<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Erupsi Merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/erupsi-merapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Mar 2023 09:36:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Erupsi Merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kapolda Jateng Turun ke Lapangan, Tanggapi Keluhan Warga Terdampak Erupsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/16/kapolda-jateng-turun-ke-lapangan-tanggapi-keluhan-warga-terdampak-erupsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 09:36:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[kapolda jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Keluhan warga]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Menanggapi]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampak erupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=322806</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOYOLALI (SUARABARU.ID) &#8211; Sejumlah keluhan masyarakat yang terdampak erupsi merapi mendapat tanggapan dan solusi dari Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi. Momen itu terjadi saat kunjungan Kapolda ke sejumlah lokasi terdampak erupsi merapi pada Kamis (16/3/2023). Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah PJU Polda Jateng meninjau perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi dari Pos Pantau Jurang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/16/kapolda-jateng-turun-ke-lapangan-tanggapi-keluhan-warga-terdampak-erupsi">Kapolda Jateng Turun ke Lapangan, Tanggapi Keluhan Warga Terdampak Erupsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOYOLALI (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sejumlah keluhan masyarakat yang terdampak erupsi merapi mendapat tanggapan dan solusi dari Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.</p>
<p>Momen itu terjadi saat kunjungan Kapolda ke sejumlah lokasi terdampak erupsi merapi pada Kamis (16/3/2023).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah PJU Polda Jateng meninjau perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi dari Pos Pantau Jurang Jeruk Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.</p>
<p>Pada kesempatan itu Kapolda juga mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait permasalahan yang dialami sebagai dampak dari erupsi merapi pada Sabtu (11/3/2023) lalu.</p>
<p>Menurut Luthfi, turunnya abu vulkanik memberi dampak signifikan bagi masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak. Akibatnya, para petani terancam gagal panen dan hewan ternak terancam kelaparan.</p>
<p>“Terutama petani cabai di sejumlah kecamatan, seperti di kecamatan Tlogolele (Boyolali). Petani cabai seharusnya saat ini panen raya. Kami berharap ada tindak lanjut dari Kapolda atas dampak erupsi yang dialami oleh masyarakat,” kata salah seorang warga setempat.</p>
<p>Keluhan tersebut ditanggapi oleh Kapolda yang akan berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk mencari scientific problem solving bagi para petani dan peternak.</p>
<p>“Nanti akan kami turunkan bantuan berupa konsentrat. Untuk rumput nanti kita koordinasikan agar dapat suplai dari tempat lain. Bisa juga rumput yang ada sebelum diberikan untuk pakan dibersihkan dulu dengan air agar tidak tercampur abu vulkanik,” ujar Luthfi memberi tanggapan.</p>
<p>Sebagai respon cepat Polda Jateng atasi dampak dan antisipasi meningkatnya eskalasi erupsi merapi, telah digelar operasi kemanuasiaan bertajuk Aman Nusa II Borobudur, terhitung mulai 12 Maret 2023.</p>
<p>Dalam operasi itu diterjunkan 1.169 personil dari Satgas Daerah (Polda Jateng) dan Satgas Kewilayahan yang terdiri dari 5 Polres jajaran yang terdampak erupsi.</p>
<p>Berbagai kegiatan baik himbauan pada masyarakat, penanganan bencana, hingga penyerahan bantuan kemanusiaan telah dilakukan secara sinergi dengan TNI, BPBD, Basarnas ataupun stakeholder terkait penanganan kebencanaan lainnya.</p>
<p>Sementara itu Kabidhumas, Kombes Pol Iqbal Alqudussy yang turut mendampingi Kapolda menuturkan, operasi Aman Nusa II Borobudur merupakan representasi hadirnya negara di tengah masyarakat untuk menjamin rasa aman, terutama saat terjadi bencana.</p>
<p>&#8220;Prinsipnya, kita berikan jaminan keamanan pada masyarakat Jateng yang terdampak erupsi merapi agar mematuhi himbauan petugas untuk memakai masker serta menjauh dari wilayah terdampak,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/16/kapolda-jateng-turun-ke-lapangan-tanggapi-keluhan-warga-terdampak-erupsi">Kapolda Jateng Turun ke Lapangan, Tanggapi Keluhan Warga Terdampak Erupsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merapi Erupsi, Hujan Abu Sampai Kota Magelang Wisatawan di Ketep Saksikan Luncuran Wedhus Gembel</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/11/merapi-erupsi-hujan-abu-sampai-kota-magelang-wisatawan-di-ketep-saksikan-luncuran-wedhus-gembel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 06:46:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Awan Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[ketep Pass]]></category>
