<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eric ten Hag Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/eric-ten-hag/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Sep 2024 08:35:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Eric ten Hag Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penyegaran dan Hukum Alam Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/28/penyegaran-dan-hukum-alam-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 10:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Enzo Maresca]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mikael Arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=438362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak mungkin alam tak bergerak/ dalam pusaran waktu/ ia adalah keharusan hukum/ yang menapak dalam jejak/ yang bergerak dalam keniscayaan/ bisa lebih baik/ atau sebaliknya&#8230;// (Sajak “Hukum Alam Sepak Bola”, 2024) SEBUAH perubahan, pastikah menjamin perbaikan? Pertanyaan itu meniscayakan dua jawaban, antara ya dan tidak. Antara memberi realitas perbaikan, atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/28/penyegaran-dan-hukum-alam-sepak-bola">Penyegaran dan Hukum Alam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-438368 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/09/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak mungkin alam tak bergerak/ dalam pusaran waktu/ ia adalah keharusan hukum/ yang menapak dalam jejak/ yang bergerak dalam keniscayaan/ bisa lebih baik/ atau sebaliknya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Hukum Alam Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>SEBUAH</strong> perubahan, pastikah menjamin perbaikan?</p>
<p>Pertanyaan itu meniscayakan dua jawaban, antara ya dan tidak. Antara memberi realitas perbaikan, atau justru sebaliknya. Itu adalah kondisi aksiomatis dalam manajemen bidang apa pun.</p>
<p>Apa yang tergambar untuk klub-klub sebesar Barcelona, Manchester United, Liverpool, dan Chelsea adalah cermin risiko perbaikan. Penyegaran bukan hanya terkait estafeta kepelatihan, tetapi juga dengan melepas sejumlah pemain dan merekrut materi baru.</p>
<p>Barcelona secara luar biasa beruntun menang dalam tujuh laga awal di La Liga. Hansi Flick, pengganti Xavi Hernandez, menyajikan konsistensi bermain dari taktik yang dia skemakan. Sejumlah pemain juga tampil gacor, menikmati taktik Flick. Ketajaman Robert Lewandowski, Raphinha, dan Dani Olmo bagai monster mengerikan bagi kiper lawan.</p>
<p>Dari hasil sementara ini, perubahan yang dilakukan manajemen Barca bisa dibilang sukses. Penyegaran pemain juga oke. Dani Olmo, alumni La Masia yang diambil dari Borussia Dortmund memperlihatkan sebagai rekrutan pas bagi kebutuhan Blaugrana.</p>
<p>Lihat pula Liverpool, yang didampingi pelatih baru, Arne Slot sebagai pengganti Juergen Klopp. Ada nuansa baru di Anfield. Sempat kalah mengejutkan, 0-1 dari Nottingham Forest, Mohammad Salah dkk kini menjadi salah satu penantang bagi kekukuhan Manchester City yang konsisten dengan produktivitas di laga-laga awal.</p>
<p>Arsenal, yang tetap di bawah Mikael Arteta, hadir dengan enam amunisi baru. Antara lain, mempermanenkan kiper David Raya yang semula dipinjam dari Brentford. Juga Marquinhos, dan meminjam <em>winger</em> Raheem Sterling selama satu musim dari Chelsea.</p>
