<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bundesliga Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bundesliga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2026 02:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Bundesliga Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Eksekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkulasi Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Sprint]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=549190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah lama keindahan itu menguap/ permainan unjuk kecepatan/ serangan cepat yang memorakprandakan/ dia kembali menghadirkan/ romantisme yang menjadi kekuatan// (Sajak “Benjamin Sesko”, 2026) ADA masa-masa, di bawah Sir Alex Ferguson, Manchester United memadukan dua elemen kekuatan sebagai kunci permainan. Pertama, sirkulasi bola yang bergulir cepat dari posisi ke posisi. Kedua, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah">“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-549194 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah lama keindahan itu menguap/ permainan unjuk kecepatan/ serangan cepat yang memorakprandakan/ dia kembali menghadirkan/ romantisme yang menjadi kekuatan//</em><br />
<strong>(Sajak “Benjamin Sesko”, 2026)</strong></p>
<p><strong>ADA</strong> masa-masa, di bawah Sir Alex Ferguson, Manchester United memadukan dua elemen kekuatan sebagai kunci permainan. Pertama, sirkulasi bola yang bergulir cepat dari posisi ke posisi. Kedua, serangan balik mematikan lewat sejumlah pemain dengan kecepatan yang betul-betul membuat jeri lawan.</p>
<p>Anda tentu masih mengenang bagaimana aliran sirkulasi bola MU, yang sering terselesaikan dengan “pola baku” pada era tertentu: umpan silang akurat David Beckham, yang bagai punya mata mencari posisi tepat Andy Cole atau Dwight Yorke untuk mengeksekusi bola ke gawang lawan.</p>
<p>Pun, Anda tentu ingat bagaimana pada dasawarsa 1990-an Ryan Giggs, Andrey Kanchelskis, Paul Parker, Denis Irwin, Karel Poborsky, Patrice Evra, atau Antonio Valencia menjadi tontonan mengasyikkan: menyisir sayap mengandalkan kecepatan. Lawan tercecer saat beradu lari, terutama dalam menutup sektor sayap. Banyak gol MU yang dihasilkan dari proses adu sprint ini.</p>
<p>Pada masa sejumlah pelatih pasca-Ferguson, kelebihan MU dalam hal kecepatan serangan balik ini tak lagi terlihat sebagai senjata mematikan. Dan, kini “senjata” itu kembali muncul di bawah kepemimpinan manajer interim Michael Carrick.</p>
<p>Setidak-tidaknya, Carrick punya empat pelari cepat: Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Amat Diallo.</p>
<p><strong>Kecepatan Sesko</strong><br />
Gol kemenangan MU atas Everton di Stadion Hill Dickinson, 24 Februari lalu menyisakan banyak cerita tentang kecepatan lari Benjamin Sesko dalam rangkaian serangan balik cepat. Hanya melibatkan delapan sentuhan, kemudian diselesaikan Sesko secara akurat lewat gerakan cepat yang tidak bisa diadang oleh para bek Everton.</p>
<p>Diawali dari bola silang Everton yang dihalau oleh Harry Maguire, bola kemudian diumpan Sesko kepada Luke Shaw, yang lalu mengirim ke Matheus Cunha. Pemain asal Brazil itu meneruskan bola kepada Bryan Mbeumo dengan umpan panjang, yang kemudian memberikan kepada Sesko. Dengan kecepatan penuh Sesko mengejar bola untuk mengeksekusinya ke gawang Everton.</p>
<p>David Moyes, Manajer Everton mengakui bahaya serangan balik MU, karena memiliki pemain-pemain yang sangat cepat. Dia mengakui, pertahanan timnya tidak cukup terorganisasi saat kehilangan bola. Dia tahu serangan balik MU akan terjadi.</p>
<p>Benjamin Sesko kini membukukan enam gol dari 21 pertandingan liga, dan delapan gol di semua ajang. Penyerang asal RB Leipzig ini, pada 2023-2025 mengemas total 39 gol di Bundesliga. Bersama tim nasional Slovenia, dia mencetak 16 gol dari 45 laga.</p>
<p>Pemain kelahiran 31 Mei 2003 yang berpostur tinggi 195 cm ini dianugerahi kecepatan, kekuatan, dan kelincahan. Dia banyak disebut mirip penyerang Manchester City, Erling Haaland. Sesko direkrut oleh MU sejak Agustus 2025 dengan kontrak lima tahun.</p>
<p>Dia memulai karier profesional di Red Bull Salzburg, lalu pindah ke RB Leipzig, dan kemudian MU. Dia dijuluki “Air Sesko” karena kemampuan atletiknya yang tinggi dan kecepatan lari 35,3 km per jam.</p>
<p>Pengidola Zlatan Ibrahimovic, Robin van Persie, dan Wayne Rooney ini, mulanya sempat lambat beradatasi dalam orkestrasi serangan Setan Merah. Dia juga dinilai belum “nyetel” dengan atmosfer Liga Primer. Transisi kepelatihan dari Ruben Amorim ke Michael Carrick memberi ruang pembuktian kualitas. Bahwa dia lebih banyak bermain dari bangku cadangan, itu menunjukkan pelatih masih meragukannya. Dia membuktikan menjadi “super-sub” karena terbukti memberi warna sebagai penentu. Adaptasinya bergerak cepat dengan memperlihatkan mentalitas yang kuat.</p>
<p>Pandit yang juga mantan bek Setan Merah, Wes Brown, yakin, Sesko dalam usia 20 bakal menjadi tumpuan lini depan dalam jangka panjang. Brown melihat Sesko mulai memahami permainan dan Premier League, sehingga konfidensinya pun mulai muncul. Dalam lima atau enam pertandingan terakhir dia telah menunjukkannya. Ketika diberi kesempatan melawan Crystal Palace tempo hari, dia berhasil menuntaskan satu atau dua peluang yang didapatnya menjadi gol.</p>
<p>Setelah era Wayne Rooney dan Robin van Persie, MU belum punya striker yang betul-betul “seram” dan diandalkan, dari Zlatan Ibrahimovic yang hanya semusim, Romelu Lukaku, Anthony Martial, Marcus Rashford, Rasmus Hojlund, hingga Joshua Zirkzee.</p>
