JEPARA (SUARABARU.ID) – Deru air yang jatuh dari tebing Air Terjun Setatah di Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, memecah kesunyian pagi. Di antara bebatuan yang licin dan rimbunnya pepohonan, beberapa peserta tampak mengenakan helm, harness, dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Satu per satu mereka menuruni tebing di samping air terjun dengan teknik rappelling, dipandu instruktur yang memastikan setiap langkah dilakukan dengan aman. Inilah canyoneering, sebuah wisata minat khusus yang mulai dikenalkan di Jepara oleh anak muda lokal melalui Riverra Adventure.
Di balik lahirnya wisata petualangan tersebut adalah Surya Bawana, seorang pegiat alam yang sejak lama memiliki kecintaan terhadap aktivitas mendaki gunung dan menjelajahi alam bebas. Berawal dari hobi itulah, ia melihat potensi Air Terjun Setat ah sebagai lokasi yang layak dikembangkan menjadi destinasi wisata petualangan yang aman, edukatif, dan berkelanjutan.

“Canyoneering bukan sekadar turun dari air terjun. Kegiatan ini mengajarkan disiplin, kerja sama, keberanian, dan yang paling utama adalah keselamatan. Semua peserta harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” ujar Surya.
Berbeda dengan wisata air pada umumnya, canyoneering memadukan aktivitas menyusuri alur sungai dengan teknik turun tebing (rappelling). Setiap peserta dibekali perlengkapan standar aktivitas vertikal, mulai dari helm, harness, tali, descender, hingga sistem pengaman yang telah diperiksa sebelum digunakan.
Sebelum memasuki lintasan, peserta mengikuti briefing mengenai teknik dasar, cara menggunakan peralatan, hingga langkah-langkah menghadapi situasi darurat. Selama kegiatan berlangsung, pemandu selalu mendampingi dan memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai standar operasional.

Bagi Surya, pengalaman yang diperoleh peserta jauh lebih penting daripada sekadar sensasi memacu adrenalin. “Jepara memiliki potensi alam yang luar biasa. Harapannya, canyoneering dapat menjadi alternatif wisata petualangan yang aman, menarik, sekaligus memperkenalkan keindahan alam Jepara kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Sejak dibuka, Riverra Adventure telah menerima peserta dari berbagai daerah di sekitar Jepara maupun luar kota. Banyak di antara mereka datang karena penasaran mencoba pengalaman baru yang belum banyak tersedia di wilayah Pantura.
Salah satunya adalah Dimas Prasetyo, peserta asal Kudus, yang mengaku awalnya merasa gugup ketika berdiri di bibir air terjun. “Awalnya deg-degan karena ini pengalaman pertama saya turun dari air terjun menggunakan tali. Tapi setelah dijelaskan instruktur dan didampingi selama kegiatan, rasa takut berubah menjadi percaya diri. Justru setelah selesai saya ingin mencoba lagi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ayu Lestari, peserta asal Jepara. Menurutnya, canyoneering memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan wisata alam yang pernah ia ikuti sebelumnya.
“Saya kira hanya soal adrenalin, ternyata banyak hal yang dipelajari, mulai dari penggunaan alat keselamatan, kerja sama dengan tim, hingga menghargai alam. Pengalaman ini benar-benar berkesan,” tuturnya.
Tidak hanya menawarkan tantangan, Riverra Adventure juga mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan. Setiap peserta diingatkan untuk tidak meninggalkan sampah, tidak merusak vegetasi sekitar, dan menjaga kelestarian kawasan Air Terjun Setatah agar tetap alami.
Surya berharap pengembangan wisata minat khusus ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas daya tarik pariwisata Jepara yang selama ini lebih dikenal melalui wisata pantai dan ukiran.
Ke depan, Riverra Adventure membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, pelaku UMKM, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya. Harapannya, wisata petualangan berbasis alam dapat berkembang secara profesional, mengutamakan keselamatan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Di tengah derasnya aliran Air Terjun Setatah, langkah-langkah para peserta yang perlahan menuruni tebing menjadi simbol bahwa potensi alam Jepara masih menyimpan banyak peluang untuk dikembangkan. Dengan sentuhan kreativitas, standar keselamatan yang baik, dan semangat anak muda, sebuah hobi mampu menjelma menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda sekaligus memperkenalkan wajah lain pariwisata Jepara.
Septiana Wibowo