<p>Untuk sementara, pilihan Arteta tidak keliru. Arsenal makin impresif dengan kematangannya. Hasil imbang 2-2 melawan The Citizens di Etihad menjadi gambaran bahwa penyegaran yang dilakukan pelatih asal Spanyol itu berada di trek yang tepat.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Chelsea?</p>
<p>The Blues kini berada dalam bimbingan Ezo Maresca yang menggantikan Mauricio Pochettino. Chelsea banyak dikritik melakukan penyegaran pemain secara berlebih di sejumlah posisi, namun perlahan tapi pasti mulai stabil dengan tampilan dan hasil-hasil menjanjikan. Peringkat kelima di klasemen sementara dengan lima kali menang, sekali seri, dan sekali kalah menjadi catatan pembuka yang tidak buruk bagi Maresca di Liga Primer.</p>
<p><strong>Manchester United</strong><br />
Yang menjadi sorotan penting Liga Primer, bahkan liga-liga Eropa saat ini adalah Manchester United. Sang pemilik baru, Jim Ratcliffe mempertahankan Eric Ten Hag, namun apabila tidak ada perubahan yang menjanjikan, bukan tidak mungkin pelatih asal Belanda itu akan dievaluasi.</p>
<p>Ten Hag, yang dua musim lalu menggantikan Ralf Rangnick, pada periode pertamanya memberi harapan bagi penyegaran MU, yang belum juga mampu meraih trofi sejak kali terakhir pada 2013. Kini dia berkutat pada efektivitas rekrutmen pemain.</p>
<p>Dulu, Rangnick menganalisis, MU butuh “bedah jantung”, artinya membutuhkan perubahan total. Manajemen sudah sepenuhnya di bawah kendali Jim Ratcliffe, namun apakah “operasi jantung” dalam manajemen klub telah menyentuh wilayah teknis?</p>
<p>Kini disebut-sebut MU akan melepas tiga pemain yang bergaji mahal &#8212; Rp 7 miliar per pekan &#8212; yakni Casemiro, Christian Eriksson, dan Victor Lindelof. Setan Merah sudah berhasil mendapatkan Joshua Zirkzee, Leny Yoro, Matthijs de Light, Noussair Mazraoui, dan Manuel Ugarte. Dan, inilah tantangan bagi Ten Hag untuk meraciknya menjadi adonan yang sedap.</p>
<p>Penyegaran ibarat langkah spekulatif dalam membangun performa tim. Sejauh ini, dari lima laga, Eric Ten Hag belum menampilkan permainan gacor. Perubahan komposisi pemain juga belum menjawab, apakah sesuai dengan analisis “operasi jantung” ala Rangnick?</p>
<p><strong>Tesis &#8211; Antitesis</strong><br />
Kompetisi di sebuah liga seperti menyajikan kondisi pertarungan tesis &#8211; antitesis &#8211; sintesis. Satu klub dengan klub yang lain saling mencari formula dari teori-teori dan praktik yang saling mematahkan tesis antarpelatih.</p>
<p>Tesis, antitesis, dan sintesis adalah “hukum alam”, atau bahkan “sunnatullah” yang akan terpastikan dari perjalanan yang telah tergariskan dari ikhtiar-ikhtiar para pelakunya. Semua berusaha dengan segala modalitasnya, dan garis “langit”-lah yang akhirnya menentukan.</p>
<p>Rivalitas kejeniusan Pep Guardiola, Mikael Arteta, Arne Slot, Enzo Maresca, dan Eric Ten Hag mengetengahkan persaingan bukan hanya ketetapan dalam meracik penyegaran, tetapi juga taktik yang bisa berbeda-beda sesuai kebutuhan di setiap laga.</p>
<p>Lalu siapa taktikus Liga Primer yang akan menjadi “the last man standing”, seperti juga perjalanan yang dihadapi oleh Hansi Flick di La Liga?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/28/penyegaran-dan-hukum-alam-sepak-bola">Penyegaran dan Hukum Alam Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Sesederhana Itu Menemukan Arsitek Pengubah Keadaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/09/tak-sesederhana-itu-menemukan-arsitek-pengubah-keadaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 10:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Julien Nagelsman]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Thomas Tuchel]]></category>