		<category><![CDATA[wedhus gembel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321529</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) &#8211; Gunung Merapi kembali erupsi, Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12. Hujan abu cukup tebal, bahkan butiran abu sampai di Kota Magelang. Video erupsi Merapi yang beredar di grup-grup whatsapp menunjukkan, luncuran awan panas (wedhus gembel) berwarna putih dan abu tebal. Manajer Pemasaran DTW Ketep Pass Edward Alfian mengatakan, sekitar sejam setelah erupsi, abu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/merapi-erupsi-hujan-abu-sampai-kota-magelang-wisatawan-di-ketep-saksikan-luncuran-wedhus-gembel">Merapi Erupsi, Hujan Abu Sampai Kota Magelang Wisatawan di Ketep Saksikan Luncuran Wedhus Gembel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Gunung Merapi kembali erupsi, Sabtu (11/3/2023) pukul 12.12. Hujan abu cukup tebal, bahkan butiran abu sampai di Kota Magelang.</p>
<p>Video erupsi Merapi yang beredar di grup-grup whatsapp menunjukkan, luncuran awan panas (<em>wedhus gembel) </em>berwarna putih dan abu tebal.</p>
<p>Manajer Pemasaran DTW Ketep Pass Edward Alfian mengatakan, sekitar sejam setelah erupsi, abu mulai turun. &#8220;Saat ini cuaca kembali cerah. Dari Ketep tampak asap sulfatara masih mengepul di puncak Merapi,&#8221; kata Edward.</p>
<p>Dikatakan, pada akhir pekan ini, wisatawan yang berkunjung ke Ketep cukup banyak. &#8220;Mereka malahan mendapatkan sensasi menyaksikan luncuran awan panas. Mereka menyaksikan dari menara Ketep Pass yang baru diresmikan Bupati Magelang Jumat kemarin,&#8221; kata Edward.</p>
<p>Tetapi Edward tetap meminta wisatawan yang datang ke Ketep tetap mengenakan masker untuk menjaga kesehatan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/merapi-erupsi-hujan-abu-sampai-kota-magelang-wisatawan-di-ketep-saksikan-luncuran-wedhus-gembel">Merapi Erupsi, Hujan Abu Sampai Kota Magelang Wisatawan di Ketep Saksikan Luncuran Wedhus Gembel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‘Fun Off Road’ Merapi Wisata Antimainstream di Magelang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/14/fun-off-road-merapi-wisata-antimainstream-di-magelang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2021 06:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[fun off road merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=148304</guid>

					<description><![CDATA[<p>GUNUNG Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan sejuta pesona baik di kala menunjukkan aktivitas vulkaniknya maupun  saat “diam”. Ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alamnya. Tetapi menikmati Merapi, tak hanya menikmati sensasi alam. Lihat saja wisata lava tour di wilayah Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/14/fun-off-road-merapi-wisata-antimainstream-di-magelang">‘Fun Off Road’ Merapi Wisata Antimainstream di Magelang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GUNUNG </strong>Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan sejuta pesona baik di kala menunjukkan aktivitas vulkaniknya maupun  saat “diam”. Ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alamnya.</p>
<p>Tetapi menikmati Merapi, tak hanya menikmati sensasi alam. Lihat saja wisata lava tour di wilayah Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta saja para wisatawan bisa menikmati sensasi yang dapat memacu adrenalin.</p>
<p>Ternyata, di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di wilayah sisi barat lereng gunung yang mempunyai ketinggian puncak 2.930 meter di atas permukaan laut, kita bisa menikmati atraksi wisata yang <em>wow.</em></p>
<p><strong>Wisata Antimainstream<br />
</strong>Dengan menumpang kendaraan jip  4&#215;4  <em>wheel drive</em> ( 4 WD), para pengunjung diajak untuk menikmati keindahan lereng gunung yang pernah mengeluarkan <em>wedhus gembel</em> saat erupsi meletus pada tahun 2010 lalu, sambil  ber-<em>off road</em> ria.</p>
<figure id="attachment_148306" aria-describedby="caption-attachment-148306" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-148306" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-148306" class="wp-caption-text">Selain melintasi areal bebatuan yang tajam dan mendaki, wisata menantang di kawasan Merapi juga melintasi kubangan air berlumpur . Foto: Widiyas Cahyono</figcaption></figure>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/02/14/razia-kamar-hunian-kalapas-beri-sanksi-isolasi-napi-bawa-handphone/">Razia Kamar Hunian, Kalapas Beri Sanksi Isolasi Napi Bawa Handphone</a></strong></span></p>
<p>Jalan yang terjal mendaki dan penuh bebatuan  di antara sungai-sungai yang berhilir dari puncak Merapi,  memberikan sensasi tersendiri bagi para wisatawan yang dengan hal-hal yang sifatnya <em>antimainstream.</em></p>
<p>Jalur  wisata menantang menuju kawasan Taman Nasional Gunung Merapi tersebut juga melalui lahan bekas penambangan bahan galian C yang tersebar di empat  sungai yakni Sungai Bathang, Kali Putih, Kali Blongkeng dan Kali Senowo.</p>
<p>Untuk menuju lokasi objek wisata yang cukup menantang tersebut, wisatawan bisa menyewa  mobil yang bisa menembus terjalnya bebatuan yakni mobil jenis jip yang mempunyai sistem penggerak depan.</p>
<p>Seperti yang  disediakan oleh penyedia jasa wisata  <em>fun off road</em>, Merapi Park Adventure  yang <em>base camp</em>–nya di Dusun Santren, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Dengan jarak sekitar 15 kilometer  dan perjalanan ditempuh dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam, para wisatawan  dibuat tidak bosan dengan berbagai pemandangan yang menarik di kiri dan kanan jalan.</p>
<p>Mulai dari jalanan beraspal, berbatu, berlumpur dan menyusuri sungai yang ada di kawasan bekas penambangan galian C serta  di sisi kanan kiri berupa rerumputan nan hijau serta pohon pinus  yang menjulang tinggi.</p>
