<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>arsenal Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/arsenal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 10:41:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>arsenal Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buncah Sejarah dari Puskas Arena</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 10:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Hongaria]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Puskas Arena]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan lahirkah sejarah?/ pastilah dia membuncah/ siapa pun pemenangnya/ eksotika final terpoles dengan rekor/ di luar kebahagiaan/ dan kesedihan// (Sajak “Final Eropa”, 2026) APA pun yang terjadi malam nanti, Puskas Arena di Budapest, Hongaria, bakal menorehkan sejarah. Akan ada buncah kebahagiaan, mungkin pula air mata kesedihan. Apakah juara bertahan Paris [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena">Buncah Sejarah dari Puskas Arena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561994 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan lahirkah sejarah?/ pastilah dia membuncah/ siapa pun pemenangnya/ eksotika final terpoles dengan rekor/ di luar kebahagiaan/ dan kesedihan//</em><br />
<strong>(Sajak “Final Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>APA</strong> pun yang terjadi malam nanti, Puskas Arena di Budapest, Hongaria, bakal menorehkan sejarah. Akan ada buncah kebahagiaan, mungkin pula air mata kesedihan.</p>
<p>Apakah juara bertahan Paris St Germain yang kembali mengangkat piala? Atau Arsenal yang untuk kali pertama memenangi trofi Si Kuping Besar?</p>
<p>Artinya, itulah pula sejarah yang siap diukir dua pelatih energetik dari negeri yang sama, Spanyol: Luis Enrique (PSG), dan Mikel Arteta (Arsenal).</p>
<p>Jika Les Parisiens mampu mempertahankan gelar, berarti inilah klub kedua setelah Real Madrid yang sukses melakukan <em>back to back</em> Liga Champions setelah tahun lalu juara. Real bahkan tercatat tiga kali berturut-turut juara pada 2016, 2017, dan 2018 di era pelatih Zinedine Zidane.</p>
<p>Sedangkan bagi Mikel Arteta, jika berhasil memenangi final, ini akan menobatkannya sebagai pelatih pertama yang mengantar Meriam London sebagai penguasa Eropa. Pada 2006, Arsenal yang menjejak partai puncak, di bawah arahan Arsene Wenger dikalahkan oleh Barcelona racikan Frank Rijkaard.</p>
<p><strong>Pertunjukan</strong><br />
Selain menjanjikan pertarungan taktik dan pertunjukan para bintang, eksotika partai final di Budapest malam nanti membawa sejumlah catatan tambahan tentang rekor, sejarah, dan garansi aksi-aksi tak terlupakan. Baik PSG maupun Arsenal sama-sama dikawal skema taktik dengan pilar-pilar berpenggawa kelas dunia.</p>
<p>Hampir di setiap posisi, Les Parisiens dan Meriam London menjanjikan kualitas paripurna. Walaupun PSG lebih dijagokan, namun Arsenal juga memiliki kelebihan-kelebihan yang seharusnya bisa dioptimalkan sebagai peluang meraih gelar.</p>
<p>Secara <em>head to head</em>, kedua klub sudah dua kali bertemu, yakni di semifinal Liga Champions 2025. Ketika itu, PSG dua kali menang, kandang dan tandang 2-1 dan 1-0.</p>
<p>Suka atau tidak suka, ketika keduanya kembali bersua &#8212; kali ini di partai pamungkas &#8212; akan ada motivasi dahsyat pembuktian, determinasi untuk keluar sebagai sang pemenang.</p>
<p><strong>Impresivitas Vs Set-piece</strong><br />
Diperkirakan bakal muncul momen-momen menarik: impresivitas serangan bergelombang PSG versus<em> set-piece</em> bola mati, terutama sepak pojok Arsenal.</p>
<p>Luis Enrique berkelimpahan materi kelas dunia dalam skema <em>starting eleven</em>-nya. Sebut saja di barisan penggempur ada peraih Ballon d&#8217;Or 2025, Ousmane Dembele, “Messi Georgia” Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola atau Desire Doue. Mereka ditopang oleh gelandang visioner Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz yang bakal menjadi ancaman bagi ketangguhan kiper David Raya.</p>
<p>Lini pertahanan PSG dikawal oleh kapten tim Marquinhos, Achraf Hakimi, Willian Pacho, dan Nuno Mendes. Sebagai benteng terakhir kiper Matvey Safonov atau Lucas Chevalier.</p>
<p>PSG sangat mengandalkan impresivitas sayap Kvaratskhelia dengan dribel-dribel dan seni mencetak gol hebat, serta pergerakan Dembele dan Doue sebagai<em> finisher</em> mematikan. Overlapping Hakimi yang sering memberi umpan-umpan silang juga menjadi pertunjukan tak kalah menarik.</p>
<p>Sedangkan parade bintang Arsenal terbaca dari kiper tangguh David Raya, bek Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Riccardo Calafiori.</p>
<p>Arteta punya barisan gelandang anggun Martin Zubimendi, Declan Rice, dan Martin Odegaard. Di lini penyerang ada Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Viktor Gyokeres. Bisa pula Arteta merotasinya dengan Mikel Merino, Kai Havertz, atau Eberechi Eze.</p>
<p><strong>“Corner FC”</strong><br />
Betapa pun rancak permainan Arsenal dengan intensitas penguasaan bola, namun Arteta juga melengkapinya dengan pragmatisme “mesin pembunuh” yang dipersiapkan matang. Arsenal sempat mendapat banyak sindiran sebagai “Corner FC” karena banyak mengintensifkan peluang dari<em> set-piece</em> sepak pojok untuk menciptakan gol.</p>
<p>Bagi Arsenal, sejatinya ini adalah kelebihan tersendiri di tengah “idealisme” permainan yang mengalir indah. Dan, tentu sisi-sisi ini yang juga menjadi perhatian Luis Enrique sebagai sikap antisipatif bagi PSG.</p>
<p>Ya. Pertandingan pamungkas Liga Champions tahun ini memang menjanjikan pertunjukan yang “semuanya ada”. Pelatih cerdas dengan strategi kuat, parade bintang, dan determinasi yang menggambarkan betapa sepak bola terkemas sebagai sebuah visi yang jauh melebihi batas-batas lapangan dan lingkungan stadion.</p>
<p>Dari dua klub ini, dia &#8212; sepak bola &#8212; serasa menjadi bagian dari ekosistem kehidupan itu sendiri. Ada etos kerja, keindahan, keterampilan, pilihan, juga pragmatisme&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena">Buncah Sejarah dari Puskas Arena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manager]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;// (Sajak “Meriam London”, 2026) TERASALAH, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561053 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Meriam London”, 2026)</strong></p>
<p><strong>TERASALAH</strong>, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim 2025-2026 ini Arsenal mampu mewujudkan mimpi.</p>
<p>Tahun 2003-2004 menjadi masa puncak Arsenal di bawah Arsene Wenger. Mereka juara dengan status “<em>invincible</em>”, tak tersentuh kekalahan di sepanjang musim. Namun setelah era emas itu, mereka selalu gagal memuncaki klasemen Liga Primer.</p>
<p>Lebih dari pecah telur setelah 22 tahun, kali ini Meriam London punya kesempatan membuktikan capaian lain. Pada pengujung bulan ini, mereka bakal bertarung di final Liga Champions melawan Paris St Germain. Andai memenangi duel pamungkas di Puskas Arena, Budapest nanti, itu adalah gelar Liga Champions pertama bagi Bukayo Saka dkk. Pada 2006, Arsenal takluk 1-2 di final dari Barcelona.</p>
<p>Gelar juara Liga Primer kali ini, yang dipastikan setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 dengan AFC Bournemouth, terasa lebih bermakna, karena dalam tiga musim sebelumnya Arsenal seperti tertakdirkan gagal di lap terakhir perpacuan. Baru pada kesempatan keempat setelah memimpin klasemen, Pasukan Arteta benar-benar mampu merengkuh trofi. Hingga pekan-pekan terakhir liga, The Citizens masih membayangi, sehingga perpacuan antara Tim Arteta dengan Tim Guardiola lebih mirip dengan adu mental.</p>
<p><strong>“Kutukan”?</strong><br />
Selama ini, sampai ternarasikan oleh media, Arsenal mengalami “sindrom <em>runner up</em>” dan terkena “kutukan” gagal meraih trofi di saat-saat akhir setelah kencang memimpin klasemen. Bahkan banyak pundit yang menyuarakan agar Mikel Arteta diganti karena tidak mampu menanamkan mental juara bagi Arsenal. Toh manajemen akhirnya memilih mempertahankan Arteta setelah sempat berniat memecatnya karena performa kurang meyakinkan pada 2021.</p>
