<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Etika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/etika/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 13:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Etika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pentingnya Etika &#8216;Public Speaking&#8217; dan Produksi Konten Media Sosial</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/20/pentingnya-etika-public-speaking-dan-produksi-konten-media-sosial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 13:15:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Konten]]></category>
		<category><![CDATA[Public speaking]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 11 Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=554994</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Universitas Semarang (USM), belum lama ini melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di SMA Negeri 11 Semarang. Kegiatan ini mengusung tema &#8216;Etika Public Speaking dan Produksi Konten Media Sosial&#8217;, sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi dan kreativitas siswa di era digital. Kegiatan PKM ini diketuai Tika Ristia Djaya SIKom MIKom, yang juga bertindak sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/20/pentingnya-etika-public-speaking-dan-produksi-konten-media-sosial">Pentingnya Etika &#8216;Public Speaking&#8217; dan Produksi Konten Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Universitas Semarang (USM), belum lama ini melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di SMA Negeri 11 Semarang. Kegiatan ini mengusung tema &#8216;Etika Public Speaking dan Produksi Konten Media Sosial&#8217;, sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi dan kreativitas siswa di era digital.</p>
<p>Kegiatan PKM ini diketuai Tika Ristia Djaya SIKom MIKom, yang juga bertindak sebagai pemateri pertama. Dalam pemaparannya, Tika menekankan pentingnya etika dalam berbicara di depan umum, termasuk sikap, bahasa, serta cara menyampaikan pesan yang efektif dan sopan.</p>
<p>Selanjutnya, pemateri kedua Sinta Pramucitra SIKom MIKom, menyampaikan materi mengenai teknik dasar public speaking, yang meliputi penguasaan panggung, intonasi suara, dan kepercayaan diri.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/20/prof-kesi-inspirasi-sejati-lahir-dari-kesederhanaan-tindakan">Prof Kesi: Inspirasi Sejati Lahir dari Kesederhanaan Tindakan</a></strong></p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-555019 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-20-at-14.07.22.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-20-at-14.07.22.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-20-at-14.07.22-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-20-at-14.07.22-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Pemateri ketiga, Ami Saptiyono SIKom MIKom, membahas strategi komunikasi yang efektif, agar pesan dapat diterima dengan baik oleh audiens. Sementara itu, pemateri keempat M Faiq, memberikan pemahaman tentang cara memproduksi konten media sosial yang kreatif, menarik, dan bertanggung jawab.</p>
<p>Menurut Tika Ristia Djaya, pelaksanaan kegiatan ini turut didukung mahasiswa USM, M Rizky Maulana, Patric Bernadian, dan Siti Maryam, yang membantu dalam proses persiapan, pelaksanaan, hingga dokumentasi kegiatan.</p>
<p>&#8221;Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan etika berbicara di depan umum, serta mengembangkan kreativitas siswa SMA Negeri 11 Semarang, dalam bermedia sosial. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, terutama saat sesi praktik public speaking dan pembuatan konten media sosial,&#8221; ungkap Tika.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/20/atase-pertanian-ri-untuk-uni-eropa-forc3s-bisa-berperan-pada-proyek-mbg">Atase Pertanian RI untuk Uni Eropa: FORC3S Bisa Berperan pada Proyek MBG</a></strong></p>
<p>Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu tampil percaya diri saat berbicara di depan umum, tetapi juga dapat memanfaatkan media sosial secara bijak, kreatif, dan produktif.</p>
