SRAGEN (SUARABARU.ID)– Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Mondokan, Sragen, Selasa (14/7/2026). Hadir dan mendampingi Mensos, Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan Wabup Suroto.
Mensos mengatakan Sekolah Rakyat hadir sebagai lingkungan sekolah yang ramah anak dan diperuntukkan bagi keluarga pra sejahtera.
“Tidak ada pendaftaran untuk bisa sekolah ditempat ini, adanya penjangkauan yang memenuhi kriteria,” tegas Mensos Saifullah Yusuf.
Sekolah gratis, tidak ada biaya. Jadi jangan mau kalau ada yang meminta bayaran. Di sekolah itu anak-anak belajar meraih cita-cita. Para siswa dari anak yatim piatu, yatim atau piatu, putus sekolah, putera buruh, tenaga serabutan atau orang tua bercerai.
Disebut sekolah ramah anak karena bagi siswa penyebab perkelahian, tindak kekerasan terhadap sesama siswa, bullying serta intoleransi akan langsung dikeluarkan, tanpa melalui proses peringatan.
Untuk mencegah tindakan kekerasan, Kemensos menyiapkan pedoman khusus dan pemasangan CCTV serta pelatihan khusus untuk guru guna mencegah tindakan kekerasan.
Berulang kali, Mensos memuji peran Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang menyediakan pengadaan lahan tanah untuk keperluan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Dawung, Kecamatan Mondokan itu. Karena lahan siap, sehingga bisa dibangun gedung permanen oleh Kementerian PU.
Mensos menitipkan kepada Bupati Sragen Sigit Pamungkas untuk membantu kekurangan sementara tenaga keamanan, guru serta tenaga kebersihan atau perawatan gedung selama dua atau tiga bulan ke depan.

Disebutkan bangunan permanen yang dibangun Kementerian PU itu atas arahan dari Presiden Prabowo. Hingga saat ini ada 93 titik yang dibangun dengan progres pembangunan antara 70 persen hingga 100 persen. “Ada tambahan 11 titik tapi baru lelang ulang,” tuturnya. Sehingga semuanya ada 104 titik sedang dalam proses pembangunan. Sedangkan akhir Tahun 2026 akan ada tambahan 100 titik lagi.
Disebutkan kapasitas siswa yang menempati gedung 1.000 siswa dan akan ditingkatkan lagi menjadi 2.000 siswa, untuk jenjang SD, SMP dan SMA.
Murni (39), ibu dari siswi Septiana Selvi Safira peringkat I di sekolahnya mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Presiden Prabowo, Mensos dan Bupati karena puterinya bisa diterima di Sekolah Rakyat. Dia yang menjalani pekerjaan serabutan dan pernah berprofesi mencari rosok atau barang bekas, tidak mampu kalau menyekolahkan putrinya di sekolah umum karena harus mengeluarkan biaya.
“Saya bersyukur, kini anak saya bisa sekolah SMA gratis disini (Sekolah Rakyat),” ungkapnya sambil menyeka air mata.
Anind