<p>Pecah telur Arteta ini diperkirakan bakal menjadi perspektif berbeda dalam performa mentalitas anak-anak Arsenal. Mereka yang selama ini terkurung oleh inferioritas dan kecemasan dalam pembuktian diri, akan lebih percaya diri. Persaingan di level atas Liga Primer juga diperkirakan makin ketat dengan Arsenal, Manchester City yang diperkirakan akan berganti manajer dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca, Liverpool yang untuk sementara masih mempertahankan Arne Slot, Manchester United yang memberi status permanen bagi Michael Carrick hingga 2028, juga Aston Villa yang stabil di bawah Unai Emery dan baru saja meraih trofi Liga Europa.</p>
<p>Di final Liga Champions nanti, berbekal sukses di Liga Primer, diperkirakan Arsenal bakal bermain lebih lepas. Konfidensi menjadi bekal tambahan untuk menghadapi tim yang tak kalah atraktif dalam racikan Luis Enrique. Ini akan menjadi pertarungan taktik dua arsitek Spanyol: Luis Enrique vs Mikel Arteta,</p>
<p>Selama tiga musim sebelumnya, Arsenal sebenarnya tampil dengan performa yang khas Mikel Arteta, yakni permainan menyerang berintensitas tinggi dengan dominasi penguasaan bola yang biasa disebut media sebagai ”Arteta-ball”, namun musim ini mereka terasa lebih pragmatis, tidak seindah tiga musim sebelumnya.</p>
<p>Banyak yang menyindir, ketika Arsenal tercatat mencetak 35 gol di semua ajang lewat bola-bola mati, dari <em>set piece</em> skema sepak pojok, sehingga mendapat predikat sinis sebagai “pasukan sepak pojok” atau “Arsenal Corner FC”.</p>
<p>Fokus ke sepak pojok itu dilatih secara intensif Nicolas Jover, asisten pelatih yang sangat berperan dalam merancang taktik ini sejak Juli 2021. Di tengah badai kritik, legenda Arsenal, Thiery Henry tidak memasalahkan taktik itu, karena dalam permainan yang dipentingkan adalah kemenangan.</p>
<p>Nyatanya, Arsenal tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Mereka kebobolan paling sedikit selama musim 2025-2026, yakni 26 gol dan 19 <em>cleansheet</em> dari 37 laga, atau dengan satu pertandingan tersisa. Ini mendekati cataran bersejarah mereka yang hanya kebobolan 17 gol pada musim 1998-1999. Musim ini, di tempat kedua, Manchester City kebobolan 33 gol.</p>
<p><strong>Manajer Kedelapan</strong><br />
Arteta menjadi manajer kedelapan yang membawa Arsenal juara, setelah Herbert Chapman (dua kali), Joe Shaw, George Alisson (2), Tim Whitaker (2), Bertie Mee, George Graham (2), dan Arsene Wenger (3). Arteta juga berpeluang menjadi orang pertama yang mengantar Meriam London meraih trofi Eropa apabila bisa menaklukkan PSG di Budapest nanti.</p>
<p>Mantan gelandang Arsenal dan asisten pelatih Manchester City itu menjadi manajer termuda (44 tahun 54 hari) yang juara, juga mencatat rekor sebagai pelatih dengan persentase tertinggi kemenangan, 212 dari 351 laga atau 60,4 persen.</p>
<p>Terlepas dari apa pun hasil di Budapest nanti, dengan trofi Liga Primer, sejarah bakal mencatatnya sebagai manajer dengan nama “Ar” yang bersenyawa dengan dua “Ar” lainnya, Arsenal dan Arsene Wenger&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud</strong>, <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 10:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Khvicha Kvaratskhelia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Pamungkas]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=559733</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dialah senyatanya/ mutiara tersembunyi/ dari “antah berantah” sepak bola/ berproses mematangkan diri/ di liga-liga dunia/ akankah dia menemukan makna/ sebagai sang penentu/ dan legenda?// (Sajak “Kvaratskhelia’’, 2026) PARTAI pamungkas Liga Champions 2026 di Budapest, Hongaria, akhir bulan ini akan mengetengahkan aneka “pertunjukan” sepektakuler. Dua klub yang berlaga mewakili berbagai ceritera [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna">Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-559735 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dialah senyatanya/ mutiara tersembunyi/ dari “antah berantah” sepak bola/ berproses mematangkan diri/ di liga-liga dunia/ akankah dia menemukan makna/ sebagai sang penentu/ dan legenda?//</em><br />
<strong>(Sajak “Kvaratskhelia’’, 2026)</strong></p>
<p><strong>PARTAI</strong> pamungkas Liga Champions 2026 di Budapest, Hongaria, akhir bulan ini akan mengetengahkan aneka “pertunjukan” sepektakuler. Dua klub yang berlaga mewakili berbagai ceritera tentang nama besar, kualitas, eksotika sepak bola, dan impresivitas. Para bintang yang bertebaran di dua tim finalis itu, serta proyeksi taktik apa yang akan disuguhkan oleh dua pelatih eksepsional yang ada di balik performa tim, Luis Enrique dari Paris St Germain, dan Mikel Arteta dari Arsenal.</p>
<p>Yang tak kalah menyita perhatian, kini nama &#8212; yang agak sulit dieja dan dilafalkan &#8212; Khvicha Kvaratskhelia ikut masuk dalam daftar keniscayaan keelokan partai final. Dia bisa menjadi pembeda.</p>
<p>Siapa Khvicha Kvaratskhelia?</p>
<p>Ya, dari negeri yang dianggap “antah berantah” dalam sepak bola, siapakah nama-nama yang tercatat mendunia dan mencercahkan cahaya?</p>
<p>Dulu mungkin layak disebut George Oppung Weah, peraih Ballon d’Or 1995 dari Liberia, yang dimatangkan di Paris St Germain dan AC Milan dengan performa individual yang superlatif. Dan, kini, dari Georgia, selama tiga tahun terakhir muncul nama fenomenal yang dipercaturkan kalangan sepak bola elite: Khvicha Kvaratskhelia. Boleh dibilang, dia adalah pemain terbesar Georgia sepanjang masa.</p>
<p>Selama memperkuat Napoli (2022-2025), dia berkembang di bawah pelatih Luciano Spaletti. Kini dia menjadi andalan Paris St Germain dalam polesan Luis Enrique. Aksi-aksinya menerbitkan “teror” ketakutan bagi pertahanan lawan. Dribelnya tak terhentikan, umpan silangnya memanjakan, <em>skill</em>-nya yang di atas rata-rata adalah ancaman bagi para pemain belakang. Pergerakan tanpa bolanya juga efektif.</p>
<p>Tak berlebihan, Khvicha disebut-sebut mampu mengubah jalannya pertandingan. Legenda Edgar Davids tak ragu memosisikannya sebagai pemain sayap terbaik dunia saat ini.</p>
<p>Dia menjadi “pertunjukan” paling memukau di setiap fase Liga Champions musim ini. Aksi-aksi Kvaratskhelia diharapkan memuncak di partai final, akhir bulan ini.</p>
<p>Publik sepak bola akan tersuguhi determinasi, dribel eksepsional, manuver-manuver tak terbendung ketika menusuk dari sayap, dan keindahan teknik gol melengkung yang presisi. Dia benar-benar menjadi pembeda.</p>
<p>Seharusnya ada Lamine Yamal, yang bahkan memberi harapan lebih besar, tetapi Barcelona sudah tersisih di babak perempat final dari Atletico Madrid. Kini posisi Yamal dalam bursa Ballon d’Or 2026 juga ada di bawah peluang Kvaratskhelia. Apalagi dia masih berkeniscayaan membawa PSG mempertahankan gelar.</p>
<p><strong>“Kvaradona”</strong><br />
Ketika masih memperkuat Napoli, dia dijuluki Kvaradona, karena gaya dribel yang menyerupai kehebatan legenda “Sang Dewa” Napoli, Diego Armando Maradona. Di Napoli, sejauh ini yang disebut sebagai legenda penerus Maradona adalah Gianfranco Zola yang pernah mendapat julukan mediatika, “Marazola”.</p>
<p>Seperti yang dipertunjukkan dalam semifinal <em>leg</em> pertama melawan Bayern Munchen, Kvaratskhelia benar-benar unjuk kemampuan. Areal operasinya di sektor sayap kiri dengan dribel tak terhentikan mengobrak-abrik pertahanan Bayern Muenchen. Akurasi umpan dan gol presisinya memperlihatkan kelas sebagai pemain dunia.</p>
<p>Di bawah arahan Enrique, Kvaratskhelia makin matang dalam berkontribusi ke tim. Dia mencatat rekor sebagai pemain PSG pertama yang menciptakan gol di empat laga beruntun fase gugur Liga Champions.</p>
<p>Kvaratskhelia membuat satu gol dalam kemenangan PSG 2-0 atas Liverpool di <em>leg</em> pertama perempatfinal Liga Champions, 9 April lalu. Dia menyambar umpan terobosan, melewati bek dan kiper lawan, lalu mengirim bola ke gawang yang kosong. Aksi-aksinya ketika menghancurkan Bayern Muenchen juga memperlihatkan kematangan yang luar biasa.<br />
