<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Amir Machmud NS, Author at SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/author/amir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Aug 2023 11:24:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Amir Machmud NS, Author at SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melirik “Paman Pemersatu Bangsa”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/15/melirik-paman-pemersatu-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2023 05:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Melirik]]></category>
		<category><![CDATA[Paman Pemersatu Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Pemersatu Bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=359744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SIAPA sejatinya Sang Pemersatu Bangsa? Anda boleh menjawab, dia Tante Ernie, dia Maria Vania, atau siapa pun yang diasosiasikan memiliki magnet untuk menyamaratakan daya gravitasi semua orang. Dia bisa menyatukan fokus tanpa memandang sekat primordi apa pun. Dan, elemen apa yang mampu menyatukan daya gravitasi Tante Pemersatu Bangsa, tak harus detail [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/15/melirik-paman-pemersatu-bangsa">Melirik “Paman Pemersatu Bangsa”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<figure id="attachment_359788" aria-describedby="caption-attachment-359788" style="width: 273px" class="wp-caption alignright"><img class=" wp-image-359788" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-12.53.05-300x400.jpeg" alt="" width="273" height="364" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-12.53.05-300x400.jpeg 300w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-12.53.05-113x150.jpeg 113w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-12.53.05.jpeg 511w" sizes="(max-width: 273px) 100vw, 273px" /><figcaption id="caption-attachment-359788" class="wp-caption-text">Amir Machmud NS</figcaption></figure>
<p><strong>SIAPA</strong> sejatinya Sang Pemersatu Bangsa?<br />
Anda boleh menjawab, dia Tante Ernie, dia Maria Vania, atau siapa pun yang diasosiasikan memiliki magnet untuk menyamaratakan daya gravitasi semua orang.</p>
<p>Dia bisa menyatukan fokus tanpa memandang sekat primordi apa pun. Dan, elemen apa yang mampu menyatukan daya gravitasi Tante Pemersatu Bangsa, tak harus detail dijelaskan pun semua sudah paham. Dia mengetengahkan sudut pandang kekuatan magnetik untuk semua orang.</p>
<p>Nah, apabila kita menganalogikan magnet Sang Tante dalam konteks pemilihan Presiden Februari mendatang, dari tiga nama calon, kira-kira siapa yang akan menjadi sang pemersatu? Dengan kategori apa pun: boleh sebagai “Kangmas Pemersatu”, “Om Pemersatu”, “Pakdhe Pemersatu”, atau bahkan “Kakek Pemersatu”?</p>
<p>Daya tarik ketiga capres itu tentu tidak seliar imajinasi kita tentang Tante Pemersatu, namun pilihan visi akan menjadi fokus penilaian: benar-benarkah dia menjadi kebutuhan pengikat keindonesiaan?</p>
<p>Spirit keindonesiaan berfondasi kebinekaan, dalam realitas keberagaman yang membentuk kesiapan untuk “berbeda dalam elok aneka rupa”. Artinya, itu termaknai sebagai “zero intoleransi”, “zero dominasi”, “zero sok kuasa”, dan “zero sikap menang-menangan”.</p>
<p>Dalam analisis mikro, hakikat status “Kangmas Pemersatu” atau “Pakdhe Pemersatu” akan dilihat dan dirasakan dari seperti apa narasi, gestur, sikap, dan implementasi langkah mereka.</p>
<p><strong>Kemasan Performa</strong></p>
<p>Intoleran, antipluralitas, proradikal dan posisi sikap-sikap sebaliknya menjadi bagian dari isu yang diapungkan menjelang dan di tengah proses-proses Pilpres. Stigmatisasi negatif dan positif itu dieksplorasi oleh sebagian kalangan sebagai upaya untuk memecah kategori calon sebagai konsiderans memilih: siapa kandidat yang berjiwa bineka, siapa pula yang berkebalikan dari itu.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/15/melirik-paman-pemersatu-bangsa">Melirik “Paman Pemersatu Bangsa”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memulihkan Marcus Rashford</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/29/memulihkan-marcus-rashford</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2022 07:57:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[amir machmud ns]]></category>
		<category><![CDATA[marcus rashford]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=228513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // ke mana dia, sang pendekar muda?/ yang seperti tiba-tiba hadir merebut dunia/ menerang terang Teater Impian/ kadang-kadang menggumuli kesenyapan/ bagai tak ada/ tiba-tiba ada/ akankah lagi-lagi tidak ada?// (Sajak “Marcus Rashford”, 2022) MARCUS Rashford telah kembali. Namun, sudah betul-betul kembalikah Marcus Rashford? Ya. Akankah penyerang Manchester United dan tim nasional [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/29/memulihkan-marcus-rashford">Memulihkan Marcus Rashford</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-220489 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// ke mana dia, sang pendekar muda?/ yang seperti tiba-tiba hadir merebut dunia/ menerang terang Teater Impian/ kadang-kadang menggumuli kesenyapan/ bagai tak ada/ tiba-tiba ada/ akankah lagi-lagi tidak ada?//</em></p>
<p>(Sajak “Marcus Rashford”, 2022)</p>
<p><strong>MARCUS</strong> Rashford telah kembali. Namun, sudah betul-betul kembalikah Marcus Rashford?</p>
<p>Ya. Akankah penyerang Manchester United dan tim nasional Inggris itu selalu melukiskan eksistensinya dalam “pernyataan dan pertanyaan” seperti di atas?</p>
<p>Diksi “pernyataan” dan “pertanyaan”, bukankah sejatinya adalah gambaran keraguan? Apakah karena persoalan bandul bioritme, cap mediokritas, atau mungkin semacam realitas kelabilan konfidensi?</p>
<p>Ketika pada 2017 diberi kepercayaan oleh Louis van Gaal bermain di tim utama dan menjawabnya dengan penuh pesona, MU pun bergegas menyambut: striker andalan telah hadir!</p>
<p>Dia mencetak dua gol dalam laga debut bersama tim utama melawan Midtjylland di Liga Europa pada 25 Februari 2016. Kertika itu dia berstatus sebagai pemain “susulan” karena Anthony Martial cedera. Ajaib, Rashford terpilih sebagai <em>man of the match</em>, sekaligus memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda MU di kompetisi Eropa, melewati sang legenda, George Best.</p>
<p>Keajaiban Rashford berlanjut tiga hari kemudian. Dia mencetak gol ke gawang Arsenal dalam pertandingan perdananya di Liga Primer. Hebatnya pula, dia terpilih sebagai pemain terbaik.</p>
<p>Dua keajaiban itu membuat fans MU tak ragu Rashford bakal menjelma sebagai Dwight Yorke baru, Andy Cole baru, Wayne Rooney baru. Bahkan dalam perkembangannya, tak kurang pelatih Ole Gunnar Solskjaer memuji eks pemain akademi itu berada dalam tataran Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Pelatih Tim Tiga Singa, Gareth Southgate pun memercayai bocah 18 tahun itu berjajar dengan Harry Kane dan Raheem Sterling di Piala Dunia 2018. Dua tahun sebelumnya, dalam usia 16, bocah kelahiran Manchester itu sudah dipercaya manajer Roy Hodgson masuk tim Euro 2016.</p>