<p><strong>Kandang Macan</strong></p>
<p>Tujuan pertama setelah melewati jalanan perkampungan terakhir di Kecamatan Srumbung, di Desa Ngablak. Yakni,  bekas lahan penambangan yang telah ditinggalkan para penambangnya di bantaran Kali Bathang. Lokasi tersebut berdekatan dengan tempat yang disebut dengan istilah “Kandang Macan”.</p>
<p>Dinamakan “Kandang Macan”, konon di lokasi tersebut  saat ini masih ada hewan liar khas Merapi yakni harimau tutul yang jumlahnya tinggal beberapa ekor saja.</p>
<p>Setelah berfoto ria di bekas penambangan tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Kali Putih.  Di bantaran sungai tersebut, wisatawan juga masih disuguhi pemandangan berupa <em>blanthak</em> (sisa–sisa penambangan) pasir dan batu serta lubang-lubang bekas galian yang dibiarkan begitu saja.</p>
<p>Namun, bekas penambangan tersebut kembali memberikan sensasi tersendiri  bagi wisatawan yang suka dengan tantangan. Sambal menikmati gemericik air yang mengalir dari sabo dam dan menyaksikan aktivitas penambangan pasir dan batu.</p>
<p>Fajar  Sodiq, pengelola Merapi Park Adventure  mengatakan, paket <em>fun</em><em> off road</em> yang ditawarkannya tersebut, dikenalkan kepada para wisatawan pada tahun 2016 lalu.</p>
<p>Tujuan wisata <em>fun off road</em> tersebut dilakukan sebagai salah satu  upaya terobosan untuk mengenalkan objek wisata di Kabupaten Magelang selain Candi Borobudur yang masih menjadi tujuan utama wisata.</p>
<p>“Pengembangan wisata di lereng Merapi menjadi alternatif wisata di Kabupaten Magelang yang selama ini hanya tertuju pada Candi Borobudur,” katanya.</p>
<p>Selain itu, wisata alam di lereng Merapi tersebut  agar wisatawan bisa tinggal lebih lama di Kabupaten Magelang.<br />
Ia mengaku, dalam menikmati keindahan alam Merapi sambil menikmati sensasi <em>off road</em> yang memacu adrenalin tersebut aman bagi wisatawan, karena jalur yang dilalui tidak terlalu ekstrem.</p>
<p>Selain itu selama perjalanan didampingi oleh pemandu-pemandu profesional dan juga melibatkan relawan-relawan Merapi. Di sisi lain, pengenalan obyek wisata tersebut juga memiliki misi edukasi dan penyelamatan lingkungan Merapi dari kerusakan dengan cara pengembangan pariwisata.</p>
<p>Yakni, setiap pengunjung diajak untuk menanam pohon penghijauan di penghujung tujuan yakni di Kawasan Randu Ijo yang masuk dalam wilayah Jurang Jero dan berada di area hutan Taman Nasional Gunung Merapi.</p>
<p>Selain itu, di kawasan tersebut, para pengunjung juga bisa mencicipi sepuasnya  buah khas dari wilayah Kecamatan Srumbung yakni salak Nglumut dan salak Pondoh dengan cuma-cuma alias gratis bila dimakan di lokasi tersebut.</p>
<p>Sedangkan bila ingin membawa pulang  satu kilogram salak dapat ditebus dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogramnya.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-wied</strong><strong><br />
</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/14/fun-off-road-merapi-wisata-antimainstream-di-magelang">‘Fun Off Road’ Merapi Wisata Antimainstream di Magelang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tangis Haru Warnai Kepulangan 265 Pengungsi Merapi Asal Babadan I</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/01/tangis-haru-warnai-kepulangan-265-pengungsi-merapi-asal-babadan-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2021 07:26:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=144071</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Sejumlah pengungsi Merapi dari Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kabupaten Magelang  tidak bisa menahan tanggis haru, karena meninggalkan Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Mereka  sekitar 83 hari menempati TEA Banyurojo sendiri untuk mengungsi, karena peningkatan aktivitas vulkanik  Gunung Merapi. “Selama 83 hari kami tinggal di TEA Banyurojo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/01/tangis-haru-warnai-kepulangan-265-pengungsi-merapi-asal-babadan-i">Tangis Haru Warnai Kepulangan 265 Pengungsi Merapi Asal Babadan I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)-</strong> Sejumlah pengungsi Merapi dari Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kabupaten Magelang  tidak bisa menahan tanggis haru, karena meninggalkan Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Mereka  sekitar 83 hari menempati TEA Banyurojo sendiri untuk mengungsi, karena peningkatan aktivitas vulkanik  Gunung Merapi. “Selama 83 hari kami tinggal di TEA Banyurojo ini, kami diperlakukan seperti saudara atau keluarga sendiri oleh Pemerintah Desa Banyurojo. Ini yang bikin kami <em>trenyuh</em> dan seolah berat meninggalkan TEA Banyurojo,” kata  Sudarsi, salah satu warga Dusun Babadan , Senin (1/2).</p>
<p>Sudarsi mengaku, meskipun berat untuk meninggalkan TEA Banyurojo, dirinya bersama semua warga Dusun Babadan 1, mau tidak mau harus pulang ke rumahnya, untuk merawat lahan ladang, ternak dan sawah yang selama ini ditinggal mengungsi.</p>
<figure id="attachment_144073" aria-describedby="caption-attachment-144073" style="width: 582px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-144073" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi.jpg" alt="" width="582" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi.jpg 582w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi-342x400.jpg 342w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi-128x150.jpg 128w" sizes="(max-width: 582px) 100vw, 582px" /><figcaption id="caption-attachment-144073" class="wp-caption-text">Sudarsi, Koordinator Pengungsi Dusun Babadan I.  foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, selama di pengungsian seluruh warga Dusun Babadan I, pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Banyurojo sangat istimewa. Seperti untuk keperluan makan telah disediakan selama 24 jam penuh di dapur umum.</p>