<p>Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan dokumentasi bersama, antara tim PKM dan seluruh peserta.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/20/pentingnya-etika-public-speaking-dan-produksi-konten-media-sosial">Pentingnya Etika &#8216;Public Speaking&#8217; dan Produksi Konten Media Sosial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dekan FH USM Lepas 98 Lulusan, Ini Pesan Rektor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/22/dekan-fh-usm-lepas-98-lulusan-ini-pesan-rektor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 05:04:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Auditorium Ir Widjatmoko]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasan Lulusan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor USM]]></category>
		<category><![CDATA[Senat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=491998</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM), Dr Amri Panahatan Sihotang SS SH MHum, melepas 98 mahasiswa dalam upacara Pelepasan Lulusan Ke-73, yang dilakukan di Auditorium Ir Widjatmoko, kampus setempat, Kamis (21/8/2025). Acara ini dihadiri Rektor USM, Dr Supari ST MT, pimpinan dan senat Fakultas Hukum, dosen, mahasiswa, lulusan, serta orang tua atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/22/dekan-fh-usm-lepas-98-lulusan-ini-pesan-rektor">Dekan FH USM Lepas 98 Lulusan, Ini Pesan Rektor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM), Dr Amri Panahatan Sihotang SS SH MHum, melepas 98 mahasiswa dalam upacara Pelepasan Lulusan Ke-73, yang dilakukan di Auditorium Ir Widjatmoko, kampus setempat, Kamis (21/8/2025).</p>
<p>Acara ini dihadiri Rektor USM, Dr Supari ST MT, pimpinan dan senat Fakultas Hukum, dosen, mahasiswa, lulusan, serta orang tua atau keluarga dari lulusan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Rektor memberikan apresiasi yang tinggi kepada FH USM, atas penyelenggaraan pelepasan lulusan yang luar biasa. Dia juga berpesan, agar para lulusan untuk senantiasa belajar, mengembangkan diri, menjaga integritas, etika, tidak pernah lelah untuk maju, serta berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/19/empat-mahasiswi-usm-terima-penghargaan-dari-rektor">Empat Mahasiswi USM Terima Penghargaan dari Rektor</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Dr Amri berharap, para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik saja, tetapi juga karakter dan jiwa kepemimpinan, untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.</p>
<p>&#8221;Keberhasilan menjadi seorang sarjana bukan hanya dilihat dari indeks prestasi kumulatif yang tinggi, atau asal perguruan tingginya. Namun seorang sarjana harus menjadi seseorang yang cerdas, inovatif, kreatif, dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dibangku perkuliahan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Disampaikan juga, saat ini USM dan Prodi Ilmu Hukum FH USM, telah terakreditasi Unggul. Pihaknya pun yakin, mahasiswanya merupakan lulusan yang unggul, siap menuju masa depan cerah, Indonesia Emas.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/19/magister-hukum-usm-buka-kesempatan-bagi-lulusan-s-1-lintas-disiplin-ilmu">Magister Hukum USM Buka Kesempatan bagi Lulusan S-1 Lintas Disiplin Ilmu</a></strong></p>
<p>Pelepasan lulusan yang diselenggarakan FH USM itu, merupakan bentuk penghargaan kepada para lulusan, yang selama ini telah berjuang sekaligus penegasan komitmen untuk mencetak sumber daya manusia unggul, yang siap bersaing di tingkat Nasional maupun internasional.</p>
<p>Ditambah Amri, dengan sebaran lebih dari 4.800 alumni di seluruh Indonesia yang tertampung dalam wadah Ikatan Alumni FH USM, hal ini bisa menjadi nilai lebih yang dapat dioptimalkan para lulusan.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Alumni FH USM, Dr Mastur SH MH, memberikan inspirasi kepada para lulusan, mengenai pentingnya memiliki rasa bangga terhadap almater USM.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/19/dewan-mahasiswa-fakultas-psikologi-usm-gelar-dialog-mahasiswa-2">Dewan Mahasiswa Fakultas Psikologi USM Gelar Dialog Mahasiswa 2</a></strong></p>
<p>&#8221;Para lulusan jangan pernah minder untuk menyebut diri sebagai alumni USM. Saat ini, FH USM telah mengalami kemajuan yang pesat, salah satunya didorong oleh alumni,&#8221; ujar Mastur, yang juga dosen di Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, dan pernah menjabat sebagai Dekan FH Unwahas.</p>
<p>Fakultas Hukum USM juga memberikan penghargaan khusus kepada para lulusan terbaik, yaitu Sultan Faris Alfaba dengan IPK 3,91 untuk kelas reguler pagi. Sedangkan lulusan terbaik kelas reguler sore, diberikan kepada Widanti Widyaswari dengan IPK 3,91.</p>
