WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Data kependudukan yang akurat, menjadi pondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Juga dalam mendukung kelancaran penyaluran bantuan sosial, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Demikian ditegaskan Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah Ditjen Dukcapil Kemendagri Ir R Agus Irawan MP, saat memberikan sambutan pada acara penganugerahan Desa Nyawiji Migunani Tahun 2026. Acara ini digelar Rabu (15/7/26) di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Agus Irawan, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, atas keberhasilannya dalam membangun sistem pelayanan Adminduk yang inovatif.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menegaskan, dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan menjadi pintu masuk masyarakat untuk memperoleh berbagai hak dasar. Yakni mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial.
Berkaitan ini, Pemkab Wonogiri memberikan penghargaan kepada 30 desa dan 15 kecamatan yang berprestasi di bidang pelayanan Adminduk. Penghargaan ini, menjadi bentuk apresiasi atas inovasi pelayanan publik yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada para camat beserta seluruh perangkat desa dan kelurahan yang berhasil membawa wilayahnya masuk dalam daftar terbaik. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Polres
Pada kesempatan tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno secara resmi meluncurkan inovasi Telunjuk Sakti MPP Nyawiji. Yakni sebuah pelayanan digital, yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan Adminduk secara mandiri. Ini meliputi pelayanan konsultasi, pelacakan permohonan, hingga legalisasi dokumen secara daring.
Dokumen Adminduk, menjadi kunci keadilan dan gerbang kesejahteraan. Tanpa KTP, warga kita tidak bisa mengakses layanan kesehatan yang layak melalui BPJS. Tanpa KK, warga tidak akan terdata sebagai penerima bantuan sosial yang tepat sasaran. Tanpa Akta Kelahiran, seorang anak bisa kehilangan haknya untuk bersekolah dan mendapatkan perlindungan hukum.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonogiri, Herdian, menyampaikan sejumlah prestasi capaian positif dalam pelayanan Adminduk di tingkat nasional. Diantaranya soal perekaman KTP elektronik telah mencapai 100 persen, kepemilikan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) juga mencapai 100 persen, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah menembus 57,73 persen Ini jauh melampaui target nasional sebesar 30 persen.
Melalui program Desa Nyawiji Migunani Disdukcapil Kabupaten Wonogiri mampu menjangkau kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat di wilayah terpencil melalui layanan jemput bola.
Kapolres Wonogiri melalui Wakapolres Kompol Parwanto dan Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, hadirnya inovasi Adminduk melalui pelayanan publik Telunjuk Sakti, itu menjadi bagian dari transformasi pelayanan yang sejalan dengan semangat Polri Presisi. Yakni dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 15 kecamatan terbaik dalam pelayanan Adminduk terdiri atas Kecamatan Batuwarno, Paranggupito, Eromoko, Karangtengah, Giritontro, Jatipurno, Manyaran, Wuryantoro, Kismantoro, Tirtomoyo, Jatisrono, Purwantoro, Giriwoyo, Baturetno dan Kecamatan Jatiroto.
Sebanyak 30 desa berprestasi di bidang pelayanan Adminduk terdiri atas Desa Sumberejo (Kecamatan Batuwarno), Miricinde dan Sukamangu (Purwantoro), Slogoretno, Kopen, Kembang, Balepanjang dan Mangunharjo (Jatipurno), Sumberagung, Selopuro dan Ronggojati, Kudi dan Desa Batuwarno (Batuwarno), Tlogoharjo dan Jatirejo (Giritontro), Genengharjo, Tanjungsari dan Girirejo (Tirtomoyo), Ngambarsari dan Karangtengah (Karangtengah), Ketos, Gendayaan, Sambiharjo dan Gudangharjo (Paranggupito), Tunggur dan Watusomo (Slogohimo), Tanjungsari (Tirtomoyo), Karanglor (Manyaran), Kelurahan Mojopuro dan Mlopoharjo Kecamatan Wuryantoro.(Bambang Pur)