<p>Selain itu, selama mengungsi warga Dusun Babadan I diberdayakan oleh Pemerintah Desa Banyurojo selaku  desa penyangga dalam program <em>sister village</em> bahaya erupsi Merapi.</p>
<p>“Ibu-ibu dari Dusun Babadan, selama mengungsi dilibatkan dalam memasak di dapur umum. Itu yang menjadikan selama 83 hari terakhir, kami tidak seperti hidup di pengungsian dan seolah berada di lingkungan keluarga sendiri,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap program <em>sister village </em> yang sudah berjalan, dapat dipertahankan karena sangat bagus. Dengan program desa saudara ini, pengungsi tertangani dengan lebih baik.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, silaturahmi akan terus terjaga, jangan sampai ada yang terluka,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Pulihkan Perekonomian</strong></p>
<p>Dasri berharap, dengan kepulangan sementara para pengungsi Merapi dari Dusun Babadan I tersebut berharap, Pemerintah Kabupaten Magelang bisa untuk mendampingi dan memulihkan perekonomian warga utamanya di sektor pertanian.</p>
<p>Menurutnya, selama hampir tiga  bulan mengungsi, perekonomian warga menjadi &#8216;morat-marit&#8217;. Karena, sawah ladang mereka yang menjadi tumpuan  ekonomi  tidak ada yang merawatnya. Sehingga, keuangan warga menjadi berkurang.</p>
<p>&#8220;Kami juga ingin pemerintah hadir untuk mendampingi dalam memulihkan perekonomian terutama di sektor pertanian,&#8221; harap Dasri.</p>
<p>Ia menambahkan, warga Dusun Babadan I yang mengungsi ke TEA Banyurojo sejak 9 November lalu sebanyak 256 jiwa dan semuanya masuk dalam kelompok rentan.</p>
<p>Sementara itu, ekretaris Desa Banyurojo, Agus Firmansyah mengatakan, sebagian  logistik yang ada di TEA Banyurojo berupa beras, gula dan kebutuhan pokok lainnya dibagikan secara merata bagi warga Dusun Babadan I. Dan, sebagian lainnya tetap disimpan di gudang logistik TEA Banyurojo.</p>
<p>“Sebagian logistik bahan kebutuhan pokok, kami bagikan kepada seluruh pengungsi untuk bekal hidup sekitar dua minggu  ke depan,” katanya.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/01/tangis-haru-warnai-kepulangan-265-pengungsi-merapi-asal-babadan-i">Tangis Haru Warnai Kepulangan 265 Pengungsi Merapi Asal Babadan I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 10:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi pulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=141943</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 121 pengungsi Gunung Merapi asal Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, yang selama 2,5 bulan berada di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, minta izin pulang ke rumahnya. Para pengungsi tersebut merupakan kelompok rentan, yakni para lansia, ibu-ibu hamil dan menyusui, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas. Ke -121 warga tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka">121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; Sebanyak 121 pengungsi Gunung Merapi asal Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, yang selama 2,5 bulan berada di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, minta izin pulang ke rumahnya.</p>
<figure id="attachment_141951" aria-describedby="caption-attachment-141951" style="width: 344px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141951" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail.jpg" alt="" width="344" height="415" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail.jpg 344w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail-332x400.jpg 332w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail-124x150.jpg 124w" sizes="(max-width: 344px) 100vw, 344px" /><figcaption id="caption-attachment-141951" class="wp-caption-text">Kepala Desa Krinjing, Ismail</figcaption></figure>
<p>Para pengungsi tersebut merupakan kelompok rentan, yakni para lansia, ibu-ibu hamil dan menyusui, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas. Ke -121 warga tersebut berasal dari tiga dusun yang berada di dekat puncak Merapi, yakni Dusun Trono, Trayem dan Pugeran.</p>
<p>“Salah satu alasan mereka minta izin pulang ke rumahnya dengan alasan merasa jenuh tinggal di pengungsian sejak 6 November lalu,” kata Kepala Desa Krinjing, Ismail, Jumat ( 22/1).</p>
<p>Ismail mengatakan, alasan lain  mereka minta pulang ke rumahnya, karena  menilai saat ini aktivitas vulkanik Merapi  mengalami penurunan baik deformasi maupun kegempaan.</p>
<p>Menurutnya, sebenarnya dari Pemkab Magelang  belum memberikan izin bagi para pengungsi untuk pulang ke rumahnya, karena saat ini masa tanggap darurat masih berlangsung hingga 14 Februari mendatang.</p>
<p>“Namun, karena alasan kemanusiaan, BPBD memberikan izin untuk sementara boleh pulang. Dengan catatan, bila sewaktu-waktu  terjadi peningkatan kembali aktivitas vulkanik Merapi agar kembali ke pengungsian,” kata mantan petugas pengamatan Merapi di Pos Babadan ini.</p>
<p>Ia mengakui, para pengungsi dari Desa Krinjing tersebut merupakan pengungsi Merapi di wilayah Magelang yang paling lama menempati barak pengungsian. Mereka sudah tinggal di pengungsian sejak 6 November 2020 lalu. Sedangkan pengungsi lainnya yang berasal dari desa lain di Kecamatan Dukun dan ditampung di beberapa TEA.</p>