<p>Selain pemberian penghargaan kepada lulusan, diberikan apresiasi kepada dosen favorit pilihan lulusan. Dalam kesempatan itu, dosen terfavorit pilihan lulusan adalah Dr Sukimin SH MH dan Dr Tri Mulyani SpPd SH MH.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/22/dekan-fh-usm-lepas-98-lulusan-ini-pesan-rektor">Dekan FH USM Lepas 98 Lulusan, Ini Pesan Rektor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iktikad dan Etika dalam Bermedia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/12/iktikad-dan-etika-dalam-bermedia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 05:34:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Iktikad Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Iktikad Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kepatutan]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Newsroom]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478781</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS KATA kunci dalam penyampaian pesan ketika kita bermedia adalah “iktikad”. Sejauh mana iktikad kita, seperti apa iktikad kita, untuk tujuan apa kita menyampaikan pesan? Dalam cabang tujuan, iktikad akan terbedakan antara “iktikad baik” dan “iktikad buruk”. Dalam praktik komunikasi, semua bergantung pada setting, lalu dengan framing seperti apa pesan itu disampaikan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/iktikad-dan-etika-dalam-bermedia">Iktikad dan Etika dalam Bermedia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-478783 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />KATA</strong> kunci dalam penyampaian pesan ketika kita bermedia adalah “iktikad”. Sejauh mana iktikad kita, seperti apa iktikad kita, untuk tujuan apa kita menyampaikan pesan?</p>
<p>Dalam cabang tujuan, iktikad akan terbedakan antara “iktikad baik” dan “iktikad buruk”. Dalam praktik komunikasi, semua bergantung pada <em>setting</em>, lalu dengan <em>framing</em> seperti apa pesan itu disampaikan. Di sini, pola atau format penyampaian juga akan memosisikan, apakah <em>setting</em> yang dipilih bakal bermakna sebagai iktikad baik, atau merupakan iktikad buruk.</p>
<p>Tak jarang, penafsiran baik atau buruk tergantung pada bagaimana seseorang memaknai tujuan dalam menyampaikan pesan. Mengetengahkan hal yang seolah-olah baik, tetapi dengan tujuan buruk. Atau sebaliknya, mengetengahkan hal yang sepertinya buruk, namun dengan tujuan baik.</p>
<p>Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dengan jelas menyampaikan poin-poin tentang kepatutan dalam memberitakan sesuatu. Pelanggaran etis terjadi manakala ada poin KEJ yang diabaikan dalam menjalankan tugas kewartawanan. Sanksinya lebih ke moral dan kepercayaan.</p>
<p><strong>Dua Realitas</strong><br />
Dalam konstelasi praktik bermedia saat ini, kita bisa membedah dari dua realitas. Yakni bagaimana iktikad pemberitaan di media-media <em>mainstream</em>, dan iktikad penyampaian pesan di media sosial. Keduanya punya praktik yang berbeda, walaupun secara tidak langsung juga saling beririsan dengan kepentingan masing-masing.</p>
<p>Praktik bermedia massa saat ini diwarnai oleh beragam tujuan, dengan bungkus kepentingan politik, sosial, ekonomi, dan rupa-rupa lainnya. Bingkai sebuah informasi akan bergantung pada bagaimana orang-orang di dalam <em>newsroom</em> media meracik tujuan. “Tone” pemberitaan akan terasa dari pilihan judul, aksen, <em>lead</em>, sudut pandang, narasumber, juga tampilan ilustrasi/foto. “Sikap” itu, umumnya, disusun sebagai sebuah keputusan <em>newsroom</em>, dan itu akan menjadi “sikap media”. Kesimpulannya, inilah iktikad.</p>
<p>Tak jarang, “sikap” juga terkait dengan ikhtiar-ikhtiar untuk mengonstruksi pemberitaan agar mencapai viralitas. Ini menjadi iktikad, karena bertujuan yang penting informasi itu viral. Acap kali, tujuan viralitas itu dilambari oleh ketidakpedulian apakah ini punya aksen iktikad baik atau buruk. Tujuan viralitas ini berorientasi pada kepentingan algoritma yang pada banyak hal tidak dikompromikan dengan landasan etika.</p>
<p>Ketidakpedulian pada pemaknaan “iktikad” menjadi hal yang menonjol dalam praktik bermedia saat ini, baik media massa maupun media sosial. Sekali lagi, kepentingan menjadi baju yang akan menentukan “corak penampilan” informasinya.</p>
<p>Pola-pola penyajian yang instan dan tidak mendalam menjadi ciri khas dalam sejumlah <em>platform</em>, dan sajian itu seolah-olah saling melengkapi antara kebutuhan publik terhadap informasi singkat, yang pada sisi lain disediakan oleh konten-konten kulit luar (permukaan), dan pada akhirnya akan membentuk kebiasaan akses informasi masyarakat.</p>