<p>Rashford sebenarnya impresif di beberapa musim, akan tetapi tidak konsisten, yang membuatnya tersisih dari tim setelah 10 musim di skuad utama.</p>
<p>Bagi mantan kapten MU Gary Neville, Benjamin Sesko kini mulai terlihat sebagai sosok yang menentukan. “Kepercayaan diri, gol-golnya itu. Penyelesaiannya lawan Fulham, Everton, West Ham, dan Palace itu empat gol yang brilian. Itu semua berbeda-beda,” ujarnya, seperti dikutip <em>Sky Sports</em>. (<em>detik.com</em>, 2 Maret 2026).</p>
<p>Sesko dinilai sebagai sosok yang mengubah permainan. Tentulah MU tak bisa punya penyerang tengah yang gagal lagi. Lihatlah bagaimana dia berkolaborasi dengan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Bruno Fernandes. Kecepatannya bisa dimanfaatkan secara fungsional sebagai senjata mematikan. Cunha dan Fernandes makin paham bagaimana mengelaborasi kelebihan Sesko untuk menciptakan manuver yang menyulitkan pertahanan lawan.</p>
<p>Kecepatan Sesko, akhirnya menjadi salah satu senjata penting bagi Setan Merah. Fans MU seperti diajak mengkilas balik sejarah tentang keistimewaan sejumlah “pelari MU” legendaris yang ditakuti lawan.</p>
<p>Dengan kelebihan itu, jika dikembangkan dengan tepat, dia bakal makin dirasakan sebagai elemen eksepsional MU&#8230;</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/14/air-sesko-pelari-cepat-setan-merah">“Air Sesko”, Pelari Cepat Setan Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 10:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aura Permusuhan]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Milan]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Rivalitas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539767</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi// (Sajak “El Clasico”, 2026) SIAPAKAH yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona? Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-539768 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// api tak kunjung padam/ terus membara/ dalam label klasik/ Real Madrid versus Barcelona/ : sepanjang media menyajikan/ memperpanjang perseteruan/ menjadikannya permusuhan abadi//</em><br />
<strong>(Sajak “El Clasico”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> yang mempersubur rivalitas, perseteruan panas antara Real Madrid dan Barcelona?</p>
<p>Pertanyaannya sama, ketika kita menyadari ada “api” yang terus menyala, atau dinyalakan untuk mengobarkan aura permusuhan, misalnya antara dua Manchester: United dan City, atau Manchester Merah dan Manchester Biru.</p>
<p>Di Liga Seri A, ada laga Derby Milan yang sarat gengsi: Internazionale Milan versus AC Milan, atau di Bundesliga antara Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund dengan label Der Klassiker. Atau dalam skala tertentu, di Liga Super Indonesia kita mengenal laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya vs Arema Malang.</p>
<p>Siapa yang menyalakan, siapa pula yang merawat, dan siapa menyuburkannya?</p>
<p>Dasar-dasar perseteruan memang sudah ada dari latar sejarah kedua kubu, yang disadari atau tidak, menarik minat media untuk mengolah, mengeksploitasi, menjadi sajian yang terkemas dalam sebuah daya tarik, dan ujungnya: viral. Sudut pandangnya memberi realitas ada pertentangan berbasis elemen-elemen penyubur penuh emosi, primordi, mungkin pula politik, yang menciptakan <em>magnitude</em>.</p>
<p>Media mengolah setiap potensi pertemuan panas itu dengan indikator-indikator yang terkait dengan perkembangan terkini, pemicu, dan langkah-langkah kedua klub menyiapkan diri ke laga terbaru. Bahkan dengan <em>framing</em> yang dipilih menonjolkan<em> angle-angle</em> tertentu.</p>
<p>El Clasico Real Madrid vs Barcelona, misalnya, bergerak dengan dinamika yang digiring oleh opini media, sejak 1929. Duel ini, sama seperti laga-laga klasik di sejumlah liga, membara dengan berbagai indikator latar belakang dan representasi penyulutnya. Latar politik Spanyol di belakang kedua klub juga “menyuarakan” emosi tersendiri pada setiap pertemuan mereka. El Clasico berlatar belakang perlawanan bangsa Catalan yang direpresentasikan oleh Barelona terhadap kekuasaan diktatorial Jendeal Franco di Ibu Kota Spanyol, Madrid.</p>
<p><strong>“Perang Propaganda”</strong><br />
Di ranah media, Madrid disokong oleh <em>AS</em> dan <em>Marca</em>, sedangkan Barcelona didukung <em>Sport</em> dan <em>Mundo Deportivo</em>. Keempat media ini sering terlibat adu opini yang beraksen “perang propaganda” demi menciptakan berita-berita bombastis dan viral, yang tentu berpengaruh dalam politik pemberitaan dengan <em>framing</em> masing-masing.</p>
<p>Peran media dalam penyuburan representasi identitas sebuah klub, benar-benar tercermin dari pemberitaan tentang El Clasico. Sangat terasa bagaimana tensi laga klasik ini dieksploitasi. Duel ini menjadi fenomena global, yang oleh setiap media diapungkan menjadi bagian terpenting dalam sepak bola internasional. Penggemar Barca dan Madrid di seluruh dunia punya cara sendiri dalam meng-<em>up date</em> perkembangan klub yang didukungnya.</p>
<p>Sepekan lalu, baru saja kita simak final Piala Super Spanyol di Stadion Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, mengetengahkan El Clasico yang dimenangi 3-2 oleh Barcelona.</p>
<p>Superioritas Barca begitu terasa di partai puncak itu. Pada sisi lain “luka” Madrid makin menganga. Penegasan dominasi Les Cules tergambar dari lima pertemuan terakhir. Di La Liga (26 Oktober 2025) Real Madrid 2-1 Barcelona; La Liga (11 Mei 2025) Barcelona 4-3 Real Madrid; final Copa del Rey (24 April 2025) Barcelona 3-2 Real Madrid; final Piala Super Spanyol (12 Januari 2025) Real Madrid 2-5 Barcelona; dan La Liga (26 Oktober 2024) Real Madrid 0-4 Barcelona.</p>