Dia “mutiara” yang makin menemukan makna dan peran.</p>
<p><strong>Tiga Kali Man of the Match</strong><br />
Kvaratskhelia menjadi pemain pertama PSG yang mencetak empat gol di empat laga beruntun fase gugur Liga Champions. Rinciannya, satu gol ke gawang AS Monaco pada <em>leg</em> kedua <em>playoff</em> babak 16 besar, tiga gol di dua <em>leg</em> 16 besar kontra Chelsea, lalu satu gol ke gawang Liverpool di<em> leg</em> pertama perempatfinal.</p>
<p>Dia meraih trofi <em>Man of the Match</em> dari tiga laga terakhir di Liga Champions. “Pemain sayap yang lincah itu menciptakan beberapa peluang, juga memberikan beberapa kontribusi defensif yang baik,” tulis UEFA Technical Observer Group. Di sepanjang Liga Champions musim ini, Khvicha Kvaratskhelia sudah mengemas total 10 gol dan empat <em>assist</em> dari 12 laga. Artinya, rata-rata setiap satu laga dia menyumbang satu G/A alias gol atau <em>assist</em>.</p>
<p>Dia menjadi andalan PSG sejak kedatangannya di musim dingin 2025 dari Napoli. Sayap kiri 25 tahun itu total sudah mengemas 21 gol dan 16 <em>assist</em> dari 71 laga di seluruh ajang.</p>
<p>Pemain Georgia kelahiran 12 Februari 2000 itu diperkirakan bakal semakin matang bersama Les Parisiens, dan apabila bisa mempertahankan trofi Si Kuping Besar musim ini, bukan tidak mungkin penghargaan individual yang lebih luas bisa dia raih.</p>
<p>Memang ada Harry Kane yang menjadi mesin gol Bayern Muenchen, atau bintang-bintang muda yang bersinar seperti Michael Olise (Bayern), Lamine Yamal (Barcelona), Desire Doue (PSG), atau Ousmane Dembele (PSG) yang juga tetap produktif, namun pemain kelahiran Tbilisi ini benar-benar mengukuhkan peran sebagai pengubah jalannya pertandingan bagi PSG.</p>
<p>Bisakah Khchiva Kvaratskhelia unjuk kehebatan di final liga Champions nanti? Pelatih Arsenal Mikel Arteta pasti telah menyiapkan taktik untuk mereduksi peran eks pemain Rubin Kazan ini. Dan, justru pada momen ini akan muncul pertunjukan menarik: seberapa kreatif Sang Kvaradona mampu mengatasi semua aral dengan kematangannya?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna">Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 10:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Final Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Si Kuping Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Sindrom]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?// (Sajak “Filosofi Arteta”, 2026) SETELAH begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak? Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-558453 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Filosofi Arteta”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SETELAH</strong> begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak?</p>
<p>Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam 2006, ketika kalah dari Barcelona dalam partai puncak yang digadang-gadang menjadi final ideal di Stade de France, Paris?</p>
<p>Ketika itu, di bawah Arsene Wenger, Arsenal membawakan orkestrasi sepak bola indah, mengalunkan irama rancak nan memesona. Sedangkan Barcelona dalam racikan taktik Frank Rijkaard menjelma sebagai tim dengan impresivitas sepak bola menyerang yang memukau.</p>
<p>Intentitas permainan elok kedua klub membuat final Liga Champions ketika itu betul-betul ditunggu sebagai “final ideal”.</p>
<p>Filosofi permainan Mikel Artela telah mengalahkam racikan strategi Diego Simeone di semifinal dengan agregat 2-1. Kini ditunggu, apakah “Arteta-ball” bisa menuntaskan final Liga Champions melawan Paris St Germain, yang di semifinal lainnya menundukkan Bayern lewat gol rata-rata Muenchen 6-5.</p>
<p><strong>Filosofi Arteta</strong><br />
Apa yang sebenarnya menarik dari permainan Arsenal, sehingga musim ini terjanjikan final yang diperkirakan indah melawan juara bertahan PSG?</p>
<p>Di bawah arahan Luis Enrique, Les Parisiens tampil stabil dan memiliki pilar-pilar hebat di setiap posisi. PSG juga mengetengahkan sepak bola menyerang dan permainan rancak. Duo penyerangnya, Khvicha Kvaratskhelia dan Ousman Dembele menjadi jaminan ketajaman sebagai ancaman bagi pertahanan lawan.</p>
<p>Kvaratskhelia adalah pemain asal Georgia yang menjadi andalan dalam menyusur dan mengacak-acak sayap, sedangkan Dembele peraih Ballon d’Or 2025 merupakan kekuatan lain PSG di sektor sayap dengan dua kaki sama-sama mematikan. Enrique juga masih punya amunisi lain, Desire Doue dan Achraf Hakimi dengan uman-umpan silang efektif.</p>
<p>Lalu di mana sebenarnya kekuatan Arsenal?</p>
<p>Permainan Arsenal terorganisasi dalam dominasi penguasaan bola, yang memberi struktur pertahanan solid dan intensitas. Ketika kehilangan bola, para pemain segera menekan balik lawan dan menghentikan transisi mereka.</p>
<p>Pelatih Liverpool Arne Slot pernah memberi apresiasi kepada Mikel Arteta. Dia memuji kemampuan pria Spanyol ini dalam meracik strategi dan taktik yang sangat fleksibel. Dia melihat bagaimana Arsenal mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan, baik menyerang maupun bertahan. Hal ini menunjukkan kedalaman taktik dan kemampuan adaptasi yang bagus.</p>
<p>Filosofi sepak bola Mikel Arteta berakar pada dominasi kontrol permainan, keunggulan posisi, dan intensitas tinggi, yang sering dijabarkan melalui taktik berbasis penguasaan bola (<em>possession-based</em>), serangan terstruktur dari lini belakang, <em>pressing</em> ketat, serta perhatian detail pada situasi bola mati &#8212; terutama dari momen tendangan sudut &#8212; untuk mencetak gol. Ketajaman Arsenal antara lain ditopang oleh pendekatan pragmatis, memadukan fleksibilitas taktis dengan disiplin pertahanan.</p>
<p>Dengan melaju ke final Liga Champions, Mikel Arteta meraih capaian baru dalam karier kepelatihannya. Dia bangga menjadi bagian dari Arsenal bersama dengan para pemain dan suporter menciptakan sejarah bagi klub.</p>
<p>“Kami tahu betapa (pencapaian) ini begitu berarti buat semua orang, kami memberikan segalanya, para pemain melakukan pekerjaaan yang luar biasa dan setelah 20 tahun dan untuk kedua kali dalam sejarah, kami kembali lagi ke final Liga Champions,” ucapnya.</p>
<p>Yang juga membuat Arteta gembira adalah kualitas anak asuhnya saat menghadapi Atletico Madrid dengan level permainan yang tinggi. “Kita tahu betapa sulit dan menantang level lawan di semifinal. Atletico, mereka adalah tim yang luar biasa, cara mereka bersaing, solusi yang mereka punya, jawaban atas segala yang Anda coba lakukan, benar-benar luar biasa. Alasan mereka ada di sana, mereka telah melakukan tugas yang besar, dan perbedaannya tipis,” ungkapnya.</p>
<p>Arteta yang sudah menangani Arsenal sejak 2019 pun menanggapi pertanyaan soal kemampuan anak asuhnya bersaing di level Eropa secara bertahap, dari tidak masuk Liga Champions, kemudian memijak Europa League, dan kemudian kembali ke turnamen nomor satu antarklub Eropa, hingga meraih final.</p>
<p>“Itu sangat berat dan sulit, tetapi sekali lagi, kami punya keinginan dan ambisi yang sama untuk klub ini, dan kemudian memang ada sedikit keberuntungan, segala sesuatu harus berjalan sesuai keinginan Anda.”</p>
<p>“Kami telah mencurahkan begitu banyak kerja keras, semangat, dan keyakinan ke dalam hal yang kami lakukan hari ini dan kami mendapat kesempatan untuk menjalani hari yang luar biasa di Budapest dalam beberapa pekan ke depan,” ucap mantan pemain Arsenal itu (<em>cnnidonesia.com</em>, 6 Mei 2026).</p>
<p>Pada sisi lain, Luis Enrique meyakini, PSG sudah lebih kuat, dan hal itu terlihat dari kondisi stabil performa klub asuhannya itu di sepanjang perjalanan menuju final Liga Champions.</p>
<p>Dua pria Spanyol di final Eropa: siapa yang bakal berjaya? Enrique yang mampu mempertahankan gelar, atau Arteta yang mencetak sejarah bagi Arsenal?</p>
<p>Apa pun, ini adalah representasi dari dua wajah filosofi sepak bola yang sama-sama berkarakter impresif. PSG dengan kemenyatuan yang terbentuk cukup panjang, dan Arsenal dengan kolektivitas yang menjadi kekuatan Arteta.</p>
<p><strong>Menatah Sejarah</strong><br />