<p>Ada realitas kondisi yang saling melengkapi. Tradisi penyajian dengan pendalaman analitis yang dilakukan oleh media massa cenderung makin ditinggalkan. Masyarakat makin tidak terbiasa dengan informasi-informasi yang berkedalaman, dan ini tentu membutuhkan edukasi tersendiri lewat upaya-upaya literasi yang komprehensif.</p>
<p><strong>Kultur Akses Informasi</strong><br />
Kembali ke persoalan iktikad, apakah kecenderungan pergerakan dalam kultur mengakses informasi ini bakal mempengaruhi?</p>
<p>Jelas iya, karena mengetengahkan informasi secara instan, dengan pemahaman yang hanya sepotong-sepotong tentang sesuatu hal, akan menjadi pilihan penyedia konten, yang berorientasi pada algoritma. Media massa sebagai penyedia informasi, yang seharusnya melengkapi dan membuat pendalaman-pendalaman isu, akan terseret pula ke dalam kenyataan bahwa publik akan lebih menyukai informasi-informasi cepat saji.</p>
<p>Kebenaran, dari sisi ini, akan terbentuk dari bagaimana pemahaman publik dalam menyimpulkan dari akses-akses informasi yang bisa jadi sepotong-sepotong dan dangkal itu, bukan dengan basis argumentasi dan produk pandangan banyak orang.</p>
<p>Iktikad yang dikembangkan para pengelola media pun, pada akhirnya akan terkait dengan tujuan-tujuan viralitas, sensasi, dan informasi cepat saji, yang menjadi sulit untuk menyimpulkannya sebagai iktikad baik.</p>
<p><strong>Bingkai Etis</strong><br />
Sementara itu, etika, dalam KEJ idealnya memancar sebagai penghayatan sikap, ibarat darah dalam nadi wartawan. Para aktivis media sosial tidak memedulikan hal ini karena ruang lingkup penghayatannya berbeda dari ruang lingkup wartawan dan media <em>mainstream</em>. Akan tetapi, orang-orang yang bermedia sosial juga tidak bisa begitu saja mengabaikan etika, karena penghayatan sikap ini terkait dengan suara hati dan kepatutan.</p>
<p>Regulasi dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) merupakan “tirai preventif” untuk merngingatkan para pengguna media sosial agar tidak melakukan pelanggaran terhadap sejumlah pasal UU tersebut.</p>
<p>Pada sisi ini, UU ITE bisa pula diposisikan sebagai pengingat tentang “iktikad”: ketika kita mau mengunggah sesuatu di media sosial, adakah niatan tujuan tertentu, apakah iktikad baik atau iktikad buruk?</p>
<p>Pada titik ini, usikan kepatutan juga menjadi suara-suara hati berupa pertanyaan etis: patut atau tidak patutkah narasi ini saya unggah?</p>
<p>Keputusan untuk mengunggah, baik di media sosial dengan tanggung jawab pribadi, maupun di media massa dengan tanggung jawab institusional, menjadi ungkapan iktikad: untuk tujuan apa, dengan argumentasi tanggung jawab seperti apa.</p>
<p>Praktik berjurnalistik dan bermedia makin banyak mengetengahkan pergulatan sikap semacam ini. Makin besar peluang untuk menyajikan informasi, makin besar pula risiko untuk tidak memedulikan aspek iktikad sebagai kompas berpikir, dan makin besar pula kemungkinan pengabaian terhadap etika.</p>
<p>Makin ke sini, pemahaman tentang iktikad menjadi tantangan tersendiri bagi wartawan dan media.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, dan dosen jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi Fiskom UKSW</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/iktikad-dan-etika-dalam-bermedia">Iktikad dan Etika dalam Bermedia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadiv Yankum Lantik 8 Notaris Pengganti, Tekankan Pentingnya Etika dan Kepatuhan Regulasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/05/kadiv-yankum-lantik-8-notaris-pengganti-tekankan-pentingnya-etika-dan-kepatuhan-regulasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 06:06:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Kadiv Yankum]]></category>
		<category><![CDATA[Kepatuhan Regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Notaris pengganti]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=472861</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kanwil Kemenkum Jawa Tengah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap delapan Notaris Pengganti di Ruang Kepala Divisi Pelayanan Hukum. Senin (5/5/2025). Pelantikan dipimpin oleh Kepala Kanwil Kemenkum Jateng Heni Susila Wardoyo yang diwakili Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Tjasdirin. Tjasdirin menyampaikan, pengangkatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab besar dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/05/kadiv-yankum-lantik-8-notaris-pengganti-tekankan-pentingnya-etika-dan-kepatuhan-regulasi">Kadiv Yankum Lantik 8 Notaris Pengganti, Tekankan Pentingnya Etika dan Kepatuhan Regulasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) –</strong> Kanwil Kemenkum Jawa Tengah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap delapan Notaris Pengganti di Ruang Kepala Divisi Pelayanan Hukum. Senin (5/5/2025).</p>
