<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aston Villa Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/aston-villa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Oct 2025 09:03:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Aston Villa Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menemukan Kembali Jack Grealish</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/04/menemukan-kembali-jack-grealish</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 10:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Everton]]></category>
		<category><![CDATA[Jack Grealish]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[napoli]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=499533</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // jangan simpulkan ini pembuangan/ bukankah kepindahan bisa menjadi terapi/ ruang baru untuk introspeksi/ dan unjuk diri/ menemukan yang lepas/ memainkan yang seharusnya bisa mereka mainkan&#8230;// (Sajak “Dinamika Pemain Pinjaman”, 2025) INIKAH era, ketika seorang pemain menemukan dirinya kembali, justru di klub lain? Entah dengan status hijrah permanen, atau pindah lantaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/menemukan-kembali-jack-grealish">Menemukan Kembali Jack Grealish</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-499538 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// jangan simpulkan ini pembuangan/ bukankah kepindahan bisa menjadi terapi/ ruang baru untuk introspeksi/ dan unjuk diri/ menemukan yang lepas/ memainkan yang seharusnya bisa mereka mainkan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Dinamika Pemain Pinjaman”, 2025)</strong></p>
<p><strong>INIKAH</strong> era, ketika seorang pemain menemukan dirinya kembali, justru di klub lain? Entah dengan status hijrah permanen, atau pindah lantaran dipinjamkan?</p>
<p>Mayoritas, mereka seperti mendapat pencerahan dan semangat kebangkitan. Simaklah kisah Scott McTominay, gelandang Manchester United yang dijual ke Napoli. Musim lalu McTominay justru bersinar dan menjadi Pemain Terbaik Liga Serie A, dan bukankah realitas ini seperti “mengejek” MU?</p>
<p>Kini pemain asal Skotlandia itu disusul oleh Rasmus Hojlund, yang juga dijual ke Gli Partenopei. Sejauh ini, performa Hojlund di klub peraih <em>scudetto</em> itu sudah menjanjikan, dengan mencetak tiga gol dari lima pertandingan.</p>
<p>Pemain Denmark itu menjadi <em>man of the match</em> dalam laga melawan Sporting Lisbon di Liga Champions, dengan memborong dua gol dari umpan Kevin de Bruyne. “Raja assist” Manchester City itu, bersama Hojlund menjadi rekrutan panas Napoli musim ini. Tak ragu dia menyebut Hojlund mirip eks rekannya di The Citizens, Erling Haaland yang pintar memanfaatkan ruang untuk mencetak gol, dan selama ini dimanjakan oleh umpan-umpannya.</p>
<p>Kisah dari Liga Italia itu kurang lebih sama dengan cerita pemain lainnya dari MU. Antony, yang dipinjamkan ke Real Betis, karena bermain cemerlang musim lalu, kini dipermanenkan oleh klub La Liga tersebut.</p>
<p>La Liga juga menjadi ajang pemulihan performa Marcus Rashford yang kini dipinjamkan ke Barcelona. Striker Setan Merah itu memperlihatkan kontribusi menjanjikan di setiap laga Blaugrana. Dia tampak menemukan kembali kegacoran dalam nuansa kegembiraan bermain di lingkungan baru.</p>
<p><strong>Jack Grealish</strong><br />
Kecenderungan pemulihan penampilan juga dicatat oleh Jack Grealish, gelandang kreatif The Citizens yang kini dipinjamkan ke Everton. Dalam satu musim terakhir, Grealish tak bermain dalam kapasitas terbaik untuk City.</p>
<p>Telah cukup lama, pemain yang pernah disebut-sebut mewarisi <em>skill</em> ajaib ala Paul Gascoigne ini mengalami penurunan kualitas, terutama karena gaya hidupnya yang buruk. Dia tidak mampu mengelola dirinya sendiri, cenderung menyukai pesta dan kehidupan malam.</p>
<p>Di Everton, yang semula diperkirakan bakal makin menenggelamkannya, Grealish ternyata moncer. Dari lima laga, dia telah mengontribusikan empat <em>assist</em>. Bandingkan, dalam 20 pertandingan di Manchester Biru, dia hanya menyumbang satu umpan kunci.</p>
<p>Inikah tanda-tanda kebangkitan pemain usia 30 yang melejit bersama Aston Villa itu?</p>
<p>Tak hanya dia dan pelatih David Moyes yang senang. Rekannya di Etihad, Erling Haaland juga menyambut pemulihan performa Grealish. Di media sosialnya, Haaland menulis “Jack de Bruyne melakukan lagi untuk Everton”.</p>
<p>Bersama Kevin de Bruyne, yang sekarang pindah ke Napoli, Grealish dikenal sebagai gelandang sayap dengan umpan-umpan yang memanjakan para penyerang City. Penurunan performa membuat dia kehilangan kepercayaan dari pelatih Pep Guardiola. Dia memang suka “memanjakan diri” dengan pesta-pesta dan dugem, dan itu diakui sendiri sebagai salah satu penyebab kemunduran penampilannya.</p>
<p>Kepada <em>Sky Sports</em> (<em>detik.com</em> 29 September 2025), Grealish mengaku kini ada perubahan kebiasaan. Dia mengurangi pesta. “Orang-orang berkata, ‘Grealish suka keluar, dia suka berpesta’. Ya, memang seperti itu”.</p>
<p>“Saya ingin bisa menjalani hidup dan menikmati diri sendiri, tetapi jelas ada waktu dan tempat untuk melakukannya. Namun sepertinya, saya mungkin tidak memilih waktu dan tempat yang tepat di City. Di sana, saya tidak bisa menahan diri,” ungkapnya.</p>
<p>David Moyes, pelatih Everton, tidak memberikan pelatihan khusus kepada Jack Grealish agar bisa bersinar lagi. Moyes paham, Grealish memang punya kualitas. “Saya tidak kaget dengan performanya. Dia hanya perlu memaksakan dirinya untuk bisa tampil bagus,” katanya.</p>
<p>Kepada <em>BBC</em>, dia menyatakan, sejauh ini terkesan dengan dampak instan yang dihadirkan pemain kelahiran Birmingham itu. “Bahkan lebih baik dari yang saya kira. Dia mungkin butuh sedikit cinta dan perhatian. Juga pertandingan” .</p>
<p>Menurut Moyes, Grealish memberikan perbedaan besar di Everton. Apakah itu <em>assist</em>, keberadaannya, dan banyak hal.</p>
<p><strong>Teknik Ajaib</strong><br />
Tak sedikit tokoh sepak bola Inggris yang terkesan dengan potensi teknik Jack Grealish, yang bahkan mengingatkan kepada Paul Gascoigne, pemain tim nasional yang sangat menonjol di Piala Dunia 1990 dan Euro 1996. Media bahkan memberi predikat “Greal Deal” untuk salah satu <em>skill</em> olah bola Grealish.</p>
<p>Gascoigne, pemain yang dibesarkan oleh Tottenham Hotspur, pada era 1990-an pernah disebut-sebut sebagai talenta langka Inggris dengan teknik ajaib ala Brazil; kemampuan yang tidak biasa dalam tradisi sepak bola Inggris Raya.</p>
<p>Liga Primer menemukan potensi penerus kemampuan itu pada diri Joe Cole, penyerang sayap yang pernah membintangi Liverpool dan Chelsea dan dijuluki “New Gascoigne”.</p>
<p>Bersama Manchester City, sejak 2021, Grealish sebenarnya menjadi andalan Pep Guardiola. Akan tetapi dia juga “mewarisi” kebengalan Gascoigne yang menyukai pesta, dan itulah yang membuat dia gagal bersinar di tengah para bintang Pasukan Etihad. Belum lama berselang, dia juga sempat mengaku tidak menikmati masa-masa di Etihad.</p>
<p>Lalu kenapa dia tampak menemukan kembali kegembiraan di Everton?</p>
<p>Kalimat David Moyes “&#8230;berikanlah sedikit cinta dan perhatian&#8230;” tampaknya harus ditafsirkan sebagai “vitamin” untuk Grealish, saat ini. Jika menyimak kembali curhatnya tentang “tidak menikmati masa-masa bersama City”, apakah ada faktor “hati dan rasa” yang tidak dia temukan di sana?</p>