<p>Sejak pertemuan pertama dua raksasa Spanyol itu pada 1929, Real Madrid masih unggul satu strip dengan 106 kali menang, Barcelona membukukan 105 kemenangan, dan seri 52 kali. Kedua klub akan kembali bertemu pada 10 Mei 2026 mendatang.</p>
<p><strong>Lebih Meyakinkan</strong><br />
Menjelang keberangkatan ke Jeddah, Barcelona didukung oleh rekor <em>head to head</em> yang lebih meyakinkan. Mereka mengemas empat kemenangan dari lima pertemuan sejak awal 2024-2025. Namun dalam laga terakhir di Santiago Bernabeu, Oktober silam Blaugrana kalah 1-2 di hadapan fans Madrid.</p>
<p>“Kekalahan di liga itu sangat sulit buat kami, rasanya menyakitkan, tetapi sekaligus menjadi motivasi tambahan untuk pertandingan besok,” kata bek serba bisa Barca, Eric Garcia di laman resmi klub.</p>
<p>Bagi dia, momen final Piala Super itu adalah kesempatan untuk membalas, namun yang terpenting adalah memenangi trofinya. “Jika kami bisa memperbaiki aspek-aspek yang kurang bagus di Bernabeu, maka saya yakin kami akan mendapatkan hasil yang bagus,” ucapnya. (<em>detik.com</em>, 11 Januari 2026).</p>
<p>Setelah kekalahan di Bernabeu itu, Barca memenangi 12 dari 14 laga berikutnya di semua kompetisi dengan hanya sekali kalah. Eric Garcia dkk membukukan sembilan kemenangan berturut-turut, termasuk saat menggulung Athletic Bilbao 5-0 di semifinal Piala Super Spanyol.</p>
<p>Dan, langsung atau tidak langsung, hasil El Clasico terakhir itu memicu pemberhentian Xabi Alonso, hanya kurang dari 24 jam setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.</p>
<p>Pelatih yang didatangkan dari Bayer Leverkusen untuk menggantikan Carlo Ancelotti itu baru memimpin tim dalam 34 laga, memberi 24 kemenangan, 4 kali imbang, dan 6 kali kalah di semua kompetisi. Hasil yang tidak buruk, sebenarnya, mencatat 70 persen lebih kemenangan.</p>
<p>Momen ini menggambarkan, betapa persaingan Madrid dengan Barca bisa memberi tafsir emosional yang sangat cepat, antara lain dalam menilai kapasitas seorang taktikus. Alonso dan para pemain tidak menduga akan ada keputusan manajemen Los Blancos sedrastis itu.</p>
<p>Hubungan Xabi Alonso dengan sejumlah pemain memang kurang harmonis, namun pemberhentian itu, bagaiamanapun cukup mengejutkan. Dan, yang dijadikan momentum rupanya adalah El Clasico.</p>
<p>Ya, setiap pertemuan menambah catatan sejarah yang makin menegangkan. Setiap laga bakal menyemaikan bara dendam baru. Luka pun makin memperdalam rivalitas. Dan, oleh media, setiap elemen pertandingan bisa dijadikan indikator yang mempersubur ketegangan, baik menjelang, pada saat, maupun setelahnya.</p>
<p>Di seluruh dunia, media mem-<em>blow up</em>-nya dalam daya tarik mediatika, dengan beragam elemen yang menjadikan El Clasico sebagai pusat. Dari statistik, kisah pemain utama dan bintang baru, transfer-transfer kontroversial, statemen, hingga berbagai potensi sentuhan emosional.</p>
<p>Ke depan, bara perseteruan itu tampaknya tidak akan mereda. Media tetap memosisikan duel klasik itu sebagai daya tarik sepak bola yang tak hanya berpusar tentang olahraga ini. Dia &#8212; El Clasico &#8212; menjadi ekosistem dalam kehidupan masyarakat yang mengetengahkan drama politik, representasi identitas sebuah komunitas, dan aneka drama sepak bola. Dalam laga ini, olahraga hanya menjadi bagian dari subsistem, selebihnya adalah representasi kehidupan manusia.</p>
<p>Dan, El Clasico menjadi makin membara dalam kemasan pemberitaan media&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.id">Suarabaru.id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/17/bara-yang-disuburkan-oleh-kemasan-media">Bara yang Disuburkan oleh Kemasan Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 10:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayer Leverkusen]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Florian Wirtz]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Viktor Gyokeres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=503367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // terbebanikah dia/ oleh banderol harga tinggi/ atau karena masalah adaptasi?/ liga yang berbeda/ atmosfer yang tak sama/ oo, dunia tak boleh kehilangan/ di mana pun dia berada/ ayo, tersenyumlah Florian Wirtz&#8230;// (Sajak “Beban Florian Wirtz”, 2025) SENYUM mulai menebar di wajah Florian Wirtz. Dua assist dia kontribusikan untuk gol-gol Cody [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum">Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-503375 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// terbebanikah dia/ oleh banderol harga tinggi/ atau karena masalah adaptasi?/ liga yang berbeda/ atmosfer yang tak sama/ oo, dunia tak boleh kehilangan/ di mana pun dia berada/ ayo, tersenyumlah Florian Wirtz&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Beban Florian Wirtz”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SENYUM</strong> mulai menebar di wajah Florian Wirtz. Dua <em>assist</em> dia kontribusikan untuk gol-gol Cody Gakpo dan Dominic Sloboszlai dalam kemenangan 5-1 Liverpool atas Eintracht Frankfurt dalam laga Liga Champions, Kamis dinihari lalu.</p>
<p>Setidak-tidaknya, ini menjadi jawaban setelah dia didiskusikan panjang-lebar oleh para pandit: mengapa “mejan” dalam sejumlah laga Liverpool. Dia bahkan sempat diberi julukan “agen 007”, sindiran menyedihkan bahwa dalam tujuh pertandingan dia masih nir gol dan nir <em>assist</em>.</p>