<p>Kelebihan Rashford adalah sikap <em>cool,skill </em>yang<em> technichy</em>, dan salah satu yang dikenang adalah juga kemampuan melakukan tendangan putar dalam mencetak gol ala “ber-Turn Cruyff”. Posisi yang fleksibel sebagai striker murni dan beroperasi dengan sama baiknya sebagai pemain sayap membuat Rashford tampak fungsional. Namun tak kurang pula posisinya dalam tim mengundang “perdebatan” para pakar.</p>
<p>Apakah dia lebih pas sebagai penyerang tengah? Atau sebagai <em>false nine</em>? Rashford juga bagus dimainkan sebagai sayap kiri atau kanan. Pada era Solskjaer, dia lebih banyak dikembalikan sebagai striker murni. Dari 2016 hingga saat ini, dia telah mencetak 57 gol dalam 187 penampilan bersama MU. Bersama timnas, dia tampil 46 kali dengan kontribusi 12 gol.</p>
<p>Boleh dibilang, dia adalah produk terbaik Akademi MU pasca-Class of 1992. Rekannya, Anthony Martial menyebut Rashford sebagai pemain yang cerdas dan cepat.</p>
<p><strong>Inkonsisten</strong></p>
<p>Dalam perkembangan setelah performa yang memikat di Rusia 2018, Rashford belum sepenuhnya menjadi gantungan Setan Merah.</p>
<p>Kadang bagus, kadang tampak medioker. Dan, tampaknya Rashford menjadi bagian dari refleksi masalah MU yang belum juga menemukan identitas permainan setelah pensiun Alex Ferguson pada 2013.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan pelatih interim Ralf Rangnick sekarang, ketidakkonsitenan Rashford cenderung terlihat, dan baru memulih dalam dua laga terakhir melawan Brentford dan West Ham United.</p>
<p>Apakah gaya bermain menekan ala <em>gegenpressing</em> Rangnick membuat Rashford tidak nyaman?</p>
<p>Dia memang tampak “sensitif”. Sedikit ketidakcocokan, apalagi dengan “revolusi” seperti yang diusung Rangnick, bisa mempengaruhi performanya, tidak bisa bermain “lepas”.</p>
<p>Rashford sempat mengalami kemampatan gol dalam 11 laga di semua ajang pada pengujung kepelatihan Solskjaer dan saat Ralf Rangnick datang. Namun, pemain yang mengawali karier junior bersama Fletcher Moss Rangers pada 2003-2005 itu akhirnya menemukan kembali ketajamannya saat menjadi penyelamat MU. Dia membuat gol tunggal pada menit ke-90+3 ke gawang West Ham United.</p>
<p>Yang unik, bukan hanya sekali itu saja dia menjadi penyelamat Setan Merah. Dalam catatan Squawka, empat kali dia membukukan gol penentu pada <em>injury time</em>.</p>
<p>Pertama, pada 2016, dia mencetak gol tunggal pada menit ke 90+2 ke gawang Hull City. Kedua, pada 2018, golnya menit ke-90+2 mengantar kemenangan 2-1 MU atas Brighton. Ketiga, pada 2020 mencetak gol menit ke-90+3 ketika MU menundukkan Wolves 1-0.</p>
<p>Kini dia masuk dalam “klub penentu kemenangan pada menit akhir” bersama Ian Wright, Steven Gerrard, Papiss Cisse, Christian Benteke, dan Sadio Mane.</p>
<p>Tidaklah berlebihan Ralf Rangnick memuji, Rashford punya kualitas untuk menjadi pemain top. Ketika penyerang nomor 210 itu mengalami kemampatan gol, pelatih asal Jerman itu tetap bersabar. Dia yakin, Rashford hanya butuh satu gol untuk memulihkan kepercayaan dirinya, dan selanjutnya akan kembali ke produktivitasnya.</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/29/memulihkan-marcus-rashford">Memulihkan Marcus Rashford</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencerahan “Budaya Sepak Bola” ala Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/02/pencerahan-budaya-sepak-bola-ala-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2022 07:08:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=222314</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Oleh: Amir Machmud NS ANGIN perubahan yang dibawa oleh Shin Tae-yong bagi tim nasional sepak bola Indonesia terasa sebagai “something really” atau “sesuatu banget”. Kalau ukurannya trofi, tentu produk pelatih asal Korea Selatan itu masih di bawah raihan Alexandre “Mano” Polking yang mengantar Thailand membukukan trofi AFF ketujuh. Juga di bawah kompatriotnya, Pak Hung-seo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/02/pencerahan-budaya-sepak-bola-ala-shin-tae-yong">Pencerahan “Budaya Sepak Bola” ala Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<figure id="attachment_120577" aria-describedby="caption-attachment-120577" style="width: 268px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-120577" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/10/20jamir.jpg" alt="" width="268" height="250" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/10/20jamir.jpg 268w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/10/20jamir-150x140.jpg 150w" sizes="(max-width: 268px) 100vw, 268px" /><figcaption id="caption-attachment-120577" class="wp-caption-text">Amir Machmud NS</figcaption></figure>
<p><strong>ANGIN </strong>perubahan yang dibawa oleh Shin Tae-yong bagi tim nasional sepak bola Indonesia terasa sebagai <em>“something really”</em> atau “sesuatu banget”.</p>
<p>Kalau ukurannya trofi, tentu produk pelatih asal Korea Selatan itu masih di bawah raihan Alexandre “Mano” Polking yang mengantar Thailand membukukan trofi AFF ketujuh. Juga di bawah kompatriotnya, Pak Hung-seo yang telah memberi sejumlah gelar dan mentransformasi revolusi dalam sistem sepak bola Vietnam dalam lima tahun terakhir.</p>
<p>“Sesuatu” yang disuntikkan oleh <em>coach</em> STY, secara menonjol telah dipertontonkan dalam turnamen Piala AFF di Singapura, baru-baru ini.</p>
<p>Dalam fakta mikro, simaklah penampilan Asnawi Mangkualam dkk ketika menahan Vietnam tanpa gol, mengalahkan Malaysia 4-1, dan menundukkan Singapura 5-3 dalam dua <em>leg</em> semifinal.</p>
<p>Performa dari laga-laga itu menunjukkan kekuatan penerjemahan taktik-strategi, karakter, dan mentalitas sebagai sesuatu yang langka disaksikan dalam tampilan timnas sejauh ini.</p>
<p>Kita seperti menemukan wajah berbeda.  Dan, jawaban yang hakiki adalah realitas berlangsungnya proses transformasi karakter dan mentalitas.</p>
<p><strong>Harus Sistemik</strong></p>
<p>Tentulah fakta itu baru sebagian dari produk sentuhan STY. Pendekatan sistemik dari “revolusi” itu tidak akan cukup hanya diintensifikasi dalam pengelolaan timnas. Dibutuhkan sikap yang tersistem. Basis makronya tentu pengelolaan kompetisi, dengan subsistem-subsistem seperti standar latihan fisik, skema dan pola permainan, serta sikap profesional pemain.</p>
<p>Perubahan yang dibawa oleh STY harus terserap dalam sistem yang menjadi “cetak biru” Direktur Teknik. Walaupun dia tidak dikontrak dalam kapasitas itu, namun siapa pun direktur teknik di PSSI harus masuk dalam perubahan <em>mindset</em> sistem yang dibangun.</p>
<p>Sisi mikro yang menjadi basis pembinaan pemain adalah disiplin dalam standar pola makan. Yang bergaung sejauh ini, STY melarang secara ketat makanan gorengan. Jenis makanan ini umumnya menjadi kebiasaan camilan sehari-hari masyarakat kita. Diyakini, banyak atlet yang masih mengonsumsinya.</p>
<p>Kosa kata “jajan gorengan” menjadi populer di timnas, karena STY merilisnya sebagai jenis makanan terlarang bagi pemain.</p>
<p>Pengaturan asupan makanan itu terkait dengan disiplin pembentukan kualitas fisik pemain. Taktik apa pun, terutama yang beraksen permainan <em>pressing</em>, jelas membutuhkan kesiapan fisik prima.</p>
<p><strong>“Gegar Budaya”</strong></p>