		<category><![CDATA[Xavi Hernandez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=403519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // semua berlomba/ mencari dan menemukan sang pencerah/ hari ini mencercah harapan/ esok bisa meluncur ke keterpurukan/ semua berpacu merajut terang cahaya// (Sajak &#8220;Sang Peracik Taktik&#8221;, 2024) BEGITULAH manajemen klub-klub sepak bola berburu peracik taktik. Sebegitu rumitkah mendapatkan pelatih yang awet dan dipercaya mendampingi pemain? Lebih gampang memvonis kegagalan seorang pelatih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/09/tak-sesederhana-itu-menemukan-arsitek-pengubah-keadaan">Tak Sesederhana Itu Menemukan Arsitek Pengubah Keadaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-403548 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// semua berlomba/ mencari dan menemukan sang pencerah/ hari ini mencercah harapan/ esok bisa meluncur ke keterpurukan/ semua berpacu merajut terang cahaya//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Sang Peracik Taktik&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>BEGITULAH</strong> manajemen klub-klub sepak bola berburu peracik taktik. Sebegitu rumitkah mendapatkan pelatih yang awet dan dipercaya mendampingi pemain?</p>
<p>Lebih gampang memvonis kegagalan seorang pelatih hanya dari performa yang tak menjanjikan di sejumlah laga, lalu memastikan memecatnya; lalu terburu-buru mencari penggantinya, lalu tak jarang sebegitu cepat harus berburu lagi&#8230;</p>
<p>Tak sedikit manajemen klub yang tidak matang berpikir tentang risiko spekulasi. Sepintas tampak cocok dari kalkulasi reputasi dan harapan, atau diperkirakan sebagai figur tepat pengganti; namun bukankah sejatinya pelatih dihadapkan pada dua hamparan?</p>
<p>Ya, antara cocok dan kemelesetan, antara ekspektasi dan realitas, antara <em>chemistry</em> dan telepati hati yang sulit bertaut. Apalagi ketika sudah terkait dengan keyakinan filosofi.</p>
<p>Hari-hari ini, setidak-tidaknya empat klub besar berancang-ancang ganti nakhoda. Bayern Muenchen diperkirakan mengakhiri kontrak Thomas Tuchel yang belum lama menggantikan Julien Nagelsman, Manchester United mencari pembanding untuk Eric Ten Hag, sementara dua klub lain sudah pasti ditinggalkan pelatihnya: Liverpool bakal kehilangan Juergen Klopp, Barcelona harus rela melepas Xavi Hernandez. Padahal, dua klub tersebut sebenarnya &#8220;baik-baik saja&#8221;.</p>
<p>Pada saat yang sama, mengapung nama-nama calon yang digadang-gadang sejumlah klub. Xabi Alonso yang menukangi Bayer Leverkusen dengan rekor kinclong dari 33 laga, berada di <em>rating</em> tertinggi. Selain Bayern, Alonso diincar Liverpool dan Barcelona. Bahkan Mikael Arteta yang sedang dalam fase impresif bersama Arsenal juga masuk dalam radar idaman.</p>
<p>Terdapat pula Roberto de Zerbi yang memoncerkan Brighton and Hove Albion, lalu si genius Zinedine Zidane yang sedang tak bekerja di klub mana pun. Hansi Flick, Antonio Conte, Jose Mourinho, Stevan Gerrard dan Ole Gunnar Solskjaer juga masuk di bursa incaran.</p>
<p><strong>Faktor &#8220;Kecocokan&#8221;</strong><br />
Dalam khazanah manajemen kepelatihan, faktor &#8220;kecocokan&#8221; berandil besar untuk sebuah kisah sukses. Faktor ini bisa dibentuk oleh banyak hal. Kekuatan pendekatan kepemimpinan, karisma, kreativitas taktik, ketepatan rekrutmen pemain, serta pengenalan sejarah dan filosofi klub.</p>
