blank
Porwakos 2026 digelar di Balai Kota Semarang selama tiga hari penuh pada 24 - 26 Juli 2026. foto : dok.dinpora.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam gelaran Pekan Olahraga Warga Kota Semarang (Porwakos) dan Gelora Muda Kota Semarang Tahun 2026 di Balai Kota Semarang, mengajak seluruh warga kota menjaga persaudaraan melalui olahraga.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kota Semarang ini berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di sejumlah venue olahraga di Kota Semarang guna memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut diserahkan pula Piala Bergilir Porwakos dari Kecamatan Pedurungan kepada Pemerintah Kota Semarang.

“Hari ini saya melihat wajah-wajah yang penuh semangat dan optimis, penuh energi. Dan inilah wajah Kota Semarang yang ingin kita bangun,” ujar Agustina, Minggu 26 Juli 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1.700 peserta yang berasal dari perwakilan 16 kecamatan, OPD, serta unsur Forkopimda. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi voli putra-putri, bulutangkis, tenis meja, catur, tonis, hingga olahraga tradisional egrang dan bakiak.

Sedangkan Gelora Muda yang diikuti Pelajar dan Mahasiswa diantaranya Lomba kuliner jajan khas semarangan, fashion show adat semarangan, modern dance, lomba band, solo vokal, bulu tangkis, futsal, dan e-sport.

Agustina menjelaskan, ajang ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga sekaligus memperkuat persatuan warga.

“Kota yang sehat adalah kota yang warganya senang bergerak. Porwakos kita jadikan sebagai ruang pertandingan untuk mempererat persaudaraan,” terangnya.

Pemerintah Kota Semarang terus mendorong pembudayaan hidup aktif dan penyediaan ruang publik untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Penyelenggaraan Porwakos 2026 juga menjadi momentum penting bagi Kota Semarang dalam menyongsong berbagai ajang olahraga tingkat regional di Jawa Tengah.

Melalui rentetan even olahraga yang konsisten digelar, Kota Semarang tidak hanya berhasil menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian lokal, tetapi juga memupuk optimisme untuk meraih prestasi setinggi-tingginya

“Di lapangan tidak ada yang bertanya profesimu apa atau kamu dari mana. Yang ada adalah semangat, kerja sama, disiplin, dan sportivitas,” pungkasnya.

Hery Priyono