<p>Sebelum STY, dalam sejarah timnas, siapa pelatih yang mampu menciptakan “gegar budaya” serupa?</p>
<p>Yang paling menonjol tentulah Anatoly Polosin, pelatih asal Rusia yang bersama Vladimir Urin mempersembahkan medali emas SEA Games Manila 1991.</p>
<p>Latihan fisik spartan membuat banyak pemain top tidak tahan dan hengkang dari Pelatnas. Misalnya ketika itu, Ansyari Lubis, Fakhri Husaini, dan Imron As&#8217;ad.</p>
<p>Ketika meliput Pra-Piala Dunia di Qatar pada 1993, saya sempat berbincang dengan Toyo Haryono, <em>stopper</em> Tim Garuda yang meraih emas di Manila. Dia mengakui, pembentukan ketahanan fisik yang “kejam” ala Polosin memberi manfaat untuk konsistensi bertarung selama 90 menit, bahkan tetap bugar hingga babak tambahan waktu. Kondisi itu belum pernah dia rasakan dalam pola latihan timnas sebelumnya.</p>
<p>Hasilnya terbukti, Farrel Raymond Hattu dkk menyelesaikan semifinal dan final berturut-turut lewat adu penalti dengan mengalahkan Singapura dan Thailand.</p>
<p>Kisah “kekejaman” Polosin menciptakan “keguncangan” positif. Selanjutnya, ketika pelatih lain menyuksesi kepemimpinan timnas, <em>mindset</em> spartanitas latihan fisik seperti itu tidak berlanjut.</p>
<p>Ivan Toplak, yang menangani timnas Pra-Piala Dunia 1993 dan SEAG Singapura 1993, merangkap sebagai direktur teknik. Dalam visi pelatih asal Slovania itu, manajemen teknis timnas seharusnya tinggal berpikir meracik teknis: taktik-strategi, tidak diribetkan urusan-urusan pembentukan fisik.</p>
<p>Pesan penting dari Toplak, harus ada standardisasi pola pelatihan fisik dan totalitas pendukung sistem di klub-klub liga kita. Realitasnya, visi ini masih sangat sulit diimplementasikan.</p>
<p>Di bawah Toplak, Robby Darwis dkk gagal total di Pra-Piala Dunia 1993 dan SEAG. Dan, tahun itu menandai awal dari persaingan sulit melawan Vietnam yang baru mencoba bangkit dalam sepak bola Asia Tenggara.</p>
<p><strong>Pelatih Asing</strong></p>
<p>Dalam sejarah timnas, tercatat sejumlah nama pelatih asing, dari sejak 1950-an hingga sekarang.</p>
<p>Di antara mereka tercatat Choo Seng Quee dari Singapura, Toni Pogacnik (Yugoslavia), Wiel Coerver (Belanda), Yusuf Balik (Turki), Joseph Masopust (Cekoslovakia), Frans van Balkom (Belanda), Marek Janota (Polandia), Bernd Fischer, Bernard Schumm (Jerman), Joao Barbatana (Beazil), Romano Matte (Italia), Henk Wullem (Belanda), Peter White (Inggris), Ivan Toplak (Bulgaria), Henk Wullem (Belanda), Ivan Venkov Kolev (Bulgaria), Alfred Riedle (Austria), Wiem Risjbergen (Belanda), Luis Manuel Blanco (Argentina), Jacksen F Tiago (Brazil), Pieter Huistra (Belanda), Luis Milla (Spanyol), Simon McMenemy (Skotlandia), dan sekarang Shin Tae-yong.</p>
<p><strong>Coerver Method</strong></p>
<p>Tony Pogaknic yang mencatat “prestasi” fenomenal menahan imbang 0-0 Uni Soviet di Olimpiade Melbourne, meninggalkan jejak prestasi cukup mentereng. Pada 1954 dia membawa timnas menduduki peringkat keempat Asian Games, dan meraih medali perunggu empat tahun kemudian.</p>
<p>Selanjutnya, Wiel Coerver termasuk yang menonjol. Pelatih yang pernah berjaya bersama Feyenoord ini menekankan pentingnya sikap dan karakter pemain lewat Coerver Method yang terkenal di era sepak bola moderen. Sejumlah pemain berkembang di bawah arahannya, antara lain Suhatman Iman, Lukman Santoso, Junaidi Abdillah, Johanes Auri, dan Hadi Ismanto.</p>
<p>Coerver memberi sejarah fenomenal Iswadi Idris dkk yang hampir lolos ke Olimpiade Montreal, hanya kalah adu penalti melawan Korea Utara pada 1975. Lalu ketika kembali ke Indonesia pada 1979, dia memimpin tim meraih perak SEAG.</p>
<p>Kolev dan Riedle sempat pula memberi warna dalam karakter bermain. Sedangkan Luis Milla diakui mampu mentransformasikan gaya sesuai dengan karakter keindonesiaan, memaksimalkan umpan-umpan pendek cepat ala <em>tiki-taka</em> Spanyol.</p>
<p>Karya Milla terlihat dalam tim Asian Games 2018, walaupun hanya sampai perdelapanfinal. Dia mampu membentuk identitas tim lewat pilar-pilar seperti Hansamu Yama, Ivan Dimas, Stefano Lilipally, Septian David Maulana, Ricky Fajrin, dan Febri Hariyadi.</p>
<p>Kontraknya terhenti karena tidak ada titik temu dalam negosiasi. PSSI memilih mendatangkan STY yang bereferensi membawa Korea ke Piala Dunia 2018, antara lain mencatat kejutan besar mengalahkan Jerman 2-0 di babak grup.</p>
<p>Setelah era Luis Milla yang mampu menghadirkan dimensi identitas keindahan bermain, kini STY sukses mentransformasi disiplin, yakni kesiapan fisik lewat latihan yang “kejam”, dan manajemen konsumsi makanan. Konfidensi pemain juga digarap melalui aksen karakter dan mentalitas.</p>
<p>Di luar para pelatih mancanegara, dari sisi hasil, pelatih domestik yang tercatat paling sukses adalah Endang Witarsa. Dia mempersembahkan trofi Kings Cup 1968, Aga Khan Cup 1969, dan Anniversary Cup 1972. Berikutnya adalah Berce Matulapelwa yang mengontribusikan medali emas pertama SEA Games di Jakarta 1987, juara Piala Kemerdekaan, dan semifinal Asian Games 1986. Sebelumnya, pada 1985 Sinyo Aliandoe sukses membentuk identitas permainan Herry Kiswanto dkk yang menjuarai Subgrup IIIB Pra-Piala Dunia Zone Asia Timur.</p>
<p>Para pelatih yang lain boleh jadi juga mentransformasikan sikap serupa, tetapi dalam hal “gegar budaya”, tampaknya muncul <em>passion</em> baru yang ditiupkan oleh karakter kepelatihan Shin Tae-yong.</p>
<p>Saya melihat perkembangan ini sebagai “pencerahan” tentang pentingnya kekuatan sikap dalam membangun sepak bola kita.</p>
<p>“Budaya sepak bola” yang diusung oleh Si Rubah yang cerdik itu telah dirasakan memberi aura positif. Dan, itu menjadi “sesuatu banget” untuk timnas kita&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan dan kolumnis sepak bola, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/02/pencerahan-budaya-sepak-bola-ala-shin-tae-yong">Pencerahan “Budaya Sepak Bola” ala Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Messi, Makhluk Manis dalam Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/04/messi-makhluk-manis-dalam-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 07:18:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[heading bola]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Messi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=215386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapa yang mampu menjajari?/ dia makhluk langka/ penguasa jagat yang lahir untuk dunianya/ apa yang tidak dia dapat untuk dilipat?/ apa yang tidak dia lipat untuk didapat?/ dia ada dengan kegembiraan/ dia bergembira untuk ada// (Sajak “Sepak Bola Gembira Leo Messi”, 2021) TAHUKAH Anda, Lionel Andres Messi menegaskan dia berbeda [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/04/messi-makhluk-manis-dalam-bola">Messi, Makhluk Manis dalam Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-209074 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// siapa yang mampu menjajari?/ dia makhluk langka/ penguasa jagat yang lahir untuk dunianya/ apa yang tidak dia dapat untuk dilipat?/ apa yang tidak dia lipat untuk didapat?/ dia ada dengan kegembiraan/ dia bergembira untuk ada// </em>(Sajak “Sepak Bola Gembira Leo Messi”, 2021)</p>
<p><strong>TAHUKAH</strong> Anda, Lionel Andres Messi menegaskan dia berbeda lantaran ruap kegembiraannya?</p>
