blank
Genta Loka Buana, grup Gamelan Bali yang menghadirkan akulturasi Jawa-Bali hanya di Candi Joglo Semar Purwodadi. Foto: Tya Widya/dok.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Gamelan Bali menjadi daya tarik baru yang dikembangkan Candi Joglo Semar Purwodadi setelah menerima bantuan seperangkat alat musik tradisional khas Pulau Dewata.

Melalui kelompok seni Genta Loka Buana, pengelola berupaya menghadirkan nuansa budaya yang lebih beragam sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Grobogan.

Langkah pengembangan Gamelan Bali di Candi Joglo Semar Purwodadi diwujudkan dengan membentuk grup kesenian Genta Loka Buana.

BACA JUGA : Fakultas Ekonomi USM Gelar Workshop dan Evaluasi OBE

Kehadiran kelompok tersebut menjadi simbol perpaduan budaya Jawa dan Bali yang diharapkan mampu memperkaya aktivitas seni sekaligus menarik minat masyarakat maupun wisatawan.

Candi Joglo Semar yang berada di Dusun Sukorejo, Desa Krangganharjo, Kabupaten Grobogan selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi yang aktif menggelar berbagai kegiatan budaya.

Kini, Candi Joglo Semar Purwodadi semakin memperkuat identitasnya melalui pengembangan seni musik tradisional Jawa dan Bali.

BACA JUGA : DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Tegal TA 2025 Ditetapkan menjadi Perda

Peluncuran grup Gamelan Bali tersebut dilakukan bertepatan dengan momen final Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7/2026). Momentum itu dipilih sebagai awal perjalanan kelompok seni yang diharapkan mampu berkembang lebih luas.

Pengelola Candi Joglo Semar Purwodadi sekaligus pendiri grup tersebut, Muhadi, menjelaskan bahwa kelompok seni yang dibentuk mengusung konsep campursari Jawa-Bali.

“Grup Gamelan Jawa-Bali ini kita beri nama Genta Loka Buana dengan personel berjumlah 12 orang. Tetapi nanti bisa bertambah lagi di saat kita mau kolaborasi dengan musik suasana Bali yang lebih lengkap,” jelas Muhadi, Sabtu (25/7/2026).

Makna Genta Loka Buana

Menurut Muhadi, nama Genta Loka Buana dipilih bukan tanpa makna. Nama tersebut menggambarkan filosofi yang ingin dibawa oleh kelompok seni tersebut.

Ia menjelaskan, Genta Loka Buana memiliki arti suara denting dari alam semesta. Filosofi tersebut diharapkan menjadi semangat bagi para personel untuk menghadirkan harmoni dalam setiap penampilan.

BACA JUGA : Gubernur Jateng Persilakan Iwapi Kelola Potensi Aset Daerah untuk Dorong Ekonomi*

Kelompok ini tidak hanya memainkan lagu-lagu Jawa klasik. Berbagai lagu masa kini juga akan dibawakan dengan aransemen campursari yang memadukan unsur musik Jawa dan Bali.

Muhadi menilai perpaduan tersebut menjadi cara untuk menghadirkan kesenian tradisional agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya yang dimiliki.

“Sebenarnya kita bisa membawa masa lalu ke masa kini. Artinya, tidak hanya menyanyikan lagu-lagu masa lalu saja, tetapi juga lagu-lagu masa kini,” kata Muhadi.

Selain memainkan musik, grup tersebut juga akan menjadi pengiring berbagai pertunjukan tari yang rutin digelar di kawasan wisata budaya tersebut.

Penampilan tari-tarian dengan iringan Gamelan Jawa-Bali diharapkan mampu memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung yang datang ke Candi Joglo Semar Purwodadi.

Tak hanya itu, kelompok seni tersebut juga akan mengiringi pertunjukan Wayang Orang yang digelar pada momen-momen tertentu di kawasan wisata tersebut.

Kolaborasi antara musik, tari, dan pertunjukan wayang diharapkan mampu memperkuat posisi Candi Joglo Semar Purwodadi sebagai destinasi wisata berbasis budaya di Grobogan.

Muhadi optimistis kehadiran grup baru itu mampu memberikan warna baru bagi perkembangan seni pertunjukan di daerah.

BACA JUGA : Pelatihan Pemetaan Industri Kreatif di Kecamatan Laweyan Surakarta

“Harapan kami, Genta Loka Buana mampu membawa kiprah suasana baru, khususnya di suasana seni di Grobogan, ya,” jelas Muhadi.

Ia menambahkan, selama ini nuansa budaya yang ditampilkan di kawasan tersebut lebih didominasi unsur Jawa. Kehadiran Gamelan Bali akan memperkaya sajian seni yang ada.

Menurutnya, perpaduan budaya tersebut menunjukkan bahwa akulturasi tidak hanya tercermin melalui adat istiadat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya seni.

Melalui musik, masyarakat dapat melihat bagaimana budaya Jawa dan Bali berpadu secara harmonis dalam satu panggung tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Pengembangan kelompok seni tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengelola untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda agar ikut berpartisipasi dalam kesenian tradisional.

BACA JUGA : Dekan FH Unissula di MK: KUHAP Baru Dinilai Kaburkan Batas Advokat dan Non-Advokat

Ke depan, grup ini diharapkan terus berkembang melalui berbagai kolaborasi dengan seniman dari berbagai daerah sehingga mampu menghadirkan pertunjukan yang semakin beragam.

Gamelan Bali yang dikembangkan di Candi Joglo Semar Purwodadi melalui kelompok Genta Loka Buana diharapkan menjadi ikon baru wisata budaya Grobogan.

Kehadirannya tidak hanya memperkaya atraksi seni, tetapi juga memperkuat semangat pelestarian budaya melalui kolaborasi Jawa dan Bali.

Dengan hadirnya Gamelan Bali, Candi Joglo Semar Purwodadi optimistis Genta Loka Buana mampu menjadi wadah lahirnya kreativitas seni sekaligus menarik lebih banyak wisatawan untuk menikmati kekayaan budaya yang terus berkembang di Kabupaten Grobogan.

TYA WIDYA