blank
Kepala KanKemenag Jepara, H. Akhsan Muhyiddin sampaikan pembinaan ASN DPK Madrasah. Foto: Sub.

JEPARA (SUARABARU.ID) Upaya meningkatkan mutu pendidikan Islam di lingkungan madrasah menuntut pergeseran paradigma secara mendasar. Lembaga pendidikan madrasah kini diimbau untuk tidak lagi berfokus pada kesibukan administratif dan rutinitas pembelajaran harian semata, melainkan berani membangun ekosistem pendidikan yang memberikan dampak nyata bagi murid.

Pesan tegas tersebut disampaikan oleh H. Akhsan Muhyiddin,  Kepala Kantor Kementerian Agama (KanKemenag) Kabupaten Jepara dalam pembinaan Disiplin dan Etos Kerja bagi Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Diperbantukan (DPK) Madrasah di Aula 1 Kemenag Jepara, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan pembinaan ASN DPK Kemenag Jepara dihadiri sebanyak 158 peserta, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) H. Bin Himma Muhammad Burhan, Ketua Pokjawas H. Soleh, serta jajaran Pengawas Madrasah.

blank
H. Bin Himma Muhammad Burhan, Plt. Kasi Penmad Kemenag Jepara sampaikan sambutan. Foto: Sub.

Dalam paparannya, Kepala KanKemenag Jepara menegaskan bahwa transformasi madrasah dari sekadar status “sibuk” menjadi benar-benar “bertumbuh” memerlukan komitmen pergeseran paradigma secara total.

Fokus utama madrasah saat ini tidak boleh lagi hanya mengukur seberapa padat jadwal administrasi yang dijalankan, melainkan seberapa jauh kualitas pembelajaran mampu menyentuh hati dan membentuk masa depan setiap murid,” tegasnya.

Untuk merealisasikan perubahan mindset tersebut, pengelola dan pendidik di lingkungan madrasah diimbau untuk memegang teguh tiga pilar mendasar:

blank
Antusiasme ASN DPK Madrasah dalam mengikuti kegiatan Pembinaan Disiplin dan Etos Kerja ASN. Foto: Sub.

Pertama, Kolaborasi,

membangun kerja sama yang solid dan sinergis antara pendidik, murid, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Kedua, Refleksi,

membiasakan evaluasi diri secara berkala atas proses pembelajaran yang telah berlangsung. Guru ASN DPK Kemenag Jepara dituntut merefleksikan kembali tiga tugas utamanya sebagai guru, yakni mengajar, mentransfer ilmu pengetahuan secara efektif, mendidik,  membentuk karakter dan moralitas murid, dan membimbing,  menuntun murid dengan sabar agar siap melangkah menatap masa depan dengan tangguh dan mandiri.

Pilar ketiga, inovasi berkelanjutan,

Terus menciptakan terobosan dan metode pembelajaran kreatif yang relevan dengan tantangan zaman.

Melalui dorongan perubahan pola pikir (mindset) ini, madrasah diharapkan tidak sekadar hadir sebagai lembaga formal penggugur kewajiban, melainkan mampu menjelma menjadi ekosistem pembentuk karakter dan kompetensi generasi masa depan secara holistik.

“Dengan mengutamakan kolaborasi, refleksi, dan inovasi berkelanjutan, madrasah dapat mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tegas H. Akhsan Muhyiddin di hadapan ratusan guru ASN DPK yang hadir.

Hadepe –   Sub