<p>Aura seperti apakah yang mengantarnya meraih penghargaan sebagai manusia utama sepak bola, menggenapi jumlah yang praktis sulit disamai oleh pemain mana pun?</p>
<p>Ketika megabintang Argentina yang kini bermain untuk Paris St Germain itu diumumkan sebagai peraih Ballon d’Or 2021, lengkaplah tujuh kali dia membendaharakan trofi Pemain Terbaik Dunia itu pada 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, dan 2021.</p>
<p>Ya, siapa bintang yang berpeluang menjajari? Paling dekat, Cristiano Ronaldo pun baru mengoleksi lima trofi, dan dalam usia yang sudah masuk ke angka 37, rasanya CR7 tidak mungkin lagi mendekat. Para peraih trofi jauh pada tahun-tahun sebelumnya, paling banyak tiga kali membukukan, yakni Johan Cruyff, Michael Platini, dan Marco van Basten.</p>
<p>Neymar Junior dan Kylian Mbappe yang digadang-gadang menjadi penerus Messi dan Ronaldo, hingga sekarang belum satu kali pun mendapatkan. Artinya, andai meraih pun, logikanya tak cukup lagi waktu untuk mengoleksi sebanyak yang Messi miliki.</p>
<p>Inikah indikator bahwa Leo Messi telah menahbiskan diri sebagai pemain terbesar sepanjang sejarah?</p>
<p>Ballon d’Or ketujuh ini dinuansai kontroversi. Sejumlah tokoh menyebut Robert Lewandowski atau Jorginho lebih layak mendapatkan. Namun sukses Messi memimpin Argentina meraih Copa America dan mengkontribusikan Copa del Rey untuk Barcelona adalah fakta kuantitatif yang tak bisa ditampik, di samping realitas kualitatif eksepsionalitas <em>skill</em>-nya yang memang “lain”.</p>
<p><strong>Hanya Piala Dunia</strong></p>
<p>Faktanya, hanya raihan Piala Dunia yang membedakan Messi dari Pele, Diego Maradona, Zinedine Zidane, atau Ronaldo Luis Nazario.</p>
<p>Semua piala dan penghargaan sudah dirasai bersama Barcelona dan tim nasional Argentina, kecuali Piala Dunia. Dan itulah yang terus dijadikan alasan para pemuja Maradona dan Pele untuk mereduksi pencapaian La Pulga.</p>
<p>Kapasitas teknis Messi yang seeksepsional apa pun, sering dihadapkan dengan realitas kompetensi kepemimpinannya. Acap muncul kritik: Messi bukan seorang kapten yang berwibawa, baik di klub maupun tim nasional.</p>
<p>Namun, tak secara objektifkah dilihat aspek lain tentang keunikan personalitas seorang manusia sepak bola, yang melekat sebagai kekuatan Leo Messi?</p>
<p>Dia bagai dilahirkan dengan semua elemen pembeda. Kenaturalan <em>skill</em>-nya berbeda dari, misalnya Ronaldo yang merupakan produk disiplin latihan spartan.</p>
<p>Simaklah kesimpulan legenda Manchester United, Eric “King” Cantona, suatu ketika. Keistimewaan Lionel Messi, katanya, adalah naluri untuk bermain-main. “Biarkan bersenang-senang, justru karena itu dia akan total mengeksplorasi kehebatannya&#8230;”</p>
<p>Itulah luapan kegembiraan bersepak bola, sumber energi Leo Messi. Psikologi performa yang lebih didorong oleh ungkapan gembira, ekspresi alamiah seorang anak untuk bersenang-senang dengan bola di padang permainan.</p>
<p>Sumber energi itu, pada gilirannya mengantar untuk memberi pembeda yang tak terbaca. Dan, bukankah Messi pun berkembang seperti sekarang?</p>
<p>Maka para pembaca menyimak seperti apa kehebatan gocekan dribelnya, <em>passing</em> visionernya, penempatan posisi, seni penalti Panenka-nya, hingga keterukuran tendangan bebasnya.</p>
<p>Karena berkaki kidal, dia pernah dikritik tak mampu mencetak gol dengan kaki kanan. Pun tak punya kualitas <em>heading</em> yang baik. Pele pernah menyinyiri “kekurangan” ini. Namun nyatanya, gol dengan kaki kanan dan sundulan kepala juga dibendaharakan oleh Sang Messias, bahkan menjadi penentu pada saat-saat kritis. Dan, terjawab tuntaslah sinisme Pele.</p>
<p>Tak perlu lagi memperkuat fakta bahwa Leo Messi merupakan pemain terbaik dunia sepanjang masa. Rasanya semua sudah cukup. Mungkin memang, yang moderat adalah berhipotesis bahwa dia salah satu di antara puncak para bintang dengan kelebihan masing-masing. Dan, Ballon d’Or 2021 ini, meskipun di sejumlah titik respons menimbulkan reaksi, tetap saja menegaskan Messi memang berbeda.</p>
<p>Pada sisi personalitas, dia juga bukan sosok bintang yang biasa menyulut kontroversi. Dia adalah “good boy” untuk olahraga ini.</p>
<p>Seperti judul film serial Lupus karya Hilman Hariwijaya yang disutradarai Achiel Nasroen pada 1987, <em>Makhluk Manis dalam Bis</em>, katakanlah Lionel Messi adalah “makhluk manis dalam bola”&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/04/messi-makhluk-manis-dalam-bola">Messi, Makhluk Manis dalam Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU, Liverpool, dan “Psikologi Pedang” Panji Tengkorak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/11/13/mu-liverpool-dan-psikologi-pedang-panji-tengkorak</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/11/13/mu-liverpool-dan-psikologi-pedang-panji-tengkorak#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2021 10:38:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=210555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapakah si nomor satu?/ medan perburuan tak henti mempertanyakan/ siapakah yang paling indah?/ estetika tak surut mempersoalkan/ siapakah yang merebut juara?/ o, hanya kematian dan kematian yang memastikan&#8230;// (Sajak “Psikologi Pedang Sepak Bola”, 2021) “DALAM ilmu surat (sastra), tidak ada jago nomor satu. Dalam ilmu silat, hanya ada jago nomor [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/13/mu-liverpool-dan-psikologi-pedang-panji-tengkorak">MU, Liverpool, dan “Psikologi Pedang” Panji Tengkorak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-206050 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// siapakah si nomor satu?/ medan perburuan tak henti mempertanyakan/ siapakah yang paling indah?/ estetika tak surut mempersoalkan/ siapakah yang merebut juara?/ o, hanya kematian dan kematian yang memastikan&#8230;//</em> (Sajak “Psikologi Pedang Sepak Bola”, 2021)</p>
<p><strong>“DALAM</strong> ilmu surat (sastra), tidak ada jago nomor satu. Dalam ilmu silat, hanya ada jago nomor satu (karena yang nomor dua sudah menjadi mayat)”.</p>
<p>Tak bosan-bosan saya menyitir “tesis” Hans Jaladara pada 1970-an ini. Prinsip yang sangat “hutan belantara” itu dapat Anda simak mengawali komik legendaris yang romantis dan epik, <em>Panji Tengkorak</em>.</p>
<p>Siapakah sang jagoan, siapa si pendekar utama?</p>
<p>Pertanyaan itu menggema hampir dalam semua lembar komik silat, bukan hanya serial Panji Tengkorak. Dia ada di serial <em>Pendekar Lembah Hijau</em>, seri <em>Manggala</em>, serial <em>Guriang</em>, <em>Si Buta dari Goa Hantu</em>, pun ada dalam logi panjang <em>Si Mata Siwa</em>.</p>
<p>Dan, dalam sepak bola, Anda mungkin bisa mengadopsinya sebagai “psikologi pedang” perjalanan kompetisi Liverpool dan Manchester United di Liga Primer.</p>
<p>Ilmu surat-kah yang mereka mainkan? Atau peta jalan ilmu silat yang ditempuh?</p>
<p>Jika Anda melacak rute kepelatihan Pep Guardiola yang masih tekun bersama Manchester City, boleh jadi ilmu suratlah yang dia tuangkan sebagai ideologi sepak bola. Sedangkan Juergen Klopp dan Ole Gunnar Solskjaer, dari sisi ini, tampaknya lebih memilih aliran pedang yang hanya mau mengenal eksistensi kependekaran. Hanya satu yang berhak survive, lainnya harus “out”.</p>