<p>Gelandang serang Liverpool yang didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan banderol Rp 2,5 triliun itu sempat memecahkan rekor Liga Primer, sebelum diperbarui oleh Alexender Isak dengan Rp 2,8 triliun ketika diboyong dari Newcastle United.</p>
<p>Publik Anfield diliputi harapan besar: bakal muncul cahaya baru yang berkilau dari penampilan Wirtz. Pemain 22 tahun itu diperkirakan bakal makin menyolidkan Liverpool dengan skema ideal yang nyaris tanpa celah.</p>
<p>Realitasnya, predikat 007 itu harus dia hadapi, dalam tujuh laga sejak berkostum The Reds, belum mengontribusikan apa pun. Performanya dianggap rata-rata. Apakah karena terbebani oleh harga transfer, atau tak cukup siap beradaptasi dengan Liga Primer yang menuntut fisik lebih keras, beda atmosfer dari Bundesliga?</p>
<p>Tujuh partai tanpa peran menonjol jelas memprihatinkan bagi Wirtz, salah satu bakat terbesar Jerman. Bersama talenta muda Jerman lainnya, Jamal Musiala, Florian Wirtz menyedot parhatian dunia. Jamal sedang dalam proses pemulihan cedera lantaran bertabrakan dengan kiper Paris St Germain (waktu itu) Gianluigi Donnarumma yang kini memperkuat Manchester City.</p>
<p>Pekan lalu, Wirtz tentu menambah beban psikologis bagi dirinya sendiri ketika diturunkan sebagai pengganti, bermain hanya 28 menit ketika menghadapi Manchester United. Tekanan yang bertambah berat, mengingat performa Liverpool yang sedang buruk hingga pekan kedelapan liga. The Reds kalah 1-2 di kandang sendiri.</p>
<p>Akhirnya, momen untuk menunjukkan siapa Wirtz sebenarnya diperlihatkan dalam laga melawan Eintracht Frankfurt. Di Stadion Deutsche Bank Park, dia tampil dengan penuh konfidensi, memberi dua umpan berujung gol kepada Gakpo dan Szoboszlai. Bahkan, dia berkesempatan mencetak gol pertamanya, andai Mohamed Salah tidak “egois”: mau memberinya umpan pada pengujung pertandingan.</p>
<p><strong>Melengkapi Puzzle</strong><br />
Di Liverpool, Wirtz diproyeksikan untuk melengkapi puzzle bintang yang disusun oleh sang arsitek, Arne Slot. Namun, sejauh ini, dalam amatan legenda Manchester United Wayne Rooney, pengidola Lionel Messi itu justru mengganggu keseimbangan tim (<em>detik.com</em>, 30 September 2025).</p>
<p>Rooney menilai Wirtz justru bagai duri dalam daging di skuad The Reds. “Ini sulit baginya. Saya rasa itu tidak dapat disangkal, dan dia akan mencari tahu sendiri untuk mencoba memperbaikinya,” kata Rooney dalam wawancara dengan <em>Sport Bible</em>.</p>
<p>Musim ini, Liverpool melengkapi lini depan yang benar-benar baru, dan tentu semua ingin bermain bagus. “Mereka bersaing untuk masuk ke tim, dan saya pikir Wirtz mungkin tidak bermain sebaik itu, tetapi dia memiliki banyak kemampuan”.</p>
<p>“Saya akan memilih (Hugo) Ekitike dan (Alexander) Isak. Saya pikir Wirtz justru merusak keseimbangan permainan Liverpool, tetapi dia pemain top, dan saya yakin dia akan semakin baik,” jelasnya.</p>
<p>Wirtz sempat memberi <em>assist</em> dalam laga Community Shield melawan Crystal Palace, ketika Liverpool kalah adu penalti 2-3. Dia belum mengontribusikan gol di liga, dan dikritik karena bermain terlalu dalam.</p>
<p>Legenda The Reds asal Jerman, Dietmar Hamann sebelumnya menyatakan, kualitas Wirtz tak perlu diragukan, tetapi masalah adaptasi menjadi kunci. “Dia belum nyetel. Jelas biaya transfer dia sangat besar, tetapi saya rasa dia adalah pemain luar biasa, pemain tangguh,” ujarnya kepada <em>Sports Mole</em> (<em>liputan6.com</em>, 11 September 2025).</p>
<p>Hamann mengingatkan agar Wirtz segera bangkit. “Saya sama sekali tidak ragu bahwa dia akan sukses di Inggris, tetapi dia harus matang dengan cepat. Permainan di sini berbeda. Di sini segalanya lebih cepat, lebih menuntut fisik, dan dalam empat performa sejauh ini, bisa dibilang dia hanya rata-rata,” tegasnya.</p>
<p>Situasi tentu semakin rumit bagi Wirtz dengan kembalinya beberapa pemain kunci Liverpool dari cedera. Persaingan di lini tengah dan lini depan kian ketat, membuat posisi Wirtz bisa saja terancam jika dia tidak segera menunjukkan kualitas terbaiknya.</p>
<p><strong>Pusat Harapan</strong><br />
Bersama Viktor Gyokeres (Arsenal), dan Alexander Isak, Florian Wirtz menjadi buruan utama dalam bursa transfer musim ini. Tentu banyak yang membayangkan, dia bakal menjadi pusat orkestrasi Liverpool, seperti yang dia perankan di Bayer Leverkusen. Bayern Muenchen kalah dari Liverpool dalam perburuan tanda tangan Wirtz.</p>
<p>Gyokeres sempat mengalami situasi yang sama seperti Wirtz, belum memperlihatkan kemenonjolan peran sebagai pembeda dalam permainan Arsenal, walaupun perlahan tapi pasti pemain asal Swedia itu mulai bangkit dalam laga Liga Champions melawan Atletico Madrid yang dimenangi Arsenal 4-0.</p>
<p>Sedangkan Isak, yang didatangkan dari Newcastle United juga dengan banderol tinggi, bahkan lebih tinggi dari Wirtz juga menghadapi kondisi serupa. Belum memperlihatan ketajaman seperti yang diharapkan klub dan fans.</p>
<p>Di klub lain, harapan juga dibuncahkan seperti itu. Manchester United menaruh asa besar kepada Benjamin Sesko untuk mempertajam lini depan bersama Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha. Bandingkan dengan klub Liga Seri A, Napoli yang tampaknya menemukan keberhasilan dalam menyusun puzzle. Kevin de Bruyne langsung memperlihatkan kualitasnya sebagai pemberi <em>assist</em>, dan Rasmus Hojlund dimanjakan oleh “layanannya”. Absennya Romelu Lukaku yang menepi karena cedera pun bisa tergantikan oleh kehadiran Hojlund yang “terbuang” dari Manchester United.</p>