<p>Bahwa Pep adalah pelatih berpengalaman yang tentu sudah mendeteksi persoalan batin salah satu bintangnya, mengisyaratkan terdapat suasana kurang nyaman yang dirasakan Grealish. Setidak-tidaknya, yang dia tumpahkan sebagai unjuk kemampuan di Everton adalah bukti bahwa dia belum memberikan total potensinya di Etihad.</p>
<p>Rasanya, sangat disayangkan andai sepak bola secepat itu kehilangan pemain dengan bakat langka seperti Jack Grealish. Dari sisi ini, peminjamannya ke Everton menjadi jalan keluar yang pas, apalagi ketika dia juga memahami ada persoalan sikap yang dengan sadar dia ubah.</p>
<p>Apakah dia harus berada di luar lingkaran Manchester City dengan dipermanenkan oleh Everton atau hijrah ke klub lain, ada banyak kemungkinan yang tersekulasikan.</p>
<p>Untuk sementara, mari kita nikmati kembalinya Grealish dengan “Greal Deal”-nya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/menemukan-kembali-jack-grealish">Menemukan Kembali Jack Grealish</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Donnarumma, di Puncak Patah Hati</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Copa Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Emiliano Martinez]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Donnarumma]]></category>
		<category><![CDATA[Kiper Terbaik Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=490541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // jalan di depan/ acapkali tak terbayangkan/ bisa terang/ bisa muram/ kitakah yang menentukan?/ atau ekosistem/ langit industri yang menyelimuti// (Sajak “Gigi Donnarumma”, 2025) TIDAK sedikit yang membandingkan: lebih baik manakah Gianluigi Donnarumma dengan Emiliano Martinez untuk menyebut kiper terbaik dunia saat ini? Gigi adalah peraih Liga Champions terkini bersama Paris [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati">Donnarumma, di Puncak Patah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-490544 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// jalan di depan/ acapkali tak terbayangkan/ bisa terang/ bisa muram/ kitakah yang menentukan?/ atau ekosistem/ langit industri yang menyelimuti//</em><br />
<strong>(Sajak “Gigi Donnarumma”, 2025)</strong></p>
<p><strong>TIDAK</strong> sedikit yang membandingkan: lebih baik manakah Gianluigi Donnarumma dengan Emiliano Martinez untuk menyebut kiper terbaik dunia saat ini?</p>
<p>Gigi adalah peraih Liga Champions terkini bersama Paris St Germain, sedangkan Emi &#8212; yang memperkuat Aston Villa &#8212; menjadi andalan Argentina ketika meraih Piala Dunia 2022 dan dua kali Copa Amerika.</p>
<p>Tentu tak mudah untuk mengklaim, karena keduanya memiliki jejak, prestasi, “maqam”, dan catatan masing-masing. Dalam satu hal, keduanya punya reputasi yang tak juga bisa dibandingkan, misalnya dengan sederet penjaga gawang berkaliber dunia: dari Alisson Bekcer, Ederson Moares, Robert Sanches, Thibaut Courtois, Wojciech Szczęsny, Andre Ter Stegen, Unai Simon, hingga David Raya.</p>
<p>Dengan melihat performa dan kontribusinya, mungkin Anda terkejut ketika manajemen Paris St Germain memutuskan untuk melepas Donnarumma dan mendatangkan kiper baru Lucas Chevalier dari Lille. Adakah sesuatu yang menjadi alasan kuat pelatih Luis Enrique?</p>
<p>Kebutuhan taktik, menurut Enrique, telah matang dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan itu. Musim depan dia butuh kiper yang terlibat dalam permainan atau <em>ball-playing goalkeeper</em>, sedangkan Donnarumma cenderung bertipe <em>shot stopper</em>. Kata pelatih asal Spanyol itu, dia bicara soal pemain yang bukan saja salah satu kiper terbaik dunia, tetapi juga diakui sebagi pribadi luar biasa.</p>
<p>Adakah pertimbangan selain soal kebutuhan taktik? Misalnya, permintaan kenaikan gaji Gigi Donnarumma sebelum kontraknya berakhir pada 2026 nanti? Enrique hanya bersedia menjawab dari sisi permainan, dan menekankan pada realitas industri sepak bola profesional.</p>
<p>Menurut dia, kehidupan pemain top, sama dengan pelatih, yang niscaya menghadapi lika-liku. Mengganti Donnarumma bukan keputusan mudah, tetapi dia bertanggung jawab penuh, dan keputusan ini lebih terkait dengan kebutuhan tim soal profil kiper.</p>
<p><strong>Sangat Kecewa</strong><br />
Kiper tim nasional Italia itu sangat kecewa dan benar-benar patah hati didepak oleh PSG. Pemain Terbaik Euro 2020 itu, selama empat tahun menjadi kiper utama Les Parisiens, dan ketika Enrique memilih kiper baru Lucas Chevalier, Donnarumma pun hanya bisa pasrah. Dia akan dijual.</p>
<p>Beberapa klub, di antaranya Manchester United dan Manchester City, sempat dikabarkan meminati. Rumor lama MU tertarik kepada Emi Martinez tak kunjung bergerak ke realisasi proses transfer. Dan, terbukti Andre Onana tetap diertahankan sebagai kiper utama bersama cadangannya, Altay Bayndr. Prioritas MU, hingga sejauh ini, bukan mencari kiper baru.</p>
<p>Donnarumma sudah tidak ada dalam daftar skuad PSG melawan Tottenham Hotspur di Piala Super Eropa, Kamis 14 Agustus lalu, yang dimenangi PSG lewat adu penalti. Keputusan ini membuat dia kecewa berat, mengingat kontribusinya selama ini. Dia menjadi elemen penting PSG saat merebut empat gelar musim lalu, dan masih mengawal gawang timnya di final Piala Dunia Antarklub. Gigi sudah 161 kali bermain untuk PSG di seluruh ajang sejak 2021, dengan meraih empat titel Ligue 1, dua Piala Prancis, dan satu Liga Champions.</p>
<p>Dia mencurahkan kepedihan hati di akun instagramnya. “Untuk fans Paris yang spesial, saya selalu memberikan segalanya sejak tiba hari pertama, di dalam dan luar lapangan, untuk mendapatkan tempat saya dan menjaga gawang PSG. Sayangnya seseorang memutuskan bahwa saya tidak lagi jadi bagian dari tim, dan tidak bisa berkontribusi lagi untuk kesuksesan tim. Saya kecewa dan patah hati&#8230;” (<em>cnnindonesia.com</em>, 13 Agustus 2025).</p>
<p>“Saya berharap punya kesempatan bertemu fans di Parc des Princes secara langsung sekali lagi, dan mengucapkan salam perpisahan yang pantas. Jika itu tidak terjadi, saya ingin Anda tahu bahwa dukungan dan kasih sayang kalian berarti besar untuk saya, saya tidak akan pernah melupakannya. Saya selalu mengingat dengan penuh emosi, malam-malam luar biasa dan Anda yang membuat saya merasa seperti di rumah.”</p>
<p>“Untuk rekan-rekan setim &#8212; keluarga kedua saya &#8212; terima kasih untuk segala perjuangan, tawa, momen yang kita lalui bersama. Kalian selalu jadi saudara saya. Saya merasa terhormat bermain untuk klub ini dan tinggal di kota ini. Terima kasih, Paris,” tutup kiper penerus Gianluigi Buffon di tim nasional Italia itu.</p>
<p><strong>“Dollarumma”</strong><br />
Pemain kelahiran 25 Februari 1999 di Castellamare di Stabia itu, pada 2015-2020 menjadi andalan AC Milan. Dia dihujat Milanisti ketika menerima pinangan PSG. Dia diejek sebagai “dollarumma”, bahkan sempat dilempari dolar palsu ketika memperkuat Italia U-21. Dalam usia 18, waktu itu, Gigi dicap lebih mementingkan uang ketimbang loyalitas kepada Rossoneri.</p>
<p>Kita tidak tahu, apakah di luar alasan kebutuhan taktik Luis Enrique, ada masalah lain dalam negosiasi kelanjutan kontrak dengan PSG. Bahwa Gigi tak lagi dipakai dalam final Piala Super, menandakan bahwa klub milik Nasser Al-Khelaifi itu tak lagi mempertahankannya.</p>
<p>Dan, apa pun perasaan yang berkecamuk di hati Donnarumma, bukankah ini adalah pernik lain dari industri sepak bola profesional? Dinamika industrial tak jarang memberi jarak, menafikannnya dari gejolak hati dan rasa. Sama dengan ketika pada 2020 dia memilih meninggalkan dan mengabaikan suara-suara keberatan dari suporter San Siro.</p>
