blank
Asprov PSSI Jateng berharap, anak-anak usia muda akan semakin menyukai sepak bola. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah, menegaskan komitmennya untuk tetap berada di jalur pembinaan usia dini. Dan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, PSSI Jateng menggelar PSSI Grassroots Football Day, yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Sabtu (25/7/2026).

”Asprov PSSI Jateng ingin menegaskan, kami berkomitmen terus melakukan pembinaan pemain, agar lahir talenta-talenta berbakat, sehingga kelak mampu menghiasi Tim Nasional di berbagai kelompok usia,” kata Plt Wakil Ketua Asprov PSSI Jateng, Kairul Anwar, dalam keterangannya di sela acara.

Disampaikan dia, dengan mengajak anak-anak usia dini bermain sepak bola, pihaknya ingin merangsang motivasi anak untuk bermain sepak bola. Kegiatan ini sendiri diikuti sekitar 80 anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB). Mereka dipandu Direktur Teknik Khusnul Yakien, dan Departemen Usia Muda Andreas Tri Widagdo, serta beberapa pelatih lainnya.

BACA JUGA: Gudang Spare Part Motor di Jepang Pakis Kudus Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,5 M

Asprov PSSI Jateng sendiri berharap, kegiatan ini bisa menjadi wadah pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan. Hal ini sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, aktif, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap sepak bola sebagai bagian dari proses pembentukan prestasi di masa depan.

Sementara itu, Khusnul Yakien menyatakan, festival ini bertujuan untuk merangsang kesenangan anak-anak dalam bermain bola. ”Sesuai labelnya, Festival Grassroot Football Day, tentu saja ini merupakan festival atau pestanya anak-anak kita melalui sepak bola,” imbuh dia.

Terlebih, Stadion Citarum Semarang, merupakan salah satu stadion dengan lapangan rumput terbaik di Indonesia. ”Jadi kami hanya mengajak mereka semua untuk bersenang-senang, dan bergembira menikmati sepak bola,” terang Khusnul.

BACA JUGA: TMMD Purworejo Percepat Pembangunan RTLH Warga Watuduwur

Melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan edukatif, para peserta diajak untuk semakin mencintai sepak bola, sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan semangat fair play sejak usia dini.

Sama seperti yang dikemukakan Kairul, Khusnul berharap, dengan diberi kesenangan bermain bola di lapangan, akan menumbuhkan kecintaannya dan makin menyukai sepak bola sebagai olahraga mereka.

”Dengan ini, anak-anak semakin mencintai sepak bola, dan tentunya akan meningkatkan partisipasi anak-anak kita dalam kegiatan bersepakbola,” tukas dia.

Riyan