<p>Keping puzzle yang pas juga dirasakan oleh Everton. Sang pelatih, David Moyes benar-benar menemukan berkah dengan kehadiran Jack Grealish yang dipinjam dari Manchester City. Grealish yang bagai terbuang dari The Citizens, kini menjadi sosok penting bagi Everton.</p>
<p>Lalu mengapa Florian Wirtz kesulitan nyetel dengan puzzle lain yang disusun oleh Arne Slot? Penilaian Wayne Rooney tidak salah: sejauh ini Wirtz masih mengganggu keseimbangan skema The The Reds. Analisis Dietmar Hammann juga tidak keliru, bahwa adaptasi Wirtz dengan karakter Liga Primer belum tuntas.</p>
<p>Menurut saya, terasa tergesa-gesa jika memvonis Viktor Gyokeres dan Florian Wirtz sebagai pembelian flop di Arsenal dan Liverpool. Akan ada saat Gyokeres sangat membantu Arsenal, dan Wirtz benar-benar menjadi pusat mesin bagi permainan Liverpool. Tetapi tentu adaptasi itu punya batas untuk disimpulkan sebagai sukses atau gagal.</p>
<p>Kasper Hjulmand, pelatih Bayer Leverkusen menilai, Florian Wirtz menghadapi ekspektasi tidak logis di Liverpool. Menurut dia, mustahil ada pemain yang langsung tokcer sejak hari pertama setelah pindah ke klub dan liga yang baru (<em>detik.com</em>, 15 Oktober-2025).</p>
<p>“Ayolah, dia kan baru datang di sana,” ucap pelatih asal Denmark itu kepada <em>Sport Bild</em>. “Percayalah, dia akan membuktikan diri kepada semua orang. Bahkan kepada para ahli di Inggris. Saya yakin”.</p>
<p>Hjulmand menilai, Florian adalah pemain dengan kualitas luar biasa. “Kita semua tahu seberapa cepat segalanya di dalam sepak bola. Kalau dia mencetak dua gol bagus di dalam dua pertandingan berikutnya, orang-orang akan bilang, ’Sekarang dia sudah datang’. Itu akan sama kelirunya dengan kritik baru-baru ini”.</p>
<p>Jadi, waktukah yang tampaknya akan memaparkan realitas? Setidak-tidaknya, wajah Florian Wirtz sudah mulai mengaurakan senyum konfidensi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum">Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pep Guardiola, Sang &#8220;Ideolog&#8221; di Titik Jenuh?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/21/pep-guardiola-sang-ideolog-di-titik-jenuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 10:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munchen]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=453012</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak selamanya dia betah di singgasana/ ada titik yang mengusik/ : apa lagikah yang dicari?/ ada bisik yang menggelitik/ : apa pulakah yang didaki/ apa pula yang harus diketengahkan?// (Sajak &#8220;Kejenuhan Sang Genius&#8221;, 2024) AKAN ada titik ketika pikiran menghentikan kreasi. Atau setidak-tidaknya, meredupkan gairah bereksplorasi. Akan ada titik ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/21/pep-guardiola-sang-ideolog-di-titik-jenuh">Pep Guardiola, Sang &#8220;Ideolog&#8221; di Titik Jenuh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-453020 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak selamanya dia betah di singgasana/ ada titik yang mengusik/ : apa lagikah yang dicari?/ ada bisik yang menggelitik/ : apa pulakah yang didaki/ apa pula yang harus diketengahkan?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Kejenuhan Sang Genius&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>AKAN</strong> ada titik ketika pikiran menghentikan kreasi. Atau setidak-tidaknya, meredupkan gairah bereksplorasi.</p>
<p>Akan ada titik ketika &#8220;antitesis&#8221; tak lagi mempan memadamkan &#8220;tesis&#8221;. Pun tak lagi mencair menjadi &#8220;sintesis&#8221; yang dianut sebagai sebuah &#8220;genre&#8221;.</p>
<p>Mungkin itu hanya menjadi &#8220;era&#8221;, untuk menandai suatu perjalanan waktu dengan kejayaan tertentu; mengetengahkan &#8220;cara&#8221; yang dia temukan dan diolah sebagai &#8220;jalan&#8221; untuk mengatasi &#8220;jalan yang lain&#8221;. Tentu &#8220;jalan&#8221; itu membutuhkan syarat untuk ditampilkan sebagai ekspresi survivalitas.</p>
<p>Lalu apakah seseorang yang telah sedemikian identik dengan kejeniusan dan &#8220;tesis&#8221;, pada titik tertentu tidak lagi mampu menjaga nyala eksplorasi dalam merawat jalan yang dia yakini?</p>
<p>Jika orang itu adalah Pep Guardiola, apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan kejeniusan, kreativitas, dan &#8220;idiologi&#8221; yang dieksplorasinya?</p>
<p>Kekalahan 1-2 dari The Red Devils dalam &#8220;Derby Manchester&#8221; di Stadion Etihad, akhir pekan lalu menjadi bukti &#8220;kegalauan&#8221; Pep tentang kemelut performa Kevin De Bruine dkk.</p>
<p>Manchester United yang kini diarsiteki Ruben Amorim, melengkapi rangkaian hasil buruk dari 11 laga yang dilalui The Citizens di semua ajang. Hanya sekali menang. Sisanya dua kali seri dan delapan kali kalah.</p>
<p><strong>Kegelisahan?</strong><br />
Apa yang dia ungkapkan dalam sebuah wawancara empatik <em>Daily Mail</em> (<em>detik.com</em>, 11/12-2024) menyiratkan kegelisahan tentang masa depannya.</p>
<p>Dia seperti merasa sudah lelah dengan perjalanan karier kepelatihan yang bertabur kegemilangan di Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester City.</p>
<p>Pep menggumamkan keinginan untuk berhenti di Manchester, atau mungkin masuk ke tantangan baru: menangani tim nasional sebuah negara. Ditegaskan, The Citizens adalah klub terakhir dalam kariernya.</p>
<p>Dia mengaku lelah untuk melatih klub lain ke depannya, setelah memasuki tahun kedelapan bersama City, periode terlama dalam jejak kepelatihannya. Pep membendaharakan banyak gelar, termasuk enam trofi Liga Primer dan satu Liga Champions.</p>