<p>Bagaimanapun, ini adalah jejak jalan ketika Donnarumma berada di puncak. Dia berada dalam kelindan industri kompetisi sepak bola profesional. Dan, pastilah gambaran serupa juga dihadapi oleh Emiliano Martinez yang hingga sejauh ini belum terproyeksikan bakal berlabuh ke mana. Apakah bertahan di Aston Villa, atau ke klub lain yang menawarkan masa depan lebih menjanjikan.</p>
<p>Belum pula tergambarkan, apakah Donnarumma akhirnya menjadi bagian dari MU untuk menjadi benteng Pasukan Olf Trafford. Atau dia akan berlabuh di Etihad untuk bergabung dengan tim racikan Pep Guardiola, atau mungkin di klub lain lagi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati">Donnarumma, di Puncak Patah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Emi Martinez dalam Bayangan Para Legenda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/21/emi-martinez-dalam-bayangan-para-legenda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 10:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Andre Onana]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Emiliano Martinez]]></category>
		<category><![CDATA[Galatasaray]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=480148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // konfidensi acapkali dibangun/ dengan kontroversi/ dan, dengan cara seperti apa/ dia meneguhkan posisi/ menjadi si nomor satu?// (Sajak &#8220;Emiliano Martinez&#8221;, 2025) TAK berlebihan bila Manchester United memburu Emiliano Martinez. Dalam dua musim terakhir, klub elite Liga Primer itu merasakan titik lemah di bawah mistar. Kiper utama, Andre Onana melakukan 13 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/21/emi-martinez-dalam-bayangan-para-legenda">Emi Martinez dalam Bayangan Para Legenda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-480149 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// konfidensi acapkali dibangun/ dengan kontroversi/ dan, dengan cara seperti apa/ dia meneguhkan posisi/ menjadi si nomor satu?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Emiliano Martinez&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>TAK</strong> berlebihan bila Manchester United memburu Emiliano Martinez.</p>
<p>Dalam dua musim terakhir, klub elite Liga Primer itu merasakan titik lemah di bawah mistar. Kiper utama, Andre Onana melakukan 13 <em>blunder</em> fatal yang berakibat gol. Sementara kiper cadangan, Altay Bayindir tampil tidak meyakinkan.</p>
<p>Inikah alasan MU mengejar Emi Martinez dari Aston Villa?</p>
<p>Sektor kiper dianggap sebagai salah satu faktor penyebab musim ini Setan Merah menempati posisi ke-15 klasemen dan tak meraih satu pun trofi, walaupun legenda kiper mereka Edwin van der Sar tak sepakat buruknya performa MU semata-mata karena faktor Andre Onana.</p>
<p>&#8220;Saya mengenal dia sejak lama. Dia empat hingga lima tahun di Ajax. Saya berlatih dengan dia, melihatnya berkembang. Dia punya kekuatan hebat, atletis, reaksinya baik dalam melakukan penyelamatan. Dia pintar menggunakan kaki dan kepalanya,&#8221; kata Van der Sar kepada <em>TalkSport</em> (<em>detik.com</em>, 14 Juni 2025).</p>
<p>Pelatih Ruben Amorim tetap merasa, mendatangkan Emiliano Martinez merupakan salah satu jawaban untuk memperbaiki tim. Artinya, Onana yg musim 2024-2025 membuat 90 penyelamatan akan digeser oleh kiper baru. Masih menunggu waktu, apakah kiper asal Kamerun yang didatangkan dari Internazionale Milan itu bakal bertahan di Old Trafford, atau berlabuh di klub baru.</p>
<p><strong>Legenda-legenda</strong><br />
Dari rentetan musim, MU tercatat memiliki legenda kiper yang pada masanya menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia.</p>
<p>Yang paling fenomenal, siapa lagi kalau bukan Peter Schmeichel? Kiper asal Denmark yang berkontribusi besar bagi MU dalam meraih <em>treble</em> Liga Primer, Piala FA, dan Liga Champions pada 1999 itu disusul oleh Van der Sar, Fabian Barthez, dan David de Gea.</p>
<p>Selain para legenda itu, The Red Devils juga pernah menampilkan kiper-kiper dengan pamor hebat seperti Alex Stepney, Jim Leighton, Victor Valdez, Tim Howard, Raymond van der Gouw, Roy Caroll, Dean Henderson, Ben Foster, Sergio Romero, dan Mark Bosnich.</p>
<p>Kiper-kiper &#8220;flop&#8221; juga tercatat pernah memperkuat MU seperti Massimo Taibi, Gary Walsh, atau Andy Goram.</p>
<p>Reputasi Emi Martinez yang disiapkan sebagai pengganti Onana memang tidak sembarangan. Saat ini dia diakui sebagai salah satu kiper terbaik dunia, di samping nama-nama hebat Thibaut Courtois (Belgia, Real Madrid), Alisson Becker (Brazil, Liverpool), Gianluigi Donnarumma (Italia, Paris St Germain), Yan Sommer (Swiss, Internazionale Milan), atau Ederson Moraes (Brazil, Manchester City).</p>
<p><strong>Menciptakan &#8220;Kekacauan&#8221;</strong><br />
Damian Emiliano Martinez Romero meraih capaian individual khusus: dua tahun berturut-turut 2023 dan 2024 mendapat Yashin Trophy sebagai kiper terbaik dunia dalam malam gala Ballon d&#8217;Or.</p>
<p>Dia juga menjadi kiper terbaik FIFA 2022, meraih Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2022, masuk tim terbaik Copa America 2021, 2024, dan Pemain Terbaik Aston Villa 2020-2021.</p>
<p>Pria kelahiran Mar de Plata, Argentina 2 September 1992 ini sedang dalam tahap negosiasi antara MU dengan Aston Villa dengan banderol 40 juta <em>poundsterling</em>. Semula dia kencang dirumorkan bakal pindah ke Galatasaray, namun tampaknya Emi antusias untuk menyambut tawaran Pasukan Amorim.</p>
<p>Kiper tinggi besar itu dikenal sebagai sosok impulsif. Ekspresinya dalam merayakan kemenangan sering mengejutkan dan berlebihan, seperti ketika menerima trofi kiper terbaik di Piala Dunia 2022. Dia dianggap melakukan gerakan &#8220;cabul&#8221;.</p>
<p>Reaksi dan komentarnya tentang bintang Prancis Kylian Mbappe juga dituding tidak memperlihatkan respek sebagai olahragawan.</p>
<p>Tetapi itulah Emi &#8220;Dibu&#8221;. Di balik kontroversi itu, dia diakui sebagai sosok yang kuat dan bermental hebat. Dibu kerap membuat calon penendang penalti lawan &#8220;kena mental&#8221; dengan cara memainkan <em>mindgame</em>, menciptakan &#8220;kekacauan&#8221; konsentrasi lawan. Entah sudah berapa eksekutor penalti terpengaruh oleh &#8220;kekacauan&#8221; yang dia buat.</p>
<p>Kiranya, Ruben Amorim tidak salah memproyeksikan pengamanan gawang MU kepada Emi Martinez, walaupun sang legenda Van der Sar sudah mengingatkan bahwa persoalan permainan MU bukan semata-mata karena faktor kiper. Artinya, Amorim juga harus menata kembali sektor pertahanan.</p>
<p>Jika transfer berjalan lancar, akan muncul harapan sekaligus tantangan: mampukah Emilio Martinez menjadi legenda meneruskan kisah keperkasaan Schmeichel dan Edwin van der Sar?</p>
<p>Benarkah dia salah satu solusi untuk mengembalikan Setan Merah ke habitatnya?</p>