<p>“Penduduk kami merupakan pengungsi yang paling <em>krasan </em>(betah) di pengungsian.  Karena, mereka menilai tempat tinggalnya berada di daerah yang rawan bahaya dan hanya berjarak 5 kilometer dari puncak,” ujarnya.</p>
<p>Saat para pengungsi tersebut pulang ke rumahnya, dari TEA Deyangan mereka menumpang empat unit truk, sejumlah mobil bak terbuka dan mobil pribadi. Dalam perjalanan  hingga Desa Krinjing mereka mendapatkan pengawalan dari petugas Dinas Perhubungan dan sejumlah relawan.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka">121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Magelang Masih Kaji Rekomendasi Perubahan Zona Bahaya Merapi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/18/pemkab-magelang-masih-kaji-rekomendasi-perubahan-zona-bahaya-merapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 13:17:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[edy susanti]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan zona bahaya merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=141041</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah menerima rekomendasi Badan Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta  terkait perubahan peta potensi daerah bahaya Merapi. “Rekomendasi tersebut menjadi bahan bahasan kami. Kami diskusikan bersama tim. Bagaimana sebaiknya kita merespons karena tinjauannya banyak sudut yang semuanya berorentasi pada penyelamatan jiwa,” kata Pelaksana tugas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/18/pemkab-magelang-masih-kaji-rekomendasi-perubahan-zona-bahaya-merapi">Pemkab Magelang Masih Kaji Rekomendasi Perubahan Zona Bahaya Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)- </strong>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah menerima rekomendasi Badan Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta  terkait perubahan peta potensi daerah bahaya Merapi.</p>
<p>“Rekomendasi tersebut menjadi bahan bahasan kami. Kami diskusikan bersama tim. Bagaimana sebaiknya kita merespons karena tinjauannya banyak sudut yang semuanya berorentasi pada penyelamatan jiwa,” kata Pelaksana tugas ( Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy  Susanto, Senin (18/1).</p>
<figure id="attachment_141047" aria-describedby="caption-attachment-141047" style="width: 681px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141047" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1.jpg" alt="" width="681" height="623" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1-400x366.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-1-150x137.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-141047" class="wp-caption-text">Pelaksana tugas ( Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy  Susanto  . foto: suarabaru.id/ Yon</figcaption></figure>
<p>Edy mengatakan, selanjutnya kajian dari tim tersebut  untuk memberikan masukan  bagi Bupati  Magelang  untuk menentukan langkah selanjutnya. Menurutnya,  rekomendasi terbaru dari BPPTKG Jogjakarta tersebut menyebutkan potensi dan zona  bahaya erupsi Merapi berubah.</p>
<p>“Dari sebelumnya bahaya erupsi tersebut mengarah ke Barat dan Barat  Laut,  kini berubah arah ke sektor barat daya dan selatan dari puncak Merapi,” kata Edy..</p>
<p>Selain itu, potensi erupsi Merapi berupa eruspi efusif yang biasa mengikuti alur sungai. Yakni, Sungai Bedog, Boyong di Kabupaten Sleman dan untuk wilayah Kabupaten Magelang di Sungai Krasak.</p>
<p>Menurutnya,  dalam rekomendasi BPPTKG  terbaru  hanya merekomendasikan jarak potensi bahaya Merapi  yakni  lima kilometer dan tidak menyebutkan desa-desa terdampak.</p>
<p>“Desa-desa  yang kemarin direkomendasikan, tidak masuk dalam jangkauan sesuai skenario yang baru. Namun tidak serta merta  ketiga desa di Kecamatan Dukun yang kemarin  masuk daerah KRB III  aman dari bahaya Merapi,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pada rekomendasi dari BPPTKG yang baru tersebut   juga menyebutkan  jarak aman lebih dari lima kilometer dari sungai yang kemungkingan dilalui  aliran awan panas maupun guguran lava. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Magelang, sejumlah wilayah yang ada di sepanjang Sungai Krasak jaraknya  lebih dari  lima kilometer.</p>
<p>“Tidak bisa diambil kesimpulan begitu saja. Tidak terlalu sederhana. Semua kemungkinan yang terjadi kami fasilitasi,” ujar Edy Susanto.</p>
<p>Edy menambahkan, prakiraan tipe erupsi Merapi 2021 ini  terus  berubah. Berdasarkan pantauan aktivitas vulkanik oleh BPPTKG hingga 16 Januari 2021, probalibitas mengarah pada erupsi efusif sebesar 40 persen.</p>
<p>“Kami belajar dari kemarin  berubah-ubah terus ancamannya.  Mulai eksplosif, efusif, eksplosif, efusif lagi, sampai akhirnya eksplosif dan turun drastis,” kata Edy yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang.</p>
<p>Ia  menambahkan,  meskipun zona bahaya erupsi  Merapi telah bergeser , tetapi hingga saat ini Pemkab Magelang masih tetap melayani sejumlah pengungsi dari tiga desa di kawasan rawan bencana ( KRB) III, yakni warga Desa Keningar, Krinjing dan Paten , Kecamatan Dukun.</p>
<p>Layanan bagi para pengungsi dari tiga desa tersebut yang tersebar di Kecamatan Mertoyudan, Mungkid  itu langkah untuk penyelematan jiwa manusia.</p>