<p>Apakah City mau begitu saja kehilangan Pep? Sesegera itu, Manchester Biru memperpanjang kontrak sampai 2027. Mestinya, ikatan pelatih asal Spanyol itu habis pada musim panas 2025.</p>
<p>Di tengah kemelut performa City akhir-akhir ini, dia masih dipercaya untuk mempertahankan prestasi, sekaligus menyiapkan tim ke depan. Dia akan genap satu dekade di Etihad jika menyelesaikan masa kontraknya.</p>
<p>Ketika menyatakan City bakal jadi klub terakhir, artinya dia tidak mau lagi menangani klub. Besar peluangnya untuk menjadi pelatih tim nasional, di negara mana pun yang meminati.</p>
<p>Dia mengaku tidak punya energi lagi. &#8220;Untuk memulai sesuatu yang baru di klub lain, melalui proses latihan dan sebagainya. Mungkin melatih tim nasional bisa, tetapi itu berbeda&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya tidak mau lagi berkeliling ke negara lain, berhenti di sana dan melihat segala prestasi yang sudah dicapai, berpikir apakah bisa lebih baik lagi. Anda tidak akan punya waktu memikirkan itu ketika disibukkan dengan banyak hal setiap harinya.&#8221;</p>
<p><strong>Habitat Tantangan</strong><br />
Bagi genius seperti Pep, habitatnya ada dalam suasana &#8220;tantangan&#8221;. Jadi semudah itukah dia meninggalkan sepak bola yang telah menjadi daya hidup dan kehidupannya?</p>
<p>Jenuh, itu bisa dipahami. Tetapi apakah perasaan itu lantaran performa anjlok Manchester City pada musim 2024-2025 ini? Atau mungkin dia sudah terlampau lelah mencurahkan pikiran dan kreasi untuk menerjemahkan filosofi sepak bola indahnya?</p>
<p>Setelah lima musim bersama Barca di La Liga, tiga musim di Bundesliga, dan delapan tahun di Liga Primer, Pep menegaskan eksistensi sebagai &#8220;ideolog&#8221; sepak bola menyerang dengan aksen bermain mendominasi penguasaan bola. Dia mempertajam <em>total football</em> mahagurunya, Johan Cruyff.</p>
<p>Di Barca, dia sukses besar mengimplementasikan karakter dan folosofinya, sama dengan ketika membangun The Citizens sebagai kekuatan dahsyat di Liga Primer dan Eropa.</p>
<p>Hanya, di Bayern Muenchen dia tidak sepenuhnya bisa menuntaskan &#8220;ideologi&#8221;, karena bermain dengan mengandalkan <em>possession football</em> rupanya sulit bersenyawa dengan<em> speed and power game</em> ala Jerman.</p>
<p>Kini Pep Guardiola disibukkan oleh upaya membalikkan <em>passion</em> skuadnya sebagai kekuatan utama Liga Primer.</p>
<p>Semakin sulit mendapatkan &#8220;<em>touch</em>&#8221; antitesis itu, semakin dalam dia harus berkubang dengan kegalauan di posisi sulit&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/21/pep-guardiola-sang-ideolog-di-titik-jenuh">Pep Guardiola, Sang &#8220;Ideolog&#8221; di Titik Jenuh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pep, Membangun Semesta dan &#8220;Membirukan&#8221; Manchester</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/25/pep-membangun-semesta-dan-membirukan-manchester</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 10:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Citizens]]></category>
		<category><![CDATA[The Red Devils]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=415916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan ragu lagi mengatakan/ : manchester itu biru/ dia menjadi semesta bola/ dalam ungkapan rasa/ dan, tahukah kalian/ seorang genius menyulapnya/ dalam indah kekuatan/ dalam kuat berkeindahan&#8230;// (Sajak &#8220;Manchester is Blue&#8221;, Mei 2024) ANDA yang menekuni Liga Primer, pastilah tak luput mencatat: pergeseran peta sepak bola Kota Manchester sudah tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/25/pep-membangun-semesta-dan-membirukan-manchester">Pep, Membangun Semesta dan &#8220;Membirukan&#8221; Manchester</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-415917 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// takkan ragu lagi mengatakan/ : manchester itu biru/ dia menjadi semesta bola/ dalam ungkapan rasa/ dan, tahukah kalian/ seorang genius menyulapnya/ dalam indah kekuatan/ dalam kuat berkeindahan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Manchester is Blue&#8221;, Mei 2024)</strong></p>
<p><strong>ANDA</strong> yang menekuni Liga Primer, pastilah tak luput mencatat: pergeseran peta sepak bola Kota Manchester sudah tak lagi berkutat di wilayah psikologi <em>mind game</em>.</p>
<p>Betul-betul terjadi pergerakan kultural. Ketika Manchester United bersikutat dengan problem-problem internalnya, Manchester City sudah mengokohkan kemaharajaan. City bukan sekadar gambaran simbolisme filosofi Jawa, &#8220;Petruk dadi ratu&#8221;&#8230;</p>
<p>Dalam tujuh tahun terakhir, The Citizens menjadi pusat sepak bola Inggris. Sedangkan The Red Devils, pasca-rezim Sir Alex Ferguson, sejak 2013 berada di luar atmosfer calon peraih titel.</p>
<p>Dulu, Sir Alex pernah berucap secara stigmatis bahwa The City hanya &#8220;tetangga yang berisik&#8221;. Ketika pada 2011-2012 Roberto Mancini mulai menyulapnya sebagai kekuatan yang terbukti mampu bersaing pun, City tetap &#8220;belum siapa-siapa&#8221;.</p>
<p>Era Pep Guardiola sejak 2016 mengubah semuanya, walaupun Mancini (2011-2012) yang menyingkap tirai juara City, dan Manuel Pellegrini meneguhkannya pada 2013-2014.</p>
<p>Kolaborasi finansial dengan pemilik City, Syekh Mansuour al-Suleymani, meleluasakan kreasi pelatih asal Spanyol itu. Pep menjadikan City sebagai ekspresi kegeniusan seperti ketika dia mewujudkan Barcelona sebagai kanvas seni dan imajinasi, dari 2007 hingga 2012.</p>