<p>Tiga pekan silam, Liverpool menghancurkan MU 5-0 di Theatre of Dream. Sepekan setelahnya, giliran The Citizens yang menghumbalangkan Setan Merah 2-0. Dan, di tengah kisah keperkasaannya, pekan lalu Liverpool tak ungkulan melawan West Ham United dengan kekalahan 2-3.</p>
<p>Di mata para pelaku sepak bola profesional, kekalahan tak sekadar dicerna sebagai konsekuensi “ilmu surat”, walaupun sejatinya realitas relatif seperti itulah yang berlangsung di antara kalah, menang, atau seri. Manajemen klub dan fans acapkali hanya mau memahami dari psikologi “ilmu silat”, seolah-olah menampik keberadaan klub lain di atmosfernya. Langit kompetisi hanya milik mereka sendiri.</p>
<p>Psikologi itu mereka transformasikan sebagai sikap: aib manakala MU kalah, Liverpool pantang tersuruk, atau Manchester City hanya boleh menang dan menang.</p>
<p>Kita menangkap betapa kecompangcampingan jiwa sangat terasa dari sebuah kekalahan “yang tidak-tidak”. Kehancuran MU dari amukan Liverpool, misalnya. Atau ketidakberdayaan dalam “Derby Manchester” yang berkonsekuensi pada urusan martabat dalam persaingan tim sekota. Kekalahan The Reds dari The Hammers juga bisa dinilai “tidak sepatutnya” mengingat kesenjangan reputasi antarkedua klub.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>“Psikologi Pedang”</strong></p>
<p>Rasakanlah “psikologi pedang” yang mengusik klub-klub tersebut, meskipun seharusnya kita <em>legawa</em> mendekati sebagai risiko biasa dari sebuah perjalanan kompetisi, yang antara lain bergantung pada manajemen bioritme dan konsistensi.</p>
<p>Realitasnya, industri kompetisi dalam liga-liga memang sulit bertoleransi terhadap moderasi relativitas ala “jalan surat”. Mereka hanya (mau) mengenal kemenangan sebagai ekspresi survivalitas. Artinya, eksistensi klub lain harus “tidak ada”. Kalapun ada, maka harus dilumpuhkan.</p>
<p>Kini rivalitas segitiga antara Liverpool, City, dan MU makin bereskalasi antara lain dengan pendekatan-pendekatan filosofis yang membentuk karakter. Dari sisi ini, Pasukan Theatre of Dream sedikit tertinggal. Mereka belum juga berhasil menemukan “identitas” seperti yang sekarang dimiliki Liverpool dan Manchester Biru.</p>
<p>Liverpool lekat dengan <em>gegenpressing</em>. Karakter ini telah identik dengan performa mereka. City rancak memainkan orkestrasi doktrinal Pep Guardiola, yang walaupun belum menyamai kehebatan <em>tiki-taka</em> Barcelona pada masa jayanya, namun mengekspresikan “ideologi” sepak bola ofensif nan indah pelatih asal Spanyol tersebut.</p>
<p>Ole Gunnar Solskjaer masih berkutat pada keribetan menjaga stabilitas permainan, belum mampu membentuk “identitas MU”, padahal dia sudah berlimpah materi pemain yang seharusnya layak bersaing memperebutkan trofi.</p>
<p>“Ole out” adalah koor konsekuensi kekecewaan fans, juga manajemen klub. Pria asal Norwegia berjejuluk The Baby Face Assasssin itu, dalam sejumlah momen gelombang turun penampilan MU memang masih saja dipercaya, namun apakah tren yang bertiup sekarang mampu menyelamatkannya dari pemecatan?</p>
<p>Rekannya sesama legenda, Rio Ferdinand menyuarakan desakan agar Solskjaer mengundurkan diri pada saat sekarang ketimbang didepak. Dari logika “menunggu perbaikan”, tentu terasa spekulatif mengharapkan bakal ada perubahan performa yang ekstrem apabila MU tetap di tangan Solskjaer.</p>
<p>Dalam logika yang sama, apakah perubahan kepelatihan bakal menjamin &#8212; entah ke tangan siapa pun &#8212; kebangkitan MU? Atau itu adalah titik picu manajemen untuk menjawab kebuntuan MU era Solskjaer?</p>
<p>Inilah bedanya dari Juergen Klopp atau Pep Guardiola yang sudah teruji menghadapi naik-turun penampilan timnya. Kekalahan Liverpool dari West Ham tidak bisa disimpulkan sebagai “kemunduran performa”, pun kekalahan Manchester City dari Crystal Palace beberapa pekan lalu.</p>
<p>Klopp dan Pep adalah representasi pelatih dengan “ilmu surat” dalam relativitas perebutan estetika produk, sedangkan Solskjaer benar-benar terkubang di “ilmu silat”. Untuk sementara, dia harus berkutat memenuhi tuntutan kemenangan dan kemenangan. Hanya kematian demi kematian lawanlah yang bakal menyelamatkannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id dan kolumnis sepak bola.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/13/mu-liverpool-dan-psikologi-pedang-panji-tengkorak">MU, Liverpool, dan “Psikologi Pedang” Panji Tengkorak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/11/13/mu-liverpool-dan-psikologi-pedang-panji-tengkorak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2264</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mo Salah, Selalu tentang Kisah Indah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/09/mo-salah-selalu-tentang-kisah-indah</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/09/mo-salah-selalu-tentang-kisah-indah#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2021 10:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=203352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia menari-nari/ dan akan terus menari/ dia ada/ dan akan terus ada/ riuh rendah langit Anfield/ luluh lantak nyali lawan/ dia bergembira/ dan terus bergembira/ dalam senyum dan rendah hati// (Sajak “Istikamah Mohamed Salah”, 2021) MOHAMED Salah tak pernah berhenti membuat kisah indah. Silih bersambung merekah langkah. Dari gol ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/09/mo-salah-selalu-tentang-kisah-indah">Mo Salah, Selalu tentang Kisah Indah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-198468 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// dia menari-nari/ dan akan terus menari/ dia ada/ dan akan terus ada/ riuh rendah langit Anfield/ luluh lantak nyali lawan/ dia bergembira/ dan terus bergembira/ dalam senyum dan rendah hati//</em></p>
<p>(Sajak “Istikamah Mohamed Salah”, 2021)</p>
<p><strong>MOHAMED</strong> Salah tak pernah berhenti membuat kisah indah. Silih bersambung merekah langkah. Dari gol ke gol, <em>assist</em> ke <em>assist</em>, dan dari dribel ajaib ke dribel ajaib; dengan konsistensi yang tak sembarang pemain bisa menyamai.</p>
<p>Tanpa ragu, legenda Liverpool yang kini menjadi pandit sepak bola, Jamie Carragher memuji Salah sebagai pemain terbaik dunia saat ini. Carra merujuk pada aksi The Pharaoh saat mencetak gol kedua Liverpool ke gawang Manchester City dalam <em>big match</em> Liga Primer di Anfield, akhir pekan kemarin.</p>
<p>Dalam wawancara dengan <em>Sky Sports</em>, Carra menyatakan, tidak ada pemain lain di dunia saat ini yang lebih baik dari Salah. “Dia salah satu pemain terhebat yang pernah memperkuat Liverpool,” katanya.</p>
<p>Itulah gol megah dari seorang pemain besar. Mo Salah mengelabuhi Joao Cancelo, Bernardo Silva, Phil Foden, lalu Aymeric Laporte sebelum menaklukkan kiper Ederson Moraes.</p>
<p>Karya Salah itu disetarakan dengan keagungan gol Lionel Messi dalam laga Liga Champions 2014 ketika Barcelona mengalahkan Bayern Muenchen.</p>
<p>Gol-gol eksepsional yang selama ini dia cipta mengukuhkannya sebagai pemain yang komplet. Licin dalam dribel, kreatif dalam visi, cepat dalam lari mengiris sayap, dan kuat dalam eksekusi dari arah mana pun. Dia cepat menemukan solusi menembus tingkat kesulitan dari sekuat apa pun pertahahan lawan.</p>