<p>Visi penerapan taktik jelas membutuhkan <em>supporting</em> materi pemain. Dia butuh pemain bertipe apa dalam penerjemahan skema taktiknya? Karakter yang seperti apa? Tentu ini juga terkait dengan keyakinan filosofis ketika pelatih mengusung visi tertentu.</p>
<p>Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, dan Pep Guardiola adalah sebagian pelatih yang mendapat kemewahan dari sisi kepercayaan waktu untuk menerjemahkan &#8220;ideologi&#8221; sepak bolanya. Bandingkan dengan rata-rata pelatih yang begitu mudah diberhentikan karena hasil-hasil kurang memuaskan.</p>
<p>Padahal, bukankah waktu pula yang akan membantu menentukan untuk menemukan stabilitas sentuhan sang pengubah keadaan?</p>
<p>Liverpool sukses bangkit setelah menemukan Juergen Klopp sebagai &#8220;sang pencerah&#8221;. Barcelona sebenarnya juga mulai <em>establish</em> di tangan Xavi Hernandez setelah sempat terpuruk di bawah Ronald Koeman. Akan tetapi, masalahnya, yang menghendaki mundur justru kedua pelatih itu sendiri.</p>
<p>Bayern Muenchen-lah yang rupanya terongrong oleh pasang naik Bayer Leverkusen. Apakah faktornya hanya ada pada Thomas Tuchel dan Xabi Alonso? Atau ini sesungguhnya gambaran rivalitas antara jiwa <em>status quo</em> dan spirit <em>challenger</em>?</p>
<p>Hari-hari menuju ke penobatan peracik skema di sejumlah klub menjadi semacam keputusan penghakiman yang mendebarkan, sekaligus penuh spekulasi harapan. Siapa yang meneruskan Klopp di Anfield? Siapa pengganti Xavi di Camp Nou? Siapa yang mendampingi FC Hollywood di Muenchen? Apakah Ten Hag bakal mengamankan waktu di Old Trafford?</p>
<p>Spekulasinya: akan adakah &#8220;kecocokan&#8221;, tautan telepati, dan <em>chemistry</em> yang tertakdirkan?</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/09/tak-sesederhana-itu-menemukan-arsitek-pengubah-keadaan">Tak Sesederhana Itu Menemukan Arsitek Pengubah Keadaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 10:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Carrick]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Giggs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //temukanlah kehidupan/ dalam relung sepak bola/ akan kau tatap kenyataan/ di sebundar rapi bola/ akan kau rasakan pusaran/ dalam cakra yang fana// (Sajak “Cakra Kehidupan Sepak Bola”, 2023) TAK ada yang pasti dalam kehidupan, maka perjuangkanlah, dan janganlah menyerah untuk hidupmu&#8230; Manchester United adalah “ayat kauniah” tentang kehidupan. Pada hulu dasawarsa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana">MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-321394 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>//temukanlah kehidupan/ dalam relung sepak bola/ akan kau tatap kenyataan/ di sebundar rapi bola/ akan kau rasakan pusaran/ dalam cakra yang fana//</em><br />
<strong>(Sajak “Cakra Kehidupan Sepak Bola”, 2023)</strong></p>
<p><strong>TAK</strong> ada yang pasti dalam kehidupan, maka perjuangkanlah, dan janganlah menyerah untuk hidupmu&#8230;</p>
<p>Manchester United adalah “ayat kauniah” tentang kehidupan. Pada hulu dasawarsa 1990-an, bersama Alex Ferguson mereka berjuang dan akhirnya berhasil bangkit dari tidur panjang pasca-merajai Piala Champions 1968 lewat legenda-legenda George Best, John Aston, Bobby Charlton, Brian Kid, dan Denis Law.</p>