Arsenal, bagaimanapun telah menjejak satu tahap: ada harapan bakal mengukir sejarah. Selain untuk kali pertama mengangkat trofi Si Kuping Besar, juga memenuhi hasrat menjuarai Liga Primer yang sejak 2004 tak pernah diraih.</p>
<p>Kini, Meriam London juga memupuk mimpi, menjauhi “kutukan”: meredup dan diliputi “sindrom nyaris” di saat-saat menentukan. Termasuk ketika lolos ke final 2006, dan tiga musim mendekat ke juara Liga Primer tetapi akhirnya merasakan pahitnya kegagalan.</p>
<p>Dan, melawan PSG dalam final Eropa di Budapest nanti ini adalah kesempatan untuk membuat sejarah&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=555879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;// (Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026) ARSENALKAH, atau Manchester City? Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-555881 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan terjadikah keberulangan kisah?/ dari tiga musim terakhir/ Arsenal hampa tangan/ ketika gelar sudah di depan/ kini masih ada etape mendebarkan/ perpacuan dengan Manchester City/ di akhir perjalanan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keberulangan Arsenal”, 2026)</strong></p>
<p><strong>ARSENALKAH</strong>, atau Manchester City?</p>
<p>Pilihan siapa calon juara, ibarat adu mental di etape terakhir perburuan trofi Liga Primer musim 2025-2026. Dari pertemuan yang bagaikan “final” di Etihad, dua pekan lalu, City menang 2-1 dan makin memangkas jarak poin klasemen, plus dengan menabung satu laga lebih banyak.</p>
<p>Benar-benarkah perpacuan ini akan berlangsung sampai akhir, dan bukan tidak mungkin ditentukan oleh selisih gol? Ini tentu terkait dengan daya tahan mental.</p>
<p>Tiga musim sebelumnya, Meriam London yang memimpin klasemen hingga pekan-pekan terakhir juga terlepeset oleh “ketidaktahanan” serupa. Dua kali kalah berpacu dari The Citizens, dan sekali tak ungkulan melawan Liverpool.</p>
<p>Sejumlah pundit &#8212; Alan Shearer misalnya &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan tanda-tanda kerapuhan mendekati tahap akhir. Dan, selalu begitu yang terjadi pada lap menentukan.</p>
<p>Simaklah catatan ini. Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Kisah berulang musim 2023-2024. Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan dan optimis juara di separuh musim.</p>
<p>Musim ini, perpacuan di etape terakhir dimulai dengan kemenangan City atas Chelsea di pekan ke-32. Di Stamford Bridge, London, 12 April silam, tim racikan Pep Guardiola itu menang meyakinkan 3-0. Padahal sebelum ini, pada pertengahan musim, The Citizens sempat kehilangam fokus dan konsistensi.</p>
<p>Hasil itu membuat City kini mengemas 64 poin dari 31 laga di peringkat dua klasemen Liga Inggris. Ditambah hasil positif melawan Burnley 23 April lalu, Pasukan Etihad kini punya selisih poin yang cukup untuk bersaing merebut trofi.</p>
<p>The Citizens kini menggeser Arsenal dari puncak klasemen saat musim tersisa lima laga. Manchester City punya staristik bagus saat memimpin klasemen ketika musim sudah mendekati akhir.</p>
<p>Erling Haaland punya jumlah poin (70) dan selisih gol (37), sama dengan Arsenal. Namun, mereka unggul produktivitas gol (66). Dalam statistik, City tidak pernah gagal juara ketika memuncaki klasemen setelah memainkan 33 pertandingan atau lebih. Pep Guardiola menilai, setiap laga dari lima pertandingan tersisa akan menjadi seperti final.</p>
<p>Bagaimanapun, persaingan kini menjadi makin terbuka. Kontrol berada di Manchester City untuk menentukannya. Kondisi <em>on fire</em> The Citizens bakal makin menjadi-jadi dan menemukan momentum.</p>
<p>Arsenal butuh 16 poin dari 5 laga sisa (maksimal 86 poin), sementara City harus menyapu bersih sisa laga untuk juara.</p>
<p>Dalam jadwal sisa, Arsenal menghadapi lima laga, yakni melawan Newcastle United (kandang), Fulham (kandang), West Ham United (tandang), Burnley (kandang), dan Crystal Palace (tandang).</p>
<p>Sedangkan Manchester City punya lima laga sisa, yakni melawan Southampton (kandang), Everton (tandang), Brentford (kandang), Bournemouth (tandang), Crystal Palace (kandang), dan Aston Villa (kandang).</p>
<p><strong>Dari Tendangan Sudut</strong><br />
Kompetisi yang sehat memang menggambarkan rivalitas ketat, seperti yang terjadi selama empat musim terakhir di Liga Primer. Tiga klub berkejaran di ujung musim. Sementara Arsenal berjuang sejak empat tahun terakhir untuk membuktikan konsistensi performanya, dan terbukti selama tiga tahun belakangan belum berhasil merasih puncak. Kondisi ketat juga berlangsung di kompetisi Eropa lainnya, yakni Liga Seri A dan La Liga.</p>
<p>Arsitek Arsenal, Mikel Arteta, sampai tak lagi memedulikan standar penampilan Meriam London. Dia banyak disindir gol-gol timnya lebih banyak lahir dari tendangan sudut, dan bukan dari <em>open play</em>. Dengan standar performa imprevisitas yang mengalir, dan dalam tiga musim sebelumnya dipuja-puji sebagai “Arteta-ball”, sekarang menjadi lebih pragmatis.</p>
<p>Apakah perubahan filosofis ini merupakan respons “buntu” Arteta atas tuntutan ekosistem Arsenal, yang tak juga mampu merealisasi trofi, sejak terakhir kali klub London itu menjuarainya pada 2003-2004?</p>
<p>Kita tunggu bagaimana <em>ending</em> dari perpacuan Arsenal yang sedang gelisah, dan Manchester City yang tengah “on fire” justru di ujung musim. Apakah Arteta yang bakal mengukir sejarah dan pecah telur trofi, atau Pep Guardiola yang bisa membuktikan mampu mengelola kematangan tim juara?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/25/arsenal-dalam-ancaman-keberulangan-kisah">Arsenal, dalam Ancaman Keberulangan Kisah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 10:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Newcastle United]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hotspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?// (Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026) PANGGUNG juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan? Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-547953 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// saatnyakah mereka merayakan/ panggung Eropa?/ raihan yang selalu lepas/ justru pada saat diunggulkan?/ sudah sampaikah waktunya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Arsenal dan Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>PANGGUNG</strong> juara bagi Arsenal, inikah waktunya? Atau mereka harus kembali ke sejarah kusam: terpuruk justru pada saat diunggulkan?</p>
<p>Drawing Liga Champions di Nyon, Swiss sepekan silam menghadirkan jalur yang disebut-sebut bakal memuluskan prediksi laju Arsenal. Ketika sejumlah raksasa Eropa berbaku hantam dalam <em>big match</em> di babak 16 besar, Meriam London bertemu lawan yang diperkirakan relatif bisa diatasi, Bayer Leverkusen.</p>
<p>Enam belas tim, yang terdiri dari delapan unggulan dan delapan non-unggulan, diundi untuk menentukan lawan di fase gugur. <em>Leg</em> pertama 16 besar akan digelar 10-11 Maret, dan <em>leg</em> kedua 17-18 Maret.</p>
<p>Kali ini, Arsenal kembali diunggulkan, walaupun seperti biasa “dikepung” oleh kekuatan-kekuatan bertradisi juara seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen, Chelsea, juga juara bertahan Paris St Germain, dan Manchester City.</p>
<p>Pertemuan keras akan berlangsung antara Real Madrid versus Manchester City, PSG menghadapi Chelsea, Newcastle United bersua Barcelona. Liverpool juga kembali bertemu Galatasaray setelah sebelumnya sempat kalah di fase liga. Tottenham Hotspur ditantang Atletico Madrid, sementara Arsenal melawan Bayer Leverkusen.</p>
<p><strong>Relatif Lebih Ringan</strong><br />
Di antara enam wakil Inggris, Arsenal punya jalur yang relatif lebih ringan. Chelsea harus menghadapi PSG, Manchester City ditantang Real Madrid, Tottenham berjumpa Atletico Madrid, Liverpool melawan Galatasaray, dan Newcastle kembali menghadapi Barcelona.</p>
<p>Terakhir kali, Arsenal bertemu Bayer Leverkusen pada 2002, dan menang 4-1. Leverkusen kini cenderung kurang stabil setelah ditinggal oleh pelatih Xabi Alonso, dan sejumlah pemain pilar. Sementara The Gunners sedang dalam performa apik di berbagai ajang.</p>