<p>Pelantikan dipimpin oleh Kepala Kanwil Kemenkum Jateng Heni Susila Wardoyo yang diwakili Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Tjasdirin.</p>
<p>Tjasdirin menyampaikan, pengangkatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab besar dalam menjalankan kewenangan jabatan kenotariatan yang diberikan negara.</p>
<p>“Notaris Pengganti harus memiliki integritas, kejujuran, dan disiplin yang tinggi, serta senantiasa menjunjung tinggi etika profesi,” ujar Tjasdirin.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai pejabat umum, notaris pengganti harus mampu menghadirkan kepastian dan perlindungan hukum melalui akta otentik, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>Tjasdirin mengingatkan agar dalam pelaksanaan tugas, para notaris pengganti memperhatikan tata cara dan prosedur pembuatan akta sebagaimana telah diatur, serta menghindari penyalahgunaan wewenang atau tindakan yang bertentangan dengan hukum.</p>
<p>Selanjutnya, para notaris pengganti yang dilantik akan menjalankan tugas di berbagai wilayah, yakni Kabupaten Pekalongan, Demak, Batang, Purworejo, Kota Semarang, dan Kabupaten Sragen.</p>
<p>Dalam pelantikan disaksikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Deni Kristiawan, dan pejabat fungsional analis hukum, Widya Pratiwi serta rohaniawan sebagai bagian dari prosesi pengambilan sumpah jabatan.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/05/kadiv-yankum-lantik-8-notaris-pengganti-tekankan-pentingnya-etika-dan-kepatuhan-regulasi">Kadiv Yankum Lantik 8 Notaris Pengganti, Tekankan Pentingnya Etika dan Kepatuhan Regulasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3.540 Mahasiswa Baru USM Ikuti Pakem</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/08/3-540-mahasiswa-baru-usm-ikuti-pakem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 14:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Almamater]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Supari ST MT]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Gelora Prof Sudarto SH]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem)]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor USM]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang (USM)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=435135</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 3.540 mahasiswa baru Universitas Semarang (USM), mengikuti Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem), di Gelora Prof Sudarto SH, Jalan Soekarno-Hatta, Sabtu (7/9/2024). Mereka diterima langsung Rektor USM, Dr Supari ST MT, dengan ditandai pemasangan jaket almamater dan topi secara simbolis, kepada dua mahasiswa dalam Upacara Pakem. Pada kesempatan itu, Rektor meminta, mahasiswa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/08/3-540-mahasiswa-baru-usm-ikuti-pakem">3.540 Mahasiswa Baru USM Ikuti Pakem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebanyak 3.540 mahasiswa baru Universitas Semarang (USM), mengikuti Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem), di Gelora Prof Sudarto SH, Jalan Soekarno-Hatta, Sabtu (7/9/2024).</p>
<p>Mereka diterima langsung Rektor USM, Dr Supari ST MT, dengan ditandai pemasangan jaket almamater dan topi secara simbolis, kepada dua mahasiswa dalam Upacara Pakem.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Rektor meminta, mahasiswa baru untuk menjaga etos belajar, serta menjunjung tinggi etika dan suasana akademik.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/08/mahasiswa-magister-hukum-usm-dilantik-wali-kota-sebagai-dewan-pengawas-pdam">Mahasiswa Magister Hukum USM Dilantik Wali Kota sebagai Dewan Pengawas PDAM</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya mengimbau, agar para mahasiswa baru memiliki dan menjaga komitmen sebagai mahasiswa yang berorientasi kemajuan, dan mengutakan prestasi. Saya minta, hindari perilaku menyimpang, kekerasan, serta tindakan kontraproduktif lain,&#8221; kata Supari.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan itu antara lain, Ketua Dewan Penyantun USM Prof Dr Mohammad Mahfud MD SH SU MIP, anggota Dewan Penyantun USM Dr (HC) Hendarman Supandji SH CN, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD, Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip Ir Soeharsojo IPU,</p>