<p>Pada era 1990-an hingga dekade milenial 2000-an, Setan Merah bagai tak terbendung mendominasi semesta sepak bola lewat Class of 1992 Paul Scholes dkk yang diracik oleh Sir Alex secara futuristik.</p>
<p>Dan, layaknya kehidupan, ada titik ketika siklus menurun tak terhindarkan. Sir Alex pensiun pada 2013, dan hingga kini tak satu pun penerusnya &#8212; David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, dan Ralf Rangnick yang berhasil merekatkan jarak masa jaya dan masa muram.</p>
<p>Hingga muncullah Eric ten Hag, figur harapan dalam bayangan. Yakni antara diyakini membawa perubahan, atau diperkirakan mengalami kebuntuan kreativitas seperti para pendahulunya.</p>
<p>Tapi tunggu dulu, pelatih asal Belanda itu rupanya memberi gambaran kuat tentang kebangkitan yang dirindukan. Dan, dia telah memberi bukti satu trofi Piala Liga, bukan?</p>
<p>Tapi tunggu dulu pula, dia menorehkan catatan paling muram dalam sejarah pertemuan dengan rival abadi, Liverpool. Kekalahan 0-7 di Stadion Anfield, bukankah itu menodai rekor apik Ten Hag dalam fenomena <em>up-trend</em> Marcus Rashford dkk?</p>
<p>Sampai Ten Hag pun tak kuasa membendung ekspresi kekecewaan. Dia menyebut, “Itu bukan level MU”, dan menghardik para pemain sebagai “tidak profesional”.</p>
<p><strong>Psikologi Kekalahan</strong><br />
Pastilah tak mudah keluar dari cekaman psikologi kekalahan memalukan itu. Skor dan cara kalah itu terlalu meremukkan rasa, kendati beberapa hari kemudian anak-anak Old Trafford segera menunjukkan sikap positif lewat kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Betis di Liga Europa.</p>
<p>Saya pun, yang pekan lalu dalam kolom ini menulis tentang Setan Merah mulai kembali “memerah”, mendapat sindiran dari banyak kolega.</p>
<p>“Seperti itukah MU-mu?”</p>
<p>“The Reds Liverpool terbukti lebih ‘merah’ kan?”</p>
<p>“MU belum benar-benar bangkit, mas. Masih harus membuktikan konsistensi”.</p>
<p>Ya, rupa-rupa komentar mereaksi tulisan optimistis saya.</p>
<p>Nah, bukankah naik &#8211; turun performa dan lika-liku perjuangan sebuah klub sepak bola untuk meraih kembali “<em>maqam</em>”-nya identik dengan perjuangan hidup manusia dalam kehidupannya?</p>
<p>Lantaran tak ada yang pasti dalam perjalanan kehidupan, maka kata kuncinya adalah konsistensi.</p>
<p>Secara alamiah, siklus hidup sebagai naik-turun “roda kehidupan”, atau fenomena “cakra manggilingan” adalah realitas yang setiap saat bisa dihadapi oleh manusia.</p>
<p>MU sebagai institusi yang dikelola oleh pikiran, ide dan pilihan tindakan manusia tentulah pula berada dalam lingkup “pola” yang sama.</p>
<p>Lalu, bagaimana kemudian harus mengelola untuk menahan agar “cakra” tak terus menerus berada di bagian bawah pusaran?</p>
<p>Bagaimana pula manajemen konsistensi akan menghadapi badai kreativitas dari manusia-manusia pesaing; yang dalam konteks MU “ancaman” itu bisa hadir dari Liverpool dengan Juergen Klopp, Manchester City bersama Pep Guardiola, atau Arsenal dengan Mikael Arteta-nya?</p>
<p><strong>Tesis &#8211; Antitesis</strong><br />
Bagi MU, semesta adalah ekosistem di seputar mereka. Katakanlah selalu ada antitesis dari sebuah tesis. Lalu ada sintesis dari antitesis. Konstruksi Eric ten Hag pun, cepat atau lambat akan dihadapi dengan dekonstruksi yang digalang pelatih dari klub mana pun.</p>
<p>Sedemikian “rimba”-kah kehidupan sepak bola untuk menegaskan ikhtiar survivalitas manusia dan klub-klub?</p>