<p>Sesuai bagan, jika lolos ke perempatfinal, Declan Rice dkk akan bertemu dengan pemenang Bodo/Glimt vs Sporting CP. Apabila menang, calon lawannya di semifinal adalah pemenang antara Barcelona vs Newcastle yang harus berebut tiket dengan pemenang Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur.</p>
<p>Dengan skema itu, diperkirakan Arsenal minimal mampu lolos ke semifinal, menyamai bahkan melampaui capaian musim lalu. Pada Liga Champions 2024-2025, tim racikan Mikel Arteta itu masuk semifinal sebelum kalah dari PSG dengan agregat 1-3. PSG kemudian menjadi juara.</p>
<p>Dari enam wakil Inggris, hanya Liverpool, Chelsea, dan Manchester City yang pernah meraih trofi Liga Champions. Liverpool enam kali juara, Chelsea dua kali, dan Manchester City satu kali.</p>
<p>Lalu siapa yang paling berpeluang juara?</p>
<p>Opta, mesin statistik sepak bola, merilis prediksinya, bahwa Arsenal-lah yang berpeluang terbesar, dengan 27,4 persen. Menyusul kemudian Bayern Munich (14,3 persen), Liverpool (12,8 persen), Manchester City (10,8 persen), Barcelona (7,7 persen), dan Chelsea (6,8 persen). Real Madrid justru terlempar dari enam besar, berada di peringkat kesembilan dengan 2,8 persen, di bawah PSG (4,6 persen).</p>
<p>Sedangkan Newcastle United justru berada di atas PSG dan Madrid, dengan persentase peluang juara sebesar 4,7 persen.</p>
<p><strong>Tidak Mudah</strong><br />
Tentu pelatih Mikel Arteta menyadari, peluang untuk gagal di Liga Champions lebih besar ketimbang sukses. Dalam sejarah, Arsenal hanya satu kali menembus final Liga Champions yakni pada 2006, namun kalah 1-2 dari Barcelona dalam laga yang disebut-sebut sebagai “final ideal”.</p>
<p>Musim lalu, mereka melaju sampai ke semifinal. Dengan konfidensi tinggi karena sukses menundukkan Real Madrid di perempatfinal, Arsenal malah dikalahkan PSG yang akhirnya juara.</p>
<p>Mungkinkah Arteta bisa mengubah sejarah Arsenal dengan menjadi juara Liga Champions, dalam kesempatan terbaik musim ini?</p>
<p>Pencapaian terbaik Arsenal di pentas Eropa dicatat dalam ajang dengan level lebih rendah, yakni Piala Inter-Cities Fairs pada 1970, dan Piala Winners’Cup pada 1994 &#8212; gelar terakhir diakui oleh UEFA. Arsenal tampil di Piala Super Eropa 1994, dan kembali hadir di partai puncak Piala Winners’Cup tahun berikutnya.</p>
<p>Hampir tiap tahun, setidak-tidaknya selama empat musim terakhir, Arsenal selalu dijagokan untuk berbicara banyak di Liga Champions. Ketika tahun ini kembali difavoritkan, tentu beralasan karena mereka memiliki model tampilan impresif bukan hanya di Liga Primer, tetapi juga di ajang yang lain.</p>
<p>Wajar apabila para pengamat berpikir, “Inikah waktunya mereka berjaya?”</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/07/panggung-arsenal-inikah-waktunya">Panggung Arsenal, Inikah Waktunya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal dan Kerikil Terakhir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 10:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=546447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;// (Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026) BENARKAH Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam Derby London, pekan lalu? Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-546452 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026)</strong></p>
<p><strong>BENARKAH</strong> Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam <em>Derby</em> London, pekan lalu?</p>
<p>Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London tetap tak boleh abai dari pengalaman tiga musim terakhir: ketika optimisme meraih trofi berubah menjadi “kutukan” kegagalan yang belum juga terurai.</p>
<p>Kemenangan atas Spurs memang terasa memberi secercah harapan, setelah sebelumnya Mikhael Odegaard dkk hanya mampu mencatat hasil seri 1-1 melawan Brentford, dan 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Mentalitas tim besutan Mikel Arteta itu dibuktikan dengan ketenangan yang mengantar untuk mengalahkan Spurs.</p>
<p>Hanya, laga terakhir yang melegakan itu tidak bisa disebut sebagai kerikil utama yang mengganggu. Ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi oleh Mikel Arteta untuk benar-benar menuntaskan misinya.</p>
<p>Sejumlah pundit – misalnya Alan Shearer &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan kerapuhan mendekati tahap akhir. Para analis rupanya melihat dua hasil imbang yang dinilai sebagai “kegugupan” menghadapi laga-laga terakhir. Maka, pada satu sisi, kemenangan atas The Lilywhite bisa menjadi jawaban.</p>
<p>Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Musim 2023-2024, Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan di separuh musim.</p>
<p>Kini, fase rawan itu pasti bakal dihadapi dalam partai-partai berikutnya. Agar konsisten dengan fokus akhir, kerikil mentalitas merupakan kendala yang menjadi prioritas untuk disingkirkan. Konsisten menjaga fokus, konsisten tidak terganggu cedera pemain, konsisten tidak kehilangan poin, dan konsisten untuk tidak membuat kesalahan-kesalahan elementer dalam laga-laga terakhir.</p>
<p><strong>Ketat sampai Akhir</strong><br />
Fokus menatap gelar juara tampaknya kembali memantapkan Arsenal. Yakin dengan diri sendiri, tak tergantung hasil tim-tim lain. Pesaing utamanya, Manchester City, yang tertinggal lima poin, punya “tabungan” satu laga, dan ini akan memperketat suasana rivalitas hingga 10 pertandingan sisa.</p>
<p>Kondisi ini, tampaknya menjadikan laga-laga mendekati akhir musim bakal semakin ketat: betapa trofi liga diraih dengan tidak mudah. Dan, inilah yang akan memberi nilai lebih bagi skuad Arteta, andai mereka mampu menghadirkan sejarah dari penantian panjang sejak terakhir kali juara pada 2004. Di bawah Arsene Wenger, mereka tak terkalahkan sepanjang musim, atau yang dikienal sebagai “The Invincible”.</p>
<p>Di era Liga Primer, Arsenal punya catatan impresif tiga kali juara (1997-1998, 2001-2002, 2003-2004), dan 14 kali meraih trofi FA sebagai rekor di Inggris.</p>
<p>Realitas terkini, mereka sudah terlalu lama menunggu. Hingga selesainya era Arsene Wenger (1996-2018), belum satu trofi liga pun yang terbukukan, baik pada masa kepelatihan Unai Emery (2018-2019), maupun Freddie Ljungberg (2019) hingga Mikel Arteta sejak 2019.</p>
<p>Pada 2026 ini, mereka sudah kehilangan 11 poin dari delapan laga. Sebelum mengalahkan Tottenham Hotspur, dalam dua laga terakhir, dua kali bermain imbang.</p>
<p>Arsenal punya sisa 10 pertandingan, dan masih diunggulkan untuk menjadi juara. Laga yang bakal menjadi <em>big match</em> dan menentukan adalah ketika bertandang ke Etihad untuk menghadapi Manchester City, 18 April mendatang. Dalam pertemuan di Emirates, kedua tim bermain imbang 1-1.</p>
<p><strong>Pembuktian Arteta</strong><br />
Pembuktian kapasitas Mikel Arteta juga menjadi poin menarik tersendiri di balik jalan yang ditempuh The Gunners. Jika sukses meraih trofi, pelatih asal Spanyol itu akan menjajari nama-nama besar Pep Guardiola, Juergen Klopp, Arsene Wenger, atau Jose Mourinho.</p>
<p>Karakter bermain yang dia hadirkan telah memberi kesegaran lewat atraktivitas performa Arsenal dalam tiga musim terakhir. Gabriel Martinelli cs dia racik sebagai tim eksplosif yang bermain menyerang dan enak ditonton.</p>
<p>Dalam beberapa segi, Arteta tampak mengadopsi permainan ofensif ala mentornya, Pep Guardiola. Sebelum berlabuh di Emirates, dia memang pernah tiga tahun (2016-2019) mendampingi sang genius sebagai asisten di Manchester City.</p>
<p>Arteta juga dikenal sebagai pengagum Jose Mourinho. Dia pernah merasakan sentuhan Mou, yang waktu itu menjadi staf di Barcelona B pada 1999. Arteta masih menjadi pemain di Akademi La Masia. Dia mengenal Mou sejak usia 15 tahun, dan mengagumi kemampuan pria Portugal itu dalam membentuk budaya klub.</p>
