blank
Camat Kepil Wonosobo, Eko Premono saat menerima potongan tumpeng pada acara Pasrah Tampi Panji di Pendopo Kecamatan Kepil. Foto : SB/dok Humas Kec. Kepil

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, jajaran pemerintahan dan masyarakat Kecamatan Kepil sukses menyelenggarakan upacara “Pasrah Tampi Panji dan Doa Bersama” pada Kamis, (16/7/2026).

Rangkaian kegiatan yang sarat akan makna budaya dan spiritual itu menjadi puncak perayaan tingkat kecamatan, menyusul kesuksesan prosesi Kirab Panji yang sebelumnya telah mengelilingi wilayah Kecamatan Kepil pada Kamis, 2 Juli 2026 lalu.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut mengusung tema agung peringatan Hari Jadi Wonosobo tahun 2026 ini, yaitu “Nyawiji ing Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, yang mencerminkan semangat persatuan dalam berkarya untuk mewujudkan daerah yang subur, makmur dan sejahtera.

Camat Kepil Eko Premono, Jum’at (17/7/2026), menyatakan inti dari prosesi ini adalah penyerahan kembali panji-panji dan pusaka daerah berupa Sangsaka Dwiwarna Catragung Pangayom, Tombak Karawelang, Katentraman Panji dan Kegunungan Projo dari para Kepala Desa/Lurah kepada jajaran Forkompimcam Kepil.

“Prosesi Pasrah Tampi Panji ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud estafet tanggung jawab, pengayoman, dan komitmen para pemimpin daerah untuk senantiasa menjaga ketentraman dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas usia ke-201 Kabupaten Wonosobo sekaligus memohon perlindungan bagi kelancaran pembangunan di masa depan.

Dihadiri oleh segenap elemen masyarakat menjadi kekuatan kolaborasi dan persatuan warga terlihat dari antusiasme dan kehadiran tamu undangan yang mewakili seluruh elemen di Kecamatan Kepil.

Hiburan Rakyat

blank
Suasana Kirap dan Pasrah Tampi Panji dalam rangka HUT Wonosobo ke-201 di wilayah Kecamatan Kepil. Foto : SB/dok Humas Kec. Kepil

Setelah rangkaian upacara dan doa bersama usai, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan kemeriahan berlanjut di Halaman Kantor Kecamatan Kepil. Seluruh undangan dan masyarakat yang hadir disuguhi pertunjukan tari lengger, yang merupakan kesenian tari tradisional kebanggaan Wonosobo.

Penampilan ini mengundang antusiasme luar biasa dari warga, menyatukan masyarakat dalam ruang kebersamaan yang hangat dan penuh sukacita. Pemerintah, steakholder yang lain dan masyarakat menyatu suatu kekuatan untuk membangun daerah Kepil ke depan lebih maju lagi.

Menurut Eko, pelaksanaan rangkaian perayaan HUT Wonosobo ke-201 di Kecamatan Kepil memberikan sejumlah dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Yakni penguatan kohesi sosial dan silaturahmi, pelestarian nilai budaya dan sejarah, perputaran ekonomi lokal bagi pelaku UMKM dan sinergi pembangunan antar desa.

“Kehadiran seluruh elemen, dari jajaran birokrasi, aparat keamanan, pendidik, mahasiswa KKN, hingga masyarakat umum, sangat mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antar warga di wilayah Kecamatan Kepil,” cetusnya

Melalui prosesi pasrah tampi panji dan tari lengger, lanjutnya, generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa KKN, mendapatkan edukasi langsung tentang kekayaan tradisi lokal, menumbuhkan rasa bangga dan identitas kultural yang kuat.

“Ada perputaran ekonomi lokal bagi pelaku UMKM. Berkumpulnya warga di area Kantor Kecamatan Kepil dan selama prosesi Kirab Panji juga memberikan berkah ekonomi tersendiri bagi para pedagang kecil, pengasong dan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara,” jelas dia.

Adapun sinergi pembangunan desa, kata Eko, terwujud melalui kesatuan visi yang terjalin antara perangkat desa, TP PKK dan antar elemen masyarakat menjadi modal sosial yang besar untuk mempercepat program pembangunan desa ke depannya, selaras dengan semangat “Nyawiji ing Makarti”.

“Peringatan HUT Wonosobo ke-201 di Kecamatan Kepil bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum kebangkitan bersama untuk terus berkarya, menjaga tradisi dan membangun masa depan daerah yang “Loh Jinawi”,” pungkas Eko.

Muharno Zarka