JEPARA (SUARABARU.ID) – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin Jepara menggelar Pelatihan Petugas Perempuan Pemulasaraan Jenazah di Aula Ratu Kalinyamat, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas dalam pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam dan standar keselamatan medis, sekaligus memperkuat kemitraan rumah sakit dengan masyarakat.
Pelatihan diikuti 15 peserta yang berasal dari karyawan lintas unit RSI Sultan Hadlirin Jepara, meliputi Pendaftaran, Rekam Medis, Perinatologi, Koperasi Anama, Keuangan, ICU, Laboratorium, dan IGD, serta perwakilan masyarakat dari Desa Suwawal, Lebuawu, Jambu Timur, Batealit, dan Jambu. Kegiatan turut didampingi jajaran pimpinan dan manajemen RSI Sultan Hadlirin Jepara sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi pelayanan berbasis nilai-nilai Islam.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur RSI Sultan Hadlirin Jepara, dr. Singgih Setyono, M.Kes., MMR, menegaskan bahwa pelayanan rumah sakit tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup pelayanan spiritual, termasuk pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam.
“Pengurusan jenazah merupakan fardhu kifayah. Melalui pelatihan ini kami ingin membekali kaum perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan yang benar agar mampu memberikan pelayanan sesuai syariat serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Materi pertama disampaikan Ust. Ahmad Fajar Inhadl, Lc., M.E. dengan tema Problematika Seputar Pemulasaraan Jenazah. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kematian. Menurutnya, bagi seorang mukmin, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan jalan untuk kembali bertemu dengan Allah SWT.

“Kematian bagi seorang mukmin sejatinya bukanlah hal yang menyedihkan, melainkan momen membahagiakan untuk kembali bertemu dengan Sang Pencipta. Selama ini narasi kematian sering kali digambarkan secara menakutkan, padahal jika meneladani para sahabat Nabi, kematian adalah pintu menuju kemuliaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, edukasi tentang pemulasaraan jenazah perlu disampaikan dengan pendekatan yang menyejukkan dan membangun optimisme.
“Kematian tidak pernah menunggu kita siap. Karena itu, tugas kita adalah membangun cara pandang positif agar proses pemulasaraan hingga kesiapan diri dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, semangat, dan tanggung jawab,” pungkasnya.
Sementara itu, pemateri kedua Ust. Khoirul Manan menyampaikan materi Tata Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat Islam dan Safety Secara Medis. Ia menyoroti masih minimnya tenaga perempuan yang bersedia memandikan jenazah di masyarakat sehingga proses pemulasaraan kerap belum sepenuhnya sesuai tuntunan syariat.
“Aurat jenazah wajib dijaga. Proses memandikan jenazah tidak boleh menjadi tontonan umum, apalagi disaksikan oleh yang bukan mahramnya. Karena itu, kita perlu menyiapkan lebih banyak tenaga perempuan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pemulasaraan sesuai syariat Islam,” jelasnya.
Menurutnya, RSI Sultan Hadlirin Jepara telah menerapkan pelayanan pemulasaraan jenazah sesuai dengan jenis kelamin petugas sehingga privasi dan kehormatan jenazah tetap terjaga.
“Alhamdulillah, di RSI Sultan Hadlirin Jepara petugas pemulasaraan sudah disesuaikan dengan gender jenazah. Jika masyarakat mengalami kesulitan dalam proses pemulasaraan, jenazah dapat dibawa ke RSI Sultan Hadlirin. Insyaallah biayanya terjangkau dan sudah mencakup layanan memandikan serta mengafani jenazah sesuai tuntunan syariat Islam,” tuturnya.
Pelatihan dilanjutkan dengan simulasi dan praktik pemulasaraan jenazah yang dipandu Aidatul Muflihah bersama Tim Bimbingan dan Pelayanan Islam (BPI) RSI Sultan Hadlirin Jepara. Peserta mempraktikkan secara langsung tahapan memandikan, mengafani, hingga penerapan standar keselamatan medis dalam pemulasaraan jenazah.
Pada kesempatan tersebut, RSI Sultan Hadlirin Jepara juga memperkenalkan sejumlah layanan unggulan, di antaranya Klinik Perawatan Luka, layanan vaksinasi haji dan umrah, Corporate Medical Check-Up (MCU), serta layanan MCU bagi masyarakat umum. Rumah sakit juga terus memperkuat kemitraan dengan berbagai institusi di Kabupaten Jepara melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, RSI Sultan Hadlirin Jepara berharap semakin banyak tenaga perempuan yang memiliki kompetensi dalam pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam dan standar keselamatan medis, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin profesional, humanis, dan terpercaya.
Hadepe – Manan