<p>Pelatih kelahiran 26 Maret 1982 ini, sejak 2019 memoles Arsenal menjadi lebih impresif dengan menjaga keseimbangan lini pertahanan, gelandang, dan penyerang. Musim kini, keputusannya mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP mulai membuahkan hasil. Penyerang asal Swedia itu, yang semula lambat beradaptasi, kini menjadi salah satu sumber gol, termasuk ketika pekan lalu mengalahkan Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Popularitas</strong><br />
Populatitas Mikel Arteta, harus diakui juga terangkat oleh dinamika yang dihadapi Arsenal dalam tiga musim terakhir, dari tim yang dijagokan meraih gelar akhirnya malah gagal di saat-saat akhir.</p>
<p>Banyak yang mengkritik Arteta belum berhasil menanamkan mentalitas juara, namun realitas “konsistensi” Arsenal dalam persaingan juara pada sisi lain juga membuktikan bahwa dari kapasitas teknis Meriam London ini menjadi kekuatan elite Liga Primer. Yang belum melengkapi adalah kekuatan mental meraih trofi.</p>
<p>Jalan memang masih panjang bagi pelatih muda itu, namun sorotan yang pasti mengikuti adalah seperti apa hasil Arsenal musim ini: apakah bisa mematahkan “kutukan” selalu <em>runner up</em> selama tiga musim sebelumnya, atau bisa pecah telur sebagai pelatih yang sukses mempersembahkan trofi.</p>
<p>Apa kerikil terakhir yang harus dia singkirkan, Mikel Arteta pasti sudah memahami&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nyala Sepak Bola dalam Drama Manusia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/07/nyala-sepak-bola-dalam-drama-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Gabriel Magalhaes]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Maguire]]></category>
		<category><![CDATA[Jabat Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[penolakan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543328</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // &#8230; bukankah sepak bola/ adalah kehidupan/ tak sekadar bagian dari hidup/ bahkan dia adalah kehidupan itu sendiri// (Sajak “Drama Sepak Bola”, 2026) KETIKA bola yang ditanduk Anatoly Trubin mengoyak jala gawang Thibaut Courtois, Stadion Da Luz di Lisbon pun bagai menyala, gegap gempita menyambut keunggulan 4-2 Benfica atas tamunya, Real [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/07/nyala-sepak-bola-dalam-drama-manusia">Nyala Sepak Bola dalam Drama Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-543330 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// &#8230; bukankah sepak bola/ adalah kehidupan/ tak sekadar bagian dari hidup/ bahkan dia adalah kehidupan itu sendiri//</em><br />
<strong>(Sajak “Drama Sepak Bola”, 2026)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> bola yang ditanduk Anatoly Trubin mengoyak jala gawang Thibaut Courtois, Stadion Da Luz di Lisbon pun bagai menyala, gegap gempita menyambut keunggulan 4-2 Benfica atas tamunya, Real Madrid dalam partai menentukan Liga Champions.</p>
<p>Sungguh di luar perkiraan. Inilah drama tak terlupakan 29 Januari lalu. Kiper asal Ukraina itu mengikuti instruksi pelatih Jose Mourinho untuk naik membantu serangan pada detik-detik akhir pertarungan. Dengan memanfaatkan badan yang menjulang, 1,99 meter, lompatannya menyambut tendangan bebas Fredrik Aursnes memberi hasil maksimal.</p>
<p>Benfica lolos ke <em>play off,</em> sekaligus memaksa Madrid melewati proses yang sama, tidak bisa melaju langsung. Sepak bola dunia menilai momen di Estadio Da Luz itu sebagai buah kejelian taktik Mourinho, lalu memuji <em>timing</em> Trubin dalam drama luar biasa di pengujung laga.</p>
<p>Sebelumnya, pada 21 Januari, drama berbeda “dipentaskan” oleh Kylian Mbappe dan kawan-kawan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah. Dengan gestur membangkang, dia melarang rekan-rekannya untuk mengikuti perintah pelatih Xabi Alonso memberi penghormatan kepada Barcelona yang baru saja memenangi El Clasico final Piala Super Spanyol. Mbappe memprovokasi teman-temannya masuk ke ruang ganti.</p>
<p>Ada hubungannya atau tidak, tak lama kemudian Alonso diberhentikan oleh manajemen Madrid ketika kontraknya masih tersisa dua tahun. Terjadi dishamoni di ruang ganti antara Alonso dengan sejumlah pemain.</p>
<p>Drama berikutnya terpanggungkan di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat. Senegal membutuhkan sikap dan bujukan bintangnya, Sadio Mane untuk membatalkan pemogokan dalam final sarat emosi melawan tuan rumah Maroko. Para pemain Singa Teranga marah, merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit yang memberi penalti karena sebuah kemelut di depan gawang mereka. Pelatih Pape Thiaw menginstruksikan pemainnya untuk meninggalkan lapangan. Sekitar 15 menit pertandingan terhenti.</p>
<p>Drama pun terjadi. Pama pemain Senegal kembali ke lapangan, tetap bermain berkat persuasi Sadio Mane. Penalti “Panenka” Brahim Diaz gagal, dan final pun harus diakhiri dengan perpanjangan waktu. Senegal akhirnya menang 1-0.</p>
<p>Masih banyak drama lain. Yang patut pula dicatat adalah penolakan pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes menerima uluran jabat tangan Harry Maguire seusai laga Liga Primer yang dimenangi Manchester United 3-2 di Stadion Emirates. Entah apa pemicunya, rekaman video yang viral memperlihatkan gestur emosional Gabriel, dan wajah Maguire yang kebingungan. Adegan tersebut belakangan memicu reaksi netizen yang mengecam Gabriel.</p>
<p><strong>Kemasan Mediatika</strong><br />
Aneka drama dalam sepak bola muncul dan viral tak lepas dari sentuhan sajian media. Terjadi pembentukan realitas pada momen apa pun yang berdaya tarik, dengan narasi, gambar, fokus, dan kecenderungan arah pemberitaan dari sudut pandang medianya. Dalam hal demikian, media <em>mainstream</em> dan media sosial punya andil dan peran yang tak berbeda.</p>
<p>Tanpa campur tangan <em>framing</em> media, boleh jadi kejadian apa pun yang muncul dari lapangan bola atau sudut-sudut stadion akan berlalu sebagai hal yang rutin dan tidak penting. Daya tarik akan tergantung pada cara pengemasan dan sudut pandangnya. Maka lahirlah “realitas-realitas” drama dari berbagai sisi pertandingan sepak bola.</p>
<p>Kita bisa memberi bobot perhatian kepada momen gol Trubin ke gawang Real Madrid sebagai sesuatu yang “tidak biasa” dan istimewa, karena dia adalah seorang kiper. Ada beberapa kiper dengan reputasi sebagai pencetak gol, namun Trubin muncul mendunia pada saat krisis: ketika tim sekelas Madrid masih mempertaruhkan nasib dalam perburuan kelolosan di Liga Champions. Maka apa yang dilakukan punya makna eksepsional: gol di pengujung pertandingan dengan proses yang penuh kalkulasi, mungkin pula spekulasi.</p>
<p>Peristiwa Kylian Mbappe yang membangkang perintah pelatih dalam penyerahan trofi untuk pemenang Piala Super Spanyol menorehkan drama manusia dalam konflik ego yang terekspresi sebagai pilihan sikap. Di dalamnya termaktub luapan kekecewaan, kemarahan, dan kebencian karena pemenang final tersebut adalah sang lawan klasik, Barcelona. Drama di Jeddah itu juga melukiskan dinamika perselisihan manusia dari sisi hati dan rasa yang seharusnya berada dalam satu sistem manajemen. Semua bermuara pada satu kata: ketidakcocokan.</p>
<p>Semua yang tersaji sebagai bagian yang menyelip dalam kegembitaan sepak bola adalah realitas bahwa olahraga ini benar-benar seperti kehidupan dan pertaruhannya. Ada perjuangan, kenyataan, impian, keterpurukan, kebanggaan, kebahagiaan, kepedihan, sorak sorai, dan kesenyapan.</p>
<p>Rasa dan hati manusia terungkap dalam lipatan bab demi bab tentang sepak bola, dan bukankah itu adalah dinamika kehidupan? Insiden Senegal di final Piala Afrika, momen ketidakrespekan antara Gabriel Magalhaes dan Harry Maguire juga ada di wilayah itu. Mungkin pula momen-momen dramatik lainnya, yang makin menegaskan betapa sepak bola adalah refleksi dari kehidupan manusia itu sendiri.</p>
<p>Media membutuhkan sepak bola sebagai bagian dari keniscayaan menampilkan “faktor pembeda”. Sepak bola, sebaliknya, membutuhkan media sebagai kanvas yang akan menjadi medium penilaian tentang merah-hijau kehidupan, hitam-putih persoalan.</p>