<p>Emi dengan penuh konfidensi pernah mengungkapkan dalam wawancara dengan <em>DSport</em>, &#8220;Apakah saya merasa sebagai kiper terbaik dunia? Ya, sedikit, biarkan saya menikmatinya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/21/emi-martinez-dalam-bayangan-para-legenda">Emi Martinez dalam Bayangan Para Legenda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Allianz Arena]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Paris Saint Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=476861</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // elite bertambah jumlah/ ada yang menunggu peluang/ tak terbedakan dari mana dia berasal/ dari liga mana pun/ dengan label apa pun&#8230;// (Sajak “Elite Baru”, 2025) BAKAL terukirkah sejarah baru di panggung Eropa? Simaklah, Paris St Germain menambah catatan emas dalam buku sejarahnya. Dua kali lolos ke final Liga Champions, bukankah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-476862 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// elite bertambah jumlah/ ada yang menunggu peluang/ tak terbedakan dari mana dia berasal/ dari liga mana pun/ dengan label apa pun&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Elite Baru”, 2025)</strong></p>
<p><strong>BAKAL</strong> terukirkah sejarah baru di panggung Eropa?</p>
<p>Simaklah, Paris St Germain menambah catatan emas dalam buku sejarahnya. Dua kali lolos ke final Liga Champions, bukankah prestasi ini tak bisa dibilang sembarangan? Dan, pastilah investor klub ini &#8212; Qatar Sports Investment dan ArctosPartners &#8212; makin bersemangat menyokongnya.</p>
<p>Pada 2020, PSG dikalahkan Bayern Muenchen 1-0, dan kali ini mereka menghadapi Internazionale Milan yang lebih punya tradisi dan pengalaman di ajang Eropa.</p>
<p>Tentu konstelasi kekuatan kedua klub sudah berbeda. Bukankah musim ini PSG dan Inter punya kesamaan dalam satu hal: kematangan mentalitas dan kemampuan membalikkan prediksi bisa melaju hingga partai puncak?</p>
<p>Ketika bursa juara lebih mengunggulkan Barcelona atau Arsenal, justru PSG dan Inter yang lolos ke partai pamungkas, 1 Juni WIB besok. Bayern Muenchen dan Real Madrid yang jauh lebih punya sejarah di ajang ini, sudah harus tersisih di perjalanan.</p>
<p>Dengan pelatih rendah hati Luiz Enrique, PSG menyeruak dari Ligue 1 yang banyak disindir dengan nada sinis sebagai “Liga Petani”, karena Ligue 1 dipandang masih di bawah liga-liga elite Eropa seperti Liga Primer, La Liga, dan Budesliga. Sementara Internazionale sedang dalam proses membangun kebangkitan di bawah pelatih Simone Inzaghi, yang disebut-sebut belum teruji di panggung elite. Di ajang ini, terakhir kali, La Beneamata kalah 0-1 dari Manchester City dalam final 2022-2023, Mereka tiga kali juara pada 1964, 1965, dan 2010.</p>
<p>Bagaimana pula pandangan publik sepak bola tentang PSG?</p>
<p>Dominasi Les Parisiens dalam beberapa tahun di Ligue 1 bisa menghadirkan persaingan dengan Marseille dan Lyon. Daya saing mereka di Eropa juga mewartakan kondisi yang tak bisa dianggap sembarangan oleh klub-klub elite lainnya. CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi berambisi menjadikan klub ini menjadi kekuatan Eropa. Sukses berkat sentuhan taktik Luis Enrique musim ini, bagaimanapun mengubah pandangan sinis sebagai klub tak punya tradisi terhadap PSG. Bahwa klub ini mampu menyingkirkan Liverpool, Aston Villa, lalu Arsenal dari Liga Primer, menunjukkan kekuatan kematangan bersaing di level Eropa.</p>
<p><strong>Final Ideal?</strong><br />
Pertanyaan ini banyak mewarnai bursa taruhan dan prediksi-prediksi, “Apakah pertemuan PSG vs Internasionale bisa dibilang sebagai final ideal Eropa musim ini?”</p>
<p>Suka atau tidak suka, ini adalah pertarungan yang telah teruji lewat perjalanan menuju puncak. Final ini menjadi pertemuan pertama kedua klub di ajang resmi. Inter dikenal sebagai tim yang matang, disiplin, dan berpengalaman. Barcelona yang awalnya lebih diunggulkan, dikalahkan di semifinal dengan seri 3-3 di kandang Barca, dan kemenangan 4-3 di San Siro. Laga ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Champions. Inter juga menyisihkan Bayern Muenchen, salah satu favorit yang punya tradisi kuat Eropa.</p>
<p>Sementara PSG, yang melewati adangan klub-klub Inggris, Liverpool, Aston Villa, hingga Arsenal, membukukan 10 kali menang dalam 16 laga &#8212; mencetak 33 gol, kemasukan 15 gol &#8212; itu, Ousmane Dembele dkk ingin merajut sejarah, pulang dari Allianz Arena dengan gelar Eropa. Mereka jauh lebih siap dari ketika dikalahkan Bayern Muenchen di final 2020.</p>
<p>Internazionale Milan juga melalui perjalanan yang teruji, antara lain menundukkan Feyenoord, Bayern Muenchen, dan Barcelona di 16 besar, delapan besar, dan semifinal. Lautaro Martinez dkk mengukir 26 gol dan kemasukan 11 gol dalam perjalanan dari babak awal menuju final.</p>
<p>Dalam catatan, selain tiga kali menjadi juara pada 1963-1964, 1964-1965, dan 2009-2010, Nerazzurri juga tiga kali juara Piala UEFA (1990-1991, 1993-1994, dan 1997-1998). Mereka dua kali juara Piala Intercontinental (1964, 1965), dan sekali meraih juara dunia antarklub (2010).</p>
<p><strong>Kesiapan Les Parisiens</strong><br />
Kali ini, PSG lebih siap. Sang arsitek, Luis Enrique berhasil meracik talenta-talenta yang terasa lebih segar dibandingkan dengan era Lionel Messi &#8211; Neymar Junior &#8211; Kylian Mbappe. Les Parisiens tanpa <em>superstar,</em> namun Enrique mampu meramunya menjadi kekuatan kolektif yang rancak.</p>
<p>Ousmane Dembele kini tampil dengan performa terbaik, didampingi Nuno Mendes di kiri. Dari sektor gelandang, tusukan-tusukan tajam Vitinha dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi senjata lain PSG. Sedangkan dari barisan pertahanan, Achraf Hakimi sering menghasilkan produktivitas manuver sektor sayap, dengan umpan-umpan silang maupun gol. Di bawah mistar, ketangguhan Gianluigi Donnarumma menjadi jaminan ketenangan bagi pertahanan PSG.</p>
<p>Para penggawa PSG ini bakal menjadi warna khusus di final nanti, bersaing dengan para bintang Inter seperti Lautaro Martinez, Denzel Dumfries, Stefan de Vrij, Marko Arnautovic, Davide Frattesi, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mikhitaryan, Mehdi Taremi, dan kiper tangguh Yan Sommer.</p>
<p>Allianz Arena di Muenchen bakal membara, menyajikan pertarungan adu taktik Enrique dan Inzaghi. Sejarah bakal tercipta. Inter Milan menambah catatan trofi, atau PSG yang menguak sejarah, dengan menguatkan prestise: dari “Liga Petani” ke panggung elite Eropa?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Les Parisiens]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=470156</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?// (Sajak “Mr Arsenal”, 2025) MEMASTIKAN satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal? Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-470176 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?//</em><br />
<strong>(Sajak “Mr Arsenal”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MEMASTIKAN</strong> satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal?</p>
<p>Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, Martin Odegaard dkk menghentikan Real Madrid 2-1 (<em>agregat</em> 5-1) di Santiago Bernabeu untuk memastikan menantang Paris St Germain di empat besar, melengkapi kemenangan 3-0 di Stadion Emirates, pekan sebelumnya.</p>
<p>Sukses Mikael Arteta membawa Meriam London ke semifinal Eropa menjadi catatan tersendiri. Selama ini, Arsenal dikenal sebagai “tim nyaris” dalam bingkai “favorit yang gigit jari” untuk meraih trofi, baik di Liga Primer maupun di Liga Champions.</p>
<p>Arteta menggenapi “Ar” dalam “magika” Arsenal &#8211; Arsene Wenger &#8211; Mikael Arteta. Ya, secara kebetulan, predikat “Mr Arsenal” melekat pada Arsene Wenger, dan apabila Arteta mampu memberikan trofi dan membuka sejarah Arsenal, bukan tidak mungkin dia akan menjadi “Mr Arsenal” berikutnya.</p>
<p><strong>Identik</strong><br />
