TEGAL (SUARABARU.ID) –
Sebanyak 129 guru SMA dan SMK di
wilayah Cabang Dinas Pendidikan XII Provinsi Jawa Tengah mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT).
“Kegiatan yang diselenggarakan di Kota Pekalongan, Kamis (9/7/2026) lalu merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi keuangan sejak dini melalui lingkungan pendidikan,” kata Kurnia Tri Puspita, Senin (13/7/2026).
Dijelaskan, kegiatan terselenggara kolaborasi OJK bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi dan Akuntansi Wilayah Cabang Dinas Pendidikan XII Provinsi Jawa Tengah.
“Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas guru agar mampu menjadi agen edukasi keuangan di sekolah serta membekali peserta didik dengan
pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan kewaspadaan terhadap berbagai risiko di sektor jasa keuangan,” ujar Kurnia.
Lebih lanjut Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita mengatakan, guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cakap finansial karena menjadi garda terdepan dalam menanamkan pemahaman dan perilaku keuangan yang bertanggung jawab kepada peserta didik.
“Guru merupakan ujung tombak dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan sekolah. Dengan tingkat literasi keuangan yang baik, siswa diharapkan mampu memahami produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, mengelola keuangan secara bijaksana, serta lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan di sektor jasa keuangan, termasuk pinjaman online ilegal, investasi ilegal, dan perjudian daring,” ujar Kurnia.
Kepala Seksi SMA dan SMK Cabang Dinas Pendidikan XII Provinsi Jawa Tengah Lebdo Wiharso menyampaikan, apresiasi atas komitmen OJK dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan pendidikan.
“Kami menyambut baik program peningkatan literasi keuangan yang dilaksanakan OJK. Dengan pemahaman keuangan yang baik, guru dapat menanamkan kepada siswa pentingnya mengelola keuangan secara bijak, mengenal peran OJK dan industri jasa keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara
berkelanjutan,” ujar Lebdo.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 1 Fanny
Rifqi El Fuad memaparkan materi mengenai pengenalan pasar modal, karakteristik produk investasi, serta mekanisme perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Perwakilan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cabang Tegal Maya Indra Mulyani mengenai
pemanfaatan produk dan layanan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dalam
mendukung perencanaan keuangan yang sehat.
Sementara itu, Pemimpin Cabang PT Sinarmas Asset Management Pekalongan Sonif Rinanfian Nor menjelaskan peran industri pengelolaan investasi, termasuk reksa dana, sebagai salah satu alternatif investasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.
Isno