<p>Sepanjang bola masih bergulir, dan stadion-stadion bertabur semarak sorak-sorai pemuja olahraga ini, drama manusia dan kehidupan pun akan terus bergerak. Bukankah ini adalah dinamika? Bukankah ini adalah juga magnetnya?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> &#8212;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/07/nyala-sepak-bola-dalam-drama-manusia">Nyala Sepak Bola dalam Drama Manusia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Konfiden]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Reds]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya// (Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025) KETIKA menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru. The Reds mulus meraih trofi Liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-510244 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-4.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak selalu/ cerita berjalan seperti rencana/ ada kelokan dan realitas/ yang mengubahnya/ kadang dengan ekstremitasnya//</em><br />
<strong>(Sajak “Slot dan Liverpool”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> menggantikan Juergen Klopp pada musim 2024-2025, Arne Slot terlihat sebagai sosok konfiden yang diberkahi kemudahan. Liverpool tak mengalami kesulitan beradaptasi dengan manajer baru.</p>
<p>The Reds mulus meraih trofi Liga Primer. Sementara para rival seperti Manchester City dan Manchester United terpuruk. Arsenal dan Chelsea lagi-lagi tak cukup tahan bersaing di klasemen atas untuk berebut juara.</p>
<p>Maka ketika Slot dan Liverpool memperkuat diri dengan sejumlah rekrutan mahal &#8212; seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak &#8212; mengawali musim 2025-2026, hampir semua orang berpikir klub kota pelabuhan itu bakal menjelma menjadi kekuatan tak terlawan. Terbayangkan, <em>superteam</em> Liverpool di tangan manajer sekualitas Arne Slot bakal makin <em>nggegirisi</em> di Liga Primer dan Liga Champions.</p>
<p>Nyatanya, pekan lalu Liga Primer mengetengahkan warna pilu. Liverpool melewati laga dengan catatan buruk seperti 60 tahun yang lalu. Pada 22 November di Stadion Anfield yang dikenal “angker”, sang juara bertahan dilibas Nottingham Forest 0-3.</p>
<p>Hasil itu mengulangi catatan buruk pada pekan sebelumnya di Etihad, ketika Mohamed Salah dkk takluk 0-3 di tangan tuan rumah Manchester City. Dan, pada 27 November kemarin, mereka melengkapi keterpurukan dengan kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven di Anfield, dalam <em>matchday</em> 5 Liga Champions.</p>
<p>Statistik mencatat, untuk kali pertama sejak 60 tahun terakhir, Liverpool kalah lebih dari 3 gol dalam dua laga beruntun di Liga Inggris. Terakhir kali The Reds mengalaminya pada April 1965 ketika diarsiteki manajer legendaris, Bill Shankly. Dalam status sebagai juara bertahan, Liverpool kalah 0-3 beruntun dari West Bromwich Albion dan Tottenham Hotspur.</p>
<p>Musim ini, Liverpool sudah sembilan kali kalah dari 12 pertandingan terakhir di semua ajang. Di Liga Inggris, mereka enam kali kalah dari 12 laga. Kekalahan dari Forest memerosotkan Liverpool ke posisi 11 klasemen sementara dengan 18 poin, di bawah Manchester United (18 poin) yang belum memainkan <em>matchday</em> ke-12. Kekalahan keenam dari 12 pertandingan di Liga Primer menempatkan mereka di posisi ke-11 klasemen dengan 18 poin. Ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh pertandingan terakhir di seluruh ajang. Kalau ditambah dengan hasil buruk melawan PSV, lengkap sudah kebabakbeluran Pasukan Anfield.</p>
<p>Kata pelatih Arne Slot, “Kami punya banyak pemain bagus. Menjadi tugas saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Untuk saat ini saya tidak bisa. Itulah mengapa saya bilang ini tanggung jawab saya,” ujar Slot seperti dikutip <em>BBC Sport</em> (<em>detik.com</em>, 23 November 2025).</p>
<p><strong>Tak Berjalan</strong><br />
Pernyataan Slot mengisyaratkan ada “kesenjangan” antara rencana (<em>game plan</em>) dengan yang tersaji di lapangan. Antara realitas Liverpool memiliki para pemain terbaik di posisinya, dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan skema Slot. Artinya, ada renana yang tak berjalan semestinya.</p>
<p>Apa yang dihadapi Arne Slot sebenarnya juga dialami oleh para taktikus lain. Apakah itu Ruben Amorim, Enzo Maresca, Mikael Arteta, juga Pep Guardiola. Maka kita menyaksikan liga-liga Eropa seperti panggung yang mengetengahkan adu rencana, adu taktik, dan adu kejeniusan, yang kemudian tersaji sebagai produk “sesuai rencana”, “mediokritas capaian”, atau “kegagalan”.</p>
<p>Lalu apakah Arne Slot bisa disebut gagal untuk menyatukan puzzle-puzzle potensi yang seharusnya menghasilkan kehebatan sebuah tim? Jangan buru-buru memvonis pelatih asal Belanda itu, karena jangan-jangan ini adalah hukum alam kompetisi dengan segala kalkulasi yang tak bia dihitung secara matematis.</p>
<p>Slot tidak mau banyak berdalih atas periode buruk ini. Baginya, ada satu hal yang menjadi biang. Yakni Liverpool “dihukum” oleh kegagalan mereka memaksimalkan banyak peluang yang didapat.</p>
<p>Dengan <em>ball possession</em> 75-25, lebih dari 30 menit di babak pertama Virgil van Dijk dkk menekan penuh Forest, namun peluang-peluang di awal yang didapat Alexis Mac Allister dan Milos Kerkez, tak tertuntaskan sebagai gol.</p>
<p>Dia mengakui, belum pernah melihat timnya menciptakan peluang sebanyak itu. Tentu sulit dipahami, di tengah banyak kesempatan, setiap kali diserang lawan, malah begitu mudah kebobolan. Artinya, selain tumpulnya lini penyerang, realitas kerapuhan lini pertahanan juga menjadi problem bagi The Reds dalam tiga laga terakhir.</p>
<p>Dinamika kompetisi memang menciptakan kondisi yang terkadang tidak dipahami oleh tim-tim besar. Semua persiapan skematika, kedalaman skuad, dan <em>game plan</em> sudah dimatangkan, namun tak jarang tim-tim medioker dan yang kurang masuk hitungan malah menciptakan hasil “yang tidak-tidak”.</p>
<p>Frasa “yang tidak-tidak” itu menggambarkan kondisi psikologis kompetisi yang tak jarang diwarnai oleh kejutan-kejutan. Dalam logika permainan, boleh jadi yang berlangsung adalah keberhasilan menerapkan<em> counter tactic</em>, sehingga tim-tim yang dipandang sebagai “anak bawang” bisa meredam permainan tim-tim yang lebih mapan.</p>
<p>Apakah Liverpool masuk dalam logika dinamika ini? Semakin rasa percaya diri hilang karena kekalahan demi kekalahan yang menyusul, bakal semakin terasa betapa sulit bangkit dari situasi semacam ini.</p>
<p>Para manajer seperti Arne Slot mungkin sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini, namun tampaknya dia membutuhkan cukup waktu untuk mencerna dan mengurai solusi. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield menjadi bagian dari gambaran betapa Slot dihadapkan pada situasi yang tidak mudah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/ketika-rencana-tak-berjalan-semestinya">Ketika Rencana Tak Berjalan Semestinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 10:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayer Leverkusen]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Florian Wirtz]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Viktor Gyokeres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=503367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // terbebanikah dia/ oleh banderol harga tinggi/ atau karena masalah adaptasi?/ liga yang berbeda/ atmosfer yang tak sama/ oo, dunia tak boleh kehilangan/ di mana pun dia berada/ ayo, tersenyumlah Florian Wirtz&#8230;// (Sajak “Beban Florian Wirtz”, 2025) SENYUM mulai menebar di wajah Florian Wirtz. Dua assist dia kontribusikan untuk gol-gol Cody [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum">Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-503375 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// terbebanikah dia/ oleh banderol harga tinggi/ atau karena masalah adaptasi?/ liga yang berbeda/ atmosfer yang tak sama/ oo, dunia tak boleh kehilangan/ di mana pun dia berada/ ayo, tersenyumlah Florian Wirtz&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Beban Florian Wirtz”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SENYUM</strong> mulai menebar di wajah Florian Wirtz. Dua <em>assist</em> dia kontribusikan untuk gol-gol Cody Gakpo dan Dominic Sloboszlai dalam kemenangan 5-1 Liverpool atas Eintracht Frankfurt dalam laga Liga Champions, Kamis dinihari lalu.</p>