<p>Ada juga Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, Sekretaris Universitas Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, Ketua Senat Universitas Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/08/paguyuban-pengukir-sungging-prabangkara-konsolidasi-ingin-menjadi-mitra-pemberdayaan-tukang-ukir-jepara">Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara Konsolidasi: Ingin Menjadi Mitra Pemberdayaan Tukang Ukir Jepara</a></strong></p>
<p>Lalu Wakil Rektor I USM Prof Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih MP, Wakil Rektor II USM Dr Titin Winarti SKom MM, Wakil Rektor III USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH, para dekan, dan mantan Wakil Gubernur Jatim Dr Emil Elestianto Dardak M.Sc.</p>
<p>Menurut Rektor, 3.540 mahasiswa baru itu terdiri dari 84 mahasiswa program studi D3 Manajemen Perusahaan, 434 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum, 721 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, 260 S1 Akuntansi, 294 S1 Tektik Sipil, 158 mahasiswa S1 Teknik Elektro.</p>
<p>Kemudian S1 Perencanaan Wilayah Kota ada 73 mahasiswa, S1 Teknologi Hasil Pertanian (73), S1 Psikologi (334), S1 Sistem Informasi (92), S1 Teknik Informatika (262), S1 Ilmu Komunikasi (327), S1 Pariwisata (61), S2 Manajemen (169), S2 Hukum (98), dan 100 mahasiswa S2 Psikologi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/09/08/medali-emas-di-depan-mata-melayang">Medali Emas di Depan Mata Melayang</a></strong></p>
<p>Sementara itu dalam laporannya, Wakil Rektor III USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH menyampaikan, dari total penerimaan mahasiswa baru sebanyak 3.540 mahasiswa, pihak kampus memberikan dukungan kepada sebanyak 160 penerima beasiswa, dalam bentuk beasiswa prestasi akademik dan nonakademik, serta bina lingkungan.</p>
<p>Selain itu juga, beasiswa program beasiswa KIPK yang didukung pemerintah, serta jenis beasiswa lain yang ada di USM, sebagai bentuk tanggung jawab USM untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.</p>
<p>&#8221;Semoga melalui kegiatan penerimaan mahasiswa baru ini, USM mampu menciptakan mahasiswa yang berkualitas, untuk menuju kampus yang Unggul Membangun Prestasi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/08/3-540-mahasiswa-baru-usm-ikuti-pakem">3.540 Mahasiswa Baru USM Ikuti Pakem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Etika Publik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/04/pentingnya-etika-publik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 05:58:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Benny Susetyo]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Benny]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=417823</guid>

					<description><![CDATA[<p>Antonius Benny Susetyo ETIKA adalah fondasi penting bagi kehidupan pribadi, profesional, dan masyarakat secara keseluruhan. Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini, nilai-nilai etika menawarkan panduan yang jelas untuk menciptakan masyarakat yang adil, harmonis, dan berkelanjutan. Pancasila sebagai nilai etika harus diinternalisasi dalam setiap aspek kehidupan kita, mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/04/pentingnya-etika-publik">Pentingnya Etika Publik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Antonius Benny Susetyo<img loading="lazy" class="wp-image-417824 size-medium alignright" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/benny-297x400.jpeg" alt="" width="297" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/benny-297x400.jpeg 297w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/benny-111x150.jpeg 111w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/benny.jpeg 506w" sizes="(max-width: 297px) 100vw, 297px" /></strong></span></p>
<p><strong>ETIKA </strong>adalah fondasi penting bagi kehidupan pribadi, profesional, dan masyarakat secara keseluruhan. Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini, nilai-nilai etika menawarkan panduan yang jelas untuk menciptakan masyarakat yang adil, harmonis, dan berkelanjutan.</p>
