SEMARANG (SUARABARU.ID) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pencegahan narkoba melalui pembentukan Sobat Bersinar (Bersih Narkoba) kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-37 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.
Pembentukan Sobat Bersinar tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pelepasan dan Pembekalan KKN Reguler ke-37 Unwahas yang digelar Sabtu (25/7/2026) di Kampus II Universitas Wahid Hasyim, Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang.
Sebanyak 671 mahasiswa akan melaksanakan KKN pada 27 Juli hingga 27 Agustus 2026 yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Kendal. KKN tahun ini mengangkat tema “Penguatan Desa Berdaya dan Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal, Inovasi Sosial, dan Nilai-Nilai Keislaman.”
Sebelum diterjunkan ke masyarakat, para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang dari BNNP Jawa Tengah. Materi P4GN menjadi salah satu materi utama dalam rangkaian pembekalan KKN.
Pembekalan tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun jejaring Sobat Bersinar, yakni mahasiswa yang diharapkan menjadi mitra dan penggerak pesan-pesan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat mengatakan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun daya tangkal masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Menurutnya, pembentukan Sobat Bersinar merupakan upaya memperluas partisipasi generasi muda dalam P4GN. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi didorong untuk meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lokasi KKN.
Agus Rohmat mengatakan tantangan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Berdasarkan materi pembekalan BNNP Jawa Tengah, survei prevalensi mencatat angka Jawa Tengah sebesar 1,3 persen atau sekitar 195.081 jiwa terpapar.
Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi sesaat. Menurutnya, dibutuhkan jejaring masyarakat yang mampu menyampaikan pesan P4GN secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda dan keluarga.
“Kami berharap 671 mahasiswa ini menjadi 671 Sobat Bersinar. Bayangkan jika setiap mahasiswa selama KKN mampu mengedukasi keluarga, anak-anak, remaja, karang taruna dan kelompok masyarakat di desanya. Akan muncul efek berantai pencegahan narkoba yang jauh lebih luas,” ujarnya.