<p>Setidak-tidaknya, ini menjadi jawaban setelah dia didiskusikan panjang-lebar oleh para pandit: mengapa “mejan” dalam sejumlah laga Liverpool. Dia bahkan sempat diberi julukan “agen 007”, sindiran menyedihkan bahwa dalam tujuh pertandingan dia masih nir gol dan nir <em>assist</em>.</p>
<p>Gelandang serang Liverpool yang didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan banderol Rp 2,5 triliun itu sempat memecahkan rekor Liga Primer, sebelum diperbarui oleh Alexender Isak dengan Rp 2,8 triliun ketika diboyong dari Newcastle United.</p>
<p>Publik Anfield diliputi harapan besar: bakal muncul cahaya baru yang berkilau dari penampilan Wirtz. Pemain 22 tahun itu diperkirakan bakal makin menyolidkan Liverpool dengan skema ideal yang nyaris tanpa celah.</p>
<p>Realitasnya, predikat 007 itu harus dia hadapi, dalam tujuh laga sejak berkostum The Reds, belum mengontribusikan apa pun. Performanya dianggap rata-rata. Apakah karena terbebani oleh harga transfer, atau tak cukup siap beradaptasi dengan Liga Primer yang menuntut fisik lebih keras, beda atmosfer dari Bundesliga?</p>
<p>Tujuh partai tanpa peran menonjol jelas memprihatinkan bagi Wirtz, salah satu bakat terbesar Jerman. Bersama talenta muda Jerman lainnya, Jamal Musiala, Florian Wirtz menyedot parhatian dunia. Jamal sedang dalam proses pemulihan cedera lantaran bertabrakan dengan kiper Paris St Germain (waktu itu) Gianluigi Donnarumma yang kini memperkuat Manchester City.</p>
<p>Pekan lalu, Wirtz tentu menambah beban psikologis bagi dirinya sendiri ketika diturunkan sebagai pengganti, bermain hanya 28 menit ketika menghadapi Manchester United. Tekanan yang bertambah berat, mengingat performa Liverpool yang sedang buruk hingga pekan kedelapan liga. The Reds kalah 1-2 di kandang sendiri.</p>
<p>Akhirnya, momen untuk menunjukkan siapa Wirtz sebenarnya diperlihatkan dalam laga melawan Eintracht Frankfurt. Di Stadion Deutsche Bank Park, dia tampil dengan penuh konfidensi, memberi dua umpan berujung gol kepada Gakpo dan Szoboszlai. Bahkan, dia berkesempatan mencetak gol pertamanya, andai Mohamed Salah tidak “egois”: mau memberinya umpan pada pengujung pertandingan.</p>
<p><strong>Melengkapi Puzzle</strong><br />
Di Liverpool, Wirtz diproyeksikan untuk melengkapi puzzle bintang yang disusun oleh sang arsitek, Arne Slot. Namun, sejauh ini, dalam amatan legenda Manchester United Wayne Rooney, pengidola Lionel Messi itu justru mengganggu keseimbangan tim (<em>detik.com</em>, 30 September 2025).</p>
<p>Rooney menilai Wirtz justru bagai duri dalam daging di skuad The Reds. “Ini sulit baginya. Saya rasa itu tidak dapat disangkal, dan dia akan mencari tahu sendiri untuk mencoba memperbaikinya,” kata Rooney dalam wawancara dengan <em>Sport Bible</em>.</p>
<p>Musim ini, Liverpool melengkapi lini depan yang benar-benar baru, dan tentu semua ingin bermain bagus. “Mereka bersaing untuk masuk ke tim, dan saya pikir Wirtz mungkin tidak bermain sebaik itu, tetapi dia memiliki banyak kemampuan”.</p>
<p>“Saya akan memilih (Hugo) Ekitike dan (Alexander) Isak. Saya pikir Wirtz justru merusak keseimbangan permainan Liverpool, tetapi dia pemain top, dan saya yakin dia akan semakin baik,” jelasnya.</p>
<p>Wirtz sempat memberi <em>assist</em> dalam laga Community Shield melawan Crystal Palace, ketika Liverpool kalah adu penalti 2-3. Dia belum mengontribusikan gol di liga, dan dikritik karena bermain terlalu dalam.</p>
<p>Legenda The Reds asal Jerman, Dietmar Hamann sebelumnya menyatakan, kualitas Wirtz tak perlu diragukan, tetapi masalah adaptasi menjadi kunci. “Dia belum nyetel. Jelas biaya transfer dia sangat besar, tetapi saya rasa dia adalah pemain luar biasa, pemain tangguh,” ujarnya kepada <em>Sports Mole</em> (<em>liputan6.com</em>, 11 September 2025).</p>
<p>Hamann mengingatkan agar Wirtz segera bangkit. “Saya sama sekali tidak ragu bahwa dia akan sukses di Inggris, tetapi dia harus matang dengan cepat. Permainan di sini berbeda. Di sini segalanya lebih cepat, lebih menuntut fisik, dan dalam empat performa sejauh ini, bisa dibilang dia hanya rata-rata,” tegasnya.</p>
<p>Situasi tentu semakin rumit bagi Wirtz dengan kembalinya beberapa pemain kunci Liverpool dari cedera. Persaingan di lini tengah dan lini depan kian ketat, membuat posisi Wirtz bisa saja terancam jika dia tidak segera menunjukkan kualitas terbaiknya.</p>
<p><strong>Pusat Harapan</strong><br />
Bersama Viktor Gyokeres (Arsenal), dan Alexander Isak, Florian Wirtz menjadi buruan utama dalam bursa transfer musim ini. Tentu banyak yang membayangkan, dia bakal menjadi pusat orkestrasi Liverpool, seperti yang dia perankan di Bayer Leverkusen. Bayern Muenchen kalah dari Liverpool dalam perburuan tanda tangan Wirtz.</p>
<p>Gyokeres sempat mengalami situasi yang sama seperti Wirtz, belum memperlihatkan kemenonjolan peran sebagai pembeda dalam permainan Arsenal, walaupun perlahan tapi pasti pemain asal Swedia itu mulai bangkit dalam laga Liga Champions melawan Atletico Madrid yang dimenangi Arsenal 4-0.</p>
<p>Sedangkan Isak, yang didatangkan dari Newcastle United juga dengan banderol tinggi, bahkan lebih tinggi dari Wirtz juga menghadapi kondisi serupa. Belum memperlihatan ketajaman seperti yang diharapkan klub dan fans.</p>
<p>Di klub lain, harapan juga dibuncahkan seperti itu. Manchester United menaruh asa besar kepada Benjamin Sesko untuk mempertajam lini depan bersama Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha. Bandingkan dengan klub Liga Seri A, Napoli yang tampaknya menemukan keberhasilan dalam menyusun puzzle. Kevin de Bruyne langsung memperlihatkan kualitasnya sebagai pemberi <em>assist</em>, dan Rasmus Hojlund dimanjakan oleh “layanannya”. Absennya Romelu Lukaku yang menepi karena cedera pun bisa tergantikan oleh kehadiran Hojlund yang “terbuang” dari Manchester United.</p>
<p>Keping puzzle yang pas juga dirasakan oleh Everton. Sang pelatih, David Moyes benar-benar menemukan berkah dengan kehadiran Jack Grealish yang dipinjam dari Manchester City. Grealish yang bagai terbuang dari The Citizens, kini menjadi sosok penting bagi Everton.</p>
<p>Lalu mengapa Florian Wirtz kesulitan nyetel dengan puzzle lain yang disusun oleh Arne Slot? Penilaian Wayne Rooney tidak salah: sejauh ini Wirtz masih mengganggu keseimbangan skema The The Reds. Analisis Dietmar Hammann juga tidak keliru, bahwa adaptasi Wirtz dengan karakter Liga Primer belum tuntas.</p>
<p>Menurut saya, terasa tergesa-gesa jika memvonis Viktor Gyokeres dan Florian Wirtz sebagai pembelian flop di Arsenal dan Liverpool. Akan ada saat Gyokeres sangat membantu Arsenal, dan Wirtz benar-benar menjadi pusat mesin bagi permainan Liverpool. Tetapi tentu adaptasi itu punya batas untuk disimpulkan sebagai sukses atau gagal.</p>
<p>Kasper Hjulmand, pelatih Bayer Leverkusen menilai, Florian Wirtz menghadapi ekspektasi tidak logis di Liverpool. Menurut dia, mustahil ada pemain yang langsung tokcer sejak hari pertama setelah pindah ke klub dan liga yang baru (<em>detik.com</em>, 15 Oktober-2025).</p>
<p>“Ayolah, dia kan baru datang di sana,” ucap pelatih asal Denmark itu kepada <em>Sport Bild</em>. “Percayalah, dia akan membuktikan diri kepada semua orang. Bahkan kepada para ahli di Inggris. Saya yakin”.</p>
<p>Hjulmand menilai, Florian adalah pemain dengan kualitas luar biasa. “Kita semua tahu seberapa cepat segalanya di dalam sepak bola. Kalau dia mencetak dua gol bagus di dalam dua pertandingan berikutnya, orang-orang akan bilang, ’Sekarang dia sudah datang’. Itu akan sama kelirunya dengan kritik baru-baru ini”.</p>
<p>Jadi, waktukah yang tampaknya akan memaparkan realitas? Setidak-tidaknya, wajah Florian Wirtz sudah mulai mengaurakan senyum konfidensi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/25/si-007-mulai-bisa-tersenyum">Si 007 Mulai Bisa Tersenyum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>