<p>“Kita belajar dari erupsi Gunung Semeru saat ini. Semeru erupsi saat statusnya masih waspada. Dan, erupsi Semeru tersebut sebagai suatu langkah tepat bagi BPBD Kabupaten Magelang  untuk menjalankan misinya yakni  penyelamatan jiwa manusia dengan melakukan evakuasi dari daerah KRB itu,”  ujarnya.</p>
<p><strong>Diperpanjang</strong></p>
<p>Sementara itu, Pemkab Magelang terhitung sejak 16 Januari kemarin hingg 14 Februari mendatang, kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana Gunung Merapi.</p>
<p>Edy menjelaskan,  Pemkab Magelang memperpanjang masa tanggap darurat tersebut, karena hingga saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta belum merubah status Merapi.Yakni  level III atau siaga sejak 5 November 2020 kemarin.</p>
<p>“Perpanjangan tanggap daruat  Bencana Merapi ini merupakan dasar bagi  BPBD Kabupaten Magelang untuk melakukan Tindakan kedaruratan,”  katanya.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/18/pemkab-magelang-masih-kaji-rekomendasi-perubahan-zona-bahaya-merapi">Pemkab Magelang Masih Kaji Rekomendasi Perubahan Zona Bahaya Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2021 13:14:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[metapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138370</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Jumlah pengungsi beberapa warga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang hari ini sebanyak 625 orang. Mereka itu warga beberapa desa di lereng Merapi. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memberikan data perlembangan jumlah pengungsi hari ini sampai pukul 18.00. Warga Desa Krinjing, dari Dusun Trono 24 orang mengungsi di Balaidesa Deyangan, Kecamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga">Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Jumlah pengungsi beberapa warga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang hari ini sebanyak 625 orang.</p>
<p>Mereka itu warga beberapa desa di lereng Merapi. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memberikan data perlembangan jumlah pengungsi hari ini sampai pukul 18.00.</p>
<p>Warga Desa Krinjing, dari Dusun Trono 24 orang mengungsi di Balaidesa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Pugeran 44 jiwa di Balaidesa Deyangan,  Mertoyudan. Warga Dusun Trayem 53 jiwa di Balaidesa Deyangan,  Mertoyudan. Jumlah pengungsi dari Desa Krinjing sebanyak 121 jiwa.</p>
<p>Sedangkan warga Desa Ngargomulyo dari Dusun Gemer  47 jiwa di tempat evakuasi akhir (TEA) Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Dari Dusun Ngandong 21 jiwa juga di Gedung TEA Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Dari Dusun Karanganyar 15 jiwa di TEA Desa Tamanagung.  Jumlah pengungsi dari Desa Ngargomulyo sebanyak 83 jiwa.</p>
<p>Lalu dari Desa Keningar, warga Dusun Banaran 20 jiwa di SDN 1 Ngrajek, Kecamatan Mungkid. Warga Dusun Banaran dan  Gondangrejo 35 jiwa di rumah Kades Ngrajek. Jumlah pengungsi dari Desa Keningar sebanyak 55 jiwa.</p>
<p>Selain itu warga Desa Paten, Dusun Babadan I 264 jiwa di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Babadan II sebanyak 102 jiwa di TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Jumlah pengungsi dari Desa Paten sebanyak 366 orang.</p>
<p>Edi menambahkan, jumlah  pengungsi bertambah 102 jiwa dari Dusun Babadan II ke TEA Desa Mertoyudan. Selain itu Desa Keningar di luar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG.</p>
<p>Namun atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi Merapi tahun 2010 maka pemerintah desa setempat memfasilitasi evakuasi pengungsian. &#8220;Total pengungsi 625 jiwa di enam titik lokasi pengungsian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait hal itu dilakukan beberapa penanganan. Antara lain, sektor dapur umum menyiapkan kebutuhan personil dan peralatan dapur umum di setiap barak. Mereka menyiapkan makanan bagi pengungsi dan petugas.</p>
<p>Di sektor kesehatan mendirikan pos layanan kesehatan yang meliputi cek kesehatan berkala di masing-masing barak. Juga memberikan layanan cek dan tracing Covid-19 bagi pengungsi. Lalu memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi rentan. Juga ada  kegiatan <em>trauma healing</em> untuk para pengungsi.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga">Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Batasi &#8216;Jam Kerja&#8217; di Ladang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/aktivitas-merapi-meningkat-warga-batasi-jam-kerja-di-ladang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 12:55:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[gunung api]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138036</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir, tidak menyurutkan warga di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang beraktivitas seperti biasa. Meskipun dusun tersebut merupakan salah satu dari sembilan dusun di Kecamatan Dukun berada di  kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi. Dusun Babadan 1  tersebut hanya berjarak 4,5 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/aktivitas-merapi-meningkat-warga-batasi-jam-kerja-di-ladang">Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Batasi &#8216;Jam Kerja&#8217; di Ladang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir, tidak menyurutkan warga di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang beraktivitas seperti biasa.</p>
<p>Meskipun dusun tersebut merupakan salah satu dari sembilan dusun di Kecamatan Dukun berada di  kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi.</p>