<p>Pancasila sebagai nilai etika harus diinternalisasi dalam setiap aspek kehidupan kita, mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga kebijakan publik. Secara sederhana, etika adalah panduan prinsip moral yang membantu kita menentukan apa yang baik dan buruk.</p>
<p>Dalam konteks akademis dan profesional, etika mengacu pada kode perilaku atau standar yang mengarahkan tindakan seseorang. Ini mencakup kejujuran, keadilan, tanggung jawab, rasa hormat, dan rasa empati.</p>
<p><strong>Ideologi Pancasila</strong></p>
<p>Etika bukan hanya sekadar konsep atau teori; ini adalah prinsip yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah-tengah persoalan besar yang kita hadapi saat ini, seperti ketidakadilan, hilangnya keadaban moralitas, kekerasan, kebohongan, dan kepalsuan, etika menjadi sangat penting sebagai panduan kita untuk mewujudkan nilai-nilai yang menjadi keutamaan publik. Krisis ini hanya dapat diatasi ketika orang-orang meyakini sebuah ideologi bangsa yang kuat, yakni Pancasila.</p>
<p>Jika kita bicara tentang Pancasila sebagai nilai etika, maka Pancasila harus menjadi kepatuhan dalam perilaku hidup sehari-hari. Pancasila harus menjadi <em>rasa, </em>yaitu rasa ketuhanan, rasa kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini harus menjadi cara berpikir, bertindak, bernalar, dan inspirasi setiap manusia Indonesia.</p>
<p>Pemerintah sebagai pengambil kebijakan harus menghadirkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dalam kebijakan publiknya. Nilai-nilai ini harus tercermin dalam perilaku para pejabat publiknya.</p>
<p>Pasar juga harus mengaktualisasikan etika Pancasila dalam perilaku bisnisnya. Berbisnis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila berarti mampu mewujudkan tata kelola ekonomi yang berkeadilan dan menyejahterakan, di mana setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama serta tidak terjadi dehumanisasi.</p>
<p>Prinsip ekonomi Pancasila adalah menyejahterakan semua pihak. Di sini pentingnya mekanisme pasar yang adil dengan melindungi mereka yang lemah dan kecil. Etika dalam tata kelola ekonomi harus dirumuskan untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.</p>
<p>Masyarakat juga harus mencerminkan nilai Pancasila dengan saling menghargai dan menerima perbedaan. Terwujudnya warga negara yang di mana setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, serta setiap warga negara dijamin hak dan kewajibannya dan harus menaati semua peraturan, tata nilai, dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Jika Pancasila menjadi etika, ia akan menjadi perilaku bagi setiap orang yang ada di Indonesia. Etika akan berjalan dengan baik jika kita menanamkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Etika adalah perintah yang baik harus dijalankan, yang buruk harus ditinggalkan. Etika adalah perintah di mana kesadaran etis itu harus menjadi pijakan kehidupan kita sehari-hari.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/04/pentingnya-etika-publik">Pentingnya Etika Publik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingkah Etika Komunikasi Politik?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/04/pentingkah-etika-komunikasi-politik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 08:13:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=364819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Gunawan Witjaksana ETIKA itu memang sangat subyektif. Tergantung dari siapa, di mana, kapan, serta dalam konteks apa. Namun, setidaknya secara agak obyektif sesuatu yang dilakukan itu (termasuk komunikasi politik) melanggar etika atau tidak indikatornya adalah adakah yang merasa terusik, misalnya dengan komunikasi politik yang dilakukan. Bila ada yang terusik, maka komunikasi politik yang dilakukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/04/pentingkah-etika-komunikasi-politik">Pentingkah Etika Komunikasi Politik?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Gunawan Witjaksana</strong></p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-364839" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-04-at-14.27.07-400x374.jpeg" alt="" width="400" height="374" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-04-at-14.27.07-400x374.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-04-at-14.27.07-150x140.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-04-at-14.27.07.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><strong>ETIKA</strong> itu memang sangat subyektif. Tergantung dari siapa, di mana, kapan, serta dalam konteks apa. Namun, setidaknya secara agak obyektif sesuatu yang dilakukan itu (termasuk komunikasi politik) melanggar etika atau tidak indikatornya adalah adakah yang merasa terusik, misalnya dengan komunikasi politik yang dilakukan.</p>
