SALATIGA (SUARABARU.ID) – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melaksanakan kegiatan benchmarking/studi tiru ke Akademi Inovasi Indonesia (AII) Salatiga sebagai bagian dari upaya memperkuat inovasi pembelajaran, pengembangan sistem praktikum, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi.
Delegasi UNISNU Jepara dipimpin oleh Wakil Rektor I Dr. H. Miftah Arifin, S.H., M.H., M.Kn. dan Wakil Rektor II Dr. A. Khoirul Anam, S.E., M.Si. Turut hadir dalam rombongan Kepala PPSPI Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd., Dr. Dwi Retna Sulistyawati, M.M., Gunawan Mohammad, S.T., M.T., serta M. Choiru Zulfa, S.T., M.T.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua Yayasan Inovasi untuk Indonesia Sumiyanto, M.Pd., Ketua Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur Agus Lutanto, S.Pd., M.T., serta Baharudin Priwintoko, S.T., M.T.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemaparan mengenai profil Akademi Inovasi Indonesia. Pada sesi tersebut, tim AII menjelaskan sejarah lahirnya School of Engineering Practice (SEP) yang kemudian berkembang menjadi DTech Engineering, sebagai fondasi terbentuknya Akademi Inovasi Indonesia. Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai model pembelajaran yang diterapkan, pengelolaan praktikum yang terintegrasi dengan proyek industri, serta pelaksanaan masa induksi sebagai tahapan pembentukan karakter, budaya kerja, disiplin, dan kesiapan mahasiswa sebelum mengikuti proses pembelajaran maupun kegiatan praktik.
Dalam sesi diskusi, Ketua Yayasan Inovasi untuk Indonesia, Sumiyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa berdirinya Akademi Inovasi Indonesia merupakan hasil refleksi dan pengembangan dari pengalaman penyelenggaraan program sebelumnya.
“Program SEP memiliki banyak keunggulan. Namun, dalam perjalanannya kami melihat bahwa berbagai aspek di dalam sistem tersebut cukup berat untuk diperbaiki. Dari pengalaman itulah kemudian lahir Akademi Inovasi Indonesia, sehingga kami dapat membangun sistem yang lebih adaptif, lebih inovatif, dan lebih mampu menjawab kebutuhan industri serta perkembangan teknologi,” jelas Sumiyanto.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNISNU Jepara, Dr. H. Miftah Arifin, S.H., M.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Akademi Inovasi Indonesia. Menurutnya, berbagai inovasi yang diterapkan AII menjadi referensi penting bagi UNISNU dalam mengembangkan kualitas pembelajaran dan praktikum.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari keluarga besar Akademi Inovasi Indonesia. Banyak hal yang kami pelajari pada kesempatan ini, mulai dari sistem pembelajaran, pengelolaan praktikum, budaya akademik, hingga kolaborasi dengan dunia industri. AII menjadi salah satu referensi yang sangat berharga bagi UNISNU Jepara dalam mengembangkan inovasi institusi, khususnya untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik, meningkatkan kualitas laboratorium, serta membangun ekosistem pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Dr. Miftah Arifin.
Usai sesi diskusi, rombongan melaksanakan visit factory ke salah satu unit produksi DTech Engineering. Pada kesempatan tersebut, peserta diajak mengamati secara langsung alur produksi mulai dari penerimaan desain produk, perencanaan proses manufaktur, pengerjaan menggunakan berbagai mesin produksi, proses fabrikasi dan perakitan, hingga pengendalian kualitas sebelum produk diserahkan kepada pelanggan. Delegasi juga berdiskusi mengenai pengelolaan workshop, standar operasional laboratorium, penerapan budaya kerja industri, serta keterlibatan mahasiswa dalam penyelesaian proyek-proyek riil yang menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana fasilitas praktikum dapat dikelola secara profesional sehingga tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi, produk, dan solusi bagi kebutuhan industri.
Melalui kegiatan benchmarking ini, UNISNU Jepara berharap memperoleh berbagai inspirasi dan praktik baik yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan pembelajaran di lingkungan kampus. Hasil studi tiru ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat sistem praktikum yang lebih aplikatif, meningkatkan pemanfaatan laboratorium sebagai pusat inovasi, serta mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dengan demikian, UNISNU Jepara terus berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.
Hadepe – Gunboy