<p>Taktikus kelahiran 1971 itu jauh lebih leluasa dibandingkan dengan ketika bereksperimen mengubah gaya bermain Bayern Muenchen dari <em>speed and power game</em> menjadi tim <em>tiki-taka</em> yang posesif pada 2013-2016. Kendala psikologisnya, para petinggi dan legenda Bayern tidak menyukai permainan dengan dominasi penguasaan bola namun minim gol.</p>
<p><strong>Membentuk Semesta</strong><br />
Di Etihad, Pep Guardiola betul-betul membentuk &#8220;semesta Manchester City&#8221;. Tim yang tidak hanya kuat, juga indah. Tim yang tak sekadar indah, juga tangguh.</p>
<p>Kekuatan tertuang dalam elok orkestrasi permainan. Impresivitas irama rancak terekspresi dalam ketangguhan. Pasukan Etihad menciptakan kelengkapan semesta sepak bola: kekuatan, taktik permainan, keindahan, mental, dan &#8220;kultur The Citizens&#8221;. Komprehensivitas City mencukupkan kebutuhan kompetensi klub juara.</p>
<p>Bagaimana kita tidak menyebutnya sebagai kekuatan mental? Dalam sejumlah musim, trofi juara baru terpastikan dari laga pekan terakhir. Rivalitas dengan Arsenal dan Liverpool membumbui magnet industri yang sungguh menegangkan bagai membetot sukma. Ketika City meraih gelar, selalu terefleksikan perpacuan juara yang mirip dengan lomba adu kuat jantung.</p>
<p>Padahal, secara akumulatif, keberadaan City di puncak klasemen selalu di bawah Arsenal dan Liverpool.</p>
<p>Pada musim ini, misalnya, City lebih banyak berada di posisi kedua dan ketiga. Baru pada pekan ke-33 dan 34 kembali ke atas. Jadi hanya 10 pekan menempati puncak, sedangkan Liverpool 12 pekan, dan Arsenal 11 pekan.</p>
<p>Kemampuan menembus kondisi demikian ini menunjukkan Phil Foden cs memiliki kekuatan mentalitas.</p>
<p><strong>Realitas Kompetisi</strong><br />
Romantisme kompetisi tentu menarasikan, betapa indah andai Arsenal yang juara, untuk memberi suasana lain yang bukan &#8220;City lagi, City lagi&#8221;, namun realitas kekuatan akan menjustifikasi bahwa The Citizens-lah yang lebih punya kepantasan, walau hanya berbeda selapis tipis.</p>
<p>Ketika performa taktik, orkestrasi permainan, dan daya tahan mental bersaing menuju puncak, maka &#8220;the last team standing&#8221; akan ditentukan oleh kekuatan mental. City memenangi rivalitas itu di tengah keniscayaan yang sebenarnya juga memberi jalan bagi Arsenal maupun Liverpool.</p>
<p>Kini, Manchester Biru tak lagi inferior dalam pembandingan tradisi, statistika, dan proyeksi. Pep Guardiola telah mengantar klub ini ke &#8220;maqam&#8221; elite dengan pijar kekuatan cahayanya. City benar-benar telah membirukan langit Manchester, membangun semestanya sendiri, dan jauh dari sasaran <em>bully</em> sekadar sebagai &#8220;tetangga yang berisik&#8221;.</p>
<p>Bahkan boleh jadi, MU-lah yang sekarang tampak hanya berisik dalam kegaduhannya&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/25/pep-membangun-semesta-dan-membirukan-manchester">Pep, Membangun Semesta dan &#8220;Membirukan&#8221; Manchester</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Xabi Alonso, Kecerdasan dalam Keanggunan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/13/xabi-alonso-kecerdasan-dalam-keanggunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Apr 2024 10:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Carlo Ancelotti]]></category>
		<category><![CDATA[DFB Pokal]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Europa]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Xabier “Xabi” Alonso Olano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409043</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia simpan letup kecerdasan/ dari terjemah keanggunan/ tentang dominasi/ tentang intensitas/ tentang kendali/ lalu dia pancarkan cahaya/ tentang kemenangan/ tentang harapan trofi-trofi// (Sajak “Keanggunan Xabi”, 2024) NARASI apakah yang tepat untuk menggambarkan Xabier “Xabi” Alonso Olano, arsitek yang sebegitu cepat melambungkan Bayer Leverkusen ke khazanah “suasana menakutkan” di Bundesliga saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/13/xabi-alonso-kecerdasan-dalam-keanggunan">Xabi Alonso, Kecerdasan dalam Keanggunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-409061 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dia simpan letup kecerdasan/ dari terjemah keanggunan/ tentang dominasi/ tentang intensitas/ tentang kendali/ lalu dia pancarkan cahaya/ tentang kemenangan/ tentang harapan trofi-trofi//</em><br />
<strong>(Sajak “Keanggunan Xabi”, 2024)</strong></p>
<p><strong>NARASI</strong> apakah yang tepat untuk menggambarkan Xabier “Xabi” Alonso Olano, arsitek yang sebegitu cepat melambungkan Bayer Leverkusen ke khazanah “suasana menakutkan” di Bundesliga saat ini?</p>
<p>Kecerdasan dalam keanggunan.</p>
<p>Kira-kira seperti itulah kristal apresiasi yang tepat untuk pria kelahiran 25 November 1981 itu, yang pernah meniti karier bermain di Real Sociedad, Eibar, Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Muenchen.</p>
<p>Dengan pendekatan filosofis yang memusat pada penguasaan bola lewat fokus dominasi lini tengah dan permainan dinamis, Xabi menjalankan strategi kepelatihan dengan doktrin dominasi, intensitas, dan kendali sejak <em>kick off</em>. Dia mentransformasikan mentalitas pemenang, yang dalam dua musim ini menjadi karakter kuat performa Die Werkself.</p>
<p>Xabi, yang seangkatan dengan pelatih Barcelona Xavi Hernandez, dan <em>coach</em> Arsenal Mikael Arteta, sedang menjadi pusat perbincangan. Hingga pekan kemarin, Leverkusen memimpin klasemen Bundesliga, unggul jauh atas “raja Jerman” Bayern Muenchen; dan yang dahsyat: hingga pekan ke-21 tak terkalahkan dalam 40 laga di semua ajang.</p>