<p>Pergerakan waktu bagai tak berjeda untuk terus menerus berkreasi dan mengantisipasi. Tak ada taktik yang abadi. Skema-skema <em>gegenpressing, tiki-taka</em>, sepak bola posesif, atau <em>attacking football</em> adalah gambaran “fana” aksi-reaksi dalam perjalanan kehidupan.</p>
<p>Namun, kekalahan sebesar itu untuk MU yang sedang <em>on fire</em> dan <em>up trend</em> tentu merentangkan usikan tanda tanya, “Sekejam itukah cakra manggilingan yang memutar drastis perjalanan anak-anak Manchester Merah ke pusaran bawah?”</p>
<p>Dan, bagaimana pula dengan kemenangan 4-1 atas Real Betis? Hanya sebagai bentuk “kewajaran”, “kepatutan”, “keharusan”, atau apa?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana">MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menemukan Kembali “Kegembiraan” Rashford</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/21/menemukan-kembali-kegembiraan-rashford</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2023 10:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[marcus rashford]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=309366</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kembalilah, anak impian/ dan kau kembali/ bersinarlah, cahaya langit/ dan kau berpijar/ cukupkah hanya pijar?/ Teater Impian menantimu selalu menciptakan ingar-bingar// (Sajak “Marcus Rashford”, 2023) INIKAH Marcus Rashford yang kita kenal? Ah, Rashford mana yang Anda kenal? Rashford yang “bertenaga” dan penuh determinasi? Rashford yang cerdik, technicy, dan tajam mengeksekusi? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/21/menemukan-kembali-kegembiraan-rashford">Menemukan Kembali “Kegembiraan” Rashford</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-309368 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kembalilah, anak impian/ dan kau kembali/ bersinarlah, cahaya langit/ dan kau berpijar/ cukupkah hanya pijar?/ Teater Impian menantimu selalu menciptakan ingar-bingar//</em><br />
<strong>(Sajak “Marcus Rashford”, 2023)</strong></p>
<p><strong>INIKAH</strong> Marcus Rashford yang kita kenal?</p>
<p>Ah, Rashford mana yang Anda kenal?</p>
<p>Rashford yang “bertenaga” dan penuh determinasi?</p>
<p>Rashford yang cerdik, <em>technicy</em>, dan tajam mengeksekusi?</p>
<p>Atau Rashford yang lembek, inferior, dan kehilangan konfidensi?</p>
<p>Ya. Naik &#8211; turun performa seperti itu seolah-olah menjadi bagian dari perjalanan profesional Marcus Rashford, pemain yang dipromosikan Louis van Gaal ke tim utama Manchester United pada 2017.</p>
<p>Dia berkembang cepat. Di MU menjadi pilihan utama. Di tim nasional Inggris juga dipercaya oleh coach Gareth Southgate. Ole Gunnar Solskjaer pun pernah memujinya “berada di level Cristiano Ronaldo”.</p>
<p>Dalam kolom BOLA-BOLA, 29 Januari 2022, lewat titel “Memulihkan Marcus Rashford”, saya berkesimpulan, Rashford terkadang tampil bagus, kadang tampak medioker. Ketika diarsiteki oleh Ralf Rangnick, tampaknya dia menjadi bagian dari refleksi masalah MU yang belum juga menemukan identitas permainan setelah Alex Ferguson pensiun pada 2013.</p>
<p>Kini si anak ajaib itu dia tengah dalam moda <em>up trend</em> yang menakjubkan. Golnya ke gawang Manchester City pada 14 Januari lalu di Old Trafford, melengkapi produktivitas yang (sejauh ini) konsisten. Dalam sembilan laga, dia selalu mencetak gol.</p>
<p>Impresivitas itu hadir pada momen yang tepat ketika MU ditangani pelatih baru Erik ten Hag, ketika MU membutuhkan “angin” kebangkitan, dan ketika sudah saatnya Rashford menunjukkan puncak potensi dalam usia kematangan.</p>