<p>Bila ada yang terusik, maka komunikasi politik yang dilakukan itu tidak etis, atau sebaliknya dianggap etis bila tidak ada pihak lain yang merasa terusik.<br />
Itulah peristiwa komunikasi politik yang dianggap menghebohkan saat ini, terkait dengan dideklarasikannya pasangan Capres-Cawapres Anis Baswedan-Muhaimin Iskandar baru-baru ini.</p>
<p>Pihak yang merasa terusik adalah Partai Demokrat melalui pernyataannya di berbagai media, yang bahkan secara keras menyebutnya pengkhianatan. Meski hakekatnya merasa terusik, Capres Prabowo Subiyanto, lebih menggunakan sindiran, yang bila kita menelaahnya dari sudut Teori Wacana Kritis, sebenarnya juga nuansanya merasa terusik pula.</p>
<p>Nuansa keterusikan yang terlontar melalui berbagai media melalui gaya komunikasinya masing-masing tersebut akhirnya memancing munculnya berbagai opini, baik yang pro atau pun kontra, yang secara lebih luas selain membingungkan, bisa juga merubah persepsi masyarakat, khususnya para calon pemilih.</p>
<p>Karena itu, hal yang perlu saling direnungkan oleh para kandidat beserta para pendukungnya ke depan adalah, tidakkah sebaiknya menghindari komunikasi politik yang bernuansa pembenaran, manipulatif serta cenderung kurang etis, karena bila itu dilakukan dan tersebar di berbagai media cenderung akan mempengaruhi kredibilitasnya? Bukankah akan lebih baik melakukan komunikasi politik yang santun, dialogis, persuasif dan dan informatif, sehingga masyarakat akan tercerdaskan?</p>
<p><strong>Kredibilitas dan Kharakter</strong></p>
<p>Salah seorang pakar, Yale, mengatakan bahwa kredibilitas orang atau pun meluasnya ke lembaga, dipengaruhi oleh expertness dan character. Terkait dengan expertness, kita yakin bahwa kandidat Capres-Cawapres, serta para Pimpinan Parpol itu memiliki keahlian serta intelektualitas yang memadai. Namun, yang kita amati melalui berbagai media akhir-akhir ini, masalah kharakter cenderung terabaikan.</p>
<p>Hal kasat mata yang paling sering kita saksikan adalah ketidakkonsistennan dalam bersikap serta berperilaku, utamanya dalam berkomunikasi. Pepatah lama esuk dele sore tempe, kerap kali kita saksikan.</p>
<p>Memang dalam politik itu ada prinsip tidak ada kawan atau lawan yang abadi. Yang ada adalah kepentingan yang abadi. Namun, karena bagaimanapun dalam berpolitik itu menggunakan komunikasi, maka prinsip utamanya kejujuran serta etika harus diperhatikan.</p>
<p>Mungkin menarik perhatianlah yang menjadi daya tarik utama, sehingga momentumlah yang lebih diutamakan. Namun, bila toh setelahnya momentum yang tujuannya menarik perhatian itu mengusik pihak lain dan teramplifikasi melalui berbagai media yang mungkin saja secara liar, maka dampaknya justru akan menurunkan kredibilitasnya.</p>
<p><strong>Salah Tafsir</strong></p>
<p>Bila dicermati, saat ini banyak terjadi salah penafsiran yang terjadi, utamanya terhadap hasil survei. Kalau kita cermati sejumlah pihak cenderung merasa yakin dan menjadikan mereka seolah sudah mencapai kemenangan, atau sebaliknya berupaya apa pun bila hasil suveinya di bawah.</p>
<p>Harus kita akui bahwa secara teori dan metodologi, survei itu perlu diperhatikan hasilnya.<br />
Namun, di sisi lain, survei yang didasarkan persepsi masyarakat ketika survei dilakukan dan menggunakan statistik sebagai probability science dengan menggunakan standard of eror, bisa salah, terlebih dinamika sosial dan politik yang saat ini sangat dipengaruhi pesatnya perkembangan teknologi komunikasi yang luar biasa. Pengalaman masa lalu yang menunjukkan pemenang survei yang ternyata kalah, seharusnya menjadi pelajaran berharga.</p>
<p>Karena itu, ke depan diharapkan komunikasi politik yang emphatik, etik dan tidak manipulatif perlu sama-sama mereka lakukan. Toh sejak awal, secara ideal tujuan mereka sama, demi kemajuan bangsa dan negara, dan mereka pun telah berjanji melaksanakan Pemilu yang menggembirakan sekaligus mencerdaskan.</p>
<p><strong>Drs. Gunawan Witjaksana, M.Si, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/04/pentingkah-etika-komunikasi-politik">Pentingkah Etika Komunikasi Politik?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>