<p>Pada awal kariernya di liga Eropa bersama FC Basel, dia mendapat julukan “Messi dari Mesir”. Dan, berbeda dari sejumlah “titisan” Messi lainnya yang kemudian “tak terdengar”, Salah terus bertahan dan mencipta panggungnya sendiri.</p>
<p><strong>Kolaborasi Afrika</strong></p>
<p>Malam itu, di tengah gegap gempita Stadion Anfield, Mohamed Salah unjuk kedigdayaan dengan <em>assist</em> dan gol yang sema-sama berkelas. Selain mengkreasi proses gol yang hebat itu, dia mengirim umpan luar biasa, menegaskan bukan sebagai penyerang yang pernah dituding egois.</p>
<p>Kali ini, yang dia layani justru adalah Sadio Mane. Tandem asal Senegal itu beberapa kali ngambek karena merasa Salah tidak mau berbagi gol pada saat punya kesempatan mengumpan. Momen pelukan dua pemain asal Afrika itu menjadi “antitesis” yang mementahkan tudingan Salah dan Mane memendam masalah.</p>
<p>Dan, sebenarnya tak sekali dua Salah melayani rekannya untuk membuat gol. Di awal musim ini saja, selain sembilan gol yang dibukukan di semua ajang, dia telah mengkreasi tiga <em>assist</em>. Yang istimewa, Salah tetap seproduktif musim demi musim sejak 2017 dalam konsistensi yang terjaga.</p>
<p>Aksi-aksi seperti yang mengundang decak kagum James Carragher juga sering dia peragakan. Hanya, gol yang membobol gawang Ederson memang istimewa. Dia meliuk-liuk dan mengeksekusi bola dengan gerakan tak terhentikan. Aksi hebat itu dia torehkan justru ketika Liga Primer diramaikan oleh kehadiran kembali Cristiano Ronaldo, dan Ligue 1 dihebohkan oleh hijrah Lionel Messi.</p>
<p>Di tengah dinamika itu, justru Mo Salah yang menciptakan momen tak terlupakan.</p>
<p>Konsistensi itulah yang membuat pelatih Juergen Klopp selalu memercayainya; tak terpengaruh terhadap semua opini yang sempat meragukan Mo Salah. Bahkan Jamie Carragher juga pernah mengkritik Salah sebagai striker yang egois dan hanya bernafsu mengisi pundi-pundi golnya. Sedangkan Michael Owen, legenda Liverpool lainnya, juga sempat mengkritisi permintaan kenaikan gaji Mo Salah dalam negosiasi perpanjangan kontrak.</p>
<p>Mohamed Salah betul-betul telah masuk dalam kultur The Reds. Pemain yang pernah memperkuat Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma itu sangat cepat beradaptasi dalam skema <em>gegenpressing</em> Juergen Klopp. Dia juga tak butuh waktu lama masuk dalam jajaran legenda Liverpool. Bahkan dengan masa-masa puncak performanya, dia adalah legenda hidup.</p>
<p>“Sang Raja Mesir” itu tercatat sebagai “manusia rekor” bersama Liverpool. Dialah pemain yang selalu mencetak gol dalam laga perdana Liga Primer.</p>
<p>Seratus gol di liga dia genapkan saat mengalahkan Leeds United 3 &#8211; 0 pada 12 September 2021. Angka itu dicapai dari jumlah pertandingan lebih sedikit dari legenda-legenda lain di Anfield Road. Di ajang Eropa, dia menjadi <em>top scorer</em> klub dengan 29 gol.</p>
<p>Rekor unik dicatat dengan menjadi pemain terbaik terbanyak di satu musim, yakni tiga kali pada 2017/ 2018.</p>
<p>Catatan-catatan itu makin menguatkan analisis Jamie Carragher tentang siapa sejatinya pemain terbaik saat ini.</p>
<p>Mo Salah akan terus menari. Dia ada karena kegembiraannya. Dia selalu dinanti lantaran rendah hati. Dia dipuja karena kelembutannya&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan penulis buku.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/09/mo-salah-selalu-tentang-kisah-indah">Mo Salah, Selalu tentang Kisah Indah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/09/mo-salah-selalu-tentang-kisah-indah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ortu Mahasiswa dan Pelajar Papua ke Ganjar; Terimakasih Bapak Sudah Perhatikan Anak Kami</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/05/ortu-mahasiswa-dan-pelajar-papua-ke-ganjar-terimakasih-bapak-su-perhatikan-anak-kami</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/05/ortu-mahasiswa-dan-pelajar-papua-ke-ganjar-terimakasih-bapak-su-perhatikan-anak-kami#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 07:50:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=202600</guid>

					<description><![CDATA[<p>MIMIKA (SUARABARU.ID) &#8211; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapat sambutan spesial dari sejumlah warga Papua yang ada di Mimika. Mereka ternyata orang tua dan saudara mahasiswa serta pelajar Papua yang belajar di Jawa Tengah. Bukan tanpa alasan mereka menyambut spesial kedatangan Ganjar. Mereka sangat senang, karena Ganjar selama ini telah peduli pada mahasiswa dan pelajar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/05/ortu-mahasiswa-dan-pelajar-papua-ke-ganjar-terimakasih-bapak-su-perhatikan-anak-kami">Ortu Mahasiswa dan Pelajar Papua ke Ganjar; Terimakasih Bapak Sudah Perhatikan Anak Kami</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MIMIKA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapat sambutan spesial dari sejumlah warga Papua yang ada di Mimika. Mereka ternyata orang tua dan saudara mahasiswa serta pelajar Papua yang belajar di Jawa Tengah.</p>
<p>Bukan tanpa alasan mereka menyambut spesial kedatangan Ganjar. Mereka sangat senang, karena Ganjar selama ini telah peduli pada mahasiswa dan pelajar Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Tengah, khususnya selama pandemi.</p>
<p>Ganjar memang menjadi satu-satunya gubernur yang mengunjungi sejumlah asrama mahasiswa luar Jawa Tengah selama pandemi. Ia datang untuk memastikan kondisi para mahasiswa dan pelajar itu, sekaligus membawa bantuan. Diantara asrama-asrama mahasiswa itu, Ganjar datang ke asrama mahasiswa Papua di Semarang dan Salatiga serta asrama pelajar Mimika di Kedungmundu Semarang.</p>
<p>&#8220;Kami terimakasih sekali pada pak Ganjar, karena selama di Semarang dan Salatiga, itu adik-adik kami diperhatikan,&#8221; kata salah satu tokoh masyarakat Mimika, Johannes Kemong.</p>
<p>Johannes mengatakan, saat pandemi Ganjar datang ke asrama pelajar Mimika di Semarang. Ia memberikan bantuan dan menjamin keamanan mereka.</p>
<p>&#8220;Beliau turun melihat anak-anak kami di asrama, ada yang lapar dia kasih turun beras, mie dan kasih turun makan. Beliau perhatian itu fakta, maka kami tidak bisa balas itu kebaikan beliau selain terimakasih,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Anak-anak di Semarang lanjut Johannes mengatakan bahwa Ganjar juga menjamin keamanan mereka selama di Jateng. Sehingga ketika ada isu apapun di sana, orang tua di Papua merasa aman.</p>
<p>&#8220;Disana sudah dijamin pak Gubernur, anak-anak telepon ke kita. Membuat kita tenang,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Natex Bugaleng, warga Mimika lainnya. Natex mengatakan memiliki tiga orang adik yang sedang belajar di Semarang dan merasa sangat senang mereka diperhatikan Ganjar selama di Semarang.</p>
<p>&#8220;Kami orang tua, kakak adik dan keluarga ucapkan makasih pada pak Ganjar, karena dalam situasi Covid, beliau bantu adik-adik di asrama. Dan adik-adik saya mendapatkan itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Natex juga mengatakan bantuan telah diberikan Ganjar sebelumnya. Saat peresmian asrama pelajar di Semarang, Ganjar mengatakan jika air dan listrik gratis untuk anak-anak Timika.</p>