<p>Dusun Babadan 1  tersebut hanya berjarak 4,5 kilometer dari puncak Merapi, sedangkan seusai rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta terkait  peningkatan status Merapi dari waspada (level II) menjadi  siaga (level III),  wilayah di  KRB III (5 kilometer) dari puncak Merapi harus dikosongkan.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian/">Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</a></strong></span></p>
<p>Warga dusun setempat yang masih melakukan aktivitas seperti biasa yakni mencari rumput, merawat hewan ternak dan berladang tersebut, merupakan kelompok warga yang sehat dan masih muda usia.</p>
<p>Sedangkan, sebagian warga  merupakan kelompok rentan, yakni, para lansia, anak-anak, ibu hamil dan penyandang disabilitas harus hidup di pengungsian. Yakni di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Sudarsi, salah satu warga Dusun Babadan 1 mengatakan, warga yang hingga saat  ini  bertahan di rumahnya masing-masing  tetap  beraktivitas seperti biasa. Selain berladang, mencari rumput untuk ternak dan juga menjaga serta membersihkan rumah yang ditinggal anggota keluarga lainnya.</p>
<p><strong>Batasi Diri</strong></p>
<p>Namun, seiring peningkatan aktivitas Merapi akhir-akhir ini, kegiatan di ladang baik berladang maupun mencari rumput untuk hewan ternaknya juga  tidak bisa  seperti biasa. “Mereka juga membatasi diri  ‘jam kerja’ di ladangnya. Dari semula sejak pagi hingga sore hari. Kini, hanya sampai siang hari saja, atau bahkan hanya berladang di pagi hari saja,” ujarnya.</p>
<p>Bahkan, imbuhnya, warga yang biasa mencari rumput hingga  hutan mendekati  puncak gunung. Saat ini  membatasi  hingga  jarak paling jauh  3,5 kilometer dari puncak Merapi.</p>
<p>Warga Dusun Babadan 1 sengaja membatasi aktivitas di ladang baik mencari rumput maupun mengolah lahan pertaniannya, karena dalam beberapa hari terakhir suara gemuruh dari perut gunung yang dikenal dengan sebutan “Kyai Petruk” itu semakin meningkat.</p>
<p>Suara gemuruh tersebut terdengar tidak hanya di siang hari, melainkan juga sering terdengar dari Dusun Babadan 1 yang hanya berjarak  4,5 kilometer dari puncak Merapi.</p>
<figure id="attachment_138039" aria-describedby="caption-attachment-138039" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138039" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi.jpg" alt="" width="681" height="353" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi-400x207.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi-150x78.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138039" class="wp-caption-text">Sudarsi warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang juga dipercaya sebagai salah satu coordinator pengungsi di TEA Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Foto: Yon</figcaption></figure>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat/">Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</a></span></strong></p>
<p>“Bahkan, kalau suara gemuruh tersebut lebih sering dan keras juga disertai adanya goncangan seperti gempa,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, seringnya mendengarkan suara gemuruh dari Gunung Merapi tersebut, menjadikan warga lebih waspada dan <em>niteni </em>(mengamati) aktivitas gunung tersebut.</p>
<p>Yakni, bila semula hampir sering mendengar suara gemuruh dan tiba-tiba intensitas suara tersebut berkurang. Maka,  menjadi semacam tanda tanya tersendiri bagi masyarakat setempat.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/06/merapi-masuki-fase-erupsi-warga-area-bahaya-dipastikan-sudah-mengungsi/">Merapi Masuki Fase Erupsi, Warga Area Bahaya Dipastikan Sudah Mengungsi</a></strong></span></p>
<p>“Kalau dulu sering mendengar suara gemuruh  hampir sepanjang hari dan suatu saat suara tersebut hanya dua hingga  tiga kali dengan jarak yang  jauh dalam sehari, menjadi tanda tanya tersendiri dari warga  apa yang sedang terjadi di Merapi,” ujar Sudarsi yang juga dipercaya sebagai salah satu koordinator pengungsi di TEA Desa Banyurojo.</p>
<p><strong>Ronda Malam </strong></p>
<p>Sudarsi menambahkan,  bagi kaum laki-laki yang masih bertahan di Dusun Babadan mempunyai suatu kwajiban untuk menjaga keamanan linkungan dusun tersebut. Yakni, melakukan ronda malam.</p>
<p>Selain itu, mereka juga  tetap memantau kondisi Merapi dan bila suatu saat terjadi erupsi dan harus mengungsi. Mereka, harus segera “turun gunung”.</p>
<p>Kaum laki-laki yang  bertahan di Dusun Babadan tersebut, juga  diminta  menyiapkan semua kendaraan bermotor yang bisa digunakan untuk mengungsi. Dan  menjaga keamanan dusun di waktu malam hari dengan melakukan ronda malam.</p>
<p>“Seluruh kaum laki-laki  warga Dusun Babadan 1 yang tersebar di tujuh rukun tetangga tiap malam secara bergiliran ronda malam. Dan di Desa Babadan 1 terdapat empat pos ronda,” imbuhnya.</p>
<p>Darsi menambahkan, di masing-masing pos ronda tersebut dilengkapi dengan radio komunikasi handy talky (HT) sebagai sarana komunikasi warga.</p>
<p>Selain itu, pesawat HT tersebut juga digunakan untuk memantau aktivitas kegempaan Merapi.Karena, ada salah satu frekuensi radio komunikasi tersebut bisa menangkap gelombang pemantau aktivitas kegempaan yang disambungkan dari pos pengamatan Gunung Merapi.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/aktivitas-merapi-meningkat-warga-batasi-jam-kerja-di-ladang">Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Batasi &#8216;Jam Kerja&#8217; di Ladang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/137948</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 08:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137948</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi. “Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi.</p>
