riwayat alergi atau merasa memiliki gejala yang mencurigakan setelah mengonsumsi udang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/15/kamu-wajib-tahu-ini-5-tanda-tanda-gejala-alergi-udang">Kamu Wajib Tahu! Ini 5 Tanda-tanda Gejala Alergi Udang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Alergi Dingin</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/18/ini-gejala-penyebab-dan-cara-mengobati-alergi-dingin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2023 04:39:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Alergi dingin]]></category>
		<category><![CDATA[Cara mengobati]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Keturunan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[Usia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=308661</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Apakah kamu salah satu yang mengalami alergi dingin? Alergi dingin biasanya ditandai dengan bentol dan gatal di kulit yang muncul beberapa menit setelah terpapar suhu dingin. Alergi dingin adalah biduran yang muncul akibat udara dingin. Alergi dingin pada umumnya terjadi pada remaja yang beranjak dewasa. Dilansir dari Alodokter.com, reaksi alergi ini akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/18/ini-gejala-penyebab-dan-cara-mengobati-alergi-dingin">Ini Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Alergi Dingin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Apakah kamu salah satu yang mengalami alergi dingin? Alergi dingin biasanya ditandai dengan bentol dan gatal di kulit yang muncul beberapa menit setelah terpapar suhu dingin.</p>
<p>Alergi dingin adalah biduran yang muncul akibat udara dingin. Alergi dingin pada umumnya terjadi pada remaja yang beranjak dewasa.</p>
<p>Dilansir dari Alodokter.com, reaksi alergi ini akan hilang dengan sendirinya, tetapi bisa juga diatasi dengan obat antialergi bila memang dirasa mengganggu. Setelah hilang, reaksi alergi dapat muncul kembali jika penderitanya terpapar suhu dingin. Alergi dingin biasanya dapat sembuh total setelah beberapa tahun, tetapi bisa juga menetap seumur hidup.</p>
<p>Penyebab Alergi Dingin                                                                                          Alergi dingin terjadi saat kulit terpapar air dingin atau udara dingin. Saat terpapar suhu dingin, tubuh akan melepaskan histamin, yaitu zat kimia yang menimbulkan reaksi alergi.</p>
<p>Belum diketahui mengapa udara dingin bisa menimbulkan reaksi alergi. Namun, kulit sensitif diduga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Selain itu, faktor lain yang bisa meningkatkan risiko alergi dingin adalah:</p>
<p>1. Usia. Anak-anak dan remaja merupakan kelompok usia yang paling sering terkena alergi dingin, tetapi biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa tahun.</p>
<p>2. Penyakit. Alergi dingin lebih berisiko terjadi pada penderita kanker, hepatitis, atau orang yang baru saja terserang infeksi.</p>
<p>3. Keturunan. Anak yang orang tuanya menderita alergi dingin juga berisiko menderita kondisi yang sama.</p>
<p>Gejala Alergi Dingin<br />
Gejala utama alergi dingin adalah biduran. Biduran adalah bentol-bentol kemerahan di kulit yang terasa gatal. Ukuran bentol bisa beragam, mulai dari selebar kacang hijau hingga selebar buah anggur.</p>
<p>Gejala ini muncul pada kulit yang terkena suhu dingin, bisa air atau udara. Biduran lebih sering muncul akibat paparan udara yang lembap dan berangin. Saat suhu kulit mulai menghangat, gejala justru bisa memburuk. Biduran dapat berlangsung selama 2 jam sebelum akhirnya menghilang sendiri.</p>
<p>Selain biduran, alergi dingin juga dapat menimbulkan pembengkakan pada bagian tubuh yang menyentuh benda dingin, misalnya pada tangan, akibat memegang benda dingin, dan pada bibir, setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin</p>
<p>Kapan harus ke dokter<br />
Biduran akibat alergi dingin umumnya berlangsung selama 2 jam. Bila biduran tidak membaik hingga 2 hari, segera periksakan ke dokter. Konsultasikan juga dengan dokter bila biduran makin meluas dan muncul demam.</p>
<p>Reaksi alergi parah (syok anafilaktik) bisa muncul bila seluruh tubuh terpapar oleh suhu dingin, misalnya saat berenang di air dingin. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa. Segera ke instalasi gawat darurat (IGD) bila muncul gejala berupa muka bengkak, pandangan gelap, keringat dingin, jantung berdebar dan sesak napas.</p>
<p>Diagnosis Alergi Dingin<br />
Untuk mengetahui apakah biduran yang anda alami disebabkan oleh alergi dingin, cobalah letakkan es batu di kulit selama 5 menit. Jika setelah es batu diangkat muncul bentol merah pada kulit, kemungkinan besar anda menderita alergi dingin.</p>
<p>Setelah itu, konsultasikan dengan dokter guna mengetahui penyebab biduran yang dialami. Dokter akan menanyakan gejala yang muncul dan penyakit yang pernah atau sedang diderita, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat mengulangi tes dengan es batu untuk memastikan alergi dingin.</p>
<p>Jika dokter mencurigai ada penyebab lain, pemeriksaan tambahan akan dilakukan, seperti tes darah atau tes urine. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan tergantung pada jenis penyakit yang dicurigai oleh dokter.</p>
<p>Pengobatan alergi dingin<br />
Alergi dingin dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat. Namun, jika gejala dirasa mengganggu, penderita bisa meredakannya dengan mengonsumsi obat-obatan, terutama jika muncul gejala alergi yang serius, seperti sesak napas.</p>
<p>Pengobatan utama alergi dingin adalah dengan menghindari paparan suhu dingin. Namun, jika anda harus beraktivitas di suhu dingin sehingga reaksi alergi tidak bisa dihindari, konsumsilah obat-obatan untuk meredakan gejala dan mencegah reaksi alergi muncul kembali.</p>
<p>Obat yang dapat digunakan untuk meredakan gejala alergi dingin adalah obat antihistamin. Jenis obat antihistamin yang biasanya diberikan adalah cetirizine, loratadine, atau desloratadine.</p>
<p>Obat antagonis H2, seperti ranitidin, famotidine, dan cimetidine, juga dapat membantu meredakan gejala alergi dingin. Obat tersebut bisa diberikan jika antihistamin biasa tidak manjur.</p>
<p>Obat-obatan lain yang juga dapat digunakan untuk meredakan gejala alergi dingin adalah, kortikosteroid, capsaicin oles, omalizumab, obat agonis reseptor leukotriene, seperti zafirlukast dan monteluklast.</p>
<p>Pada penderita alergi dingin yang terserang syok anafilaktik, dokter akan memberikan suntikan epinephrine.</p>
<p>Pencegahan Alergi Dingin<br />
Meski gejala alergi dingin dapat sembuh dengan sendirinya dan bisa diredakan dengan obat-obatan, sebisa mungkin tetap hindari paparan udara dingin untuk mencegah reaksi alergi.</p>
<p>Pencegahan alergi dingin dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain melindungi kulit dari paparan udara, air, atau benda yang dingin, menghindari konsumsi makanan dan minuman dingin untuk mencegah tenggorokan membengkak, mengkonsumsi obat sesuai resep dokter, memberitahu dokter atau petugas medis sebelum operasi, untuk mencegah timbulnya reaksi alergi dingin di ruang operasi serta berkonsultasi dengan dokter mengenai perlu tidaknya mengonsumsi obat antihistamin sebelum bepergian ke tempat yang cuacanya dingin.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/18/ini-gejala-penyebab-dan-cara-mengobati-alergi-dingin">Ini Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Alergi Dingin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>