<p>&#8220;Memang benar itu, karena kami sendiri saat kuliah di Semarang merasakan betul nyaman dengan pak Ganjar. Beliau sudah sperti orang tua kami, ayah dan ibu kami selama di Jawa Tengah karena selalu membuat aman dan nyaman,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Tim SB</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/05/ortu-mahasiswa-dan-pelajar-papua-ke-ganjar-terimakasih-bapak-su-perhatikan-anak-kami">Ortu Mahasiswa dan Pelajar Papua ke Ganjar; Terimakasih Bapak Sudah Perhatikan Anak Kami</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/05/ortu-mahasiswa-dan-pelajar-papua-ke-ganjar-terimakasih-bapak-su-perhatikan-anak-kami/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jawa Tengah di Mata Orang Papua; Masyarakatnya Ramah, Gubernurnya Merakyat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/05/jawa-tengah-di-mata-orang-papua-masyarakatnya-ramah-gubernurnya-merakyat-2</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/05/jawa-tengah-di-mata-orang-papua-masyarakatnya-ramah-gubernurnya-merakyat-2#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 07:44:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=202594</guid>

					<description><![CDATA[<p>MIMIKA (SUARABARU.ID) &#8211; Jawa Tengah memberikan kesan mendalam bagi sebagian besar masyarakat Papua. Mereka yang pernah tinggal di sana merasakan betul keramahan masyarakat Jateng pada mereka. Hal itu disampaikan sejumlah masyarakat Papua yang pernah tinggal di Semarang saat temu kangen denan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di warung makan Teras Timika, Selasa (5/10). Kedatangan Ganjar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/05/jawa-tengah-di-mata-orang-papua-masyarakatnya-ramah-gubernurnya-merakyat-2">Jawa Tengah di Mata Orang Papua; Masyarakatnya Ramah, Gubernurnya Merakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MIMIKA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Jawa Tengah memberikan kesan mendalam bagi sebagian besar masyarakat Papua. Mereka yang pernah tinggal di sana merasakan betul keramahan masyarakat Jateng pada mereka.</p>
<p>Hal itu disampaikan sejumlah masyarakat Papua yang pernah tinggal di Semarang saat temu kangen denan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di warung makan Teras Timika, Selasa (5/10). Kedatangan Ganjar membuat ingatan mereka kembali saat tinggal di Jawa Tengah beberapa tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Saya tinggal di Semarang cukup lama, sejak 2008 sampai 2017. Saat saya di sana, saya merasa betah karena masyarakat Jateng itu ramah-ramah dengan kami,&#8221; kata Fransiskus,32, warga Timika.</p>
<p>Selain masyarakatnya, Fransiskus juga mengatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga sangat menyenangkan. Menurutnya, Ganjar adalah sosok seorang bapak yang memiliki kasih sayang pada semua masyarakatnya, termasuk warga Papua yang ada di sana.</p>
<p>&#8220;Beliau sosok bapak, punya kasih seorang bapak pada masyarakat di sana, bahkan ke kami para pelajar dan mahasiswa Papua. Beliau sangat peduli sama kami, kami sering ketemu, diskusi santai,&#8221; terangnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ricardo,34, warga Papua lainnya. Ia yang tinggal di Jateng pada 2006 lalu merasakan betul bagaimana Jateng khususnya Semarang sudah seperti rumahnya sendiri.</p>
<p>&#8220;Suasananya buat betah, masyarakatnya sangat ramah dan adem. Mereka antusias pada kami anak-anak Papua dan kami pun beradaptasi dengan cepat sekali di sana. Orang Jateng kami sangat senang, mereka santun, rendah hati dan kami sangat cocok selama tinggal di sana,&#8221; katanya.</p>
<p>Sosok Ganjar sendiri lanjut dia juga sosok pemimpin yang peduli dan merakyat. Ia sosok orang tua bagi semua masyarakat, termasuk masyarakat Papua.</p>
<p>&#8220;Saat pandemi kemarin, saya melihat pak Ganjar datang kunjungi adik-adik saya di asrama. Waw luar biasa, sosok pemimpin yang rendah hati, merakyat dan sangat milenial,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ganjar juga merasakan sambutan hangat masyarakat Papua padanya. Sejak berada di Papua, masyarakat menyambutnya dengan antusias dan penuh suka cita.</p>
<p>&#8220;Saya senang sekali, karena masyarakatnya begitu ramah. Pokoknya, Papua i love you full,&#8221; kata Ganjar.</p>
<p><strong><em>Tim SB</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/05/jawa-tengah-di-mata-orang-papua-masyarakatnya-ramah-gubernurnya-merakyat-2">Jawa Tengah di Mata Orang Papua; Masyarakatnya Ramah, Gubernurnya Merakyat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/05/jawa-tengah-di-mata-orang-papua-masyarakatnya-ramah-gubernurnya-merakyat-2/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biliar Persembahkan Emas untuk Jateng, Ganjar; Saya Sudah Punya Firasat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/05/biliar-persembahkan-emas-untuk-jateng-ganjar-saya-sudah-punya-firasat</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/05/biliar-persembahkan-emas-untuk-jateng-ganjar-saya-sudah-punya-firasat#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 04:27:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=202547</guid>

					<description><![CDATA[<p>MIMIKA (SUARABARU.ID) &#8211; Torehan prestasi terus ditunjukkan atlet-atlet Jawa Tengah pada perhelatan PON XX Papua. Terbaru, pasangan Ricky Yang dan Rico Dela Wijaya mendapatkan medali emas cabang olahraga biliar bola 15 double di GOR biliar Mimika, Selasa (5/10). Capaian itu menjadi luar biasa bagi Ricky dan Rico karena kemenangan diraih di hadapan Gubernur Jawa Tengah, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/05/biliar-persembahkan-emas-untuk-jateng-ganjar-saya-sudah-punya-firasat">Biliar Persembahkan Emas untuk Jateng, Ganjar; Saya Sudah Punya Firasat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MIMIKA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Torehan prestasi terus ditunjukkan atlet-atlet Jawa Tengah pada perhelatan PON XX Papua. Terbaru, pasangan Ricky Yang dan Rico Dela Wijaya mendapatkan medali emas cabang olahraga biliar bola 15 double di GOR biliar Mimika, Selasa (5/10).</p>
<p>Capaian itu menjadi luar biasa bagi Ricky dan Rico karena kemenangan diraih di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar yang memang di Mimika, hadir langsung untuk memberikan suport pada Ricky dan Rico.</p>
<p>Keseruan terjadi saat Ricky dan Dela berhasil memenangkan pertandingan. Ganjar yang duduk di kursi penonton langsung berdiri sambil tepuk tangan. Ia pun langsung mendekat pinggir lapangan untuk memberikan selamat pada Ricky dan Rico.</p>
<p>&#8220;Keren, selamat ya. Kalian luar biasa,&#8221; kata Ganjar, memberikan selamat pada Ricky dan Rico yang di babak final mengalahkan pasangan Sulawesi Selatan Ismail K dan Ahmad R.</p>
<p>Ricky mengatakan sangat gembira dengan capaian itu. Apalagi, kemenangannya hari ini dilihat langsung oleh orang nomor satu di Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Wah kegembiraan yang tidak dapat diungkapkan lagi. Saking luar biasanya, pak Ganjar datang menonton kita main. Terimakasih Tuhan, hari ini diberkati,&#8221; Ricky.</p>