Arsene Wenger pernah sangat identik dengan Arsenal, klub London Utara yang punya jejak sejarah elite Liga Inggris. Selama 22 tahun mengarsiteki The Gunners dari 1 Oktober 1996 hingga 2018, tiga kali pria Prancis itu mempersembahkan trofi Liga Primer (1998, 2002, 2004).</p>
<p>Dalam perkembangannya, dari suasana bergelimang gelar di era Wenger, kini Arsenal seperti kesulitan untuk kembali meraih kejayaan. Dari 2018 hingga tahun ini, Arsenal telah tiga kali berganti pelatih, dari Unai Emery, Freddie Ljungberg, dan kini Mikel Arteta.</p>
<p>Arteta, yang secara teknis bisa mengembalikan performa Arsenal ke eksotika permainan ofensif, hingga musim 2024-2025 menghadapi “masalah” yang belum terpecahkan. Bagai lika-liku mencari “maqam”, di mana sebenarnya habitat yang paling pantas bagi mereka.</p>
<p>Dari musim ke musim Arsenal menemui realitas ini: impresif memimpin klasemen, namun gagal menuntaskan dengan klimaks sebagai juara. Dari musim 2022-2023, dan 2023-2024, Gabriel Martinelli dkk meraih posisi <em>runner up</em> di bawah Manchester City. Hanya sebagai penantang, dan Arsenal belum berhasil memuncaki klasemen akhir.</p>
<p>Ada-ada saja “gangguan” bagi Arteta, yang seperti Arsene Wenger juga mengetengahkan filosofi permainan rancak mengalir-indah. Musim ini, dia menghadapi problem cedera pemain sebagai kendala.</p>
<p>Arsenal bagai mengalami “sindrom nyaris” di tengah “rasa” yang mereka ekspresikan sebagai “penantang”. Dari musim 2020-2021, 2021-2022, dan 2022-2023, ketika bersiap-siap merayakan gelar, akhirnya mereka menyuram dengan cara menyakitkan.</p>
<p>Hingga pekan kemarin, setelah ditahan seri 1-1 oleh Brentford, mereka tetap berada di urutan kedua klasemen, namun makin sulit mendekat ke Liverpool yang &#8212; walaupun kalah 2-3 dari Fulham &#8212; tampaknya bakal sulit tergoyahkan hingga menjelang tujuh laga terakhir. Kemenangan 2-1 atas West Ham United memperkokoh The Reds di puncak.</p>
<p>Sementara itu, pada 9 April dinihari WIB lalu, Arsenal tampil kinclong di Stadion Emirates. Mereka menaklukkan Real Madrid 3-0 di <em>leg</em> pertama perempatfinal Liga Champions, lewat kampanye dua <em>free kick</em> indah Declan Rice, dan gol Mikel Merino. Mereka membuat Real Madrid kesulitan di <em>leg</em> kedua, Kamis kemarin. Madrid kalah 1-2.</p>
<p>Pertanyaan yang selalu menimbulkan penasaran, mengapa jagoan London itu selalu terpeleset di saat-saat menentukan?</p>
<p><strong>Mentalitas?</strong><br />
Belum lama ini, berlangsung perdebatan sengit antara dua pandit, Roy Maurice Keane dan Jamie Redknapp, setelah Arsenal bermain imbang 1-1 dengan Manchester United di Old Trafford, 9 Maret 2025 (<em>bola.net</em>, 10-3-2025).</p>
<p>Keane, dengan gaya sinisnya yang khas, meragukan kemampuan Mikel Arteta untuk membawa Arsenal meraih gelar juara Liga Primer, musim depan. Sebaliknya, Redknapp optimistis Meriam London bisa bersaing jika mendapatkan amunisi striker elite.</p>
<p>Jika periode ini Arsenal akhirnya kembali menduduki <em>runner up</em>, atau untuk kali ketiga berturut-turut, menurut Roy Keane, tanpa perubahan signifikan musim depan akan kesulitan bersaing di level elite.</p>
<p>Keane tidak yakin, Mikel Arteta mampu membawa Arsenal meraih gelar juara. “Tidak ada bukti bahwa Arteta dan skuadnya saat ini memiliki mental juara”.</p>
<p>Keane menyoroti kekuatan Manchester City dan Liverpool yang diperkirakan tetap tangguh musim depan. “Arsenal sudah mendekati gelar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi City akan kuat lagi tahun depan, juga Liverpool,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, Arsenal perlu merekrut striker dan memperbaiki mentalitas tim. “Mana buktinya grup pemain ini bisa meraih gelar? Mereka terlihat gelisah setiap kali kalah,” tuturnya.</p>
<p>Sedangkan Redknapp percaya Arsenal hanya membutuhkan satu striker berkualitas untuk kembali menjadi penantang gelar.</p>
<p>Dia optimistis Arsenal bisa menjadi kandidat juara musim depan. Kuncinya, merekrut striker elite yang bisa mencetak gol secara konsisten, sambil mencontohkan jumlah gol striker Liverpool Mohamed Salah sebagai standar yang harus dicapai.</p>
<p>“Apakah striker mereka bisa mencetak 20 gol per musim? Itu yang harus dicari. Dengan stabilitas defensif yang dimiliki, mereka akan sangat dekat musim depan,” ujarnya.</p>
<p>Musim ini, Arsenal dihantam badai cedera. Sejumlah penyerang kunci seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard absen dalam berbagai momen penting. Bahkan, Arteta terpaksa memainkan Mikel Merino sebagai striker setelah Kai Havertz absen.</p>
<p>Keane lebih menyoroti mentalitas tim. “Saya melihat mentalitas mereka, di mana itu?” katanya.</p>
<p>“Arsenal telah membuat kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi langkah selanjutnya adalah yang tersulit. Apa gunanya finis kedua jika Anda ingin memenangkan gelar?”</p>
<p>Menunggu dari musim 2003-2004 untuk mahkota Liga Primer sejak terakhir kali meraih trofi Piala FA pada 2014, terasa betapa menjadi “kesuntukan” yang konsisten. Panjang, dan lama&#8230;</p>
<p>Lagi-lagi, musim kini, secara realistis tampaknya berat bagi Arsenal dalam tujuh pekan tersisa mengejar Liverpool yang kokoh memuncaki klasemen.</p>
<p>Tentulah fokus kini dialihkan ke Liga Champions. Mampukah mereka menuntaskan langkah di ajang Eropa ini, dengan melewati adangan PSG di semifinal, 29 April dan 6 Mei mendatang? Patut dicatat, dalam perjalanan ke empat besar, Les Parisiens mengalahkan dua klub Inggris, Liverpool dan Aston Villa.</p>
<p>Nah, dengan kenyataan ini, bagaimana mewujudkan harapan, suatu ketika, Mikel Arteta akan menerusi Arsene Wenger sebagai “Mr Arsenal” Jilid II?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mereka Menemukan “Kegembiraan” di Luar Old Trafford</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/08/mereka-menemukan-kegembiraan-di-luar-old-trafford</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2025 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Antony Matheus dos Santos.]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[marcus rashford]]></category>
		<category><![CDATA[napoli]]></category>
		<category><![CDATA[Real Betis]]></category>
		<category><![CDATA[Scott McTominay]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=464145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // seperti melepas impitan beban/ dan, mereka bergembira/ menemukan kembali diri/ dan kemampuannya&#8230;// (Sajak “Ada Apa dengan MU?”, 2025) SETIDAK-TIDAKNYA, catatlah tiga nama ini. Terbuang, lalu “menantang”. Di tempat baru, mereka menemukan kembali diri dan kemampuannya yang hilang. Bukan hanya Antony Matheus dos Santos yang bersinar di Real Betis, atau Marcus [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/08/mereka-menemukan-kegembiraan-di-luar-old-trafford">Mereka Menemukan “Kegembiraan” di Luar Old Trafford</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-464147 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// seperti melepas impitan beban/ dan, mereka bergembira/ menemukan kembali diri/ dan kemampuannya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Ada Apa dengan MU?”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SETIDAK-TIDAKNYA</strong>, catatlah tiga nama ini.</p>
<p>Terbuang, lalu “menantang”. Di tempat baru, mereka menemukan kembali diri dan kemampuannya yang hilang.</p>
<p>Bukan hanya Antony Matheus dos Santos yang bersinar di Real Betis, atau Marcus Rashford yang menemukan kegairahan di Aston Villa. Sebelum keduanya, telah ada Scott McTominay yang sangat fungsional bersama Napoli.</p>