<p>Rekor 40 kali tak terkalahkan Leverkusen di bawah Xabi, bertambah menjadi 41 kali tanpa kalah, setelah pada Jumat 12 April 2024 dini hari WIB, menang 2-0 atas West Ham United di Liga Europa.</p>
<p>Pada musim sebelumnya, 2022-2003, Leverkusen menghuni peringkat keenam. Kini mentalitas pemenang terasa benar melecut Patrik Schick cs untuk mengadang ambisi Muenchen dan Harry Kane, kapten Inggris yang tengah berusaha mewujudkan impian meraih trofi pertama dalam kariernya.</p>
<p><strong>Kecerdasan</strong><br />
Puja-puji akan kecerdasan Xabi Alonso bisa disimak dari kesimpulan Sid Lowe, penulis sepak bola <em>The Guardian</em> dalam sebuah <em>podcast</em>. “Dia penganut metode Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan Carlo Ancelotti. Dia telah mengambil sedikit dari semuanya, dan dia jelas sangat cerdas&#8230;”</p>
<p>Xabi pernah diasuh oleh Mourinho dan Don Carlo di Madrid, juga merasakan sentuhan genius Pep di Bayern Muenchen. Pelatih legendaris Madrid, John Toshack mengagumi kecerdasan Xabi. Menurut dia, cara berpikir Xabi lebih cepat dari siapa pun. Jangkauan umpannya pun sempurna.</p>
<p>Naluri kepelatihannya mulai tampak sejak masih bermain. Ketika menjadi bagian dari skuad Pep Guardiola di Allianz Arena, dia intens mengamati filosofi sang genius yang juga berasal dari Spanyol itu. Pep, katanya, selalu memiliki rasa ingin tahu untuk memahami permainan tersebut.</p>
<p>Dan, bukankah doktrin dominasi, intensitas, dan kontrol adalah seni taktikal yang diusung Pep baik ketika mengarsiteki Barcelona, Bayern, maupun Manchester City sekarang? Filosofi itu melahirkan performa dengan wajah khas di masing-masing liga.</p>
<p><strong>Apa Rahasianya?</strong><br />
Yang kini menjadi perhatian, bagaimana dia &#8212; yang baru pada 2022-2023 menjalani debut kepelatihan &#8212; bisa secepat itu meroket dan memberi pakem permainan ke level Leverkusen sebagai penantang kuat juara?</p>
<p>Ketika manajemen Bay Arena merekrutnya sebagai suksesor Gerardo Seoane, klub sedang dalam kondisi prihatin: sampai pekan kedelapan musim 2022-2023 menempati posisi ke-16. Kemenangan 4-0 atas Schalke mewarnai kesumringahan debut Xabi, namun kemudian dia sempat diragukan karena kalah dalam enam laga. Perlahan-lahan, dia mencoba mengembalikan konfidensi tim, dan akhirnya menempati peringkat enam dengan 50 poin.</p>
<p>Musim kedua Xabi ditandai buncah harapan dan rekor istimewa, yakni tak terkalahkan dalam 40 laga di tiga ajang hingga pekan ke-21. Bahkan bukan tidak mungkin, Leverkusen bakal mendulang <em>treble</em> jika mampu memenangi titel Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Europa.</p>
<p>Berbagai analisis mencoba menyimpulkan rahasia sukses pelatih muda itu.</p>
<p>Pertama, dia memahami potensi pemain, sehingga bisa menerapkan pendekatan yang tepat untuk mengeksplorasi performa mereka. Yang paling menonjol, bagaimana dia mengangkat kembali kepercayaan diri Florian Wirtz yang sempat absen lama lantaran dirundung cedera.</p>
<p>Wirtz, yang disebut-sebut sebagai “Lionel Messi Leverkusen”, dinilai mampu menerjemahkan strategi Xabi dengan peran sebagai<em> false 9</em>. Dia sukses mengisi kekosongan akibat cedera Patrik Schick.</p>
<p>Dalam sebuah wawancara dengan <em>Daily Mail,</em> Xabi secara khusus memberi penilaian terhadap Wirtz. Menurutnya, ada pemain bagus di lapangan, ada pula pemain yang terlihat bagus bisa melakukan hal-hal bagus, tetapi belum tentu efisien. Wirtz efisien, karena tahu bagaimana dan kapan memberi umpan-umpan sederhana. “Ini tidak selalu tentang membuat langkah yang paling cemerlang, namun yang terbaik dan paling cerdas,” ungkapnya.</p>
<p>Xabi juga mampu memaksimalkan peran Amine Adli, dan Jeremi Frimpong dalam formasi menyerang yang cepat. Frimpong menonjol sebagai sayap kanan yang efektif menyisir pertahanan lawan.</p>
<p>Kedua, dia efektif dalam mengelola bursa transfer. Leverkusen menjual Moussa Diaby, Bakker, dan Kerem Demirbay. Rekrutannya, Victor Okoh Bonifare, Alejandri Grimaldo, Granit Xhaka, Jonas Hoffmann, dan Nathan Tella mampu melebur dalam peran dan taktik yang dia doktrinkan.</p>
<p>Ketiga, Xabi mampu menyusun taktik yang kini menjadi standar Leverkusen. Dilatarbelakangi reputasi sebagai gelandang pengatur serangan yang juga piawai berperan sebagai labirin pertahanan, Xabi menekankan mencetak gol bukan hanya menjadi tanggung jawab penyerang. Semua harus bisa mencetak gol.</p>
<p>Lebih dari itu, “kepengikutan” pemain oleh kekuatan karisma yang melekat pada performa personal, menjadi daya penyatu. Dia mencontohkan perihal komitmen dan moralitas, misalnya tak merespons godaan Bayern Muenchen, Barcelona, dan Liverpool untuk menjadi arsitek suksesor.</p>
<p>Sebagai seorang profesional, wajar apabila suatu saat nanti dia memutuskan untuk mengembangkan capaian karier, namun setidak-tidaknya hingga saat ini, hati dan rasa tercurah hanya untuk Bayer Leverkusen.</p>
<p>Visi tentang rekor capaian Der Werkself untuk memenangi trofi Bundesliga kali pertama, atau titel DFB Pokal kali kedua (setelah 1992-1993), dan juara Liga Europa, menjadi urat tanggung jawab yang sepadan dengan reputasi keanggunan tampilan saat memilari lini tengah Liverpool, Muenchen, dan dalam 114 kali memperkuat tim nasional Spanyol.</p>
<p>Xabi memperkaya khazanah genius muda yang kini malang melintang memimpin klub-klub besar dengan penuh gaya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/13/xabi-alonso-kecerdasan-dalam-keanggunan">Xabi Alonso, Kecerdasan dalam Keanggunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>