GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Candi Joglo Semar Purwodadi menjadi magnet kebudayaan yang sukses menyatukan semangat toleransi kelompok lintas agama serta para penghayat kepercayaan di Kabupaten Grobogan.
Kehadiran Candi Joglo Semar Purwodadi secara konsisten menyuarakan pesan perdamaian bagi komunitas lintas agama dan seluruh penghayat kepercayaan di Kabupaten Grobogan.
Candi Joglo Semar Purwodadi ini terus mencuri perhatian publik secara luas sejak pertama kali mencuat dan mulai dikenal khalayak pada tahun 2018 silam.
BACA JUGA : Pegadaian Kanwil XI Semarang Gelar Edukasi GENCARKAN Pegadaian PINTAR
Pengelola tempat ini tidak sekadar menyajikan pesona arsitektur Joglo yang menawan, melainkan juga menyuguhkan nilai spiritualitas mendalam.
Candi Joglo Semar Purwodadi ini terbukti sukses meleburkan unsur kebudayaan lokal dengan nilai-nilai universal keagamaan yang ada di Kabupaten Grobogan.

Muhadi, selaku pendiri Candi Joglo Semar Purwodadi, menceritakan awal mula perjuangannya dalam merintis ruang yang kini menjadi simbol kebersamaan tersebut.
Ia menerangkan bahwa awalnya ia mendirikan tempat tersebut pada tahun 2012 untuk mewadahi penganut kepercayaan Kapribaden.
Tujuan awalnya terbilang sangat sederhana, yakni mengumpulkan para pemeluk keyakinan dari berbagai wilayah demi mempererat tali silaturahmi.
Seiring berjalannya waktu, tempat berkumpul yang mulanya bersahaja ini mengalami perkembangan.
BACA JUGA : Kepatuhan Warga Blora Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Merosot Hingga 63 Persen
Kini, kompleks tersebut telah bertransformasi menjadi pusat meditasi, doa, sekaligus destinasi wisata yang dikenal di tingkat nasional hingga mancanegara.
“Candi Joglo Semar Purwodadi secara filosofis sudah menggambarkan ruang berekspresi kepada Sang Penciptanya. Candi merupakan tempat atau wadah beritualitas, Joglo menggambarkan simbol kebudayaan Nusantara dan Jawa sebagai rumah erlindungan di dalam kita memberikan hidup dan kehidupan,” jelas Muhadi.
Pria ramah ini menambahkan bahwa penamaan setiap sudut bangunan di kompleks ini memiliki landasan filosofis yang sangat kuat.
BACA JUGA : PLN UIK Tanjung Jati B Serahterimakan Pengelolaan Rumah BUMN Jepara kepada PLN UID Jawa Tengah
Simbol Semar sendiri mengandung sebuah pesan moralitas yang sangat mendalam untuk menjadi kompas kehidupan bagi masyarakat modern.
Tokoh pewayangan tersebut melambangkan penuntun sejati di dalam mengarungi kompleksitas laku moralitas terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Dan kami dari Candi Joglo Semar Purwodadi menjadi ruang terbuka untuk para penghayat, untuk bermeditasi, berolah rasa, berkegiatan spiritualitas, dan juga religius bagi semua penganut lintas agama dan budaya,” jelas Muhadi.
Sementara itu, antusiasme warga lokal untuk mendalami nilai kebaikan spiritual ini juga terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Hingga saat ini, kuantitas pemeluk ajaran penghayat kepercayaan, Kapribaden di wilayah Kabupaten Grobogan tercatat telah menyentuh angka sekitar 250 orang.
Para pemeluk keyakinan tersebut berasal dari berbagai wilayah yang tersebar di wilayah administratif Kabupaten Grobogan.
“Dan Candi Joglo Semar Purwodadi setiap malam Senin Pahing dan malam Jumat Legi sesuai penanggalan kalender Jawa,” jelas Muhadi.
Melalui forum silaturahmi yang digelar secara rutin tersebut, para anggota aktif memperdalam pemahaman spiritualitas batiniah mereka.
Pertemuan berkala itu, kata dia, dipergunakan untuk memperdalam ajaran, mempererat persaudaraan, sekaligus mengenang kembali petuah luhur nenek moyang.
BACA JUGA : Atasi Krisis Air Bersih di Desa Watuduwur, Kodim 0708 Purworejo Bangun Lima Sumur Bor
Pemerintah daerah setempat pun memberikan perhatian khusus serta pengakuan resmi terhadap eksistensi kelompok spiritual kemasyarakatan ini.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Grobogan telah mencatat keberadaan organisasi ini sebagai wujud pemenuhan hak berkeyakinan.
Para anggota yang aktif belajar di Candi Joglo Semar Purwodadi senantiasa mengedepankan cinta kasih demi keharmonisan lintas agama dan kelestarian penghayat kepercayaan Kapribaden di Grobogan.
Kehadiran Candi Joglo Semar Purwodadi membuktikan indahnya harmoni lintas agama bagi para penghayat kepercayaan di Kabupaten Grobogan.
“Candi Joglo ini adalah filosofis pengayoman untuk mengayomi seluruh penganut kepercayaan dan agama. Sudah sering sekali kegiatan lintas agama digelar di Candi Joglo Semar Purwodadi,” pungkas Muhadi.