<p>Bedanya, McTominay berlabuh di Stadion Diego Maradona lewat kepindahan resmi, sedangkan Antony dan Rashford dengan status peminjaman. Kesamaannya, ketiga pemain meninggalkan Machester United setelah divonis sulit berkembang di sana.</p>
<p>Di La Liga, Antony menggila dengan tiga kali beruntun menjadi <em>man of the match</em>, sedangkan Rashford unjuk determinasi dengan pergerakan dan <em>assist</em>-nya. Sementara performa McTominay yang tak tergantikan dari skema pelatih Antonio Conte mengundang pertanyaan, tak menyesalkah MU melepas gelandang yang acap membuat gol dari lini kedua itu?</p>
<p><strong>Kiprah Pemain Pinjaman</strong><br />
Umumnya, pemain pinjaman memang mengundang dua spekulasi. Pertama, menemukan suasana baru yang menyegarkan visi bermain dan performanya. Kedua, gagal di klub yang meminjamnya, lalu kembali dalam kondisi makin terpuruk.</p>
<p>Antony dan Rashford tampaknya menghadirkan suasana yang bakal menyulitkan, baik bagi MU maupun mereka sendiri. Apakah keduanya bakal memanfaatkan opsi dipermanenkan oleh klub peminjam? Atau punya kalkulasi untuk bertualang ke klub lain? Atau, jika balik ke klub lama, adakah jaminan bakal kembali menembus skuad utama dengan penampilan yang segar?</p>
<p>Jadi, sebenarnya apa yang mereka rasakan di MU?</p>
<p>Baik Antony maupun Rashford gagal meyakinkan pelatih Ruben Amorim untuk menjadi kunci dalam skema yang dirancang. Baik dalam permainan maupun latihan, determinasi kedua pemain tersebut di luar standar yang dibutuhkan Amorim.</p>
<p>Pertanyaan “ada apa di MU” ini berlingkup sangat personal, tetapi juga bisa terkait dengan ekosistem: kondisi keseharian di klub, relasi dengan pelatih baik sebagai pribadi maupun taktik tim. Juga hubungan pemain dengan elemen-elemen lain dalam sebuah sistem. Atau fakta-fakta psikologis yang membut seorang pemain gagal untuk “mengeluarkan” seluruh potensinya.</p>
<p>Artinya, ada sesuatu yang tidak pas; hanya Antony dan Rashford yang mengerti persoalan apa yang mengganggu mereka sehingga merusak suasana untuk “bermain dengan hati”.</p>
<p><strong>Unjuk Diri Antony</strong><br />
Antony, yang dibawa oleh Erik Ten Hag karena cemerlang di Ajax, mula-mula menjanjikan sebagai “faktor pembeda” di Red Devils, tetapi makin ke sini makin terasa dia tak mampu memperlihatkan sentuhan terbaiknya.</p>
<p>Selama dua setengah musim, pemain yang direkrut dari Ajax dengan harga 95 juta euro pada 2022 itu hanya mencetak 12 gol dan lima <em>assists</em>. Ketika Amorim datang menggantikan Erik Ten Hag, dia hanya sembilan kali tampil dan sekali menjadi <em>starter</em> di Piala Liga.</p>
<p>Peminjaman ke Real Betis di La Liga mengisyaratkan, dia mulai terbuang. Akan tetapi, nyatanya, pemain sayap itu memberi “tantangan” lain. Dia bisa menunjukkan “kegembiraan” di lingkungan baru.</p>
<p>Dia bermain impresif saat Real Betis mengalahkan Real Sociedad, dan terpilih sebagai pemain terbaik. Betis menang 3-0 atas Real Sociedad (17/2/2025). Antony mencetak satu gol dan satu <em>assist</em>. Dua gol dicetak Marc Roca.</p>
<p>Pada menit ke-51, Antony mencetak gol lewat tendangan voli indah ke pojok bawah gawang. Selanjutnya pada menit ke-69 pemain asal Brasil itu memberikan <em>assist</em> untuk gol kedua Marc Roca.</p>
<p>Luar biasanya, trofi <em>man of the match</em> itu menjadi penghargaan ketiganya secara beruntun di La Liga. Sebelum itu, dia meraihnya dalam laga debut melawan Athletic Club yang berakhir 2-2. Pada laga berikut melawan Celta Vigo, Antony kembali mencetak gol meskipun Betis kalah 2-3. Dia juga diganjar sebagai <em>man of the match</em>.</p>
<p>Jika dia konsisten, bukan tidak mungkin Real Betis bakal mempertahankannya. Pelatih Manuel Pellegrini meyakini, Antony masih berada di level tertinggi. Dia bahkan disanjung setelah membawa Betis mengalahkan Real Madrid 2-1, akhir pekan lalu.</p>
<p>Ada klaim menarik dari Ruben Amorim, bahwa Antony menghadapi kesulitan di MU karena fisiknya, namun hal itu dibantah oleh agennya, Junior Pedroso.</p>
<p>Pedroso menegaskan, analisis Amorim itu seperti meremahkan Liga Spanyol. “Kami menghormati pendapat pelatih Ruben Amorim, tetapi sama sekali tidak setuju dengan analisisnya. Itu argumen yang sangat dangkal, tidak mencerminkan kenyataan,” ucapnya seperti dikutip <em>Football365</em> (<em>detik.com</em>, 6 Maret 2025).</p>
<p><strong>Kegembiraan Rashford</strong><br />
Bagaimana pula dengan Marcus Rashford?</p>
<p>Sikap pelatih Ruben Amorim menimbulkan banyak sorotan, karena gagal mendorong Rashford kembali ke level terbaiknya. Seperti Erik Ten Hag, dia juga menyerah dan meminggirkan Rashford, sampai pada keputusan meminjamkannya.</p>
<p>Pemain nomor 9 itu tampil menjanjikan dalam laga melawan Chelsea, dua pekan lalu. Dia menginspirasi kebangkitan Villa dari ketertinggalan untuk memenangi pertandingan.</p>
<p>Rashford yang tampil sebagai pemain pengganti, memberi dua <em>assists</em> bagi gol Marco Asensio, sehingga Aston Villa unggul 2-1. Dia mencatat dua umpan kunci dari empat laga yang sudah dimainkan.</p>
<p>Unai Emery, pelatih Aston Villa mengapresiasi performa Rashford. Katanya kepada <em>Sky Sports</em> (<em>BolaSkor.com</em>, 23/2-2025), “Kami ingin mendukungnya, membantunya agar merasa nyaman di sini, berusaha mengimplementasikan keterampilan yang dia miliki dalam taktikal tim, agar dia kembali mendapat kepercayaan diri di tim ini. Dia sedang dalam proses tersebut”.</p>
<p>Marco Asensio juga memberi apresiasi. Menurut dia, mestinya publik tidak meragukan kemampuan Rashford. “Kami tahu kualitasnya. Dia banyak membantu kami, dan terima kasih atas dua <em>assist</em> ini,” katanya.</p>
<p><strong>Faktor Kenyamanan</strong><br />
Agaknya, faktor kenyamanan memegang kunci bagi sejumlah pemain tertentu. Ketika ekosistem klub mendukung, dia bisa mengeluarkan seluruh potensi terbaik. Begitu pula sebaliknya.</p>
<p>Faktor itulah yang agaknya dirasakan Antony dan Rashford, demikian pula para pemain pinjaman lainnya.</p>
<p>Hal berbeda dirasakan Scott McTominay. Pemain asal Skotlandia yang tidak masuk dalam radar taktikus MU itu, malah menjadi pemain kunci di klub barunya.</p>
<p>Media-media di Italia memuji McTominay sebagai salah satu gelandang terbaik di Serie A musim ini. Di Partenopei, posisinya tak tergantikan. Dia dinilai cerdas, punya tekel kuat, serta memiliki multi-keterampilan dalam mencetak gol. Legenda MU Ole Gunnar Solskjaer termasuk yang menyayangkan McTominay dijual ke Napoli.</p>
<p>McTominay, Antony, dan Rashford menjadi contoh pemain yang terpinggirkan dari Old Trafford, namun membuktikan determinasi di klub lain. Justru dalam posisi sebagai pemain yang dijual dan pemain pinjaman.</p>