<p>Ricky mengatakan masih ada beberapa nomor perlombaan lain yang akan ia ikuti. Dirinya berharap bisa memberikan hasil yang terbaik dan bisa memenuhi target.</p>
<p>&#8220;Saya ditarget dua emas, hari ini sudah satu emas, dan saya rasa mestinya target itu tercapai. Untuk atlet-atlet Jateng lain yang masih bertanding, mari kita sama-sama berjuang. Jangan pernah merasa puas sebelum meraih emas,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Rico Dela Wijaya. Ia mengatakan sangat berterimakasih karena mendapat dukungan langsung dari Danjar.</p>
<p>&#8220;Terimakasih sudah disuport penuh dan suah mendukung kami secara langsung. Itu memicu kami untuk lebih semangat memberika yang terbaik bagi Jateng. Setelah ini, saya masih ada dua nomor pertandingan lain dan semoga bisa kasih emas lagi untuk rakyat Jateng,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Ganjar mengatakan sudah mendapat firasat bahwa biliar akan mendapatkan emas. Dirinya mengatakan, saat pagi di hotel, ia kehabisan kaos dan mencari kaos biliar yang diberi panitia.</p>
<p>&#8220;Saya kehabisan kaos, cari kaos biliarnya di mana ya, kemudian dapat kaos ini dan saya pakai. Ternyata ini firasat mau dapat emas pagi ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ganjar yang datang ke GOR biliar setelah berkunjung ke aeromodeling masih sempat menyasikan detik-detik terakhir kemenangan. Ia mengatakan sangat tegang saat mereka berhasil menyelesaikan pertandingan.</p>
<p>&#8220;Saya lihat mereka begitu tenang saat main, pas selesai saya tanya, ternyata deg-degan juga. Saya lebih deg-degan yang nonton. Menurut saya ini semangat yang bagus, dan hari ini mereka masih mau tanding untuk individu. Saya yakin mereka dapat emas, karena mereka ini sudah kelas dunia,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong><em>Tim SB</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/05/biliar-persembahkan-emas-untuk-jateng-ganjar-saya-sudah-punya-firasat">Biliar Persembahkan Emas untuk Jateng, Ganjar; Saya Sudah Punya Firasat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/05/biliar-persembahkan-emas-untuk-jateng-ganjar-saya-sudah-punya-firasat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesan Anak Muda Papua ke Ganjar; Pemimpin Keren, Casing Tua tapi Dalamnya Muda Banget</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/03/kesan-anak-muda-papua-ke-ganjar-pemimpin-keren-casing-tua-tapi-dalamnya-muda-banget</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/03/kesan-anak-muda-papua-ke-ganjar-pemimpin-keren-casing-tua-tapi-dalamnya-muda-banget#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amir Machmud NS]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 13:40:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=202168</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAPUA (SUARABARU.ID) &#8211; Casing boleh tua, tapi dalamnya ternyata muda banget. Kesan itulah yang didapat anak-anak muda kreatif Papua saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Minggu (3/10) malam. Mereka tak menyangka, Ganjar begitu santai dan easy going saat bertemu anak-anak muda yang umurnya terpaut cukup jauh dengannya. Anak-anak muda kreatif Papua yang tahu bahwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/03/kesan-anak-muda-papua-ke-ganjar-pemimpin-keren-casing-tua-tapi-dalamnya-muda-banget">Kesan Anak Muda Papua ke Ganjar; Pemimpin Keren, Casing Tua tapi Dalamnya Muda Banget</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PAPUA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Casing boleh tua, tapi dalamnya ternyata muda banget. Kesan itulah yang didapat anak-anak muda kreatif Papua saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Minggu (3/10) malam. Mereka tak menyangka, Ganjar begitu santai dan easy going saat bertemu anak-anak muda yang umurnya terpaut cukup jauh dengannya.</p>
<p>Anak-anak muda kreatif Papua yang tahu bahwa Ganjar berada di Papua tak menyia-nyiakan waktu untuk bertemu. Sambil ngopi bareng di Pit&#8217;s Corner, salah satu cafe hits di Jayapura, mereka tukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan Ganjar.</p>
<p>Berbagai isu dibahas dalam pertemuan itu. Mulai pengembangan industri kreatif, peran anak muda di era digital dan lain sebagainya. Obrolan begitu gayeng, diselingi canda tawa yang ger-geran.</p>
<p>&#8220;Saya tidak menyangka, pak Ganjar itu sangat merakyat. Satu hal yang sangat luar biasa, kami anak-anak muda ini bisa diajak nongkrong bareng seorang Ganjar. Itu hal yang tidak pernah kita pikirkan,&#8221; kata Dave Baransano, anak muda Papua yang terkenal lewat karya-karya musiknya bahkan di dunia internasional.</p>
<p>Menurut Dave, Ganjar pemimpin yang bisa merangkul semua kalangan. Dengan anak muda, ia bisa asyik ngobrol bersama tanpa sekat.</p>
<p>&#8220;Kalau ibarat bahasa seninya, pak Ganjar ini hanya casingnya saja yang tua. Di dalamnya itu anak muda banget,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hal serupa disampaikan Charles Toto, pendiri Jungle Cheff Papua. Menurutnya, Ganjar adalah sosok pemimpin yang keren dan sangat milenial.</p>
<p>&#8220;Beliau ini sosok pemimpin keren, yang mau mendengarkan langsung dari kalangan bawah termasuk anak-anak muda. Karena banyak pesan-pesan kami yang positif yang bisa ditindaklanjuti para pemimpin,&#8221; katanya.</p>
<p>Keaktifan Ganjar di media sosial juga diapresiasi Charles. Katanya, sangat penting pemimpin saat ini aktif di medsos sebagai cara komunikasi dengan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Apa yang dilakukan pak Ganjar di medsos itu sangat penting dan memang harus dilakukan para pejabat. Karena dunia sekarang sudah serba digital, informasi lewat medsos sangat penting bagi masyarakat. Informasi dan berita paling cepat didapatkan masyarakat kan sekarang dari medsos, jadi kami berharap pak Ganjar menjadi contoh pejabat lain,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ganjar sendiri mengatakan, peran anak muda saat ini sangat penting untuk memajukan bangsa dan negara. Lewat ide-ide kreatif anak mudalah, Indonesia bisa dikenal di dunia.</p>
<p>&#8220;Apalagi Papua, ada banyak potensi keren yang bisa diolah. Kita bisa cerita kuliner, kebudayaan, musik, kerajinan, wisata dan lainnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Presiden Joko Widodo lanjut Ganjar telah memulai pembangunan Youth Creative Hub di Papua. Ganjar berharap, akan muncul banyak produk anak muda kreatif dari Papua yang bisa dikenal di seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Kalianlah yang harus mengisi kegiatan di sana. Saya kira apa yang dilakukan pak presiden sudah tepat, karena Papua memang memiliki banyak potensi keren yang bisa mendunia,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong><em>Tim SB</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/03/kesan-anak-muda-papua-ke-ganjar-pemimpin-keren-casing-tua-tapi-dalamnya-muda-banget">Kesan Anak Muda Papua ke Ganjar; Pemimpin Keren, Casing Tua tapi Dalamnya Muda Banget</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/03/kesan-anak-muda-papua-ke-ganjar-pemimpin-keren-casing-tua-tapi-dalamnya-muda-banget/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>