<figure id="attachment_137952" aria-describedby="caption-attachment-137952" style="width: 551px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-137952" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg" alt="" width="551" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg 551w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-324x400.jpg 324w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-121x150.jpg 121w" sizes="(max-width: 551px) 100vw, 551px" /><figcaption id="caption-attachment-137952" class="wp-caption-text">Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, “ kata  Pelaksana tugas (Plt) Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Rabu (6/12).</p>
<p>Edy mengatakan, selain bersama dengan pemerintah desa, dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogjakarta  juga turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat tersebut terkait dengan kondisi Merapi saat ini.</p>
<p>Edy mengatakan, sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, di wilayah Kabupaten Magelang terdapat tiga desa  yang masuk  dalam KRB III Merapi.</p>
<p>Ketiga desa  yang ada di Kecamatan Dukun tersebut, yakni  Desa Ngargomulyo, Krinjing dan Paten.</p>
<p>Namun, karena perkembangan di masyarakat , terdapat satu desa lagi yang di luar perkiraan  rekomendasi bahaya  dari BPPTKG. Yakni Desa Keningar. “Warga Desa Keningar tersebut memilih ikut mengungsi karena merasa ketakutan dan masih  trauma atas  erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Maka,  pemerintah desa setempat memfasilitasi warganya untuk mengungsi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, meskipun aktivitas vulkanik Merapi meningkat  namun  hingga saat belum semua warga mengungsi. Warga yang hingga saat ini belum mengungsi tersebut ada  di dua dusun . Yakni, di Dusun Babadan 2, Desa Paten dan Dusun  Batur Ngisor, Desa  Ngargomulyo.</p>
<p>Menurutnya, seiring dengan meningkatnya  aktivitas vulkanik Gunung Merapi,  tempat yang paling aman bagi warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi yakni di pengungsian.</p>
<p>“Sesuai konsep desa bersaudara,  wargalah yang mengungsi bukan diungsikan. Namun tentunya bila peningkatan cukup signifikan dan perlu dilakukan upaya upaya lebih memaksa. Orientasi kita adalah penyelamatan jiwa manusia,&#8221; kata  Edy yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 07:55:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[lava pijar merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137941</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) -Terjadinya lava pijar di Gunung Merapi pada Senin (4/1) malam dan Selasa  (5/1) malam, merupakan  tanda-tanda erupsi Gunung Merapi semakin dekat. “Ini ( munculnya lava pijar, red) merupakan tanda awal mau berkembangnya erupsi eksplosif atau efusif  Merapi. Nanti kita lihat bersama, karena ini memang masih awal,&#8221; kata  Perekayasa Ahli Madya BPPTKG  Yogyakarta, Dewi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat">Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) </strong>-Terjadinya lava pijar di Gunung Merapi pada Senin (4/1) malam dan Selasa  (5/1) malam, merupakan  tanda-tanda erupsi Gunung Merapi semakin dekat.</p>
<p>“Ini ( munculnya lava pijar, red) merupakan tanda awal mau berkembangnya erupsi eksplosif atau efusif  Merapi. Nanti kita lihat bersama, karena ini memang masih awal,&#8221; kata  Perekayasa Ahli Madya BPPTKG  Yogyakarta, Dewi Sri Suyadi, usai Sosialisasi Aktivitas Merapi Terkini di Kantor Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Rabu (6/1/2021).</p>
<p>Dewi mengatakan, titik api diam  yang menempel yang ada di tebing sisa erupsi tahun 1997 dan menyala pijar, karena adanya temperatur tinggi Meskipun  sudah terjadi  titik api tersebut,  BPPTKG  Jogjakarta belum dapat memastikan kapan erupsi Merapi akan terjadi dan mengarah ke mana.</p>
<p>Ia menambahkan, dari pantauan BPPTKG, guguran material pijar tersebut mengarah ke arah  barat daya. Yakni, ke hulu Sungai Bebeng, Sungai  Krasak di Kabupaten Magelang dan Kali Boyong di Sleman.</p>
<p>“Luncuran guguran material pijar tersebut  masih di bagian atas hulu sungai  dekat dengan puncak. Dan, belum masuk ke lembah sungainya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, dengan adanya guguran material pijar  tersebut, mengakibatkan peningkatan aktivitas vulkanik gunung yang ada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIY dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Selain itu, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi cukup tinggi. Dengan ditandai adanya deformasi (penggelembungan) tubuh gunung yang terus terjadi, dan  guguran di lereng- lereng Merapi.</p>
<p>Ia menegaskan, meskipun terjadi peningkatan aktivitas, namun secara spesifik masih dalam kategori aman bagi masyarakat.</p>
<p>“Dan hingga saat ini status aktivitas Merapi masih siaga atau level III dan rekomendasi BPPTKG  jarak aman untuk aktivitas manusia yakni pada  radius lima kilometer dari puncak Merapi,” ujarnya.<br />
Dewi juga meminta agar masyarakat masyarakat tidak perlu panik dengan fenomena titik api di wilayah puncak Gunung Merapi  tersebut.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat">Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>