<p>Apakah itu berarti mereka menemukan “kegembiraan” dan kenyamanan di luar lingkaran Manchester Merah?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/08/mereka-menemukan-kegembiraan-di-luar-old-trafford">Mereka Menemukan “Kegembiraan” di Luar Old Trafford</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hanya Rashford Sendiri yang Bisa Mendiagnosis “Penyakitnya”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/08/hanya-rashford-sendiri-yang-bisa-mendiagnosis-penyakitnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2025 10:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[marcus rashford]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ralf Rangnick]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=459855</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapa yang mengerti/ apa yang sebenarnya terjadi/ dalam dirinya?/ dia berada di simpang masa depan/ hanya dia sendiri yang tahu/ ada apa dan hendak ke mana&#8230;// (Sajak “Simpang Rashford”, Februari 2025) AKHIRNYA dia berlabuh di Villa Park bersama Aston Villa, klub yang meminjamnya hingga akhir musim. Ada apa dengan Marcus [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/08/hanya-rashford-sendiri-yang-bisa-mendiagnosis-penyakitnya">Hanya Rashford Sendiri yang Bisa Mendiagnosis “Penyakitnya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-459867 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/02/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapa yang mengerti/ apa yang sebenarnya terjadi/ dalam dirinya?/ dia berada di simpang masa depan/ hanya dia sendiri yang tahu/ ada apa dan hendak ke mana&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Simpang Rashford”, Februari 2025)</strong></p>
<p><strong>AKHIRNYA</strong> dia berlabuh di Villa Park bersama Aston Villa, klub yang meminjamnya hingga akhir musim.</p>
<p>Ada apa dengan Marcus Rashford?</p>
<p>Pertanyaan ekstrem mungkin terucap diam-diam: masih inginkah dia menyelamatkan masa depannya? Masihkah dia punya <em>passion</em> kuat bersepak bola?</p>
<p>Kemelut Marcus Rashford di Manchester United berakhir dengan peminjaman ke sessama klub Liga Primer, Aston Villa. Pelatih Ruben Amorim tak mampu lagi memotivasinya untuk bangkit, dan andai kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin Inggris akan kehilangan anak muda yang pernah membuncahkan harapan besar bagi tim nasional “Tiga Singa”.</p>
<p>Legenda MU, Ole Gunnar Solskjaer yang pernah membesut MU pada 2019-2021 pernah mengatakan, Rashford &#8212; dengan sedikit kerja keras lagi &#8212; berada di level Cristiano Ronaldo, baik dalam kapasitas teknis maupun visi.</p>
<p>Kini justru sejumlah legenda Setan Merah “mendukung” keputusan Amorim untuk mengabaikannya dari <em>starting eleven</em>, bahkan dari daftar cadangan. Rashford sudah absen dalam 12 laga MU. Pelatih asal Portugal itu bahkan memberi jawaban menyakitkan, “Daripada memberi tempat kepada Rashford, mending saya memainkan Jorge Vital&#8230;.” Vital adalah pelatih kiper yang berusia 63 tahun.</p>
<p>Terhadap narasi Amorim itu, legenda MU Rio Ferdinand merespons, “Jika saya adalah pemain yang dimaksud oleh pelatih tentang hati, kebanggaan, dan ego saya, itu memalukan. Untuk seseorang yang mempertanyakan kehadiran saya dalam memberi 100 persen kepada tim, itu berarti cara mengusir Anda dengan jalan pintas”.</p>
<p>Ferdinand, seperti dikutip dari <em>Sport Bible</em> (<em>ccnindonesia.com</em>, 28/1/2025) mengatakan, setiap pemain punya periode penurunan performa hingga kepercayaan diri. Dia menyayangkan Amorim yang meragukan pemain ketika berada dalam situasi yang tak mendukung.</p>
<p>Dia berpendapat, seharusnya seorang pelatih mengajak pemain berdiskusi empat mata. Hal itu tersebut akan lebih berguna untuk pemain alih-alih disalahkan di depan media.</p>
<p>Terlepas dari reaksi Ferdinand, narasi Amorim itu boleh jadi adalah cara lain untuk memotivasi Rashford. Boleh jadi pula merupakan ungkapan kekesalan melihat progres sang striker dalam berbagai latihan.</p>
<p>Legenda yang lain, Gary Neville dan Paul Scholes mengecam Rashford, yang tidak juga bangkit dari situasinya. Pernyataan bahwa dia menginginkan tantangan baru di luar MU, menciptakan situasi complicated.</p>
<p>Rashford tersandera oleh sikapnya sendiri. Ruben Amorim menyiapkan opsi: melepas atau meminjamkan. Dengan pernyatannya, tersirat penyerang 27 tahun itu sudah tidak nyaman di lingkungan Old Traford, dan tidak bisa beraptasi dengan filosofi permainan Amorim.</p>
<p>Klub-klub peminat seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, Borussia Dortmund, dan Barcelona, terkendala oleh harga; sedangkan AC Milan yang semula tertarik meminjam, belakangan menyatakan mundur.</p>
<p>Rashford juga memasang syarat berat: klub itu punya prospek juara, dan dia bisa kembali ke tim nasional yang kini diarsiteki Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman itu akan mengumumkan skuadnya Maret mendatang.</p>
<p>Setelah memastikan peminjaman ke Aston Villa, Rashford menyatakan, keputusan itu bukan hal yang sulit. Dia menjadi pemain kedua setelah Antony yang juga dipinjamkan ke Real Betis.</p>
<p>Peminjaman ke Aston Villa hingga akhir musim, boleh dibilang sebagai jalan keluar dari “kemelut psikologis” yang mengerumuni. “Saya ingin berterima kasih kepada Manchester United dan Aston Villa karena telah mewujudkan kesepakatan pinjaman ini,” tulisnya di akun media sosial Instagram.</p>
<p>“Saya beruntung karena beberapa klub mendekati, tetapi Aston Villa merupakan keputusan yang mudah. Saya sangat mengagumi cara Aston Villa bermain musim ini, dan ambisi manajernya”.</p>
<p>Di bawah Ruben Amorim, Rashford hanya dimainkan enam kali dari total 19 laga MU, dengan mencetak tiga gol. Terakhir dalam laga melawan Viktoria Plzen di Liga Europa yang berakhir 2-1, Desember lalu.</p>
<p>Sebelum keputusan peminjaman ke Aston Villa, secara realistis Rashford hanya memiliki dua opsi, yakni dipinjamkan ke Juventus hingga akhir musim, atau pindah ke Barcelona, yang sejak 2018 sebenarnya sudah tertarik. Namun kendala keuangan membuat operasi transfer Rashford menjadi sulit, karena Barca butuh menjual pemain untuk mematuhi ketatnya peraturan keuangan La Liga.</p>
<p>Rashford tidak menunjukkan ketertarikan terhadap minat Tottenham Hotspur, West Ham, dan Borussia Dortmund. Masalah utama yang menyulitkan kepindahan itu adalah gajinya. Gaji tinggi lebih dari 300 ribu pound per pekan, menjadi kendala bagi klub peminat. Beberapa klub bahkan enggan membayar 50 persen dari gaji per minggu. Dia berada dalam kompleksitas keadaan.</p>
<p><strong>Diorbitkan Louis van Gaal</strong><br />
Pada 2016 Marcus Rashford diorbitkan oleh Louis van Gaal, diberi kepercayaan untuk bermain di tim utama. Bocah akademi yang waktu itu masih 17 tahun, menjawab dengan performa memesona. MU pun menyambutnya sebagai <em>wonderkid</em> baru.</p>
<p>Debutnya melawan Midtjylland di Liga Europa, 25 Februari 2016 ditandai dengan kehebohan. Sebagai pemain pengganti karena Anthony Martial cedera, dia mencetak dua gol. Dia terpilih sebagai <em>man of the match</em>, membukukan rekor sebagai pencetak gol termuda MU di kompetisi Eropa, melewati George Best, sang legenda.</p>
<p>Tiga hari kemudian, Rashford melanjutkan keajaiban dalam pertandingan melawan Arsenal. Dengan gol pertamanya di Liga Primer, dia terpilih lagi sebagai pemain terbaik. Baru setelah suksesi pelatih di MU, “penyakit” Rashfortd muncul. Pada era Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ralf Rangnick, penampilannya berubah labil, dan baru memulih di masa Erik Ten Hag, namun dia tetap menjadi langganan timnas di bawah Gareth Southgate.</p>
<p>Sepanjang 239 kali mengenakan jersey MU, Rashford membukukan 76 gol. Sejak 2016, dia telah 53 kali bermain untuk tim nasional Inggris dengan 16 gol.</p>
<p><strong>Puncak Kematangan</strong><br />
Dengan usia 27, Rashford seharusnya berada di puncak kematangan, namun sinarnya meredup di bawah bayang-bayang <em>wonderkid</em> baru MU, Amad Diallo. Bahwa Amorim tak pernah memasukkannya dalam <em>starting eleven</em>, pasti dengan pertimbangan bahwa sang penyerang sedang “tidak baik-baik saja”.</p>
<p>Jadi, ada apa dengan Rashford, dan mengapa labilitas permainannya seolah-olah menguapkan harapan yang pernah begitu membubung sebagai bintang masa depan Inggris?</p>