<p>Dalam analisis pada 29 Januari 2022 itu saya ketengahkan pertanyaan, Marcus Rashford telah kembali. Namun, sudah betul-betul kembalikah Rashford? Akankah dia selalu menarasikan eksistensi dalam “pernyataan dan pertanyaan” seperti itu?</p>
<p>Diksi “pernyataan” dan “pertanyaan” itu sejatinya adalah gambaran keraguan. Apakah karena persoalan bandul bioritme, cap mediokritas, atau mungkin semacam realitas kelabilan konfidensi?</p>
<p><strong>Wonderkid</strong><br />
MU, dalam sejarahnya, selalu melahirkan <em>wonderkid</em> dan “raja”. Dalam daftar anak ajaib, sederet pemain akademi pernah diorbitkan oleh Alex Ferguson lewat Class of 1992. Setelah itu, dari Akademi MU belum ada “pemain bocah” yang semenjanjikan Rashford.</p>
<p>Dalam kategori “raja”, Setan Merah pernah punya Denis Law, George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, Ryan Giggs, Roy Keane, Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, dan hingga kini belum muncul lagi “penguasa” baru.</p>
<p>Akankah Bruno Fernandes yang berkembang ke sana? Atau Anthony? Atau Marcus Rashford?</p>
<p>Mula-mula, yang memberi kepercayaan kepada Rashford adalah Louis van Gaal, untuk bermain bersama tim utama. Si bocah 17 tahun menjawab dengan penuh pesona. MU pun bergegas menyambut: bintang penyerang telah lahir.</p>
<p>Dalam debut melawan Midtjylland di Liga Europa pada 25 Februari 2016, dia mencetak dua gol, dalam status sebagai pemain “susulan” lantaran cederanya Anthony Martial. Performanya menggegerkan, dan dia terpilih sebagai <em>man of the match,</em> memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda MU di kompetisi Eropa, melewati George Best, sang legenda.</p>
<p>Rashford melanjutkan keajaibannya tiga hari kemudian. Dalam laga melawan Arsenal, lagi-lagi dia terpilih sebagai pemain terbaik berkat gol perdananya di Liga Primer. Namun setelah era Jose Mourinho, Solskjaer, dan Ralf Rangnick, Rashford cenderung labil, walaupun dia tetap menjadi langganan timnas Tiga Singa.</p>
<p><strong>Kolaborasi dengan Ten Hag</strong><br />
Rashford muncul sebagai “kebutuhan” yang tepat bagi reformasi kultural Erik ten Hag di MU. Inilah bukti kolaborasi yang menemukan chemistry. Kalau selama ini dia dikenal sebagai pemain dengan performa “sensitif” terhadap kondisi klub, artinya, pelatih asal Belanda itu punya formula pendekatan yang mampu menyulut “bara kebangkitan” bagi Rashford.</p>
<p>Yang menarik, Rashford era kekinian memperlihatkan kelengkapan kematangan. Visi penempatan posisi, perfeksionitas dribel, dan teknik eksekusi gol yang mantap. Dia juga bisa membuang kesan ketidakpercayaan diri seperti yang terkadang terlihat dalam penampilannya. Determinasi merupakan gambaran kuat bahwa Rashford sedang menemukan “kegembiraan bermain” yang membuat dia nyaman dan bisa mengeksplorasi semua potensinya.</p>
<p>Teknik men-screen bola, gerakan memutar ala “Cruyff Turn” sesekali juga dia lakukan dalam “Rashford show” yang memikat.</p>
<p>Kepercayaan diri yang muncul dalam performa si anak ajaib ini, menandai jawaban yang dibutuhkan MU dan Ten Hag untuk menyelesaikan musim 2022-2023 ini dengan hasil lebih menjanjikan ketimbang musim-musim sebelumnya.</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://suarabaru,id">suarabaru,id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/21/menemukan-kembali-kegembiraan-rashford">Menemukan Kembali “Kegembiraan” Rashford</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>