SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Hukum, Sunu Tedy Maranto, melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Semarang dan Balai Harta Peninggalan (BHP) Semarang, Kamis (16/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi pegawai terkait pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan organisasi.
Kepala Bapelkum Semarang, Rinto Gunawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Biro SDM yang dinilai sebagai kesempatan berharga bagi pegawai untuk berdialog langsung mengenai kebijakan kepegawaian.
Ia memaparkan, Bapelkum Semarang didukung oleh 52 personel yang terdiri atas ASN, PPPK, dan tenaga alih daya.
Dalam arahannya, Sunu mengapresiasi lingkungan kerja Bapelkum yang bersih, tertata, dan nyaman sebagai cerminan budaya kerja organisasi.
“Hal-hal seperti kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kerja memang terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya mencerminkan budaya kerja organisasi. Kalau lingkungan kerja sudah tertata dengan baik, saya optimistis pelaksanaan pekerjaan juga akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan forum diskusi sebagai ruang komunikasi dua arah guna mendukung pengembangan karier dan kemajuan organisasi.
Kunjungan kemudian berlanjut ke BHP Semarang. Kepala BHP Semarang, Oryza, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi pegawai untuk memperoleh penguatan sekaligus berdiskusi mengenai pengelolaan SDM.
Ia menjelaskan, BHP Semarang didukung oleh struktur organisasi yang lengkap, 18 Jabatan Fungsional Kurator dan Pengurus Keperdataan, 6 pegawai Subbagian Tata Usaha, serta 17 tenaga pendukung.
Pada kesempatan itu, Sunu menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh besar kecilnya instansi, melainkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Yang terpenting bukan besar atau kecilnya organisasi, melainkan bagaimana organisasi tersebut mampu memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Sunu juga membagikan pengalaman perjalanan kariernya yang dimulai dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah hingga dipercaya menjabat sebagai Kepala Biro SDM. Menurutnya, setiap penugasan merupakan ruang belajar yang membentuk kompetensi dan kepemimpinan.
Ia menambahkan bahwa Biro SDM tidak hanya menjalankan fungsi administrasi kepegawaian, tetapi juga berperan dalam pengembangan kompetensi, penguatan jabatan fungsional, dan penyusunan kebijakan SDM yang adaptif. Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk aktif menyampaikan masukan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara Biro SDM dan satuan kerja di daerah, sehingga pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Hukum dapat semakin profesional, adaptif, dan berdampak bagi organisasi maupun masyarakat.
Ning S