<p>Musim ini, penyerang yang pada awalnya dikenal dengan determinasi tinggi, kecepatan, dan seni mencetak gol ala “Turn Cruyff” itu seperti kehilangan semua keistimewaannya.</p>
<p>Apakah dengan usia yang relatif masih muda itu Rashford akan kembali? Akankah dia menemukan klub dan pelatih dengan pendekatan yang tepat untuk mengembalikan talentanya?</p>
<p>Tentu sangat disayangkan, apabila pada akhirnya dia kehilangan kesempatan untuk bersaing dengan para <em>wonderkid</em> baru Inggris: dari Declan Rice, Phil Foden, Ollie Watkins, Cole Palmer, atau Kobbie Mainoo.</p>
<p>Masa depan Rashford berada di tangan dia sendiri. Dialah yang bisa mendiagnosis sendiri apa sebenarnya “penyakit” yang dirasakan. Beberapa kali dia pernah berada dalam situasi seperti ini, dan membutuhkan picu kebangkitan menjadi ”Rashford seperti semula”.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/08/hanya-rashford-sendiri-yang-bisa-mendiagnosis-penyakitnya">Hanya Rashford Sendiri yang Bisa Mendiagnosis “Penyakitnya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lompat, dan Terus Melompatlah, Stevie G&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/11/20/lompat-dan-terus-melompatlah-stevie-g</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2021 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Stevan Gerrard]]></category>
		<category><![CDATA[Stevie G]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=212120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dengan bola dia ada/ mengendalikan, mengolah, lalu mengirim/ menjadi bagian dari dirinya/ lihatlah hati dan matanya/ saksikan kaki dan pergerakannya/ indera-indera yang bicara/ begitulah dia memberi beda&#8230;// (Sajak &#8220;Stevie G&#8221;, 2021) SUPERKOMPUTER memang memprediksi hasil tidak memuaskan yang dicapai Stevan Gerrard sebagai taktikus Aston Villa, namun sepak bola dunia tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/20/lompat-dan-terus-melompatlah-stevie-g">Lompat, dan Terus Melompatlah, Stevie G&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-212122 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// dengan bola dia ada/ mengendalikan, mengolah, lalu mengirim/ menjadi bagian dari dirinya/ lihatlah hati dan matanya/ saksikan kaki dan pergerakannya/ indera-indera yang bicara/ begitulah dia memberi beda&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Stevie G&#8221;, 2021)</strong></p>
<p><strong>SUPERKOMPUTER</strong> memang memprediksi hasil tidak memuaskan yang dicapai Stevan Gerrard sebagai taktikus Aston Villa, namun sepak bola dunia tak berkurang harapan<br />
terhadap kiprah legenda Liverpool itu sebagai peramu asa.</p>
<p>Stevie &#8220;ada&#8221;, karena memang dia &#8220;ada&#8221;. Dia telah membuat Glasgow Rangers &#8220;ada&#8221;, dan itulah mengapa Aston Villa merasa penting mendatangkannya untuk sebuah proyek agar tak hanya menjadi bagian dari irisan klub medioker Liga Primer. Pun, karena Villa juga pernah mencapai puncak kejayaan Eropa, walau sudah lama berselang pada 1982</p>
<p>Dalam prediksi Superkomputer, Aston Villa bakal finis di peringkat ke-15, seurat di bawah batas tiga tim terdegradasi. Saat ini mereka berada di zona kritis urutan ke-16. Pelatih Dean Smith pun dipecat. Sebelumnya, mereka kehilangan bintang utama, Jack Grealish yang memilih hijrah ke Manchester City.</p>
<p>Villa sempat memberi kejutan dengan kemenangan 1-0 atas Manchester United pada 25 September di Old Trafford. Setelah itu kehilangan lima laga terakhir di Liga Primer. Paling akhir, pekan lalu The West Mindlands dikalahkan oleh Southampton 0-1.</p>
<p><strong>Dikecam Fans</strong><br />
Kita paham betapa kuat ikatan seorang legenda dengan klubnya. Maka begitulah, kepindahan Gerrard dalam posisi sebagai pelatih ke Aston Villa dikecam oleh fans Liverpool. Dia dituding sebagai pengkhianat, karena berlabuh di klub yang notabene adalah rival The Reds. Keputusan hijrah ke Villa Park juga dianggap sebagai blunder, karena dia rela melepas status sebagai &#8220;master&#8221; di Rangers, klub elite Liga Skotlandia.</p>
<p>Tak kurang pula yang mengkritisi, pemain Liverpool 1997-2015 itu hanya akan menjadikan Villa sebagai batu loncatan, karena dari awal punya ambisi mengarsiteki The Anfield Gang. Namun tudingan itu dibantah oleh rekannya, Jamie Carragher yang kini menjadi pundit sepak bola. Kata Carragher, menjadi pelatih Liverpool bakal ada waktunya sendiri, dan sekarang ini fokus Gerrard adalah Aston Villa.</p>
<p>&#8220;DNA&#8221; kepelatihan pria kelahiran Liverpool yang tercatat 114 kali memperkuat tim nasional Inggris ini sudah terbaca saat masih aktif bermain. Dia berkarakter sebagai &#8220;komandan&#8221;, pemain yang punya visi. Pada 2009, Zinedine Zidane tak ragu menyebut Gerrard sebagai pemain terbaik dunia. Kapasitas tenik dan kekuatan kemimpinan membuat Stevie G berbeda dari rata-rata bintang lainnya.</p>
<p>Kini dia menjadi satu di antara para bintang dunia yang memilih berkarier sebagai pelatih. Sebutlah misalnya Thierry Henry, Mikael Arteta, Frank Lampard, Ole Gunnar Solskjaer, Ryan Giggs, Andrea Pirlo, dan Xavi Hernandez. Sejauh ini baru Arteta yang membuktikan &#8220;daya tahan&#8221; bersama Arsenal.</p>
<p>Lampard yang sempat memberi harapan di Chelsea, Henry bersama AS Monaco, Pirlo di Juventus, Giggsy di tim nasional Wales, dan Solskjaer yang memimpin Manchester United, belum mampu berkontribusi impresif. Kini dunia juga menunggu sentuhan Xavi di Barcelona, setelah membentuk Al Sadd di Liga Qatar sebagai klub yang indah memainkan tiki-taka ala Barca.</p>
<p>Gerrard mencuri perhatian, bukan hanya lantaran sukses memberi gelar liga yang selama 10 tahun tak diraih Rangers; dia juga membentuk klub tersebut memainkan sepak bola menyerang yang indah. Rangsers disebut-sebut memainkan &#8220;tiki-taka Gerrard&#8221;.</p>
<p>Pada saat bermain, Stevie G dikenal sebagai pelari yang tak kenal lelah, visi luar biasa, pemimpin sejati, penembak jitu jarak jauh, dan pencetak gol produktif untuk ukuran seorang gelandang. Sekarang, sebagai pelatih dia mendoktrinkan penempatan posisi, kecepatan, posesivitas umpan, dan menekan lawan di daerah pertahanan mereka.</p>
<p>Prinsip-prinsip gaya permainannya mirip dengan filosofi <em>gegenpressing</em> Juergen Klopp di Liverpool, namun Gerrard membuat Rangers lebih tampak indah.</p>
<p>Pada musim 2020/2021, dia membawa Rangers tak terkalahkan dalam 38 pertandingan dengan hanya kebobolan 13 gol. Catatan mentereng ini memosisikan Gerrad sebagai pelatih muda eks pemain legendaris yang paling sukses di generasinya.</p>
<p>Pastilah banyak yang menunggu, kelak Stevie G bakal menjadi &#8220;patron taktikal&#8221; Liverpool, bahkan mungkin setelah era Klopp. Namun tentu dia harus terlebih dahulu membuktikan keajaiban lompatan bersama Aston Villa.</p>
<p>Maka teruslah melompat, Stevie G. Dalam perspektif global, tak hanya Villa dan Inggris yang menanti kiprahnya. Tentu masyarakat sepak bola juga, seperti ketika Pep Guardiola mempersembahkan ideologi permainan yang kini menjadi bagian dari fenomena sepak bola dunia.</p>
<p>Stevie, <em>Your Will Never Walk Alone&#8230;</em></p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id dan kolumnis sepak bola &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/20/lompat-dan-terus-melompatlah-stevie-g">Lompat, dan Terus Melompatlah, Stevie G&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>