blank
Pembukaan Kejurprov Gulat ditandai dengan penyerahan Piala Kayu Jati dari Ketua PGSI Kabupaten Grobogan, Uky Juli Setiawan kepada Kepala Disporabudpar Grobogan Wahono. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kejurprov Gulat untuk memperebutkan Piala Kepala Disporabudpar Grobogan resmi bergulir di GOR Bung Karno, Kota Purwodadi.

Kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Tengah itu menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus wadah mencari bibit-bibit pegulat muda berbakat.

Kejurprov Gulat, Piala Kepala Disporabudpar, Grobogan diselenggarakan oleh Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan.

BACA JUGA : Brigjen Agus Rohmat Bentuk 671 Mahasiswa KKN Unwahas Jadi Sobat Bersinar

Kejuaraan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (24-26/7/2026).

Pada Kejurprov Gulat Piala Kepala Disporabudpar Grobogan tahun ini, ratusan atlet dari berbagai daerah di Jawa Tengah bersaing pada kategori yunior dan kadet.

Selain itu, kejuaraan kabupaten untuk tingkat SD dan SMP juga digelar sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini.

BACA JUGA : Pasokan 8.000 Liter Air Dukung Pengecoran Jalan TMMD Watuduwur

Panitia Kejurprov Gulat Piala Kepala Disporabudpar Grobogan 2026, Sugiyanto, mengatakan total peserta mencapai lebih dari seratus atlet dari berbagai daerah.

“Kejurprov Gulat ini diadakan tiga hari. Ada 15 peserta untuk peserta Kejurkab dari tingkat SD dan SMP di Kabupaten Grobogan dan 120 dari 20 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terbagi dalam kelas yunior dan kadet,” jelas Sugiyanto.

Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Kepala Disporabudpar Grobogan, Wahono, Sabtu (24
5/7/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Ketua PGSI Grobogan Uky Juli Setiawan, perwakilan KONI Grobogan, serta sejumlah tamu undangan.

BACA JUGA : Ini Pesan Bupati Afif Nurhidayat pada Peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo

Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan penyerahan piala berbahan kayu jati yang dihiasi ukiran Tugu Simpang Lima sebagai ikon Kabupaten Grobogan.

Sugiyanto menjelaskan, penggunaan piala berbahan kayu jati menjadi pembeda dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya yang menggunakan trofi konvensional.

“Jika dulu pakai piala yang berbentuk tropi sekarang kita gunakan kayu jati. Kita juga angkat kerajinan dari Grobogan dimana kayu jati adalah khas Grobogan dan kita bentuk dengan gambar Tugu Simpang Lima,” jelas Sugiyanto.

Menurutnya, piala tersebut tidak hanya menjadi simbol penghargaan bagi para juara, tetapi juga menjadi media promosi potensi kerajinan khas Grobogan kepada para peserta dari berbagai daerah.

Harapan PGSI

Ketua PGSI Grobogan Uky Juli Setiawan mengatakan Kejurprov tahun ini mempertandingkan kategori yunior dan kadet dengan berbagai nomor pertandingan.

Pada kategori yunior dipertandingkan 17 kelas yang meliputi gaya bebas putra, gaya grego, hingga gaya bebas putri.

blank
Ada 17 kelas yang dipertandingkan dalam Kejurprov Gulat di GOR Bung Karno Purwodadi ini. Foto: Tya Widya/dok.

Sementara itu, kategori kadet mempertandingkan 11 kelas yang terdiri atas gaya bebas putra dan gaya bebas putri.

Menurut Uky, kejuaraan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet gulat sejak usia muda sekaligus ajang evaluasi kemampuan atlet dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Ia berharap semakin banyak atlet potensial yang muncul melalui kejuaraan tersebut sehingga mampu mengharumkan nama daerah pada level yang lebih tinggi.

“Harapannya, adanya event ini semoga nanti bisa meningkatkan minat dari warga, khususnya anak-anak di Grobogan, untuk mengikuti olahraga gulat. Dengan ini bisa memunculkan atlet-atlet yang memiliki prestasi sampai tingkat internasional,” kata Uky Juli Setiawan.

BACA JUGA : Gebrakan Baru Candi Joglo Semar Purwodadi! Gamelan Bali Genta Loka Buana Siap Jadi Magnet Wisata Budaya

Kejurprov Gulat Piala Kepala Disporabudpar Grobogan ini juga diharapkan mampu memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Grobogan.

Uky menjelaskan event ini sekaligus meningkatkan partisipasi generasi muda dalam cabang olahraga gulat.

“Dengan terselenggaranya Kejurprov Gulat ini, PGSI Grobogan optimistis akan lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu membawa nama Grobogan dan Jawa Tengah hingga tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

TYA WIDYA